Cast:
BTS member and Other
Disclaimer:
BTS and other belongs to their parents, but this fanfic is mine!
Pair:
VJin, HopeKook, MinSu
WARNING!
Typo(s) bertebaran, author masih amatiran ._.v
YAOI or BoyxBoy
v
v
v
v
Caffe Latte, Seoul
Taehyung mengatupkan mulutnya rapat. Ia memalingkan wajahnya tak mau menatap couple cocok itu. Ukh... apa-apaan bahkan dirinya mengakui kalau mereka layaknya pasangan bahagia?
"Ne, sabar dulu, ya..." Jin membalas pertanyaan Yoongi dengan nada halus.
Damn it! He is completely jealous and broken heart, guys!
Jungkook diam-diam menggenggam tangan Taehyung, seolah menguatkan sahabatnya agar tidak meledak disini. Sedangkan Jin malah mengulas senyuman sumringah ketika menyadari dua orang didepannya adalah hoobae yang pernah ditemuinya.
"Kau yang di teater, kan? Dan kau yang kata Baekhyun anak IT itu?" kata Jin semangat.
"N-ne, Jin sunbae..." kata Taehyung terbata.
"Hahaha... kita bisa bertemu lagi disini, ya."
"Hahaha... iya, kebetulan sekali," Taehyung meringis diam-diam setelah menjawabnya. Such an awkward moment... dia tidak siap!
"Hmmm... ngomong-ngomong, kita belum kenalan, lho. Aku mau tahu namamu siapa," ucap Jin lagi.
Taehyung merasakan jantungnya berdebar lebih cepat. Wow... Kim Seokjin. Sunbae idolanya. Mau tau namanya? Apa ini yang dimaksud dengan pertanda pertama? Taehyung buru-buru menepis pikiran aneh itu. Hello, Kim Seokjin berdiri di depan sana bersama seorang namja putih yang jelas lebih imut darinya.
"Eh, ne. Aku... Kim Taehyung dari klub Seni Melukis," Taehyung membungkuk sebentar, kemudian mengulurkan tangannya gugup. Berusaha sebaik mungkin mengulas senyuman. "Sunbae boleh memanggilku Taehyung,"
"Kim Seokjin imnida," Jin membalas uluran tangan Taehyung. Sedetik, Taehyung merasakan sengatan aneh ketika tangan Jin menyelimuti tangannya.
"Dan ini sahabatku, Jeon Jungkook." Taehyung melepas tautan mereka, dan memperkenalkan Jungkook.
"Annyeong, Jungkook imnida," ujar Jungkook ramah. Namja itu membungkuk kecil sembari memberikan senyuman santai namun cool-nya kepada Jin.
"Apa benar dia memang anak klub IT? Dia imut sekali!" Jin lagi-lagi berkomentar. Okelah... Taehyung maklum ternyata dia benar-benar anak vokal yang sering berbicara.
"Dia memang tidak bisa ditebak," Taehyung mengiyakan ucapan Jin, lalu dihadiahi sebuah death glare oleh Jungkook.
"Jangan mengumbar hal-hal aneh, Tae hyungie! Kau tuh, yang 4D!" seru Jungkook sengit, namun malah terdengar lucu.
Jin tertawa kecil mendengar pertengkaran Taehyung dan Jungkook. "Kalian cocok sekali menjadi sepasang sahabat. Dan... aku juga akan memperkenalkan sahabatku,"
Jin menoleh menghadap ke belakang, menatap pada sahabat mungilnya merasakan jantungnya kembali berdegup keras. Jungkook mengernyitkan dahi penasaran. Keduanya diam menunggu Jin mengeluarkan suara lagi. Suara yang mewakili perkenalan diri dari si namja seputih susu itu.
"Dia Min Yoongi, dari klub Vokal Rap,"
Kini Taehyung ikutan mengernyitkan dahi. "Dia pendiam, terus juga anak vokal rap... apa dia ya, yang menyelamatkanku?"
Yoongi menoleh ketika merasa lengannya ditarik perlahan oleh Jin. Perhatiannya teralihkan pada dua orang—yang sepertinya hoobae—didepan mereka. Ketika pertama kali melihat wajah keduanya, entah kenapa Yoongi merasa mereka tampak sangat lucu dan imut.
"Ne? Kenapa? Kau memanggilku?" tanya Yoongi pada Jin.
"Aku memperkenalkanmu pada mereka," kata Jin berbisik.
Yoongi mengangkat alisnya tinggi. Ia menatap Taehyung dan Jungkook, kemudian membuka suara. "Min Yoongi imnida,"
Yoongi mengulas senyum kecil, sangat kecil bahkan mungkin orang didepannya tidak bisa melihat sehingga langsung mencap dirinya orang yang dingin dan sombong—sama seperti mereka yang lainnya. Yoongi tidak peduli akan seperti apa tanggapan mereka. Ia lelah untuk menebak, mungkin hasilnya akan sama menyebalkan seperti yang lainnya.
Namun ternyata, Taehyung bisa menangkap senyuman tipis itu. Jungkook yang notabene jenius juga langsung bisa mengerti. Keduanya balas tersenyum lebar.
"Annyeong, Yoongi sunbae," keduanya membalas dengan ramah.
