DISCLAIMER : MASHASHI KISHIMOTO

AU

Rated : T

Genre : Adventure & Friendship

Naruto U. & Sasuke U. & Team 7

Warning : OOC, Semi-canon,Typo,abal Dsb...

Pair : Naruto x ? , Sasuke x ?

RnR

.

.

.

Naruto Rikudou

Chapter 6 : Survival Batle Part 1 Team 7

.

.

.

Akademi sudah mulai ramai oleh para calon shinobi yang telah lulus tes kemarin para calon shinobi mulai berdatangan tak terkecuali Naruto dan Sasuke. Saat ini mereka semua sedang menunggu penggumuman pembagian tim yang akan diumumkan hari ini ada yang sedang membayangkan satu tim dengan idola mereka.

Tampak Naruto dan Sasuke tengah dikerumuni para fans girl mereka namun seperti biasa mereka berdua tidak mengubrisnya. Tak lama berselang Iruka pun datang dan para calon shinobi langsung menuju ke tempat duduk mereka masing-masing.

Iruka lalu berjalan di depan kelas berdiri di depan para muridnya yang tak lama lagi akan menjadi shinobi yang telah mereka impikan sejak mereka masuk ke akademi shinobi ini. Iruka mengecek kembali dokumen-dokumen yang tengah berada di tangannya lalu berdehem untuk mendapatkan perhatian dari muridnya "ehem".

"bailah mulai hari ini kalian akan menjadi salah satu shinobi tapi, kalian adalah genin yang masih pemula mulai dari sekarang semuanya akan berjalan lebih sulit lalu...mulai hari ini kalian akan menerima misi dari desa. Baiklah hari ini akan saya umumkan pembagian tim...setiap tim terdiri dari tiga orang gennin dan setiap tim akan dibimbing oleh satu guru jounin..."

"...Dalam menyelesaikan misi, kalian harus mengikuti petunjuk dari guru masing-masing. Dan agar dalam menentukan anggota tim tidak terjadi keributan maka aku yang akan menentukan anggota timnya tolong kalian dengarkan dengan seksama (tim 1-6 skip soalnya gak tau) baiklah selanjutnya tim tujuh Uchiha Sasuke, Uzumaki Naruto" ucap Iruka menyebutkan nama-nama yang akan masuk kedalam tim tujuh.

Semua calon shinobi perempuan atau yang biasa disebut kunoichi tengah berdoa agar mereka masuk tim tersebut karena dua idola kelas berada dalam satu tim "...dan Haruno Sakura kalian akan dibimbing oleh Hatake Kakashi" lanjut Iruka membacakan nama terakhir yang masuk dalam tim tujuh. Sakura yang namanya di sebut langsung melompat-lompat kegirangan karena setim dengan dua idola di akademi.

'tidak setim dengan Naruto-kun ya?' Batin Hinata sedih.

Seluruh calon kunoichi langsung melakukan protes akan keputusan Iruka yang dianggap tidak menguntungkan mereka "sensei ini tidak adil kenapa Sakura bersama Sasuke-kun dan Naruto-kun" protes gadis yang rambutnya bewarna pirang pucat dengan gaya pony tail, Ino.

Iruka yang mendengar protes dari murid gadis yang tidak disebutkan di tim tujuh geram "Diam! kalian semua. Susunan tim ini sudah dirancang oleh para dewan dan sudah mendapat persetujuan dari Hokage-sama" bentak Iruka menenang suasana.

'hn. Aku harap dia tidak merepotkan' batin Sasuke sambil melirik Sakura sedangkan Naruto santai-santai saja.

Merasa suasana kelas kembali tenang Iruka pun melanjutkan membacakan pembagian tim "selanjutnya tim delapan anggotanya Aburame Shino, Hyuuga Hinata dan Inuzuka Kiba kalian akan dibimbing oleh Yuhi Kurenai. Lanjut, karena tim sembilan tahun kemarin masih aktif maka kita loncati saja sekarang tim sepuluh yang beranggotakan Yamanaka Ino, Nara Shikamaru, Akimichi Chouji pembimbing kalian Sarutobi Asuma"

"Baiklah berhubung seluruh tim sudah sensei beritahukan, sensei akan pamit dulu kalian tunggu disini saja guru pembimbing kalian akan menjemput" lanjut Iruka semua muridnya mengangguk lalu Iruka keluar.

