Tittle :SAKAU!
Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Shim Changmin
Pairing: KyuMin/ Slight!ChangMing
Rating : M
Genre : Romance, Drama
Length : Chaptered
Warning : YAOI/BL / TYPO(s) / Little Naughty Ming!/ Bad Kyu!/ dll
Disclaimer : menurut saya, cinta itu seperti 'Yin dan Yang'. Perbedaan energi positif dan energi negative yang menyatu dan saling melengkapi membentuk suatu kekuatan tersendiri seperti 'Kyuhyun dan Sungmin', tapi fict ini murni milik saya sepenuhnya..
Summary : "Menyingkir dariku, yeoja jalang! Jangan pernah dekati aku lagi setelah pengkhianatan yang kau lakukan terhadapku." / "Apa urusannya denganmu, heh!? Apa bila aku mati akan menjadi suatu masalah yang besar untukmu, SUNGMIN!?" / Tanpa diduga-duga Sungmin menarik wajah Kyuhyun untuk menghadapnya dan mempertemukan bibir Kyuhyun dengan bibirnya./ KYUMIN/YAOI/ JOYers silahkan berkunjung!
** (bunnyblackFLK136) present **
~ SAKAU!
.
.
.
enJOY
.
.
PREVIOUS CHAPTER
"KAU!?"
.
.
.
CHAPTER 6
"KAU!?" pekik Kyuhyun melambangkan kekagetannya akan ulah sosok yang tengah menindihnya. Sedangkan sosok itu hanya tersenyum menggoda Kyuhyun.
"Menyingkir dariku!" ujar Kyuhyun dengan tegas namun sosok itu tetap bersikukuh menindih sambil terus memainkan kancing Kyuhyun. Emosi Kyuhyun pun tersulut, dengan kasar didorongnya tubuh seseorang tadi dan Kyuhyun pun bangun.
"Menyingkir dariku, yeoja jalang! Jangan pernah dekati aku lagi setelah pengkhianatan yang kau lakukan terhadapku."
"Apa maksudmu, Kyu!?" tanya yeoja itu sambil menatap Kyuhyun dengan berkaca-kaca.
"Simpan airmata busukmu itu! Jangan berlagak dihadapanku, Shunhwa! Kau pikir aku tak tahu kelakuan biadabmu selama ini. Kau sering tidur dengan namja-namja lain diluar sana dan kau tengah hamil. Untuk itu kau mendekatiku agar kau bisa menjebakku dengan mengatakan bahwa bayi yang berada dalam kandunganmu adalah darah dagingku! KAU PIKIR AKU BODOH SEHINGGA KAU BISA DENGAN MUDAHNYA MEMBODOHIKU!?" teriak Kyuhyun dengan amarah yang meluap-luap. "KAU PIKIR AKU TAK TAHU KELAKUANMU YANG MENCOBA MENJEBAKKU DI BAR WAKTU ITU, HUH!? Jangan menganggap remeh diriku! DAN PERGI DARI HADAPANKU SEKARANG JUGA!"
Shunhwa yang tak tahan dengan ucapan Kyuhyun berlari sambil menangis terisak. Ia berpikir Kyuhyun tak mengetahui kelakuannya selama ini begitupun rencananya untuk menjebak Kyuhyun. Ia pun harus menelan kenyataan pahit itu sendiri.
Sementara Kyuhyun langsung jatuh terduduk sambil memegangi dadanya yang naik turun tak beraturan. Emosinya tadi sungguh tak dapat ia kendalikan lagi. Berulangkali ia meminta pada Shunhwa agar menjauhinya dengan nada sehalus mungkin namun yeoja lembek itu masih saja keras kepala. Kyuhyun yang sudah tak tahan akhirnya meluapkan amarahnya seperti tadi. Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya dan dapat kita identifikasi sebagai obat penenang. Entah bagaimana caranya mendapatkan obat tersebut yang tentunya hanya dapat ditebus dengan resep dokter. Namun, mengingat siapa dia sungguhlah mudah untuk memperoleh obat itu. Ia bersiap memasukkan obat itu dalam mulutnya namun sebuah suara berhasil menghentikan kegiatannya tersebut.
"Itu tak baik untuk kesehatanmu!" ujar seseorang dari arah belakang Kyuhyun. Ia berjalan dan mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun. "Obat itu bisa membunuhmu."
