Halloha! Ayano datang membawa chapter 6… entah kenapa Ayano nggak bisa buat romancenya. Ya itu, karena Ayano bukan orang yang romance. (Hihihi)

Oke, read and review please…

Disclaimer : dari dulu selalu Tite Kubo punya.

MY FIRST LOVE VAMPIRE

Chapter 6

Pertemuan dipantai yang menyenangkan untuk Orihime. Taukah kalian kalau Renji dan Tatsuki sekarang sudah jadian? Yap! Sekarang mereka sudah jadian.

Mereka jadian setelah memberi kejutan untuk Orihime yang ulang tahun.

Flashback…

"Orihime, ayo kita kepantai." Ajak Rukia.

"Baiklah."

Saat disana, semua teman-teman Orihime sudah berkumpul. Memberi senyum pada Orihime yang datang. Yang membuat Orihime menjadi heran. Disana juga ada Nel dan beberapa teman lainnya.

"Ada apa?" Tanya Orihime polos. Memang dia tidak tau.

"ORIHIME! TANJOBI OMEDETO GOZAIMASU!" seru semuanya.

"hahh?" saat itu Orihime benar-benar kaget.

"Orihime, selamat ulang tahun!" seru Tatsuki.

"Happy birthday!" ucap yang lainnya.

Sebuah kejutan besar untuknya. Walaupun tak ada kue, tak ada lilin, tak ada kakaknya disampingnya, tapi itu sungguh-sungguh membuat Orihime sangat bahagia. Ada teman-temannya yang baik, selalu ada untuknya, canda tawa selalu terasa.

"Teman-teman… ARIGATOU!" seru Orihime. Air mata bahagiapun ia jatuhkan.

"Hei! Nanti malam datanglah keacaraku dan teman-temanku. Ada pesta barbeque. Balasan karena aku datang dipesta kalian." Ucap Harribel tersenyum. Nelpun ikut tersenyum, walaupun Loly dan Menoly tidak.

"Kuterima." Ucap Rukia.

Ulquiorra tersenyum melihat Orihime tertawa puas. Senang melihat gadis itu tersenyum. Tersenyum bahagia.

"Jangan hanya tersenyum. Katakan saja padanya." Ucap Grimmjow dengan polos.

"…" tak ada balasan untuk Grimmjow.

Malamnya, mereka bersenang-senang dengan pesta barbeque. Lengkap sudah keceriaan Orihime, saat melihat sahabatnya Tatsuki, datang bersama Renji. Dia sempat kaget melihat itu, tetapi dia langsung tersenyum. Begitu pula dengan yang lain.

Sayangnya, Tatsuki dan Renji tak mau mengatakan bagaimana mereka jadian.

End of flashback…

Liburan mereka tinggal satu minggu lagi. Sekarang mereka sudah bersiap-siap akan pulang ke Karakura. Setelah 5 hari mereka dipantai itu, mereka sangat merasa senang. Ichigo yang tadinya memiliki hubungan buruk dengan Grimmjowpun sekarang menjadi teman. Ulquiorra yang bisa menjadi lebih dekat dengan Orihime merasa sedikit sedih karena harus berpisah dengan Orihime.

Banyak yang telah terjadi di Las Noches. Membuat mereka berubah menjadi baik. Ketenangan dan kedamaian disana, membuat mereka mendapat kekuatan untuk menjadi lebih baik lagi.

"Kita pulang. Terimakasih semuanya!" ucap Rukia.

"Ulquiorra, aku pasti akan sangat merindukanmu…" ucap Orihime yang entah tiba-tiba keluar dari bibirnya yang mebuat Ulquiorra tersentak.

"Mungkin aku juga." Ucapnya lirih yang tak bisa terdengar Orihime.

"Orihime! Ayo!" seru tatsuki.

"Sampai jumpa lagi!" ucap Orihime yang berlari meninggalkan Ulquiorra.

"Yah… pulang deh. Apa kita juga akan pulang?" ucap Nel.

