Warning: smut here ^q^...
-Basketball Idiots-
Chap 6: Aominecchi so slow!
.
.
.
Setelah acara romansa-romantis di depan rumah Kise, mereka akhirnya masuk kedalam rumah Kise untuk melakukan 'itu'. Untung saja orang tua Kise sedang pergi keluar negri untuk beberapa hari, jadi tidak ada yang mengganggu 'aktivitas' mereka.
"A-aomincchi-ngh tidak bi-bisakah kau menunngu sam-hmn-pai k-kamar tidurku?" kata Kise dengan muka merah, karena Aomine terus saja menyerang bibir dan tulang dada Kise dengan napsu. Padahal mereka baru saja sampai ruang tamu kediaman Kise.
"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi Kise kita lakukan disini saja." kata Kise yang langsung menghempaskan Kise ke sofa dan mulai melepaskan kancing bajunya.
Setelah selesai membuka semua kancing baju Kise, Aomine langsung memainkan dan melumat nipple Kise. Kise mendesah pelan merasakan sensasi yang diberikan Aomine. Desah-desahan Kise semakin mengeras saat tangan Aomine mulai turun ke kejantanan Kise yang masih ditutupi beberapa lapis kain.
"Ah! A-Aominec-chi, tu-tunggu du-nghn-dulu!" kata Kise sambil buru-buru mendorong muka Aomine yang sekarang menggigit zipper celana sekolahnya. Dengan tatapan malas Aomine mendongak perlahan menghadap kearah muka Kise.
"Apa? Aku sudah bilang aku tidak bisa menahan diriku lagi." jawab Aomine dengan sedikit kesal.
"J-jangan gunakan mulutmu untuk membuka celanaku, memalukan tahu." kata Kise sambil sedikit cemberut. Aomine mengedipkan mata, lalu ia menyeringai melihat muka Kise yang terlihat sangat erotic sekarang. Ia jadi teringat mimpinya kemarin malam. Sayang kalau mimpi hanya mimpi bukan? Aomine bangkit dari posisinya berganti menjadi posisi duduk, lalu ia mulai membuka zipper celananya dan menegeluarkan kejantanannya yang sudah *ehm* 'berdiri'. Mata Kise membesar melihat ini. Apa maksudnya coba mengeluarkan kenjantan di depan Kise, mana lebih besar lagi. Lalu Aomine mulai mendekati Kise.
"Kise." panggil Aomine.
Kise menelan ludah. Suara Aomine yang begitu menggoda membuatnya sedikit bergidik.
"Kise...Suck me." kata-kata Aomine membuat mata Kise membesar dan mukanya memerah.
"Uh..Haruskah aku?"
"Ya." kata Aomine dengan senyuman*coret* seringaian di mukanya.
"Uh..Baiklah kalau Aominecchi memintanya." lalu Kise mulai mendekatkan wajahnya ke kejantanan Aomine.
' Ukh, besar sekali.. Apakah ini bisa masuk kedalamku? ' Kise memelototi kenjantanan Aomine yang begitu besar sebelum memasukannya kedalam mulut.
Aomine mendesah pelan merasakan sensasi panasnya mulut Kise dan lidah Kise yang begitu basah menjilatinya.
Walau pertama-tama Kise melakukannya dengan pelan-pelan, tapi ia mulai mempercepat gerakannya saat mendengar desahan Aomine yang semakin keras juga. Melihat muka Aomine sekarang mungkin ia sudah gagal jadi seme. Yah karena...wajah Aomine sekarang sudah sangat uke. Coba saja Kise membawa kamera sekarang, ia pasti sekarang sudah sibuk memotret-motret untuk mengabadikan wajah uke sang Aomine Daiki yang mungkin tidak akan pernah ia lihat lagi.
"Hng...K-Kise, st-stop..ah!"
"Hn? Han ahominhehhi hang hemihinhanya ( Hn? Kan Aominecchi yang memintanya )." kata Kise. Merasakan ia hampir mencapai klimaksnya, Aomine memdorong paksa kepala Kise. Kise tersedak sedikit precum Aomine dan juga karena ia kaget kepalanya tiba-tiba ditarik.
Mereka duduk diam untuk beberapa menit, mengumpulkan oksigen sebanyak mungkin. Keheningan pun akhirnya terpecah oleh suara Aomine.
"Kise..." Aomine berkata dengan suara yang dingin. Kise bergidik, mendengar suara aomime yang menyerupai panther ganas. Tiba-tiba Aomine menerjang balik Kise, yang membuat Aomine diatas Kise dibawah.
"Kise, berani sekali kau membuat mendesah seperti uke dan harga diriku sebagai seme hancur. Akan kubuat kau menyesalinya!"