Naruto berjalan keluar dari kelas "mau kemana kau Naruto" tanya Sasuke yang melihat Naruto sedang berjalan keluar kelas.

"aku ada urusan dulu (author : padahal ada panggilan alam ckckckcck)" ucap Naruto lalu pergi.

...

Sudah hampir dua jam tim tujuh belum dijemput oleh pembimbing mereka padahal seluruh tim sudah dijemput oleh senseinya masing-masing dan tinggal tim tujuh yang masih setia berada di dalam kelas.

"kemana saja sih pembimbing kita belum datang-datang juga samapi sekarang. Lihat semua tim saja sudah di jemput oleh pembimbingnya masing-masing" gerutu Sakura sambil mondar mandir didepan kelas sedangkan Naruto dan Sasuke sedang enak-enakan bersandar di dinding kelas tak memperdulikan salah satu rekannya yang menggerutu tak jelas.

.

.

.

(sementara itu di gedung Hokage)

Tampak dua orang tengah bediri berdampingan sambil melihat pemandangan desa Konoha dari atas gedung Hokage. Orang pertama tampak terlihat sudah uzur terlihat dari kulir wajahnya sudah dipenuhi keriput orang itu tampak berdiri tenang sambil menghisap cerutunya sedangkan satu orang lagi tampak lebih muda dari orang pertama dengan tampang wajahnya yang terlihat tak mempunyai semangat dan sebuah buku bersmpul orange di tangannya.

"jadi aku akan menjadi guru pembimbing Naruto ya?" ucap seorang pria kedua yang memiliki rambut perak menjulang dan memakai masker serta mata kirinya ditutupi dengan hitaiatenya, Hatake Kakashi.

"ya, menempatkanmu menjadi pembimbingnya dan mengawasinya adalah yang terbaik. Selain itu dia mempunyai potensi yang hebat dan juga Sasuke dari klan Uchiha juga ada dalam kelompokmu dia menjadi sahabat baik dari Naruto dan sering berlatih bersama" ucap orang pertama yaitu Sandaime aka Hiruzen tanpa mengalihkan pandangannya.

Kakashi lalu menutup bukunyalalu menghadap Sandaime "begitu ya...baiklah" ucap Kakashi sambil berjalan santai meninggalkan tempatnya 'sepertinya akan menarik' batin Kakashi.

...

(kembali ke akademi)

Sakura masih saja menggerutu soal pembimbingnya namun tiba-tiba muncul asap tebal "hai..." ucap seseorang dari balik asap tersebut sambil melambaikan tangannya. Sasuke dan Naruto yang sudah menyadari kedatangannya langsung membuka matanya, karena mereka dapat merasakan kehadiran seseorang melalui sensor mereka.

"sensei kau telat dua jam..." ucap Sakura geram sambil menunjuk orang tersebut dengan telunjuknya.

Orang yang bernama Kakashi itu hanya memberikan eyesmile ciri khasnya "hahahah...maaf-maaf aku tadi saat dijalan aku bertemu kucing hitam jadi aku mengambil jalan memutar agar tidak sial dan pada saat sudah dijalan yang benar aku tersesat dijalan yang bernama kehidupan" ucap Kakashi sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

'alasan macam apa itu, benar-benar bohong, tak bisa dipercaya' Batin Sakura Naruto dan Sasuke bersamaan.

"baiklah temui aku di atap" ucap Kakashi lalu menghilang menggunakan shunshin. NaruSasuSaku langsung keluar dari kelas menuju ke atap bangunan tersebut.

.

.

.

.

(atap akademi)

...

Disebuah atap bangunan di desa Konoha tampak beberapa orang tengah berkumpul diantaranya tiga orang remaja salah satunya perempuan dan satu orang lainnya terlihat sudah dewasa

Orang yang terlihat lebih tua dari ketiga orang lainnya hanya memandang bosan kearah ketiga muridnya itu dengan sebuah novel yang masih di pegangnya "baiklah...semuanya sudah datang sebaiknya kita perkenalan dulu" ucapnya.

