What Am I To You?
Warning: Boys Love, Mpreg, Bahasa kurang baku; typo itu manusiawi; Cerita yang mustahil ditemukan di dunia nyata.
Additional cast: Lee Hyeri (Girl's Day)
.Selamat Membaca.
Kibum memperhatikan Kyuhyun yang tengah menghabiskan segelas susu hamil. Tadi siang tanpa dimintapun Kyuhyun sudah meminum vitamin yang terakhir kali diberikan dokter.
"Sudah?" tanya Kibum basa-basi.
"Eum" Kyuhyun mengangguk sambil mengelap bibirnya pelan dengan tisu. Setelah selesai, ia merebahkan tubuhnya di samping Kibum yang telah lebih dulu siap di posisi tidur.
"Hyung, besok kita beli permen kapas lalu Hyung makan ya?" pinta Kyuhyun sambil memainkan tangannya di dada Kibum yang dibungkus kaos lengan pendek.
"Tidurlah" Kibum menggenggam tangan Kyuhyun yang tengah bermain didadanya untuk ia tuntun agar melingkar di pinggang Kibum.
"Tapi Kyu mau permen kapasnya, Hyung bilang iya dulu" Kyuhyun masih bersikukuh dengan permintaannya.
Hening, Kibum tak menjawab, matanya sudah tertutup tapi Kyuhyun yakin Kibum belum tidur.
"Hyung, permen kapasnya Hyung," tak ada respon yang berarti dari Kibum, "Baby mau permen kapasnya"
Kibum menghela napas, kemudian berbalik memunggungi Kyuhyun.
Kyuhyun mencebik tidak suka, seumur-umur Kibum tak pernah memunggunginya.
"Hyung" Kyuhyun berusaha meminta perhatian dengan mencolek punggung Kibum.
"Bum Hyung" sekali lagi tapi tetap tak ada respon"
"Hyung"
"Hyung"
"Hyung"
"Hyung"
Tetapi tetap tak ada respon.
"Kibum Hyung menyebalkan" Kyuhyun menggembungkan pipinya, namun Kibum tak kunjung berbalik. Saatnya mengeluarkan kata-kata saktinya.
"Hyung tak mau memeluk baby? Hyung tidak sayang pa-"
Belum juga Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Kibum sudah berbalik. Menelusupkan salah satu lengannya untuk dijadikan bantal Kyuhyun, lalu menarik Kyuhyun untuk menempel padanya. Tangannya yang lain ia lingkarkan di tubuh Kyuhyun.
"Jangan minta yang macam-macam dan tidur" kata Kibum mencoba mengakhiri perbincangan mengenai permen kapas.
Kyuhyun diam-diam tersenyum, "Kalau Hyung mau beli permen kapasnya Kyu akan segera tidur" katanya lagi-lagi menawar.
"Kau mau permen kapas?" Kibum bertanya.
Kyuhyun langsung mendongak untuk menatap wajah Kibum, lalu mengangguk dengan semangat.
"Masakkan makanan untukku baru kubelikan" sambung Kibum lagi, memberikan penawaran terakhir.
Wajah Kyuhyun berubah murung, bibirnya mencebik. Kibum tidak adil.
"Hyung kan tau Kyu tidak bisa memasak" jawab Kyuhyun tidak terima.
"Kalau begitu tak usah beli permen kapasnya"
"Hyung, kan yang meminta baby" sekali lagi, membawa nama si baby yang entah ikhlas atau tidak, ia akan selalu disebut dalam setiap perdebatan kedua orangtuanya.
"Tidak ada permen kapas kalau kau tidak mau masak" Kibum memberikan keputusan final.
Kyuhyun cemberut, "Hyung~" mencoba protes.
"Tidur, Kyuhyun" pandangan Kibum menajam.
Kyuhyun melesakkan kepalanya ke dada Kibum, ngambek.
"Mau permen kapas" gumaman Kyuhyun namun masih dapat dengan jelas terdengar oleh keduanya lantaran suasana malam yang sunyi.
