Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Warn: BL. Shounen,Typo ,Masih Author baru
SasuNaru, SasuSaku,xxxNaru
Dont Like, Dont Read^^
.
This Is
Just Friend? Maybe
Chapter 6 (3k+)
.
.
Present
Di musim dingin, kegiatan yang paling menyenangkan adalah berendam di air hangat, dan ternyata di resort milik Kyubi ini, tidak hanya menyediakan tempat untuk bermain salju tapi juga area onsen yang menawan.
Berendam di air hangat dengan memandangi salju yang turun tentu membuat siapapun ingin mencobanya, tidak terkecuali dengan Naruto.
"Ingin mencobanya...?" Tanya Kyubi ketika melihat Naruto memandangi onsen dengan penuh minat.
Naruto tersenyum senang kearah Kyubi. "Ha'i, apa boleh Kyubi-san...?"
"Boleh, asalkan kau tidak memanggilku dengan embel-embel itu, cukup panggil Kyubi-nii saja"
Sasuke mendengus mendengar ucapan Kyubi pada Naruto. Kenapa banyak orang yang tertarik dengan Dobe nya, kemarin rivalnya Gaara dan sekarang orang baru bernama Kyubi ini.
"Sayang~ Aku juga ingin mencoba Onsen disini" rengek Sakura manja, membuat Gaara memutarkan bola matanya malas mendengar rengekan sahabatnya itu.
"Hn"
"Disini juga ada onsen yang untuk laki-laki dan perempuan, jadi Sakura-san bisa mencobanya"
"Anoo... Apakah tidak ada onsen untuk 'campuran' disini...? Aku ingin bersama Sasuke-kun"
"Tenang saja, disini juga disediakan onsen campuran." Jawaban Kyubi membuat senyum Sakura merekah senang.
"Baiklah, aku sudah tidak sabar untuk mencobanya" Dan bayangan dia dan Sasuke akan berendam berdua membuat senyuman Sakura semakin lebar saja.
"Kita juga akan mencobanya bukan?" Tanya Gaara tiba-tiba kepada Naruto.
"Ah.. Ha'i Senpai" Balas Naruto terbata,tersadar akan lamunannya.
"Bagaimana jika kita sama-sama saja? Kita bertemu disini 1 jam lagi?" Usulan Itachi mendapatkan anggukan semua orang, kecuali Sakura. Rencana berduaannya dengan Sasuke berakhir sudah.
Dalam Resort milik Kyubi, mereka semua mendapat kamar masing-masing, kecuali Sasuke dan Naruto.
Sasuke tadi memprotes atas pembagian kamar kepada Itachi, melihat itu akhirnya Naruto mengalah dan dia akhirnya sekamar dengan Sasuke.
.
.
.
Naruto sedang menata barang-barangnya dan barang-barang Sasuke kedalam lemari yang sudah disediakan didalam kamar mereka.
"Naru..." Bisik Sasuke yang sudah berada dibelakang Naruto.
"Hmm..." Jawab Naruto, masih dengan menata barang-barang mereka berdua.
Grep
"Ada apa Suke...?" Naruto menunduk melihat tangan Sasuke yang melingkar erat dipinggangnya. "Aku sedang bingung"
Kepala Sasuke sudah diletakkan diperpotongan leher Naruto, Menghirup aroma khas Naruto dalam-dalam. Citrus.
Sasuke sangat menyukai aroma itu, Aroma itu membuat Uchiha muda ini merasa nyaman—
Mendengar Ucapan Sasuke, Naruto langsung menghentikan kegiatannya, Mengerti kebiasaan Sasuke maka Naruto akan menunggu. Menunggu Sasuke sendiri yang akan menceritakan masalahnya.
"..."
"Ada apa hmm?" Tanya Naruto dengan yang nada lembut penuh pengertian.
"Apa kau pernah jatuh cinta Dobe...?"
Tubuh Naruto menegang mendengar pertanyaan Sasuke, Punggungnya terasa dingin karena gugup, ada apa dengan Sasuke? Apakah ini saatnya untuk mengungkapkan semuanya..?.
"Tentu saja..." Naruto mencoba agar nada dalam jawabannya bisa senormal mungkin.
Sasuke membalikkan tubuh Naruto. "Ada...? pada Siapa...? Apa aku mengenalnya...?" Tanya Sasuke penuh selidik.