"Tidak perlu dengan sunbae, itu menggelikan sekali. Panggil aku Jin hyung saja, Yoongi juga begitu," kata Jin menambahi.
"Kau yang waktu di gang kecil itu, ya?" sela Yoongi.
Taehyung tersentak. Benar kan, dugaannya! Dia namja yang dengan kerennya menolongnya hanya dengan lemparan bola basket beberapa hari yang lalu.
"Ne! Apa sun—maksudku, Yoongi hyung yang menolongku? Kalau iya, aku berterima kasih sekali!" ujar Taehyung sambil tersenyum, membiarkan matanya kian menipis karena tersenyum.
"Yah, itu aku." Yoongi membalas tanpa basa-basi. "Hati-hati,"
Namja putih itu kembali tenggelam dalam acara menjilat es krimnya sendiri. Mata sipit itu teralihkan, bukan pada Taehyung dan Jungkook lagi.
Taehyung diam-diam tersenyum mendengarnya. Don't judge everyone with their cover. Yoongi tidak sedingin yang Taehyung bayangkan. Taehyung berpikir Yoongi bukanlah sosok yang bisa memberikan kata-kata manis, namun nyatanya sosok itu bisa mengucapkan kata-kata dewasa. Taehyung mulai bisa menerima kehadiran sosok Yoongi diantara dilemanya dengan Jin. Mungkin semakin lama ia bisa belajar untuk merelakan Jin dengan Yoongi?
"Tae hyungie, ini soal yang kau hampir dicuri itu bukan?" bisik Jungkook.
"Ne. Dia yang menolongku ternyata," balas Taehyung juga dengan berbisik. Jungkook hanya mangut-mangut mendengarnya.
Jin tidak bisa tidak tersenyum melihat keakraban Taehyung dan Jungkook. Mulutnya perlahan terbuka, bersiap mengeluarkan kalimat dengan nada yakin.
"Jadi... mulai sekarang, kita berteman, ya?"
Mulut Taehyung terbuka sedikit tanpa mengeluarkan sepatah kata. Jantungnya lagi-lagi berdebar. Matanya menatap langsung mata sunbae menawannya itu. Tidak ada kebohongan, Jin memang ingin berteman dengannya. Tapi bagaimana bisa jika Jin memiliki ketertarikan dengan sahabatnya sendiri, ia membiarkan orang lain masuk dalam lingkar persahabatannya? Bukankah itu akan menyulitkannya untuk memiliki waktu berdua saja dengan Yoongi?
Namun Taehyung juga tidak bisa menolak. Ini pertemanan, bukan percintaan. Maka Taehyung membalasnya dengan anggukan kecil.
"Ne, hyungdeul..."
Keheningan meliputi keempatnya. Taehyung hanya bisa diam memperhatikan. Tapi lama-lama, bosan juga berdiri di dalam café tanpa melakukan apapun seperti ini. Maka Taehyung mulai menarik Jungkook keluar café diam-diam.
"Yak! Tunggu dulu, mau kemana kalian?!" seru Jin mencegah gerakan Taehyung yang ingin membuka pintu. Untung café ramai, sehingga seruan itu terendam dengan mudahnya.
"Umm... kami mau pergi. Kami sudah selesai," ujar Jungkook. Namja jenius itu mengulum senyum kecil sebelum kembali melanjutkan.
"Jin hyung ingin apa?" tanyanya.
Jin balas tersenyum. Kali ini tangannya menarik pergalangan tangan Yoongi, maju selangkah mendekati Taehyung dan Jungkook. "Ayo pergi."
Yoongi memutar bola matanya. Ia harus keluar ruangan lagi, apalagi sekarang cuacanya agak terik. Tidak masalah soal cuaca, namun Yoongi memang tidak terlalu suka suasana ramai. Hei, sekarang Minggu dan coba tebak, mereka ada di daerah taman yang dekat dengan alun-alun kota.
"Mwo? Jin hyung mau kemana?" Taehyung berusaha mencegah Jin agar tidak mengikutinya.
Sungguh, ia butuh waktu untuk menceritakan keluh kesahnya atau sekedar jalan-jalan berdua dengan Jungkook sebagai sepasang sahabat. Namun bagaimana ia bisa curhat sedangkan orang yang dijadikan objek curhatan ada bersamanya? Lucu sekali jika hari ini juga, Jin mengetahui perasaan Taehyung.
"Ikut kalian. Kita bisa bermain bersama agar lebih dekat, kan?" Jin masih saja bersemangat untuk pergi. Ia mengumbar senyuman bak malaikatnya. Membuat Taehyung terdiam dan akhirnya, mengangguk rela.
Keempatnya keluar dari café. Mereka berjalan ke arah Barat. Jungkook dan Taehyung berjalan didepan, sedangkan Jin dan Yoongi dibelakangnya agak jauh. Jin melirik Yoongi yang masih sibuk dengan es krimnya. Ck, sahabatnya itu memang menyukai es krim.
Pandangan Jin teralih ke depan sana. Sosok dua orang hoobae-nya yang saling melempar senyum dan tawa-tawa kecil. Demi apapun, Jin yang melihatnya bahkan ikutan bahagia. Apalagi namja yang bermarga sama dengannya itu, hiperaktif sekali. Obrolan mereka tampaknya asyik sekali. Keajaiban persahabatan, bahkan hal-hal kecil saja bisa membuat bahagia.
