Hujan kemarin malam masih menyisahkan suasana segar yg begitu terasa pagi hari ini. Bau khas yg timbul setelah hujan mengingatkan Baekhyun bagaimana ia dan Chanyeol saling menautkan jari kemarin. Membisikkan kata-kata cinta dan romansa yg mengajak hati mereka untuk hadir dalam dunia baru karya daya pikir mereka sendiri. Dunia yg hanya dihuni oleh mereka berdua, dunia tanpa beban dan kesengsaraan. Batas yg hanya mampu mereka lewati berdua tanpa berpikir harus mencari imbalan apa untuk menyebrang.

Namun kicauan merpati menarik lamunan Baekhyun ke dunia nyata. Dimana ada Chanyeol, tempat tidur, dan juga dirinya. Tidak buruk, nyatanya dia masih bahagia walau tidak berada dalam dunia khayalnya. Baekhyun mampu berpikir jernih dengan tidak pingsan kala mengetahui kekasihnya adalah monster paling menyeramkan di dunia. Kalau dipikir-pikir betapa ia sangat menyayangkan bahwa Chanyeol bukanlah manusia. Namun hadirnya Chanyeol adalah nyata. Bukan sekedar dongeng ataupun legenda yg sering di bicarakan dari mulut ke mulut. Itu berarti tidak ada yg perlu Baekhyun khawatirkan, apalagi saat mengetahui suatu kenyataan yg lain. Yang lebih indah dari kenyataan bahwa Chanyeol adalah makhluk mitologi yg nyata. Kenyataan itu bernama cinta.

Para karyawan di kantor mungkin akan terkejut mendapati pimpinan dan sekretaris mereka tidak hadir secara bersamaan. Namun Chanyeol berkata tidak perlu khawatir. Mereka memilih untuk cuti hari ini karna ingin menikmati hari bersama-sama di rumah kecil milik Baekhyun. Lagipula kalau Baekhyun pikir-pikir tubuhnya bahkan hampir remuk karna bermain bersama Chanyeol kemarin, ia tidak bisa membayangkan harus bekerja lagi di kantor pagi ini.

"Apa ini?" Chanyeol bertanya heran. Ia memperhatikan sebuah cangkir yg Baekhyun letakkan di atas meja makan berwarna coklat itu. Mata Chanyeol mengamati dengan seksama benda aneh yg ada dalam cangkir itu, warnanya hitam dan kepulan asap berwarna putih muncul saat ia lihat dari kejauhan. Baekhyun menyaksikan itu seperti manusia purba yg pertama kali melihat api. Aneh sekali.

"Itu kopi. Kau tidak suka kopi? Ehmm.. teh mungkin?"

Sementara Chanyeol kini tidak lagi fokus pada secangkir kopi yg Baekhyun berikan padanya. Melainkan menatap kekasihnya itu masih dengan tatapan yg sarat akan tanda tanya.

"Apa itu kopi? Apa itu teh?"

Dagu Baekhyun hampir terjun bebas ke lantai marmer ruang makannya. Chanyeol masih menunggu ia menjawab pertanyaan itu. Astaga, Chanyeol tidak bercanda kan? Baekhyun hanya mampu menggelengkan kepalanya lalu kembali melanjutkan aktifitasnya membersihkan meja dengan sebuah kain.

"Ku pikir kau tidak sebodoh itu.."

Kata-kata itu membuat Chanyeol membuang nafasnya keras lalu meletakkan punggungnya di kursi makan. "Aku tidak bodoh, aku hanya tidak pernah makan makanan manusia. Tidak. Terlalu beresiko." Chanyeol menunjukkan reaksi dengan menggerakkan telunjuknya di udara. Tanda tidak setuju.

Baekhyun masih asik mengelap meja, acuh sekali. " Itu bukan makanan, itu minuman."

"Sama saja." Chanyeol berucap malas. Ia mengedarkan pandangannya kembali ke arah benda lain yg juga berada di atas meja makan. Ada benda berwarna merah berukuran kecil-kecil, hal yg Chanyeol ingat lagi dari benda itu adalah bintik kecil seperti pasir yg ada di sekujur tubuhnya.

"Apa lagi ini?" namja itu tak kuasa untuk kembali bertanya. Membuat Baekhyun keheranan kenapa Chanyeol banyak tanya sekali. Mungkin Chanyeol memang tidak pernah makan makanan manusia.

"Itu stroberry. Makanlah.."

Chanyeol mengambil dan menimang buah kecil itu di tangannya, tanpak ragu lalu menatap Baekhyun. "Benda ini bisa dimakan?"

