WELCOME TO MY IMAGINATION
.
.
.
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
.
.
.
Warning! : Sedikit (banyak) Out of Character. Typos. Alur cepet/bertele-tele.
.
GAK SUKA?! JUST GO AWAY!
.
Aku berimajinasi bersama :
SantiRevinty/YanaKim/KokomClouds/Miu/HyacintUchiha/LinevyHimechan/SushimakiPark/UchihaxHinata/CahyaUchiha/NN/Callistalia/Nurul851/Penelopi/YukarisELF/EuikoKatayanagi/SabrinaAnisa/YukikoMiyuki/Sucirachma5/Ilyaneji/Lightning69/MoyaHime/OnyxDarkBlue/Guest/ArcanGirl/NurmalaPrieska/CintyaCleadizzlibratheea/Fio/NayasantJapaneze/UzumakiDanty/AsyahHatsune/Kanayla/ShuuhiSama/Ryuuki/EveSeven/Mikyu/ShionHana/ByunSenna/AelynOsh/YuniarsihUtami/OhSeHyun/KimSohyun/NatsukiYurikaSumire/Ericajulyhonoka/Hakeri/Hiki/KimotoYuuhi/Nurhalizaputrirosiana/Wiezhee/Mita622/Agathalin/MaitoShin/KeikoBuu89/CatherineRaycyrus/Depayy24/KforS/CandybarHoney/Clareon/HyugaAshikawa/Mikio/OnyxLavender23/RicchansMatahari/FleurChoi/
.
.
NB : Disarankan ㅡjika berkenanㅡ untuk mendengarkan backsound Naruto sesuai dengan yang tertulis di [...] Agar bisa mengikuti suasana seperti yang penulis inginkan. Terimakasih^^
Playlist :
- Senya
- Shippuden
- Mission
- Hyouhaku
- Shirotsumekusa
- Shiren
.
.
Happy Imagining^^
.
.
[Senya]
Sakura melangkahkan kakinya untuk membuka pintu balkon. Pintu balkon terbuka. Hembusan angin pagi menerpa wajah cantiknya. Burung-burung terbang saling berkejaran.
Mata emerald nya melebar saat melihat dua sosok -pemuda dan gadis- tengah terduduk di sudut balkon dengan bersandar pada tembok. Saling memeluk tubuh yang lainnya.
"KA-KA-KA-KA-KALIAN!"
Guncangan kecil terasa ketika suara teriakan Sakura membahana. Burung-burung yang tengah asyik membersihkan bulu-bulu mereka terbang ketakutan. Sepasang anak manusia di hadapan Sakura pun juga merasa terganggu, begitupun beberapa anak manusia yang masih terlelap di dalam kamar itu.
"Ck!" Sasuke berdecak sebal saat ada yang menganggu waktu tidurnya yang ia rasa baru saja terlelap. Refleks, ia menyingkirkan salah satu tangannya yang berada di punggung Hinata.
Hinata menunduk malu ketika ia berhasil memahami situasi yang tengah terjadi pagi ini. Saat ia baru saja berdiri, Shikamaru, Naruto, Lee, Kiba dan Akamaru datang menghampiri mereka.
"Sebenarnya ada apa Sakura-chan? Hoaam! Kenapa berisik sekali pagi-pagi..." Keluh Naruto sambil terkantuk-kantuk dan menguap sesekali.
"Oi! Sasuke! Kau sudah bangun ya?" Mata Naruto sedikit terbuka saat melihat Sasuke yang masih duduk di pojok balkon.
"Dia itu tidak sepertimu, bodoh!" Cibir Kiba. Naruto mendengus mendengarnya.
"Sakura-chan! Kenapa kau berteriak di pagi yang cerah ini?" Ujar Lee bertanya-tanya dengan penuh semangat.
"Ah! Itu.. Merekaㅡ"
"Ck! Tidak perlu di bicarakan lagi." Potong Sasuke yang sekarang telah berdiri di belakang Hinata. "Kita pergi sekarang, atau tidak sama sekali." Ancamnya seraya berjalan masuk kedalam kamar itu.
"Apa yang dia bicarakan?" Tanya Naruto heran. Sedangkan mereka yang tidak ingin misi ini gagal memilih untuk bungkam dan mengikuti keinginan Sasuke untuk pergi pagi ini. Ya tentunya setelah sarapan.
OoOoO
[Shippuden]
BRAK
Kakashi sedikit terlonjak ketika pintu ruang Hokage di buka kasar oleh seseorang pagi itu. Hokage bermasker itu menghela nafas lega ketika mengetahui jika kekasihnya-lah, Shizune, yang membuka pintu ruangannya.
"Kenapa pagi-pagi sudah mengagetkanku?! Ada laporan apa pagi ini?" Kata Kakashi santai seraya melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda beberapa detik.
Shizune berjalan mendekat, menaruh gulungan kecil di atas dokumen yang sedang Kakashi kerjakan.