"Kookie, lihat, deh. Itu boneka bebeknya mirip dengan Namjoon hyung, ya?" tanya Taehyung polos. Ia menunjuk boneka bebek di sebuah stand mainan.
"Eh? Memangnya Namjoon hyung mulutnya suka pout begitu, ya?" tanya Jungkook tak kalah polos. Matanya mengerjap bingung.
Taehyung mengangguk pasti. Poninya bergerak menutupi sebagian matanya karena anggukannya itu. "Ne. Dan aku kesal sekali jika ia sudah seperti itu didepanku, biasanya ada maunya,"
"Hahaha... tapi kan, Tae hyungie juga sering begitu," jawab Jungkook sambil tertawa kecil.
"Oh, ya? Kookie juga!" Taehyung membalas.
Senyuman Jungkook luntur perlahan. Mulut namja itu seketika mem-pout. "Tapi kan, Kookie masih kecil! Jadi tidak apa-apa dong, kalau aku begitu?"
"Kecil? Tapi kau jenius! Harusnya kan, kau sama dewasanya dengan yang lainnya!" ujar Taehyung, masih tidak mau kalah. Kali ini namja itu mendorong pelan bahu sahabatnya bercanda.
"Hiih...! Tae hyungie keras kepala!"
"Kookie juga!"
"Aniya!"
Jin dengan tanpa sadar tersenyum dan tertawa kecil ketika memperhatikannya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook. Mereka lucu sekali. Benar-benar sepasang sahabat. Senyuman Jin semakin melebar tatkala melihat Taehyung merangkul bahu sahabatnya itu, kemudian Jungkook juga balas merangkul. Dan tawa kecil kembali terdengar dari keduanya.
"Jin hyung,"
Jin menoleh mendengar panggilan Yoongi. Sepertinya ia terlalu asyik sehingga membuat Yoongi pun memperhatikannya. Ketika Jin menoleh melihatnya, Yoongi malah masih sibuk dengan es krimnya, menunduk tak menatap Jin.
"Waeyo, Yoongi-ah?"
"Kau memperhatikan mereka." Yoongi menatap Jin.
"Hmm... ne. Memang kenapa?"
"Maaf, tapi aku bukan tipe yang seperti itu," kata Yoongi lagi, dengan nada sedikit pelan.
Jin mengernyit semakin heran. "Ne, kau memang memiliki sifat sendiri. Kenapa, sih? Kau mau aku mencari penggantimu sebagai sahabatku karena aku jarang tertawa dan terlihat sangat bahagia seperti itu ketika bersamamu?"
Yoongi kembali menatap sendu ke arah es krimnya. "Yeah,"
Jin mendengus dan tertawa kecil setelahnya. "Siapa yang sudah bertahun-tahun menemaniku? Kau, kan? Aku tidak membutuhkan pengganti, aku hanya ingin memiliki satu sahabat setia daripada memiliki banyak sahabat namun ternyata mereka menusukku dari belakang nantinya,"
Yoongi menjulurkan lidahnya. "Ewh, that's such a betrayer..."
Jin yang mendengarnya hanya menggedikkan bahu. Ia kembali memperhatikan tingkah dua sejoli dihadapannya. Dan lagi-lagi, ia senyum-senyum kecil sambil menahan tawa ketika melihat candaan aneh keduanya. Entah kenapa ia merasa nyaman dan senang ketika melihat seukir senyuman dari Kim Taehyung yang bahkan baru ia tahu namanya beberapa menit yang lalu.
"Jin hyung," suara pelan itu kembali memanggilnya.
"Mwoya, Yoongi-ah?" Jin menoleh lagi.
"Kau suka pada Taehyung, ya?"
Jin membulatkan matanya. Apa-apaan Yoongi berpikiran begitu?
"Kau dapat pikiran itu darimana?" tanya Jin tak percaya.
"Kau. Senyum-senyum sendiri dari tadi," kata Yoongi meyakinkan.
"Aish, itu maklum. Aku melihat tingkah keduanya—"
"Kau terpesona saat poni Taehyung tertiup angin, ehm, atau saat ia tertawa, mungkin?"
Jin kembali menatap ke depan ketika mendengarnya. Perasaan hangat itu menyusup pelan-pelan. Tawa Taehyung kembali tertangkap indra pendengarannya walau samar. Suara itu merdu sekali, lucu dan membuat orang yang mendengarnya serasa ikut bahagia. Apa ini?
Jin menarik nafas. "Maybe, Yoongi-ah,"
"Hmm..." Yoongi mengangguk acuh. "Tapi memangnya Taehyung akan tahu perasaan Jin hyung walau hanya lewat tatapan mata?"
-0-0-0-
Taehyung berbalik pada Jin dan Yoongi yang masih mengikutinya. "Kita mau kemana?" tanyanya.
"Sayangnya sekarang bukan saat-saat festival, ya," Jungkook menatap sekitar yang tidak terlalu banyak menyajikan acara permainan. Mungkin hanya beberapa dan sepertinya tidak terlalu asyik untuk dimainkan.
