HALLO GUYS! APA KABARNYE KALIAN SEMUA?! SEMOGA KALIAN SEHAT SEJAHTERA!
Ane hadir kembali dengan Chapter baru petualangan CR di dunia Anime. Ane berharap ente-ente semua terhibur dan masih mau ngikutin Cerita Ane yang terbilang greget ini! :v
Peringatan: AU, actor-fic, Multiplite anime crossover, typo, mild language, Chara yang OOC, bahasa yang itu-itu aja, rada aneh, dan berbagai kekurangan lainnya.
Disc : Naruto by Masashi Kishimoto
Luffy by Eiichiro Oda
Honoka and MUSE by Sakurako Kimino
Kirito by Reki Kawahara
Saizou by Akihisa Ikeda
Haru by Robico
Rate : T
Ok deh tanpa basa-basi, kite langsung aje menuju TKP!
Part 6 : About The Tournament!
"kau yakin Ronaldo?!" tanya Honoka terkejut apa yang di katakan oleh CR.
CR mengangguk "ya, itu tidak masalah bagiku. Anggap saja itu bayaran karena aku telah di berikan tempat tinggal oleh keluargamu" katanya berwajah senang menatap Honoka.
Honoka mengerti itu dan menerima dengan senang pendapat dari CR.
"bagus, akhirnya ada yang membantuku juga! Karena selama ini, aku selalu sendirian dalam mengolah toko" kata ibu Honoka memejamkan matanya dengan ceria.
CR menatap ibu Honoka "lho kan Honoka ada, kenapa ia tidak membantu anda?" tanya CR menunjuk gadis rambut coklat itu.
Ibu Honoka membuka mata lalu menoleh pada anaknya kemudian mengelus-elus rambutnya.
"dia ini selalu sibuk dengan aktivitas idolnya dan juga sibuk dengan pekerjaan sekolah nya karena dia ini adalah ketua osis di sana" kata ibu Honoka memberitahu tentang anaknya dan Honoka cuma cengar-cengir mendengar penjelasan ibunya itu. CR mengangguk paham akan hal tersebut. Dan setelah itu mereka pun saling mengobrol satu sama lain.
-CR7 : Lost in the World of Anime-
Beberapa menit mereka selesai membicarakan masalah CR, Honoka, Naruto, Luffy, dan CR sendiri sudah berada di depan rumah gadis idol itu.
Naruto membuang nafas lega "fyuh...untung saja keluarga mu mengizinkan CR tinggal, Honoka" kata naruto.
"benar, aku kira ia tidak akan mengizinkanya" kata Luffy juga lega karena masalah itu telah usai.
Honoka tertawa "ya itu juga karena ia memberinya syarat supaya Ronaldo bisa tinggal di losmen" kata Honoka dengan wajah biasa menatap CR.
Lalu luffy menoleh pada si klimis itu "tapi apa kau benar2 yakin menerima syarat itu, CR?"
si portugis lalu menoleh ke pemuda itu "ya, aku dengan senang hati menerima syarat itu karena itu adalah bayaran untuk ku pada keluarga Honoka" kata CR dengan cengirannya. Naruto dan Luffy mengangguk dengan paham dan menerima pendapat CR itu.
Keheningan terjadi sebentar di antara mereka hingga Naruto berdeham sebentar lalu menatap mereka "baiklah karena masalah ini sudah selesai, aku mau pulang dulu ya" kata Naruto berpamitan.
Luffy menatap kepada mereka juga "aku juga, aku mau pulang dulu ya. nanti kakekku akan mencariku lagi" kata Luffy yang juga pamit karena khawatir kalau kakeknya nanti akan mencarinya. Lalu naruto dan luffy berpamitan pada mereka berdua dan berjalan pergi meninggalkan CR dan honoka di sana.
Honoka lalu menatap CR di sampingnya. "ayo kita ke losmen untuk menunjukkan ruangan mu" ajaknya memegang sebuah kunci kamar di tangan kirinya dan menunjukkannya pada CR.
CR membalasnya hanya dengan anggukan saja kemudian mereka pergi menuju kamar losmen di mana ia akan tinggal.
Setelah selesai memberitahu letak kamar dan isinya, kini Honoka dan CR berada di depan pintu kamar si pria portugis itu.
"aku harap kau suka dengan kamarnya" kata Honoka memiringkan sedikit kepalanya.
"tentu, ini malah cocok denganku. terima kasih ya, Honoka karena sudah memberikan ku tempat tinggal" kata CR menatap senyum ke gadis idol itu.
