AN ADOPTED PRINCESS
Chapter 6 : Baekhyun-ah... Saranghae...
Cast : Suju and Exo
Main Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Xi Luhan
EXO Pairs : Baekyeol, Hunhan, Xiukris, Kaisoo
Suju Pairs : KyuMin, Eunhae, HanChul, TeukRy, YeWon, WonBum,
Genre : Gender Switch (GS), Full Romance, Brotherhood, Friendship,
Rate : T+++
Reviewers' Replay:
hyona21 : Gumawo Hyona21-ssi udah review…
Maaf kalo author bikin bingung…
ceritanya emang agak complicated hehehe..
tetep ikutin ceritanya ya.. saranghae…
AnitaLee: Gumawo AnitaLee udah review….
Di chapter ini author udah kasi moment HunBaeknya,
semoga tidak mengecewakan ne… saranghae…
Kim Raein: Gumawo Kim Raein udah review…
Iya, Yewon itu anaknya Yesung dan Siwon,
mereka sempat berhubungan di masalalunya,
nanti akan ada penjelasan untuk itu, nde… saranghae…
NO PLAGIARISM
NO COPY PASTE
NEED REVIEW
NO BASH
WARNING! : tyPO EVERYWHERE... ;P
LOVE SUJU AND EXO
.
.
.
Happy Reading
.
.
Henry bingung dan tak dapat menjawab apa yang ditanyakan Yesung. Namun Baekhyun keduluan menjawab.. "Itu oppaku ajhuma... Chanyeol oppa.."
"Chanyeol... bayi kecil yang berjanji menjaga Yewon,,," gumam Yesung
"YEWON? Choi Yewon?" Baekhyun kaget mendengar Yesung mengucapkan kata Yewon yang nampak familiar untuknya
"Dugu Yewonnie?" Henry bertanya pada keduanya dengan perasaan takut
"Ah... aku belum pernah bertemu dengannya... cuma Sehun oppa bilang dia adalah cinta pertama Sehun oppa... Chanyeol oppa bilang dulu dia tinggal di Panti Asuhan eommanya Sehun oppa.." Baekhyun menerangkan apa yang dia ketahui.
"Itu dia... Dia... Choi Yewon yang itu... dia adalah anakku... Putri kecil yang kau jenguk dirumah sakit itu uniie.." Yesung memberitau Henry.
"Eomma!" Tiba - tiba Xiumin datang menghampiri Yesung.
"aku kira eomma dimana... ayo eomma kita makan.. Luhan sudah memesan... Oh.. Baekiie-ah kau di sini juga?" kata Xiumin lagi..
"Ooo... kau datang sama siapa?" Baekhyun bertanya nampak masih kurang jelas.
"Tentu bersama Luhan dan eomma... seharian ini kita akan berjalan - jalan... nanti sore mau ke Everland juga..." Xiumin menggandeng lengan Yesung
"Ah asiknya... oh ya Yesung Ajhumanie adalah eommamu? DAEBAK!" Baekhyun tertawa sangking senangnya
Kepala Henry tiba - tiba sangat pusing. Seperti ada palu besar yang memukul kepalanya. '
Takdir apa ini? Baekhyun tanpa sadar bertemu dengan ibunya, bahkan berulang kali... dan ini... dia bersahabat dengan anak dari ibunya? berarti Gadis bernama Xiumin dan Luhan ini adalah adikknya Baekhyunku?' Batin Henry.
.
.
.
Yesung dan Xiumin berjalan menuju kesebuah restoran Chinesse favorite mereka di Korea. Luhan sedang duduk disebuah meja, tapi dia tak duduk sendirian. Dia bersama Kyungsoo dan appanya Kyungsoo. Setelah beberapa meter dari tempat Luhan duduk mata Yesung bertemu pandang dengan mata Appa Kyungsoo.
"Choi Siwon?" Kata Yesung dengan suara parau
"Kim Yesung..." Siwon mengenali yesung, matanya terbelalak melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Oh... Appa kenal eommanya Xiumin dan Luhan?" Kyungsoo bertanya pada appanya.
