Title : Sunshine
Author : KaRa BngtnGirl
Genre : Straight, Romance, Sad
Rated : K
Cast :
- Yeon Ji Ae (oc)
- Park Jimin (BTS)
- Yeon Eun Soo (oc)
- Yeon Hye Sun (oc)
Disclamer :
FF ini merupakan FF pertama Author. Jika ada kesamaan dengan cerita/FF lain, bukan merupakan suatu kesengajaan. Karena FF ini murni dari hasil pemikiran saya sendiri. NO PLAGIAT ! (hargai karya Author)
Happy Reading Guys ^^
.
Chapter 6
####
^Hospital...
Beberapa orang dengan pakaian serba putih terlihat sedang tergesa-gesa membawa Ji Ae menggunakan tempat tidur beroda menuju ruang ICU.
Tak berapa lama Terlihat seorang yeoja berjalan cukup cepat menuju kedepan ruang ICU tempat Ji Ae ditangani yang ternyata adalah Eun Soo. Sedangkan, eommanya tidak dapat dihubungi karena sedang sangat sibuk dikantornya.
Eun Soo duduk pada kursi didepan ruang ICU. Terlihat jelas kekhawatiran pada wajah Eun Soo akan nasib eonninya di dalam sana, bersama orang-orang yang berusaha keras untuk meyelamatkan hidup eonninya itu. Setelah cukup lama menunggu akhirnya dokter keluar dari ruang ICU.
"eottokke?" Tanya Eun Soo khawatir.
"benturan itu cukup keras, tapi ia terselamatkan. namun, kemungkinan dia tidak akan sadar untuk waktu yang cukup lama" jawab dokter berusaha tenang.
####
(AUTHOR POV)
Disisi lain Jimin terus menunggu hingga semakin larut malam. Entah mengapa perasaan Jimin sekarang menjadi resah. Jimin lalu mengambil handphone dan mengirim sms ke Ji Ae.
"kumohon kamu datang?" isi pesan.
Dan yang membuka pesan itu ternyata adalah Eun Soo yang mendapatkan handphone Ji Ae dari pihak rumah sakit. Eun Soo lalu membuka beberapa kontak pesan yang ada di handphone Ji Ae, seketika mata Eun Soo berkaca-kaca, tangannya yang menggenggam handphone Ji Ae menjadi bergetar. Cukup lama Eun Soo terdiam lalu Eun Soo membalas pesan dari Jimin.
"mianhae aku egois, tapi aku sangat mencintai Jimin" kata Eun Soo dengan suara yang pelan, menahan kesedihan dalam hatinya.
Jimin lalu membuka pesan yang ia terima "akhiri sampai disini, Aku akan pergi keluar negeri untuk mencari kehidupanku yang baru"isi pesan.
Seakan tak percaya apa yang telah ia baca Jimin lalu menggenggam handphonenya dan bunga yang ia pegang dengan sangat erat disertai rasa putus asaan yang ada didalam kedua matanya yang sekarang memandang dengan kosong, kemudian Jimin pergi dengan melangkahkan kakinya yang terasa cukup berat menuju mobil lalu mengendarainya dengan kecepatan tinggi.
####
(AUTHOR POV)
Tidak terasa empat bulan telah berlalu, selama itu juga Eun Soo selalu berusaha untuk dapat masuk ke dalam hati Jimin untuk menggantikan posisi Ji Ae. Namun Jimin tidak meresponnya. Bahkan Jimin menegaskan bahwa mereka hanya dapat menjadi sebatas teman bukan sepasang kekasih.
Waktu demi waktu, hari demi hari telah berlalu. Suatu hari Jimin mendapatkan proyek besar yang mengharuskannya pergi keluar negeri untuk beberapa bulan kedepan. Jimin pun menyetujuinya, karena ia bermaksud selain menjalankan proyek itu, juga untuk melupakan masalahnya selama ini. Disisi lain Eun Soo berusaha untuk mencegah Jimin agar tidak pergi.
^Garden...
"apakah ini ada hubungannya dengan orang yang kamu suka?" kata Eun Soo kepada Jimin .
"mungkin, itu salah satunya" jawab Jimin dengan tenang.
"apakah proyek itu tidak dapat dibatalkan saja, aku terlalu sulit untuk tidak bertemu denganmu selama beberapa minggu kedepan" kata Eun Soo sambil terus berjalan beriringan disamping Jimin. Namun Jimin hanya terus berjalan tanpa menjawab pertanyaan terakhir.
^Airport...
Jimin pergi dengan langkah perlahan menuju ketempat paling terakhir di bandara dimana tidak ada yang bisa masuk kedalamnya, kecuali orang yang mempunyai tiket. Jimin menghentikan langkahnya sejenak lalu menoleh kebelakang, berharap Ji Ae datang untuk mencegah ia pergi. Namun, harapan itu hanyalah semu belaka karena Ji Ae tidak mungkin datang.