"Tapi bosan kalau hanya berjalan-jalan saja, kita harus mencoba permainan." lanjut Taehyung.
Jin mengangguk mengiyakan. Matanya menelisik ke sekitar area taman yang tak surut pengunjung. Tak jauh dari sana, ada segerombolan pengunjung yang terlihat mengitari sesuatu. Bisa dilihat beberapa dari mereka memekik girang dan gemas. Entahlah, Jin harus mendekat agar tahu permainan apa itu.
"Lihat yang disana? Coba kesana, yuk," ajak Jin.
"Mana, mana?" Taehyung mengangkat-angkat kepalanya agar bisa melihat permainan macam apa itu. Lalu ia merengut karena gagal melihat. "Tidak kelihatan!"
"Makanya ayo kesana," Jungkook pun menarik tangan Taehyung agar maju beberapa langkah. "Aku bosan kalau hanya melihat-lihat,"
"Hmm... tunggu Jin hyung dan Yoongi hyung dulu." Taehyung menahan lengan Jungkook untuk menunggu Jin dan Yoongi yang tertinggal beberapa langkah dibelakang mereka.
"Jin hyung," Jin yang mendengar panggilan itu lagi menoleh ke arah Yoongi. "Disana ramai,"
Jin tersenyum maklum. Ia menggandeng tangan Yoongi untuk meyakinkan bahwa disana ia akan bersenang-senang, bukan merasa tak nyaman. "Gwenchana, kau tidak sendirian,"
Taehyung lagi-lagi mendapati momen dimana Jin sangat perhatian pada Yoongi. Mungkin ini tidak terlalu semenyakitkan sebelumnya. Karena kini, mereka adalah teman. Tapi pertanyaannya, Taehyung dan Jin hanya teman atau masih sekedar teman?
-0-0-0-
Jimin mendorong bahu Jongup yang lagi-lagi berhenti berjalan didepannya. Hampir saja ia menabrak sahabatnya itu jika saja Baekhyun tidak menarik tangannya untuk berhenti berjalan. Jimin mengintip dari balik bahu Jongup. Oh... sahabatnya itu sedang memegang HP dan membaca pesan dari namjachingu-nya.
"Jebal, Jongup-ah! Ini dijalan dan sedang ramai, bisa tunda nanti, tidak? Kau sudah beberapa kali berhenti mendadak, tahu!" kata Jimin kesal.
Jongup menoleh sekilas sambil memberikan cengiran andalannya. Ia menutup HP-nya setelah balasan untuk pesan itu terkirim dan kembali berjalan.
"Mian, Jimin. Tapi kau juga akan seperti itu jika punya pasangan nanti," kata Jongup santai.
Jimin menghela nafas kasar sambil memutar bola matanya. Jongup nyindir dirinya nih, mentang-mentang ia masih single?
"Jangan sok kecakepan, deh..." ujarnya malas.
"Aku memang tampan, tenang saja. Dan... uhm, setiap yang berteman denganku juga tampan, kok!" Jongup masih saja bernarsis ria.
"Oh!" Jimin mendelik gemas. Ia berjalan lebih dulu dari Jongup guna menghindari godaan lainnya yang akan meluncur semudah menghela nafas.
"Hahaha... Jimin-ah! Tunggu dulu, oi!" Jongup tertawa kecil dibelakang sana ketika melihat Jimin sudah berjalan dengan menggebu-gebu.
Minhyun dan Baekhyun yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala. Mereka tidak percaya jika Jimin marah. Tidak, Jimin memang tidak marah. Ia pasti hanya pura-pura ngambek. Namanya juga candaan...
"Kau sih, terlalu sibuk dengan Junhong-mu." Baekhyun menyenggol bahu Jongup.
"Wae? Baekhyun hyung juga pengen ya, diperhatikan oleh Chanyeol hyung seperti yang kami lakukan? Wajar saja sih, soalnya kan, kalian selalu bertengkar kalau bertemu." Minhyun meledek Baekhyun sambil nyengir tak bersalah.
"Apa, hah? Kau mengungkit-ungkit soal Tiang Park itu lagi, hah? Mau kuhajar kau?!" Baekhyun berteriak jengkel. Minhyun hanya bisa tergelak mendengarnya.
"Mworago? Kau memanggilku, Baek?"
Baekhyun mencebikkan bibirnya ketika suara bass itu tertangkap indra pendengarannya. Ia yakin pasti si Tiang Park Chanyeol itu sudah berdiri dibelakangnya dengan tampang—sok—polos yang sangat menjengkelkan bagi Baekhyun. Badan Baekhyun bergerak membalik ke arah Chanyeol, memberikan tatapan menantang yang sangat tidak terlalu berarti bagi Chanyeol.
"Aku tidak suka diikuti olehmu, pabbo." Baekhyun mengangkat telunjuknya tepat didepan Chanyeol.
"Eh? Tapi kata Suho hyung, aku harus keluar jalan-jalan bersama yang lainnya setiap akhir pekan. Kau kan tahu, Suho hyung sudah kencan dengan Yixing hyung, Jongin sedang melancarkan modusnya pada Kyungsoo, dan..." Chanyeol menarik nafas dalam. "pokoknya semuanya sibuk, hanya tinggal kita saja!"