"Dugu eomma...? Xiuminie dan Luhanie eomma...? Yesung-ah..?" Siwon hampir mengeluarkan air mata melihat lekat - lekat Xiumin dan Luhan
"Anii..." Yesung langsung mengerti apa yang ditanyakan Yesung.
"aku perlu bicara padamu..." Siwon langsung berdiri
Siwon dan Yesung meminta izin pada Xiumin, Luhan dan Kyungsoo untuk makan di meja yang berbeda. Mereka mengaku bahwa mereka adalah sahabat yang sudah lama tak bertemu.
"Kau... kemana saja kau?" Yesung bertanya dengan nada datar hanya memandangi cangkir tehnya
"Yesung-ah... apakah Xiumin dan Luhan itu... mereka... putriku?" Siwon langsung bertanya
"Kenapa kau peduli? bukankah kau kabur? Seperti ayah kandungmu? Kabur... meninggalkan seorang berusia 19 tahun jadi ibu..." Yesung masih memandang gelasnya
"Aniia Yesung... aku tidak pernah bermaksud kabur... aku terpaksa meninggalkanmu... sangat terpaksa... maafkan aku Yesung..." Siwon hendak menggenggam tangan Yesung namun Yesung menepisnya.
"Aku tak peduli apa yang membuatmu terpaksa... aku sudah tak peduli lagi.." Mata sipit Yesung menatap tajam laki - laki yang pernah ia cintai itu.
"Tapi... dimanakah dia? Yesung... aku ingin bertemu dia.. ijinkan aku bertemu dia..." Siwon memelas
"Dia tidak ada... aku kehilangan dia..." Yesung kembali memalingkan matanya.
"Kemana dia Yesung-ah?" Siwon terus mendesak
"Dulu... saat aku tak tahan lagi dengan kehidupanku, meringkuk dijalanan seorang anak berusia 19 tahun bersama bayinya, diusir orang tuanya... dan mencarimu... aku sangat putus asa... aku menitipkannya kesebuah panti asuhan milik Sunbae yang juga sahabatku... dan kembali pada orang tuaku... dan ketika aku kembali, aku kehilangan dia.. dia sudah tidak ada... seseorang nampak telah mengadopsinya..." Yesung menjelaskan pada siwon yang air matanya kini menetes
"Maafkan aku Yesung-ah..." Siwon tak mampu lagi menahan tangisnya mendengar sepenggal kisah menyedihkan dari kehidupan kelam seorang yeoja yang sampai detik ini masih ia cintai.
"Namanya Yewon, Choi Yewon..." Yesung mengakhiri pembicaraannya karena melihat anak - anak mereka telah gelisah melihat appa dan eommanya berbicara nampak sangat serius.
.
.
.
"Yesung... apa itu nama ibunya Choi Yewon? anii... maksudku Baekhyun... apa itu nama ibu kandungnya?" Henry lansung bertanya pada Sungmin di Panti Asuhan
"Nde... Yesung adalah nama ibu kandung Baekhyun..." Sungmin menjawab dengan pelan.
"Aku bertemu dengannya Sungminiie..." Henry tampak ketakutan.
"Bagaimana bisa? kapan?" Sungmin mengerutkan dahinya
"Baru saja, di Super Market... dan dia... juga adalah ibu dari sahabat baekhyun.. si kembar Xiumin dan Luhan..." Henry mennggeam kedua tangannya diatas meja.
"Mwo? mereka bersahabat?" terlihat ekspresi kaget Sungmin sama kagetnya seperti ekspresi Henry tadi.
"Kau tau kan? Baekhyun, Kyungsoo dan si kembar Xiumin dan Luhan... mereka sangat dekat... mereka berempat selalu bersama, seperti Chanyeol, Sehun, Kris dan Kai... takdir macam apa ini? apakah pada akhirnya aku harus kehilangan putriku? aku takut jika Baekhyun dipaksa mengingat semua masa kelamnya itu... aku takut dia jadi seperti itu lagi" keluh Henry pada Sungmin
"Unnie... biarkan takdir yang mengatur semua itu... mulai sekarang, kita semua harus siap menghadapi kenyataanya... nampaknya, kita sudah tak bisa menutupi apapun lagi... biarkan waktu yang mengantarkan semuanya kepada kebenaran.. " Sungmin menguatkan Henry yang menangis di kantornya.