"Kau—,Uchiha Sasuke" Dengan lantang Naruto mengatakan itu, tak lupa iris shapphirenya yang memandang lurus kearah iris Onyx Sasuke
DEG
Tubuh Sasuke membeku, memandang Naruto tak percaya. Bahkan seorang Uchiha Sasuke dapat kehilangan kata-katanya.
"HAHAHAHAHAHAHA... Aku bercanda Suke... Jangan dianggap serius seperti itu"
Naruto berjalan keluar kamar dengan tawa yang masih terdengar dari dalam.
DEG.
DEG.
DEG.
Sasuke memegang dadanya dengan ekpresi bingungnya.
'Kenapa aku berdebar seperti ini...?'
.
.
.
"Kyu..."
"Hmm...?"
"Kau melihat tingkah Sasuke tadi...?"
Kyubi mengentikan aktivitasnya dan berbalik menghadap Itachi. "Hn"
"Apa Sasuke tidak mengingatkanmu dengan seseorang...?"
'Ctak'
"Kau menyindirku...?" Tanya Kyubi sengit. Itachi justru memberikan senyum lebar kepada Kyubi.
GREP.
"Mengingatkan aku padamu dulu kyu" Bisik Itachi tepat ditelinga Kyubi.
Sedikit merinding Kyubi langsung melepaskan pelukan Itachi dan memandang kesekeliling kamar, mencari apakah ada seseorang yang melihat mereka berdua. "Tidak ada siapa-siapa diruangan ini Kyu... Hanya kita berdua" ada sedikit nada kecewa dalam kalimat Itachi tadi.
Kyubi menghela nafas lega, kemudian iris ruby nya memandang wajah Itachi lagi. "Gomen~ Aku masih belum siap jika mereka semua tau"
.
.
.
.
Naruto berjalan menuju tempat onsen berada, dia sedikit terlambat menuju tempat karena sibuk berkeliling resort dan akhirnya lupa waktu.
Sebelumnya Naruto tadi sempat melihat kamar yang ditempatinya dan mendapati keadaan kamar sudah kosong, maka Naruto menyimpulkan bahwa Sasuke sudah menuju onsen terlebih dahulu. Meninggalkannya-
Ketika sampai ditempat yang dituju Naruto melepaskan alas kakinya, karena berbeda dengan gedung resort yang bernuansa modern, Onsen disini dibuat dengan mengambil budaya jepang yang kental, bahkan lantai dalam onsen masih berupa tatami.
Setelah selesai meletakkan alas kakinya, Naruto langsung berjalan menuju kamar ganti laki-laki. Hampir 5 menit Naruto berada disana sebelum berjalan menuju kolam air panas berada.
Sret.
Semua mata langsung tertuju pada Naruto.
Sasuke langsung berdiri dan berjalan menuju Naruto, tidak peduli tubuh basahnya yang hanya ditutupi oleh handuk kecil dibagian privat membuat Sakura menjerit tertahan.
"Kenapa kau meninggalkanku Suke...?"
"Hn! Tadi Sakura menyusulku terlebih dahulu. Gomenne~" Naruto hanya mengangguk pelan. "Dobe apa kau tidak mengenakan lapisan apapun dibalik kimono handukmu itu?"
"Iya, kenapa Suke?" Tanya Naruto polos.
"Jangan lepas kimonomu sekarang, langsung masuk saja!"
"T..tapi"
"Sudah kau masuk saja Dobe"
Naruto melangkah masuk kedalam onsen diikuti dengan Sasuke yang berada dibelakangnya. Air hangat di Onsen tersebut membuat tubuh Naruto menjadi rileks.
Sasuke menuntun Naruto agar berada di pinggir onsen, dan tentunya Naruto berada di dalam area jangkauannya.
"Lepaskan disini" Perintah Sasuke.
Naruto menurut, dia kemudian melonggarkan ikatan di kimono handuknya perlahan, kemudian dia menyingkap bagian kanan kimononya dan mengeluarkan tangannya setelah itu berlanjut ke bagian kimono sebelah kiri.
Tanpa diketahui Naruto, semua mata sedang fokus memandang Naruto, Termasuk Sakura yang langsung iri melihat kulit bagian atas Naruto yang sangat mulus tanpa ada bekas luka sedikitpun, Sakura membandingkan dengan kulitnya sendiri dan dia langsung menenggelamkan dirinya lebih dalam hingga hanya kepalanya saja yang menyembul.
'Dia kalah telak'.
Glup.
