Namjoon tak pernah menyesal masuk dalam dunia entertainment. Tak pernah menyesal jika di cap durhaka sama ibunya. Bahkan menyesal untuk meniduri wanitanya? tak mungkin. Tapi kini dia menyesal membawa 5 anak itu bukan ke Mini Market tapi Mall pusat perbelanjaan dengan menyerahkan sebuah kartu kredit yang di serahkan kepada si tertua diantara kelimanya. Namjoon memandang kearah depannya. Dia menaikkan resleting jaketnya lebih tinggi.
"Awas kau Min Yoongi"
...
...
...
...
Title : Am I A Papa?
Author : Descaqueen
Genre : Family and Romance
Rating : T
Cast : Bangtan Sonyeondan
And other
Disclaimer : All them belong to themselves, family and GOD. But story is mine.
Warning : GS,Typos yang bertebaran, Geje , cerita yang pasaran, No bash! Don't like it? Don't read it please. ^^
Summary :
Sanggupkan Namjoon menjalani peran barunya sebagai papa? Bagaimana dia menghadapi Yoongi yang dingin dan pemarah, Hoseok yang Cengeng dan ceroboh, si kembar Jimin yang pemalu dan Taehyung yang hiperaktif dan juga Jungkook si bayi. Serta si Gadis super cerewet bernama Kim Seokjin. Satu yang pasti dunianya sudah tak seperti dulu.
** Descaqueen Present **
Am I A Papa?
DOLLAR DOLLAR GO GO
.
Namjoon menutup pintu mobil mahalnya dengan pelan. Mengambil napas panjang di balik masker kuning yang menutupi mulutnya dan hidungnya. Penampilannya seperti biasa. Hanya celana jeans yang robek di beberapa bagian, baju kaos putih dan jaket hitam yang menutup tinggi jangan lupa kacamata dan topi yang membuat Yoongi mengeluarkan bisa ularnya.
"Dad, kau teroris?" dan Namjoon hanya melirik kesal.
"Diamlah, kau gendong saja Jungkook atau gandeng saja mereka" ujarnya sebelum berjalan memimpin 5 anak ayam yang mengikuti langkahnya.
Jimin dan Taehyung digandeng oleh Yoongi yang lekas menolak saat disuruh menggendong Jungkook. Alhasil itu menjadi tugas Hoseok.
Dan Namjoon? Dia seperti IDOL yang menyembunyikan identitasnya. Taulah meski dia bisa dikatakan idola berumur namun Namjoon yang menjadi Rap Monster memiliki fans yang cukup royal dan setia. Bahkan para fansnya membuat nama Fansclub The Angel of Monster, karena mereka merasa seperti Angel yang bisa-bisanya berbaik hati mengidolakan Monster pembuat Scandal, seperti Rap Monster.
Jika para fans idol lain akan menangis patah hati soal rumor ataupun dating idolanya, beda dengan Angelmons singkatan fans Rap Monster ini, mereka akan membuat forum taruhan besar-besaran. Hadiahnya banyak. Isi taruhannya bervariasi. Namun paling sering adalah Berapa jam Rap Monster dating dengan perempuan yang dirumorkan. Adapula yang taruhan di Hotel mana mereka akan yaaaahhh tanda kutip. Namun belum ada yang taruhan berapa banyak Anak yang telah di cetak Rap Monster.
Kita tinggalkan dulu kehidupan Namjoon yang menjadi Rap Monster. Kembali ke Kim Namjoon dengan 5 anak ayamnya. Yoongi jengah melihat Namjon yang sesekali melihat kiri kanan. Khawatir ada fans yang melihat katanya. Padahal yang Yoongi lihat tak ada yang peduli dengan Namjoon kalau pun ada yah karena dandanan Namjoon yang sangat aneh itu. Pasti orang berpikir sama sepertinya. Namjoon seperti teroris yang akan meledakkan Mall. Selebihnya cuman berpikir positif bahwa Namjoon adalah orang gila baru.
"IH.. CHIM ...LIATT LUCUNAA" Taehyung lompat-lompat melihat boneka singa yang dipajang di balik kaca etalase
"Taetae liat ada puppy juga" Jimin melepas Tangan Yoongi. Kini keduanya nampak terpesona dengan boneka yang di pajang. Bahkan Taehyung menciumi kaca etalase hanya ingin melihat boneka itu dari dekat.
"Ya kalian, jangan menempel dikaca begitu" Namjoon datang menarik pelan keduanya. Jimin mengerucutkan bibirnya sedangkan Taehyung mulai menggelayuti Namjoon.
"Appa, Taetae mau boneka simba" mata Taetae berbinar penuh harap.
"Tidak" tegas Namjoon.
"Kenapah?" Kali ini Jimin yang maju bertanya.
"Kita kesini mau beli bahan makanan. Ayo cepat kita kesana" Namjoon mempercepat langkahnya diikuti Hoseok yang kewalahan menggendong Jungkook yang mendadak aktif karena senang.
"Hey ayo kita kesana" seruan Yoongi tak membuat dua anak itu tak berkutik. Bahkan mata keduanya berkaca-kaca.
"Tak usah sedih begitu. Kita bisa melihat simba dan puppy di televisi. Sekarang ikut saja, kalian tidak mau kan Singa dan Puppy di makan Monster yang marah-marah?" mendengar kata monster keduanya kompak memegang tangan Yoongi.
"Jangan, kasian Puppy. Ayo hyung" Jimin sedikit menyeret Yoongi mempercepat jalannya sedangkan Taehyung berbalik kebelakang sambil berjalan
"Dadah singa. Jangan sampai di makan Montel"
"Aboeji apa yang harus kita beli?" tanya Hoseok.
"Apa saja asalkan makanan" celetuk Namjoon mengambil asal makanan didepannya. Troli belanjaan mereka nampak penuh dengan makanan instan. Karena Hoseok melenguh pegal maka Namjoon mendudukkan Jungkook di troli bagian atas setelah mencontoh beberapa ibu-ibu yang lewat disampingnya.
