.
.
.
.
.
Story of Evil
BoboiBoy milik Animonsta studio,Nizam Razak dan lain-lain
Story of Evil punya Akuno-P/Mothy-P
Warning:baca chap 2,males ngetik nya /gaplok
Yosha! Semua nya siappp~? /apaansih oke abaikan,makasih banyak ya,udah review! Aduhh
Halo halo halo! Back with me, the famous Aika Furusawa! /ditempleng
Oke,aku tau chap kemarin agak melenceng jauh dari cerita Story of Evil. Tapi,sorry! Aku...aduh gimana ya, pengen nambahin ide yang udah bersarang(?) di otak ini! Gomen-gomen,su /pundung. Jadi,silahkan dinikmati aja ni chapter.
Story of Evil with BoboiBoy Chara
.
.
.
.
.
Happy Reading minna! ^^
.
.
.
Besok adalah hari dimana putri manis kita akan meninggalkan kerajaan nya dan juga...
Dunia.
Skip time kebesokan hari nya~
Ying duduk terdiam di singgasana nya, Ochobot, yang selalu berdiri disamping kanan singgasana nya hanya bisa menampakkan ekspresi khawatir.
'Oh ya ampun Ying, apa yang terjadi pada mu?'tanya Ochobot dalam hati. "Putri?"panggil Ochobot pelan. Sang putri segera tersadar dari lamunan nya, "ah iya? Ada apa,Ochobot?"tanya Ying sambil menatap Ochobot, sekarang ikatan rambutnya jadi agak sedikit kebawah.
"Ya ampun putri Ying, lihat ikatan-"
BRAK!
"Putri! Gawat! Ini gawat!"seru Api sambil berteriak di depan pintu. Ying menoleh dengan dahi mengernyit, "ada apa Api?"tanya sang putri tenang.
"Sekumpulan warga yang membawa obor dan garpu rumput *CMIIW sedang menuju kemari putri!"seru Api lagi. Ying membelalakan mata nya, "APA?! BAGAIMANA BISA?!"seru Ying histeris. Api menggaruk belakang kepala nya, "a...ada yang sudah tau kalau anda membunuh putri Gempa yang mulia"lapor Api gugup.
Ying menggertakan gigi nya, "suruh semua maid, Air, dan Halilintar meninggalkan tempat ini! Kau juga, pergi lah dari sini Api"seru Ying. Api membungkuk, "baik yang mulia"jawab Api sambil menegakkan tubuh nya. Dia segere berlari keluar dan bertemu dengan 3 maid, Air dan Halilintar.
"Api, kau sudah beritahu putri?"tanya Taufan cemas. Api mengangguk, "putri menyuruh kita semua pergi dari sini, secepat mungkin!"seru Api. Hanna menatap pintu istana dengan cemas, "bagaimana dengan Ying-hime? Apa kita akan meninggalkan nya?"tanya Hanna khawatir. Halilintar menghela nafas, "ya, kita harus, ini tugas"balas Halilintar tegas.
"Baiklah, ayo segera pergi dari sini"
Dan keenam pembantu istana itu segera pergi meninggalkan istana besar tersebut.
Ying berjalan bulak balik di depan singgasana karna cemas, "oh ya ampun, apa yang harus ku lakukan? Oh tuhan tolonglah aku!"ucap Ying frustasi.
"putri pergilah dari sini" sederet kalimat itu meluncur dengan mudah dari Ochobot.
Ying menatap Ochobot dengan tatapan marah, "tidak bisa! Kalaupun bisa, aku pasti sudah pergi dari sini!"seru Ying sambil mengacak rambut nya sendiri.
"Aku adalah putri Ochobot! Putri! Aku adalah penguasa kota ini! Itulah alasan nya kenapa aku tidak bisa meninggalkan tempat ini!"ucap gadis blonde itu frustasi. Ochobot menatapnya iba, "tidak apa-apa Ying, pergilah dari sini"ucap Ochobot sambil mengelus rambut sang putri lembut.
Sang putri terkejut, ini pertama kalinya Ochobot memanggil nya 'Ying' tanpa embel-embel 'putri'. "Aku adalah kakak mu, kakak kembar mu, dan adalah tugas ku untuk selalu menjaga mu"ucap Ochobot sambil tersenyum hangat. Ying meneteskan air mata nya,
Ochobot melepas elusan nya dan mengambil sebuah jubah coklat dari kantung nya (Ai:gimana caranya? '3'). "Pakailah dan kabur lewat pintu belakang"ucap Ochobot tegas.
Ying hanya bisa menurut, sekarang dia berhadapan dengan kakak.
Garis bawahi, kakak.
Ying memakai jubah tersebut dan terdiam sebentar, "Ying? Apa yang kau lakukan?! Pergilah-"
"Kamar ku disebelah sana,"tunjuk Ying pada sebuah pintu kayu jati. Ochobot mengangguk dan melepas jepit rambut kuning yang ia pakai untuk menggulung rambutnya. Dan rambut nya menjadi seperti Ying.
