Chapter 6 – Han Sang Hyuk
(Hyuk's P.O.V only for this chapter)
Aku berjalan mengelilingi rumah sambil bersiul. Aku meramalkan bahwa Hakyeon hyung akan datang bersama Hongbin. Lee Hong Bin yang dulu pernah kukenal saat aku masih kecil. Teman bermainku satu-satunya yang hilang dari rumah 15 tahun yang lalu. Di temukan oleh Lee Tae Il yang sekarang sudah meninggal dan diadopsi sebagai adik angkat. Bertemu dengan Hakyeon hyung sekitar 4 tahun yang lalu. Sepertinya dia kehilangan ingatan tentang masa lalunya dan yang ia ingat hanya "aku hilang ingatan, aku tidak tahu orangtuaku maupun saudaraku dan aku ditemukan oleh Taeil hyung". Bertemu Hakyeon hyung karena ia tergeletak pingsan di hutan dan Hakyeon hyung mengobatinya.
Hakyeon hyung memang orang yang hebat. Aku bertemu dengan nya 5 tahun yang lalu saat ibunya masih hidup. Saat aku masih berada di kelas A. Aku menemaninya ke pemakaman ibunya dan menemaninya di rumah selama 1 bulan. Aku bertemu Hakyeon hyung saat aku diserang oleh anak buah Jaehwan, Yukwon. Aku masih ingat jelas saat Yukwon mati tergeletak, kehabisan darah. Ia mati karena Hakyeon hyung mengatakan, "Kau akan mati kehabisan darah saat ini juga." Dan Yukwon mati dalam sekejap. Darah yang keluar dari mata dan mulutnya mengalir dengan deras sampai darah di dalam tubuhnya habis.
Aku masih ingat saat Jaehwan datang dan mengancamku akan membunuh Hakyeon hyung bila aku tidak menyerahkan sebuah kristal yang katanya berdiam di tubuhku. Aku tidak mengetahuinya dan aku mengatakan apa adanya tetapi Yukwon mengatakan beberapa hal mengenai Woo Ji Ho. Jiho adalah sepupuku yang sering mengatakan hal-hal yang tak masuk akal bagiku. Seperti kristal itu. Jiho mengatakan bahwa ayah menanamkan Kristal di dalam tubuhku. Dan Hakyeon hyung juga memiliki suatu benda yang hanya ada satu di dunia di dalam tubuhnya. Aku tidak tahu jelas apa itu. Sejak Jaehwan mengetahui bahwa benda di tubuh Hakyeon hyung lebih berguna, ia memohon-mohon padaku untuk membantunya. Konyol sekali. Aku tidak akan menyerahkan hyungku segampang itu.
Hakyeon hyung memiliki suatu kekuatan yang aneh. Bila dia mengatakan suatu hal dengan maksud, itu akan terjadi. Seperti saat kejadian Yukwon. Ia juga pernah mengusir Minhyuk dengan cara yang mirip. Ia mengatakan, "Pulanglah ke tempatmu." Dan Minhyuk hilang dalam sekejap. Ia pasti sudah sampai ke rumahnya. Tapi saat ini kekuatan Hakyeon hyung makin melemah karena ia tidak mau meminum darah. Ia bahkan kesulitan untuk mengendalikan kekuatan nya. Jika ia tak meminum darah lagi, kekuatan Hakyeon hyung yang akan memakan nya.
"HYUKKIEEE!" terdengar suara Hakyeon hyung berteriak. "N HYUNG!" teriakku sambil berlari memeluk Hakyeon hyung. "N?" tanya Hongbin. "Panggilan khusus untuk Hakyeon hyung dariku," jawabku. "Apakah anak ini Sanghyuk?" tanya sebuah sosok figur tinggi berwajah dingin. "Hyukkie, ini Taekwoon. Bertemanlah baik dengan nya. Dia hyungmu, hormatilah dia walaupun dia sangat menyebalkan. Kalau dia menyebalkan beritahu aku saja, akan ku tendang keluar rumah," kata Hakyeon hyung. Aku mengangguk. "Leo hyung," kataku. "Leo?" tanya Hongbin lagi. "Panggilan untuk Taekwoon hyung karena Taekwoon hyung seperti singa," jawabku. "AWAS KAU SETAN KECIL! AKU BUKAN SINGA!" teriak Taekwoon hyung. "Aku juga bukan setan, aku adalah werewolf," jawabku. Sepertinya dengan adanya Taekwoon hyung, akan susah untukku mendekati Hakyeon hyung.
"Tidak ada nama panggilan khusus untukku?" tanya Hongbin. "Beannie," jawabku. "Namaku terdengar seperti kacang dalam bahasa Inggris hahaha," kata Hongbin sambil tertawa. Ia lupa bahwa dia lebih tua dariku. "Tapi sepertinya aku ingat pernah melihatmu sebelumya. Tapi dimana ya? Wajahmu terlihat sangat familiar," kata Hongbin. Ia melupakanku tapi memorinya tentang diriku masih ada. "Kita pernah bertemu sekali saat kau berburu bersama Taeil hyung," jawabku. Itu memang kenyataan. Ia melihatku berjalan dan Taeil hyung tersenyum dan melambaikan tangan nya padaku. Aku hanya tersenyum balik pada saat itu. "Ah! Kau benar! Aku lupa! Hehehe… Aku memang memiliki masalah pada memoriku," kata Hongbin. Aku tertawa canggung mendengar jawaban Hongbin.