Baekhyun mengernyit ditempatnya. Jimin, Jongup, dan Minhyun hanya bisa menatap datar adegan itu. Aneh sekali... ah, dua sejoli yang tak pernah akur—bahkan tak pernah sepi—itu memang layak dianggap sebagai couple walau kenyataannya sangat mengenaskan. Jauh berbeda dari apa yang diharapkan.
"Psst... hei, kita tinggalkan saja mereka berdua," bisik Jimin pada Jongup dan Minhyun.
Ketiganya menyeringai evil. Mereka berbalik kompak, dan segera berlari meninggalkan Baekhyun yang masih speechless. Sayangnya, mereka tak bisa menyembunyikan tawa jahil mereka... jadilah Baekhyun menyadari kalau ia dikerjai oleh ketiga orang yang sudah dianggap dongsaeng-nya sendiri.
"Shit, Yeol! Kau muncul dan mereka meninggalkanku, astaga... apa aku tidak bisa lepas darimu bahkan di hari Minggu?"
Chanyeol hanya menggedikkan bahunya acuh.
Disisi lain, lari ketiga sahabat itu mulai memelan ketika mereka sampai didaerah ramai di taman. Nafas Jimin terengah. Parahnya, sekarang cuaca agak terik. Jongup yang berada dibelakang Minhyun melirik kanan-kiri, guna mencari tempat yang bisa digunakan untuk mendinginkan badan.
"Café-nya disebrang. Malas jalan, nih... jauh," keluh Minhyun melihat Café Latte masih disebrang sana.
"Ne. Hahh... harusnya kita tidak lari-larian kalau tahu cuaca terik begini!" tambah Jongup.
Jimin hanya cemberut mendengarnya. Ia juga capek, tapi haus dan ingin sesuatu yang dingin. Matanya mengedar, dan menemukan sebuah stand es krim kecil tak jauh dari tempatnya. Ia tersenyum sumringah. Es krim yang dingin memang sangat cocok. Apalagi ternyata... disana ada sosok kakaknya.
-0-0-0-
Yoongi menarik-narik lengan Jin agar namja itu menoleh. Yoongi tidak tahan karena cuacanya yang agak terik. Ia jadi mudah haus, kan! Es krimnya sudah habis, tapi ia masih mendapat satu jatah lagi barulah janji Jin terlunasi. Maka ia berniat meminta Jin untuk membelikannya es krim di stand dekat mainan yang akan dituju oleh dirinya, Jin, dan dua orang hiperaktif didepannya sana.
"Jin hyung, belikan aku es krim disana. Aku haus!" kata Yoongi to the point.
"Oh, baiklah. Kajja," Jin merubah arah haluannya, namun ia kembali berhenti. "Taehyung, Jungkook!"
"Ne, hyung?" kedua sahabat itu menoleh kompak.
"Hyung ke stand es krim itu dulu, kalian jangan kemana-mana, ya!"
"Oke."
Jin kembali berjalan menyusul Yoongi yang sudah semangat ke stand itu. Sesampainya disana, ia mempersilakan Yoongi untuk memilih es krim yang ia mau. Jin yang terbawa nafsu jadi ikutan beli es krim. Setelah membayar, mereka berjalan menjauh dari stand itu.
"Hyung sudah selesai? Ayo lihat permainannya!" Taehyung berseru, memberi pertanda kalau Jin dan Yoongi bisa berdiri disampingnya guna melihat permainan itu.
Permainan itu cukup menarik. Terdapat beberapa balok-balok bambu yang disusun tak beraturan, dengan jarak-jarak tertentu disetiap baloknya. Dikanan kiri permainan itu ada tali yang terhubung dengan setiap balok, dan ujung tali itu terikat pada sebuah ember diatas sebuah bangku kecil didepan sana. Jin mengetahui kalau cara mainnya lumayan mudah.
Permainan ini dilakukan oleh dua orang. Satu orang akan duduk di bangku yang di atasnya ada ember, dan yang satunya akan diberi penutup mata. Si penutup mata itulah yang akan berjalan melewati balok-balok bambu. Pemain pertama akan memberikan petunjuk lewat omongan, tentang apa yang harus dilakukan si pemain bertutup mata agar bisa melewatinya. Jika si pemain berpenutup mata menyenggol atau tersandung bambu didepannya, maka tali-tali itu akan menarik ember yang ada diatas pemain pertama. Jadilah pemain pertama akan basah kuyup tersiram dan artinya, mereka kalah.
Yoongi hanya mangut-mangut ditempatnya ketika mendengar instruksi itu. Mungkin sebenarnya ini tidak terlalu menarik. Namun hadiah yang disediakan apabila menang cukup menghiburkan bagi anak-anak remaja. Apalagi untuk mereka yang agak kekanakan seperti Taehyung dan Jungkook. Bagi mereka, beberapa jejer boneka lucu di etalase hadiah pasti menarik sekali. Jadilah Taehyung dan Jungkook memekik girang untuk mencoba.
"Jin hyung, aku ingin mencobanya!" Taehyung mengguncang lengan Jin antusias.