Baekhyun mengangguk sembari mengulas senyum. "Tentu saja. Aku suka buah stroberry."

Mulai dari awal

Akhirnya setelah berpikir ia tidak akan mati bila memasukkan benda itu ke dalam mulutnya, akhirnya dia memakan buah itu. Menggingit, melumatnya perlahan. Takut-takut mulutnya akan meledak atau dia akan keracunan. Tapi nyatanya tidak, syaraf di otak Chanyeol malah memerintahkannya untuk merasa bahagia saat benda itu terasa di lidahnya. Sungguh melebihi ekspektasi.

"Rasanya seperti dirimu." jawab Chanyeol jujur. Mendengar itu Baekhyun tertarik untuk melihat Chanyeol yg tengah terkagum-kagum dan meninggalkan aktifitasnya untuk sementara.

"Benarkah?"

Chanyeol mengangguk pasti dan senang, "Ya, manis dan wangi. Aku tidak tahu ada benda lain yg seperti itu selain Baekhyun."

Kata-kata itu Baekhyun anggap sebagai pujian karna memang terdengar demikian. Ia tersenyum dan berpikir sejenak untuk menjahili Chanyeol.

"Kalau begitu pacari saja dia, kau tidak perlu menciumiku lagi karna rasa kami sama 'kan?"

Chanyeol langsung menggeleng kuat dengan alisnya yg menyatu. Wajahnya terlihat keras menolak kalimat Baekhyun.

"Mana bisa. Kau dan ini berbeda. Kau adalah hidupku mana mungkin tergantikan hanya dengan benda kecil ini."

Baekhyun mengangguk-angguk, merasa cukup jelas dengan jawaban Chanyeol. Merasa tidak tertarik lagi dengan buah stroberry, sebab Chanyeol takut Baekhyun akan salah paham. Namja itu memperhatikan kegiatan Baekhyun yg tidak ia ketahui di sebut apa. Mondar-mandir dari meja makan ke bak cuci piring. Mengelap piring dan gelas lalu membersihakan meja. Kenapa dia terlihat begitu repot?

Jadi Chanyeol putuskan untuk mendekati Baekhyun yg tengah melakukan sesuatu di bak cuci. Memeluk tubuhnya secara perlahan dan menciumi lehernya. Aktifitas yg selalu ia sukai dan akan terus ia lakukan mulai hari ini. Menikmati ambrosia dari tubuh Baekhyun. Perlakuannya itu barang tentu mendapat respon unik yg juga disukainya dari diri seorang Baekhyun. Namja mungil itu akan menggeliat dan tersipu. Terkadang gelimpungan bila Chanyeol melakukan hal yg lebuh jauh seperti memasukkan tangannya di balik kaos Baekhyun.

"Chanyeol hentikan." suara Baekhyun terdengar serius. Chanyeol terpaksa harus menuruti perintahnya sebab ia tahu Baekhyun hendak mengatakan sesuatu yg bukan main-main.

"Untuk hari ini... kau.. jangan memasuki ku dulu." ucapnya berbalik dan menatap Chanyeol. Dia terlihat ketakutan akan sesuatu, entah apa.

"Kenapa?" tanya Chanyeol kecewa. Jelas betul ia ingin menikmati tubuh Baekhyun di atas ranjang pagi ini.

"Karna.. bokong ku masih terasa sakit. Ku mohon.. biarkan aku istirahat. Oke?" pinta Baekhyun dengan puppy eyesnya. Oh, Chanyeol bisa apa kalau sidah begini. Tapi dia melanjutkan menciumi leher dan bahu Baekhyun kembali walau Baekhyun sudah berusaha berontak. Menyingkirkan wajah Chanyeol dari lehernya tapi dia gagal sebab namja itu pastinya lebih kuat.

"Makananku adalah ambrosia. Bagaimana mungkin aku bisa berhenti menciumimu. Aku bisa mati kalau tidak makan, sama seperti manusia."

Baekhyun kembali menarik rambut Chanyeol agar kepalanya menjauh. Setelah berusaha dan berhasil, ia pun menunjuk Chanyeol tepat di wajahnya.

"Baiklah. Hanya ciuman. Tidak ada gulat di ranjang." Chanyeol tersenyum puas.

"Terima kasih karna tidak membiarkanku kelaparan."

Lantas namja tinggi dengan birahi yg sama dengan tubuhnya itu kembali melanjutkan aktifitasnya. Menciumi leher Baekhyun dan menikmati wangi ambrosia. Baekhyun menggeliat dan mencoba melepaskan diri.

"Tapi.."