"Ehp! Gyaa! Aominecchi ampun! Akukan pengen lihat kesempatan sekali seumur hi-Ah!" kata-kata Kise terpotong karena Aomine 'membungkamnya' dengan meremas kejantanan Kise. Aomine menyeringai dengan lebar, tangannya langsung meremas kejantanan Kise dengan lebih keras lagi lalu ia mulai menaik turunkan tangannya dalam pase yang masih lambat.
"Hngh...nm...a-Aominecchi..ah.." mendengar desahan Kise yang semakin keras, Aomine mulai mempercepat gerakan tangannnya. Setelah beberapa lama akhirnya Kise akan mencapai klimaksnya.
"A-aomimec-chi...hah..aku..s-sudah.."
"Heh, kalau begitu bagaimana kalau kita mengeluarkannya bersama ,hn?"
"E-eh? Apa maksudny-engh!" tiba-tiba Aomine menedekatkan kejantanan miliknya dengan punya Kise. Lalu ia mulai memainkan milik mereka berdua dengan cepat.
"A-aomincchi! A-aku..aku!"
"Kh..aku tahu bodoh, sebentar lagi...nghm.."
"A-ah! Aominecchi!" lalu Kise mengeluarkan seluruh hasratnya, yang disusul oleh Aomine beberapa detik kemudian. Mereka diam sebentar, mengumpulkan oksigen sebanyak mungkin sebelum melanjutkan ke ronde selanjutnya. Setelah napasnya mulai teratur, Aomine lalu langsung mulai 'bekerja' lagi. Tapi sebelumnya ia membuka seluruh pakaiannya dan Kise agar tidak mengganggu 'aktivitas' mereka nanti. Aomine memasukan satu jarinya ke lubang Kise, yang membuat Kise mengerang pelan merasakan benda asing memasuki dirinya. Aomine mulai memainkan jarinya di dalam Kise, berusaha mencari titik yang akan membuat Kise tergila-gila.
"Hmnn..ngh...r-rasanya a-aneh..."
"Tenang saja Kise, akan kubuat kau tergila-gila kepadaku." kata Aomine semabil memasukan jarinya yang kedua. Aomine terus memaikan jari sampai ia mendengar satu desahan keras dari Kise yang membuatnya menyeringai lebar. Aomine terus menusukan jarinya mengenai titik yang membuat Kise berteriak-teriak memanggil namanya. Merasa sudah cukup, Aomine mengeluarkan kedua jarinya dan mulai mengarahkan kejantanannya di depan lubang Kise. Aomine mendelik sebentar kearah Kise, meminta izin untuk memasukinya. Kise yang wajahnya sudah sangat merah dan napasnya sudah memburu hanya bisa menganguk pelan. Aomine memasukan kepala kejantanannya lalu tiba-tiba memasukannya dengam cepat dan langsung mengenai postrat Kise.
"Aominechi! Ahh! Tu-tung-hnmm! Aaaah! Ngh! Sa-sakit..Hyaaah!"
"Tenang Kise..sebentar lagi tidak akan terasa sakitnya." kata Aomine sambil mengecup bibir Kise untuk menenangkannya. Aomine memperlambat ritme gerakannya, membiarkan Kise beradaptasi dengan keberadaan Aomine di dalamnya.
"A-ah..nghhnnm...aahhh...hnmm..Aomine-ah! Aominecchi!" Aomine menyeringai melihat kekasihnya mendesah dan mengerang tak berdaya di bawahnya sambil terus memanggil-manggil namanya.
"Ngh..Daiki-Daikicchi...ah.." Aomine sempat kaget mendengar nama kecilnya tiba-tiba di sebut oleh Kise, tapi ia cepat pulih dan langsung mengeluarkan seringaian khasnya.
"Hei aku benar-benar tidak akan bisa menahan diri lagi sekarang..." Aomine mulai mengeluarkan kejantannya sampai tinggal ujungnya saja.
"..Ryota." kata Aomine lalu dengan tiba-tiba ia memasukan kembali kejantannya dengan cepat dan keras, membuat Kise mendesah sangat keras.
"Ah! D-Daikicchi! A-aku-hnm... A-aku su-sudah! Ah! A-aku akan! Hyaaah!" Aomine langsung menusukan kejantannya dengan cepat, ia juga merasa klimaksnya sudah dekat.
"Daikicchi!" teriak Kise saat mencapai klimaksnya. Dengan beberapa kali sodokan, Aomine juga mencapai klimaksnya di dalam rectum Kise.