Drrrt... Drrrt...
Sebuah pesan singkat masuk kedalam ponsel Henry.
From : Uri Sehunnie ^^
Henry eommaniie... Baekhyun bersamaku...
jangan khawatir, nanti aku akan mengantarnya pulang...
Henry lalu menyentuh tombol Reply
To: Uri Sehunnie ^^
Nde.. jangan pulang terlalu malam ya...
.
.
.
Sehun menatap sebuah pemandangan yang tak pernah ia tatap selama bertahun - tahun. Seorang gadis sedang duduk di ayunan taman bermain panti asuhannya, tapi ada yang berubah dari pemandangan itu... gadis yang dulu ia lihat sangat mungil, dia duduk di ayunan itu dengan tatapan matanya kosong dan terus menangis... namun, kini gadis yang dilihatnya disana sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik walaupun tetap mungil, mata gadis itu tak lagi kosong. Mata gadis itu kini terpejam, menikmati sepoi angin di awal musim panas.
Sehun mendekati gadis itu, gadis itu... gadis yang dicintainya selama bertahun - tahun. Sehun berjongkok didepan Baekhyun, ia memandangi baekhyun yang tertidur di ayunan, 'bahkan saat tidurpun kau tetap cantik baekkie..' gumam Sehun lalu dia senyum - senyum sendiri kegirangan melihat baekhyun.
"Baekhyuniee... irronaa... yaa..." Sehun mengelus pipi lembut Baekhyun. Saat melakukannya jantung Sehun seperti sedang berdisko, lompat - lompat tak karuan. Baekhyun mengerutkan alisnya sebentar dan mengucek matanya.
"ooh... Sehun oppa... kau disini?" Baekhyun langsung menatap Sehun dengan matanya yang menyipit, khas Baekhyun baru bangun tidur.
"Ayo ikut oppa..." Sehun menggenggam tangan kiri Baekhyun dan langsung berdiri.
"Kemana Oppa?" tanya Baekhyun yang masih duduk di ayunan
"Ya... ikut sajaa..." Sehun kini menarik Baekhyun, dan Baekhyun mengikutinya. Sehun dan Baekhyun berlari kecil kearah parkiran, keduanya masuk ke dalam mobil Hyundai New Tucson putihnya. Setelah Sehun memastikan Baekhyun memasangkan sabuk pengaman dengan benar, dia langsung tancap gas dan meninggalkan panti asuhan.
"Jangan khawatir... aku sudah minta izin pada Henry eommani.." Sehun berkata sambil tersenyum sangat manis setelah melihat wajah resah Baekhyun.
.
.
.
Sepanjang perjalanan Baekhyun terus bertanya mereka mau kemana, tapi Sehun hanya menjawab... "mmmm... ketempat yang kau sukai..."
Sehun membelokkan arah dan akhirnya Baekhyun menyadari kemana mereka pergi. "EVERLAND!" teriak Baekhyun sambil melompat di joknya...
"Oppa... apakah kita akan main rollercoaster? atau kita main di Caribean bay?" tanya Baekhyun antusias.
"Anii..." Sehun hanya menjawabnya dengan itu ditambah senyum manis yang berkolaborasi bersama evilsightnya.
Sehun telah memarkir mobilnya sempurna. Sehun langsung menuju kebagasi dan mengambil tas kameranya dan dua buah tas karton cukup besar.
"Gantilah pakaianmu dengan ini..." Sehun memberikan sebuah tas karton pada Baekhyun, ketika Baekhyun bertanya itu untuk apa, Sehun melirik Baekhyun naik turun. Baekhyun saat itu hanya menggunakan celana pendek, kaos biasa dan sepatu flat kesukaannya. Baekhyun lalu mengganti pakaiannya.