Chanyeol menatap Baekhyun kecewa (lagi) Baekhyun menghentikan aksinya untuk yg kesekian kali. "Kau boleh lakukan itu setelah aku mandi. Aku harus membersihkan diri terlebih dahulu."

'Sial' batin Chanyeol gondok. Baekhyun harus terlepas lagi. Sementara namja mungil itu mampu tersenyum setelah berbalik memunggungi Chanyeol dan berjalan menuju kamar mandi. Ia mampu bernafas lega sebab bisa lolos dari singa lapar itu, ya setidaknya untuk sementara waktu. Tiba-tiba ucapan Chanyeol menghentikan langkahnya.

"Kalau begitu kenapa kita tidak mandi bersama saja?"

DEG! Kena kau Baekhyun. Sudah Chanyeol bilangkan? Dia itu pintar dalam urusan sex. Tidak pernah ada jalan buntu bila dia ingin memuaskan nafsunya. Itu adalah bakat sejak lahir yg patut dibanggakan. Benarkah?

Chanyeol mendekati Baekhyun yg membeku di ambang pintu kamar mandi. Jantungnya tidak mampu berkompromi dengan pikirannya agar tidak berdetak dalam kecepatan tdak normal. Baekhyun gugup.

"Ayo kita mandi." ajak Chanyeol tersenyum miring. Dengan paksa dia menarik tangan Baekhyun kedalam kamar mandi. Baekhyun, kau tamat.

.

.

.

Setelah bergulat dengan tubuh basah di dalam bathup, bersama busa, sabun, dan desahan-desahan panjang yg keluar dari bibir mereka masing-masing. Beruntungnya Chanyeol tidak mengingkari janjinya. Cukup dengan menjilati seluruh tubuh Baekhyun dan membuat namja itu beberapa kali orgasme. Meremas dan menindih seluruh tubuh Baekhyun hingga hingga ia berkeringat. Mengoral penis namja itu dan memasukkannya ke dalam mulut Chanyeol membuat Baekhyun hampir tidak sadarkan diri karna merasa terlalu nikmat. Namun cukup sampai di situ, Chanyeol tidak memasukkan penisnya yg berukuran jumbo itu kedalam manhole Baekhyun sebab ia merasa kasihan karna Baekhyun bilang lubangnya masih terasa sakit.

Tidak masalah bagi Chanyeol, karna selain sex menghirup aroma ambrosia juga dapat membuat nafsunya puas. Bedanya bila sehabis melakukan sex Chanyeol bisa saja mengangkat sebuah mobil dengan sebelah tangannya. Sementara ambrosia, hanya membuatnya merasa seperti.. merasa seperti hidup.

Baekhyun cukup merasa ampun dengan aktifitas berkeringat yg mereka lakukan pagi ini. Agar Chanyeol tidak lagi terpancing birahinya, segera setelah mandi ia pun menutup seluruh tubuhnya dengan pakaian yg tidak membuat Chanyeol horny. Karna bukan main, bahkan bila mencium aroma tubuh Baekhyun dari jauh saja namja itu sudah merasa tegang. Baekhyun sampai tidak habis pikir.

Sudah pukul sebelas siang, Chanyeol rasa ia juga butuh mandi. Karna sejujurnya aktifitas yg ia lakukan di kamar mandi tadi bukanlah sesuatu yg bisa di sebut sebagai 'mandi'. Ia lebih suka menyebutnya dengan 'berkeringat bersama'. Kedengaran lebih keren. Jadi setelah Baekhyun yg dari awal punya niatan untuk membersihkan diri, Chanyeol pun menutup pintu kamar mandi untuk melakukan hal yg sama. Yang diyakini Baekhyun di barengi dengan aktifitas lain, 'bermain solo' sebab terdapat suara-suara aneh yg terdengar.

Bel rumah Baekhyun berbunyi. Jarang sekali ada yg datang mengunjungi rumah Baekhyun pagi hari. Sebab biasanya Baekhyun selalu bekerja dan orang yg datang akan meninggalkan pesan di depan pintu. Siapa yg berkunjung? Setelah merapikan diri di depan cermin, Baekhyun pun berlari dengan kaki kecilnya ke arah pintu dan memutar kunci. Menarik tangannya dari knop pintu dan memasang wajah cerah siap menghadapi tamunya.

Namun setelah pintu terbuka dan menampilkan sosok yg tidak ia harapkan, senyum Baekhyun memudar.

Sehun.

Namja itu terlihat berantahkan, wajahnya kusut begitu juga pakaiannya yg lusuh. Baekhyun sempat bertanya-tanya, apa benar ini Sehun? Sebab Sehun tidak pernah sekacau ini sebelumnya. Bagi Baekhyun, Sehun adalah namja yg tampan dan rapi. Sepertinya telah terjadi sesuatu yg berat padanya.