"Tentu." Jawab Grimmjow.

"Lebih baik kalau mereka pulang! Dasar manusia!" ucap Menoly.

"Ulquiorra menjadi kesepian lagi sepertinya." Ucap Harribel yang memperhatikan Ulquiorra yang masih menetap di pinggir pantai sejak berpisah dengan Orihime.

"Kenapa harus dia yang disukainya? Merekakan manusia. Menyebalkan!" ucap Loly kesal.

"Sudahlah. Ayo." Ucap Harribel.

Ditengah perjalanan, Orihime tampak memperhatikan awan yang turut bergerak mengikutinya. Dia masih membayangkan wajah Ulquiorra yang dingin.

Mereka sudah tiba di rumah masing-masing. Begitu juga Orihime yang langsung memasuki kamarnya untuk merapikan pakaiannya.

Orihime masih ingin menghabiskan waktu liburannya bersama Ulquiorra. 'Ulquiorra? Benarkah aku menyukainya? Benarkah aku akan bersamanya seperti yang dikatakan Nel?' pikiran itu yang selalu datang menghampiri Orihime.

"Mungkin aku memang menyukainya. Tapi bagaimana dengan Ulquiorra?" ucapnya lirih.

'benarkah yang diucapkan Nel? Aku menyukainya? Aku akan bersamanya?' pikir Ulquiorra. 'apa ini rasanya orang jatuh cinta? Hentikan. Untuk apa aku memusingkan hal itu?' lanjutnya dalan hatinya.

Dikamar megahnya, Ulquiorra menatap bulan seperti biasa. Tapi saat ini di tambah dengan pikirannya tentang Orihime.

"Aku tak habis pikir, kenapa kau betah memendam perasaanmu terus menerus Ulquiorra?" sebuah suara mengagetkan Ukquiorra dari lamunannya.

"Nel…" ucapnya setelah tau suara itu adalah Nel.

"Kau harus nyatakan perasaanmu padanya." Ucap Nel yang bersandar pada pintu kamar Ulquiorra.

"Haruskah?" jawab Ulquiorra dingin.

"Harus. Atau kau menderita akhirnya." Ucap Nel.

"Mau apa kau kemari?" Tanya Ulquiorra dingin, sengaja mengganti topic lain.

"Aku mau mengajakmu berburu. Ikutlah, oh, ya. Jangan sampai kau kelaparan, gadis itu… darahnya menggiurkan. Kami duluan. Ayo Grimmjow."

"Memang…" ucap Ulquiorra lirih.

Liburan telah berakhir, seperti biasa, acara pertama menyambut siswa-siswi baru dan pembagian kelas. Beruntung Orihime masih satu kelas dengan Tatsuki. Mereka juga masih satu kelas dengan Rukia, Ichigo, Toushiro dan Momo. Mereka berada dikelas 3-2. Sedangkan Uryuu dan Nemu berada dikelas 3-1. Kalau Renji dan Sado ada di kelas 3-3. (kok kayaknya disengaja banget nih sama authornya).

Pembagian kelas mereka memang diacak. Tidak melihat peringkat mereka. Tapi tetap disesuaikan.

"Pagi Orihime. Kau kenapa?" ucap Rukia yang mengambil posisi duduk tetap di depan Orihime.

"Pagi Rukia. Tidak kenapa-kenapa kok." Ucap Orihime tersenyum.

"Dia merindukan Ulquiorra." Ucap Tatsuki santai.

"Sok tau!" ucap Orihime kesal.

"Hei, 2 minggu lagi ada acara ulang tahun sekolah, katanya mau diadakan prom night." Ucap Momo yang menghampiri bangku Orihime. Penghuni dan kedua temannya masih ketawa-ketiwi gaje.

"Benarkah? 2 minggu lagi ya? Pinjam baju kak Hisana ah…" ucap Rukia.