Beberapa saat kemudian Baekhyun sudah berganti pakaian. Kini dia menggunakan Dress putih polos berlengan pendek sepanjang lutunya dengan sedikit hiasan renda dibagian dada. sepatu flatnya berubah menjadi sebuah sepatu flat cantik juga berwarna putih dengan bunga putih di bagian depan. Baekhyun tidak dapat menemukan dimana Sehun namun beberapa saat kemudian seseorang melepas ikatan rambutnya. Baekhyun langsung berbalik dan melihat Sehun juga berganti pakaian, tadi dia hanya menggunakan kaos biru dan celana jeans panjang. Sehun kini memakai jas spandex berwarna hitam dengan lengan yang ditarik sampai siku memperlihatkan sedikit lengan kemeja putihnya, kemeja itu dia masukkan rapi kedalam celana blus hitam panjang dan terikat rapi dengan ikat pinggang hitam. Sehun juga menyisir rambutnya dengan rapi.
"sehun oppa.." Baekhyun hendak mengomentari penampilan Sehun yang berubah drastis, namun Baekhyun tak sempat melakukannya Sehun sudah membalikkan badannya...
"Sebentar,,, biar oppa mengatur ini dulu,," sehun menyisir rambut baekhyun dan mengepangnya kesamping, seperti yang sering baekhyun lakukan dulu pada yewon. Setelah selesai Sehun lalu memutar badan Baekhyun dan melihat wajahnya.
"ada yang kurang.." gumamnya. Sehun lalu mengambil sesuatu di dalam mobilnya, sebuah rangkaian bunga berbentuk mahkota. Sehun mengenakannya pada Baekhyun, lalu tersenyum puas melihat seorang putri cantik di hadapannya.
Baekhyun melihat bayangan dirinya dikaca mobil, dia melihat dirinya sangat cantik dan tersenyum dengan pipi merona.
Tepat pukul 4 sore, Sehun mengajak Baekhyun masuk ke areal taman bunga di Everland. Awal musim panas memang saat yang pas untuk mengunjungi taman bunga ini. Bunga mawar dan tulip dalam segala macam warna bermekaran sangat indah. Baekhyun berlari kesana kemari melihat bunga bunga itu sambil tersenyum bahagia, sementara Sehun terus berada di dekat Baekhyun dan memotret apapun yang baekhyun lakukan dengan kameranya.
"Bahkan diantara bunga - bunga ini... kaupun masih tetap lebih cantik" gumam Sehun melihat hasil jepretannya.
"Sehun oppa... coba lihat," Baekhyun datang dan mencoba melihat hasil jepretan Sehun.
"Yeppo jie?" Sehun bertanya pada Baekhyun lalu baekhyun mengangguk dengan senyum manisnya.
"Ya... Sehun oppa... kapan kau mempersiapkan semua ini? Gaun ini, mahkota ini semuanya?" tanya baekhyun dengan tatapan polosnya
"mmmm... semua sudah kupersiapkan sejak lama... tapi mahkota itu baru kubuat tadi, saat menunggumu mengganti baju.." Sehun berkata dengan mimik wajah sendunya yang keren
"Ayo duduk disana..." Sehun mengarahkan Baekhyun untuk duduk di sebuah bangku taman dekat miniatur kastil.
"Changkaman..." Sehun meminta baekhyun untuk menunggunya.
Sesaat kemudian Sehun kembali pada baekhyun, membawa dua botol air mineral dan sebuah buket bunga mawar pink dan putih yang indah. Sehun mendekati Baekhyun, menaruh air dua botol air mineral itu di samping Baekhyun, lalu Sehun berlutut dihadapan baekhyun dan memberikan buket bunga itu.
"O...oppa..." perasaan baekhyun sangat campur aduk saat ini, Sehun yang berlutut didepannya hanya tersenyum melihat raut kebingungan Baekhyun.
"ehm... aku tak tau harus memulainya dari mana... tapi... ehm..." Sehun menundukkan wajahnya dan tersenyum kecil
"hm... ya.. Park Baekhyun... aku tau ini sangat mendadak untukmu... hmm.. yang aku ingin katakan adalah... aku mencintaimu Park Baekhyun,,, would you be my Princess?... mm? jadilah yeojachinguku..."