Mereka kembali terengah-engah , mengatur pernapasan mereka masing-masing. Setelah beberapa detik Kise mulai terlelap. Aomine yang masih bangun segera membopong Kise ala bridal style ke kamar Kise untuk beristirahat. Setelah membaringkan Kise di kasur, Aomine juga naik keatas kasur dan mulai menyelimuti mereka berdua. Kise menggeliat mendekati Aomine.
Aomine tersenyum melihat wajah Kise yang tertidur. Aomine memeluk Kise agar lebih dekat merasakan kehangatan yang ia berikan. Merasa nyaman Kise merebahkan kepalanya di dada bidang Aomine sambil bergumam sedikit. Aomine terkekeh sedikit lalu mencium kening Kise.
"..Oyasuminasai Kise."
.
.
.
Tbc
Jeng, jeng, jeng ( musik alay keluar)
P: Hai minna ketemu lagi sama Neko31 dan Panda26 disini!
Ka: Lho? Kok cuma lo doang? Si siluman kucing ma-ADAW! Apaan sih Kuroko!?
Ku: Kagami-kun ngga boleh ngatain orang kaya gitu. Kemarinkan Neko-san sedang marah jadi sisi gelapnya keluar.
P: Kyaaa! Kuroko pinter deh! Btw bus way in the way kalo kalian nyariin my imuoto, dia lagi mundung di pojokan sana noh*nunjuk Neko*
N: *Aura galau nan hitam* Mengapa~*hiks* aku begini~?*hiks* *hiks*
Ka+ku: *sweat drop* ke-kenapa dia?
P: Dia lagi galau banget dengan fic-ficnya, belum selese satu eh udah muncul ide buat yang lain. Panda udah liat to-do-listnya Neko dan..ckckckck banyak banget! Sebel banget Panda! Panda ga dapet-dapet ide eh malah dia yang dapet terus * jadi misuh-misuh *
Ka: Ckckck kasian banget nasib kalian, yang satu mampet yang satu kederesan sampe kebawa arus.
Ku: Um, Panda-san ngga mau menghibur Neko-san?
P: Hehehe maunya sih gitu tapi Panda lagi boke. Malah kemaren Panda yang dijajanin sama Neko.
Ka: Lha gimana sih? Masa kakanya lebih kere dari adeknya? Apa kata dunia?!
P: Hush jangan promosi! Lagi pula kami beda ibu kok! Cuman karena sifat kami mirip banget sering dikatain temen-temen anak kembar! Mana kesukaan sama tanggal ulang taun sama lagi! Cuma beda bulan, kalo Panda mei, Neko oktober. Makanya Neko sering diejek 'Anak yang dijual demi utang'.
Ka: Se-sedih sekali nasibnya..
Ku: Ya sudah kalau begitu aku mau nyamperin Neko-san dulu deh, kasian.
P+Ka: Ganbatte Kuroko!
Ku:*nyamperin Neko* Ano, Neko-san tidak apa-apa?
N: *Nengok dengan air mata yang udah kaya air terjun* Hueee~ Kuroko-kun! Ideku udah sederas air terjun ragunan nih!
Ku: Eh? Bukannya air terjun niagara?
N: *Diem* I-iya juga ya? Kenapa ngga kepikiran? Hehehe.
Ku: Nah gitu dong, Neko-san lebih bagus kalau tersenyum *smile*
N: G-gentlement sejati! *semaput liat senyum Kuroko*
Ku: Eh? Neko-san kok pingsan?
P: Gara-gara Kuroko sih.
Ku: Eh? Padahal aku mau ngasih hadiah buat Neko-san dan Panda-san
N: Eh? Hadiah!? * bangun dengan smangat 45 *
Ku: Iya ini *nyodorin tiga buah kotak bekal*
P: Wuih, apaan nih?
N: Buka aja yok *Buka kotak pertama*
CLING!
N+P+Ka: S-silau!
Ka: What?
P: I-ini
N: O-Me-Got!
N+P+Ka: Telor Rebus!?
Ku: Iya, kalau memasak telur rebus aku jagonya.
Ka: Tapi ngga usah bikin selusin juga dong! Apa 3-3nya isi telor semua?!
Ku: iya
P+Ka : Uapa!?
N:...
P: Woi napa lu?
N: Ku-Kuroko-kun...
Ku: I-iya?
N: Tau aja gua lagi pengen makan telur hyaaa~ my sweet gentlement!*nangis-nangis gaje*
P+Ka+Ku : *Sweat drop*
N: Huenak~ *ngabis satu lusin*
P: Woi bagi-bagi dong kita-kan juga laper!
N:..Hmm, tapi kurang enakkan kalo cuma gini doang. Neko masak ya?