"Susu, roti, Mie instan, Bubur instan, Bubur dan Susu Jungkook dan ah Yoongi pergilah cari makanan lainnya. Bawa mereka berdua membeli cemilan sebelum bibir keduanya bengkok karena tertekuk. Hoseok kau ikut juga. Beli cemilan, minuman es krim kesukaan kalian. Biar Jungkook bersamaku" Namjoon menunjuk dua anak kecil yang cemberut karena tidak di belikan boneka oleh Namjoon. Benar saja Jimin dan Taehyung masih kesal karena tak dibiarkan membeli Puppy dan Simba.
"Dan Yoongi berhenti menakuti mereka. mengatakan aku monster. Atau aku yang akan membuatmu jadi monster jalanan" Yoongi hanya menaikkan alisnya di pikirannya kini dia cukup takjub. Bagaimana bisa Namjoon tau kalau tadi dia kembali menakuti dua anak itu.
"Karena aku jenius" ucap Namjoon percaya diri seakan menjawab hal di pikiran Yoongi.
"Ayo bayinya Jae Nuna kita cari perlengkapan mu sebelum ku kirim kau ke Halmoniemu" dan ucapan Namjoon hanya dibalas kikikan khan bayi
"Mammama. Hikhikhik"
/
/
/
/
Setelah puas berbelanja bahan makanan. Namjoon memutuskan untuk makan dulu sebelum membeli perlengkapan Jungkook yang belum semua di belinya. Baju-baju untuk Jungkook juga belum dibeli. Percuma koper besar yang dibawa Minho karena hanya mainan saja yang mengisi Koper itu.
Saat tadi dia menelpon ibunya, ibunya dengan enteng mengatakan bahwa mulai sekarang dia yang harus menafkahi Jungkook. Jadi dia yang akan memenuhi kebutuhan Jungkook. Namun bukan Namjoon namanya jika tak membuat keuntunga. Dia menyanggupi membeli kebutuhan Jungkook dengan syarat penambahan 5% sahamnya di N-Moon. Meski sempat terjadi persengitan namun Namjoon menang saat dia mengatakan Kalau Jungkook akan dititipkan Ke panti asuhan secara diam-diam. Dan akhirnya 5% sahamnya bertambah.
Ada bagusnya juga Jungkook bersamanya. Dia jadi mudah mengendalikan ibunya yang kekuasaannya diatas segala-galanya.
"Makanlah karena kita akan berbelanja beberapa pakaian. Aku akan berbaik hati kepada kalian. Kalian boleh memiliki sepasang pakaian baru." Namjoon makan dengan lahap sambil tangannya memegangi botol susu yang di minum Jungkook di pangkuannya.
"Kalau simba?" Taehyung masih berharap dibelikan mainan
"Tidak boleh. Mainan Jungkook banyak. Kau pilih saja mainannya nanti. Rumah ku sudah full hanya dengan boneka ditambah kalian, aku sudah tak tau mau tidur dimana" gerutu Namjoon
"Yahhh~~" Nada kecewa jelas saja terlontar dari anak-anak yang tak tau apa-apa itu
"Yang sabar yah" Hoseok mengelus pundak Taehyung yang turun karena kecewa.
"Belikan saja Dad. uang mu banyak" ujar Yoongi
"Karena uangku banyak aku tak mau membelikannya" jawaban kekanakan terlontar dari si dewa kerusakan itu.
"Simba itu boneka. Dan boneka gak cool untuk namja seperti kalian. Paham?" Taehyung dan Jimin menggeleng tak terima. Biarpun boneka itukan mainan. Dan lagi Namjoon boleh marah-marah jika si kembar membeli Barbie dan ini cuman boneka binatang. Dasar Namjoon bodoh.
"Ini pesanan es krimnya tuan" Namjoon mengangguk mempersilahkan pelayan menyajikan 5 es krim penuh rasa di meja. Anak-anak yang tadinya mengunyah burger beralih ke menu yang menggugah selera.
"Chim, ekklim!" teriak Taehyung girang.
"Chimchim mau laca tobeli" Jimin merebut gelas es krim dengan warna pink dan potongan strawberry yang menggoda.
"Yah padahal aku juga mau strawberry" Hoseok tertunduk laksana awan mendung menatap es krim strawberry yang sudah di jatahkan ke Jimin
"Tapi tak apa, Hoseok makan es krim Vanila saja" itulah Hoseok anak super positif. Yang mudah mengalah dan juga jangan lupakan senyum secerah mentari yang langsung melenyapkan awan mendung di wajahnya tadi
5 varian rasa es krim yang terdiri dari rasa strawberry, coklat, vanila, pisang, telah berada digenggaman masing-masing anak. Yoongi lebih memilih memakan es krim coklat setelah Taehyung memakan es krim pisangnya. Tersisa es krim dengan varian kacang yang seolah tak tersentuh sama sekali.
"Eoh, kenapa tinggal yang kacang?" Namjoon membeo di tempat.
"Itu jatahmu dad" ujar Yoongi
"Tapi aku tak suka kacang"
"Aboeji tak suka kacang? Mau makan punya Hoseok?" Namjoon memandangi Hoseok yang berlepotan es krim vanila. Nampak anak itu bersemangat sekali memakan es krimnya
"Kau saja yang makan. Es krimnya dibuang saja" ujar Namjoon tak berselera. Andai dia tau ditak akan memesan paket family yang ditawarkan tadi. Kacang adalah musuhnya.
"Chimchim juga ndak cuka Kacang. Kacang jelek. Nanti chimchim juga jadi jelek. Gak celuuuu" gerutu Jimin sambil menjilat-jilat sendok es krimnya.
"mamamamam.. mamamam" bayi terkecil diantara mereka nampak menggumam sesuatu setelah melepas dot botolnya. Namjoon menunduk mengambil botol yang menggelinding.
