Cast : KaiSoo
Author : A.J.
Title : Love you more than Sex chap 6
Rated : M -eme-
Other cast : U-KISS Eli, U-KISS Kevin
Warning : this Fict Yaoi! But GS for Kevin
Muqaddimah : kenapa author jadiin Eli sebagai cast Jongin appa? Nah karena 1. Nama nya Eli itu kan pake marga Kim. 2. Because Jongin itu rada kekar sama kaya ELI. 3. Eli-Jongin suka jilat bibir, 4. Eli-Jongin samasama Repper and dancer. play. 6. Samasama bias. 7. Karena author pengen. O-oke ini Author kaya Eli-Jongin shipper aja
Jangan-jangan ini bukan FF kaisoo! Jangan-jangan ini FF EliKai? #plak yeoldah thekian muqaddimah ricuh inih! Kajjah! Ayo kita Yadong(?)
/DUAAARR!/ Kyungsoo rifleks mengeratkan pelukannya pada Jongin mendengar ledakan itu
"sudah selesai acara nya?" Jongin mendongkak pada orang itu. Orang itu meniupkan pistol nya dengan gaya cool, gaya sombong. Tapi lebih tepat nya gaya itu adalah gaya so to the ngong -_-
Jongin membwa Kyungsoo berenang di pelukannya. Mata nya menatap gemas pada orang itu
"pergi dari sini! Bawa dia keluar. Jangan selalu menusuk nya Kim Jongin"
"oke baik! Akan ku bawa kekasih ku ini pergi Eli Kim" sahut Jongin kurang ajar
"Y-YA! Kurang ajar!" teriak Eli kesal
"hehe aku hanya mencontoh appa ku yang baik dan tampan ini..." Jongin menyengir idiot. Jongin memegang tangga kolam, menaiki tangga itu dengan Kyungsoo di pelukannya
"cih! Tak akan ada yang bisa menyamai ketampanan ku! Sekalipun kau adalah anak Eli Kim!" eli tertawa melecehkan, melempar kan selimut kepada Jongin dan Kyungsoo yang sudah di tepi kolam
/hap/ Jongin menangkap selimut itu. Dengan sigap Jongin menyelimuti tubuh nya dan Kyungsoo . Oh Jongin sungguh beruntung memiliki ayah seperti Eli. Ayah yang sangat mengerti diri nya
"selain tengik! Kau juga bodoh! Lihat ulah mu ini! Apa jadi nya kalau bukan aku yang memergoki kalian hah? Kenapa kau sangat tidak sabaran hah?" omel Eli hanya di balas cengiran bodoh oleh Jongin
"apa jadi nya jika eomma yang melihat mu!?" lanjut Eli
"ckck! Kalau eomma yang memergoki? Sudah tentu kau yang di pukul eomma! Sudah ku bilang aku hanya ingin mencontoh appa ku tercinta ini" dengan kurang ajar nya Jongin melewati ayah nya yang terdiam kesal.
"nde! Aku pergi appa~ oh iya! Hampir lupa! Gomawo untuk selimut ini, Nae Appa~ Neumu neumu saranghaeoo umumumumumu mmmuaaaahhc!" Jongin memberikan wink yang paling menjijikan kepada ayah nya
"tsahh" Eli mengalih kan pandangan. Sungguh ia tak sudi melihat anak nya yang seolah-olah meperagakan kelakuan nya sendiri
.
.
.
Di kamar. . .
Jongin melempari baju dan jaket berwarna merah kepada Kyungsoo membuat wajah manis nya tertutup oleh pakaian yang Jongin lempar. Kyungsoo hanya terdiam bingung, tak ada niat untuk menyingkirkan pakaian yang menutupi wajah nya
'bahkan kelakuan nya sangat imut' batin Jongin gemas melihat tingkah Kyungsoo. Jongin berjalan mendekati Kyungsoo yang duduk di tepi ranjang, menarik pakaian itu dengan kesar
"o? hmmppphh" dengan tidak sabaran Jongin menyambar bibir Kyungsoo. Menciumi nya gemas, sampai tubuh Kyungsoo terjatuh ke ranjang dan Jongin menindih nya.
/cklek/
/srek/ seseorang menarik baju jongin dari belakang, membuat ciuman nya terlepas. Tubuh Jongin terbangun, kepala nya mendongkak ke arah orang yang menarik nya. sedangkan Kyungsoo sudah bangun dan duduk memeluk pakaian serba merah itu
"issshh! Apa kau tak kasihan pada kekasih mu itu Jongin Kim?"
"e-eomma! Aiisshh lepaskan!" Jongin menepis tangan Kevin-Jongin eomma- dari baju nya. menatap Ibu nya kesal.