"Yayaya, kau boleh mencobanya." Jin membolehkan. Tentu saja, siapa yang bisa menolak rengekan manis seperti itu? Apalagi mata Taehyung berbinar sekali ingin mencobanya.
"Yeah!" Taehyung dan Jungkook bersorak girang. Keduanya kembali menghadap ke depan dengan tak sabaran.
Yoongi hanya tersenyum kecil melihatnya. Sungguh, ia benar-benar merasa kalau jalan cerita persahabatan keduanya pastilah sangat menyenangkan. Tidak seperti dirinya yang pendiam, seolah tak pantas untuk memiliki sahabat.
"Yoongi-ah, kau mau mencobanya?"
Yoongi meringis dalam hatinya. Ia tidak terlalu suka permainan itu. Tapi... ini permintaan Jin. Maka Yoongi pun membolehkan.
"Ya, tidak masalah." Yoongi berucap sebentar, lalu kembali menjilati es krimnya.
Jin terkekeh ditempatnya. Yoongi mengiyakan, tumben sekali. Jin tak heran mengapa Yoongi setia sekali menjilati es krimnya. Namja putih itu memang suka makanan manis. Pandangan Jin teralih menuju ke tanah dibawahnya. Ia menatap tali sepatu Yoongi yang lepas.
"Yoongi, tali sepatumu lepas," kata Jin memberitahu.
Yoongi ikutan menunduk melihat sepatunya. Benar saja. Maka ia menyodorkan es krimnya pada Jin untuk dipegangi sebentar. Namja putih itu menunduk untuk membetulkan tali sepatunya yang lepas setelah yakin es krimnya digenggam Jin.
"Annyeooongg~~ Jin hyung, halo!" suara orang lain terdengar ketika Yoongi masih mengikat tali sepatunya. Ia tak berniat mengangkat kepalanya. Pasti itu kenalan Jin.
"Eoh? Jimin-ah, kau kesini juga?"
"Ne, hehehe. Aku mau ditraktir Jongup karena ia punya namjachingu!" kata orang itu semangat.
"Oh... ngomong-ngomong, kenapa kau terengah begitu?"
"Hari ini panas, hyung. Dan ternyata, kau enak sekali membeli dua es krim tanpa membagi adikmu ini!"
Yoongi mengangkat wajahnya, bangun dari menunduknya setelah tali sepatunya sudah terikat. Ia bisa melihat pemandangan dimana seorang namja tampan bersurai hitam mengambil salah satu es krim ditangan Jin.
Jin tampak kaget ketika namja itu salah mengambil. "Eh, tunggu! Kau salah..."
Sluurrpp...
Telat.
Jin cengo. Jimin no comment. Yoongi kaget. Apa-apaan...
Itu es krimnya, bung! Dan siapa bocah berkulit agak gelap itu yang seenaknya menjilat es krimnya?!
"Damn..." bisik Jin. Ia menatap datar Jimin yang sekarang malah cengo ditempatnya.
"Waeyo, hyung? Kau tidak mau membagi punyamu?" tanya Jimin tak mengerti.
"Itu bukan punyaku, pabboya! Itu punya temanku! Makanya dengarkan dulu, dong!" sembur Jin sambil meringis pelan. Aish, apa yang akan dilakukan Yoongi nantinya?
"Ah? Ini... oh, mianhae! Ini punyamu, hyung?" Jimin menunjuk es krim ditangannya pada Yoongi yang balas menatapnya dengan mulut sedikit terbuka.
"Ne..." lirihnya pelan.
"Mianhae! Astaga, aku tidak tahu! Maafkan aku..." Jimin bahkan sampai menunduk meminta maaf.
Yoongi menggelengkan kepalanya, membuyarkan lamunannya sendiri. Ia menatap namja itu lagi, lalu mengangguk mengiyakan.
"Tidak apa. Kau boleh memilikinya," kata Yoongi pelan. Namja bersurai itu mendesah lega, kemudian melemparkan cengiran pada Jin yang hanya bisa memutar bola matanya malas.
"Maaf, ya. Beneran, aku tidak tahu! Eum... aku sudah ditunggu temanku! Dadah, hyungie~"
Jadi itu Park Jimin, si adik angkat Kim Seokjin? Demi apapun, Yoogi seolah baru saja melihat hal paling indah dan... entahlah. Ia merasa ada perasaan hangat yang menyelimutinya ketika namja bernama Jimin itu nyengir didepan Jin. Senyumannya lucu sekali, apalagi eyesmile-nya.
Tapi kenapa dipertemuan pertamanya dengan Jimin, Yoongi harus merelakan es krim itu jadi milik si namja bersurai hitam. Masa iya, dia mau makan es krim itu lagi?
Artinya kan, jika Yoongi sudah menjilati es krim itu sebelumnya kemudian namja itu menjilatnya juga, mereka secara tak sadar sudah...
Indirect kiss?
-0-0-0-
Taehyung menarik lengan Jin agar namja itu lebih dekat padanya. Ia tersenyum kecil dan menunjuk area permainan itu.
"Aku akan main bersama Jungkook. Hyung tunggu disini, ya?" ujarnya dengan nada masih antusias.
Jin mengangguk sembari membalas senyuman Taehyung. "Ne, berjuanglah!"