"Appa ekklim nya kasih dedek Kookie saja" Taehyung mengambil es krim rasa kacang itu mengambil sesendok penuh dan menyuapi Jungkook.
"Yaa! Jaaa-" Namjoon mencegah Taehyung namun terlambat bayi kecil itu sudah menikmati es krimnya.
"Dedek Kookie cukaa kacang appa" Ini Jimin yang berucap sambil menyendok es krimnya yang sesekali Hoseok mencuil potongan strawberry milik jimin untuk dilahapnya. Jimin tidak menampakkan keberatan malah kadang menyuapi hoseok. Dan Yoongi, hanya peduli pada es krimnya saja.
" masih bayi belum boleh makan es krim" Namjoon menghalau tangan Taehyung yang akan menyuapi lagi Jungkook. Sedangkan Jungkook bayi itu menikmati es krim yang disuapkan.
"Tapi dedek Kookie nda nolak waktu Taetae suapi appa" Protes Taehyung
"Nananann" itu Jungkook yang sepertinya turut protes. Es krim seenak gitu dilarang. Namjoon emang deh.
"Tetap tidak boleh Taehyung-ah. Jungkook masih bayi. Jungkook hanya bisa minum susu"
"Yahh~~ kasihan Kookie di larang makan ekklim" Taehyung memasang wajah prihatin untuk Jungkook. Dan sang bayi cuman bisa berkedip bingung. Memeletkan lidahnya berupaya untuk sang Hyung memberikannya lagi makanan dingin yang manis itu
"Mamamamam" dan Bayi itu protes ke Namjoon. Menunjuk dan berusaha menggapai gelas es krim yang tak dihadapan sang Kakak.
"Mamamamama" Namjoon menoleh melihat bayi kakaknya yang ingin sekali memakan es krim itu.
"Kamu itu masih bayi. Belum bisa makan es krim. Tunggu besar. 5 tahun lagi" jelas Namjoon yang mana di mengerti Jungkook.
"Mamamam mamam.. mamamam!.." Berikan aku es krim. Sekarang juga! Mungkin itulah yang di ucapkan Jungkook. Namjoon menghela napas melihat si bayi.
"Aishh. Stop minum susu saja!" Tegas Namjoon. Memasukkan dot botol susu Jungkook ke mulutnya sebelum bayi kecil itu prtes rewel dan akhirnya menangis.
"Rapmon?!" sebuah suara mengintrupsi Namjoon.
"Rapmon kan? aku Raquel" Namjoon menoleh kaget kearah orang yang mengenalnya. Bagaimana bisa orang itu mengenalnya dengan penampilan yang sudah dia tutup sedemikian rupa.
"Ra-raquel?" Gadis dengan postur tinggi dan wajah khas kaukasia itu tersenyum. Namjoon kenal siapa Raquel ini. Salah satu teman yang dikenalnya saat konser di Australia dulu. Dan juga teman tidur Namjoon.
"Kamu kenapa ada disini?" Cerca Namjoon
"Berlibur dan ingin ketemu kamu. Dan tadaa kita ketemu disini. Padahal aku baru akan ke Agencymu. Aku kehilangan kontakmu. Aku rindu denganmu. Kamu masih sehebat dulu kan? permainanamu selalu kurindukan"
Namjoon hanya bisa menggaruk lehernya pelan. Merasa canggung dan khawatir. Raquel mengamati tempat duduk Namjoon. Seperti ada yang sangat aneh baginya.
"Hmm. Rapmon honey, mereka anak-anakmu?"
Gluuuk
Namjoon menelan ludahnya kasar. Gawat kalau sampai Raquel tau. Raquel ini sangat tidak cocok diajak bermain Rahasia. Pekerjaannya sebagai Reporter bisa mematikan karirnya nanti.
"Mamamam.. hikkk" Jungkook gelisah dengan mata sayu. Sepertinya ingin tidur. Namjoon mengangkat Jungkook dari kursinya lalu menyodorkan ke Yoongi yang langsung membeku ditempatnya.
"Ahahaha tidak ini keponakan-keponakanku." Ujar Namjoon sebelum berbalik ke Yoongi. Berbisik lirih dihadapan Yoongi
"Kau bawa mereka pergi dari sini. Dan ini pake kartu kredit ini. Beli baju untuk Jungkook dan kalian. Pilih sesuka hati kalian. Aku akan menunggu kalian di Kafetaria ini lagi sebentar"
setelahnya Namjoon merangkul Raquel akrab menuju arah lain.
"Kita mau kemana Rapmon? Keponakanmu?"
"Mereka ingin bermain. Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar?"
Sepeninggal Namjoon dan Raquel nampak anak-anak menatap heran Namjoon yang meninggalkan mereka yang masih asyik dengan Es krim masing-masing. Terutama Yoongi. Nampak sekali dia ingin melumat sang Daddy yang seakan lupa segalanya hanya karena bertemu dengan wanita yang bajunya saja tak sanggup rasanya dijahit lagi. Terlalu kekecilan sampai terbuka dibeberapa bagian. Seperti teman-teman Mommynya
"Apa? Keponakan?" Yoongi menggeram kesal melihat punggung Namjoon yang merangkul wanita yang menghampiri mereka tadi.
"Dasar lelaki tidak bertanggung jawab. Tukang menelantarkan anak" itu masih Yoongi yang mengomel.
"Hyung, Aboeji ninggalin kita?" Hoseok memandang bingung keadaan ini. Taehyung hanya sesekali mengangkat wajahnya namun fokusnya masih ke Es krimnya. Jimin sendiri hanya menemani Jungkook sesekali dengan sembunyi menyuapkan es Krimnya ke Jungkook. Pantas saja bayi itu tenang di pangkuan Yoongi.