Akhirnya Jimin masuk ke dalam pesawat dan pergi.
Sedangkan, Eun Soo hanya dapat pasrah dengan kepergian Jimin, ia sempat merasa bersalah dengan apa yang telah ia perbuat. Dengan memisahkan dua orang saling mencintai. Namun nasi telah menjadi bubur, ia hanya dapat menutupi kebohongan itu agar tidak ada yang mengetahuinya.
####
(AUTHOR POV)
Setelah semua yang telah terjadi, Eun Soo masih rutin menjenguk Ji Ae dirumah sakit sekedar untuk mengetahui kedaan Ji Ae dengan harapan eonninya itu akan segera sembuh dari komanya.
####
(AUTHOR POV)
3 bulan semenjak kepergian Jimin keluar negeri, Ji Ae akhirnya dapat tersadar dari komanya yang cukup panjang. Ia lalu mengingat janjinya kepada Jimin beserta konsekunsinya jika ia tidak datang. Ji Ae pun seketika menangis tanpa suara.
####
(AUTHOR POV)
^Home...
Siang harinya, Ji Ae pulang ke rumah di dampingi Eun Soo. Setelah sampai, Ji Ae langsung masuk kamar tanpa ada yang menyabutnya. Harapan Ji Ae ia dapat bertemu dengan Hye Sun, eommanya. Menyambut kedatangannya dengan perhatian, walaupun hanya dengan sedikit kasih sayang.
Namun ia dengan cepat menyingkirkan harapan itu, karena ia tau harapan itu tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Tidak ada yang berubah sejak kejadian itu, hanya saja hubungan antara Ji Ae dan eommnya yaitu Hye Sun semakin menjauh.
####
(AUTHOR POV)
Pagi ini Ji Ae pergi kekampus seperti biasa, berpakaian seperti biasa, dan berperilaku seperti biasa. Hanya satu yang berbeda, sekarang tidak ada lagi Jimin dalam hari-harinya. Sejak kejadian pada malam itu, Ji Ae kehilangan kontak dengan Jimin.
Ji Ae sempat pergi sebentar ke suatu tempat, sebuah tempat yang secara tidak langsung menjadi saksi perpisahannya dengan Jimin. Melihat-lihat tempat itu dengan sekilas mengingat beberapa memory indah saat masih bersama dengan Jimin.
"aku tidak menyangka kita akan menjadi sejauh ini" kata Ji Ae tersenyum miris dengan terus memandang kosong pemandangan dihadapannya.
"bagaimana kamu sekarang? apa kamu makan dengan baik? istirahatlah yang cukup jangan menjadi terlalu lelah" lanjut Ji Ae yang entah sedari tadi ia berbicara dengan siapa, karena hanya terasa hembusan angin disini.
"hh.. aku mungkin telah gila" kata Ji Ae dengan smirknya yang terkesan miris, tak terasa air mata mulai terjatuh lagi pada pipinya. Menyadari hal itu, Ji Ae lalu menghapus air matanya dan beranjak pergi.
####
15 hari telah berlalu. Hari-hari Ji Ae kembali seperti dulu, dengan hanya ada rasa kesepian yang ia rasakan.
Pada suatu hari Ji Ae keluar dari salah satu supermarket besar yang ada dikotanya dengan membawa beberapa makanan siap saji, seperti roti, keju, selai, coklat, dsb. Ia lalu masuk kedalam mobilnya, setelah ia menyalakan mesin mobil, Ji Ae melihat selintas seseorang yang sangat familiar untuknya. Orang itu masuk kedalam supermarket yang sama dengan yang Ji Ae masuki tadi. Ji Ae pun spontan langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam supermarket kembali, dan merekapun bertemu.
^Memory Place...
"kenapa kamu menghilang? Bahkan kamu tidak mengangkat telepon dariku?" tanya Ji Ae dengan nada suara yang terkesan datar, menatap pemandangan indah dihadapannya.
Bukannya menjawab pertanyaan Ji Ae, Jimin malah mengubah topik pertanyaannya.
"apakah ada alasan yang logis, saat kamu tidak datang pada hari itu?" tanya Jimin.
Namun Ji Ae hanya diam, seperti memendam sesuatu.
"hh…pasti kamu bahagia dengan hidup barumu" lanjut Jimin sembari melangkahkan kakinya berniat pergi dari tempat itu dengan membelakangi arah yang dipandang Ji Ae.
"aku kecelakaan" jawab Ji Ae yang seketika menghentikan langkah Jimin namun tetap dengan posisi membelakangi Ji Ae.
Ji Ae lalu perlahan berbalik mengarah ke sudut yang sama dengan Jimin tapi masih berada dibelakang Jimin.