Honoka mengangguk "sama2 CR dan semoga saja ingatan mu bisa kembali lagi" kata Honoka yang mendoakannya sembuh padahal CR sedang berbohong dan tidak mengalami penyakit hanya tersenyum getir mendengar itu.
"baiklah, aku tinggal dulu ya. Kalau kau butuh sesuatu datang saja kerumahku, oke!" ucap Honoka mengedipkan sebelah matanya pada CR. CR cuma mengangguk mengerti kemudian gadis itu pergi meninggalkan nya sendirian.
Wajah CR berubah menjadi cemberut dan merasa bersalah karena telah membohongi Honoka dan juga teman-temannya "aku sudah berbohong pada mereka. Yah Tapi mau bagaimana lagi" kata CR mengangkat kedua bahunya lalu menatap ke depan.
"aku juga harus segera mencari jalan pulang agar tidak terjebak selamanya di sini atau dimensi ini!" ucapnya dengan tegas lalu ia masuk ke dalam dan menutup pintunya.
-CR7 : Lost in the World of Anime-
Hari tak terasa telah sore dan CR kini tengah berada di taman bermain kota yang ramai orang dan sedang bersantai di sana.
CR melihat orang2 yang sedang berkumpul bersama keluarganya masing2 hingga membuat pria klimis itu mulai rindu pada keluarganya di sana apalagi oleh anaknya, junior.
Honoka yang kebetulan juga berada di sana, melihat CR yang sedang duduk termenung lagi memikirkan sesuatu.
Lalu ia dan seorang gadis bersama dengannya menghampiri dan menyapa orang portugis itu. "hay Ronaldo!" seru Honoka menyapa dirinya.
CR agak kaget lalu menoleh dan tersenyum kepadanya "hay honoka".
lalu gadis berambut ungu di sampingnya berbisik pada cewe berambut coklat itu. "kau kenal dia, Honoka?"
Honoka mengangguk menatap temannya "ya, dia adalah Cristiano Ronaldo! seorang turis dari eropa yang telah mengalami kecelakaan. dan karena penyebab kecelakaan itu, ia sekarang menjadi lupa ingatan" katanya menjelaskan dengan berbisik juga pada temannya itu.
Gadis itu agak tersentak mendengarnya dan berwajah iba pada orang portugis itu. "kasihan sekali" kata gadis itu dengan sedih.
Lalu honoka memperkenalkan teman di sampingnya itu "oh ya Ronaldo, kenalkan dia adalah temanku Nozomi toujo*" ucapnya menunjuk Nozomi.
"salam kenal" sapa Nozomi dengan senyuman lalu keduanya duduk bersama CR. Honoka duduk di samping kiri CR sedangkan Nozomi di sebelah Honoka.
"aku melihat kau sedang duduk dan sepertinya kau memikirkan sesuatu?" tanya Honoka.
Nozomi lalu menyambung pertanyaan honoka "apa kau sedang mencoba memikirkan keluarga dan teman-temanmu?".
CR tertunduk mendengar pertanyaan dari Nozomi. "ya, aku sedang berusaha melakukan itu" jawabnya menatap kerumunan orang2.
"tak apa kalau kau mencobanya, siapa tahu kau bisa mengingat sesuatu. asal jangan kau paksakan saja nanti malah bertambah parah lagi" kata Nozomi menatap pria portugis itu.
CR senang melihat sifat Nozomi yang peduli itu. "terima kasih, Nozomi" kata CR tersenyum kepadanya begitu juga dengan honoka. Nozomi menangguk dan pipi agak memerah karena melihat orang asing itu tersenyum menatapnya.
Honoka juga ikut tersenyum akan sikap Nozomi yang peduli itu. lalu menatap langit senja "ayo kita pulang hari sudah mulai gelap!" ujarny.
CR dan Nozomi mengangguk lalu ketiganya beranjak dari kursi taman dan pulang ke rumah.
-CR7 : Lost in the World of Anime-
Hari telah berganti pagi dan semua orang mulai melakukan aktivitasnya masing2 karena hari ini orang2 sudah memulai kembali bekerja dan melewati masa libur nya.
"aku berangkat ya, bu!" kata Honoka berpamitan pada ibunya untuk pergi ke sekolah.
"ya nak, kau hati2 ya di jalan" kata ibunya memegang pipi anaknya. Honoka mengangguk lalu pergi berangkat ke sekolah.
