LEARNING LOVE
.
.
.
CAST
KIM JONGIN
DO KYUNGSOO (GS)
OTHER MEMBER EXO
GENDERSWITCH AREA
.
.
RATED : T – M
.
BAHASA NON BAKU
TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA
.
Selamat membaca
Chapter 5
.
.
.
-Author POV-
Sudah lebih dari 1 Bulan kyungsoo dan juga jongin menjadi suami istri, tidak lebih tepatnya menjadi pasangan pura-pura. Mereka tetap menjadi orang yang cuek dengan kehidupan masing-masing tapi tidak dengan urusan di ranjang. Jongin dan juga kyungsoo rupanya sudah merubah perjanjian kalau mereka boleh menyentuh satu sama lain. Hampir setiap hari desahan keduanya menggema di seluruh ruang apartemen. Jongin setelah pulang kerja selalu minta jatahnya dengan kyungsoo, bukannya menolak kyungsoo malah memberikannya dengan suka hati, bahkan tak jarang kyungsoo yang memintanya kepada jongin.
Seperti halnya sekarang, kyungsoo terlihat gelisah diranjangnya. Ini sudah tengah malam tapi matanya tidak bisa terpejam sama sekali. Berbeda dengan jongin, setelah lembur bekerja seharian jongin tampak kelelahan dan langsung terlelap tidur. Kyungsoo menatap wajah suaminya itu, ia ingin meminta jatahnya tapi tidak tega kalau membangunkan jongin yang kelelahan. Kyungsoo mengecup pipi jongin satu kali, tapi jongin tetap masih tertidur dengan pulas. Kyungsoo masih mencobanya tapi jongin tetap pada posisinya tidak berubah sama sekali.
Kyungsoo hampir putus asa, ia duduk kasurnya melihat seluruh tubuh jongin yang toples saat tidur, tubuhnya yang begitu sexy semakin membuat kyungsoo tidak tahan. Tiba-tiba ide gilanya muncul, kyungsoo tersenyum menyeringai.
.
.
-kyungsoo POV-
Aku melihat tubuh sexy jongin yang begitu mempesona apalagi perutnya itu aku selalu tidak tahan. Aku tersenyum kemudian menunduk tepat d perutnya dan ku kecup perutnya perlahan ku elus perut kotaknya itu ahhh aku benar-benar menyukainya. Aku terus melakukan aksiku tapi ternyata jongin tidak bergerak juga dari tidurnya. Apa dia mati?
Ah tapi tidak mungkin, dia masih bernafas lihatlah dada yang bidang itu turun naik secara sempurna. Ya Tuhan kenapa kau bisa menciptakan makhluk sempurna seperti jongin.
Hampir sepuluh menit aku bermain di dada dan perutnya tapi dia tetap di posisi yang sama, sepertinya aku sudah mulai menyerah.
"Ya sudah lah aku bermain sendiri saja, huh awas kau jongin nanti aku juga tidak akan memberikanmu jatah selama 1 minggu" aku bermonolog sendiri sambil merebahkan kepalaku di perutnya yang sixpack itu
"Ah tapi kalau aku tidak memberikan jatah 1 minggu aku juga tidak akan tahan, hmm baiklah aku tidak akan memberikanmu jatah 3 hari. Huh aku baikkan? Tidak sepertimu lelaki tidak pekaa" aku kembali bermonolog sendiri sambil memperhatikan wajah polosnya, dia benar-benar tampan.
Aku menatap langit-langit sambil terdiam, ahh aku harus menuntaskan ini di kamar mandi. Saat aku ingin bangkit dari perut jongin tiba-tiba aku melihat suatu tonjolan di bagian bawah perutnya. Aku memperhatikan tonjolan itu, bukankah itu benda yang paling ku sukai, benda panjang dan juga keras yang selalu membuatku tidak tahan untuk mendesah. Benda itu terus ku perhatikan, aku merabanya perlahan dari luar boxer jongin
"Hey jongin junior kenapa kau malah bangun hmm kau juga merindukanku? " aku tersenyum menatap tonjolan di balik boxer jongin itu, aku terus mengelusnya perlahan. Ide gilaku pun muncul kembali, sekarang aku terlihat bersemangat. Aku yakin pasti jongin terbangun setelah aku melakukan ide gila itu
Aku bangun perlahan dari perutnya, duduk disamping jongin. Ku turunkan celana jongin perlahan beserta celana dalamnya. Betapa senangnya aku melihat kejantanan jongin, mataku berbinar seperti anak kecil yang baru mendapatkan eskrim enak.