Ka: Elo bisa masak!?
N: Ya iyalah! Walau tampang tomboi begini Neko cukup jago dalam hal memasak. Ga kaya Panda-nee yang mecahin telor aja ga becus. Gagal lo jadi cewe!
P: Hehehe*nyegir kuda*
Ka: Maksudnya ga bisa mecahin telor?
N: Gini loh, Panda-nee malem-malem nge-whatsapp Neko. Kirain penting eh ternyata Panda-nee nanyain gimana cara bikin telor dadar! Ganggu tidur aja!
P: Maklum ga pernah ke dapur..
N: Terus Neko bilang pecahin aja ke ujung meja pelan-pelan terus Neko tidur. Pagi-pagi pas ketemu Panda-nee Neko nanya gimana hasilnya, eh katanya malah ancur! Ya iyalah ancur masa Panda-nee ngepecahin telornya dengan penuh semangat45 ke ujung meja! Jadi berantakan deh!
Ka: Ckck, ternyata ada yang lebih parah dari coach.
Disuatu tempat, kediaman aida.
Huatsii!
Bapaknya riko: Riko kenapa? Kena flu?
Ri: Ehm, ngga kok pa!
Bapaknya riko: Lha kenapa bersin kalau begitu?
Ri: Ga tau deh, tapi besok aku ingin sekali mengahajar ..
Bapaknya riko: ?
Back to NekoPanda..
N: Bahan masaknya ada, tapi ga ada kompor nih!
Ka: Kere banget kalian.
P: Kita belum punya duit sebanyak itu tau!
Ku: Lalu sekarang kita masak pakai apa?
N+P+Ka+Ku: Hmmm...
BRAAK!
Mi: maaf kami terlambat, takao lama sekali mengayuh sepedanya.
Ta: Si-siapa*hosh* y-yang ga c-cape*hosh**hosh* kalau di-disuruh*hosh* ngayuh pedal*hosh* bawaannya kompor!*tepar*
P+Ka: What?! Bawa kompor!?
Mi: Lucky item hari ini kompor listrik.
P+Ka: Kompor listrik?!
N: Nyaa~ Mido-kun pas banget bawa kompor. Kita mau masak nih.
Mi: Hum. Hanya kebetulan.
P: Aih, tsun-tsunnya keluar.
N: Yosh! Neko mau masak dulu!
Ku: Kagami-kun bantuin ya?
Ka: menit kemudian~
N: Nyaaa~ udah jadi nih! Ada semur telor, telor balado, telor goreng tempura, telor cah kangkung, bihun dingin pedes manis pake telor, buncis cah telor terasi!
Ta: *udah sadar* Wah telor semua!
P: Dapet bahan utamanya itu sih, hehehe.
Ka: Yosh! Kalau begitu..
N+P+Ka+Ku+Mi+Ta: Itadakimasu~
Ta: Wah enak!
P: Iya dong! Imouto gue gitu!
N: Bangga banget, padahal sendirinya ga bisa masak.
P:Hehehe.
Ku: Ngomong-ngomong, Neko-san bukannya mau balas riview?
N+P: *Loading* 5%-17%-39%-58%-74%-91%-100%-COMPLETE.
N: OH-MJ ! KITA LUPA! *Lari-lari keliling meja*
P: Hush! Jangan bawa-bawa nama orang!
N:*brenti* Ups. Hehehe
P: Ya udah, kita bales riview dulu aja sekarang.
N: Oke pertama dari aschidnosekai makasih sarannya! Kalau begitu nanti Neko ganti.
P: Yang kedua dari kaizumielric2210 , bikin ngakakkan?! Yey!
N: Ketiga dari DL-Akevi II , weh jadi aneh ya? Padahal menurut Neko malah jadi imut. Okelah.
P: Dari chi-lin , oke butler cafe satu!
N: Dari Airis Hinamori, waduh udah ada judulnya sama ya? Neko ga tau.. Makasih udah ngasih tau ya! Nanti Neko pikirin lagi judulnya.
P: Terakhir dari Fruize, wah setuju banget! Panda juga pengen maid butler cafe! wakakak! Okeh kita tampung dulu pollingnya.
N: Oh ya minna, kami udah bikin pembetulan side chap. Sebenernya pilihannya tuh, maid-butler cafe, butler cafe doang, rumah hantu, sama minta saran dari minna-san!
P: Okeh sekian dulu dari kami!
N: Iya kalau lama-lama nanti kita ga kebagian makan.*Lirik Kagami*
Ka: Nani?
N: Ga, gapapa kok *misuh-misuh karena baru inget Kagami punya lima perut*
P: So minna-san...
N+P: Please Read & Review!