"Yeah! Kook, kalau kita menang, aku ingin mengambil boneka singa itu," bisik Taehyung pada Jungkook.
"Oh, yang emas itu, ya? Kalau aku... yang mana saja, sih," balas Jungkook. Jin yang mendengar bisikan kedua sahabat itu hanya bisa tersenyum kembali.
Ah... sepertinya hari ini Jin banyak sekali tersenyum, ya?
Taehyung dan Jungkook diperbolehkan memasuki area permainan. Taehyung yang duduk dan Jungkook yang memakai penutup mata. Keduanya bersiap ditempat. Taehyung ada diujung kiri, dan Jungkook diujung kanan. Taehyung menarik nafasnya perlahan.
"YAK! Kau bisa mulai memberi instruksi!"
Taehyung terkekeh melihat Jungkook yang akan menuruti perkataannya. "Kookie, maju satu langkah."
Jungkook melakukannya. Namja jenius itu tertawa pelan. "Jangan sampai aku tersandung, Tae hyungie!"
"Hahaha... angkat kaki kirimu, ada bambu didepan," kata Taehyung lagi. Jungkook melakukannya dengan hati-hati. Saat ia hendak melangkah untuk melewati bambu itu, ia sempat menyentuhnya membuat pekikan terdengar.
Taehyung gemas sekali melihat bambu-bambu yang terhampar didepan Jungkook. Apa yang harus ia lakukan? Taehyung agak kewalahan mencari instruksi yang pas, sulit mencernanya dengan kata-kata.
Jungkook terus melangkah sesuai instruksi Taehyung. Hingga Taehyung berkata. "Ke kanan dua langkah, terus tinggal jalan saja!"
Taehyung salah. Harusnya ke kiri. Mungkin agak sulit membedakannya dari tempat Taehyung duduk. Dan kaki Jungkook sukses menyenggol bambu didepannya. Jadilah...
Byuur! Taehyung basah kuyup ditempatnya, dan Taehyung tertawa ketika rambut karamelnya kini basah. Untung tidak seluruh baju basah, hanya rambut dan wajah Taehyung saja.
"Aigoo~ ternyata dia menyenggol bambunya. Ada lagi yang mau mencoba?" ahjussi itu menawarkan pada pengunjung lainnya.
Jin tersenyum ditempatnya ketika menyambut kembalinya Taehyung. Tangan Jin terulur mengelap kepala Taehyung dengan sapu tangannya. "Kau sudah berjuang, tidak apa, kan?"
Taehyung mengangguk. "Ne. Setidaknya aku bahagia," katanya dengan senyuman.
Jin kemudian mengangkat tangan dan menarik Yoongi memasuki arena. Yoongi dengan suka rela menjadi pemain pertama, sedangkan Jin berdiri disebelah kanan bersiap. Yoongi melakukannya sebaik mungkin. Ia berusaha tenang ketika Jin kesulitan untuk melangkah, padahal aslinya ia ingin memekik histeris seperti pengunjung yang lainnya.
Dan ketika kaki panjang Jin berhasil memijak ke tanah tepat didepan dirinya, Yoongi bangun dari tempatnya dengan senyuman terkembang. Para pengunjung menjerit senang dan bertepuk tangan. Jin berhasil, chukkae! Taehyung dan Jungkook juga sempat histeris sambil tersenyum ketika melihatnya.
"Kau bisa menerima hadiahmu, silakan dipilih disana,"
Jin menghampiri etalase yang berisi banyak hadiah itu. Ia menoleh pada Taehyung yang berdiri disisinya. "Kau mau yang mana, Tae?"
"Uhm? Aku... mau boneka itu. Tapi ini kan, Jin hyung yang menang," kata Taehyung ragu-ragu
"Aku menang, kuberikan untukmu." Jin menerima boneka lucu yang sangat lembut itu. Ia menyodorkannya pada Taehyung.
"Ah... gomawoyo, hyung." Taehyung menerimanya dengan senang hati. Rona merah tipis menghiasi wajahnya. "Aku sayang hyungie,"
Jin seolah tersihir. Pemandangan didepannya adalah hal terindah dan begitu menakjubkan. Taehyung yang merona tipis dan Taehyung yang tersenyum lembut. Cahaya matahari menyoroti wajahnya yang menawan, apalagi dengan rambut yang sedikit basah seperti itu. Membuat Jin yakin kalau sekarang jantungnya sedang berdetak tak karuan.
I'm fall in love, aren't I?
.
.
.
.
.
To Be Continued~~
A/N: kambeekkk~ ekhm, maap banget saya melupakan HopeKook u_u soalnya ini chap udh kepanjangan, 27 lbr MS Word! /alay/ Ngomong-ngomong, aku seneng banget ternyata reviewersnya bertambah seiring waktu ^^ makin tjinteh sama kalian... muach!
Dan soal fast update, aku mutusin buat update di setiap akhir pekan, tapi mungkin seringnya di hari Jum'at karena hari itu aku bakal pulang cepet. Maklumin ya, aku masih anak sekolah, ehehee~ banyak tugas juga acara disekolah.