"baiklah jongin junior aku juga merindukanmu bagaimana kalau kita bersenang-senang hmm" sepertinya aku sudah mulai gila sekarang, tapi aku tidak peduli yang penting sekarang aku harus menuntaskan semuanya
Ku kecup kepala junior jongin perlahan, ku jilat dan ku masukkan ke dalam mulutku perlahan. Ku lepaskan lagi juniornya dari mulutku uggghhh rasanya sedikit aneh tapi aku menyukainya. Kucoba masukkan lagi perlahan junior jongin dalam mulutku ku gerakkan perlahan keluar masuk seperti aku menjilati eskrim kesukaanku. Ahhh aku benar-benar gila sekarang
Aku terus melakukannya memainkan junior jongin, ku lihat jongin mulai memberikan respon ia bergerak perlahan dan membuka matanya. Aku terus melakukan aksiku tanpa peduli jongin sudah bangun
"soo ahhhh kau sedang apaa" jongin ingin bangun tapi ia malah mendesah nikmat
Aku terus menggoda juniornya, ku mainkan dengan tanganku. Ku tatap matanya sayu seolah berkata aku menginginkanmu
"ahhhh soo kau mau apa hmm" mata kami bertemu ia pasti mengerti apa mauku
"Jongiiin, , aku mau ituu" suaraku manjaa
"Ahhh kau benar-benar soo"
Jongin bangun dari tidurnya ia menjauhkan tangan kyungsoo dari juniornya dan segera menarik tubuh kyungsoo. Jongin melumat bibir kyungsoo, menggigitnya perlahan
"Kau berani membangunkanku seperti itu hmmm"
"Habisnya kau tidak bangun, aku tidak bisa tidur dari tadi" kyungsoo cemberut
"astagaaa, baiklah anak nakal kau dihukum tidak ada permainan lembut malam ini karena kau berani membangunkan beruang tidur"
Aku membulatkan mata menatapnya. Aku rasa sudah salah membangunkan jongin seperti itu. Aku tidak suka dengan permainan kasar, itu menyakitkan
"Ta-tapi jongin aku tidak mau kasar" ucapku takut
"salah sendiri" jongin menurunkanku dari badannya
Aku telungkup dikasurku, jongin memukul pantatku perlahan, kemudian ia menyeringai
"baik anak nakal, kita main sampai besok pagi. Aku tidak akan berhenti"
Aku meneguk salivaku kasar, aku ingin protes tapi celanaku sudah diturunkan paksa oleh jongin. Tamatlah sudah riwayatku malam ini
Jongin mengelus vaginaku perlahan, kemudian ia langsung memasukkan jarinya dan mengobok obok dalam. Ini sedikit sakit
"Ahhhh jong, jangan seperti ituu"
Ia mengeluarkan jarinya dan mulai memukul pantatku lagi. Ia menggangkat pinggulku dan membuat aku menungging. Tak lama ku rasakan benda kesukaanku tadi junior jongin sudah mulai memenuhi vaginaku. Rasanya sakit tapi nikmat. Ia langsung menggerakkan juniornya keluar masuk dari lubangku. Kami berdua saling mendesah mengungkapkan betapa nikmatnya permainan malam ini.
"ahhhh soo"
"Jongin faster uuggghhh"
Jongin terus memainkan juniornya di dalam lubangku, ia semakin cepat menggerakkannya sampai aku kewalahan
"ahhh jong aku akan sampai"
"Keluarkan lah soo"
"ahhhhhhhhhhhhhhh"
Aku mengerang panjang tanda bahwa aku sudah mencapai klimaksku
Jongin masih menggerakkan juniornya semakin intens. Aku tahu ia belum sampai pada puncaknya. Aku sudah lelah tapi aku harus melayani nafsunya yang gila itu
Permainan ini terus berlanjut sampai pagi menjelang. Kamar kami sudah tidak beraturan. Bau percintaan tercium di seluruh sudut kamar. Baik jongin maupun kaku sekarang hanya bisa memejamkan mata.,keduanya benar-benar lelah dengan permainan gila itu.
.
.
.
