OLD BUT GOLD


Maint cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo

Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo

Genre : Romance, Fluff, Drama

Length : Chaptered

Rate : T-M

GS . Typo


Hari kini telah menjelang siang, tapi seorang rusa cantik masih saja tidur dengan lelap didalam pelukan seorang namja yang telah memasukkan juniornya semalaman. Beronde-ronde telah mereka lalui hingga larut malam. Mereka terus saja mendesah hingga pukul 7 pagi.

Pukul 12 siang, namja itu terbangun lebih dahulu. Ia tersenyum melihat seorang wanita disebelahnya yang masih terlelap dengan damai. Ia mencium kening yeoja itu dan sedikit melumat bibir wanita itu. Setelah selesai mencuri morning kissnya ia berdiri dan memakai asal boxer yang terjatuh dilantai. Ia kemudian berjalan keluar kamarnya.

Sehun kini sedang duduk didepan televisi. Ia juga membawa beberapa makanan ringan termasuk roti untuknya sarapan. Ia juga tidak lupa membuatkan luhan sarapan. Ia ingin mengajak sarapan namun melihat kondisi luhan yang ia habisi semalam, sehun membiarkan luhan istirahat terlebih dahulu.

Sekitar satu jam sehun bangun terlebih dulu dari luhan, akhirnya luhanpun terbangun dari tidurnya. Luhan merasakan nyeri yang amat sangat pada selakangannya. Karena ia kesakitan hingga ia susah berjalan akhirnya ia menangis

"sehunieeee" rengek luhan didalam kamar sambil berteriak memanggil sehun

Sehun dengan cekatan langsung beranjak dari sofa dan berjalan masuk menuju kamar mereka

"iya sayang?" tanya sehun mendekati luhan

"sehunieee" tangis luhan pecah

"hey, kau kenapa sayang?" tanya sehun sambil membelai lembut pipi luhan

"sehunieeee" rengek luhan lagi

"iya sayang? Kau kenapa? Apa kau merasakan sakit diselakanganmu?" tanya sehun lembut

Luhan hanya mengangguk imut, sehun tersenyum melihat kekasihnya merengek dengan sangat manja

"itu tak akan lama sayang, besok pasti akan sembuh. Sekarang ayo kita sarapan" ajak sehun

"sakiit. Untuk bergerak saja susah" rengek luhan sambil mempoutkan bibirnya

"aku akan menggendongmu sayang. Kajja" ajak sehun

"sehunieee"

"Ada apa lagi cantik?" tanya sehun lembut

"aku belum menggunakan baju apapun"

"kau tak usah menggunakan baju saja"

"aku malu" kata luhan merona

"kenapa malu? Aku sudah melihatnya semua" kekeh sehun

"sehuuun, aku tak bercanda" ucap luhan lagi sambil mempoutkan bibirnya

"baiklah, kau lilitkan saja selimut ini. Oke?"

Luhan mengangguk. Sehun kemudian menggendong luhan ala bridal style menuju sofa. Ia mendudukkan luhan disofa dengan halus. Ia kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambil roti yang telah ia siapkan untuk luhan

"mungkin rotinya sudah sedikit tidak enak, aku membuatnya sekita satu jam yang lalu" ucap sehun

"gwenchana" jawab luhan sambil tersenyum manis

Setelah luhan memakan seluruh sarapannya, luhan dan sehun kembali duduk bersantai didepan televisi. Luhan tidur bersandar dipelukan sehun dan sehun memeluk posesif pinggang luhan. Keadaan apartemen itu tenang sampai akhirnya tangan sehun menggerayangi payudara luhan yang sedikit terekspos karena lilitan selimutnya melorot

"mmppphhh" luhan mendesah secara tiba-tiba karena sehun memilin nipplenya

Mendengar desahan sexy dari luhan, sehun kini benar-benar terangsang. Juniornya tanpa diberi aba-aba sudah berdiri tegak dengan kokoh

"lu, kau harus bertanggung jawab lagi karena kau telah membangunkannya" ujar sehun

"tapi kau yang memulai" bela luhan

"aku tak memintamu untuk mendesah, baby lu"