"Ada laporan dari tim Shikamaru. Sasukeㅡ berhasil di bujuk untuk kembali ke desa."
Kakashi membaca gulungan yang telah ia buka. Matanya membentuk lengkungan menandakan bahwa ia tengah tersenyum.
"Itu berita bagus." Komentarnya.
OoOoO
[Mission]
Air laut membentang sepanjang mata memandang. Kapal yang terbuat dari kayu melaju dengan bantuan angin yang berhembus. Pagi menjelang siang, tim Shikamaru telah berlayar untuk ke pelabuhan di desa perbatasan.
Hinata yang berdiri di ujung depan kapal tampak tersenyum senang saat menikmati hiburan yang diberikan oleh beberapa lumba-lumba yang berenang di sekitar kapal. Sesekali, 1 dari 4 lumba-lumba itu melompat keluar dari air.
Seorang pemuda tampak berjalan mendekatinya. Pemuda itu adalah Kiba. Kiba berdiri di samping Hinata, mengamati gadis Hyuuga itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Kiba-kun.. Ada apa?" Tanya Hinata heran.
"Ti-tidak. Aku hanya penasaran dengan apa yang membuatmu tersenyum seperti itu." Jawab Kiba dengan sedikit gugup.
"Lumba-lumba itu lucu sekali ya? Mereka yang membuatku tersenyum sejak tadi. Walaupun mereka hanya melompat keluar-masuk dari air, tetapi aku benar-benar terhibur oleh mereka."
Kiba melihat lumba-lumba itu yang masih terus melompat-lompat. Ia ikut tersenyum kemudian beralih pada Hinata.
"Ya.. Mereka benar-benar menghibur." Sahut Kiba.
Sementara itu di sisi kapal yang lain, Sasuke, Naruto dan Sakura tampak duduk bersama. Sakura duduk di sebelah Naruto yang terus mengajak Sasuke untuk berbincang, tapi pemuda Uchiha itu tak banyak merespon.
"Hey! Naruto! Lihat mereka!" Sakura menyenggol bahu Naruto sambil mengarahkan telunjuknya pada Hinata dan Kiba yang terlihat tengah berbincang dan sesekali tertawa bersama.
Naruto mengarahkan pandangannya pada objek yang dimaksudkan oleh Sakura. Begitupun dengan Sasuke.
"Kiba dan Hinata? Kenapa?" Tanya Naruto.
"Apa kau tahu jika Kiba menyukai Hinata?" Sakura bertanya, membuat kening Naruto berkerut. Dan mata onyx Sasuke melebar.
"Kiba menyukai Hinata-chan? Benarkah?" Naruto bertanya heran. "Jika diingat-ingat lagi, tingkahnya memang sedikit aneh jika menyangkut dengan Hinata-chan." Imbuhnya.
"Yeah.. Ku dengar, Kiba akan mengungkapkan perasaannya. Kapan ya kira-kira?" Sahut Sakura.
"Kita tunggu saja beritanya." Ujar Naruto santai.
Sasuke menajamkan penglihatannya pada dua sosok di depan sana. Pada sosok Hinata dan Kiba yang entah tengah melihat apa disana. Ia berdecak lirih, ia tidak suka melihat pemandangan di depannya itu. Tatapan Onyx-nya mengikuti sosok Hinata yang kini terlihat pergi meninggalkan Kiba dan memasuki kabin kapal.
OoOoO
[Hyouhaku]
Hinata sangat terkejut ketika ia membuka pintu kamar mandi, seseorang yang membuatnya merona sepanjang pagi ini telah berdiri di depan pintu kamar mandi menghalangi jalannya. Entah sejak kapan pemuda itu berdiri disana. Mungkinkah sejak Hinata masuk kedalam kamar mandi? Ataukah baru saja?
"Sa-sasuke-kun!"
Hinata menunduk, menyembunyikan rona merah di pipinya. Setelah tersadar jika ada Sasuke di depannya, Ia pun menggeser tubuhnya, memberikan Pemuda itu jalan untuk masuk ke kamar mandi.
Sasuke diam. Ia sama sekali tidak melangkahkan kakinya satu milimeter pun. Ia justru tidak memahami tingkah Hinata yang saat ini menempelkan tubuhnya rapat ke pintu.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sasuke heran.
"Eh?" Hinata tersentak mendengar suara Sasuke. "Bu-bukankah... Sasuke-kun ingin ke kamar mandi?" Tanya Hinata melanjutkan.
Sasuke berbalik, memunggungi Hinata. "Tidak!" Katanya. "Aku lapar, tolong buatkan aku makanan." Kata Sasuke lagi.
"A-apa?"
"Buatkan aku makanan. Aku lapar!" Ulang Sasuke.
Hinata menatap Sasuke heran, "Ta-tapi.. Ini belum masuk jam makan siang."
"Kau tidak mau membuatkan aku makanan?!" Pertanyaan atau pernyataan yang di suarakan dengan nada menohok membuat Hinata bungkam.