Bahkan tanpa sadar Gaara sudah menelan ludahnya gugup, Otaknya sudah memerintah untuk mengalihkan pandangan dari tubuh bagian atas Naruto tapi apadaya jika iris jadenya memiliki 'otaknya' sendiri.
Sasuke membantu melepaskan kimono handuk yang telah basah itu dan menyampirkannya di belakang Naruto. Tidak lupa Sasuke juga membawa handuk dengan ukuran yang lebih besar.
"Tutupi dengan ini Dobe"
Dengan wajah menunduk Naruto menerima handuk yang diberikan Sasuke dan melilitkannya kebagian bawah tubuhnya.
Air dalam onsen yang beruap membuat mereka semua tidak dapat melihat dasar kolam dan itu membuat Naruto lega.
Meskipun begitu Sasuke tadi sempat melihat perut rata Naruto, jari-jarinya tadi juga sempat menyentuh kulit telanjang Naruto. Untung saja Naruto masih menunduk, jika tidak Naruto dapat melihat wajah langka seorang Uchiha Sasuke. Wajah merona seorang Uchiha tentu merupakan pemandangan langka bukan...
.
.
"Lihat wajahya Kyu..." Bisik Itachi yang berendam didekat Kyubi.
"Wajahnya membuatku ingin membenturkannya ketembok"
"Pfft.. Benar-benar mirip denganmu bukan...?"
"Setidaknya aku akhirnya 'menyadari', tidak seperti adikmu itu"
"Aku serta Naruto yang akan jadi pihak tersakiti kalau begitu" Ucap Itachi ketika mengingat kembali, perjuangannya untuk mendapatkan Kyubi dulu.
Dengan tegas Kyubi berkata "Tidak..! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi untuk yang kedua kalinya" .
"kau menyukai Naruto hmm?"
"Mudah untuk menyukainya bukan? Apalagi dengan sifatnya itu, bahkan pemuda tanpa alis itu juga"
"Aku tidak suka dengan pacar Sasuke yang sekarang" Ucap Itachi berganti topik.
"Setuju! Senyumnya terasa tidak tulus, dan adik bodohmu itu menjadikannya sebagai pacar. Cih"
"Sabar Kyuu—".
.
.
.
.
"Apa disini menyenangkan...?" Melihat Naruto sendiri, Kyubi langsung menghampirinya. Setelah berendam tadi Naruto langsung dibawa Gaara kesuatu tempat, kemudian berlanjut kepada Sasuke yang mengambil alih. Hingga Kyubi tidak memiliki kesempatan untuk dekat dengan Naruto.
Dan sekarang Kyubi menemukan Naruto sedang duduk-duduk santai. Sendirian.
"Ah.. Kyu-nii, Disini sangat menyenangkan, Kyu-nii memiliki resort yang sangat menakjubkan"
"Kenapa sendiri saja? Dimana dua bodyguardmu itu...?" Tanya Kyubi jahil, mengerti siapa 'Dua bodyguard' yang dimaksud Kyubi, Naruto langsung terkikik geli.
"Entahlah... mungkin sedang bersama kekasihnya dan Gaara senpai berada dikamarnya" Meskipun diucapkan dengan senyuman tapi terdengar nada getir dikalimat Naruto tadi
"Naru... Ingin mendengar sebuah rahasia...?"
Mendengar kata 'rahasia' Naruto memandang Kyubi,tertarik... "Tentu Kyu-nii".
Kyubi mendekat kearah Naruto, dia membisikkan sesuatu tepat ditelinga pemuda manis tersebut. "Sebenarnya aku adalah..." Kyubi mengucapkan salah satu rahasianya tetapi mata ruby Kyubi memandang seseorang yang berada dibalik tubuh Naruto dengan seringai yang menyebalkan.
Kyubi menjauhkan tubuh mereka ketika melihat 'orang itu' sudah pergi sekaligus untuk melihat bagaimana ekspresi Naruto saat ini.
Naruto memandang Kyubi tidak percaya dengan cherry lips yang menganga. "B..benarkah..?"
"Tentu Naru... Kami adalah teman dekat ketika dia kuliah di Amerika dulu, dan semuanya berawal dari pertemanan itu..." Dan cerita Kyubi pun terus mengalir
Naruto tidak dapat berkata-kata lagi karena sangking terkejutnya. Naruto merasa bahwa cerita Kyubi sangat mirip dengannya hanya saja dia dalam posisi Itachi saat itu. Dan hal yang paling berbeda adalah akhir kisah mereka yang HAPPY ENDING sedangkan dia...