Luhan terdiam karena bagaimanapun juga memang ia mendesah tadi. Mengingat sehun sangat menggilai tubuhnya, jelas saja erangan kecil akan berdampak besar bagi sehun

"satu ronde lagi ya sayang" pinta sehun

"tapi, selakanganku masih sakit" rengek luhan

"aku akan bermain dengan halus, lebih halus dari semalam. Satu ronde saja lu, aku mohon" pinta sehun lagi

"kau pasti akan menikmatinya sayang. Kumohon" pinta sehun lagi

"baiklah" jawab luhan pasrah

"benarkah? Tapi aku tak akan melakukannya jika aku menyakitimu sayang" ujar sehun

"tidak, aku juga menginginkannya" jawab luhan merona "take me" lanjutnya seduktif di telinga sehun

"aku harap kau tak menyesal karena telah membuat singa lapar menjadi sangat lapar luhan" kata sehun memperingati

Sehun kemudian menghempas tubuh luhan ke ranjang mereka. Ia menarik selimut yang melilit tubuh luhan. Ia juga membuang asal boxer yang ia kenakan. Sehun langsung menindih tubuh luhan, ia menghisap payudara luhan dengan rakus

Ia menghisap kuat payudara itu, ia juga terus meremas payudara luhan. Luhan hanya diam menikmati semua perlakuan sehun. Setelah dirasa pemanasan cukup, sehun langsung memasukkan juniornya ke lubang ketat milik luhan kembali

"aaaahhhh..." desah luhan menikmati

Sehun memejamkan matanya sambil mencium bibir luhan. Ia terus menggerakkan pinggulnya dengan tempo in-out.

"seh...hun..ahhhh" desah luhan lagi

Sehun terung menghajar luhan. Tapi ditengah mereka melakukan aktifitas panas itu, ponsel sehun tiba-tiba berbunyi yang menandakan telepon masuk

Panggilan pertama mereka tak menghiraukannya hingga panggilan kesekian kalinya, luhan mencoba meraih ponsel itu dengan kesusahan karena sehun terus menghajarnya

"seh..hun.. tele...pon...ahhh" ucap luhan kesusahan

"biarkan, mmmppphhh" desah sehun

"ini...chan..yeol..."

"aahhhh..." sehun tak menghiraukannya, ia malah mendesah lagi

"aku.. akan...mengang...katnya"

"terse...rah...aaahhh"

Sehun benar-benar tak peduli dengan telepon itu, tapi luhan tetap saja ingin mengangkat telepon itu karena dia rasa ini akan penting mengingat chanyeol terus menghubunginya

"yeoboseyo" ucap chanyeol diujung telepon

"nehhh" ucap luhan dengan suara mendesah tertahan

"Luhan?"

"Nehh"

"apa yang sedang kau... ah, kekasihmu belum selesai bermain?" seringai chanyeol

"cepat...katakan... ada...apa...kau...menelpon" ucap sehun sedikit berteriak

"arraseo arraseo. Aku hanya ingin mengingatkan nanti malam tepat pukul 9 kau datang ke apartemen kai. Kita akan menjalankan aksi kita malam ini" kata chanyeol

"..."

"ah, tak ada jawaban, ternyata kau sangat menikmati kekasih barumu sehun-ah" kekeh chanyeol

"..."

"lanjutkan, kami menunggumu nanti malam. Jangan terlalu berlebihan, kasihan luhan jika dia tidak dapat berjalan" ucap chanyeol sebelum menutup teleponnya

PIP

Telepon itu mati, tangan luhan sudah tak mampu menahan berat ponsel itu. Ia menggeletakkan secara sembarangan di kasur berantakan mereka. Mereka semua sama-sama terpejam menikmati moment sebelum mereka mencapai klimaks

"seh..hunie... aku... akan...mmpphh" desah luhan

"bersama...ahhh"

Dalam hitungan detik, junior sehun memutahkan kembali cairan cintanya didalam lubang ketat milik luhan. Rasa hangat menyeruak kedalam tubuh luhan. Cairan itu kembali meluber hinggan keluar lubang milik luhan. Luhan menghembuskan nafas lega bersamaan dengan sehun

Sehun menjatuhkan tubuhnya kesamping tubuh luhan. Ia menarik luhan kedalam dekapannya. Sehun mencium kening, mata, hidung, pipi dan berakhir pada bibir luhan. Ia melumat bibir itu lumayan lama dan setelahnya ia kembali tersenyum

"terima kasih sayang, kau membuat aku yang pertama memasukkimu" ucap sehun

Luhan memandang sehun dengan senyum manisnya

"aku juga berterima kasih karena kau kembali kepadaku. Mungkin memang aku bukan yang pertama untukmu"

"maksudmu?"