"ano...apa yang harus diperkenalkan?" Tanya satu-satunya perempuan disana.

Orang yang terlihat lebih tua itu hanya memandang satu-satunya perempuan didepannya dengan pandangan sayu "...yah tentang apa yang kalian sukai yang tidak kalian sukai cita-cita atau hobi...yah... yang seperti itulah." Jawab senseinya santai.

"bagaimana kalau sensei perkenalkan dulu dirimu" ucap gadis itu lagi.

"...ah ya baiklah, namaku Hatake Kakashi aku tidak ingin memberiahu kalian tentang apa yang aku suka dan yang tidak aku suka cita-citaku...aku katakan juga tidak ada gunanya hobiku kalian belum boleh tau" ucap senseinya yang bernama Kakashi memperkenalkan dirinya.

"jadi kita Cuma diberitahu namanya saja" ucap gadis itu sambil menunduk (sweetdrop)

"hn" balas Sasuke dan Naruto sambil mengangguk mengiyakan.

"baik, sekarang giliran kalian. Mulai dari yang perempuan dulu"

"namaku Haruno Sakura hal yang kusukai..." melirik kanan dan kirinya sambil tertawa kecil "yang tidak aku sukai ditinggal oleh teman-temanku. Cita-citaku..." kembali melirik kanan dan kirinya "kyaaaa...".

'seorang fans girl, anak gadis seumuran dia mereka lebih tertarik dengan cinta daripada menjadi ninja' batin Kakashi dia tampak menghela nafas sejenak "cukup hah... selanjutnya kau" ucap Kakashi sambil menunjuk laki-laki yang berambut raven.

"namaku Uchiha Sasuke yang kusukai tidak ada. yang tidak kusukai banyak hobiku berlatih terutama dengan Naruto cita-citaku, bukan lebih tepatnya ambisiku mencaritahu kebenarannya dan membawa pulang kembali orang 'itu'" ucap Sasuke tenang.

'ke-keren..' batin Sakura sambil menatap Sasuke dengan mata berbinar.

Kakashi mengangkat sebelah alisnya sedikit binggung dengan ucapannya tadi 'apa yang terjadi padanya?.' Batin Kakashi namun dia tidak ambil pusing untuk memikirkannya "baiklah yang terakhir" ucapanya sambil melihat laki-laki blonde yang berada disana.

"namaku Uzumaki Naruto hal yang kusukai ramen, terutama jika ditraktir sama Iruka-sensei, hal yang tidak kusukai menunggu ramen matang hobiku sama dengan Sasuke terutama bersamanya dan cita-citaku mencaritahu identitas seseorang dan menciptakan perdamaian di dunia shinobi" ucap Naruto tenang, Sasuke hanya tersenyum tipis.

'hm... menarik' Kakashi lalu menutup buku yang tengah dia baca "baiklah cukup sampai disini perkenalannya, mulai besok kita akan menjalankan misi. Pertama misi yang kita lakukan hanya berempat dulu" ucap Kakashi mengakhiri sesi perkenalannya.

"apa?." Tanya mereka bertiga "latihan bertahan hidup" lanjut Kakashi, Naruto dan Sasuke saling melirik lalu mereka berdua berseringai.

"?!" Kakashi melihat seringaian mereka berdua jadi binggung.

"kanapa latihan?. Kalau latihan kan sudah di akademi" tanya Sakura yang penasaran.

"kali ini lawannya aku dan ini bukan latihan biasa." Ucap Kakashi.

"lalu latihan seperti apa?." Tanya Naruto.

"khukhukhu..."

Sakura yang mendengar tawa mengerikan dari senseinya itu sedikit bergidik "apanya yang lucu sensei?." Tanya Sakura yang masih penasaran akan latihannya.

"tidak ada sih, tapi jika aku katakan kalian pasti akan ketakutan. Dari 27 orang yang lulus yang akan diakui menjadi genin hanyalah 7 orang. Latihan ini adalah ujian yang super sulit dengan dengan tingkat kegagalan mencapai 66 persen" terang Kakashi sambil memandang tajam ketiga muridnya berupaya menakut-nakuti.