Ibu yang di tatap seperti itu, juga balas menatap Jongin, dengan tatapan yang mengatakan 'dasar! Anak Ilai!'. Membuat Jongin semakin menggeram gemas
"y-ya! Aku akan pergi eomma! Aiisshh! Ya! Eomma! Tidak kah kau mengerti?..." ucap Jongin dengan tangan nya menunjuk ke arah Kyungsoo. Kevin pun mengikuti arah telunjuk Jongin
"kekasih ku sangat cantik! Sangat menggemaskan" lanjut Jongin
Kevin mengerti perasaan Jongin, oh betapa sulit nya di posisi Jongin, menjadi Jongin yang terlahir memang persis ayah nya-Eli Kim-, menjadi Jongin yang harus di hadapkan dengan pemandangan menggemaskan si namja manis bermata bundar dan indah itu.
Namun Ibu hanya memasang wajah menyebalkan ala Eli "tsk! Tak akan ada yang mampu menyaingi kecantikan ku! Sekalipun dia adalah menantu dari Kevin Kim" Kevin berjalan membuka lemari Jongin, mengambil syal yang ada di dalam nya, lalu melempar kan nya ke wajah Kyungsoo
"hya! Eomma! Kenapa kau melempar nya ke wajah Kyungsoo hyung eoh?" kesal Jongin terdengar seperti merengek di telinga Kevin, tangan Jongin menarik narik baju Kevin yang sudah berjalan ke arah pintu, ingin keluar, namun terpaksa berbalik, memandang Jongin dengan tatapan melecehkan
Dasar bocah, kevin menyeringai
"hmm~ bukan kah juga seperti itu tadi? Kau bahkan melempar wajah nya dengan pakaian itu" jawab Kevin enteng dan berlalu meninggalkan Jongin yang kehabisan kata kata
/blam/
.
.
Jongin berbalik cepat! Memandang Kyungsoo dengan tatapan yang semakin gemas. Berjalan cepat ke hadapan Kyungsoo
"ya! Kau puas eoh?" Jongin mencengkram kerah baju Kyungsoo. Membuat Kyungsoo semakin terheran dan menampakkan wajah bingung yang membuat Jongin tak tahan untuk tidak memangsanya
"eiisshh! Berhenti lah ber aegyo hyung!" Jongin memasangkan jaket merah itu ke tubuh mungil Kyungsoo dengan kasar. Sedangkan yang di ajak bicara itu hanya diam
Jongin berdiri hendak ke luar kamar, namun jalannya terhenti karena Kyungsoo yang masih duduk dia atas ranjang
'bahkan tampang idiot nya pun membuat ku terpikat' batin Jongin. jongin menggeram kesal. Oh Do Kyungsoo kenapa dia sangat bodoh. Jongin mengangkat tangan Kyungsoo dengan kasar, membuat Kyungsoo berdiri. Dan Jongin merangkul bahu Kyungsoo mengajak nya pergi keluar, dan berjalan menyeret lehar Kyungsoo. ckckck
.
.
.
Mereka berada di restoran, Jongin dan Kyungsoo duduk berhadapan. Jongin duduk dengan cool nya, duduk dengan gaya acuh nya, acuh dengan teriakkan histeris para yeoja yang merayu nya. sedikit kesal terbesit di benak Kyungsoo. Kenapa Jongin tak melawan atau pergi daritempat ini hah? –batin Kyungsoo-
"oppa! Kyaaa neumu joahaeo! Oppa sangat tampan!"
'benar . . . sangat tampan' batin Kyungsoo. Para yeoja itu terus berteriak, dan membuat Jongin gelisah juga pada akhirnya. Jongin berdiri, berjalan ke arah bangku Kyungsoo. Merasa mengerti maksud jongin, Kyungsoo pun ikut berdiri
Jongin menarik tangan Kyungsoo, menarik nya keluar dari restoran itu dengan tangan yang menyeret nya dari baju Kyungsoo
Oh Jongin sangat romantis -_-
Kyungsoo diam, mengikuti langkah Jongin yang menyeretnya di baju. Kyungsoo masih memikirkan teriakan para yeoja tadi.
'oppa sangat tampan' Kyungsoo menoleh menatap Jongin dari samping. Sinar matahari menyinari kulit tan nya, sungguh tampan! Mata elang nya, rahang sexy nya, dan bibir lembab nan menggoda
Bibir itu yang melumat bibir nya sendiri
Kyungsoo terasa meleleh. Setampan itu kah orang yang telah menyentuh nya? kyungsoo bahkan baru menyadari bahwa Jongin setampan itu
Tampaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan! –histeris Kyungsoo dalam hati-
Jantung nya berdegup kencang, tangan Kyungsoo mengeluar kan banyak keringat. Sensasi gugup nan menyenangkan memenuhi jiwa nya. Kyungsoo mengumpulkan segenap keberanian untuk bisa menatap wajah Jongin sepenuh nya. mengumpulkan keberanian hanya sekedar untuk. . ..