"Cho Kyuhyun, tidur!" Kibum menyebutkan nama lengkap Kyuhyun, ini peringatan terakhir. Bisa ia rasakan genggaman di kaos bagian belakangnya mengerat. Kibum menghela napas pelan. Mengelus-elus punggung istrinya agar rileks. Kyuhyun harus tidur untuk menjaga kesehatan, bukan hanya untuk keduanya, untuk Kibum juga.
.sursure.
Kyuhyun mendumel pelan, masih tak berhasil meminta Kibum membeli permen kapas. Ia bisa saja beli sendiri, tapi kan yang mau makan Kibum. Kyuhyun juga lebih suka kalau Kibum yang beli, Kibum juga yang makan. Kyuhyun mengelus-elus perutnya.
"Kenapa daddy mu jahat sekali, apa ruginya makan permen kapas" Kyuhyun menjeda perkataannya sejenak,
"Permen kapas kan enak, manis" Kyuhyun membayangkan bagaimana rasanya jika benda lembut itu masuk ke mulutnya. Ia rindu, tapi kalau Kibum mau mewakilinya makan, Kyuhyun sudah senang.
"Kalau baby lahir nanti, tidak boleh seperti daddy mu yang tidak suka makanan manis, baby juga harus membelaku supaya daddy mu tidak jahat pada kita berdua" kata Kyuhyun ambigu.
Si pemilik ruangan mengernyit mendengar kalimat terakhir Kyuhyun, "Yah, berhentilah mendrama!" ia merasa terganggu. Sejak tadi ia yang harusnya bekerja dalam suasana tenang, harus direcoki suara gerutuan panjang pendek, "dan berhenti mengajari ponakanku yang tidak-tidak" lanjutnya sebal.
"Tuh kan lihat, baby nanti juga harus membelaku dari Heechul uncle mu yang galak" tambah Kyuhyun masih betah berbicara dengan perutnya.
"Yah, kubilang berhenti bicara yang tidak-tidak" Kim Heechul tak terima, enak saja ia disebut galak, di depan keponakan yang bahkan belum melihat dunia pula. Nanti kalau sudah lahir dan bayi itu membencinya bagaimana. Heechul kan suka dengan makhluk-makhluk lucu.
Kyuhyun mencibir. Tak lama kemudian ia menerima video call dari Kibum. Kyuhyun langsung menerimanya tanpa mau repot-repot berpindah ruangan.
"Siang Hyungie" sapanya ceria.
"Hn," Terlihat Kibum tengah mengangguk di seberang sana, "Sudah makan?"
Kyuhyun mengangguk semangat. "Sudah Hyung"
"Bagus," Kibum menjeda sejenak perkataanya, "Sudah minum vitaminnya?"
"Ye?" Kyuhyun kaget, pasalnya tak biasanya Kibum menanyakan hal itu.
"Sudah minum vitaminnya atau belum?" ulang Kibum di seberang.
Kyuhyun ingin mengangguk, mengatakan iya, tapi ia takut. Berbohong kan dosa. Tapi kalau ia mengaku nanti pasti Kyuhyun disuruh minum vitamin. Kyuhyun benci menelan butir-butir pahit itu.
"Belum, bukan?" nada suara Kibum jadi dingin, tatapannya juga berubah menghakimi.
Kyuhyun panik, "Kyu sudah makan banyak hyung, jadi tidak perlu vitamin lagi" jawabnya. "Benar bukan hyung?" Kyuhyun menoleh ke arah Heechul, meminta pembelaan, "Heechul hyung" Kyuhyun masih berkeras.
"Hmmm" Heechul hanya menggumam saja.
"Masih perlu" Kibum secepatnya menyela.
Kyuhyun lalu menunduk, "Vitaminnya tertinggal di rumah" gumamnya lirih.
"Memang sejak kapan kau bawa-bawa vitamin saat kau pergi?" celetuk Heechul.