'gluk' Sakura menelan ludahnya gemetar namun Naruto dan Sasuke tampak tak begitu perduli malah seringaian mereka bertambah lebar 'hn...sangat menarik' batin mereka berdua (author : benar-benar kompak kalian berdua 'salut').

'apa yang mereka rencanakan?..' batin Kakashi bertanya-tanya.

"hahaha...kalian berdua tidak merasa takut?" tanya Kakashi sambil melihat Sasuke dan Naruto.

Naruto serta Sasuke tampak tenang-tenang saja "hn. Tidak..kami malah senang ada kelinci percobaan" ucap Sasuke datar, lalu Sasuke dan Naruto menunjukkan seringaiannya. 'gluk..' 'wah...wah mereka tampak bersemangat sekali. Aku jadi sedikit gemetar' batin Kakashi sedikit merasa kurang enak saat melihat seringaian mereka berdua.

"sensei, kenapa harus diadakan latihan seperti itu?" tanya Sakura sambil mengangkat tangannya.

Kakshi lalu mengalihkan pandangannya kearah gadis bersurai seperti kelopak bunga sakura tersebut "...ah, itu ya... itu hanya untuk menyaring orang-orang yang berbakat untuk menjadi shinobi, selain itu besok aku juga ingin melihat kemampuan kalian, bawa semua alat ninja kalian. Jangan sarapan atau akan kupaksa untuk mengeluarkan isi perut kalian. Hal selengkapnya ada di kertas ini, dan besok jangan sampai terlambat." ucap Kakashi lalu berdiri dan memberikan kertas pada tiga orang muridnya itu.

"muntah?!. Apa seberat itu" ucap Sakura. 'aku tak akan menyerah hanya karena latihan ini, kalau begini aku harus mengalahkan Kakashi-sensei... tapi jika aku gagal aku akan terpisah dari Sasuke-kun dan Naruto-kuun... ini adalah ujian cinta aku tidak boleh menyerah.' Batin Sakura menyemangati dirinya sendiri.

Mereka bertiga lalu mengambil kertas yang diberikan Kakashi dan membacanya "ya baiklah pertemuan hari ini cukup sampai di sini. Sampai jumpa besok pagi" ucap Kakashi sambil melambaikan tangannya lalu menghilang dalam kepulan asap.

"ah...aku pulang dulu, aku akan menyiapkan semua yang aku butuhkan untuk besok. Jaa~" ucap Sakura pada Sasuke dan Naruto lalu pergi dari tempat itu.

"Sasuke ayo kita coba jurus kombinasi kita..." ucap Naruto lalu menoleh ke Sasuke. "hn, baiklah ayo" balas Sasuke.

Lalu Naruto menghilang menggunakan shunshin anginnya, Sasuke juga mengikutinya dengan shunshin apinya.

.

.

.

.

Mereka berdua pun sampai ditempat biasa mereka berlatih bersama "tunggu sebentar Sasuke" ucap Naruto pada Sasuke, Sasuke hanya menjawab 'hn'. Naruto lalu memejamkan matanya berkonsentrasi untuk menemui Kurama.

...

MinsCape

...

Sebuah ruangan gelap yang hanya diterangi dengan obor yang berada di tembok, tampak sebuah kurungan besar yang mengurung seekor bijuu terkuat.

"yo, Kurama" sapa Naruto pada rubah besar bewarna orange yang tengah terlelap di dalam kurungan didepannya itu.

Rubah berbulu orange itu terlihat membuka kedua matanya lalu melihat pemuda bersurai pirang yang tengah membangunkan tidurnya dengan pandangan malas "hn, ada apa Gaki?." Tanyanya.

"Kurama apa besok kami berdua bisa menggunakan kekuatan kami sepenuhnya?." Tanya Naruto.

"terserah kau sajalah, tapi tetap berhati-hatilah" jawab Kurama santai.

"Aku ingin melatih jurus kombinasi kami, apa kau ingin ikut Kurama?." tanya Naruto.