"aku bukan orang pertama yang merasakan keganasan penismu" ucap luhan malu-malu

Sehun tersenyum dan membawa luhan lebih dalam kepelukannya

"kau yang pertama juga untuku sayang. Hanya kau yang melihat penisku selama ini" jawab sehun

"ngg?"

"lebih baik kau istirahat saja ya. Kau ingat perintah chanyeol tadi bukan?" kata sehun mengingatkan

" terimakasih sehunie, karena kau juga yang membuatku menjadi orang pertama bagimu" ucap luhan tersenyum dan merapatkan pelukannya

(***)

Jam menunjukkan pukul sembilan kurang lima belas menit. Luhan dan sehun mulai bersiap untuk berpindah ke kamar apartemen kai. Baik chanyeol, kai dan sehun sekarang mereka tinggal diapartemen yang sama namun berbeda lantai. Kai di lantai 10, chanyeol dilantai 11 dan sehun dilantai 12.

Awalnya kai dan chanyeol tidak berada diapartemen itu, tapi karena kyungsoo dan baekhyun merengek ingin selalu bersama sama termasuk bersama luhan akhirnya mereka mengalah untuk pindah keapartemen tersebut

"LUHAEEEEN!" teriak baekhyun heboh ketika luhan memasuki kamar apartemen kai

"yak! Bisakah kau menyuruh kekasihmu untuk tidak berteriak tiba-tiba?" omel kai pada chanyeol

"bagaimana aktifitas panasmu sehun-ah? Sudah selesai?" goda chanyeol

"aku rasa dia menyerang luhan habis-habisan. Luhat saja luhan sampai menggunakan syal dan jangan lupa lihat cara luhan berjalan" kekeh kai

"berhenti menggodaku! Aku kemari bukan untuk diolok-olok" jawab sehun datar

"baek, kyung, bisakah kau berhenti mengguncangkan badanku? Tubuhku masih sedikit...sakit" kata luhan malu-malu ketika kyungsoo dan baekhyun memeluknya

"sakit? Kenapa kau tak istirahat saja?" kata kyungsoo polos

"eyy, dia tidak sakit seperti itu kyung, tapi sakit karena..." baekhyun menggantungkan kalimatnya sambil melirik kearah sehun

"wae?" tanya sehun ketika beberapa pasang mata mengamatinya

"aniyo" jawab baekhyun singkat

"jadi bagaimana malam ini? Rencana awal?" tanya sehun sambil berjalan menuntun luhan menuju sofa

"ya, kita akan masuk terlebih dahulu untuk menemui bos itu, kita gunakan cara halus. Jika mereka menolak, kai dan gangster kita akan bergerak" jelas chanyeol

"kami bagaimana?" tanya baekhyun

"kalian disini" jawab chanyeol

"andwe, kami ikut" rengek kyungsoo

"ini berbahaya sayang" jawab kai

"sehunaaaah" rengek luhan dengan puppy eyesnya

Sehun melunak mendengar rengekan luhan dan puppy eyesnya. Akhirnya ia tak bisa menolak kekasihnya itu

"baiklah, kalian ikut. Tapi hanya dimobil. Tidak ada yang boleh turun, terutama kau Lu" ujar sehun

"daebak! Aku baru melihat sehun seperti ini" kata kai tak percaya

"nado, kai-ah! Jinjja daebak! Lu, kau menggunakan apa hingga sehun begitu luluh padamu?" tanya chanyeol takjub

"molla" kekeh luhan

"yak! Kajja!" kata sehun sedikit mengamuk karena teman-temannya terus menggodanya

(***)