"Hyung!" menoleh pada Heechul, Kyuhyun kesal. Mengapa Heechul tidak pernah sekali saja berpihak padanya.
"Baiklah" sahut Kibum dari seberang.
"Eh?" Kyuhyun kembali menghadap layar ponselnya, tetapi sambungannya sudah ditutup Kibum.
"Baiklah?" Kyuhyun masih menatap layar ponselnya bingung, "Apa itu artinya boleh?" Kyuhyun menoleh pada Heechul. "Iya kan hyung?" tanyanya meminta persetujuan.
"Mana kutahu" kalau boleh jujur, Heechul akan dengan senang hati mengatakan tidak, tetapi kata 'baiklah' begitu ambigu, apalagi mengingat sifat sepupunya yang tak mudah ditebak itu.
.sursure.
Ketika Kibum tiba di cafe milik Heechul, ia melihat Kyuhyun tengah membaca sebuah buku di salah satu kursi pelanggan. Di depannya ada Ryeowook yang tengah sibuk mengerjakan sesuatu di folio.
Kibum mendekat, lalu meletakkan sebungkus vitamin di meja, juga air mineral.
"Hyung?" Kyuhyun mendongak, memberikan tatapan bertanya pada suaminya.
"Minum vitaminnya setelah itu kita pulang" kata Kibum datar.
Kyuhyun cemberut, ia kira akan bebas dari vitamin setelah mendengar kata 'baiklah' dari Kibum. Kyuhyun tidak langsung menuruti kemauan Kibum, ia masih diam. Protes, tidak suka.
"Cepat minum vitaminnya, aku sibuk" kata Kibum lagi, melihat Kyuhyun yang merajuk, ini hanya akan membuang waktunya saja.
Kyuhyun mencibir, "Kyu tidak menyuruh hyung kesini"
Kibum tidak merespon, hanya tatapan tajamnya ia tujukan pada Kyuhyun.
Tahu situasi yang kurang mengenakkan, Ryeowook segera menyambar vitamin di meja lalu mengambilnya sesuai dosis.
Kyuhyun mulai gelisah, ia tentu bisa merasakan tatapan tajam yang tertuju padanya. Lalu dengan pasrah menerima tablet-tablet kecil dengan jumlah cukup banyak yang telah dikupaskan oleh Ryeowook.
"Kyuhyun, kau harus bisa mengalah dan berhenti bersikap manja, kau tak ingin baby sehat?" Kibum mulai mengeluarkan amunisinya.
Membuat Kyuhyun mau tak mau menurut, menelan obatnya dengan lambat sambil memejamkan matanya erat. Sensasi yang ia benci ketika menelan butiran kimia itu sekarang harus dirasakan lagi. Ia jadi tambah sebal pada Kibum.
"Kau juga" pandangan Kibum beralih pada Ryeowook.
Yang ditatap mengeluarkan ekspresi kaget, kenapa dia harus dibawa-bawa dalam masalah ini.
"Kalau tak bisa melakukan tugasmu dengan benar, lebih baik berhenti saja" lanjut Kibum.
Ryeowook melotot tak percaya, lalu menunduk karena tatapan tajam Kibum. Lagipula, sejak kapan memastikan Kyuhyun minum vitamin masuk dalam tugasnya. Tapi Kibum saat ini sedang tak ingin dibantah, Ryeowook tau itu. Jadi ia hanya diam saja. Kibum jadi sensitif begitu juga pasti ada sebabnya.
"Apa perlu kututup cafe ini agar kau berhenti kabur kemari dan mulai bersikap dewasa" kata Kibum kemudian yang ditujukan pada Kyuhyun.
Heechul yang sedari tadi hanya memperhatikan ketiganya dari meja berbeda, jadi tersedak minumannya sendiri. Dosa apa dia di kehidupan sebelumnya sampai ia harus memiliki sepupu yang mirip iblis.
"Ku tunggu di mobil" karena Kyuhyun hanya diam dan masih berusaha meminum semua vitaminnya, Kibum merasa lebih baik ia menyingkir saja.
