Good Doctor

Pairing :Naruto U. x ...

Genre : Drama,Sci-Fi,Friendship Slight Romance

Rating : T+

Summary : Naruto Adalah Seorang Dokter Residen Yang mengidap Penyakit Sindrom Savant Atau Yang biasa Kita sebut Autis .

"Vena" Talk

'Vena' Talking To Myself

"Vena" Medical Terms

Warning : OOC , OC , SmartlNaru.

Chapter 6 : Heavily Drunk

Sebelumnya

Sekarang Kakashi bersama Sasuke tampak sedang memeriksa sesuatu. "Ini adalah Microlon. Kita belum bisa memutuskan apa ini penyakit bawaan lahir. Mari kita lakukan Biopsi" Kata Kakashi Pada Sasuke.

"Baik!" Jawab Sasuke atas perintah Kakashi. Kakashi melihat kearah Naruto Yang sedang terlihat menggerak gerakan tangannya.

Kakashi kembali keruangannya "Naruto, Apa yang Kau Lakukan?" Tanya Kakashi Pada Naruto.

Naruto Terkejut langsung meletakan barang yang dimainkannya. "Ada Yang ingin Kau katakan!." Kata Kakashi Pada Naruto.

"Tidak!" Jawab Naruto dengan sangat cepat lalu dia melenggang pergi.

Kakashi duduk dikursi kerjanya Dan melihat kearah barang barangnya. Dia mengambil rubik- terkejut karena rubiknya selesai dengan sempurna semua warna lengkap pada tempatnya. Dia melihat kearah Naruto yang sedang menyusun Buku dan membawa beberapa buku pulang ke rumah Nya.

~Good Doctor~

Tampak Inoichi bersama seorang perawat laki laki bernama Bee masuk ke sebuah ruangan Pasien."Apa Masalahnya?" , Tanya Inoichi kepada wali sang Pasien.

" Sudah Tiga hari sejak operasi tapi dia tetap merasa sakit." Keluh Sang Ibu.

"Memang seperti itu. Rasa sakitnya akan berlangsung selama seminggu. " Ujar Inoichi menenangkan sang ibu.

"Apa dia akan baik baik saja?" Khawatir sang ibu.

"Jangan cemas , kami memberikan perawatan terbaik Untuknya" Ujar Inoichi sambil tersenyum lalu melenggang pergi.

"Dokter!" Kata sang ibu memohon. Inoichi mengacuhkan panggilan ibu tersebut. Bee juga Ikut keluar karena takut berurusan dengan ibu tersebut. Sang ibu terlihat sangat Khawatir.

Inoichi berjalan dengan cepat diikuti Oleh Bee. "sudah kubilang Jangan menghubungiku saat aku hendak pulang. " Ujar Inoichi dengan nada kesal dan emosi kepada Bee.

"Yoo , Dia begitu kesakitan " Dengan nadanya yang terdengar seperti nge- Rap dia tampak melakukan pembelaan.

Inoichi menunjuk Bee dengan Jarinya. "Apa Kau dokternya ?" tanya Inoichi masih dengan nada kesal.

"Yoo , Maaf kan aku." Ujarnya dengan nada khasnya tersebut.

"Semua orang bereaksi berlebihan!" Gumam Inoichi dengan meletakan tangannya di pingganya dan melengah kearah lain.

" Aku ada seminar besok. Jangan menghubungiku bila tidak penting." Ujar Inoichi dengan menunjuk dada Bee. Bee memberi Hormat dengan muka masam."ahh..Ahh" Gumam Bee dengan memijit belakang kepalanya.

~Good Doctor~

Naruto tampak sedang melihat keadaan Yuki didepan Pintu ruangan perawatan Yuki. Tampak Yuki yang belum sadarkan diri dan seorang perawat yang sedang mengurus Yuki. Naruto Tampak tersenyum lalu pergi.

~Good Doctor~

Tampak seorang sedang memegang sebuah gelas untuk minum bir. Dia meminum Birnya Lalu menghela Nafas.

" Ada apa denganku?." Kata Orang tersebut yang lebih tepat seorang wanita.

"Aku sudah minum seharian tapi tetap tak bisa mabuk." Katanya dengan wajah lesu.

"Kenapa kalian berdua selalu bertengkar ?." Tanya sang penjaga bir.

Sang wanita tampak sedang menggigit Ibu Jarinya. "Apa Kalian musuh dikehidupan yang lalu?."

Tanya Sang penjaga bir sambil membersihkan sebuah gelas. "Aku tahu dia dokter yang hebat…" Kata Wanita itu dengan memasang wajah kesal.

"Tapi bocah ini tak mau mendengarkan ku!" Lanjut wanita itu dengan nada keras kepada sang penjaga bir.

"aku juga benci orang yang arogan " Balas sang penjaga bir.

"Tapi Kakashi mempunyai Hak untuk bersifat Arogan , itu cocok dengannya. " Lanjut sang penjaga yang kita ketahui bernama Kamizuki.

"Kenapa paman selalu berpihak kepadanya?" Kata wanita itu yang kita ketahui bernama Hinata dengan nada keras.

Terlihat Kamizuki mengabaikan teriakan Hinata kepadanya. "Baiklah!" Kata Hinata.

"aku yang salah!" lanjut dengan nada pelan.

"Aku…" kata Hinata terhenti karena Kamizuki memotongnya.

"Akhirnya kau sadar Juga." Katanya dengan nada pelan.

"Apa Minuman selanjutnya Harus kucampur 50/50 agar kau bisa mabuk ?." Tanya Kamizuki kepada Hinata.

"Tidak!" jawab Hinata lesu.

"Campur soju dan bir , 7 banding 3!"Ujar Hinata dengan semangat.