"Ya dia ninggalin kita demi perempuan tadi. Sialan sekali!" gerutu Yoongi
"Hyung! Jangan bilang sial saat ada Kookie."tegur Hoseok. Dan Yoongi baru saja bahwa bayi yang selalu dihindarinya tengah ada di pangkuannya.
"Ke-kenapa bayi ini ada disini? Ya-yaaa-ya Jung Hoseok ambil bayi ini.. cepat!" Yoongi berteriak heboh melihat Jungkook dipangkuannya sedang berusaha memakan es krim yang disodorkan Jimin. hampir saja Yoongi menjatuhkan Jungkook saat Jungkook yang kesal karena Yoongi yang terlalu bergoyang menyusahkan dirinya menerima suapa Jimin sehingga bayi kecil itu berinisiatif mendiamkan Yoongi dengan caranya sendiri.
Krauk
"Awwww.. Hoseokkk!" cara bayi yang sangat brilian. Lengan Yoongi yang bebas digigit Jungkook. Hoseok yang melihat lantas panik memisahkan Yoongi dan Jungkook. Gigitan Jungkook lama baru terlepas lengan Yoongi sampai memerah kebiruan.
"Yah, Jungkook kenapa gigit Hyungi? Lihat Hyung kesakitan" tegur Hoseok lagi. Dan Jungkook memandang Hoseok seakan berkata bukan salahku dengan mata bulat besarnya.
"Aissh, sakit sekali" Yoongi mengelus bekas gigitan Jungkook.
"Ihhh,, Kookie kenapa gigit hyung?" Jimin menghampiri Yoongi meniup-niup bekas gigitan Jungkook.
"Iya nih Kookie jangan gigit olang. Nanti jadi moncel" Taehyung berkacak pinggang dihadapan Jungkook. Dan Jungkook? Bayi itu tidak menangis malah memberikan Taehyung tendangan di muka Taehyung. Taehyung baru akan membalas saat Hoseok menggendong Jungkook menjauh.
"Hiks sakitt muka Taetae. Kookie nakal! Chimmm" Taehyung berlari kebelakang Jimin menghindari Jungkook yang seakan-akan akan menghancurkan isi dunia jika dia mengamuk. Hoseok mencoba menenangkan bayi itu dengan mengayun badannya agar tenang. Bayi juga bisa marah loh!
"Trus Hyung kita mau kemana? Aboeji belum kembali" Yoongi melihat Hoseok yang menggendong Jungkook. Setelahnya melihat kartu kredit yang tadi disimpan Namjoon dimeja.
"Apalagi, apa yang kau lakukan saat di Mall seperti ini?" tanya Yoongi ke Hoseok.
Hoseok memandang hyung yang tua setahun darinya itu dengan bingung.
"Yah berbelanja hyung, jalan-jalan, makan, main kayaknya itu deh" jawab Hoseok
"Main?" Jimin berbinar saat Hoseok menyebut kata Main
"Bersenang-senang lebih tepatnya" sebuah Smirk tercipta dari bibir Yoongi. "Huh, I am Your nephew, Dad? I'll show you how a nephew used his uncle's credit card"
"Hyung kau bilang sesuatu?" Hoseok memandangi Yoongi
"Tidak ada. Ayo kita bersenang-senang Dongsaengdeul!"
Bersenang-senang versi anak kecil seperti mereka memang lah tidak jauh dari main. Liat saja mereka menguasai arena permainan yang ada di Mall. Guratan kebahagian dan tawa tak lepas dari kelima anak itu. Sesekali mereka bergantian menjaga Jungkook. Terlebih jika Hoseok ingin bermain. Puas bermain Yoongi membawa para adik muda barunya memasuki salah satu toko pakaian. Sesuai titah si Monster, Namjoon, Yoongi akan menyuruh adik-adiknya memilih pakaian yang dia inginkan.
"Kata Daddy, Aboeji, Appa, kita bisa membeli baju yang disukai tapi cuman satu pasang saja. Jadi kalian cari baju kalian. Untuk Jungkook, nanti biar aku yang cari di toko sebelah. Hoseok-ah jaga mereka. Aku keluar sebentar" Hoseok mengangguk patuh.
"Kajja dongsaeng kita cari baju baru" Taehyung dan Jimin dengan semangat menelusuri toko pakaian yang menyediakan pakaian untuk anak-anak dan dewasa.
"Woaah ada ulalnya Taetae mau ambil yang ini lucuuuu" suara Taehyung entah dimana dia.
"Hosiki hyungg, Chimchim boleh pilih apa caja?" Jimin menggoyangkan badannya malu-malu.
"Aish kiyopta, Chimchim ambil baju kesukaan Jimin ne, baru temui Hyung disana" Tunjukknya kearah kasir.
"Kookie, bantu hyung pilih baju nde" Hoseok menghampiri pakaian-pakaian yang digantung. Memilih dengan cermat.
"Kookie yang mana bagus, sweater yang ini atau baju kaus yang ini?" Hoseok menunjuk sweater warna-warni dengan gambar macan,gharimau atau singa kah itu dengan kaus merah bertuliskan Loved. Jungkook yang hanya bayi cuman bergumam tidak jels sampai kakinya tak sengaja menendak sweater warna-warni itu.
"Ah yang sweater yah. Aku ambil yang ini kalau begitu" ucap Hoseok riang. Jungkook hanya tersenyum lalu ketawa saat dihadiahi kecupan dipipinya.
"Yayayaayayayaya.."
"Hoseok ah kau sudah selesai?" Yoongi datang dengan 4 Kantung berisi pakaian dan celana untuk Jungkook.
"Aku baru selesai memilih. Aku mau sweater ini" tunjuk Hoseok.
"Hyuungiiiiii. Chimchim mau Jaket ini!" Jimin berlari menghampiri Hoseok dan Yoongi mengangkat sebuah jaket berwarna mencolok. Jaket berwarna biru dengan kuning dibagian lengan. Nampak berkilauan karena ada efek bling-blingnya.
