Iin cka you-nii : emang mau di bikin jadi agresip! Ga telat kok iin-chan

Gerpot the Vampire : ya, Ge-san thanks udah nge repiew!

Gerpot The Vampire isn't LogIn : maaf, berhubung pinginnya ada dua pair tapi ga bisa di tulis dua pair jadinya di tulis SenaSuzu

Matsura Akimoto : terima kasih udah ngasih tau Matsu-san!

Cielheart Ie'chan : ga usah di bayangin I-chan, aku aja ga bisa ngebayangin..

Tapi sedikit kebayang sih..

Kahfialkfyndr: namanya jangan susah-susah dong! Sign in aja supaya bisa PMs (Private Messages)

Ulangan chapter 5

"Berisik, orang tua sialan." Kataku dan aku menutup laptop, melangkah pergi meninggalkan Musashi seorang diri di dalam ruang klub.

*Brraak!* suara pintu yang kembali di tutup oleh tendanganku. Lalu aku menuju kelas.

Apakah Mamori, tepatnya malaikat itu benar-benar menyukaiku seperti kata-kata orang tua sialan itu..?

To Be Contiuned

Chapter 6

Ckckck mana mungkin.. tapi dia mengecupku..?.

"ARGHH! TANYA CHEER SIALAN AJA!" teriakku putus asa. Lalu aku menelpon cheer sialan.

*Tut.. tut.. tut..*

"Halo?" jawab orang yang di seberang sana tepatnya.. tunggu.. suaranya agak nge-bass dan lebih berat.

"Halo, cheer sialan?" tanyaku memastikan apakah ini cheer sialan atau bukan.

"Hi,Hiruma-san..?" kata orang yang di seberang, dia tahu namaku..

AHA! Ini pasti cebol sialan!.

"Kekeke ngapain kamu disana cebol sialan? Kencan? Masih pagi nih!" godaku.

"Bu,bukan kok! Aku kan lagi latihan lari pagi yang di suruh Musashi-san." Jawab cebol sialan.

"Hoo.. kalian menuruti kata-kata orang tua sialan itu?" tanyaku.

"Katanya ini di suruh Hiruma-san, lagipula Hiruma-san dan Mamo-nee belum datang jadi kita lari pagi aja." Jawab cebol sialan yang nafasnya masih tersengal-sengal.

"Kekeke kalau begitu kenapa orang tua sialan itu masih ada di ruang klub?"

"Katannya Musashi-san dia menunggu Hiruma-san, terus kita di suruh duluan aja." Jelas cebol sialan.

"Hm.. mana cheer sialan? Aku mau ngomong sama dia."

"A,anu.. Hi,Hiruma-san.." Jawab dia tergagap-gagap.

"Ada apa cebol sialan?"

"Tadi Suzuna lagi be.." kata-kata cebol sialan terpotong dan ada suara.

*BRUAAAKK!* entah itu suara apa, tapi itu datang dari seberang telephone.

"SUZUNA!" teriak cebol sialan, setelah itu telephone mati.

Haah? Ada apa ini?

End Of Hiruma's POV

Normal POV

06.45

Tempat lari Sena Dkk.

"SUZUNA!" teriak Sena.

"A,ada apa Sena?" tanya Monta begitu ia menoleh ia melihat Sena sedang membangunkan Suzuna yang terkapar dan berdarah-darah.

"MUKYAA! SU,SUZUNA TERTABRAK MOBIL!" histeris Monta.

"HA?" teriak Togano.

"HAA?" lanjut Jumonji.

"HAAA?" di akhiri oleh Kuroki.

"Cheerleader itu tertabrak?" tanya mereka bertiga, lalu mereka menoleh ke arah yang di tunjuk Monta.

"ASTAGFIRULLAH ALAZIM!" teriak mereka bertiga, entah mengapa mereka jadi alim.

"HIIEE.. kalian alim banget.." kata Sena & Monta.

"Bu,bukan saatnya bercanda! Cepat bawa Suzuna-chan ke Rumah sakit!" kata Kurita.

"AH! BENAR JUGA! CEPAT SENA! BAWA SUZUNA KE RUMAH SAKIT MAX!" teriak Monta.

"YA!" jawab Sena, lalu ia menggendong Suzuna sepeti menggendong seorang putri, setelah mengatasi berat Suzuna ia berlari dengan kecepatan 4,2 detiknya.

Sena menuju Rumah Sakit Tokyo.

"SUSTER TOLONG RAWAT PACAR SAYA YANG TERTABRAK MOBIL!" teriak Sena dengan bercucuran keringat.

"BAWA PASIENNYA KE UGD!" teriak salah satu susternya.

"YA! KAMI AKAN PANGGIL DOKTERNYA!" suster ke 2 yang berkata.

"Kayaknya kita pernah ada adegan ini sebelumnya.." suster yang ke 3 berkata.

"Yak! Saya sudah membawa ke ruang UGD!" teriak Sena dari ambang pintu ruang UGD.

"CEPAT SEKALI!" teriak suster ke 1.

"KAMI BELUM PANGGIL DOKTERNYA!" teriak suster ke 2.