-author POV-
Hampir empat Bulan sudah kehidupan jongin dan juga kyungsoo bersama. Mereka menjadi keluarga yang bahagia dan semakin mesra, mungkin mereka lupa dengan perjanjian yang mereka buat sebelumnya.
Pagi ini seperti biasa kyungsoo sedang memasak sarapan untuk jongin. Hampir setiap pagi setelah pergulatan semalam suntuk keduanya di ranjang, kyungsoo selalu bangun pagi dan sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan. Pagi ini dia membuat sandwich beserta susu untuk sarapan, karena kalau ia memasak pasti waktunya tidak akan cukup karena mereka selalu bangun kesiangan.
.
Cup
.
Satu kecupan mendarat di pipi kyungsoo dan pinggangnya pun terasa mengetat karena ada tangan kekar yg memeluknya secara posesif
"jong ayo sarapan kenapa terus manja seperti ini nanti kau bisa terlambat ke kantornya" kyungsoo tersenyum sambil mengelus tangan kekar suaminya itu
"sayang biarkan seperti ini dulu aku menyukainya"
"Hmmm tapi waktu terus berjalan tuan kim"
"huh baiklah nyonya kim" jongin memanyunkan bibirnya ia melepaskan pelukannya, duduk di meja makan
Kyungsoo hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu. Kyungsoo mengecup bibir jongin lembut
"jangan cemberut seperti anak kecil begitu"
"Hmmm aku mau dicium lagi nyonya kim, aku mau sarapan itu saja" jongin bertingkah seperti anak kecil yang meminta mainan kepada ibunya
"kau mau lagi? "
Jongin hanya mengangguk dan menatap kyungsoo seperti anak anjing yang minta kasihani
Kyungsoo mendekat
"aaaawwwwwww soo sakit" jongin meringis begitu telinganya ditarik oleh kyungsoo
Kyungsoo terkekeh pelan dan melepaskan telinga jongin
"makanya jangan sok manja, ini sudah pagi dan kau hampir terlambat ke kantor masih bisa-bisanya bertingkah laku seperti itu. Lagian tadi malam kurang puas huh kau meraup seluruh mulutku"
Jongin mengelus telinganya yang memerah
"Soo kalau masalah diranjang kau tau sendiri kita tdak ada kata puas, malah tidak cukup waktu. Benarkan? "
"mwooo? Kita hey hey tolong perbaiki kata-kata anda tuan kim. Kita? Anda saja yang memiliki nafsu segila itu, aku tidak pernah"
"O ya apakah kau lupa kalau kau terus berteriak jongin oohh faster terus jongin iya disitu sangat enak" jongin terkekeh geli
"Yaaaaaaa" kyungsoo melotot
Jongin tertawa pelan sambil meminum susunya
.
Ting tong
Ting tong
.
Bunyi bel apartemen jongin menggema diseluruh ruangan. Jongin dan kyungsoo saling bertatapan
"aku yakin itu sehun selalu saja datang disaat seperti ini"
Kyungsoo berdiri menuju pintu lalu
"Biar aku saja yang membuka pintunya
Kyungsoo menuju pintu dan membukakan pintu apartemennya. Ia melihat sosok namja tampan berdiri di depannya
"Hai kyungie, ,"
Sapa chanyeol, ya itu chanyeol yg datang bertamu sepagi ini.
Kyungsoo menatap chanyeol tidak suka
"mau apa kau kesini? "
Chanyeol langsung memeluk kyungsoo erat dan ia meneteskan air matanya
"Kyung, aku mohon maafkanlah aku. Aku sadar kyung aku salah selama ini, aku menyesal benar-benar menyesal. Aku minta maaf"
Kyungsoo hanya terdiam didalam pelukan chanyeol, baru sekarang chanyeol bertingkah seperti ini. Kyungsoo membiarkan chanyeol berbicara dahulu.
Sedangkan chanyeol terus memeluknya erat air matanya terus turun
"aku sangat mencintaimu kyung. Aku mohon berilah aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya"
Kyungsoo benar-benar bingung sekarang, ia hanya bingung bagaimana menolak chanyeol saat ini tanpa melibatkan kata-kata kasar.