"Hyung.." panggil namja itu lirih. Baekhyun hampir menangis karna melihat keadaannya. Tiba-tiba Sehun memeluk tubuh Baekhyun, membuat Baekhyun sempat terkejut namun tidak mampu menolak. Hatinya terasa sakit melihat Sehun seperti ini. Sehun meletakkan kepalanya di bahu sempit milik namja itu, sempat meletakkan hidungnya di leher mulus Baekhyun. 'Baekhyun harum' pikirnya. Hal itu membuat pikirannya tenang, ini pertama kalinya dia memeluk Baekhyun. Dan tidak tahu memeluk namja itu akan jadi begitu nyaman. Kenapa Sehun baru menyadarinya sekarang? Mereka sudah bersahabat bertahun-tahun, dia biaa saja melakukan itu dari dulu.

"Baekhyun."

Suara berat seseorang menginstrupsi kegiatan keduanya. Baekhyun berbalik dan menemukan Chanyeol Suara berat seseorang menginstrupsi kegiatan keduanya. Baekhyun berbalik dan menemukan Chanyeol menatap tajam ke arah mereka. Nafas Baekhyun terasa amat berat, suasan macam apa ini?

"Hyung, siapa dia?" tanya Sehun bingung kenapa ada seorang pria yg terlihat baru saja selesai mandi ada di dalam rumah Baekhyun. Sementara Chanyeol menyatukan alisnya, memerengkan kepalanya dan menatap Sehun lekat.

"Baekhyun, siapa dia?" Chanyeol ikut memberikan pertanyaan yg membuat Baekhyun semakin mati gaya. Lidahnya kelu dan matanya melirik ke arah Sehun-Chanyeol secara bergantian dengan bingung. Tidak mendapat respon baik dari Baekhyun, membuat emosi Chanyeol naik. Rahangnya mengeras dan menghamipiri Sehun yg masih berada di ambang pintu.

"Cha-chanyeol.. tunggu.. dengarkan aku dulu.."

Chanyeol seperti tuli, matanya berapi-api dan sudah seperti tidak sabar melakukan sesuatu. Peringatan dari Baekhyun tidak lagi membuat pendengarannya berfungsi dan menyadarkannya untuk berpikir jernih. Setan mana yg kembali merasukinya. Sampai akhirnya.

BUGH!

Tubuh Sehun terlempar ke halaman rumah Baekhyun, bogem dari tangan besar Chanyeol benar-benar membuat Baekhyun menganga. Sehun terkapar di atas tanah tapi dia tidak sampai tak sadarkan diri. Melihat itu Chanyeol dengan sangat ingin membuat mata Sehun tertutup untuk selamanya.

"Tidak! Chanyeol!" teriak Baekhyun akhirnya. Setelah di landa konflik dalam dirinya sendiri antara harus menghkawatirkan Sehun dan meneriaki namanya atau menghentikan Chanyeol dengan juga meneriaki namanya.

Chanyeol tidak berhenti, sepertinya sifat demonnya sudah benar-benar kembali. Saat tangan Chanyeol terangkat untuk mengambil ancang-ancang, Baekhyun tak kalah cepat untuk menghentikan aksinya. Chanyeol menoleh menatap Baekhyun dengan tatapan kebencian. Namja itu membalas tatapan Chanyeol dengan wajah memohon seolah mengatakan 'Jangan..' membuat Chanyeol tersadar dan melepaskan kerah kemeja Sehun.

"Jauhi tempat ini! Jauhi Baekhyun!"

Baekhyun hanya mampu mematung di tempatnya. Telapak kakinya yg telanjang tak lagi mampu merasakan dinginnya tanah di halam rumahnya ini. Menyaksiakan betapa Chanyeol amat cemburu terhadap Sehun karna telah memeluk kekasihnya sembarangan. Beralih memikirkan sosok Sehun yg mulai memenuhi benaknya. Sehun dan perasaan yg dulu ada dalam hatinya terhada namja tersebut. Kini Baekhyun baru ingin menepuk jidadnya. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan Sehun?

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

Hai hai lama ga update yaaaaa. Maaf kemaren hp ku rusak jadi ga bisa update deh hehe.

Jadi aku mau ngucapin maaf yang sebesar-besarnya untuk penulis asli cerita ini karna aku telah salah menuliskan nama penulisnya

Jadi nama penulis cerita ini Avery_Twins bukan Every_Twins oke. Makasih yang udah nhempatin diri buat baca

Saranghae

Chanbaek is real