Ceritanya, Kyuhyun ke cafe karena dijemput Heechul. Tadi pagi, mereka, pasangan kihyun kita, lagi-lagi berdebat. Padahal Kibum sudah memutuskan untuk ke kantor hanya saat rapat di sore hari saja, demi menemani Kyuhyun di apartemen. Tapi Kyuhyun yang keras kepala bahkan mengancam untuk pergi ke tempat Heechul sendirian. Sejak itulah mood Kibum anjlok, ia menelepon Heechul untuk menjemput Kyuhyun, lalu meninggalkan istrinya itu di apartemen sendirian. Dan akar dari semua kerumitan ini adalah permen kapas. Keduanya tak ada yang mau mengalah satu sama lain.
.sursure.
Kibum memasuki ruang kantornya. Seseorang langsung berdiri dan menyapanya. Itu sekretaris barunya, baru dua hari yang lalu setelah sekretaris sebelumnya dipindahkan di divisi lain untuk membantu pamannya. Kibum melirik sekilas pada si sekretaris.
"Buatkan aku kopi" katanya kemudian.
"Sajangnim, bukankah anda belum makan?" tanyanya, "Bukankah sebaiknya anda meminum teh-"
"Kopi," Kibum memotong perkataan sekretarisnya, lalu beranjak ke ruangan pribadinya, "jangan lama-lama" tambahnya.
Saat ia memasuki ruangan pribadinya, Kibum langsung melepaskan jas, melonggarkan sedikit dasinya yang terasa mencekik. Duduk di kursi kebesarannya, ia mulai memijit pelipisnya yang berdenyut. Kehidupan rumah tangga tak semudah yang ia bayangkan. Kemanjaan Kyuhyun yang susah sekali diubah dan temperamen Kibum yang susah dikendalikan, apalagi saat moodnya memburuk.
Tak lama kemudian sekretaris Kibum mengetok pintu, kemudian masuk ruangan begitu diberi ijin.
Aroma kopi yang khas memenuhi indra penciuman Kibum. Setidaknya, kopi bisa membuatnya sedikit merasa rileks.
"Ini pancake yang khusus saya minta buatkan oleh Office Girl, tidak manis. Saya rasa anda perlu makan apalagi setengah jam lagi ada rapat"
Kibum mengangguk, matanya hanya terfokus menatap pancake yang dibuat untuknya.
"Saya permisi" pamit sang Sekretaris sambil mengundurkan diri.
"Sekretaris Lee" Kibum mengalihkan fokusnya pada wanita yang berjalan menuju pintu.
Sekretaris yang bernama Lee Hyeri tersebut berhenti, membalikkan badannya setelah mendengar panggilan dari atasannya.
"Terima kasih" kata Kibum tulus.
Lee Hyeri tersenyum, "Sudah menjadi tugas saya sajangnim" katanya masih dengan tersenyum cantik lalu keluar ruangan.
Cantik?
Ya, semua perempuan cantik, batin Kibum.
.sursure.
Kyuhyun bersungut, ia mulai lapar. Tetapi masakan Ryeowook belum matang. Cookies yang dibuatnya juga belum matang. Cookiesnya yang lain tertinggal di cafe Heechul, dan sialnya, Heechul yang menyusulnya kemari untuk mengambil barang juga tak membawa makanan apapun. Ada pudding di kulkas tetapi Kyuhyun sedang tak ingin makan pudding. Lagipula itu pudding Kibum yang hambar, ia tak suka.
"Ryeong~~ kapan matang?" Kyuhyun bertanya sambil berjalan ke arah dapur. Duduk di kursi lalu menempelkan kepalanya di meja. "Lapar~" rajuknya.
Heechul, yang tengah duduk di sampingnya, memainkan LOL di laptop yang dibawanya, menyodorkan keripik kentang yang sejak tadi menjadi cemilannya.