Yoongi melihat merek pakaian yang di pilih Jimin. Lalu melihat merek pakaian Hoseok. Matanya membulat membaca yang tertera disana
'Gucci Blue Sequin Bomber Jacket harganya 82,8 Juta. Gucci Striped wool intarsia sweater with Appliques seharga 33 Juta. Mahal sekali. Mana baju anak usia 6 tahun lebih mahal 50 juta dari anak 10 tahum' Batin suga.
"Hyungi Chimchim boleh ambil baju itu?" Jimin memandang Yoongi dengan mata yang penuh pinta.
'Mahal sih, tapi kan Dad tadi bilang boleh ambil baju sesuka hati. Ini juga sesuka hati berarti-"
"Boleh. Jimin Hoseok Jungkook kekasir duluan aku juga ingin memilih pakaian"
Pinta Yoongi
"Oke Hyung"
Sementara itu Taehyung berjalan-jalan sambil melihat pakaian yang digantung namun matanya malah terpaku pada sebuah benda yang dipajang beberapa langkah dari hadapannya.
"Ada yang bisa di bantu adik manis?" penjaga toko menghampiri Taehyung. Taehyung menunjuk kearah dasi hitam yang terpajang. Penjaga itu mengambilkan dasi yang ditunjuk Taehyung.
"Woah ada ulal, bunga, kupu-kupu nya eh bukan kupukupu" Taehyung mengamati dasi yang telah sampai digenggamannya.
"Heol, ini dasi untuk siapa? Untuk ayahnya yah?" Taehyung menggeleng.
"Lalu untuk siapa? Ini dasi keluaran terbaru Gucci Embroidered Wool Tie harganya 3 juta adik mau beli?" Taehyung mengangguk
"Taetae mau itu. Kata hyungi Taetae bisa ambil apa saja!"
Yoongi berhenti saat matanya melihat jaket denim dengan hiasan bunga-bunga. Terlihat unik.
"Aint Lauret Love Embroideri Jean JackEts Original Blue Denim. Astaga namanya panjang sekali. Woaaah harganya yaampun 46 juta... Ma uhuk'MAHAL SEKALI' Murah sekali harganya" Yoongi yang heboh sendiri melihat harganya namun gengsi saat ada orang yang melihatnya sehingga dia sedikit sombong mengatakan 46 juta itu baju yang murah.
Dia lantas mengambil jaket itu. Niatnya tadi ingin mencari baju sepasang tapi dibatalkan. Gengsi sudah teriak Jaket murah tapi tidak dibeli. Salah Namjoon sendiri bilang bahwa dirinya bisa memilih baju sesuka hati. Yoongi sampai kekasir bertepatan dengan Taehyung yang juga datang dengan Kemeja dengan nuansa bunga-bunga dan juga 6 pasang dasi.
"Yah Taehyung untuk apa dasi itu?" pekik Yoongi. Direbutnya salah satu dasi. Dan mata Yoongi lagi-lagi membulat.
'Hanya dasi tapi harganya 3 juta. Astagaa' batin Yoongi kembali memberontak. Di toko bayi tadi Yoongi betul-betul memilih baju untuk Jungkook yang murah dan berkualitas tapi disini dia menganga melihat pilihan adik-adik yang baru sehari dikenalnya.
"Hyung ini dasi untuk Taetae, Chimchim, Yoongi hyung, Hoseoki hyung, Kookie sama Appa. Pokoknya Taetae mau beli ini. Lihat hyung lucu, ada ulal nya" pekik Taehyung senang meletakkan pilihannya ke atas kasir. Semua pakaian telah dihitung oleh kasir. Tiba saat pembayaran Yoongi meragu. Bagaimana ini. Tangannya sedikit dingin memegang credit card milik Namjoon yang tadi Namjoon kasih beserta pin-nya. Dia tak menyangka akan semahal ini belanjaan mereka. Yang dia maksudkan bersenang-senang dengan menghabiskan sedikit uang Namjoon tidak dengan barang-barang branded seperti ini. Namun sekali lagi kata Namjoon yang "Sesuka hati kalian" mengalahkan keraguan Yoongi.
.
.
.
Kelima anak itu berjalan bersama menuju kafetaria tempat tadi mereka makan. Namun lagi-lagi Taehyung terpesona dengan Boneka alien berkepala Hati.
"Hyuuung, Taetae mau boneka ini!" tunjuk Taehyung.
Dan lagi mereka kembali memasuki toko membeli Mainan yang aduh Yoongi bingung mengatakannya. Boneka limited edition dengan 8 jenis boneka aneh menurut Yoongi tapi lucu menurut Hoseok, Taehyung, jimin dan Jungkook. Ada Alien berkepala hati, Alpaca bersyal, Kue dengan ekspresi jahil, Kelinci pink berotot, Puppy kuning yang melet, ada makhluk bertopeng kuda, Koala yang tertidur dan sebuah Robot. Yang gilanya karena ini limited edition maka harganya juga fantastis. Masih jelas diingatan Yoongi perkataan pemilik toko
"Ini adalah edisi terbatas dari toko kami. BT21. Harganya cukup mahal adik-adik. 21 Juta"
Setelah mendengar itu Yoongi berkali-kali menghipnotis dirinya bahwa membeli boneka juga termasuk hal yang dapat dilakukan sesuka hati kalian.
Dan benar saja di lain tempat Namjoon yang baru saja selesai bercengkrama dengan Raquel hampir jantungan melihat pesan pengeluaran dari kartu kreditnya. Namjoon tak pernah menyesal masuk dalam dunia entertainment. Tak pernah menyesal jika di cap durhaka sama ibunya. Bahkan menyesal untuk meniduri wanitanya? tak mungkin. Tapi kini dia menyesal membawa 5 anak itu bukan ke Mini Market tapi Mall pusat perbelanjaan dengan menyerahkan sebuah kartu kredit yang di serahkan kepada si tertua diantara kelimanya. Namjoon memandang kearah depannya. Dia menaikkan resleting jaketnya lebih tinggi.