"JANGAN BANYAK OMONG!" teriak suster ke 3.

'Ternyata kehidupan di rumah sakit seperti ini..' batin Sena salah paham.

"Permisi nak! Saya dokternya, saya akan periksa pasien yang berada di dalam." Dokter telah datang.

"Ya, tolong selamatkan pacar saya dok!" mohon Sena setelah menjauh dari ambang pintu.

"Ya! Saya periksa dulu, silahkan tunggu sambil duduk." Jawab dokter itu.

"Baik." Kata Sena, lalu ia duduk.

*Klap.* pintu tertutup dengan lembut.

07.20

'Apa Suzuna tidak kenapa-napa?' pikir Sena cemas, ia mengetuk-ketuk telapak kaki, telapak kakinya beradu dengan lantai bertanda bahwa ia sedang menunggu dengan tidak sabar.

08.30

'Ada apa ini? Dokter itu lama sekali!' pikiran Sena sudah mulai meracau.

09.45

'TERLALU LAMA! Apa Suzuna tidak apa-apa' pikiran Sena telah meracau, dia bengkit dari tempat duduk, lalu ia mondar-mandir di depan pintu.

*Ckelek* pintu terbuka.

"Dokter! Bagaimana keadaan pacar saya?" tanya Sena yang kesabarannya telah habis.

"Kondisinya masih kritis, kepalanya terbentur keras sehingga dia gegar otak ringan, kemudian lengan kirinya retak, kaki kanannya patah." jawab dokter itu secara rinci.

"LA,LALU? DIA SUDAH SADAR? AKU INGIN MENEMUINYA!" Sena sudah kehilangan akalnya, jantungnya memompa darah lebih cepat, keluar keringat dingin dari seluruh pori-porinya, wajahnya memucat.

"Maaf, dia masih koma, kami sudah berusaha sekuat tenaga.." jawab dokter itu tertunduk.

"BIARKAN AKU MENEMUINYA!" histeris Sena sambil memaksa masuk ke ruang UGD.

"TIDAK BOLEH! Bisa-bisa kondisi pasien semakin parah!" larang dokter sambil menghalangi jalan Sena.

"DIAM!" Sena langsung menyerbu ruang UGD, menyuruh para suster yang masih berada di dalam untuk keluar ruangan.

*BLAM!* pintu tertutup dengan kasar nan keras.

Sena menghampiri Suzuna yang berada di hospital bed.

"Su..zuna?" dia melihat Suzuna yang berwajah pucat pasi, tangan kirinya di gips, tangan kanannya di beri infus, kaki kanannya di gips juga.

"Ma,maaf Suzuna.. maaf.." sembari meminta maaf Sena tertunduk, menggenggam tangan kanan Suzuna.

"Maaf aku tidak bisa melindungimu.. maaf.. maaf Suzuna..." tanpa di sadari, air mata Sena membasahi pipinya, lalu mengalir dan jatuh di atas tangan kanan Suzuna.

"Maaf Suzuna.." lalu Sena mendekatkan wajahnya ke wajah Suzuna, dahi Sena dan Suzuna saling menempel, ia menangis tanpa suara, wajah Suzuna telah basah oleh air mata kasih sayang Sena. Mereka tetap seperti itu selama beberapa menit, Suzuna tidak sadar dan Sena menangis di atas wajah Suzuna.

"Aku akan memberi tahu keluargamu, lalu aku akan menunggu di sini hingga kau sadar." Kata Sena lalu ia menjauhi wajahnya dari wajah Suzuna, melepaskan genggaman di tangan kanan Suzuna. Lalu ia mengambil kursi dan duduk di selah kasur Suzuna.

*Tat,tit,tut.* Sena menekan tombol-tombol hpnya.

*Tut.. tut.. tut..* suara tersambung.

"Halo?" tanya di seberang.

"Ma,maaf bisa bicara dengan ibunya Suzuna"

"Ya, saya sendiri" jawab telephone itu.

"Suzuna, tertabrak mobil dan ada di Rumah Sakit Tokyo, keadaannya kritis"

"APAAA?" teriak di seberang.

"Iya, aku ada di ruang UGD menunggu Suzuna terbangun dari keadaan koma." Kata Sena.

"Baiklah saya ke sana!" setelah jawaban itu telephone dimatikan oleh seberang.

"Fuh.. sela.." kata-kata Sena terpotong. Ia melihat tangan Suzuna bergerak. Entah itu mukjizat atau hanya keberuntungan Suzuna.

"Suzuna?" Sena langsung melihat wajah Suzuna yang pucat pasi.

"U,ukh.. kepalaku pening.." Suzuna melihat Sena yang cemas.

"Suzuna! Syukurlah.." Sena menangis lagi, kali ini tangisan bahagia. Ia tertunduk pada kasur Suzuna.

"Sena? Aku ada di mana? Bukankah kita sedang latihan lari pagi? Aku membeli minum lalu.. Ukh.. ternyata begitu ya..? aku tertabrak mobil.." kata Suzuna lirih.

"Syukurlah! Sukurlah kamu selamat Suzuna!" Sena mengangkat wajahnya, air matanya terus menetes seperti keran air.

