sassy.chessy present :
A Hunkai Fanfiction
THE VIRGIN AND THE PLAYBOY
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin
Remake dari novel yang berjudul sama
karya Kate Richards
Happy Reading!
.
.
.
Chapter 6
Dengan handuk yang melilit di pinggang, Sehun mengikuti Jongin keluar dari kamar mandi. "Jongin, itu tidak benar, maksudku, malam ini tidak seperti malam yang dibicarakan semua orang. Aku mungkin hanyalah seorang playboy seperti yang kamu minta, dengan perempuan silikon yang berbeda setiap minggunya, dan aku dapat meyakinkanmu, tidak pernah ada yang membuatku merasa seperti ini."
Jongin memiringkan kepalanya dan menatap Sehun. "Aku yakin kau benar. Aku tidak mungkin bersaing dengan gadis-gadis seperti itu."
"Jongin, itu bukan yang aku maksudkan. Gadis-gadis itu, aku tidak tahu bagaimana menjelaskan perbedaannya, tetapi mereka tidak sepertimu. Kamu nyata, seluruh tubuhmu lembut, melengkung, enak untuk dipeluk dan dimanjakan, setiap inci tubuhmu sangat menarik. Tak satu pun dari mereka bisa bersaing denganmu."
Sehun berharap Jongin mengerti betapa luar biasanya dia, tapi Sehun khawatir kata-katanya kurang bisa menggambarkan maksudnya dengan cukup baik.
Jongin tersenyum padanya. "Aku punya guru yang baik. Tapi pak guru, aku sangat mengantuk. Apakah kamu rasa kita bisa berbaring sebentar?"
Jongin melepaskan handuk dari rambutnya dan melepaskan juga handuk yang melilit ditubuhnya. "Aku harus menemukan tasku. Aku membawa baju tidur seksi untuk menginap."
Sehun mengulurkan tangannya dan mengambil dua handuk dari Jongin, dan melemparkannya, ke dalam kamar mandi. "Tidak perlu gaun tidur, cukup naiklah ke tempat tidur dan berpelukan denganku dan kita akan tidur. Ini sudah larut malam."
Jongin menguap lalu tampak terkejut. "Aku benar-benar lupa kamu memesan minuman. Dan apa yang ada di piring tertutup itu?"
"Kalau kamu suka, aku akan menuangkan sampanye untuk kita."
"Aku sangat mengantuk⦠tapi apa yang ada di piring?"
"Silakan dibuka dan dilihat apakah ada sesuatu yang kamu suka."
Jongin mengulurkan tangannya di atas kepalanya dan berjalan ke meja.
"Aku tidak tahu, Aku pikir aku terlalu lelah untuk⦠stroberi! Stroberi dengan gula merah dan krim asam. Oh, aku benar-benar lapar. Ambillah dan buka sampanye-nya. Aku baru saja mendapat angin kedua."
Jongin membawa piring hasil jarahan itu ke tempat tidur dan duduk bersilang kaki di dekat kepala ranjang.
"Bagaimana kau tahu?"
"Aku tidak tahu. Madame mengatakan akan ada minuman di dalam ruangan. Aku belum pernah melihat stroberi dengan krim asam sebelumnya."
"Aku sudah pernah melihatnya di sebuah pesta dan langsung jatuh cinta."
Jongin mengambil stroberi, besar merah dicelupkan ke dalam krim dan kemudian gula. Kristal emas gelap menempel ke sisi berry. "cicipilah."
Jongin mengambil segelas sampanye dari tangan Sehun dan mengulurkan strawberry kepadanya untuk digigit. Jongin nampak begitu senang, Sehun tidak ingin berkata tidak.
Sehun mengunyah dan menelan, menutup matanya saat manisnya gula dan krim asam tart bertermu dengan berry yang ranum di dalam mulutnya.
"Ini menakjubkan."
Sehun duduk di tepi tempat tidur di samping Julia dan tersenyum. "Siapa yang menemukan perpaduan yang begitu nikmat rasanya?"
"Aku tidak tahu, seseorang yang sangat cerdas."
Jongin menghabiskan berry pertama dan mencelupkan berry berikutnya, dan menawarkannya kepada Sehun. Sehun menatap Jongin, duduk bersila dan telanjang di tempat tidur, memegang buah merah dengan lapisan gulanya. Sebuah one-night-stand (satu malam yang mempesona). Dan Sehun, yang memiliki kencan semalam selama beberapa kali dalam sebulan, merasakan getar sayap melankolis mengelilingi hatinya. Seorang pria akan sangat beruntung ketika wanita ini memutuskan siapa yang dia inginkan untuk selamanya. Pasti pria tersebut adalah seseorang pria yang lebih baik dari dirinya.
Dia tidak pantas mendapatkan Jongin, dan Sehub sangat yakin akan hal itu. Cukup. Sehun menarik napas dalam-dalam. Dia hanya memiliki Jongin untuk satu malam.
Jongin mendesah dan mendorong piring yang hampir kosong menjauh. Gelas sampanye ia letakkan di meja samping tempat tidur, dan dia meluncur ke tempat tidur dan melengkungkan tubuh ke samping. "Aku harus menutup mataku, hanya untuk satu menit."
Sehun berbaring dibelakangnya, menyelinapkan tangannya dan membungkus lengannya di pinggang Jongin. Sehun menariknya lebih dekat sehingga dapat merasakan ketika tubuh Jongin melunak dan napasnya menjadi teratur. Untuk sesaat sebelum Sehun jatuh tertidur seperti Jongin, pikirannya memikirkan beberapa kemungkinan tentang ide-ide diluar kebiasaannya sebagai playboy. Ternyata satu malam dengan Jongin tidak akan cukup.
.
End for This Chapter
sassy.chessy