"Apa urusannya denganmu, heh!? Apa bila aku mati akan menjadi suatu masalah yang besar untukmu, SUNGMIN!?"
'Tentu saja, pabbo! Kau adalah misiku!' teriak Sungmin dalam hati.
"Tidak juga. Tapi, aku akan sangat kasihan padamu karena kau mati sia-sia dengan diperalat obat-obatanmu itu." Balas Sungmin membuat Kyuhyun kesal. "Aku tahu kau mengkonsumsinya agar kau tak merasa tertekan dengan hidupmu, namun caramu salah. Kau tak seharusnya mengkonsumsi obat penenang itu, cukup jernihkan pikiranmu."
"Itu terlalu sulit!"
"Benarkah!?" tanya Sungmin. "Mau kutawarkan bantuan!?"
Kyuhyun tersenyum remeh. "Kau bisa apa!?"
Tanpa diduga-duga Sungmin menarik wajah Kyuhyun untuk menghadapnya dan mempertemukan bibir Kyuhyun dengan bibirnya. Awalnya hanya menempel namun Sungmin mulai mengulum bibir bawah Kyuhyun. Kyuhyun yang terbuai akhirnya larut dalam permainan Sungmin. Entah bagaiman caranya kini Kyuhyunlah yang justru memimpin ciuman tersebut. Kyuhyun bahkan tak sadar bila ia telah menjatuhkan obatnya dan kini tangannya justru sibuk menekan tengkuk Sungmin. Tangan Sungmin juga sudah mengalung pada leher Kyuhyun. Sungmin tersenyum dalam ciumannya.
.
.
.
~ SAKAU! ~
.
.
.
FLASHBACK ON
Sungmin dan Changmin kini berada di Blue Ship, tempat perdamaian yang dimaksud oleh Changmin. Sungguh indah bukan main pemandangan yang ada disini. Blue Ship terletak di salah satu daerah terpelosok di China. Tempat yang rimbun dan jauh dari keramaian. Suasana mampu membuat siapapun yang berkunjung merasa aman dan tentram. Sungmin tak henti-hentinya mengagumi tempat ini, matanya berbinar lucu membuat Changmin gemas akan tingkahnya itu.
"Kau akan menemui pengantarmu." Ucap Changmin setelah mereka sampai pada sebuah pendapa ditempat itu. Disana terdapat seorang kakek tua dengan jenggot putihnya sedang bersemedi. Changmin terlebih dahulu menemui orang tersebut dan sedikit berbincang-bincang terlebih dahulu.
"Kemarilah, Min!" ajak Changmin dan Sungmin pun menurut. Ia duduk bersimpuh disamping Changmin dan berhadapan dengan kakek tua tersebut. "Perkenalkan, beliau adalah Sooman beoji, yang nantinya akan membantumu menyelesaikan masalahmu."
"A-annyeong.." sapa Sungmin gugup. Sooman tersenyum lalu menuangkan teh pada cangkir yang ada didepannya dan menyerahkannya pada Sungmin. Sungmin menerimanya seraya mengucapkan terimakasih. Ia pun meneguk teh tersebut.
"Jadi, apa masalamu anak muda!?" tanya Sooman. Sungmin hanya diam bingung akan menjawab apa. Sesekali ia melirik Changmin yang terus tersenyum entah pada siapa. Sooman tertawa, menyadari kebingungan Sungmin.
"Tidak perlu kau jelaskan. Aku sudah tahu semuanya jauh sebelum kau kemari. Aku telah lama menanti kedatanganmu, Sungmin. Aku tak ingin mengorek luka lamamu yang dapat kupastikan hanya akan menghambatmu, mungkin sedikit cerita tentang kelakuanmu dulu hingga membuatmu terjebak di Dimensi Further." Sooman berujar sambil memainkan jenggotnya. Ia menjentikkan jarinya dan muncullah sebuah wadah yang berasal dari tanah liat seperi baskom berisi air. "Lihatlah dirimu didalam sana!"
Sesuai ucapan si kakek itu, Sungmin menurut. Tiba-tiba ia merasa ditarik masuk kedalam baskom tersebut dan menjelajah waktu. Ia kembali menyaksikan perbuatannya sendiri di masa lalu. Setelah cukup lama Sungmin pun kembali.