Sehun menyatakan perasaannya pada Baekhyun. Baekhyun sangat kaget dengan apa yang Sehun lakukan sekarang, Baekhyun bahkan bingung dengan yang akan ia katakan untuk menjawab permintaan Sehun. Sehun menangkap sinar kebingungan itu dari mata Baekhyun, ia lalu tersenyum dan menggenggam tangan yeoja yang ia cintai itu. tangan itu begitu dingin. Tangan Sehun lalu mengarahkan tangan yang dingin itu untuk menerima buket bunga itu. Lalu Sehun duduk disampingnya... membuka sebotol air mineral dan memberikannya pada Baekhyun.
"Aku tau kau akan kaget... ini minumlah biar kau tenang.." Baekhyun mengambil botol itu dan meminum airnya.
"Aku mencintaimu baekkie-ah.." Sehun mengulangi apa yang tadi dia katakan.
"O... o... oppa... tapi... oppa bilang kan oppa sudah punya Choi Yewon..." Baekhyun membuka bibir mungilnya.
"Yewonnie..? Guere... dia memang cinta pertama oppa..." Sehun masih tersenyum melihat raut bingung itu.
Baekhyun seperti biasa dengan kebiasaannya saat bimbang, mengepal dan saling menggenggam tangannya dibelakang badannya.
"Bagaimana bisa oppa mencintaiku... bagaimana dengan Yewon?" Baekhyun bertanya dengan jujur.
"Choi Yewon, nasibnya sama dengan Putri salju... Dia terlahir di dunia ini, namun nasibnya sangat buruk... dia dibuang oleh ibunya... sama seperti putri salju, ditengah hutan putri salju bertemu dengan 7 kurcaci, tapi di panti asuhan Yewon bertemu dengan 4 orang anak kecil namun satu diantaranya jatuh cinta padanya..." Sehun menghela napasnya, dan Baekhyun berkata... "Dia adalah Sehun oppa..."
"Nde... yang mencintainya adalah aku... suatu hari Putri salju terkena kutukan dari nenek sihir, begitu pula dengan Yewon... Yewon sakit dan melupakan ingatannya... dan sebuah keluarga datang menjemputnya, menyembuhkannya lalu mengadopsinya... begitu juga putri salju kan, bedanya dia dijemput seorang pangeran dan disembuhkan oleh ciuman dari pangeran itu..." tutur Sehun.
"Lalu dimana dia sekarang..." Baekhyun nampak masih ingin tau tentang cerita Yewon
"Dia... sudah bukan Yewon lagi..." Sehun berhati - hati dengan kata - katanya.
"Lalu... mengapa oppa... mencintaiku?" Baekhyun bertanya setelah itu
"Karena kau... cinta pertamaku..." Sehun menjawabnya
"Aku tak mengerti... aku dan Yewon adalah cinta pertama oppa?" Baekhyun meremas tangannya lagi.
"Nde... karena kau dan Yewon adalah..." Sehun menghentikan perkataannya 'adalah orang yang sama...' bisik Sehun dalam hati.
"adalah...?" tanya Baekhyun yang melihat Sehun hanya bengong
"adalah cinta pertamaku, dia cinta pertamaku saat masih anak - anak... dan kau... adalah cinta pertamaku saat aku dewasa..." Sehun mengambil tangan baekhyun yang baekhyun sembunyikan dibalik punggungnya. Sehun menggenggam erat kedua tangan lembut itu dan menatap wajah imut Baekhyun.
"Jadi, Baekhyun-ah... mau kah kau jadi yeojachingu oppa?" tanya Sehun lagi..
Baekhyun bingung, hatinya bergejolak. Ini sungguh sangat tiba - tiba... Dia tak pernah menyangka sebelumnya bahwa Sehun menyukainya. Selama ini sikap sehun padanya memang sangat perhatian, tapi dai mengira itu karena dia adalah adik sahabatnya. Baekhyun hanya melamun dan berdebat dikepalanya. Sehun melihat lamunan Baekhyun lalu mendekatkan wajahnya ke wajah melamun itu.