Chanyeol melepaskan pelukan kyungsoo tangannya beralih memegang kedua pipi kyungsoo dan chanyeol menatap kyungsoo teduh dengan kejujuran tidak ada kebohongan sedikitpun
"aku merindukanmu kyung. Saranghae"
Chanyeol mendekatkan wajahnya dengan kyungsoo. Bibir mereka bertemu, chanyeol menyesap bibir kyungsoo, ciuman yang sangat manis. Kyungsoo pun hanya bisa memejamkan matanya ia merasakan bibir chanyeol tapi tidak membalas ciuman itu. Jauh di lubuk hati kyungsoo sebenarnya ia juga rindu dengan chanyeol. Tapi kyungsoo masih belum bisa percaya kembali dengan lelaki itu.
Chanyeol terus menempelkan bibirnya dan memeluk kyungsoo erat
"ehheeem, , maaf aku mengganggu tuan dan nona. Ada baiknya kalian lakukan semua ini di hotel saja, daripada kalian mengotori apartemenku" jongin menginterupsi adegan mesra diantara keduanya, jongin sekarang hanya bisa tersenyum sambil menahan emosinya agar tidak meledak
Kyungsoo dengan cepat melepaskan pelukan chanyeol dan berdiri menjauhi chanyeol untuk segera menghampiri jongin, tapi chanyeol menahan tangan kyungsoo untuk tidak pergi jauh darinya.
"Jongin, ," ucap kyungsoo lirih
Jongin hanya menatap kyungsoo dengan tatapan yang membuat orang lain terbunuh. Ia tidak suka dengan adegan tadi.
"Maafkan kami tuan kim" chanyeol membungkuk
"hmmm lakukanlah semau kalian, asalkan jangan diapartemenku"
"Jongin , ," kyungsoo menatap jongin merasa bersalah
"kau tenang saja, perceraian kita akan kuirus secepatnya"
"Benarkah? " chanyeol berbinar
"yaaa kalian tunggu saja. Baiklah aku permisi pergi ke kantor sekarang" jongin dengan langkah cepat segera keluar dari apartemennya ia benar-benar marah. Ia kecewa dengan perlakuan kyungsoo. Ia hanya bisa menahan emosinya agar tidak meledak dihadapan keduanya
Sementara kyungsoo ingin mengejar jongin tapi lagi-lagi chanyeol menahannya
"Kyungie jangan tinggalkan aku lagi. Aku mohon dengarkan penjelasanku. Maafkan akuu"
"chanyeol aku sudah memaafkanmu, tapi aku tidak bisa kembali padamu"
"Tapi kenapa kyung, kenapa kau tidak mau kembali padaku"
"karenaaa, , karena aku sudah menikah chan. Aku sudah mempunyai suami"
"kau gila kyung, kalian hanya menikah pura-pura. Hey apakah kau lupa humm"
"Kami sudah benar-benar jadi suami istri. Aku mencintainya"
"mwoo? Apa kau bilang? Cinta? Tidak kyung, kau mencintaiku bukan diaa"
"chan aku mohon,, aku tidak bisa kembali seperti dulu. Mohon kau mengerti, kehidupanku sudah berbeda dengan yang dulu. Aku sudah mempunyai suami chan. Lebih baik kau pergi sekarang dari sini"
"Kau mengusirku? Tidak kyung aku tidak akan pergi"
"apa kau gilaa, aku bilang pergi dari sini. Ku mohon chan"
"tidak kyung" chanyeol memegang tangan kyungsoo erat
Kyungsoo melepaskan tangannya dan plakkk! Kyungsoo menampar pipi chanyeol keras. Ia menangis pelan
"Kau menamparku soo? "
"iyaa, aku menamparmu. Aku membencimu park. Sekarang pergi dari sini"
"Baiklah kyung, tapi aku tidak akan menyerah"
Chanyeol pergi dari apartemen kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa menangis menutup pintu dan berlari ke kamarnya. Ia menangis sejadi-jadinya dikamar itu
Setelah beberapa menit ia menangis, ia baru ingat kalau jongin tadi sempat marah padanya. Ia langsung mencari handphonenya untuk menghubungi jongin menjelaskan semuanya agar jongin tidak salah paham.
Berkali-kali kyungsoo mencoba menghubungi jongin. Tapi tidak ada satu panggilanpun yang dijawab jongin. Pesan kyungsoo pun hanya diabaikannya saja
Kyungsoo segera mengambil tindakan, ia mengganti pakaiannya dan segera menuju kantor jongin. Ia tidak ingin jongin salah paham dengan semua kekacauan pagi tadi. Kyungsoo harus segera menjelaskannya
.