Rubah yang menyandang gelar Kyuubi no Youko itu tampak kembali memejamkan matanya "tidak aku masih ingin tidur, aku masih ngantuk" balas Kurama lalu kembali tidur.

"begitu ya, ya sudah aku kembali dulu." Ucap Naruto lalu dia berkonsentrasi lagi untuk keluar dari mindscapenya.

...

Real World

Naruto kembali membuka matanya lalu berdiri "baik, ayo kita mulai Sasuke" "hn, lama sekali kau Naruto" ucap Sasuke lalu berjalan ke Naruto.

Naruto tak mengubris perkataan dari partnernya tersebut "kita akan menggabungkan elemen apimu dengan anginku." Ucap Naruto "mungkin kita juga harus merancang strategi yang banyak Teme untuk berjaga-jaga bila ada musuh yang lebih kuat dari kita"

Sasuke menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Naruto, mereka berdua menyadari jika di luar sana masih banyak musuh yang lebih kuat dan berbahaya "hn. baiklah".

"Sasuke coba kau keluarkan jurus apimu, aku akan menguatkannya dengan jurus anginku"

Sasukemengangguk lalu membuat handseal "baiklah kumulai dulu" "Katon: Goukakyuu no Jutsu" Sasuke menyemburkan bola api yang cukup besar.

Pada waktu yang sama Naruto yang berada disebelah Sasuke yang langsung mengeluarkan satu jurus anginnya "hm...lalu akan ku perbesar dengan ini" Naruto merentangkan kedua tangannya ke depan "Fuuton: Daitoppa" muncul tekanan angin yang cukup kuat dan membuat api Sasuke tadi membesar karena sifat angin yang mampu memperbesar intensitas jutsu katon.

"kita coba yang lain".

"hn" Sasuke lalu membuat handseal yang cukup rumit "Katon : Sanryuu Huashi" Sasuke membuat tiga naga api. Naruto yang sudah selesai membuat handseal bersiap mengeluarkan jurusnya "Fuuton : Dai Kamaitachi no Jutsu".

"COMBINATION TECHNIQUE : SANRYU KASAI TATSUMAKI(TIGA TORNADO NAGA API)" teriak Naruto dan Sasuke bersamaan. Tiga naga api Sasuke tadi langsung diselimuti dengan angin yang terlihat seperti pelindung yang mampu menyayat apapun yang di leawtinya.

.

.

.

Skip Time

.

.

.

-10.30 P.M Uchiha Mansion-

...

Sasuke tampak sangat gelisah diatas tempat tidurnya,dia tampak masih terjaga dengan posisi terlentang sambil memandang langit-langit kamarnya. Setelah beberapa lama berusaha memejamkan mata agar tertidur tapi tidak berhasil akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke dapurnya untuk mencari makanan.

...

-Sasuke POV-

...

Saat ini aku masih belum tertidurentah apa yang membuatku masih terjaga sampai saat ini aku mencoba memejamkan mataku tapi aku tidak merasa kantuk sedikitpun. Aku menurunkan kakiku dari atas kasurku lalu pergi menuju dapur untuk mencari makanan, kubuka lemari makanan tapi tidak ada makanan.

"...cih, tidak ada makan satupun" gumamku lalu aku memutuskan untuk pergi keluar rumah untuk mencari toko yang masih buka sambil mencari angin di luar.

Ku langkahkan kakiku dijalanan desa Konoha aku melihat ada toko yang masih buka dan kuarahkan kakiku menuju ke sana, setelah membeli beberapa makanan ringan lalu membayarnya aku menuju ke bukit patung Hokage melihat pemandangan desa di malam hari yang terlihat sangat indah. Setelah sampai aku melihat seseorang yang sedang duduk berada disana lalu ku hampiri orang tersebut.

...

-Normal POV

.

.

.

Sasuke melihat seseorang yang sedang berada di bukit patung Hokage lalu dia menghampiri orang tersebut, sepertinya orang itu belum menyadari kedatangan Sasuke. Orang itu masih tetap duduk melihat pemandangan desa dari atas bukit.

Sasuke lalu menyapa orang tersebut "..hm?" ucap Sasuke orang tersebut pun langsung menoleh ke arahnya.