"Jangan pernah berkata aku mirip dengan dia...!" Ucap Kyubi memperingatkan.
Naruto menggeleng, kemudian tersenyum hangat kepada Kyubi. "Kyu-nii dan dia berbeda..."
Sepanjang malam mereka berdua terus berbincang-bincang akrab, hingga ketika Naruto melihat kearah jam tangan yang dipakainya dia begitu terkejut ketika jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Sepertinya kita harus kembali kekamar" Usul Kyubi yang langsung disetujui oleh Naruto. Sepanjang jalan mereka terus melanjutkan perbincangan mereka yang tertunda tadi.
"Jadi, besok kita akan bermain Ski Kyu-nii, tapi aku tidak bisa bermain Ski"
"Tenang saja... aku akan mengajarimu"
"Kyu-nii bisa...?"
"Jangan remehkan aku, . Itachi saja aku yang mengajarinya" Ucap Kyubi dengan bangganya.
"Benarkah...?"
"Jangan percaya dia Naru" terdengar suara berat dibelakangnya.
"Ah..! Itachi-nii...! Kau mengagetkanku." Naruto memang sempat terlonjak kaget ketika suara Itachi yang tiba-tiba berada dibelakangnya, sedangkan Itachi sekarang malah tertawa melihat reaksi lucu Naruto.
"Jangan mengganggunya Itachi...!"
"Yaah! Kyu... Kenapa kau sekarang jadi protektive kapada Naru seperti itu..."
"Dia adalah Otouto ku sekarang, benarkan Naru..?" Naruto mengangguk membenarkan tak lupa Naruto juga menyunggingkan senyuman pada Itachi
Sret...
"Tapi dia juga Otouto ku...!" Itachi menarik Naruto untuk berdiri dekat dengannya. Naruto memandang perdebatan keduanya dengan senyum yang terkembang, tidak disangka dua orang yang tampak kaku dan tegas diluar bisa berperilaku seperti ini jika bertemu.
"Naru kau pilih siapa? Aku atau Itachi..?" Kyubi dan Itachi memandang wajah Naruto,serius, menunggu dengan was-was bagaimana jawaban Naruto.
Naruto tersenyum lagi sebelum memberikan jawaban kepada keduanya.
Grep.
"Kalian berdua adalah Aniki-ku... Sudah jangan berdebat lagi aku mengantuk" Naruto menggandeng Itachi dan Kyubi di lengan kanan dan kirinya secara bersamaan. Membawa mereka berdua menuju kamar masing-masing dengan genggaman yang tidak terlepas.
.
.
.
.
Keesokan harinya.
Naruto bangun pagi hari ini, dia menyipkan pakaiannya serta Sasuke yang digunakan untuk bermain Ski pagi ini.
Setelah semuanya siap termasuk Naruto yang sudah mandi dan berganti pakaian dia berjalan menuju ranjang mereka untuk membangunkan Sasuke.
"Suke... Bangun..." Dengan lembut Naruto mengguncang-guncangkan tubuh bagian atas Sasuke untuk segera bangun.
"Suke..."
"Mmmh... Dobe berisik!" Sasuke malah menaikkan selimutnya.
"Tapi... bukannya hari ini kita ak—"
SRET
"Kyaaa"
Dug.
"Kau berisik Dobe..!" Onyx Sasuke memandang Naruto yang berada dibawahnya tajam, Sasuke tadi menarik tangan Naruto yang mengguncang bahunya. Kemudian dia dengan tangkasnya membalik tubuh Naruto hingga sekarang berada dibawahnya.
"Tapi Suke..."
"Darimana saja kau semalam Dobe?"
"Semalam...? Aku tidak kemana-mana, aku hanya berbicara dengan Kyu-nii dan akhirnya lupa waktu"
"Kyu-nii? Kau benar-benar sudah akrab dengannya hmm?" Tanya Sasuke dengan alis yang terangkat.
"Hmm... lepaskan aku Suke" Balas Naruto tidak nyambung. Melihat Naruto menghindari pertanyaannya Sasuke langsung bangkit dan berjalan masuk ke kamar mandi. Tapi sebelum itu Sasuke tidak lupa dengan ritual pagi mereka.
Mengecup dahi Naruto lembut dan mengucapkan selamat pagi padanya.
Naruto memandang kepergian Sasuke dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. "Andai kau tau Suke... Bagaimana nasib persahabatan kita nantinya" Gumam Naruto lirih.