"Baik!" Jawab Kamizuki Lalu mencapurkan Soju lebih banyak dari pada bir.

'Teeet Teeet Teeet' Bunyi sebuah panggilan masuk itu terdengar dari SmartPhone Hinata.

Hinata mengangkat Panggilan Masuk tersebut. "Ya!"Jawab Hinata.

"Kau dimana ?"Kata Orang sebrang yang ternyata Kakashi.

"Perpustakaan!" kata Hinata Bohong.

"Apa Kau minum minum lagi?" Tanya Kakashi disebrang.

"Apa peduli mu?" Ujar Hinata ketus sambil memasang muka bosan.

"Kau masih marah?" Tanya Kakashi kembali.

"Kenapa Kau bertanya?" Kata Hinata dengan Nada yang sama.

"Kau ingin menghiburku ?" Kata Hinata Dengan nada merendahkan.

"Tidak , aku ingin kau menyadari kesalahan mu dan menyesalinya" Balas Kakashi dengan Tidak peduli.

"Apa!?" Kata Hinata dengan keras.

"Minum minum dan menutupi kesalahan mu sama sekali tak membatumu " Ujar Kakashi dengan nada mengejek.

Hinata bingung " Berhenti Minum dan bersiap untuk operasi besok. Aku tutup teleponnya " Lanjut Kakashi.

'teett' bunyi panggilan yang telah tertutup. "Halo ? " Hinata melihat SmartPhonenya dengan wajah kesal.

"Hahh..Yang benar saja" desah Hinata.

"Dasar Brengsek!" Kata Hinata Masih dengan ekspresi yang sama.

Kamizuki melihat Aneh kearah Hinata. "Paman campur semuanya." Kata Hinata dengan muka kesal.

"Semua minuman keras yang kau miliki , Campur semuannya!" teriak Hinata dengan depresi.

~Good Doctor~

Tampak disebuah komplek perumahan , Lampu salah satu rumah tampak baru hidup karena pemiliknya baru pulang.

Naruto berjalan kearah tempat tidurnya lalu menghepaskan pantatnya pada kasur tersebut. Dia melihat lihat keadaan rumah barunya.

~Good Doctor~

Kakashi Pulang ia melihat sebuah baju tergelatak sembarangan.

Kakashi menghela Napas lalu melepas Jasnya dan meletakannya diatas sebuah sofa.

Diapun duduk di sofa tersebut, Keluarlah seseorang wanita dari kamar mandi rumahnnya.

" Seharusnnya kau menghubungiku sebelum datang. Aku akan datang lebih awal." Kata Kakashi pada wanita tersebut.

"Tak apa!" Kata wanita itu sambil memegang Bahu Kakashi.

"Kau dari mana? Kenapa kau mengenakan setelan Hitam?." Kata Wanita tersebut yang ternyata adalah Mei Terumi.

Kakashi tersenyum "Aku ada rapat pagi tadi." Ujar Kakashi kepada Mei.

"aku memilih Untuk tak merekrutnya demi kepentingan direktur" Kata Mei merubah topik percakapan.

Kakashi melengah kearah Mei. "Demi Direktur?" Tanya Kakashi.

"Jika mereka tak merekrutnya , Ini akan berlalu begitu saja." Jawab Mei atas Pertanyaan Kakashi.

"Tapi direktur mempertaruhkan segalanya " Lanjut Mei.

Kakashi tampak termenung sebentar . "Jika dokter baru itu berbuat kesalahan , Direktur akan mengundurkan diri dari posisinya." Ujar Mei kembali.

"Mengudurkan diri?" Ulang Kakashi dengan wajah bingung.

"Itu sebabnya orang membiarkannya direkrut." Ujar Mei.

" Itu cara mereka untuk menyingkirkan Direktur." Lanjut Mei.

Kakashi tampak mengurut pelipisnnya.

"Direktur Eksekutif Tsunade yang naif Bahkan tak berpikir sejauh itu."Kata mei kembali.

"Dan ia menentangnya Hingga Akhir. Wakil Direktur menuntun orang orang untuk memilih sebalik nya. Asisten direktur memang licik "Lanjut Mei.

"Kenapa…" Kata Kakashi dengan nada bingung.

Kakashi menghela Napas Panjang. "Terkadang dia melakukan segalanya secara tiba tiba. Dan hasilnya selalu baik. Wakil direktur satu satunya yang mengangguku. " Ujar Mei kembali .

"Kenapa?" tanya Kakashi kepada Mei.

"Hanya dia yang tak bisa kubaca jalan pikirannya" Jawab Mei atas pertanyaan Kakashi.

~Good Doctor~

"Cari disini.." Teriak Hinata seperti Orang gila ia tampak sangat mabuk.

"Cari disana." Ujarnya kembali.

"Aku tak mengerti. Kakashi Brengsek!." Kata Hinata meliuk liuk kan badannya.

"Hei! Terdengar Suara Entah dari mana.

"Jika Kau mabuk , Pulang dan tidurlah!" Suara itu kembali terdengar.

"Dari mana datangnya suara itu? " Ujar Hinata sambil mencari asal suara tersebut.

"Apa ada pengeras suara ditenggorakan mu ? kenapa suaramu begitu keras?." Teriak Hinata entah kepada siapa.

"Wanita ini! Jika Kau tak mau diam , Aku akan menghubungi Polisi" kembali terdengar suara tersebut.

"silahkan. Sudah lama aku tak duduk dikursi belakang." Teriak Hinata dengan Nada meremehkan.

"Menjengkelkan!" Guman Hinata.

TBC

Hahaha Maaf , Mungkin Chapter depan soal Pairing nya (Pasti Lho)

Seperti Biasa 'Riview'

Chapter depan kita akan adakan sesi tanya jawab.

Jaa ne