"...eh Sasuke-kun" balas orang itu, seorang gadis berambut soft pink, Sakura.

"hn. ternyata kau... Sedang apa kau malam-malam disini?." Tanya Sasuke lalu duduk disamping Sakura. "aku tidak bisa tidur, lalu aku putuskan saja pergi ke sini. Lalu Sasuke-kun sendiri ada apa malam-malam ke sini?" tanya Sakura balik.

"hn. hanya mencari angin." Jawab Sasuke sekenanya, sedangkan Sakura hanya ber "oh" ria setelah itu mereka berdua hanya diam saja tidak ada yang memulai pembicaraan. Setelah lama mereka diam Sasuke mengambil makanan yang di belinya di toko tadi lalu membukanya.

"hn, apa kau mau?." Tanya Sasuke sambil menyodorkan makanannya ke Sakura, Sakura tampak malu-malu untuk menerimanya.

'Sasuke-kun menawari makanan untukku?. Perhatian sekali...' batin Sakura "e-eh apa benar?." Tanya Sakura memastikan.

"hn. Ya, Ambil saja lagi pula aku masih punya beberapa lagi." Balas Sasuke "te-terima kasih Sasuke-kun.." ucap Sakura dia merasakan pipinya memanas.

Sasuke mengangguk "hn. Sama-sama, apa kau tidak pulang?. Ini sudah malam besok kan ada latihan?." Tanya Sasuke tanpa menolehkan pandangannya dari desa Konoha yang tampak sangat indah pada malam hari.

"..eh, aku masih ingin di sini. Pemandangan desa sangat indah di malam hari aku jadi ingin terus di sini..." jawab Sakura lalu melakukan hal yang sama dengan Sasuke.

"hn. kau benar." Balas Sasuke.

Setelah itu suasana kembali hening hanya ada suara jangkrik yang menemani mereka berdua pada malam ini, Sakura pun terditur di bahu Sasuke. "sepertinya dia sudah mengantuk." Ucap Sasuke lalu membenarkan posisi kepala Sakura.

...

Skip Time

.

.

.

Keesokan Harinya

...

Ditempat training ground 7 tampaknya Naruto, Sasuke dan Sakura sudah datang dan tengah menunggu kedatangan Kakashi yang sudah pasti telat. Mereka semua memakai baju yang sama ketika dia masih di akademi hanya saja Sasuke membawa sebuah pedang di punggungnya. Terlihat Sakura sedang mondar mandir di depan Naruto dan Sasuke "uh.. kakashi-sensei kemana sih, pasti telat lagi" ucap Sakura kesal.

Sasuke dan Naruto hanya diam saja tampaknya mereka sudah mengetahui kebiasaan Kakashi walau baru pertama kali bertemu saat perkenalan kemarin, lalu mereka berdua mengambil bekal mereka masing-masing

"...sudahlah Sakura, berhenti mondar mandir seperti itu cepat duduklah." Ucap Sasuke bosan melihat kunoichi tersebut dari tadi mondar mandir terus.

"eh Sasuke-kun Naruto-kun kenapa kalian sarapan?. Kata Kakashi-sensei kan kita di larang sarapan atau kita akan di paksa mengeluarkan isi perut kita." Ucap Sakura memperingati mereka berdua.

"sudahlah, jangan hiraukan sensei gila itu masak sarapan saja di larang mana ada. Aturan seperti itu Apa kau mau?." Tanya Naruto sambil menyodorkan bekalnya.

"tidak, aku tidak mau memuntahkan isi perutku." Ucap Sakura tidak berani melanggar perintah sensei bermasker itu namun... 'krriiuukk'. Sakura yang mendengar suara memalukan dari perutnya hanya menundukkan kepalanya menyembunyikan ekspresinya saat ini.

"lagi pula dia pasti akan telat, jika latihan dan belum sarapan kau tidak mempunyai tenaga. Malah merepotkan nanti" tambah Sasuke lalu menyodorkan bekalnya juga.

"ba-baiklah...terima kasih Sasuke-kun, Naruto-kun" ucap Sakura terharu 'kyaa...terima kasih kami-sama, kau temukan aku dengan kedua malaikat tampan ini. Mereka sungguh perhatian denganku.' Batin Sakura kegirangan.