Saat di luar ia bertemu CR dengan memakai pakaian santai milik ayahnya yang di berikan oleh ibunya kemudian Honoka menyapanya. "pagi, ronaldo" sapanya dengan tersenyum.
"pagi Honoka, kau mau kemana?" tanya CR.
"aku mau berangkat ke sekolah" jawabnya menyengir.
"begitu" kata CR singkat.
Honoka mengangguk, "aku berangkat dulu ya" kata honoka lalu pergi sambil melambaikan tangannya kepada orang portugis itu. CR cuma diam menanggapi itu lalu masuk ke dalam rumah honoka untuk memulai pekerjaan barunya.
-CR7 : LOST IN THE WORLD OF ANIME-
Di sebuah tempat di mana honoka bersekolah yakni SMA otonokizaka. Sekolah itu sebenarnya hanya untuk pelajar wanita saja. namun karena di distrik itu tidak ada sekolah lagi, kini sekarang telah dicampur dengan pelajar laki2 dan itu jumlah nya masih sedikit daripada pelajar perempuannya yaitu sekitar 80% siswa perempuan dan 20% siswa laki-laki.
Di ruang osis, "ternyata masih sepi" kata honoka melihat ruangannya masih kosong tanpa ada orang kemudian ia duduk di bangku kepemimpinannya sambil menunggu teman2 nya datang.
"pagi semua!" sapa seorang gadis berambut panjang biru kepada teman2nya lalu ia terdiam lantaran ruangan masih kosong dan hanya melihat honoka yang duduk di bangkunya.
"mereka belum datang, kaichou?" tanyanya kemudian ia duduk di tempatnya dan di jawab dengan gelengan kepala dari kaichounya itu. Gadis itu ber 'oh' saja lalu menanti juga kedatangan teman2nya itu.
Mereka pun mulai berdatangan satu per satu, mulai dari nozomi dan seorang gadis berambut abu2 kecoklatan datang berbarengan kemudian di susul oleh seorang gadis berambut merah tua dan di belakang nya di ikuti oleh gadis yang berambut pirang dan kuncir kuda.
Selang beberapa menit, datang lagi seorang gadis berambut hitam di kuncir dua dengan wajah riangnya dan di buntuti dua gadis lain di belakangnya, yang satu berambut kecoklatan sambil mengunyah makanan dan memegang sebuah onigiri di tangannya dan satu lagi berambut orange pendek cerah.
Semuanya kini telah berkumpul di ruangan osis dan memulai rapat hariannya. "baiklah semuanya sudah berkumpul, ayo kita mulai rapatnya" kata honoka memandang teman2nya dan semuanya menjawab dengan anggukan secara serempak.
"ada berita terbaru hari ini, Umi*?" tanya sang kaicho kepada gadis berambut biru bernama umi sonoda itu.
Umi mengangguk, "ada, aku mendengar berita bahwa akan ada turnamen idol terbaik yang bakal segera di adakan di akihabara!" kata umi menatap honoka.
"wah, kita harus ikut perlombaan itu, oka-chan!" seru gadis berambut kecoklatan yang sedang memegang onigirinya dengan erat. Honoka menangguk setuju begitu juga dengan yang lain.
Umi mendesah sebentar lalu kembali berbicara "tapi masalahnya, grup ternama 'A-rise' dari sekolah akan ikut serta dalam perlombaan ini!" kata umi dengan mengerutkan dahi memberitahu nama grup rival abadinya itu.
honoka dan yang lain terkejut mendengar nama rivalnya itu yang akan ikut berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
"benarkah, umi-nyaa~!" kata gadis berambut oranye terang dengan mata membulat. Umi mengangguk menjawab pertanyaan gadis itu.
"ini pasti akan rumit, karena mereka mempunyai rating dan fan yang sangat tinggi dan selalu menang dalam setiap turnamen!" kata gadis berambut hitam dengan kedua alis mengkerut dan di naikkan. Semuanya setuju akan pernyataan gadis berkuncir dua itu.
"kita tidak mungkin bisa mengalahkan mereka" kata gadis berambut abu2 kecoklatan dengan nada lesu. Mendengar itu, semuanya menjadi tidak bersemangat akibat kemunculan 'A-rise' yang akan ikut serta dalam turnamen.
Hening sementara hingga
'BRAAKK!'
suara dobrakan meja terdengar begitu keras yang di akibatkan dipukul oleh seseorang. Semua anggota lalu melihat asal suara dobrakan itu dan ternyata yang melakukannya adalah sang kaicho, kousaka honoka.