"J-jongin" panggil Kyungsoo gugup. Jongin menoleh "mwo"
Slow motion
HAA~ LEU LEW YAAAAAAAAAAAAA #efekLaguHalelowya
TAMPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANN!. Kyungsoo terpaku dengan berlebihan. Mata nya terasa silau. Dada nya terasa sesak
Sungguh. Wajah Jongin yang Tampan dan sexy. Makhluk Tuhan paling sexy
AAUUUUUUUUUUU~ AH SARANGHAEYO!
"hya! Kau memanggil ku setelah itu mendiam kan ku eoh!? cepat katakan ada apa?" bentak Jongin membuyarkan imajinasi Kyungsoo. Kyungsoo tak menjawab karena ia bingung harus menjawab apa?
"eissh! Kau ingin ku perkosa sekarang juga hah?" ancam Jongin gemas karna tak di hiraukan
"J-jonginakuinginasigoreng" ujar Kyungsoo gugup, Jongin mengerutkan dahinya bingung dgn kelakuan Kyungsoo. Tak mau ambil pusing Jongin hanya membalas dengan anggukan dan semakin menyeret Kyungsoo memasuki rusturant
.
.
.
Jongin memakan nasi gorengnya dengan cepat dan lahap, sdedangkan Kyungsoo memakan nya dengan gerak lamban karena sedari tadi ia sibuk memandangi Jongin yang makan
'oppa sangat tampaaaaan kyaaa' ingatan itu terus terngiang dan membuat Kyungsoo mau tak mau terus menatap Jongin yang ternyata benar benar tampan itu
Lihatlah. Mata elang yg menatap nasi goreng penuh nafsu, nasi itu sampai blushing(?) karna tatapan Jongin, oh lihat juga! Mulut Jongin yg bergerak mengunyah, pipi nya terlihat gemuk, dan aigoo~ ada sedikit kumis menghiasi wajah nya
Jongin menyadari bahwa ia sedang di tatap. Merasa resah. Jongin pun membalas tatapan Kyungsoo yg -jujur- membuat nya tidak tenang
Dengan tiba tiba Jongin menatap tajam ke arah Kyungsoo /CLING/ sensasi alay berbunyikan cling mengejutkan Kyungsoo yg tertangkap basah. Kyungsoo mengalihkan pandangan, berpura-pura tidak melihat, berpura-pura tidak tau apa-apa
Jongin sangat sadar bahwa Kyungsoo menatap nya tadi! Oke! Namun Jongin diam saja karena Kyungsoo tidak menatap nya lagi 'cih! Aku menyadari nya bodoh!'
Jongin kembali memfokuskan mata nya pada makanan, dan melahap nasi itu penuh nafsu. Dan kembali Kyungsoo mencuri pandangan yg seperti tadi
/CNING!/ "hya! Phenavha menatap ku terus Hwaaaaaa! (kenapa menatap ku terus haaaaa)" bentak Jongin muai gerah
Tapi Kyungsoo diam saja, menunduk malu dan memakan nasi nya tergesa gesa
Jongin menggebrak meja makan, berjalan mendekat dengan gaya slow yg menyeramkan dimata Kyungsoo. Kyungsoo gemetar ditatap seperti itu
"katakan..! ada apa" jongin menatap Kyungsoo tajam
"Ti-tidak ada apa apa"
Jongin menatap Kyungsoo malas, memandang ke arah lain "tsk! Selalu tak ingin jujur" gumam Jongin nyaring (?) sambil menggigit bibir nya tak lupa dengan senyum melecehkan ala Jongin
"arra! Cepat berdiri!" perintah Jongin dan Kyungsoo hanya bisa menurut
Kembali Jongin merangkul leher Kyungsoo dan menyeret nya pergi keluar
.
.
.