"Kalau pake kaos dan celana jeans bolehkan?" tawar Tatsuki yang memang tak menyukai menggunaka dress. (Huhh?)

"Gantian saja." Ucap Orihime yang membuat semua bingung. (bingung kagak kalian?)

"Maksudnye?" (jiaahh… jadi orang betawi deh si Momo. Wkwkwkwkw…!)

"Tatsuki jadi pangerannya, sedangkan Renji jadi putrinya. Hahahahaha…!" ucap Orihime dengan tawa yang menggelegar sampai ke antariksa, tapi itu malah diikuti yang lain. (jadi donk dunia tawa?)

"Dasar!" gerutu Tatsuki dan bibirnya maju 60cm. (ngarang banget sih loe! Dasar Ayano gila!)

Kelakuan Tatsuki malah semakin membuat semua tertawa. Orang-orang dipasar juga tertawa. Yang dihalte bus juga ketawa. Termasuk Ulquiorra yang jarang ketawa aja, ketawanya sampai membinasakan gedung SMU Las Noches. Hehehe… (?).

Orihime ada pesan! Orihime ada pesan! Orihime ada pesan! (bingung nih nada pesannya apaan. Kalau punyaku sih musiknya alones).

"Hehh? No siapa ini?" Tanya Orihime yang telah keluar dari kamar mandi.

Dia membuka pesan itu, pesan yang berbunyi : temui aku di kafe Ayano nanti malam jam 7. Kuharap kau datang.(Ada ya kafe Ayano? Ih waw…)

"Siapa ya?" Tanya Orihime pada ponselnya. (emang bisa? Ponselnya jawab kagak?)

Setelah melihat pesan tak dikenal itu, Orihime beranjak tidur setelah tadi dia mandi.

TO BE CONTINUED

MAGIC CHAPTER

Orihime : siapa ya, yang sms? (kebingungan. Di atas kepalanya ada tanda Tanya banyak banget)

Rukia : kenapa?

Orihime : ada yang sms. Tapi minta ketemu, and aku nggak tau nomor siapa.

Rukia : jangan-jangan…

Tatsuki : jangan-jangan apa? (sedikit ketakutan)

Ichigo : hantu ! (teriakkan yang menggelegar dan membuat Rukia memeluk dirinya. Maksudnya sih sengaja)

Rukia : kyaaa! Aku takut! (teriakan yang kalah keras dari Ichigo)

Orihime : hei,hei… (sweatdrop)

Ichigo : akhirnya aku dipeluk juga. Hehehe (kegirangan)

Rukia jadi sadar. Itu hanya tipuan Ichigo. Dia langsung melepas pelukannya dan…

Rukia : kak Byakuya! (teriak Rukia memanggil kakaknya).

Byakuya : ada apa sih? Kau membuat kaget! Teh ku tumpah ke celana Renji. Lihat dia lari-lari gaje karena kepanasan! (sambil nunjukin Renji yang lari-lari kepanasan. Wajahnya merah kayak rambutnya)

Tatsuki : Renji! (khawatir. ?)

Rukia : dia curang! Nyuri kesempatan biar aku meluk dia! (rengek Rukia yang nunjuk-nunjuk kearah Ichigo yang mesam-mesem).

Byakuya : apa? Dia? (ledak Byakuya)

Rukia : iya… (ucap Rukia memelas).

Hisana : Byakuya! Saatnya makan siang! (panggil Hisana)

Byakuya : baik! Kapan-kapan saja menghajarnya ya? Mau makan bersama Hisana dulu. Hehehe… (lari ngibrit kearah Hisana)

Rukia dan yang lainnya sweatdrop. Kecuali Ichigo yang jadi tersenyum kemenangan.

Okey! Chapter 6 selesai. Terima kasih sebanyak-banyaknya yang udah ngasih saran. Yang udah ngreview fic nggak jelas ini. Yang udah baca fic aneh ini.

Dewa mata nochi hodo!

Arigatou gozaimasu.

Akhir kata…

RnR.