Makasih untuk kalian yg dengan senang hati membaca ff tijel ini, baik yang nge-review atau siders. Aku gak mempermasalahkan siders, tp bukannys memberi saran yang membangun itu baik? ;D thanks untuk kalian semua~
N-Yera48: iya ya, Kook kenapa begitu? T^T ya gitu deh kalo udh bertahun-tahun bareng, biasanya deketnya kek org pacaran -_- YEHET banget, akhirnya Jin berperasaan pada Taehyung /fyuuhh/ thanks ya kakakkk aku seneng banget sama review-nya X)
yeri kim: hiks... #ikut pukpuk Tae potek nyesek ya, aku jg pernah begitu sih ;_; jadi ini sok real life gitu :v ahahaha maaf ya lama apdet, kemaren2 banyak acara plus tugas disekolah, jadinya ketunda terus. dan soal Jin, itu kan dia gak kenal nama gitu sama Tae, jd dia gak punya perasaan khusus gitu. tapi sekarang... akhirnya Jin berperikemanusiaan /jingkrak/ gomawo atas review-nya! :D
she3nn0: hehehe, beberapa cast dr mereka cuma tambahan aja kayak si Jongup sm Minhyun. ChanBaek pun begitu. mereka cuma temenan aja ^^ buat RM aku pake OC aja kali, yak? okelah... setiap akhir pekan nanti apdet kok ^^ sankyuuuu~~
driccha: okey, thanks for review :)
chohyunsungie: salam kenal, kakak! ternyata aku lebih muda kekeke~ suganteng sama chimchim kok, keduanya akan bahagia wkwkwkwk... thanks untuk selalu menunggukuhh~ /pfffttt/ mwoah balik~ :D
taetaehyong: namanya kek 'JIN' wkwkwkwk... maap banget kamu jadi jamuran, yak /bow/ untunglah aku masih sempat update dan inspirasi masih mengalir. makaciwww atas reviewnya ^^d
taetaehyungie: jangan nyesek berkepanjangan, lho... nanti gabisa mupon /apaini/ ummm... kalo aku berencananya si RM straight aja, jadi sama OC kalo bisa. lagian bambam udah punya mark... eh, mark ato jackson ya? wkwkwk thanks for review!
DaeMinJae: maap kepotong, soalnya kalo dilanjut di chap kemaren kepanjangan. ini aja ternyata hopekook-nya masih belom dapet. taehyung akan bahagia kok... hehehe. kamu kau sama RM? hahaha, boleh kok. :D namanya mau siapa? wkwkwk
bumkeeyk: hai juga :) gapapa kok jadi readers baru... masih kependekan? aku juga gak bisa terlalu panjang-panjang, takutnya semua scene udah tertuang di chap itu jadinya gak seru ._.v iya dong, Jin pasti bakal care sama Tae, kan calon namjachingu wkwkwkwk thanks for review, kakak!
Pinky05KwmS: Haha, itu jga dapet idenya dari lagu. temen sekelas, apalagi yang waktu itu duduk sebangku suka bgt dengerin tuh lagu :p jadinya dipake aja deh.. mungkin dari sekarang JinV moment-nya bakal dibanyakin, soalnya kan mereka udh saling kenal plus mulai pedekate /ekhm... cieeeee~~ thanks untuk reviewnya chingu :)
fujoshistan: hehehe, iya sama-sama. di chap ini sayangnya belom ada hopekook, udh terlalu panjang menurutku. maaf kalo disini kurang memuaskan. oh, ya? ff JinV yang Mine, bukan? Baru nemu, nih... baru mau baca hehehe... di next, ya... kayaknya dari summary-nya seru, deh ^^v thankyou~
Jung Sang Kyung: annyeong ~~ iya deh, bakal cepet kalo inspirasi sedang mengalir... ehehe makasih atas review-nya!
vidyasafitri4: nado annyeong juga kamuuu... gapapa kok baru review disini. minsu indirect kiss tuh /guling-guling/ mereka juga pair fav aku. hehehe, iya itu 3 BB naik daun banget, jadinya ambil aja deh dari sono. Itu RM kebapakkan jadi ngakak bacanya :D tapi emang iya sih, namanya juga leader. makasih udah review yaaa~ balas peyuukk
qyraaa: makasih, atas review kamu juga ini ff terus berlanjuut. greget? tungguin pas Jin nembak Tae nanti, hahaha~ mungkin gak lama lagi mereka bakal resmi pacaran ^^
TKTOPKID: Haaiiii! iya gapapa, kok ^^ suka banget sama ini kopel, mereka imut lucu begete... hehehe, tae kasian itu serasa pengen cakar tembok karna potek. next chap hopekook ketemuan, udah mikirin gimana mereka ketemuannya gak mainstream. gatau juga sih, hasilnya mainstream apa kagak ;_; untuk chanbaek, mereka mah kagak bisa dipisahin otomatis pacaran, lah hahaha... thanks untuk review-nya!
Yey! selesai balas review! sayang deh sama kalian :* makasih ya, udh nungguin... dan maaf juga gak bisa seminggu dua kali updatenya, tugas sekolah lebih diutamakan, kan? soalnya bisa berabe kalo rank turun -_- laptop plus hp disita nyeseknya gak kebayang...
Sampai ketemu di chapter depan! uhmmm... review again, juseyo? ;D
