Berape
Disclaimer: MASHAMI KURUMADA…
Author: Istar Fantasy (Add my FB: IStar SrFantasy ...or Follow my Twitter : IS_magicgirl)
…
Istar: "Lanjutin… lanjutin…!" (buru-buru)
Shaka: "Zzzz…zzzzz….zzzz…!" (Kelamaan nunggu)
…
…
Disebuah kerajaan yang jauh disana hiduplah seorang putri cantik dan sangat tomboy hingga sering dikira bapak-bapak. Dengan rambut merahnya yang panjang mengguumpal laksana penyanyi rege, dia sering berburu dengan panahnya sambil naik kuda. namanya adalah Sissyda putra, eh Putri dari Raja Rasfergus dan istrinya Ratu Albanor yang cantik sekali.
Rasgado: "Horaiiii...!" (seneng)
Albafica: "kyaaakkk...!" (gak seneng)
…
"Salah obat ni.. mo obat penebal otot malah dapat penebal rambut...!" Sissyda berusaha menyingkirkan rambutnya yang semakin mengganggu karena bergulung kedepan wajahnya.
"Paling gak… gak kaya bapakmu yang giginya jadi tebal...!" Ratu Albanor liatin gigi suaminya yang tiap giginya sebesar ember 10 liter. (?!)
"Kyaaakkk...!"
…
Selain itu Putri Sissyda juga punya tiga orang adik yang kembar tiga yang nakal... Haspros, Hefteros, dan Hamgulus...
Haspros: "Kayanya ada yang salah ni sama kembaran bungsu kita…?"
Hefteros: "Jangan-jangan ketuker kaya di sinet-sinet …?"
Ratu Albanor: "Iya ketuker kayanya… sama anak kucing…!"
Hamgulus: "Miaww…!"
…
Suatu hari Raja dan Ratu mengadakan sayembara untuk mencari pendamping hidup bagi sang putri dengan mengundang para bangsawan dari sebrang selokan... eh sebrang lautan. Sang putri menolak habis-habisan rencana itu karena dia merasa belum siap untuk menikah.
Sissyda: "Udah gue bilang.. gue cuman mau kawin sama Taylor Swift...!"
Semua: "Kalo itu mah kita juga mau...!"
…
Hari itupun tiba dan para bangsawan datang dengan putra mereka masing-masing. Bangsawan McDegel dengan putranya McKardia, Bangsawan Dingmita dengan putranya Dinggoldo dan bangsawan Macshion dengan putranya Macdohko.
"Anakku yang belang ini pasti bakalan menang…!" Macshion PD.
"Bapak juga belang…!" Balas Macdohko yang merasa mereka sama-sama coreng moreng dengan cat .
"Anak gue lah yang bakalan menang… dari wajahnya dah criminal banget gini…!" McDegel nunjuk anaknya yang lagi ketawa serem.
"Ini beneran anak gue bukan ya…?" Dingmita suara minimum dan tampang horor. Beda dengan yang lain dia kayanya lebih penasaran apa bener Dinggoldo itu anaknya.
…
Perdebatan siapa yang akan menang membuat suasanya rusuh kaya demo yang gak tertib. Ditambah lagi sang Raja malah ikut-ikutan pukul sana, pukul sini dengan senangnya.
Kerusuhan baru reda setelah Ratu Albanor turun tangan dan menghentikan mereka dengan mawar-mawar beracunnya (?).
…
Melihat keributan itu sang Putri jadi punya ide. Putri kemudian memberi mereka tantangan berupa panahan.
Rasfergus: "Padahal bakalan lebih seru kalo ngadain lomba joged aja…!"
Albanor: "Ehem...!" (Tonjok raja)
Sissyda (dalam hati): "Gue juga tadinya mau pilih itu.. cuman…." (lirik sang ibu)
…
Pertandingan panahan berlangsung dengan sangat seru. Anak panah mulai melesat dari busur para kandidat yang gak terlatih dalam memanah.
"Roger.. roger... kita diserang...!"
Dengan segala jerih payah dan keringat dari para penonton yang nyaris jadi korban sasaran anak panah mereka. Entah bagaimana caranya anak panah Dinggoldo dapat menancap disasaran.
"Koq bisa ?" Semua kaget.
"Sebenarnya yang itu tadi gak sengaja waktu mau ngebidik sang Ratu...!" Dinggoldo senyum-senyum sendiri.
"Loe bilang apa...?" Ratu marah siap meracuni Dinggoldo.
"Habis Ratu manis banget… bidikan mataku jadi gak bisa lepas dari Ratu...!" Dinggoldo gombal.
"Sweeeeeeeeeettttttt….!" Ratu malah kegeeran.
…
Tapi putri tidak terima dan dia mencoba memenangkan sayembara itu sendiri dan membuat sang Ratu yang lagi terlena dalam gombalan marah. Karena kesal dia berlari kehutan. Dengan dituntun dengan cahaya hantu dia bisa bertemu dengan seorang nenek sihir.
Sage: "Kakek sihir…!" (maksa gak mau jadi nenek)
Diapun curhat mengenai masalahnya.