"Kurasa cukup sampai disitu kau tahu hal tersebut."
Sungmin yang terengah hanya mampu menjawabnya dengan anggukan kepalanya. Ia tak habis pikir bahwa di masa lalu ia sekeji itu, bahkan ia lebih kejam daripada Kira. Membunuh adalah tugasnya. Bayi, balita, remaja, bahkan orang tua pun tak luput dari pembunuhan tragisnya. Motifnya hanya satu, untuk mencapai kesenangan semata. Sungmin ingin menangis saat melihatnya, membayangkan betapa buruknya ia dahulu. Kini pun ia bersumpah, ia akan melakoni tugasnya demi membalas semua perbuatan kejinya. Ia harus!
"Lantas, apa yang harus kulakukan!? Aku bersaksi akan menebus dosa-dosaku sebagaimana yang Changmin katakan sebelumnya. Aku akan bernegosiasi dengan Tuhan." Mantap Sungmin.
Dan disinilah ia berada. Bersama dengan Changmin dan Sooman ia diajak berteleportasi ke sebuah tempat yang ia tak tahu apa namanya dan tak ingin tahu. Yang ada dipikirannya kini adalah cara agar ia tak dihantui perbuatan masa lalunya. Tiba-tiba sinar putih muncul namun tak ada sosok seperti kemunculan Changmin sebelumnya, hanya sinar.
"Katakanlah anak muda, katakan janjimu!" tegas Sooman. Sungmin pun mengatakan janjinya, bahwa ia menerima tugas apapun yang nantinya akan ia pikul. Dan cahaya itu menghilang setelah ia mengucap janjinya. Mereka pun kembali berteleportasi ke Blue Ship.
"Sekarang aku bertugas menjadi perantara bagimu. Kau diutus untuk bertemu seseorang dan terlibat dalam hidupnya." Sooman memulai penjelasannya dan seterusnya hingga Sungmin mengerti apa yang harus ia lakukan. 'CHO KYUHYUN' itulah targetnya.
"Aku akan mengirim shinigami-mu untuk turut ke permukaan –bumi. Dia akan membantumu nantinya. Pantanganmu hanya satu, jangan sampai bertemu dengan tubuh aslimu yang masih koma. Atau waktumu akan habis. Tenang saja, akan kubuat orang-orang disektarmu tak menyadari siapa kau sebenarnya, cukup mereka tahu tubuhmu yang tergeletak tak berdaya disana saja." Sooman mengakhiri kalimatnya.
"Shinigami?" ulang Sungmin.
"Ya, Changmin adalah shinigami-mu. Dia yang bertanggungjawab padamu. Dia malaikat kematianmu!"
.
.
.
"Jadi, dia Cho Kyuhyun!?" tanya Sungmin pada Changmin yang berada disampingnya. Mereka telah turun ke permukaan dan kini tengah mengintai seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun.
"Ye. Identitasnya dan hal-hal lainnya sudah kutuliskan pada buku itu. Satu yang harus selalu kau ingat, dia adalah seorang SAKAU atau tergantung pada obat-obatan yang dapat menimbulkan rasa nyaman untuknya." Jelas Changmin. Sungmin mengangguk paham. Dibaliknya lembar-lembar dalam buku yang berisi tulisan Changmin itu. Ia mengerutkan kening saat dirasa menemui hal yang janggal.
"Kau tadi mengatakan bahwa ia seorang yang tergantung pada obat-obatan tapi mengapa disini tertulis bahwa IQ-nya sangat tinggi dan kemampuan otaknya juga diatas rata-rata!?"
"Molla! Mungkin antibody-nya cukup kuat."
.
.
.
Heechul bersama suaminya terlihat tengah mendatangi salah satu Rumah Sakit ternama di Seoul. Disana, putranya Cho Kyuhyun terbaring lemah setelah ditemukan pingsan di sebuah klub malam. Mereka terlihat panik atau lebih tepatnya Heechul lah yang panik.
"Dokter, bagaimana keadaannya?" tanya Heechul pada dokter yang baru selesai memeriksa keadaan Kyuhyun.