"Sekarang pergilah adikku sayang, kakak selalu menyayangi mu"ucap Ochobot sambil berlari ke kamar Ying. Ying meneteskan air mata nya, "sayo..nara...aniki"ucap nya pelan sambil berlari ke pintu belakang.
Ochobot memakai gaun yang Ying biasa pakai dan segera duduk di singgasana menunggu kedatangan Yaya yang akan memberontak (Ingat di chap 1, Yaya ngasih tau dia mau memberontak ke Ochobot).
"Ying, selamatkan dirimu"gumam nya pelan.
BRAK!
Pintu utama di dobrak kasar oleh sekumpulan warga marah. Ochobot segera memasang pose se angkuh mungkin dan tersenyum arogan. "Heh, bisa juga kalian mendobrak pintu utama"ucap Ochobot angkuh. Seorang gadis bertudung merah muda datang mendahului semua warga dan sampai beberapa meter didepan Ochobot.
"Kau sudah siap untuk kematian mu, heh? Putri Ying..."ucap gadis itu arogan. Ochobot tersenyum mengejek, "heh, kematian ku hm? Apa yang kau maksud Yaya?"tanya Ochobot sombong. Yaya hanya menyeringai keji, "Fang-sama, Putri sialan ini sudah menerima akan kematian nya"ucap Yaya dengan aura gelap.
Seorang pangeran dengan surai anggur dan kacamata nila bernama Fang itu maju dan tersenyum arogan, "langsung tangkap saja kalau begitu"ucap Fang sambil menarik paksa tangan Ochobot. Dalam hati, Ochobot bersyukur dia memiliki wajah manis nan shota yang membuat nya mirip seperti Ying.
Skip time~
"Amy, bisakah kau tolong bunyikan bell kematian?"tanya Fang sambil tersenyum ramah pada Amy. Amy mengangguk dan segera berlari menuju menara bel.
"Satu kematian akan datang diiringi dengan bunyi bel kematian"gumam Yaya sambil mendorong Ochobot ke arah tempat hukuman nya.
Setelah kepala Ochobot masuk kedalam lubang besar tersebut, Yaya bersiap menarik tali yang menghubungkan dengan mata pisau diatas kepala Ochobot.
"Ada kata-kata terakhir putri?"tanya Fang dingin. Ochobot mengangguk,
TENG! TENG!
"Ah ini saatnya makan siang"
BRAK!
Dan mata pisau itu memotong apa yang ada dibawah nya. Ying yang mendengarnya segera berlari menerobos kerumunan orang-orang yang masih terbelalak melihat nya.
"Permisi maafkan aku, aku harus melihat"ucap Ying sambil menyamarkan suara nya. Saat dia melihat kedepan, dapat dilihatnya kepala Ochobot yang terpisah dari tubuh nya.
Matanya terpejam namun seulas senyum berada di bibir nya.
"Ka...kakak..."gumam Ying lemah, dia jatuh terduduk dan menyentuh darah yang tergenang di dekat nya. "Harusnya...harusnya aku tidak percaya padamu kalau kau tidak akan meninggalkan ku kak".
Karna hukuman iti telah usai, semua warga atau semua orang disana pergi meninggalkan mayat mengenaskan Ochobot itu.
"KAKAKKKKKKKK"
Teriakan pilu seorang gadis blonde dapat terdengar dengan jelas.
"KAKAKKKKKK, KAKAK KENAPA MENINGGALKAN AKU?! KENAPA KAK?! KENAPA?! KAWAB AKU KAKKKKKKK"
Teriakan menyedihkan itu terdengar begitu pilu dan menyakitkan.
Ying menangis, tangisan nya pecah dan seketika dia meraung-raung tak karuan.
"KAKAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK"
.
.
.
.
Tsudzuku~
Aika's Bacot Side:
AAAAA APA INI?! Udah lama gak update, pas update chap nya pendek pula ;'b /ditimpukinbatu/
Maaf ya Minna! Aika lagi seneng-seneng nya main game K****a N***a sama G*****.**.**
Terus juga banyak fic iklan yang gaje pula, hahhh author macam apa aku ini /pundung/
So? Sedih gak? Kalau gak, okelah tak apa, soalnya Aika juga ngetiknya pake muka stoic /diceburin/
Inilah chapter kematian Ochobot,su~ ngak greget karna hukuman nya itu sama kayak Suzy,su~
Oke,chap depan : Regret Message! /tepuktangan/
Lisa:woy! Mau di kemanain itu fic Baby Blue?
Aika:Lis, nanti juga ku lanjut /pokerface/
Lisa:terserah /pasangtopengkucinglalumenghilang/
Aika:dasar...
Okelah,Aika minta review nya ya~
Sincerely,
Furusawa Aika~