Wajah honoka agak kesal lantaran teman2nya menjadi lesu karena takut gagal mengikuti turnamen itu.
"kalian ini kenapa sih!, Baru begitu saja sudah mau menyerah! Kita ini satu tim!, kalau kita bekerja sama!, kita pasti akan berhasil karena kita adalah MUSE!" kata honoka dengan wajah seriusnya dan nada yang tinggi memberi semangat dan moral kepada teman2nya. Semuanya kini tertegun apa yang di katakan oleh kaichonya itu.
Lalu wajah mereka kini berubah drastis dari tampang yang tadinya lesu kini menjadi semangat yang meledak-ledak.
"honoka benar, kita tidak boleh menyerah!" kata gadis pirang berkuncir kuda.
Gadis berambut merah mengangguk, "kita harus berani menghadapinya tanpa rasa takut!" katanya mengerutkan dahi menatap teman2nya.
"kita pasti bisa mengalahkan mereka. Kita harus yakin!" kata nozomi menatap kaicho dan yang lain.
"karena kita adalah..." umi menggantung mengatakannya lalu mereka berteriak secara serempak sambil meninju udara
"MUSE!".
setelah selesai memberikan semangat pada teman2nya, honoka lalu kembali berkata lagi kepada anggotanya.
"kapan turnamen itu akan diadakan, umi?" tanya honoka kepada umi.
"2 minggu dari sekarang, kaicho" jawabnya menatap senyum honoka.
"bagus, kita masih punya waktu untuk berlatih supaya kita bisa tunjukkan kepada mereka pentas terbaik yang di miliki oleh muse" kata honoka dengan tangan mengepal dan memandang semua anggotanya.
Mereka memandang kaichonya dengan rasa percaya diri dan wajah yang benar2 siap untuk mengikuti turnamen itu.
"kita akan latihan pada saat setiap pulang sekolah, kalian bisa?" tanya honoka pada anggota muse. Semuanya pun langsung setuju menjawab pertanyaan kaichonya itu.
"baiklah rapat hari ini selesai. aku har...tidak, kita pasti akan memenangkan turnamen itu" kata honoka yang agak salah dalam berkata
"silahkan kalian semua kembali ke kelas masing2" lalu mempersilakan anggotanya untuk membubarkan diri.
Semuanya lalu membubarkan diri dan hanya meninggalkan honoka sendirian di ruangan.
namun saat umi ingin keluar dari ruangan, ia mengingat sesuatu hal yang di lupakan.
"oh ya kaicho, aku lupa memberi satu hal lagi padamu!" kata umi yang berada di depan pintu.
Honoka kemudian menghampiri umi dan berdiri agak dekat dengan teman masa kecilnya itu. "apa itu umi-chan?" tanyanya.
"tapi aku memberitahunya saat jam istirahat saja boleh kan. Soalnya ini sudah mau bel masuk!" katanya menatap honoka dan melihat jam dinding yang ada di ruangan osis.
Honoka mengangguk, "ya sudah kalau begitu" jawabnya.
"kita membicarakannya di ruang ini saja, oke!" kata umi dengan senyum lalu pergi menuju kelas. Honoka kembali mengangguk menanggapinya setelah itu ia keluar dari ruang osis dan menguncinya lalu berjalan menuju ke kelas.
-skip-
jam istirahat sudah berbunyi dan seluruh siswa/i mulai berhamburan keluar untuk menuju kantin sekolah.
Honoka lalu menuju ruang osis sekolah untuk menemui umi di sana. Setelah sampai, ia melihat umi sedang duduk di kursi sebelah kanan dan memainkan hp nya.
Honoka menghampirinya dan duduk berhadapan dengan gadis itu. Lalu keduanya saling menatap satu sama lain.
"jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya honoka.
Umi membuang nafasnya sebentar lalu berkata "kepala sekolah tadi pagi menemuiku. ia memberitahuku soal turnamen sepakbola antar provinsi di seluruh tokyo!" kata umi dengan mengerutkan kedua alisnya "Dan sekolah kitalah yang akan menjadi wakil dari distrik kanda dan telah masuk terdaftar untuk ikut serta dalam lomba itu!" tambah umi menjelaskan tanpa berkedip mata.
Honoka terkejut mendengar berita itu "benarkah?!".