.
.
Kyungsoo tiba di kantor jongin dengan naik taksi. Langsung ia menuju ruangan jongin yang berada dilantai paling atas. Semua orang menyapa dan menghormati kyungsoo. Semua orang tahu bahwa kyungsoo adalah istri dari direktur mereka
Sementara jongin didalam ruangannya hanya duduk dan memejamkan matanya. Ia begitu pusing dengan keadaan yang ia lihat tadi pagi. Ia tidak semangat bekerja, semua jadwal meetingnyapun dibatalkan. Pintu ruangan jongin diketuk pelan dan munculah sosok wanita cantik masuk ke ruangan jongin. Jongin membuka matanya dan melihat siapa yang berani memasuki ruangannya
"hai, , apakah aku mengganggumu?"
Jongin duduk seperti semula, ia berusaha menetralkan perasaannya saat ini. Ia tidak boleh terlihat marah, emosi, kecewa atau apapun itu.
"tidak, aku hanya harus memeriksa laporan yang setumpuk itu" ucap jongin berusaha seperti biasa sambil menunjuk berkas laporan yang menumpuk di mejanya
Kyungsoo duduk di sofa yang ada d ruangan jongin, ia ingin menjelaskan semuanya yang terjadi tadi pagi. Tapi bibirnya kelu, ia pun merasa jongin bersikap seperti biasa, ia tidak marah sama sekali. Ada baiknya ia tidak membuka cerita tentang chanyeol, kyungsoo yakin jongin pasti mengerti dengan keadaan tadi pagi
Jongin berdiri duduk menghampiri kyungsoo. Ia berusaha bersikap tenang
"ada apa kau kemari soo? Ada perlu sesuatu? "
"aku hanya ingin menjelaskan yang tadi" kyungsoo berbicara pelan, ia menunduk takut jongin harus meledak
"aku mengerti soo, aku tidak marah. Maafkan tadi sudah mengganggu kalian"
"Tidak jong, kau salah paham"
Jongin hanya tersenyum
"Tadi aku sudah menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian kita. Aku juga sudah menelpon ayah, ku bilang kita akan bercerai karena kita terus bertengkar. Ayah dan ibu sangat marah kepadaku tapi setelah itu mereka hanya pasrah. Maafkan aku yang sudah menunda-nunda perjanjian kita"
"jongin, , kau salah paham"
"Aku mengerti kalian saling mencintai kyung. Maafkan aku sudah membuat perjanjian kita terlalu lama"
kyungsoo tidak bisa berkata-kata lagi. Ia sadar semua ini hanya pura-pura. Percuma ia jelaskan semuanya, jongin pasti tidak peduli, jongin pasti akan tetap meneruskan perceraian ini
"segera setelah bercerai mungkin aku langsung pindah ke Jerman. Aku akan memberikan apartemenku kepadamu soo. Kau boleh tinggal disana"
Kyungsoo hanya tersenyum kecut, ia benar-benar tidak suka dengan sikap jongin yang seperti ini
"aku juga akan pindah dari sini jong, sesuai dengan keinginanku"
"ah begitu, , "
Handphone kyungsoo berbunyi eomma kyungsoo menelpon. Orangtuanya pasti sudah mendengar kabar perceraian mereka. Kyungsoo harus berusaha menjelaskannya agar eomma dan appa tidak khawatir kepadanya
"halooo"
"kyungie, , apa benar berita itu nak? Apa kalian akan bercerai?" suara eomma saat ini bergetar sepertinya eomma sekarang sedang menangis
"Eomma maafkan kami. Kami hanya tidak ingin membuat eomma dan appa khawatir"
"Tapi kenapa nak? Kalian terlihat bahagia, eomma dan juga appa bahagia melihat kehidupan kalian. Kenapa kalian bercerai, tolong pikirkan lagi" suara eomma pecah, sekarang eomma benar-benar menangis
"eomma,, maafkan kami" kyungsoo juga ikut menangis
.
.
.
.
.
Beberapa minggu setelah perceraian mereka baik kyungsoo maupun jongin sudah pindah dari apartemen. Mereka berdua tinggal di rumah orangtua masing-masing. Hari ini jongin akan pergi ke Jerman untuk mengurus perusahaan yang ada di sana.