"Apa anda dengan Tuan dan Nyonya Cho?" tanya balik dokter itu. Heechul mengangguk. "Mari ke ruangan saya. Ada beberapa hal yang harus anda ketahui perihal kondisi putra anda." Ajak dokter dan mereka pun mengikutinya.
"Begini, Tuan, Nyonya. Saya telah mendeteksi sampel darah pada Saudara Kyuhyun. Setelah dideteksi, saya menemukan bukti bahwa Saudara Kyuhyun telah mengkonsumsi obat penenang dalam kurun waktu yang cukup lama. Mungkin hal ini dilakukannya untuk menekan depresinya hingga ia merasa nyaman."
Mendengar penjelasan sang dokter mereka pun terkejut bukan main. Mendapati putra semata wayang mereka yang ternyata seorang Adiksi atau istilah kerennya Sakau.
"Hikss.. Kyunniee~ bagaimana mungkin kau bisa melakukan ini semua!?" racau Heechul yang tak kuasa menahan tangisnya mendengar penjelasan dokter. Sang suami bergegas menenangkannya. Heechul sadar bila selama ini ia telah mengabaikan Kyuhyun dan hanya menjejalinya dengan uang melimpah. Mungkin hal ini dapat dijadikan salah satu indikasi mengapa Kyuhyun dapat berbuat senekat itu. Namun, sikap Kyuhyun yang memang jauh dari kata sopan terkadang menyulut emosinya hingga kata kasarlah yang akan keluar darinya.
"Lalu bagaimana dengan keadaannya, dokter!? Apa ada yang bermasalah dengan keadaannya?" tanya Hangeng khawatir.
"Itulah yang kini menjadi pertanyaan besar bagi saya bahkan tim kedokteran yang lain. Entah dapat dikatakan ini sebuah mukjizat atau bukan, namun saudara Kyuhyun tak mengalami masalah apapun pada kesehatannya terutama pada kinerja sistem saraf pusatnya. Otaknya bahkan tak mengalami gangguan apapun. Untuk kalangan adiksi pada umumnya, mereka pasti akan mengalami gangguan terutama pada saraf pusatnya. Beruntung bagi putra anda."
"Benarkah!? Bagaimana mungkin!?" tanya Heechul tak percaya. Hal ini setidaknya membuatnya merasa lega karena tidak terjadi suau hal yang membahayakan sesuai perkiraannya namun ia juga cemas apabila dokter salah vonis.
"Saya beserta tim kedokteran yang lainnya telah meneliti sampel darah saudara Kyuhyun. Bahkan, kami juga mendatangkan dokter-dokter ternama yang berasal dari Jepang untuk meneliti hal ini. Awalnya, kami mengira saudara Kyuhyun rutin menyuntikkan Midkine untuk antidota dalam tubuhnya. Semacam protein yang membuat dan menghasilkan sel. Mengganti sel yang rusak dan menghentikan proses kanker. Mengembalikan sel saraf, jadi itu bisa menjadi obat ajaib bagi Alzheimer. Namun kurasa itu mustahil, karena untuk membuat Midkine artifisial membutuhkan dana sebesar 5 miliar dengan riset 5 tahun. Lagipula, pembuatnya bukanlah sembarang orang. Lalu, kami mencurigai perkiraan yang kedua yaitu Midkine berlimpah dalam janin."
"Maksud, dokter?"
"Jadi, setelah kami meneliti ulang kami menyimpulkan bahwa saudara Kyuhyun adalah janin tersebut. Dengan kata lain, Midkine tersebut memang telah dianugerahkan pada saudara Kyuhyun sejak lahir."
Hangeng dan Heechul bernapas lega.
"Namun, ada baiknya bila saudara Kyuhyun dapat menghentikan aksinya dalam mengkonsumsi obat-obat penenang ini. Memang bukan masalah bagi saudara Kyuhyun, namun kami mencurigai bahwa keturunannya mungkin tak mewarisi Midkine ini. Berbagai Institut Kedokteran masih menyelidiki dan sejauh ini kesimpulannya Midkine ada bukan karena keturunan seperti halnya hereditas. Namun, ini terjadi secara personality." Jelas dokter kembali membuat Heechul tercekat.
"Jadi, bila Kyuhyun masih mengkonsumsi ini terus menerus dampaknya akan ada pada cucuku nantinya?"