Umi mengangguk. "tapi siswa di sekolah ini belum ada yang mau ikut serta dalam lomba ini. Kita harus menemukan pemain dalam seminggu" kata umi menunduk dan bermuka cemberut.
Lalu menoleh pada honoka "apa naruto dan luffy sudah kau beritahu tentang ini?" tanya umi.
Honoka menggeleng, "aku belum memberitahu mereka, umi-chan" katanya dengan datar. "kenapa kepsek tidak beritahu aku soal ini, ya?" tambahnya bertanya sambil menggaruk2 pipinya.
"entahlah, mungkin ia selalu sibuk dengan masalah2 sekolah ini dan tidak sempat menemui mu. Ya jadinya ia deh yang memberitahu ku soal masalah ini padamu. Aku tadi bertemunya saat berada di aula pagi tadi" kata umi menjelaskan problem kepseknya.
Lalu honoka mengambil handphone dari saku almamaternya "aku akan menyuruh naruto dan luffy untuk datang kesini" katanya kemudian ia memijit-mijit tombol untuk menghubungi naruto dan luffy. setelah honoka selesai menelepon mereka berdua, honoka dan umi lalu menunggu kedatangan para cowo2 itu.
Beberapa menit kemudian dua cowo itu tiba di ruang osis dengan style seragam berantakan nya. Keduanya berdiri di belakang honoka agak jauh
"ada apa kau memanggil ku?" tanya naruto menaruh kedua tangan di belakang kepala dan tercengir.
"ya Honka, ada apa kau memanggil kita berdua?" kata luffy dengan sumringahnya.
"aku menyuruh kalian datang kemari karena ingin memberitahu kalian sesuatu" kata honoka menatap kedua siswa itu.
"soal apa itu?" tanya naruto mengangkat sebelah alis.
"tentang turnamen sepakbola!" kata umi dengan nada serius.
Naruto dan luffy tersentak mendengar jawaban itu. "turnamen sepakbola kau bilang!" seru naruto menaikkan kedua alisnya.
Honoka mengangguk, "turnamen ini penting sekali karena turnamen ini mengenai harga diri dan kehormatan untuk suatu wilayah dan Sekolah kitalah yang di tunjuk menjadi wakil dari wilayah kanda!" kata honoka dengan mengepalkan kedua tangannya di depan naruto dan luffy.
"apa kalian mau ikut serta dalam turnamen itu dan membuat nama kanda menjadi harum?" tanyanya.
Naruto melipat kedua tangan di dada dalam menjawab. "aku tentu saja mau! Honoka!" kata naruto dengan tegas.
Honoka lalu menoleh ke arah pemuda raven itu. "bagaimana denganmu, luffy?!" tanyanya bernada agak gertak.
Luffy mengangguk, "baiklah, kalau ini untuk martabat kota kita, aku akan ikut serta!" kata luffy dengan mengerutkan dahi dan cengir kudanya.
Honoka dan umi sangat senang mendengar jawaban mereka dan telah berhasil merekrut 2 orang untuk ikut dalam turnamen itu.
"lalu siapa saja siswa yang ikut andil dalam turnamen ini, honoka?!" tanya naruto menatap sang kaicho.
Honoka menggeleng dengan lesu memandang mereka "baru kalian berdua saja" tunjuknya pada kedua siswa itu. Naruto dan luffy terkejut menganga saat mendengar itu.
"karena siswa yang lain belum ada yang mau untuk mengikuti turnamen ini" jawab umi memberitahu penyebabnya.
"kalau belum berhasil mendapat kan pemain lagi dalam seminggu, kita tidak akan jadi ikut dalam turnamen itu!" kata honoka menundukkan kepalanya. Umi juga tertunduk lemas jika hal itu terjadi.
Naruto melihat keputus asaan dari dua gadis yang ada di depannya ini begitu juga dengan luffy. "kau tidak usah khawatir kaicho, aku akan mencari orang2 yang mau ikut bermain dalam turnamen sepakbola ini!" kata naruto berwajah semangat.
"ya Honka, aku juga akan membantumu untuk mencari orang2 yang berani untuk turut serta dalam turnamen ini!" kata luffy dengan tangan mengepal.
Honoka dan umi memandang kedua siswa itu dengan perasaan lega. "terima kasih, naruto/luffy" kata honoka dengan wajah cerahnya.
"sama2 honoka/honka!" kata luffy dan naruto bersamaan.