"Tidak mau, keras~" Kyuhyun menggeser bungkus keripik kentang dari hadapannya.
"Sebentar lagi Kyu, sabarlah" jawab Ryeowook, sambil mengecek masakannya.
Kyuhyun masih tidak berpindah posisi, ia mulai mengelus-elus perutnya yang lapar. Lapar sekali sampai terasa melilit. Nanti ia akan menyuruh Ryeowook untuk belanja banyak camilan biar dia tak kelaparan seperti ini lagi. Kyuhyun sedang asyik-asyiknya mengelus perutnya,
"Sabar ya Baby" katanya ketika merasakan lapar yang lagi-lagi menyiksa, tiba-tiba,
Dukk
"Eh?" Kyuhyun langsung duduk tegap. Apa itu tadi, serasa ada sesuatu yang bergerak di perutnya, sedikit nyeri dan... terasa aneh.
"Hyung," Kyuhyun menggantungkan ucapannya, masih meraba-raba perutnya sendiri.
Tapi tak ada satupun yang menanggapi, Kyuhyun juga tak peduli. Ia masih berkonsentrasi dengan perutnya, mencoba merasakan sedikit saja gerakan dari sana.
Dukk
"HUWAAAAAA... BABY MENENDANG!" jerit Kyuhyun keras, membuat Heechul mengumpat kasar karena terkejut dan hampir jatuh dari kursinya. Ryeowook hampir saja menjatuhkan setoples garam ke dalam supnya.
"Baby menendang Hyung, Hyung, baby menendang" Kyuhyun berkata dengan antusias. Ia sedang bahagia, kata Dokter minggu ini mungkin baby akan mulai menendang. Dan itu benar. Kyuhyun senang sekali.
Heechul mengerutkan dahi, sedangkan Ryeowook buru-buru mendekati Kyuhyun dengan setoples garam yang masih di tangannya.
"Benarkah? Mana? Mana?" tanya Ryeowook yang tak kalah antusias.
"Ini" Kyuhyun meraba bagian perutnya yang tadi terasa ada gerakan disana. Dahinya mengernyit, mencoba merasakan lagi.
Ryeowook ikut mengelus, Heechulpun juga ikut tertarik memperhatikan.
"Tak ada" sahut Ryeowook setelah mengelus sana sini tapi tak ada hasil.
"Tadi dia bergerak, sungguh" Kyuhyun berkata meyakinkan "Waktu Kyu ajak bicara, baby menjawab".
"Hallo, baby" sapa Ryeowook, mencoba peruntungannya.
Tetapi mau sedetail apapun mereka mengelus, tetap tak ada respon. Mengajak bicara apapun, si baby tak mau menyahuti.
"Php" celetuk Heechul.
"Hyung tak percaya? Tadi baby menendang, mungkin sekarang dia takut dengan kalian" Kyuhyun memajukan bibirnya kesal ketika kedua orang di depannya tak menganggap serius ucapannya.
Heechul dan Ryeowook memasang facepalm.
"Baby, ayo bergerak lagi" Kyuhyun mengelus perutnya, berusaha berbicara dengan baby nya,"Tunjukkan pada uncle-unclemu kalau kau sudah bergerak baby~" tapi tetap tak ada gerakan.
Krak
You Lose!
Sebuah suara muncul di tengah-tengah mereka.
"-sensor-" teriak Heechul, "aku kalah" ratapnya kemudian.
"Kenapa ada bau-bau tidak enak, ya" celetuk Kyuhyun
Loading...
"Huwaaaa masakanku" teriak Ryeowook berlari menghampiri masakannya yang mendapatkan nasib buruk hari ini.
.sursure.
Untuk yang keempat kalinya, Kyuhyun menelepon Kibum. Sejak tadi suaminya tak mengangkat telepon darinya.
"Hyuuuunnggg~" teriaknya begitu wajah Kibum terlihat di ponselnya.
"Ada apa?" Kibum terlihat berjalan di ruangan pribadinya lalu duduk di sofa.