"Awas kau Min Yoongi"
Yoongi kesulitan membawa belanjaan sehingga beberapa penjaga ditoko boneka tadi menawarkan membantu membawakan mainan mereka dengan inisiatif di beri tips. Melihat belanjaan ke lima anak itu jelas sekali kalau mereka adalah anak orang kaya.
"Ah itu Aboeji" tunjuk Hoseok senang. Yoongi bersumpah melihat aura kelam disekeliling Namjoon. Namjoon mengangkat mukanya saat mendengar suara Hoseok. Rahangnya serasa jatuh melihat apa yang anak-anak itu beli. Dan entah berapa plastik belanjaan disana.
Tanpa kata Mereka menuju keluar Mall masih dengan orang-orang yang setia mengangkat barang. Namjoon memberikan tip sebagai ucapan terima kasih pada orang-orang itu. Tiada yang berbicara selama perjalanan. Itu karena Hoseok dan yang lainnya tertidur. Yoongi juga. Alias pura-pura tidur. Dia cukup takut melihat Namjoon. Sedangkan Namjoon rasanya dia ingin menangis. Uang-uang kesayangannya terbuang begitu saja.
.
.
.
"Jaket 46 juta Sweater 33 juta dan ini dasi 3 juta. Astagaaaa kalian mau bikin aku bangkrut?" Sampai di Apartemen jiwa pemarah Namjoon muncul. Yoongi mencoba tenang meski takut.
"Dad, kau kan artis. Sudah biasa pakai pakaian puluhan juta. Kenapa heboh begitu sih. Salah Daddy sendiri, tadi bilangnya, beli pakaian pilih sesuka hati kalian. Nah itu pilihan sesuaka hati kami. Andai Dad bilang, beli yang murah seharga ini itu aku pasti beli segitu juga dad. Jadi intinya ini salah mu Dad" ucap Yoongi lantas bergegas kekamarnya menyusul yang lainnya. Kabur lebih tepatnya sih.
Namjoon mengusap mukanya kasar. Baru 2 hari bersama anak-anak dan Namjoon merasa umurnya menua 10 tahun. Jantungnya menjadi tak sehat. Dan dia butuh Oksigen yang banyak.
Ting tong.
Ting tong
Bell Apartemen berbunyi. Namjoon menghentak kesal. Membuka pintu untuk tamunya. Nampak dua petugas mengantar 8 bungkusan berisi boneka dengan tinggi sepahanya.
"Ini benar atas nama tuan Namjoon? Ini boneka pesanan anda. Sudah dibayar lunas BT21 doll special limited edition seharga 21 juta. Kami permisi"
Rasanya Namjoon ingin menulikan pendengarannya. Boneka besar-besar itu seharga 21 juta?
"MIN YOOOONGIIII"
Yoongi mendengar teriakan Namjoon tapi pura-pura tuli. Dia mengunci kamar dan mempersiapkan dir untuk tidur disamping yang lain. Posisinya kini berubah. Taehyung di Ujung dekat kepala ranjang, Jimin, Jungkook, Hoseok lantas dirinya yang lagi-lagi diujung.
"Uhuk uhuk" suara batuk Jimin pelan.
"Uhuk uhuk uhuk" lagi Jimin terbatuk sampai dia bangun terduduk. Hoseok juga terbangun khawatir mendengar batuk Jimin.
"Jimin kenapa batuk?"Hoseok menghampiri Jimin sedangkan Yoongi membuka tas mengambil sebotol air mineral yang disodorkan ke Jimin.
"Minum dulu Chim" ujarnya.
"Hikshiks" Bayi disebelah Jimin bergerak gelisah. Merengek tak nyaman"
"Astaga hyung badan Kookie panas sekali"
"Hishiks HUWEEEEE" Dan tangisan Kookie memekak telinganya.
"Uhuk uhuk uhuk Hiks hiks Uhuk cakiit lehel chimchim cakiiit uhuk hiks hiks" Jimin juga menangis menahan batuk yang tak mau berhenti
Yoongi memeriksa keduanya.
"Bagaimana ini hyung?" Pandangan Hoseok dengan mata memerah ingin menangis. Sedangkan Taehyung sempat-sempatnya dia mendengkur dalam tidur pulasnya.
.
.
Namjoon masih memandangi belanjaan anak-anak ada sebagian yang sudah terbuka tak karuan. Dan sebagian masih tak tersentuh. Menyentuh barang-barang menambah rasa sakit hati Namjoon.
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Bell kembali memekakakkan telinga Namjoon. Namjoon berusaha tak peduli. Dia yakin yang datang adalah pesanan-pesanan dari anak-anak penghambur uangnya.
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
"tak akan kubuka"
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
"Cuek ajalah"
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
"Masa Bodo"
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
"emang aku pikirin"
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ting tong
"AISSSH SIALAN. IYA AKU BUKA!" Teriak Namjoon. Dia lantas membuka pintunya lagi-lagi keras.
"PESANAN APALAGI SEKARANG?" Semburnya kepada orang dihadapannya. Sedangkan yang dihadapannya memandang bingung.
"Pesanan? Aku mau melihat Jimin dan Taehyung. Aku Kim Seokjin, Nuna mereka. Dimana Taetae dan Chimchim, Ahjussi kau tak menyiksa kesayanganku kan. awas saja kalau mereka terluka"
Namjoon mengamati orang dihadapannya. Ingatannya melayang kemarin malam saat ada orang tak sopan datang dan merengsek masuk ke Apartemennya. Potongan rambut pendek coklat. Tubuh ramping bahkan terkesan datar? Batin Namjoon mengejek. Tadi dia mengatakan dirinya Nuna si Kembar jadi dia Wanita. Wanita datar yang tak memiliki tonjolan yang menonjol. Bahkan jadinya dia meragu apa dihadapannya benar-benar wanita.