...

Setelah menunggu kedatangan sensei mereka yang cukup lama Naruto dan Sasuke merasakan kehadiran seseorang yang mendekat lalu muncul asap yang tidak terlalu tebal "yo...maaf aku te-" ucap sesorang dari balik asap itu, namun ucapanya tidak mampu diteruskan karena tiba-tiba datang dua fuma shuriken yang menuju kearahnya, tapi dengan sigap orang itu menghindari adegan berbahaya tersbut.

"hai teman-teman pagi..." salam orang tersebut yang ternyata Kakashi.

"kau TELAAAAT!" teriak Sakura.

"ha'i~ha'i... gomen. Itu tadi sambutan yang cukup mengerikan loh..." ucap Kakashi lalu menolehkan kepalanya kebelakang melihat pohon yang tumbang akibat dua fuma shuriken tadi. Kedua orang pelaku yang melempar shuriken itu tidak lain dan tidak bukan yaitu Sasuke dan Naruto hanya cuek-cuek saja.

"ya, alaramnya sudah kupasang. Baiklah kalian akan latihan sampai jam makan siang" ucap Kakashi sambil meletakkan jam wekernya diatas batang pohon. "disini ada dua lonceng, kalian harus merebutnya dariku sebelum tengah hari" ucapnya lalu memperlihatkan dua lonceng yang tengah dia bawa.

"kalian yang tidak dapat merebut lonceng ini sampai tengah hari tak akan dapat makan siang. Selain itu aku juga akan mengikatmu di batang pohon itu, dan aku juga akan makan siang di depanmu" jelas Kakashi sambil menunjuk sebuah batang pohon yang digunakannya meletakkan weker tadi.

'jadi ini alasannya dia tidak memperbolehkan kita sarapan?, tapi untung saja Naruto-kun dan Sasuke-kun menawariku makan' batin Sakura.

"...kau hanya perlu mengambil satu lonceng karena hanya ada dua...jadi pasti ada salah satu dari kalian yang akan terikat dibatang pohon itu. Jadi orang yang tidak bisa merebut lonceng ini dianggap gagal karena tidak bisa menyelesaikan misinya, dengan kata lain salah satu diantara kalian akan dikirim kembali ke akademi" jelas Kakashi panjang lebar.

Sakura tampak berkeringat dingin 'gluk'. Namun berbeda dengan kedua teman setimnya Naruto dan Sasuke tampak tenang-tenang saja lalu mereka berdua menyeringai.

"kalian boleh menggunakan shuriken maupun senjata yang lainnya. Kalian tidak akan bisa merebutnya jika kalian tidak menyerangku dengan niat membunuh." Ucap Kakashi, Sasuke dan Naruto kembali menyeringai kali ini tambah lebar.

'gluk' 'ah...sepertinya ini akan sulit' batin Kakashi setelah meliaht seringaian itu.

"tapi!, itukan berbahaya sensei!" ucap Sakura khawatir.

"jangan khawatirkan aku...kalian hanya perlu menyerangku saja." Ucap Kakashi. "baiklah, kita mulai. Bersiap...MULAI!" ucap Kakashi memulai latihannya. Lalu mereka bertiga melompat untuk bersembunyi.

"hm...mereka bertiga menyembunyikan kehadiran mereka dengan baik, bahkan Naruto dan Sasuke aku tidak bisa mendeteksi chakra mereka. Sepertinya akan menyenangkan" ucap Kakashi lalu mengeluarkan buku kesanyangannya.

"...sebaiknya aku mencari Sakura terlebih dahulu". Kakashi lalu membuat satu klon bayangan dan menyuruhnya mencari Sakura sementara dia membaca bukunya itu.

.

.

.

Apa yang akan dilakukan Sakura?... apa rencana Naruto dan Sasuke?. Dan bagaimana cara Kakashi menghadapi mereka berdua?. Eeiittss sabar dulu...Itu akan dijelaskan chapter depan. Tunggu chpater selanjutnya.

.

.

.

To Be Continued

...

. . .! ! !