"Hyung coba tebak Kyu mau bilang apa?"
Kyuhyun antusias, tetapi Kibum tidak dalam kondisi yang baik untuk bermain tebak-tebakan. Maka dari itu ia hanya merebahkan punggungnya ke sandaran sofa.
"Baby menendang" kata Kyuhyun di sela-sela kunyahannya.
Kibum langsung menegakkan badannya, "Kau yakin?"
"Eum," mengangguk dengan antusias, wajahnya tampak negitu bahagia. "Tanya saja pada Heechul hyung" Kyuhyun menghadapkan ponselnya ke arah Heechul.
"Tidak tau, tak lihat" Heechul berkata jutek sambil memasukkan keripik kentang ke mulutnya, sebal karena ia harus kalah beberapa detik sebelum naik level.
Kyuhyun mencibir, mengembalikan layar ponsel ke arahnya, "Hyung kapan pulang? Biar bisa merasakan tendangan baby~"
"Sebentar lagi pulang" jawab Kibum, lalu ada suara wanita, Kibum berbicara sebentar dengan sang wanita lalu kembali pada Kyuhyun.
"Siapa?" tanya Kyuhyun.
"Sekretaris" jawab Kibum singkat
Kyuhyun manyun, "Kenapa ponselnya harus disembunyikan?" Kyuhyun tak suka dengan sikap Kibum barusan. Entahlah ia jadi sebal. Dan wajah kaget Kibum membuatnya bertambah kesal.
"Hyung tidak bisa dihubungi kemana? Pergi ya dengan wanita itu?" Kyuhyun bertanya dengan nada jengkel.
Heechul saja sampai mengangkat kedua alisnya, lalu saling bertatapan dengan Ryeowook. Mungkin sifat possessif Kyuhyun akan muncul lagi.
"Hyung baru saja selesai rapat Kyu"
"Dengan sekeretaris Hyung juga?"
Kibum mengangguk.
Kyuhyun jadi bertambah muram.
Kibum menghela napas. "Hyung akan segera pulang," bangkit dari sofa, "tunggu ya" katanya lembut lalu mematikan sambungannya.
Bibir Kyuhyun maju beberapa centi, lalu menggerutu betapa menyebalkannya sang suami. Kedua makhluk disana sudah maklum dengan polah tingkah Kyuhyun.
.sursure.
Tadi sesaat sebelum Kibum memasuki apartemen, Kyuhyun sudah menghadang Kibum. Meminta suaminya untuk mengelus perut Kyuhyun, siapa tau baby ingin menyapa daddy nya juga. Tapi percuma, sejak tadi hingga malam tibapun si baby anteng-anteng saja. Kyuhyun masih mengelus perutnya dengan lembut.
"Hyung, kalau baby bergerak itu tandanya baby sehat kan?" Kyuhyun bertanya antusias, wajahnya penuh harap pada Kibum untuk mengiyakan perkataannya.
Kibum mengangguk, beringsut semakin mendekat pada istrinya. Ikut mengelus baby bump yang semakin menonjol.
"Kenapa baby tidak bergerak lagi?"
"Mungkin tidur" jawab Kibum tidak yakin.
"Baby, baby, baby tidak ingin menyapa daddy?" tanya Kyuhyun lembut, "Daddy sudah pulang daritadi lho"
Menunggu, mengelus perut dengan lembut, namun tetap tak ada reaksi dari baby mereka.
"Mengapa baby diam saja ya, Hyung?" Kyuhyun melihat ke arah Kibum yang kemudian menaikkan kedua alisnya. "Hyung coba sapa, siapa tau baby mau menjawab" kata Kyuhyun, "Tadi siang Baby menendang waktu Kyu ajak bicara" jelasnya lagi.
Kibum terlihat ragu, meskipun sering mengelus perut Kyuhyun, Kibum tak pernah sekalipun mengajak baby untuk berbicara.
"Ayo~ hyung~~" bujuk Kyuhyun lagi.