"Hoh kamu si kurang ajar kemarin. Mau apa kau kesini?" Namjoon memasang wajah tak bersahabat. Tangannya bersedekap sombong. Dia harus memberi tikus datar dihadapannya pelajaran.
"Ahjusshi tuli yah? Tadikan sudah ku bilang aku mau ketemu Taehyung dan Jimin. Padahal yang kulihat di Internet umur Ahjusshi masih 30 tahunan tapi sudah mendapat masalah pendengaran. Kasihan si kembar Ayahnya cacat begini" celetuk Wanita di hadapannya, Seokjin.
"Kau sudah kurang ajar tak tau diri lagi, aku tak cacat telingaku masih bagus. Kau ingin mereka kembali? Lihat ini" Namjoon bergeser sedikit memperlihatkan kedalam rumahnya didekat pintu masih ada boneka 21 juta itu.
"Itu adalah boneka seharga 21 juta yang sudah dibeli Taehyung dan Jimin. Kau mau mengambil mereka? Ganti rugi 21 juta uangku sekarang dan kau bisa mengambil mereka" mata Seokjin membulat. Mulutnya membeo 21 Juta dengan pandangan horor. Bagaimana bisa dua anak itu menghabiskan 21 juta.
"Ahjusshi kau bercanda? Boneka jelek begitu 21 juta?" Seokjin merasa di tipu. Boneka seperti harganya di pasaran hanya bekisar ratusan. Meski boneka itu memang kelihatan mahal karena ukurannya yang besar. Hampir setinggi Jimin dan Taehyung. 21 juta? Seokjin bisa membeli motor impiannya seharga itu.
Namjoon merasa bukan dirinya seorang yang gila karena boneka-boneka 21 juta itu. Wanita dihadapannya juga. Namun tak sehoror Namjoon yang menggunakan uangnya membeli boneka 21 juta itu.
"bagaimana kau sanggup mengganti rugi uangku?" lantas Seokjin menggeleng. Ke Apartemen ini saja Seokjin menguras semua uangnya. Untuk 1 sen pun dia tak punya. Seokjin benar-benar datang dengan modal nekat. Demi Taehyung dan Jimin.
"Sudah pulang sana. Kau sendiri yang menyerahkan mereka kemarin dan aku tak mau memberikan keduanya padamu" Namjoon berbalik ingin menutup pintu sebelum Seokjin memegang lengannya. Bergelantungan dilengan Kokoh Namjoon.
"Ahjusshi tolong aku mau ketemu mereka. Sekali saja. Aku rinduuuu" Bujuknya kepalang tanggung.
"Ya apa-apaan kau. Sana lepaskan lenganku"
"tidak sampai Ahjusshi mengijinkanku bertemu mereka. Aku sampai pergi dengan bus pertama dan kesasar beberapa kali demi mereka. Jadi kumohon biarkan aku bertemu. Pleaseeeee!" Seokjin memasang Aegyo terbaiknya. Berkedip-kedip berusaha membujuk Namjoon tapi Namjoon malah memandang Jijik wanita rupa laki-laki dihadapannya. Dengan telunjuknya Namjoon berusaha mendorong kepala Seokjin dari lengannya.
"Sana kau pulang sana!" Bentak Namjoon tapi tidak di pedulikan Seokjin.
"Tidak mau!"
"Ya, kau itu kurang ajar sekali. Menjauh dari lenganku"
"Ahjusshi sekali saja please" Keduanya saling mendorong. Namjoon mendorong Seokjin keluar sedangkan Seokjin mendorong Namjoon masuk kedalam.
"Ahjusshi kasihani akuuuuu" Pinta Seokjin
"Tidak. Pulang sana"
"Kasihani aku, aku anak yatim piatu, Ahjusshi mau dosa membuat anak tak beruntung ini memohon pada Rapper terkenal se Korea selatan?" Seokjin melayangkan pujian atas Namjoon dan membuat dirinya sebegtu menyedihkan. Taktik ala Seokjin.
"Terima kasih atas pujiannya..." Namjoon memasang senyum terbaiknya sebelum mendorong lagi Seokjin yang tadi juga tersenyum sehangat mentari yang berusaha dipanasi. Alias keduanya hanya senyum palsu
"Kukatakan tidak ya tidak" Konyol sekali. Ada dua orang yang saling mendorong didepan pintu. Bahkan tidak ada yang mengalah. Akibat dari itu beberapa bungkusan boneka 21 juta itu jatuh tak beraturan tersepak Namjoon tak sengaja.
Namjoon sedikit terdorong dan mulai kehilangan keseimbangan. Kuat juga wanita didepannya. Apa jangan-jjangan dia ini lelaki?
"Ya1 ya! Sana pergi ari ku atau ku laporkan ke polisi!" Namjoon berusaha tegas.
"Lapor saja. Aku juga akan melaporkan bahwa kau Ahjusshi yang sangat jahat" pekik Seokjin tetap berusaha masuk.
"Jiminaaah, Taehyungahhh.. Chimchim.. Taetae ini Jin Nunaaaa"
"Ya orang tak sopan. Berhenti saja kau cuman membuang tenagaku"
Namjoon mulai lelah akan serangan Namjoon. Saat lengah Seokjin melihat ada kesempatan untuk masuk dengan kekuatan terakhirnya dia mendorong Namjoon. Kaki Namjoon menabrak bungkusan Boneka 21 juta itu terkejut atas dorongan Seokjin. Dia terjatuh kebelakang menimpa apa saja dibawahnya. Sialnya karena Seokjin menggamit lengan Namjoon membuatnya juga ikut terhuyung dan jatuh tepat diatas badan Namjoon.
Bruuuuukkk.
Plok plok plok
Suara tepuk tangan mengudara.