Jongin dan Kyungsoo berada di toko sepatu, lebih tepat nya jalan-jalan ke toko sepatu. Berjalan menyusuri toko sepatu itu sekedar melihat lihat saja. Kyungsoo berjalan di belakang Jongin, langkah nya terhenti saat mata bundar itu menangkap sepatu merah yg menurutnya sangat bagus, dia ingin sepatu itu. Tapi apa daya, Kyungsoo terlalu takut meminta Jongin untuk membelinya. Alhasil~ Kyungsoo hanya diam dan berjalan menunduk
Tanpa Kyungsoo sadari.. jongin melihat tingkah laku Kyungsoo sedari tadi. Bibirnya menyungging kan senyum
'apa aku terlalu jahat padanya? sehingga membuatnya takut' batin Jongin
Jongin terus berjalan, seolah olah tidak tau menahu keinginan Kyungsoo, jongin berjalan berselisihan dengan Kyungsoo dibalik rak sepatu, sehingga Kyungsoo tidak tau bahwa Jongin sebenarnya berjalan memutar. Kyungsoo nampak kehilangan Jongin, terlihat dari raut wajah nya yg gelisah. Namun Jongin tetap diam, membiarkan kekasihnya itu kebingungan
Jongin berjalan kemeja kasir, mata nya terus memandang Kyungsoo waspada
"bungkus yg ini" Jongin menyodorkan sepatu
Selesai
Jongin pun berjalan membawa bungkusan itu, merangkul Kyungsoo dengan Tiba-tiba, membuat Kyungsoo terlonjak kaget. Jongin membatin gemas melihat nya, semakin mengeratkan rangkulannya
"hyaa! Tak ada yg menarik disini" ucap Jongin kembali menyeret Kyungsoo keluar toko sepatu
.
.
.
Jongin mengajak nya ke mall, menyeret Kyungsoo ke toko aksesoris.
"ooaaaa" Kyungsoo terpukau, dia ingin. Ingin semua -_-. Mata nya terpukau melihat dari semua jenis cincin sampai semua jenis gelang
"chagii Aku ingin cincin ini~ bukan kah besok kita menikah? Ye?" Kyungsoo mengalihkan pandangan kearah suara gadis centil yang ada di samping nya. yeoja itu tengah bergandengan mesra bersama Namja chigu nya
"mau ini? Hmm baiklaah~ ambilkan cincin couple ini" perintah namja itu kpd penjual
"ne ne ne" yeoja itu mengangguk senang. Mata nya terlihat sangat bahagia dan centil -_-. Kyungsoo... sedikit iri melihatnya. Andai Jongin seperti itu.. Jongin hanya diam saja. Jongin hanya memberi harapan tanpa membelikannya apapun. Seperti nya yg bisa Jongin lakukan hanyalah sex sex dan sex. Kyungsoo sangat sedih. Bukan nya dia tidak bersyukur, tidak bukan begitu.. tapi setidaknya jangan selalu Kyungsoo yg berusaha mengerti kekurangan Jongin, setidak nya.. Jongin bisa mengerti apa yg Kyungsoo ingin. Bukan hanya sex
Mata dan hidung nya terasa panas, dada nya sesak, tidak bisa kah Jongin mengerti perasaannya? Ingin Kyungsoo mengatakan bahwa ia menginginkan cincin couple, setidaknya orang-orang tau bahwa Jongin dan dirinya adalah sepasang kekasih. Bukan kah Kyungsoo adalah kekasihnya? Atau mungkin Kyungsoo adalah kekasih gelapnya? Sehingga tak ada tanda bahwa mereka adalah sepasag kekasih
"hya! ternyata ini sudah malam!" tegur Jongin
"cepatlah! Kita pulang. Hyung.. aaahh tak terasa sudah malam" ujar Jongin merangkul bahu Kyungsoo yg masih saja menunduk.
'NDE! KAU MENGAJAKKU SAMPAI MALAM DAN KAU BELUM MEMBERIKAN APA-APA JONGIN KIM!' bibir Kyungsoo bergetar menahan tangisan nya, menahan air mata agar tidak keluar. Kyungsoo tidak mendengarkan lagi Jongin yg berjalan menyeret nya keluar sambil mengoceh
.
.
Jongin membawa Kyungsoo berjalan, memandangi lampu-lampu yang terlihat sangat indah dimalam hari. Jongin sangat menikmati 'acaranya' tapi Kyungsoo tidak, dia hanya diam sedari tadi
"kita sudah jalan-jalan sampai malam. Hyung. Apa yang kau beli?" tanya Jongin menatap Kyungsoo dengan senyum penuh gaya. Langkah Kyungsoo terhenti, dan Jongin pun ikut berhenti, memandang Kyungsoo dengan tatapan bingung
SUDAH CUKUP. Kyungsoo sudah cukup bersabar, bersabar menahan air mata untuk tidak keluar
Kyungsoo menoleh memandang Jongin. jongin dapat melihat ada ai mata menumpuk di mata nya, bibir nya bergetar menahan tangis
"hiks hiks!" Kyungsoo menangis, Jongin gelalapan. Kenapa Kyungsoo hyung menangis?
tebecehh
review