Mereka kini telah sampai didepan klub tempat luhan dan baekhyun bekerja. Sehun dan chanyeol kemudian turun dari mobil mereka masing-masing dan kai masih tetap dimobil bersama kyungsoo. Chanyeol dan sehun kemudian masuk kedalam klub itu

"kau sudah membawanya?" tanya sehun

"aku hanya membawa 3 tabung suntikan bius. Bagaimana denganmu?" tanya chanyeol

"aku hanya membawanya 2. Aku tak ingin mengotori tanganku dengan darah bajingan itu"

"pesuruh kai akan menyelesaikannya untuk kita. Kita hanya akan menyelesaikan dengan kontrak itu" lanjut chanyeol

Sehun mengangguk mengerti. Kemudian mereka berjalan menuju ruang Tuan Lee.

"Ah, kalian ternyata. Bagaimana? Ingin memperpanjang sewa kalian? Aku tau nereka wanita penggoda yang baik bukan?" kata tuan lee

"kami ingin membawa mereka pergi. Kami ingin memperhentikan mereka bekerja di klub sialan ini!" ujar chanyeol

"dan kami minta jangan sebut nama mereka apalagi menyebut wanita penggoda dari mulut kotormu itu" lanjut sehun

"maksud kalian?"

"kau tentu tahu kan, bahwa kami ingin membawa mereka pergi. Aku rasa kau tak cukup bodoh untuk bisa mengerti kalimatku itu" jawab chanyeol

"haha! Manamungkin kalian bisa membawa mereka. Mereka adalah wanita pekerja di klub ini selamanya. Mereka tak akan dengan mudah aku lepaskan hanya untuk kalian" kata tuan lee

"terserah! Kami akan tetap membawa mereka pergi" ujar sehun

"atas dasar apa kalian berani membawa mereka pergi? Mereka tak akan bisa pergi!" amuk tuan lee

"atas dasar hukum" ujar sehun singkat

"mwo?"

"aku rasa kau melupakan sesuatu tuan lee, perjanjian pertama semua aturan datang darimu. Dan perjanjian kedua semua peraturan datang dari kami. Kau sepertinya terlalu termakan dengan uang itu hingga kau tak menyadari isi surat perjanjian kami yang telah kau tanda tangani" jelas chanyeol

"hah! Jangan bercanda! Kau fikir aku bodoh"

"baiklah, aku akan bacakan dimana disini tertulis 'saya (park chanyeol/oh sehun) berhak membawa siapa saja wanita dari klub ini keluar jika saya sendiri yang meminta mereka kaluar dari klub tanpa ada halangan apapun'. Bagaimana tuan lee?" ujar chanyeol

"dan disini tertera bahwa kami yang berkuasa atas semua peraturan yang tertulis disini" lanjut chanyeol

"aki fikir urusan kami selesai. Kami pergi" ucap sehun

Tuan lee merasa terancam, bagaimanapun juga baekhyun dan luhan adalah primadona di klubnya. Tapi dia juga tak berani menyerang hukum yang dibawa chanyeol dan sehun. Satu-satunya cara adalah membakar dan memusnahkan surat yang dibawa chanyeol

"tidak, kalian tidak bisa membawa mereka! Bodyguard! Hajar mereka!" teriak tuan lee

Beberapa bodyguard berbadan kekar pun mulai berdatangan dan mengepung sehun dan chanyeol. Sehun dan chanyeol pun saling memunggungi untuk berjaga-jaga jika mereka menyerang secara tiba-tiba

Salah seorang bodyguard tuan lee maju dan mulai menyerang sehun dan chanyeol. Sehun dan chanyeol pun melemparkan pukulan untuk mereka. Sehun hanya bermain dengan kakinya saja. Ia merasa jijik jika tangannya harus memukul tubuh bodyguard itu. Setelah beberapa kali bodyguard itu menyerang akhirnya sehun menyuntikan obat bius itu.

Tidak beda dengan chanyeol. Ia terus memukul tubuh kekar yang mengepung dirinya dan sehun. Sesekali ia juga menyuntikkan suntikan bius itu.