Sebelum berangkat ke Jerman nanti sore, jongin sudah membuat janji ingin bertemu dengan kyungsoo untuk terakhir kali. Tak dipungkiri jongin sangat merindukan gadis kecil yang setiap malam selalu meneriakan namanya, tapi apa daya jongin harus ingat itu hanya sementara. Mereka tidak bisa bersama untuk selamanya
.
.
-jam 10 pagi di cafe-
-jongin pov-
.
Aku sudah sampai terlebih dahulu di café ini. Suasananya masih sepi, ya memang karena ini terlalu pagi. Aku duduk sendiri sambil menyesap kopi yang aku pesan tadi
"maafkan aku terlambat" suara itu, suara yang aku rindukan
Ku tatap wajah manisnya dan memberikan senyum terbaikku padanya. Aku merindukannya, benar-benar merindukannya. Oh Tuhan berilah aku kekuatan untuk menahan ini semuanya. Ini sudah berakhir jongin, hey sadarlah. Apakah kau lupa dulu kau sama sekali tidak tertarik dengan wanita.
"Tidak apa soo, kau bisa datangpun aku senang" ucapku senyum
Senyum cantiknya yang membuatku gila. Aku rindu senyuman itu. Cukup jongin cukup, , ingat dia milik orang lain bukan milikmu lagi
Aku berusaha menetralkan diriku sendiri. Aku harus bisa bersikap biasa saja dengannya
"Ah kau mau pesan sesuatu?"
"hmmm aku mau coklat panas saja jong. Sudah lama aku tidak minum itu"
"Baiklah"
Aku memesankan coklat hangat untuknya dan segera kembali menghampirinya.
"bagaimana kabarmu? " ucapku membuka percakapan diantara kami
"yaah seperti yang kau lihat aku baik-baik saja jong. Dan kau bagaimana denganmu?"
"ah aku juga baik soo. Tapi tidak dengan keadaan rumah"
Kyungsoo menatapku dengan tanya
"Memangnya ada apa? "
"tak ada, hanya saja ayah dan ibu terus-terusan memarahiku kenapa bisa berpisah denganmu. Yah begitulah, setiap hari aku selalu kabur ke apartemen sehun haha"
"dasar anak kecil, kenapa malah kabur. Terus bagaimana dengan ayah dan ibu apakah sampai sekarang masih memarahimu? "
"Tidak lagi soo, mereka mungkin sudah lelah. Yaah begitulah"
"Syukurlah kalau begitu" ia kembali tersenyum
Coklat panas pesanan kyungsoo sudah datang, ia meminumnya perlahan. Dan kami kembali dalam keheningan masing-masing. Sejak perceraian itu kami tidak pernah lagi saling menghubungi, kami merasa canggung sekarang
"Jong, jam berapa kau berangkat ke Jerman?" ia membuka suaranya dan menatapku
"Ah nanti sore soo jam 6 sore. Ada apa? "
"Cuma bertanya saja" ia terus menerus tersenyum
"Hahhaa kau jangan merindukanku yaa"
"Tuan kim kau masih seperti yang dulu selalu mempunyai percaya diri yang berlebih. Ya pasti aku tidak akan merindukanmu, hehe"
"Oh yaaa aku tidak yakin. Kalau kau merindukanku telpon saja soo"
"hahaha dasar hitam, sudah ku bilang aku tidak akan merindukanmu"
"apakah kau lupa, kau tidak bisa tidur apabila tidak memelukku hmm"
"yaaa jongin aku tidak pernah seperti itu"
"apalah kau lupa selalu minta jatah setiap malam humm hahaha"
"sudah jongin aissshhhh kau membuatku maluu"
Aku terkekeh pelan ku beranikan diri memegang tangannya dan mengelus punggung tangannya dengan jempolku. Kyungsoo pun tidak keberatan dengan perlakuanku
"Hahhaa nanti kalau aku tidak ada, kau jangan sering main sendiri. Lebih baik hubungi aku saja, kita bisa phonesex kalau kau mau"
"kau masih sangat mesum tuan kim, haha. Aku tidak segila itu menghubungi mantan suamiku untuk melayani semua nafsuku. Lebih baik aku meminta kepada laki-laki lain yang bisa memuaskanku"
"Aissshhh kau semakin hari semakin nakal saja soo, jangan dengan lelaki lain. Kau mau terkena penyakit huh"
"ya suka-suka aku jong, yang penting aku menikmatinya"
"dasar hehe" kami tetap berpegangan tangan seolah olah tangan kami berkata jangan lepaskan pegangan ini
"Apa rencanamu setelah ini soo? Kau jadi pindah?"