.
.
.
"Sudah siap kuning...?"
Naruto menoleh kearah sumber suara, dan dia dapat melihat Gaara sedang berjalan kearahnya.
"Ha'i,Senpai juga sudah siap" Ucap Naruto ketika melihat penampilan Gaara yang sudah dilengkapi dengan peralatan ski.
"Sudah lama aku tidak bermain Ski" Ucap Gaara ketika sudah berada disampingnya.
"Aku malah belum pernah bermain Ski, Senpai..."
"Kalau begitu aku akan mengajari dasar-dasarnya padamu."
"Ha'i, Arigato Senpai. Aku hanya pernah melihat orang bermain ski ditelevisi. Kalau Sasuke dia juga pernah bermain ski dulu dengan Itachi-nii"
"Hmm? Tumben sekali dia tidak bersamamu"
"Tadi Sakura-chan datang menjemput Sasuke terlebih dahulu, aku tidak tau kenapa mereka belum sampai juga"
Puk
"Jangan berekspresi seperti itu kuning... Nikmati liburanmu kali ini"
"Ha'i sen—" belum sempat Naruto menyelesaikan kalimatnya dia sudah mendengar suara Sasuke dan Sakura dibelakangnya, ketika ingin menoleh kebelakang, Tubuh Naruto tiba-tiba ditarik oleh Gaara untuk lebih menghadapnya.
"Ada ap—"
"Jangan menoleh kebelakang!"
"Tapi..."
"Aku bilang jangan kuning !" Perintah Gaara tegas sambil mengeratkan kedua tangannya dibahu mungil Naruto agar tidak dapat berbalik.
Iris emeraldnya menatap tidak suka pemandangan dibalik tubuh Naruto. Sakura yang tengah meraih tengkuk Sasuke dan menciumnya intens, Sahabatnya itu bahkan sudah tidak tau tempat, apa dia tidak sadar kalau sudah menjadi pusat perhatian. Sungguh memalukan.
Sepasang iris emerald juga ikut membalas tatapan Gaara dengan tatapan puas. Sementara sepasang onyx lain sedang memandang lengan yang memeluk Dobenya dengan tajam.
Naruto meremat baju depan Gaara perlahan. Kepala kuningnya juga sudah menunduk sedih.
"Kita pilih tempat lain ya...?"
Naruto langsung mengangguk dan mengikuti Gaara yang membawanya menjauh dari tempat itu.
.
.
.
Sasuke POV.
Setelah melihat Naruto dibawa pergi oleh Gaara menjauh, aku langsung menjauhkan tubuh Sakura yang menempel erat dengan tubuhku. Aku dapat melihat Sakura yang masih tidak fokus karena ciuman tadi.
Sebenarnya aku bisa saja menjauhkan tubuh Sakura ketika dia mulai meraih tengkukku, tapi itu tidak aku lakukan karena aku ingn membuktikan bahwa aku masihlah 'normal' bahwa selama ini yang aku lakukan dengan Naruto hanya sebatas sahabat saja.
Tapi... Kenapa aku tidak merasakan apapun ketika Sakura menciumku...
Sasuke POV end.
.
.
.
"Sepertinya aku ingin menarik rambut pink itu...! Dia melakukan dengan sengaja bukan"
"Benar"
"Dan Adik bodohmu itu menerimanya dengan senang hati."
"Biarkan dia Kyu, aku ingin tau apakah dia bisa mengambil keputusan yang benar atau tidak. Dia harus sadar bahwa rasa protectivenya pada Naruto bukanlah perasaan yang biasa dimiliki oleh seorang sahabat"
"Dan dalam proses itu, Narutolah yang akan terluka Itachi..."
"Jika itu telah melampaui batas,... aku sendiri yang akan menghentikannya. Itu janjiku Kyu" Ucap Itachi tegas.
.
.
.
"Naru.. aku telah berjanji untuk mengajarimu bukan" Kyubi berdiri disamping Naruto yang sedang berlatih teknik dasar dengan Gaara. Sewaktu belajar bersama Gaara tadi, Naruto sempat terjatuh karena tidak dapat menahan keseimbangan, tapi untunglah ada Gaara yang selalu mendampingi Naruto
"Kyu-nii...! Aku sudah bisa tekhnik dasarnya... Gaara Senpai yang mengajariku" Naruto memamerkan keahlian barunya pada Kyubi.