Kibum berdehem, mendekatkan wajahnya pada perut Kyuhyun, "Baby" jeda sejenak, masih mengelus dengan lembut "Ini daddy"
Sunyi dan sedikit canggung, Kibum sedang berpikir untuk meneruskan perkataannya atau tidak. Sedangkan Kyuhyun tengah menggigit bibir bawahnya.
"Kau sehatkan?" tanya Kibum.
Tawa Kyuhyun meledak, dia sudah tak tahan, Kim Kibum, suaminya yang super datar itu sedang berbicara dengan perutnya. Oke, ini tidak lucu sebenarnya kalau saja bukan Kibum yang melakukannya.
Kibum yang merasa dikerjai hanya menatap malas istrinya yang sedang kesenangan. Tetapi kemudian Kibum diam-diam tersenyum tipis, melihat Kyuhyun yang tertawa bahagia begitu, ia juga dapat merasakan kebahagiaan yang sama. Ia hanya berharap bahwa keadaan seperti ini akan kekal untuk keduanya, ah tidak, lebih tepatnya untuk keluarga kecilnya. Dengan baby kecilnya yang sekarang belum melihat dunia ini, maupun baby-baby lainnya yang mungkin saja akan hadir pula di keluarga kecilnya.
"Senang?" ini adalah pertanyaan retoris dari Kibum.
"Eum" Kyuhyun mengangguk, mencoba menghentikan tawanya.
"Ayo tidur" Kibum menarik Kyuhyun untuk merebah. Memposisikan keduanya untuk tidur.
"Hyung harus sering-sering berbicara pada baby" kata Kyuhyun sambil mendusal-dusal di dada suaminya.
Kibum tidak menyahuti, bagaimana dia mau berbicara lagi kalau sekali bicara saja sudah ditertawai seperti itu.
"Heechul Hyung, Ryeong, bahkan Jungsoo Hyung juga sering berbicara pada baby," Kyuhyun mendongak, menatap wajah tampan suaminya penuh harap, "Kyu tak mau kalau baby lebih kenal suara samchon-samchonnya dibanding daddynya sendiri" wajah Kyuhyun berubah masam. Kibum cueknya sudah parah.
"Hn, aku mengerti" Kibum semakin merapatkan selimut, "Sekarang tidurlah" lalu menarik istrinya untuk lebih mendekat.
.sursure.
Seperti biasa, Lee Hyeri berdiri kemudian membungkuk ketika atasannya datang. Kemudian kedua alisnya terangkat heran, tidak biasa sang atasan membawa seseorang -yang berpakaian tidak resmi- ke kantor. Seseorang di belakang atasannya tengah cemberut yang justru di matanya terlihat sangat imut.
"Selamat pagi, sajangnim" sapanya, kemudian tersenyum pada makhluk unyu di belakang atasannya.
"Hn" Kibum berjalan menuju ruangannya, "Buatkan aku kopi dan jus jambu" pesannya sebelum masuk ke ruangan pribadi miliknya.
Kyuhyun, si unyu yang sejak tadi mengekori Kibum, mencibir suaminya. Dia mau makan cake saja yang lebih enak, tetapi Kibum selalu melarang ini itu dan mengatur-atur dirinya.
Memasuki ruangan Kibum, Kyuhyun langsung duduk di sofa, bermain psp. Sedangkan Kibum duduk di kursi kebesarannya. Jika ada orang luar yang melihat, pasti mereka akan mengira bahwa keduanya sedang ada perang dingin. Nyatanya, Kyuhyun ikut ke kantor Kibum kali ini juga karena ia tak bisa ke cafe Heechul lagi tanpa membuat suaminya marah. Lagipula, semakin Kyuhyun sering bertemu Kibum, semakin besar pula kesempatannya agar Kibum mau memenuhi keinginannya. Apalagi kalau bukan tentang permen kapas yang sudah Kyuhyun idam-idamkan sejak dua hari yang lalu.