"Aku tidak tau jong, mungkin minggu depan aku mau jalan-jalan dulu ke Jepang. Sudah lama aku tidak ke sana, aku ingin mengunjungi teman lamaku"
"setelah itu? Kau akan menetap di korea?"
"Mungkin tidak. Kau tau sekarang aku lebih tertarik dengan fashion. Aku suka menggambar desain-desain mode pakaian, itu mengasyikkan. Aku betah berlama-lama berkutat dengan semua sketsaku. Ternyata luhan eonnie pun menyukai desainku. Eonnie menyaranku untuk mengikuti kelas desaigner di paris, katanya ada seorang temannya yang berada di sana dan aku bisa belajar dengannya. Tapi aku masih ragu dengan kemampuanku"
"Oh yaaa, lebih baik kau mencobanya soo. Pasti kau akan menjadi desaigner terkenal"
"hahaha entah lah aku masih memikirkannya"
"o ya bagaimana kabar pacarmu? Kapan kalian menikah?
"Chanyeol? Ah dia sekarang sangat sibuk, entah lah jong kami belum merencanakannya"
"hubungan kalian baik-baik saja kan? "
"yaaa tentu baik, sangat baik. Kami hanya kurang komunikasi"
"ah syukurlah. Nanti kalau kau menikah kau haus memberi kabar kepadaku, aku akan pulang menghadiri undanganmu"
"hahaha aku belum kepikiran untuk menikah cepat jong. Kalau kau? Kapan kau menikah? Sebaiknya kau segera menikah jong, agar ada yang mengurusmu di Jerman"
"kau bertanya kapan aku akan menikah? Hey soo sepertinya kau lupa kalau mantan suamimu ini tidak tertarik dengan hubungan seperti itu. Aku bisa mengurus diriku sendiri soo, kau menganggapku seperti anak kecil saja"
"Kau masih seperti anak kecil jong, memasak saja tidak bisa. Nanti di Jerman jangan sering-sering makan junkfood kau akan sakit, jangan sering minum alkohol dan juga begadang. Jaga kesehatanmu, jangan lupakan vitamin harus diminum setiap hari"
Aku tersenyum, tak kusangka ia begitu perhatian terhadap kesehatanku
"aku pasti mengingatnya soo, terimakasih sudah mengingatkanku"
"untuk itulah lebih baik kau segera mencari seseorang yang bisa memperhatikanmu jong"
Sesorang yang bisa memperhatikanku itu hanya kau soo, aku tidak akan mencari yeoja lain. Kau terlalu Indah bagi hidupku. Aku menatapnya terus
"baiklah akan aku cari seseorang itu"
"Itu lebih baik"
Aku melepaskan genggaman tangan kami dan mengambil sesuatu dari saku celanaku. Sebuah hadiah yang sengaja sudah ku persiapkan untuknya
"Ah soo ini untukmu" aku menaruh kotak itu dihadapannya
"Apa ini jong? " ia mengambil kotak itu dan membukanya
"Anggap saja itu hadiah dariku, karena kau mau bekerjasama denganku waktu itu. Dan juga selama kita menikah aku belum pernah memberikan apapun untukmu. Jadi ku mohon terimalah, terserah mau dipakai atau disimpan saja yang penting jangan dibuang soo. Itu kenang-kenangan dariku"
Kyungsoo membuka kotak itu dan mengambil benda yang ada didalamnya, ia menatap hadiahku
"Jong, ini benar-benar Bagus, gomawoo" matanya berbinar menatap sebuah kalung yang ku berikan untuknya.
Sebuah kalung sederhana yang memiliki liontin berbentuk hati. Aku memberikan kenang-kenangan itu untuk kyungsoo agar ia selalu mengingatku
"Apakah kau menyukainya?"
"aku sungguh menyukainya jong, sekali lagi terimakasih. Bisa kah kau membantuku untuk memakaikannya? "
"ah tentu" aku mendekatinya, duduk disampingnya dan mengambil kalung itu. Ia memunggungiku.