"panggil kai!" kata sehun

Setelah suntikan itu mulai habis, sehun dan chanyeol juga mulai kelelahan dengan banyaknya bodyguard yang menyerang mereka. Chanyeol mengangguk mengerti, ia kemudian mengirimkan sebuah kode pada ponsel kai untuk segera masuk membawa para gangster itu. Diluar ruangan kai telah menerima kode itu. Ia kemudian mengerahkan semua gangster itu masuk dan menghajar para bodyguard berbadan kekar itu

"kai" cegah kyungsoo saat kai hendak memasuki klub itu

"aku akan bai-baik saja sayang" kata kai menenangkan kyungsoo

"keluarlah dengan selamat. Aku mohon"

"aku janji aku akan baik-baik saja. Sehun dan chanyeol membutuhkanku. Aku pergi" ucap kai sambil mencium pelan bibir kyungsoo

Chanyeol dan sehun terus berusaha melawan sambil menunggu kai datang. Sesekali sehun dan chanyeol terkena pukulan dari serangan mereka. Sehun sempat terkena pukul di tengkuknya karena dia tak fokus pada seseorang yang menyerangnya dari belakang

Chanyeol juga sempat terkena pukulan diperutnya karena ia sempat lengah. Setelah beberapa menit pertengkarang itu berjalan akhirnya kai sampai pada ruang tuan Lee

Para gangster kai itupun langsung menyerang beberapa bodyguard yang sempat menyerang sehun dan chanyeol. Setelah semua bodyguard termasuk tuan lee menyerah. Kai mendekati sehun dan chanyeol yang tampak lelah. Sebenarnya sehun dan chanyeol hanya mendapatkan sedikit lebam di bagian wajah mereka.

"maaf, aku terlambat" kata kai pada chanyeol dan sehun

"hanya sedikit terlambat" chanyeol membenarkan

"kami akan membakar gedung ini!" seringai kai pada tuan lee

"apa maksudmu!" amuk tuan lee

"kau membuat kesabaran kami habis, dan kau membuat kami mengeluarkan keringat" jawab chanyeol

"kau membuat kami harus menggunakan cara kasar" desis sehun

"nikmati masa terakhirmu hidup di klub ini" ujar kai

"suratnya aman ditanganmu kan?" tanya sehun

Chanyeol mengangguk. "kajja" ajak chanyeol kemudian

Mereka bertiga bersama para gangster itu pun pergi meninggalkan klub itu. Tugas terakhir kai menyerahkan semuanya pada para gangster kepercayaan mereka itu. mereka kemudian menginjak mobil sport mereka menjauhi area klub karena klub itu akan diledakkan

"aku akan membalas kalian nantinya!" teriak tuan lee ketika api melahap klubnya

(***)

Kini mereka telah kembali ke apartemen. Mereka berjalan berdampingan dengan pasangan mereka masing-masing

"YAK! DOBI IDIOT! Aku kan sudah bilang kau ini tak usah berlagak menjadi jagoan. Lihat memarmu!" omel baekhyun sambil menarik telinga chanyeol menuju lift

"aku tak berlagak menjadi jagoan, baek. Kumohon lepaskan telingaku" rengek chanyeol

"baekhyun-ah, aku rasa kau harus melepaskannya sebelum telinga itu lepas dari tempatnya" ujar kyungsoo

"kasihan chanyeol, baek" lanjut kai sambil menutup pintu lift

"aku terluka sayang, mengapa kau malah mengomeliku seperti ini?" tanya chanyeol

"Lu, apa kau tak marah dengan sehun? Lihat memarnya! Itu mereka dapatkan karena bertingkah menjadi sok pahlawan" omel baekhyun

"aniyo. kasihan chanyeol baek, Lepaskan saja telinga itu" jawab luhan polos

"ya ampun! Aku benci ketika dia harus terluka! Aku tak bisa melihatnya terluka!" gerutu baekhyun ketika melepaskan tangannya dari telinga chanyeol. Ia kemudian melipat kedua tangannya didadanya

"aku tau kau sebenarnya menyayangiku sayang" ucap chanyeol sambil memeluk baekhyun dari belakang

TING

Lift berbunyi ketika mereka sampai di lantai 10

"kami duluan ne" kata kyungsoo

"nee, paipai kyungsoo-yah, paipai kai-ah" ucap luhan melambai pada mereka

"jangan bunuh kekasihmu baekhyun-ah" kekeh kai sesaat sebelum pintu lift kembali tertutup

"baek, obati aku. Sakit" rengek chanyeol ketika lift tertutup kembali

"obati sendiri!"