"Kenapa kamu menangis Sena..?" tanya Suzuna dengan suara lirih seperti Mamori.

"Tidak apa-apa kok.. Suzuna?" tanya Sena saat ia melihat mata Suzuna tertutup lagi.

"Sepertinya kamu kehabisan tenaga ya?" tanya Sena.

"Hei! Suzuna ayo bangun!" Sena mengguncang-guncangkan tubuh Suzuna.

"Hei! Hei.." Sena tahu bahwa Suzuna koma lagi, sepertinya Suzuna memaksa memakai kekuatan menangis, ia terus menangis di situ hingga matanya sembab.

15.25

Lapangan Sekolah Deimon.

"Kok Sena belum menghubungi?" tanya Kurita.

"MUKYAA! Jangan-jangan Sena tertabrak mobil saat membawa Suzuna ke rumah sakit?" Monta berpikir negatif.

"Jangan.." di awali Togano.

"Negative.." lanjut Jumonji.

"Thinking!" di akhiri oleh Kuroki.

"Kalian kompak banget MAX!" teriak Monta.

"Jangan bicara yang nggak-nggak anak-anak sialan! Lanjutkan latihan neraka! YA-HA!" Hiruma menembakkan AK-47 ke tim Devil Bat.

"HIII!" seperti biasa, mereka ketakutan dan melanjutkan latihan neraka dari Hiruma.

20.30

"Hiruma, Sena belum mengabari kita, bagaimana nasib Taki?" tanya Musashi kepada Hiruma sembari melap keringatnya dengan handuk lalu duduk di sebelah Hiruma di dalam Club House.

"Aku tidak tahu orang tua sialan, kenapa kau bertanya kepadaku?" tanya Hiruma sambil mengotak-atik laptop kesayangannya.

"Kukira kau tahu, itu saja jawabannya." Jawab Musashi, lalu ia bangkit dari duduknya, tapi terhenti saat Hiruma berkata..

"Duduk orang tua sialan, aku tahu di mana Rsnya.." singkat,jelas,padat,dalam nan bermakna.

21.45

Rumah Sakit Tokyo, Ruang rawat Suzuna.

"Nak Sena, terima kasih sudah menjaga Suzuna selarut ini, selanjutnya biar kami menjaganya." Kata Ibu Suzuna.

"A,anu.. biar saya saja yang menjaganya, daripada.." Sena melirik Ayah Suzuna yang menari-nari, bermain gitar, menyanyi lagu sedih nan ga jelas.

"Ya, mungkin itu keputusan yang bijak daripada.." Ibu Suzuna juga melirik suaminya, yang sedang melakukan hal tidak jelas.

"Tapi bukannya Nak Sena sekolah?" tanya Ibu Suzuna.

"Paginya saya bersekolah, pulang dari latihan amefuto, saya di sini, menginap di sini.." jawab Sena tegas.

"Baiklah, jika itu keinginan nak Sena, paginya biar saya yang menjaga." Ibu Suzuna sepakat oleh keputusan Sena.

*Ckelek* Pintu di buka oleh Ibu Suzuna.

"kalau begitu kami pamit, barang-barang Suzuna sudah kami urus" kata Ibu Suzuna, lalu ia keluar dengan menyeret suaminya.

*klap* pintu kembali di tutup oleh sepasan suami-istri yang unik itu.

"Hh.. sepertinya kamu belum sadar juga.." kata Sena menoleh Suzuna. Ia baru mau tidur di kursi tempat ia duduk tiba-tiba ada suara.

"Ukh.." kata Suzuna lirih.

"Suzuna?" tanya Sena.

"Sena.. Sena.." kata Suzuna, namun matanya tetap terpejam. Sena kaget mendengar ucapan itu. Tapi ia menjawab..

"Tenang Suzuna.. aku akan selalu berada di sampingmu sampai akhir hayatku.." senyum Sena tersungging di wajahnya. Namun ini senyum lembut nan penuh kasih sayang untuk pacarnya. Ia mengelus rambut Suzuna dengan lembut.

Tiba-tiba..

*BRAK!* pintu terbuka dengan keras.

"Aku dengar dari Hiruma-san bahwa Suzuna-chan tertabrak mobil dan di rawat di RS ini." Kata seorang pemuda yang baru masuk.

"Ka,kamu.." kata Sena yang sedang mengelus rambut Suzuna.

To Be Continued

Muthiruma : Maaf! Kali ini chap 6 terlalu lama updatenya! Berhubung saya Uhnya banyak n susah-susah, terus KKM musti 8 jadi saya ada yang remedial!.

Sena : Mu-chan! Cepat sembuhkan Suzuna!

Muthiruma : sabar dong! Nanti juga sembuh kok!

Sena : Huh! Awas kalau Suzuna tidak bisa sembuh!

Muthiruma : memang kamu mau ngapain?

Sena : eh? Ehm.. ah.. Yosh! Mohon reviewnya! *kabur dengan kecepatan 4,2 detik*

Muthiruma : Huh! Mengalihkan pembicaraan! Yosh! Yang penting mohon reviewnya!