Aku menyampingkan rambut panjangnya, ku pakaikan kalung itu untuknya. Pandanganku tak lepas dari leher jenjangnya dan pundak putihnya yang begitu halus. Aku mengelus pundaknya perlahan dan segera melepaskannya. Aku takut akan semakin tidak kuat untuk melepaskannya
"Sudah soo, berbaliklah aku ingin melihatnya"
Ia berbalik duduk menghadapku dan tersenyum kepadaku. Ya Tuhan aku tidak kuat, ia benar-benar cantik
"bagaimana? " Ucapnya bertanya kepadaku
"kau sangat cantik, kalung itu cocok untukmu"
"Hehe gomawo jongin, aku akan terus memakainya"
"sama-sama soo"
"Aku tidak menyiapkan hadiah apapun untukmu, maafkan aku"
"tidak apa-apa soo, kau datang ke sini saja aku sudah sangat senang"
Ia tersenyum sambil memegangi kalung pemberianku. Aku suka melihat senyumnya bahkan bisa melihatnya sedekat ini sekarang.
Matahari sudah mulai meninggi, aku harus segera pulang mempersiapkan diriku untuk pergi ke jerman nanti sore
"kita pulang sekarang? " ucapku kepadanya
"Ah kau benar ini sudah siang, nanti kau akan terlambat"
"Ku antar kau pulang yaa"
"tidak usah jong, aku membawa mobil sendiri"
"ahh nee, baiklah soo. Aku pamit yaa terimakasih sudah datang hari ini"
Kyungsoo langsung memelukku erat. Aku terkejut dengan tindakannya ini
"aku yang sangat berterimakasih padamu. Jaga dirimu baik-baik disana jaga kesehatan juga"
Aku membalas pelukannya dan mengelus rambut panjangnya
"Pasti soo, aku pasti akan menjaga diriku disana. Kau juga yaa, jangan nakal disini. Jangan merindukanku hehe"
Ia memukul dadaku perlahan
"aku pasti merindukanmu jongin" ucapnya lirih
Aku tersenyum, mengecup Puncak kepalanya perlahan dan kembali memeluknya erat
"Aku juga pasti akan sangat merindukanmu soo"
Kami berpelukan erat beberapa menit dan ia melepaskan pelukannya perlahan. Ku tatap ia perlahan, ku lihat ada sedikit butiran krystal di pipinya. Ku usap perlahan
"jangan menangisiku soo"
Ia menatapku dan selalu memberikan senyuman yang sangat aku sukai
"Aku tidak menangis jong, jangan PD seperti itu"
"Hahaha baiklaah, ayo kita pulang"
Kami berjalan bersama keluar dari café itu. Aku mengantarkan ke mobilnya memastikan ia masuk mobil dengan selamat.
"segeralah kau pulang jongin, kenapa malah mengantarkanku"
"haha iya. Setelah kau pulang aku juga segera pulang soo. Kau hati-hati yaa"
"nee gomawo, aku pulang. Selamat tinggal jongin"
"selamat tinggal kyungsoo"
Ia menjalankan mobilnya menjauh dariku. Hari ini detik ini kami resmi berpisah. Aku pasti sangat merindukanmu kyung. Pasti namja lain akan lebih bisa membahagiakanmu lebih daripada aku.
Aku terlalu bodoh untuk menyianyiakanmu dan melepaskanmu begitu saja. Dan sekarang aku baru sadar bahwa aku benar-benar mencintaimu Do Kyungsoo
.
.
.
.
.
-TBC-
Maafkan lama updatenya, karena akhir-akhir ini sibuk kerja
Sibuk pecahin teka-teki album power
Sibuk liatin jongin yang setiap hari makin ganteng aja, aku tuh ga tahan jong liat kamu. Pengen cepat-cepat bawa ke KUA
Kyung : woy laki guee, ,
Me : kan udah cerai kyung, jongin duren dong sekarang, hahaha
Kyung : mati aja loo thor
.
.
Makasih sudah mampir
Maafkan juga jalan ceritanya jadi seperti ini
Mudah-mudahan banyak yang suka
Kalau ada masukkan kritik dan saran silahkan berikan untuk author yang pemula ini
.
.
Selalu cintai kyungsoo dan juga jongin yaaa, hehe ^_^