"Kalau begitu ayo kita mulai bermain dijalur pemula" Naruto mengikuti Kyubi dari belakang dengan papan luncurnya, dikedua tangannya sudah ada tongkan untuk penyeimbang. Naruto dapat melihat Itachi yang sudah meluncur bebas melalui lereng-lereng bak pemain profesional.
"Naru... aku akan masuk kedalam" Pamit Gaara sambil melihat kearah handphonenya. Sepertinya ada sesuatu yang penting fikir Naru.
"Ayo Naru..."
"Ha'i..!" Kata Naruto semangat.
.
.
.
Mereka berdua sudah bolak-balik berseluncur didaerah pemula, dengan telaten Kyubi membimbing Naruto, hingga Naruto sudah lumayan bisa untuk bermain. Udara dingin tidak membuat Naruto dan Kyubi berhenti bermain. Mereka bahkan sudah melepaskan peralatan ski dan hanya bermain salju.
Kegiatan yang kekanakan memang, tapi mereka berdua sangat menikmatinya. Naruto ingat waktu dia masih kecilba ketika musim dingin t. Dia akan bermain salju seperti ini bersama ayahnya sedangkan sang ibu hanya akan duduk didepan rumah.
"Melamunkan apa hmm..?"
"hanya masa kecilku Kyu-nii, dulu aku dan Tou-san sering bermain salju seperti ini" cerita Naruto sambil tersenyum bahagia pada Kyubi.
"Ayo kita lanjutkan."
.
.
.
"Naru... Ayo bermain denganku, aku akan mengajarimu"
"Eh... Suke, Tapi.." Naruto memandang Kyubi dan Sasuke bergantian.
"Tidak apa-apa Naru. Aku akan menemui Itachi sekarang, kau bersama Sasuke saja" Kemudian Kyubi berjalan menjauhi Naruto serta Sasuke. Kyubi berharap mereka berdua akan jujur satu sama lain, terutama Sasuke yang akan menyadari perasaannya.
"Banyak yang ingin mengajarimu Dobe..."
Naruto tersenyum mendengar perkataan Sasuke, tidak menyadari nada sinis di kalimat Sasuke tadi. "Mereka semua sangat baik, ini benar-benar liburan yang menyenangkan"
"Seharusnya kau tadi memintaku untuk mengajarimu, Dobe"
"Kau tadi terlalu sibuk dengan Sakura Chan Sasuke..."
"Maafkan aku Naru, tadi Sakura yang mem—"
"Kenapa minta maaf...? Sakura chan adalah pacarmu Suke... " Sasuke terdiam mendengar kalimat Naruto. Dirinya juga bertanya tanya kenapa dia meminta maaf kepada Naruto karena menghabiskan waktunya tadi dengan Sakura seolah-olah Naruto adalah... 'kekasihnya..?'
"Sudahlah, ayo pakai peralatanmu lagi, kita bermain bersama"
Sasuke yang sudah jago dalam bermain ski malah mengerjai Naruto, Naruto yang berseluncur pelan tiba-tiba didorong oleh Sasuke.
"Kyaaa Suke...! "
Sasuke malah tersenyum jahil, kemudian menyusul Naruto yang sudah meluncur menuruni lereng.
"Sukeee...!" Naruto panik karena dia tidak bisa berhenti, dia seolah lupa dengan tekhnik dasar yang diajarkan Gaara tadi. Padahal jika dikampus otak encer Naruto akan meyerap semua informasi yang ada.
"Hahaha... Rasakan Dobe" Sasuke masih tertawa jahil, Sasuke meluncur tepat disamping Naruto.
"Kyaaaa..."
BRUKK..!
Sasuke menghentikan laju Naruto dengan menarik tubuh Naruto kearahnya, mereka berdua berguling-uling sesaat sebelum berhenti diatas tumpukan salju.
"Hosh..Hosh..Hosh... Kau menyebalkan Suke..."
"Tapi menyenangkan bukan...?" Sasuke memandang Naruto yang masih berbaring disebelahnya kemudian dia menyunggingkan senyumnya, kemudian Naruto membalas tatapan Sasuke dengan bibir yang tertarik keatas.
Beberapa detik kemudian mereka berdua malah tertawa lepas.
'Aku tidak pernah tertawa selepas ini, selain dengan Naruto. Apakah aku benar-benar...' Sasuke membatin sambil melihat wajah manis Naruto ketika tertawa
"Sebagai hukuman kau harus menggendongku Naik Suke..." Ucap Naruto setelah tawanya reda
.