Ketukan pintu memecah kesunyian dalam ruangan tersebut. Hyeri masuk ruangan setelah diijinkan dengan membawa nampan, dua wadah dengan isi berbeda berada di atas nampan tersebut. Langsung menuju pada meja atasannya, kemudian meletakkan secangkir kopi disana. Ketika ia akan meraih gelas keduanya, Kibum menginterupsi.
"Berikan pada Kyuhyun" tunjuknya dengan dagu.
"Baik, sajangnim" Hyeri tersenyum, Kyuhyun, nama makhluk imut yang baru ia temui hari ini. Hyeri meletakkan gelas berisi jus jambu di meja depan sofa yang diduduki Kyuhyun.
"Silakan jusnya" Hyeri mempersilakan dengan ramah.
Tetapi sambutan Kyuhyun amat buruk, pemuda unyu itu menggeser tubuhnya agar membelakangi Hyeri. Membuat gadis cantik itu merasa canggung. Kenapa ia terkesan ditolak keberadaanya di sini oleh Kyuhyun.
"Biarkan saja, kau bisa kembali bekerja" intruksi Kibum pada Hyeri, mengerti akan kecanggungan karyawannya.
"Kalau begitu saya undur diri sajangnim, Kyuhyun-ssi" pamit Hyeri yang dibalas anggukan oleh Kibum, sedangkan Kyuhyun masih betah membelakanginya sambil memainkan psp.
Hyeri menutup pintu dengan menyisakan keheningan untuk pasangan kihyun kita. Karena sebal dengan suasana yang sepi, Kyuhyun membesarkan volume psp yang tengah ia mainkan.
"Kyuhyun, kecilkan volumenya" tegur Kibum dengan nada tegas. Ia terbiasa bekerja dalam keheningan.
"Tidak terdengar hyung kalau kecil-kecil" sahut Kyuhyun dengan cuek.
"Kecilkan sekarang atau kumatikan pspnya" ancam Kibum. Ia benar-benar terganggu dengan suara makhluk-makhluk yang tengah sekarat karena dibabat oleh tokoh yang dimainkan istrinya.
Kata 'kumatikan' versi Kibum itu yang teramat sangat Kyuhyun benci sejak ia menjadi istri Kibum. Tidak, kata itu bukan bermakna bahwa Kibum akan dengan baik hati menekan tombol power di psp milik Kyuhyun hingga layarnya menghitam, melainkan Kibum akan mengambil psp tersebut dengan kasar dari tangan Kyuhyun lalu membantingnya sampai remuk. Yang dipegang Kyuhyun itu adalah psp yang kedelapan dalam lima bulan ini, dan Kyuhyun tak mau berganti psp lagi. Maka dari itu ia langsung mematikan psp, menaruhnya di meja dengan kasar. Tangannya disedekapkan di depan dada dan menggembungkan pipinya, ngambek.
Kibum hanya menghela napas, lelah. Tak menghiraukan Kyuhyun yang ngambek, ia kembali menggeluti pekerjaannya.
Pintu terbuka, si tamu masuk tanpa permisi. Kedua matanya mengitari ruangan, begitu menemukan sosok yang tengah dicari, ia langsung mendekati sofa.
"Lama tidak berjumpa Kyuhyunie" sapa si tamu. Lelaki gagah yang masih terlihat sangat tampan tengah berdiri di hadapan Kyuhyun.
.
TBC
.
[Thanks to: Emon204; maiolibel; Eka Elf; Cuttiekyu94; kiyosa; Annishi692; Shofie Kim; Kyulennychan; michhazz; Park RiHyun-Uchiha; Guest; hyunnie02; KookieCookies97; angel sparkyu; rheina; Mujigae1013; 238130821712; Cho KyuNa; aprilside; uixalmt; eksa203; dwi-yomi; CaratARMYmonbebe]
.
Apa kalian suka baca di wattpad?
Terimakasih telah membaca dan Silakan tinggalkan review.
Sudah nganggur 11 bulan ya... #Kabur