"Baekhyun-ah..." Baekhyun kembali dari lamunannya namun ia mendapati wajah Sehun begitu dekat dengannya, bahkan hidung mereka bersentuhan.
"saranghae..." bisik Sehun. Sehun memiringkan kepalanya dan semakin mendekat dan mendekat, Baekhyun bisa merasakan nafas hangat Sehun, ia langsung memejamkan matanya dan meremas tangan Sehun yang menggenggam tangannya, Sehun ikut memejamkan matanya... namun...
Tes.. tes.. tes...
Hujan pertama di musim panas menetes membuat keduanya membuka mata dan saling menjauh, Sehun melepaskan jasnya dan menutupi kepala Baekhyun lalu mereka berlari bersama menuju mobil.
.
.
.
-disaat yang sama-
Luhan berjalan - jalan mengelilingi kastil ditengah taman bunga lili. Ia melihat ada sebuah pintu menuju keluar kasti itu, Luhan berjalan menelusuri pintu itu karena penasaran, kemana pintu itu akan membawanya... namun setelah ia keluar dari kastil. Dia melihat sahabatnya duduk sendirian di bangku taman, Luhan hendak menghampiri Baekhyun namun seseosok namja tampan itu baekhyun. Luhan menghentikan langkahnya langsung bersembunyi di belakang bagian kastil yang berjarak sekitar 3 meter dari tempat Baekhyun duduk, ia bersembunyi sambil sedikit mengintip Sehun dan Baekhyun.
Luhan dapat melihat dan mendengar semua yang mereka bicarakan. Hati Luhan terasa terbakar dia merasakan sangat panas disekujur tubuhnya... dia mengetahui semuanya... semua yang Baekhyun dan Sehun lakukan... Hati Luhan hancur melihat Sunbae yang dicintainya menyatakan perasaannya pada Baekhyun. Luhan mencintai Sehun diam - diam. Selama ini Luhan telah melakukan segala cara agar menarik perhatian Sehun, bahkan dia tidak peduli dengan sosok Choi Yewon yang disebut - sebut sebagai cinta pertama Sehun yang tak dapat Sehun lupakan. Tapi apa semua ini... dia berharap apa yang ia saksikan sekrarang adalah mimpi...
"Baekhyun-ah... Saranghae..."
Luhan melihat mereka berdua semakin dekat dan mendekat. Air mata Luhan jatuh. Luhan menutup mulutnya dengan kedua tangannya menahan isakan tangisnya. Baekhyun dan Sehun semakin dekat. 'andue...' Luhan berkata dalam hati..
Tes.. Tes.. Tes..
Hujan pertama musim panas turun, membuyarkan Baekhyun dan Sehun. Hujan semakin deras ketika Baekhyun dan Sehun berlari. Luhan terus menatap keduanya hingga mereka tak lagi tampak.
Luhan masih menutup mulutnya, satu tangannya diarahkan ke dadanya yang kini merasa sangat sesak. Luhan meremas bajunya dan menepuk nepuk dadanya yang terasa perih itu. Hujan semakin deras, Luhan tak dapan merasakan kakinya,,... ia terlalu lemas untuk berdiri, sesaat kemudian dia terjatuh dirumput.
'Sehun Sunbae-nim... aku... mencintaimu..." bisik Luhan... Luhan kemudian menanis diatas rumput dan membiarkan dirinya diguyur hujan yang dingin...
- TBC -
Author Corner
Hai semuanya... Author Park Eun Ri fast update lagi nih... hehehe... Maaf ya kalau jalan ceritanya terlalu complicated dan terkesan Sinetron banget... tapi dijamin endingnya gak akan mengecewakan atau nanggung... Author kembali mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada para Reviewer yang udah ngereview tulisan Author Park Eun Ri si ELF dari EXO planet ini hehehe... Tetep semangat membaca ya reader-deul... auu... Saranghaeyeo...!