"Apakah kau sepupu Woo Ji Ho?" tanya Hongbin tiba-tiba. Aku menatap Hongbin dengan kaget. "Tunggu. Aku tidak ingat siapa Jiho itu. Tapi aku ingat bahwa kita sudah pernah bertemu sebelum kau bertemu Taeil hyung. Karena Han Sang Hyuk, Woo Ji Ho dan Kim Won Sik adalah tiga nama yang sangat familiar," lanjut Hongbin. "Bukankah Wonsik hyung sudah mening– ah lupakan saja," kataku berusaha menghindari pertanyaan-nya. Wonsik hyung meninggal. Meninggal karena Jaehwan. Lagi-lagi Jaehwan.
"Kau akan ingat sendiri nanti," desis Taekwoon hyung. Aku menatap Taekwoon hyung dengan kaget. Apakah dia mengetahui masa laluku, Wonsik hyung dan Jiho? "Aku butuh berbicara denganmu nanti," bisik Taekwoon hyung. Aku mengangguk. "Jangan membully Hyukkie!" Hakyeon hyung berteriak saat aku menganggukkan kepalaku. "Jangan menuduhku sembarangan! Aku tidak akan membully anak kecil seperti dia!" Taekwoon hyung berteriak balik. Anak kecil? "AAAKKHHH! LEPASKAN!" teriak Taekwoon hyung saat aku menggigit tangan nya. "Aku bukan anak kecil!" kataku marah. Hakyeon hyung dan Hongbin kembali tertawa. Taekwoon hyung kembali menggerutu menampakkan poker face andalan nya.
Saat Hakyeon hyung dan Hongbin berjalan di depan aku menunduk, berjalan bersama Taekwoon hyung. "Dari mana kau mengetahui Wonsik?" tanya Taekwoon hyung tiba-tiba. "Dia hyung ku," jawabku. "Dia berbeda marga denganmu," desisnya. "Memang tidak boleh ya saudara berbeda marga?" jawabku berusaha menghindari pertanyaan-nya. "Jangan menghindari pertanyaan," katanya. "Marga kan bukan masalah. Saudara tetaplah saudara," kataku. "KE-NA-PA? Jawab pertanyaanku," kata Taekwoon hyung menegaskan. "Aku bukan adik kandung Ravi hyung. Aku anak angkat. Ravi hyung menemukanku dan mengangkatku menjadi adik seperti Taeil hyung yang mengangkat Hongbin menjadi adik," jawabku panjang lebar. "Dan bagaimana kau bias mengetahui bahwa Hongbin adalah adik angkat Taeil?" tanyanya lagi. "Hongbin adalah teman masa kecilku. Aku diangkat menjadi adik 16 tahun yang lalu dan bertemu Hongbin 15 tahun yang lalu," jawabku. Kenapa Taekwoon hyung sangat detail dalam mengamati jawabanku? Ia menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga.
"Jadi saat ini kau menginginkan Hongbin untuk mendapatkan ingatan-nya tentang kamu sendiri tanpa bantuanmu?" tanya Taekwoon lagi. "Ia shock. Dan karena shock, ia kehilangan ingatan. Ingatan nya akan kembali perlahan-lahan," kataku. "Bagaimana kabar Jiho dan Kyung?" tanyanya. "Baik-baik saja. Sepertinya mereka akan menikah sebentar lagi," jawabku. "Kau tidak mau bertemu Jaehyo terlebih dahulu? Memberitahu bahwa kau akan tinggal bersama Hakyeon setidaknya…?" tanya Taekwoon hyung. "Tidak perlu. Dia juga tidak akan peduli," kataku sinis. "Tapi dia tetaplah–" "manusia yang menyerobot masuk ke dalam rumah tangga orang sembarangan," potongku. "Dia tetaplah ayahmu bodoh," kata Taekwoon hyung. "Jadi aku mempunyai 2 ayah? Lalu ibuku kemana?" tanyaku dengan intonasi tinggi. "Kau tetap harus menerima kenyataan bahwa ayahmu–" "adalah seorang gay yang menjiikkan," desisku.
PLAKK! Taekwoon hyung menamparku. "TAEKWOON! JANGAN MERUSAK WAJAH TAMPAN HYUKKIE!" teriak Hakyeon hyung marah. "Hargai ayahmu," desis Taekwoon hyung yang kemudian mendapat pukulan keras dari Hakyeon hyung. "Dia bukan ayahku," gumamku. Taekwoon hyung kembali melirikku dengan tatapan sinis. "N hyung dengan gampang nya memaafkan ayahnya karena ia bukan aku, Leo hyung. Jangan bandingkan aku dengan N hyung," kataku. Hakyeon hyung menatapku bingung sedangkan Taekwoon hyung meredamkan amarah nya. "Kau!" teriak Taekwoon hyung dan aku pun berteleportasi ke kamar Hakyeon hyung supaya aku tak perlu mendengar ocehan Taekwoon hyung yang kupikir pendiam.