Dokter mengangguk. "Saat berhubungan intim nantinya, sperma dan gen akan masuk ke dalam rahim yang seterusnya akan terbentuk zigot hingga jadilah bayi. Namun, Midkine tak dapat berpindah karena hanya didapati pada saudara Kyuhyun, sehingga efek toksik obatnya yang justru berpindah pada bayinya nanti. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir cacat atu kemungkinan terburuk bayi tersebut tak dapat diselamatkan selagi berada dalam kandungan."
Heechul kembali tercekat. Ia kembali meraung dalam dekapan suaminya. Ia bingung harus dengan cara apa membuat Kyuhyun menjauhi obat-obat tersebut.
Tanpa sepengetahuan mereka Sungmin menguping pembicaraannya mulai dari awal. Pertanyaannya kini terjawab sudah. Ia merasa lega, ternyata itulah alasan mengapa Kyuhyun tak seperti yang lain. Sementara pasangan Cho pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruang rawat Kyuhyun. Karena melihat Kyuhyun sedang diperiksa kembali mereka memutuskan untuk menunggu diluar. Tiba-tiba seorang kakek datang menghampiri keduanya.
"Tenanglah! Masih ada harapan untuk putramu. Sebentar lagi akan ada malaikat yang membantu kalian untuk menjauhkan putra kalian dari ketergantungannya terhadap obat-obatan."
Dan setelah berkata demikian kakek tersebut melenggang pergi dan menghilang. Hangeng dan Heechul berdoa semoga apa yang dikatakan kakek tersebut benar adanya.
FLASHBACK OFF
.
.
.
_TBC_
.
.
.
Annyeong~ akhirnya selesai untuk chapter 6 beserta flashbacknya. Mulai chapter depan fokus dengan usaha-usaha yang akan dilakukan Sungmin untuk menjauhkan Kyuhyun dari obat-obatan. Gimana pendapatnya dengan chapter yang ini, readerdeul!? Ini chapter terpanjang yang pernah saya ketik lohh! Yang bilang kurang panjang lagi, sini saya gatak satu-satu! Btw...
HAPPY BIRTHDAY MY MOMMY aka LEE SUNGMIN..
And HAPPY NEW YEAR FOR READERS..
SARANGHAEE 3 3 3
#Special thanks for:
137 : udah kejawab kan chingu di chapter ini!? Changmin itu shinigami! Gomawo reviewnya..
dirakyu : ini dah dilanjut chingu~ maaf yah gak bisa asap. Semoga bisa ngatasin rasa penasaran chingu... istilah ajaib? Dari daddy kyu lahh. Kkk~ seratus buat kamu chingu, betul yang nguping kyupil! gomawo reviewnya..
Chella-KMS : udah tau apa perjanjiannya, kan!? Gomawo dah bilang ff nya keren juga reviewnya..
sissy : ni dah dilanjut chingu.. kkk~ Kyu Cuma mimpi doang :D perkaos!? Kkk~ gomawo reviewnya..
Ranny : mian chingu kalo kependekan yang chapter kemaren. Mian juga kalo gak dapet feel bacanya. Emang harus ada soalnya.. gomawo masukannya saya akan berusaha memperbaiki
lagi..
winecouple : ya, bisa dibilang ruh gak tetap. Yang nguping kyupil. Yang mendesahkan udah tau kan. Tuh ampe kyupil naek darah. Kkk~ gomawo reviewnya..
cutevilpinkiss : gapapa kok eonni baru review. Emang biasanya kan aku inbox-in satu-satu bagi yang review pake akun. Masih pendek gak eon!? Kalo eon bilang pendek aku gatak lohh nanti *gak sopan baca review eonni bikin ketawa, pas nebak Changmin itu lohh bikin ngakak. Alasan kenapa Ming meninggalnya masih dirahasiain sama Sooman biar gak menghambat misi Ming *halah bilang aja ide kamu buntu! Ni dah dilanjutt eon~ gomawo reviewnya dan juga sarannya.. hwaiting..
Zebri JOY : ini dah dilanjut chingu.. gomawo reviewnya..
Heldamagnae : ni dah dilanjut chingu.. semoga aja.. gomawo reviewnya..
kyumin pu : ni udah dilanjut chingu ~ gwenchana.. gomawo reviewnya..
.
.
.
~himCHANrin~