"Ba-baiklah. Aku akan membuatkanmu ramen instant, tidak apa-apa kan?" Kata Hinata dengan melangkahkan kakinya ke dapur kapala.
"Hn."
Sasuke duduk disalah satu sisi meja makan. Mata onyx-nya menyorotkan suatu perasaan yang lain. Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman. Bukan senyuman lebar, hanya sebuah senyuman tipis.
Hinata menaruh ramen instant lengkap dengan sumpitnya di depan Sasuke. "Ini ramennya, Sasuke-kun." Katanya.
"Hn." Gumam Sasuke. "Terimakasih." Tambahnya lirih.
"Sama-sama." Ucap Hinata, lalu ia memutar tubuhnya, berniat untuk meninggalkan Sasuke seorang diri.
SYUT
[Shirotsumekusa]
Sasuke meraih tangan Hinata. Ia sedikit menariknya membuat Hinata kehilangan keseimbangannya dan terduduk di sampingnya.
"Temani aku makan." Titahnya dengan suara datar.
Hinata mengangguk pelan setelah mendapatkan kembali kesadarannya. Ia membenarkan posisi duduknya. Mengamati Sasuke yang saat ini meraih sumpitnya. Membelah sumpit itu menjadi dua bagian dan membuka penutup ramen instant-nya.
"Apa yang kau bicarakan dengan Kiba?" Tanya Sasuke tiba-tiba sembari sesekali meniup mie ramen di sumpitnya tanpa melirik Hinata.
"Hm? Kiba-kun?" Tanya Hinata memastikan.
"Hm.."
"Kami tidak membicarakan apapun. Kami hanya berbincang tentang lumba-lumba." Jawab Hinata.
"Itu namanya membicarakan." Kata Sasuke penuh penekanan.
Hinata terdiam sambil menautkan kedua tangannya di bawah meja tanpa sepengetahuan Sasuke. Pemuda itu masih menikmati ramen instant yang terlihat kepulan asap keluar dari wadahnya.
Sasuke menoleh pada Hinata yang terdiam, lalu bertanya, "Jadi... Ada apa dengan Festival Musim Gugur?"
"Hm?" Hinata menatap Sasuke bingung.
"Kegiatan apa saja yang dilakukan saat Festival Musim Gugur?" Ulang Sasuke. Ia menaruh sumpitnya di atas wadah ramen yang kini telah habis isinya, dan memusatkan perhatiannya pada Hinata. Membuat gadis itu gugup dan memalingkan wajahnya.
"Di-di Festival... Ada.. Kembang api, makanan gratis, semua orang memakai Kimono daaaan..."
"Apa menariknya semua itu?" Sasuke memotong perkataan Hinata tiba-tiba.
"Hm..." Hinata tampak berpikir, "ah! A-apa.. Sasuke-kun belum pernah pergi ke Festival seperti itu?"
Onyx Sasuke melebar, tunggu dulu! Apa Hinata saat ini tengah mengejeknya?
"Ck! Aku tidak ada waktu untuk melihat acara tidak berguna seperti itu." Kilah Sasuke sambil membuang wajahnya.
Hinata terkekeh.
"Jadi... Apa Sasuke-kun... Ma-mau melihat acara tidak berguna itu ber-bersamaku?"
Secepat kilat menyambar, Sasuke menatap amethys gadis keturunan Hyuuga di depannya itu.
"Ti-ti-tidak! Lu-lupakan saja. Pasti Sasuke-kun akan pergi bersama Naruto-kun dan Sakura-chan. Iya 'kan?" Ujar Hinata cepat saat onyx Sasuke menghunus mata bulannya.
"Baiklah. Kita pergi bersama." Kata Sasuke dengan nada yang tidak bisa diganggu-gugat.
Kemudian Pemuda itu beranjak dari duduknya. "Terimakasih makanannya." Imbuhnya seraya berjalan menjauhi Hinata yang sekarang terlihat memerah wajahnya.
OoOoO
[Shiren]
Seorang pemuda tengah berkutat dengan bermacam berkas-berkas di hadapannya. Namun tiba-tiba ia menghentikan aktivitasnya. Ia meletakkan stempel yang sedari tadi berada di tangan kanannya. Pemuda itu menyandarkan punggungnya di kursi dan matanya menerawang. Mengingat apa yang orang-orang penting desa katakan padanya.
"Apa yang harus aku lakukan?!"
.
.
.
TO BE CONTINUE
A/N :
Maaf ya teman-teman masih belum bisa panjang words-nya. Stock untuk chapter ini hanya segini. Hhe^^
Untuk keromantisan SH, mereka akan melakukan pendekatan secara bertahap. Jadi, menurut prediksiku FF ini bakal ada lebih dari 10 chapter. Karena disini puncak konfliknya pun belum ada.
Ah! Jangan bosan untuk berimajinasi bersamaku ya :(
Oh iya, bagaimana pendapat kalian tentang Chapter ini? Makin membosankan, kah?
Terimakasih telah datang berkunjung.
See you next chapter^^
