Minna~

Oyasumi~ :3 //salah mbak.

Tidurnya nyenyak, nggak? :D #gak urus.

Nah, bagi yang tidurnya gak nyenyak, silahkan lari pagi 50 meter dalam 8 set, lalu minumlah jahe campur susu. Setelah itu, nyanyikan salah satu lagu Vocaloid. Dijamin tidurnya lansung nyenyak! :3 #ajaran sesat.

Maaf lama gak kudet~ #plak! -ralat- maksudnya: maaf lama gak update~ =w=

Pada kangen saya, nggak? XD #nggaaaaaaak.

Eh! Eh! Ada gak reader yang datang ke IFA 2013? :D

Saya nggak datang...-˰-

Hiks.. Hiks.. *meratapi nasib*

*Tiba-tiba sesuatu melayang ke arah author kita yang tercinta*

BUAK! *dan itu sukses membuat author kita yang tercinta mental 171 meter.*

WADAAAW!

Miku : Buruan mulai! Daritadi asyik ngomong gaje mulu!

Rin: buruan mulai! Kulempar jeruk LAGI nih!

Ja-jadi yang ngelempar tadi Rin ya?

Rin : masalah? #ngancungin pisau. #waw.

HIII!

Miku: makanya buruan mulai! #ngancungin kapak. #hii.

HIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII! BAIKLAH!

Disclaimer : nanya sama Rin sono.

Warning : siapin obat dulu, baru baca fic ini

A/N: ini hanya bonus cerita, bukan kelanjutan chap si kembar bandel! XD

NNOORRMMAALL PPOOVV #gila.

Suatu hari di kediaman Rin dan Len...

"Len, bosen nih. Main yuk." ajak Rin.

"Ayo, kita ajak Miku sama Kaito juga ya!" usul Len sambil ngambil handphone murahannya. #ditabok.

"Boleh boleh aja, sih.."

TIIT TUUT *bunyi sambungan telepon*

"Halo?"

"Ah, Miku! Sekarang aku sama Rin mau main, mau ikut gak? Datang ke rumahku ya!"

Miku terdiam selama 4 menit.

"Miku?"

"Ah, boleh saja, rumahmu dimana?"

Len membatin, 'bukanya Miku tetangga-an sama aku dan Rin ya? Kok masih nanya rumahnya dimana? Mencurigakan..'

"di , blok VC, no 02."

"Ada orang tuamu di rumah?"

"Orangtuaku lagi lembur."

"Baiklah, aku akan kerumahmu sekarang juga." Miku terdiam sebentar. "woi."

"Apa?"

"Kamu tidak tahu, apa?"

"Tahu apa? Tahu goreng? Tahu cincang?"

"KAU SALAH SAMBUNG! AKU ADALAH PENCURI! BISA JUGA DIBILANG PERAMPOK! DAN SEKARANG AKU AKAN KERUMAHMU UNTUK MERAMPOKMU! WAHAHA! SIAP-SIAPLAH, WAHAI ANAK GADIS!-"

"AKU BUKAN ANAK GADIS!"

"-terserah. AKU AKAN MERAMPOKMU SEKARANG JUGA! WAHAHAHAHA!"

CKLEK. Sambungan telepon ditutup.

Bukannya khawatir atau panik, Len malah masa bodo dengan ucapan perampok yang menyamar menjadi Miku itu. Aduh,seberapa bego sih, Len itu? #dibantai.

Len pun menelpon Miku dan Kaito untuk kerumahnya.

"Permisi!" sapa Miku saat memasuki rumah Rin dan Len. Disebelahnya ada Kaito yang sedang makan es krim.

"Wah, selamat datang!" jawab Len.

"Nah, ayo main!" seru Rin.

"main apa?" tanya Kaito.

"Kita main monopoli aja!" usul Miku.

"ayo!"

-play-

"WAAAAAH! BAKAITO, JANGAN CURI UANGKU!"

"eH!? INI UANGKU!"

"KAITO, KAMU MENGINJAK PIONKU!"

"MAAF, GAK SENGAJA!"

"BAKAITO! KAMU MENENDANG JERUKKU!?"

"KENAPA SELALU AKU!?"

"YEE AKU MENANG!"

"MIKU CURANG, TADI DIA NGAMBIL UANGKU!"

"YANG PENTING HEPI!"

"WOIII! KALIAN MENGINJAK AISUKU!"

"IHH, KOK BAU! LEN, KAMU KENTUT YA!?"

"IH, ENGGAK KOK! KAITO KALI!"

"KOK AKU?! KENTUTKU NGGAK SEHARUM INI!"

"SIAPA YANG KENTUT!? BAUNYA KAYAK KENTANG GORENG NIH!"

"MIKU, KAU MENGINJAK TANGANKU!"

"SORI!"

"MIKU, JANGAN INJAK PIONKU!"

"MAAF!"

"MIKU, ITU UANGKU! KENAPA KAU AMBIL?"

"AKU GAK TAUU! KENAPA AKU YANG KENA!"

"BALAS DENDAM, AHAHAHA!"

"BAKAITO JAHAT! GAK KUBUATKAN KARI ES KRIM LAGI NIH!"

"HUWAAAAAA GOMENNASAIIIIIIIIIIIIIIIIII!"

Entahlah itu bisa disebut monopoli apa bukan.

Tiba-tiba..

BRAK!

Pintu rumah rin dan len dibuka dengan kasarnya dan menampilkan sosok yang seperti... Perampok?

"WAHAHAHA! Seperti kataku tadi, aku akan merampok kalian!"

Semuanya memasang ekpresi aneh.

"ano, pak.. Bapak salah alamat, bukanya bapak mau ngerampok di rumah sebelah?" kata Len.

"oh gitu ya? Yaudah, bye-bye...-eh! Aku mau ngerampok rumah ini, kok! Gak mungkin aku salah alamat!"

"yaudah pak, duduk dulu. Minum teh ini dulu ya? Mari kita bicarakan baik-baik." kata Miku.

"oh, baiklah...-eh! Gak, aku mau rampok! Angkat tangan kalian!" teriak perampok itu sambil mengancungkan pistolnya.

Spontan mereka semua mengangkat tangan.

"siapa yang tadi menelpon yang namanya 'miku'?!" tanya perampok itu.

Semuanya menoleh ke Len. Len lansung cengengesan.

"sa-saya, pak... Ehehehe.."

"kau tadi yang memberi tahukan aku tentang alamat rumah ini kan? Makasih ya!"

Semuanya memberi death-glare ke Len.

"sebagai tanda terima kasih, kau boleh pergi." kata perampok itu.

Len pun pergi ke arah belakang perampok itu dengan tampang begonya.

DUAK!! Len memukul perampok itu. Wow, pukulan sukses! Perampok itu terjatuh dengan tidak elitnya!

Mari tepok tangan dulu! *plok plok plok*

Semuanya lansung mengangkat Len.

"Len kau hebat!"

"ehehehe"

Semuanya (miku rin dan kaito) lansung membawa Len ke suatu tempat.

"Eh? Aku mau dibawa kemana?" tanya Len.

Plung! Ternyata len dijatuhkan mereka ke TPV (tempat pembuangan Vocaloid).

"WAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Dan teriakan itu mengakhiri cerita bonus ini..


Maaf kalau garing! Gak ada inspirasi! DX

Reviewnya? :D