"Bagus sekali. Anak sakit malah peluk-pelukan dan errr iuhh Ciuman didepan pintu?" itu Yoongi yang berucap sinis. Seokjin dan Namjoon terkejut sekali dengan ucapan Yoongi. Ciuman? Astaga. Kedunya berusaha melepaskan diri dan bibir mereka lebih utama. Saat Seokjin bangkit, Yoongi menatap tak percaya.
"Dad, are you gay? Wow! Kau mau bercinta dengan Laki-laki?" Yoongi menggeleng tak percaya. Dengan rekor memiliki 5 anak akan sangat wajar jika Yoongi menemukan Namjoon berguling dengan wanita semok, montok seperti Raquel tadi tapi ini, Lelaki. Dengan Rambut pendek. Hoodie pink oversize celana sobek dibeberapa bagian.
"Yoongi jaga mulutmu" geram Namjoon
"Ada apa kesini?"Lanjutnya lagi.
"Ah, iya aku akan tutup mulut. Cuman syok saja melihat tingkahmu Dad. Sorry telah mengganggu kalian. Saran sih iya, kalian mau begitu dikamar saja. Kurang bagus didepan pintu" kalian mungkin tak percaya ini Yoongi anak 12 tahun yang mengatakan semuanya. Seokjin memerah. Malu dan marah. Anak dihadapannya mengatakan dirinya lelaki dan sialan dia dikira akan bercinta didepan pintu. Harga dirinya rasanya jatuh.
"Min Yoongi" geram Namjoon dan dibalas tatapan polos Yoongi sekana berkata, apanya yang salah? Masih untung aku yang liat coba kalau yang lain?
"Hyuuuuunggggg" itu Hoseok yang berteriak dan berlari kalut menuju Yoongi. Menggoyangkan lengan Yoongi.
"Hyung badan Jungkook Makin panas" lapor Hoseok. Mendengar nama Jungkook, Namjoon berdiri tegap namun sarat akan kekhawatiran.
"Jungkook kenapa dia?" Tubuh Hoseok terguncang akibat cengkraman Namjoon
"Ba-badannya Pa-pa-panas Aboeji" ujar Hoseok.
"Apa?"
'MATI AKU DITANGAN MEDUSA CUCUNYA SAKIT' Batin Namjoon berteriak heboj tak berpikir panjang Namjoon melangkah masuk kekamar yang ditempati anak-anak.
"Aboeji Jimin juga sakit" kali ini Seokjin yang bereaksi. Memandang penuh khawatir mendengar nama Jimin disebut.
"Kenapa? Jimin kenapa?" tanya Seokjin penuh kekalutan dan rasanya Seokjin ingin menangis karena khawatir
"JIMINIIIIII" Baru juga Namjoon didepan pintu Taehyung sudah berteriak heboh. Mendengar suara Taehyung, Seokjin lantas lari mendahului Namjoon.
"Jiminaaaahhh" teriak seokjin mendobrak pintu kamar yang dituju Namjoon.
"YAAA! KENAPA KAU MASUK DIRUMAHKU?!" Teriak Namjoon tak terima dia menyusul Seokjin.
"Hyung, siapa hyung tadi?" Tanya Hoseok heran
"Entahlah. Mungkin hyung tadi calon ibu baru kita" jawab Yoongi asal
"Eh emang bisa hyung?" Hoseok memandang bingung Yoongi sedangkan Yoongi hanya mengangkat bahu acuh.
"YOOONGI BAWA AIR HANGAT KEMARI"
Yoogi menghela napas berat. Itu suara Namjoon. Sedikit kesal karena selalu namanya yang diteriakkan Namjoon dalam keadaan apapun.
"Sudahlah tak usah dipikir Hoseok ah. Bantu saja aku membawa air panas untuk Kompresan Kookie" Yoongi lantas menutup pintu dan mengambil tangan Hoseok menariknya ke Dapur.
Hoseok cuman mengikuti langkah Hyung didepannya.
"Ah jangan lupa air hangat untuk Jimin. Tenggorokannya pasti sakit sekali" keduanya lantas beranjak kedapur meninggalkan pintu yang telah tertutup dengan boneka 21 juta yang berserakan didepan pintu. Meninggalkan boneka Koala yang tertindih boneka alpaca disudut ruangan.
..
..
..
...
TO BE CONTINUE.
...
..
..
..
Huwoooo.. hollaaaa... masih bersama Desca disini yang bawa chapter 6. Masih setia desca ngucapin buat yang udah baca, review, like, follow dan apapun bentuk sayang kalian ke FF aku yang abal-abal ini. Mian agak lama baru update lagi. Lagi sibuk banget mengejar masa depan gemilang bersama Bangtan hahaha apadah gua.
Special thanks to: Summer Chii | Park RinHyun-Uchiha | christianseagul | qwertyxing | Ammiguns | Nam0SuPD | darmay | Seijuurou Eisha | Orion'sky | joons | e-elia | ZiFanNamJin | yeonbin818 | aya anezaki | Nadhefuji | Hiroki Sasano | maiolibel | Rrn49 | ithacantika | xxxjk9 | Jung Yeon Jae |
Makasih banyak loh yang udah setia sama Am I a Papa? Setiap review kalian itu bikin aku semangat loh. Udah jadi kayak amunisi. Apalagi ada yang suka karya ku ini. Aku cinta Namjin dan Bangtan sehingga lahirlah FF ini. Semoga kalian dapat menikmati setiap kata-kata yang kutulis. Kalau ada Typo maafkan ketidak telitian saya. Aku suka ngetik tengah malam jadi fokusnya berkurang.
Ah iya Jangan Lupa Vote BTS di MAMA yah ARMY-deul.. Sarangahae :* :*
*Descaqueen*
26 Oktober 2017 01:49
Mengetik sambil mata pedih
Song Play: Yolo Yolo Tangjinjaem Tangjinjaem (Joget2 sambil tebar duit Namjoon :p)
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA :*:*