"baek, kumohon"

TING

Lift terbuka ketika mereka sampai di lantai 11

"arraseo! Berhenti merengek... kami duluan ne" pamit baekhyun

"paipai baekhyun-ah, chanyeol-ah" kata luhan ramah

Lift kembali tertutup. Baik sehun maupun luhan hanya terdiam. Hingga suara lift kembali berbunyi.

Mereka kemudian berjalan menuju kamar mereka. Luhan lebih dulu memasuki kamar apartemen dan kemudian disusul sehun dibelakanganya. Sehun memeluk luhan dari belakang ketika pintu apartemen itu tertutup

"kau kenapa hmm? Kenapa daritadi kau diam saja?" tanya sehun sambil mencium menyesap aroma tubuh luhan

"sehun-ah, kau ganti pakaian saja dulu. Aku akan menyiapkan obat untuk lukamu" kata luhan mengalihkan pembicaraan

"aku baik-baik saja sayang"

"sehun-ah, aku mohon" ucap luhan kemudian

Sehun mengerti bahwa luhan sedang tidak ingin berdebat. Ia kemudian tersenyum dan menuruti perintah luhan. Sehun mencium sekilas bibir cherry luhan sebelum ia masuk kekamarnya

(***)

Luhan kini telah siap dengan kompres. Luhan menunggu sehun diatas ranjang mereka. Setelah beberapa menit luhan menunggu, akhirnya sehun keluar dari kamar mandi. Sehun langsung mendekati luhan yang telah menyandarkan punggunya disandaran tempat tidur, ia kemudian tidur dipaha mulus luhan

Sehun mengamati wajah luhan yang sedang mengobati lukanya dengan telaten itu. Tak ada pembicaraan dalam aktifitas itu. Luhan mengobati memar sehun dalam diam. Hingga akhirnya luhan meneteskan airmatanya diam-diam

"kau kenapa sayang? Mengapa menangis" tanya sehun menghapus airmata luhan tapi masih tetap tertidur dipaha luhan

"..." luhan menggeleng pelan

"aku tau kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Katakan Lu, ada apa?" tanya sehun lembut

"mengapa kau terluka? Kau berjanji kau tak akan terluka" kata luhan pelan tapi airmatanya terus menetes

"aku baik-baik saja sayang" ujar sehun meyakinkan

"kau sama saja dengan chanyeol. Selalu mengatakan baik-baik saja"

"tetapi aku memang baik-baik saja Lu"

"... kau tidak baik-baik saja" jawab luhan pelan

"ya, aku sekarang tidak baik-baik saja karena aku melihatmu menangis"

"sehunie, aku sedang tidak ingin bercanda" ucap luhan lemah dengan airmatanya

"aku juga tidak lu" jawab sehun "berhenti menangis jika kau menangis karenaku. Aku akan membenci diriku karena telah membuatmu menangis sayang" ucap sehun sambil bangkit dan memeluk luhan

"aku mengkhawatirkanmu. Aku tak bisa melihatmu seperti ini, hiks" tangis luhan pecah didalam pelukan sehun

"aku tahu sayang, aku mohon jangan menangis ne?" ucap sehun sambil membawa luhan lebih dalam dipelukannya

"asal sehunie berjanji tidak akan terluka lagi karenaku?"

"aku berjanji sayangku" ujar sehun

Ia kemudian menarik dagu luhan. Ia mengamati lekukan wajah kekasih cantiknya itu. Ia menghapus airmata di kedua mata rusanya itu

"uljima baby, mata ini tak boleh mengeluarkan airmata lagi, arrachi?" ujar sehun sambil mencium kedua mata luhan

Luhan mengangguk imut. Sehun tersenyum, ia kemudian mencium bibir luhan. Ciuman yang awalnya biasa saja berubah menjadi lumatan setelah beberapa menit mereka saling menempel. Sehun terus mencium bibir luhan sampai hanya binyi kecipak memenuhi ruangan itu

"tidurlah sayang, kau pasti lelah" ujar sehun membaringkan luhan

Luhan menurut. Sehun ikut berbaring disebelah luhan. Ia kemudian memeluk luhan dalam tidurnya

"good night sehunie" ucap luhan

"good night baby Lu" jawab sehun

(***)

"apa chanyeol akan baik-baik saja?" tanya kyungsoo saat dia naik keranjangnya dang beringsut kepelukan kai

"aku rasa iya, dia hanya terkena pukulan biasa" jawab kai

"bukan begitu maksudku. Kau tau sendiri kan kalau baekhyun sedikit cerewet untuk masalah seperti ini?"