"kecelakaan itu cukup keras yang menyebabkan aku koma cukup lama dan saat aku terbangun, bahkan Jimin oppa tidak ada disampingku" lanjut Ji Ae, diiringi setetes air mata yang terjatuh pada wajahnya.
"seharusnya julukan sebagai aktor yang hebat itu diberikan kepadamu, kamu mengatakan ini setelah sms pada malam itu?" kata Jimin dengan senyumannya yang terkesan miris.
"aku tidak tau masalah sms apapun pada malam itu, karena aku tidak pernah mengirimnya. Ini adalah yang sebenarnya. Jika Jimin oppa masih tidak percaya, Jimin oppa dapat mengakiri hubungan ini sekarang juga" kata Ji Ae berusaha tenang, walaupun air mata yang telah terjatuh tidak dapat menutupi kesedihannya. Bahkan saat ini nafasnya terasa sangat sesak, menahan semua kesedihan yang ia coba untuk pendam.
Jimin hanya dapat terdiam mendengar penjelasan dari Ji Ae, hatinya terasa sangat sakit, mendengar penderitaan yang selama ini dialami oleh namja chingu nya. Dan selama itu juga ia hanya memikirkan perasaan amarahnya sendiri tanpa mencari tau kebenarannya, tanpa berada di sampingnya.
Jimin pun seketika langsung membalikkan badannya lalu memeluk Ji Ae, melepas semua kerinduan yang ada dalam hatinya. Akhirnya Ji Ae tidak dapat menyembunyikan semua kesedihannya lagi, sekarang krystal-krystal bening itu terus mengalir dari kedua matanya, air mata yang merupakan percampuran antara kesedihan dan kebahagiaan, bahkan sekarang ia tersiksa dengan nafasnya sendiri. Cukup lama mereka berpelukan, Jimin akhirnya melapas pelukan itu lalu menatap wajah Ji Ae dan menghapus air mata pada pipi Ji Ae dengan lembut.
"kamu telah cukup menderita" kata Jimin yang sangat khawatir terhadap Ji Ae, mengusap pipi Ji Ae dengan lembut dan menatap mata Ji Ae lekat dengan semua perhatian. Terdapat rasa bersalah yang terlihat jelas pada kedua mata Jimin karena telah percaya akan isi sms pada malam itu.
####
(AUTHOR POV)
Di luar tempat les balet yang terlihat cukup sepi, Ji Ae menunggu di dalam mobilnya menahan amarah. Tak berapa lama terlihat Eun Soo keluar dari tempat les dengan beberapa orang temannya.
Ji Ae lalu keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ketempat Eun Soo berdiri.
"owh… kalian pulang duluan saja" kata Eun Soo kepada teman-temannya.
Teman Eun Soo pun pergi meninggalkan seorang eonni dan seorang yeodongshaeng tersebut.
"waeyo, apa terjadi sesuatu?" kata Eun Soo kepada eonninya.
Tanpa berkata apapun, Ji Ae lalu menarik tangan Eun Soo sedikit kasar dan membawanya pergi cukup jauh dari tempat les.
"ish…" kata Eun Soo melepaskan genggaman Ji Ae dari tangannya.
"wae kamu melakukannya?" Tanya Ji Ae kepada Eun Soo.
"mwoya?" Tanya Eun Soo sedikit bingung.
"sms itu" kata Ji Ae dengan keras.
"owh..." kata Eun Soo dan kemudian beranjak pergi.
"jawab!" kata Ji Ae kembali menggenggam pergelangan tangan Eun Soo.
"aku cemburu kalian berhubungan dibelakangku. Padahal eonni tau aku mencintai Jimin oppa, wae!" kata Eun Soo dengan suara keras sembari melepaskan genggaman itu.
Ji Ae terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Eun Soo, ia lalu pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Eun Soo terengah beberapa saat setelah mengeluarkan amarahnya dan terpaku pada tempatnya sekarang berdiri.
"wae? Apakah hanya itu pertanyaanmu. Bahkan sekarang kamu tidak dapat berkata omong kosong lagi" kata Eun Soo, berusaha mengendalikan amarahnya.
Ji Ae hanya diam dengan terus melangkahkan kakinya menuju mobil.
Saat Ji Ae membuka pintu mobil, ia mendengar suara teriakkan yang tiba-tiba saja dengan cepat masuk kedalam indra pendengarannya. Ji Ae spontan langsung menoleh dan ternyata suara itu adalah suara Eun Soo.
"lepaskan…..!" kata Eun Soo yang langsung dibius dan diseret oleh beberapa orang bertopeng ke dalam mobil mereka dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Tanpa membuang waktu lagi Ji Ae langsung masuk kedalam mobil dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi, mengejar para penculik yang sudah cukup jauh dari tempat ia dan Eun Soo terakhir bertengkar.
Dunia Terlihat Indah Saat Kau Tersenyum Akan Hidup Yang Kamu Jalani~
To Be Continue...