.
.
Sasuke menggendong Naruto dibalik punggungnya. Lengan Naruto berpegangan pada bahu lebar Sasuke erat. Sepanjang perjalanan naik, Mereka berdua habiskan dengan diam. Diam yang membuat suasana tenang yang nyaman.
Naruto menghirup aroma tubuh Sasuke,dalam. Aroma mint yang tidak pernah gagal membuatnya merasa nyaman. Naruto semakin erat memeluk bahu Sasuke.
Sementara Sasuke tersenyum lembut melihat Naruto yang semakin erat memeluk bahunya. Hingga tidak terasa mereka sudah sampai diatas
"Sasuke-kun... Darimana saja..? aku sudah mencarimu kemana-mana"
Mendengar suara Sakura, Naruto langsung meminta Sasuke untuk menurunkannya.
"Ada apa Sakura...?" Tanya Sasuke datar.
"Kakiku sedikit terkilir Sasuke-kun~ Ayo kita kembali ke resort saja"
Sasuke melihat kearah Naruto yang berada disampingnya.
"Pergilah Suke... Kasihan Sakura-chan, kakinya terkilir seperti itu" Sasuke berpikir sejenak kemudian menyetujui permintaan Sakura.
"Berjanjilah kau akan segera menyusul Dobe..!"
"Ha'i, aku akan mencoba satu kali lagi dan setelah itu aku akan segera kembali" mendengar ucapan Naruto, Sasuke menjadi tenang meninggalkan pemuda manis itu sendiri.
Sebelum Sasuke serta Sakura pergi, Sakura sempat berbicara sesuatu dengan Naruto. Hanya beberapa menit memang tapi setelah itu Sakura langsung berbalik menuju Sasuke yang sedang menunggunya dengan senyum liciknya.
.
.
.
Waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, dan ini adalah waktunya untuk makan siang. Mereka semua nantinya akan berkumpul di salah satu tempat makan yang disediakan dalam resort milik Kyubi itu untuk makan siang bersama.
"Sepertinya siang ini akan terjadi badai salju"
"Hn! Diluar juga sudah mulai gelap. Padahal ini masih jam 12 siang"
"Untung saja kita tadi bermain ski pada pagi hari" Ucap Kyubi, hanya Kyubi dan Itachi yang berada di tempat makan itu, kemudian disusul dengan Gaara yang datang sendirian.
"Naruto belum datang...?" Tanya Gaara kepada mereka berdua.
"Hn, mungkin sebentar lagi akan datang bersama Sasuke" Jawab Itachi tenang. Tapi ketika sang Uchiha bungsu datang hanya bersama Sakura saja, mereka mulai khawatir.
"Dimana Naruto...?" Tanya Kyubi langsung.
"Naruto belum kembali...?" Tanya Sasuke bingung.
"Apa maksudmu dengan bertanya balik seperti itu. Tadi dia bersamamu bukan...?" Tanya Kyubi dengan nada satu oktaf lebih tinggi.
Perasaan Sasuke mulai tidak nyaman. "Tadi... Aku... Meninggalkannya"
"Meninggalkannya.. Katamu!"
"Kyubi tenanglah, coba kau perintahkan stafmu untuk mencari Naruto dikamarnya, siapa tau dia masih bersiap-siap disana.!" Perintah Itachi dengan kepala dingin.
Beberapa menit kemudia staf yang diperintahkan Kyubi sudah kembali. "Maaf Kyubi-san, Naruto-san belum kembali sejak tadi pagi"
Brakk!
"Kau memang brengsek Uchiha...!" Kyubi langsung berlari keluar sambil membawa jaket yang berada disampingnya. Dikatakan seperti itu Sasuke hanya bisa diam, karena dia memang sangat bersalah dalam kasus ini
"Aku akan mencarinya"
"Tidak perlu..! Kau diam saja bersama kekasihmu disini..!" Dengan dingin Itachi berkata seperti itu.
"Aku benar-benar kecewa padamu Sasuke" Itu adalah kalimat terakhir Itachi sebelum dia menyusul Kyubi keluar.
Sementara Gaara tidak mengatakan apapun tapi dia langsung bergegas keluar untuk mencari Naruto.
"Sasuke ini bukan salahmu... Naruto senpai saja yang tid—"
"Diam..!" Perintah Sasuke tegas. Sasuke meninggalkan Sakura sendiri sementara dia pergi untuk ikut mencari Naruto.