Umi tersenyum pada kedua siswa itu lalu menatap kaichonya. "aku juga akan mencari lagi siswa yang benar2 mau ikut dalam turnamen ini, kaicho!" kata umi dengan semangat.
Honoka mengangguk tersenyum pada temannya itu. "terima kasih, umi-chan" katanya memegang pundak gadis berambut biru itu dan umi hanya berdeham menjawab itu.
Luffy kemudian menoleh pada pemuda jabrik di sampingnya. "oh ya naruto, bagaimana kalau kita mengajak orang asing itu?" kata luffy memberikan saran.
Naruto tersenyum mengangguk. "ya! Betul juga tuh. Bagaimana kalau kita mengajaknya untuk ikut di turnamen ini!" kata naruto tercengir menatap luffy.
Honoka dan umi menatap penasaran apa yang di bicarakan oleh kedua siswa di depannya itu.
"apa yang kalian bicarakan?" tanya honoka curiga.
naruto lalu menatap kaichounya "aku akan mengajak CR untuk mengikuti turnamen ini dan menjadi bagian tim kita!" kata naruto dengan mimik senang.
"benar honka!, dia hebat sekali dalam bermain bola. Kau ingat saat kita menghadapi si berandal saizou, dia telah mengecoh haru sampai 3x dan itu membuat tim saizou menjadi terperangah karenanya!" kata luffy mengingatkan honoka pada pertandingan kemarin saat menghadapi berandal saizou.
Umi agak asing dan bingung mendengar nama CR seperti itu. "CR? Siapa dia ?" tanya umi kepada naruto dan luffy.
Honoka lalu menoleh pada gadis berambut biru itu. "namanya Cristiano Ronaldo dan disingkat menjadi CR umi-chan, dia berasal dari eropa yang sekarang tinggal di losmen milikku. Dia saat ini mengalami lupa ingatan karena sebuah kecelakaan. Aku, naruto, dan luffy menemukan dia tak sadarkan diri di pinggiran sungai. makanya aku, dan mereka membawa dan menyuruhnya untuk tinggal di losmen milik keluargaku" honoka menjelaskan tentang pertemuannya dengan orang portugis itu dan di ikuti Naruto dan luffy yang mengangguk setuju akan cerita dari kaichonya itu.
Umi terdiam mendengar penjelasan honoka kemudian berkata "jadi begitu, kasihan juga ya." ucap umi sedikit menyempitkan matanya lalu memandang kembali kaicho dan kedua siswa itu
"Tapi apa kalian yakin dia mau membantu kita?" tanya umi kepada naruto dan luffy.
Luffy mengangguk. "aku yakin ia pasti akan membantu kita".
"kau tenang saja, kami akan melakukan itu" kata naruto dengan cengiran khasnya.
Lalu umi menoleh lagi pada honoka "bagaimana menurut mu, kaicho?" tanya umi dengan menaikkan sebelah alis.
Honoka menjawab dengan berserinya. "tentu, justru aku senang kalau ronaldo bisa ikut menjadi bagian dari tim kita" kata honoka memejamkan kedua mata dan tersenyum ria.
Naruto dan luffy sangat senang ketika honoka menyetujui saran dari mereka itu lalu luffy dan naruto saling tos dengan wajah sumringahnya sementara honoka hanya melipat kedua tangan di dada dan umi menggeleng kepala melihat mereka berdua senang seperti itu.
Bel tanda masuk pun mulai berbunyi hingga membuat mereka tersadar dari kesenangan mereka. kemudian mereka pergi dari ruang osis sekolah menuju kelasnya masing2.
Apakah mereka akan berhasil menemukan 8 orang lagi dalam kurun waktu seminggu supaya bisa mengikuti kompetisi sepakbola antar wilayah itu?.
Pencarian para pemain pun telah di mulai!
BERSAMBUNG....
Alhamdulillah akhirnye selesai juga! Penasaran...Siapa aje yang bakal di rekrut oleh Naruto DKK untuk ngebuat Tim Sepakbola untuk wilayah Kotanya?
.
.
.
.
.
maaf kalo kite ngupdet Fic ini agak telat! yang seharusnye sabtu dinihari jadinye malah sekarang karena pembenaran typo dan hurup kapital yang masih berantakan! itupun kalo masih ada yang kelewat! :v
.
.
.
.
.
Mohon maaf apabila masih ada yang salah dalam Fic buatan ane ini dan semoga aje ente semuanye bisa terhibur. silahkan beri saran atau kritik dalam pembuatan Fic ane ini dengan bijak! :)