"kenapa kau memikirkan chanyeol, hmm? Apa kau ingin berpaling dariku?" tanya kai sambil memeluk kyungsoo

"aniyo. Kaaaaiiiiii" rengek kyungsoo

"iya sayang?" kekeh kai

"kau melihatnya kan? Luhan saja hanya diam, sedangkan baekhyun terus mengomel. Aku kasihan jika chanyeol semakin dipukuli olehnya"

"baekhyun punya caranya sendiri untuk mengungkapkan cintanya pada chanyeol. Percayalah padaku" ucap kai sambil mencium kepala kyungsoo

"hmm, baiklah"

"sekarang kau lebih baik tidur dan berhenti memikirkan manusia bertelinga lebar itu. Aku mulai cemburu" kata kai sambil mempoutkan bibirnya

"jangan cemberut seperti itu sayangku" kekeh kyungsoo sambil mencium bibir kai

"kau menggodaku eoh? Kau ingin aku menghabisimu malam ini?" seringai kai

"ani,... aniyo" ucap kyungsoo takut dan menyembunyikan wajahnya ke dada bidang kai

Kai terkekeh melihat tingkah kyungsoo. Ia kemudian memeluk kyungsoo lebih erat lagi

"good night sayangku" ucap kai mencium kening kyungsoo

"good night sayang" jawab kyungsoo

.

.

.

TBC


apadeh ini cerita -,-
luhannya kejebol lagiii
maaf kalo luhan banyakan jebol tapi sama sekali gak hot u,u
author masih polos *plak

gimana masih minat sama ini cerita engga?
pada nungguin author update enggak?
maaf yang nungguin ya, author kan mau kuliah jadi kemaren sibuk ngurus berkas gitu
karena ada yang minta lanjut jadi ini tetep lanjut, tapi kalo minta berhenti author berhenti dan ganti cerita lain. wkwks

author mau bilang kalo cerita ini pure dari pemikiran author sendiri. MURNI. jadi kalo ada samaan sama cerita lain. karaktera, alur, lokasi ato sebagainya mungkin kebetulan. ato kali aja jodoh *plak

maaf banget yang berfikir waktu bertempuran sekaiyeol keren kek difilm-film tapi kalo disini cuman gitu doang. author gak pandai pikin tulisan action u,u
tapi author bakal belajar kok ^^

yang minta kaisoo, baru bisa nyempilin dikit momen mereka
yang request lainnya bisa menyusul next chapter okee

karena author udah nyempetin ngetik lagi buat kalian. tolong dihargain kerja keras author ini dengan review pembangit semangat dari kalian juseyooo

yang udah review, follow, faforite. thankyou deh. muachh :*

.

DONT BE A SILET READER

.

REVIEW JUSEYO ^^


THANKS TO : :* :*

| PutryManja | | Kuneko Shryunggie | SFA30 | Guest | viraardilla | Guest | novi | samiyatuara09 | LisnaOhLu120 | Guest | Ginnyeh | ParkByun | kimyori95 | Byul Hun.K | KiranMelodi | Oh Juna93 | Dewi15 | himekaruLI | mellamolla | Kiway91SL | lulu-shi | Baby niz 137 | Rly. | oh sehan |

buat ParkByun *yang belum ada account wkwk*. siapapun kamu. ah aku makasih banget, review kamu bikin al terharu. dari awal review kamu bikin seneng ^^
lainnya yang juga belum punya account makasiiiiih. yang punyya acc udah dilewatin PM yah ^^

YANG LAIN JUGA MAKASIH!, I'LL WAIT FOR YOUR REVIEW. MUACH :*