"Sasuke kun... Sasuke kun..." Teriak Sakura dari belakang
.
.
.
"Aku tidak menemukannya disekitar sini Kyu"
"Terakhir kali aku melihat Naruto berada disini brsama Sasuke"
Gaara juga ikut mencari Naruto disekitar daerah itu tapi dia juga tidak menemukan Naruto dimanapun. Kemudian Gaara teringat akan ekspresi sakura ketika memasuki resort setelah bermain ski tadi.
Terlalu mengerti akan tabiat sang sahabat , Gaara langsung berlari masuk kembali kedalam resort. Dia mencari-cari keberadaan Sakura hingga dia menemukan gadis pinky itu didalam kamarnya.
Tanpa mengucap apa-apa lagi, Gaara langsung bertanya to the point. "Dimana Naruto berada..?"
"Apa maksudmu Gaara...? Aku tidak mengerti"
"Aku terlalu mengenalmu untuk mengetahui kebohonganmu Sakura... Cepat katakan dimana Naruto...?"Desis Gaara menakutkan
"Kenapa kau berada dipihak laki-laki itu Gaara... Kau sahabatku..! Kau harus berada dipihakku" Tanpa sadar Sakura juga ikut terpancing emosi.
"Jadi benar ini semua ulahmu...? Kau Gila Sakura...!"
" ..!"
"Kau tau... sebentar lagi akan terjadi badai Sakura... Jika Naruto diluar sana ketika badai itu terjadi bisa kau bayangkan bagaimana keadaan Naruto nanti...?"
"B..badai..?... Ta..tapi aku hanya ingin memberi p..pelajaran kepada N..Naruto senpai, A..aku tidak tau jika .. ak..akan ada badai" Jelas Sakura terbata.
Flashback On.
"Senpai.."
"Ada apa Sakura-chan..?"
"Tadi sewaktu aku bermain ski disebelah sana aku menemukan pemandangan yang sangat bagus, bahkan lebih bagus dari pada disini senpai"
"Waah... Benarkah...? Tapi apakah disana aman? Aku baru pemula soalnya" Ucap Naruto sambil tersenyum kepada Sakura.
"Sangat aman senpai... Rute-nya sangat mudah bagi para pemula"
"Baiklah kalu begitu, aku akan mencobanya, terimakasih infonya Sakura-chan"
Naruto tidaklah tau bahwa rute yang ditunjuk Sakura adalah rute yang digunakan khusus bagi para pemain ski professional saja, bukan hanya karena rintangannya saja tapi juga karena disana terdapat lereng-lereng yang sangat curam
Flashback Off
"KAU BENAR-BENAR SUDAH GILA SAKURA...!"
TBC
Tara Note : Yaaah... Niat awal untuk menistai Sasuke jadi berbalik gini... Gomenne Minna, Tapi ini awal mula penistaan Sasuke, jadi mohon dimaklumi.
See You Next Chapter.
Peluk dan cium Tara untuk orang – orang yang berbaik hati mau meluangkan waktu untuk memberi sebuah jejak ini
ARIGATO^^
(Maaf kaau salah dalam penulisan nama atau yang lupa tidak tercantum^^)
mifta cinya, Saniwa satutigapuluh, kimm bii, heriyandi kurosaki, Ryuusuke583, Sivanya anggarada, Reikai Eran, Namikaze Otorie, miszhanty05, gleda myrtle, Istiartika, uzumakinamikazehaki, Zhiewon189, kyubi no kitsune 4485, Call Me Mink, Yuu-Chan Namikaze, Choikim1310, RisaSano, Dewi15, 85, meyy-chaan, Uzumaki Prince Dobe-Nii, ChubbyMinland, Zaditha Uchiha, , saphire always for onyx, belfacimut, rei diazee, Miyu Mayada, kazekageashainuzukaasharoyani, Hina Devilujoshi, Angel Muaffi, Vianycka Hime, KrisTaoPanda01, CloudYesungie, Aiko Michisinge, Reiasia95, Vherakim1, Orieku kazemia, Blackjackrong, versetta, hanazawa kay, akai kuro, Krisho Baby, kawaiinifa19, November With Love, BlackCrows1001, uchiha poetri, Guest, Guest(2), Ichijo Sena, Guest (3), vianney, Mathematicolicious13, Guest (4), Afh596, sasunaru, Shima, Eun810, aikhazuna117, Damchu93, yumeka88, Rara, Guest (5), AiWonNaru, ai no dobe, xxxSN.