"Dear kakek sihir (curhat sama penyihir = curhat sama diary)…"
Curhat disingkat aja soalnya terlalu panjang sampai memakan waktu setengah hari.
….
Kakek sirih.. eh sihir kemudian memberikan sepotong kue yang sudah dia tabung dari abad sebelumnya pada Putri untuk diberikan pada sang Ratu.
Karena gak ingin menikah sama si Dinggoldo, Putri Sissyda nekad nyumpelin kue kadaluarsa itu kemulut ibunya, hingga Ratu Albanor kelenger dengan mulut berbusa.
"Sayang gak apa-apakan ?" Raja khawatir.
"Huaaaa...!" Ratu tambah parah.
…
Akibat kue itu Ratu berubah menjadi...
"Mbeeekkk..."
Kambing ?
"Muuu.. "
Mu: "Ada yang manggil ?"
Sapi ?
"..."
Cacing…?!
"Arghhh.. ".
Beruang... iya bener itu beruang... dah bener.
…
Untuk mencari tahu soal cara mengembalikan Ibundanya seperti semula, Putri dan Ratu yang telah menjadi binatang kaya, pergi mencari sang kakek sihir, namun apa daya sang penyihir sedang tidak ada ditempat karena lagi kerja sampingan jadi Presiden (?) ditempat lain.
Meski begitu sang penyihir meninggalkan sebuah wasiat diatas meja kerjanya yang telah dilabeli 'SALE'. Disana terdapat petunjuk yang membingungkan tentang cara mematahkan sihirnya.
…
Mengikuti petunjuk sang penyuhir Putri dan Ratu malah gak sengaja kepleset dan jatuh kesebuah reruntuhan gak jelas. Disana mereka bertemu dengan seekor beruang galak yang juga terkena mantra sama dengan Ratu Albanor.
Setelah mendapat petunjuk yang lebih jelas mereka berdua segera pergi secepat mungkin kembali kekastil karena beruang yang satunya lagi terus ngamuk minta uang buat beli mantel bulu yang baru (?!)
…
Sang Raja yang melihat beruang dikastilnya jadi marah karena dikira lagi ngeledek perutnya yang kini lebih gede dari perut beruang karena kebanyakan makan teman. Dia tidak tahu bahwa sebenarnya beruang itu adalah istri tercintanya.
Sementara itu Putri makin sibuk karena ketiga adiknya yang kembar walau satu gak mirip juga ikut berubah jadi beruang setelah ngejilatin remah kue dilantai.
Haspros, Hefteros, + Hamgulus: "Malangnya nasib kita...!" (Sekarang dah lebih kompak)
Sissyda yang tak sengaja terkurung didalam ruangan ketika sang ayah berusaha memburu ibunya memanfaatkan waktu untuk menjahit sebuah karpet yang dirusak Raja yang disinyalir cara untuk mengembalikan ibunya kembali jadi mahluk tercantik didunia.
…
Setelah berjuang lama dengan bunyi
u.. a... iyaw... watawww..
Dia gak lagi berlatih kungfu tapi suara-suara itu muncul ketika jari jari jahe & lengkuasnya ketusuk jarum yang dipinjam dari Mckardia.
Jahitan itupun berasil dia selesaikan biarpun tangannya dah berubah jadi tangan mumi.
Dengan bantuan dari ketiga adik kembarnya dia berhasil keluar dan segera berlari menyusul dengan seekor kuda yang seketika menjadi kura-kura akibat ditunggangi oleh 4 orang sekaligus.
…
Saat itu ibu dan ayahnya masih main kejar kejaran dengan berlomba dengan anak panah yang berterbangan. Tapi ayahnyalah yang paling sering kena anak panah soalnya yang lain pada sulit ngebedain yang mana yang berubah jadi beruang.
Disaat bersamaan beruang jantan yang malak putri Sissyda dan Ratu direruntuhan kastil tua datang dan kembali ngajak berantem. Tapi dengan keanggunannya yang mematikan sang Ratu berhasil menang k.o. beruang itu lalu menghilang setelah sebelumnya berubah jadi kakek-kakek mirip penyihir dulu.
"Dia itu sodara gue.. jadi wajar kalo mirip…!"
...
Putri lalu membungkuskan karpet penawar kutukannya ketubuh Ratu Albanor dan Ratupun kembali jadi manusia.
…
"Kykykyaaaaaaaaa...!"
Teriakan Ratu yang tertusuk jarum yang lupa tertinggal dari bekas hasil jahitan Putrinya. Sebagai hukumannya Sang Putri mesti traktir Ratu belanja baju online.
…
The End
Behind the scane
Istar: "Aneh banget ni cerita…?"
Shaka: "Lah… kamu yang bikin aneh…!"
Asmita: "Kenapa gue bisa punya anak kaya gini ya…?"
Manigoldo: "Jadi gak gue jadian sama Syssi…?"
Sissyphos: "Ya enggak laaaaaaahhhhhhh…..! Amit-amit dech…!"
Regulus: "Sebenernya siapa kembaran gue…?"
Asp & Def: "Mana gue tahu…!"
Albafica: "Pucing pala Ratu...!"
