momokawaii fanfiction

present

LOVESICK SEKUEL

"HURT"

- HYUN -

chapter 1

"Daehyun~ah! Tunggu sebentar!"

Namja berkulit tan itu menggeram kesal. Dia menatap sekali lagi jam rolex dipergelangan tangannya. Sudah tidak banyak waktu tersisa. Tapi melihat orang yang memanggilnya sudah ada disampingnya hanya membuat Daehyun menghela nafas berat.

"apalagi Baek, aku sudah sangat terlambat!" Daehyun mencoba tidak berteriak kesal dan menekankan kalimat terakhirnya. Yang benar saja! Dia memiliki meeting penting 5 menit lagi dan dia masih berada di apartemen kekasihnya yang lumayan jauh dari kantornya.

"bekalmu bodoh!" balas kekasihnya sambil menarik paksa tas selempang Daehyun. Memasukkan box makanan ke dalamnya. Kekasih cantiknya itu tersenyum, dia berharap masakannya yang ia buat sejak jam 5 pagi tadi bisa memuaskan perut kekasih tampannya.

"astaga Byun Baekhyun... aku bukan anak TK!" erang Daehyun.

Baekhyun mempoutkan bibirnya imut, dan membuat amarah Daehyun sedikit mereda.. sedikit!

"aku hanya memastikan kau makan dengan benar, aku sudah membuatnya sejak jam 5 pagi"

"MWO? Kau bangun sepagi itu dan tidak membangunkanku? Demi tuhan Baek! Harusnya kau membangunkanku! Aku memiliki meeting penting hari ini!"

Baekhyun terkejut. Barusan Daehyun membentaknya dengan keras. Nada marah itu sukses menusuk hatinya yang selembut kapas itu, bibirnya bergetar hendak menangis namun ia tahan sekuat mungkin.

"Bang,eodiga?" Daehyun memilih membelakangi Baekhyun dan menelfon Yongguk.

"aku sudah dikantor, kau harus cepat kemari"

"tolong katakan pada mereka aku sedikit terlambat, kumohon Bang!"

"arraseo, tidak biasanya kau telat. Cepatlah kutunggu"

Pip

Daehyun segera mengambil jasnya dan memakainya, dia berbalik melihat tubuh Baekhyun yang berdiri mematung dan menunduk. Kedua lengan Daehyun sudah diudara, dia sudah terbiasa memeluk Baekhyun sebelum berangkat bekerja, namun bagian dirinya yang lain menahannya untuk memeluk Baekhyun. Jadi Daehyun hanya pergi begitu saja meninggalkan Baekhyun yang mematung.

"kau bahkan tidak memelukku..." lirih Baekhyun. Mengangkat wajahnya dan ia menangis.

- HYUN -

Baekhyun mau membuka kenop pintu apartemennya jika saja Himchan tiba-tiba muncul dan memeluknya erat. Baekhyun sedikit terhuyung karena Himchan lumayan tinggi dan juga berat.

"hyung... ada apa?" Baekhyun sedikit panik dengan sikap Himchan.

"Gukkie jahat padaku Baek! Dia menyebalkan! Argh! Bagaimana bisa dia lupa kalau hari ini adalah hari jadi kami?!" cerocos Himchan pada Baekhyun yang hanya mematung didepannya.

"mungkin dia terlalu sibuk hyung..." sebisa mungkin Baekhyun mencoba memberi jawaban yang rasional.

"begitukah? Jelas-jelas aku memberikan alarm di ponselnya tapi apa Baek? Ucapan pun tidak ada!"

Baekhyun mencoba tersenyum meski dia sedikit ketakutan dengan mode marah Kim Himchan ini. Dia memberikan respon positif pada otak himchan yang sedang mengebul itu. Lagipula Yongguk sangat reponsible akan pekerjaannya dan sayangnya himchan sedang dalam mood buruk. Baekhyun memutuskan mengajak Himchan ke cafe langganannya. Lihatlah dengan segelas americano bisa membuat Himchan berseri-seri dalam sekejap, Baekhyun iri.

"apa kau sedang ada masalah juga Baek?"

Tepat sasaran. Baekhyun mengangguk lemah. Kejadian tadi pagi kembali mengganggunya.

"apa Daehyun memperlakukanmu dengan baik? Apa mungkin malam panas kalian begitu menyakitkanmu?"

OHOK

Baekhyun tersedak strawberry smoothienya dengan tidak elit. Memutahkan semua yang ia minum ke meja.

"ahh, pasti memang sakit sekali" tambah Himchan dan sukses melemahkan kaki Baekhyun untuk berpijak lebih lama dibumi. Demi Tuhan apa Himchan tau yang dia bicarakan barusan?

"aku mendengarnya dari Yongguk, dia ingin bercinta denganmu dan menciptakan momen yang tidak bisa kau lupakan"

Baekhyun mulai hilang fokus. Wajahnya sudah pasti memerah menyatu dengan warna dinding cafe itu. Mulutnya begitu kaku mengeluarkan sepatah kata untuk menghentikan ucapan random Himchan yang membuat jantungnya berloncatan indah.

"Baek kau harusnya memakai lube lebih banyak supaya saat daehyun memasukimu rasa sakitnya sedikit berkurang, percaya padaku!" oceh Himchan lagi.

"a-a-a" Baekhyun tidak berhasil merangkai/? Kata apapun. Telinganya kemudian mendengarkan kalimat erotis seputar sex yang disampaikan oleh narasumbernya langsung. Dokter pula.

"oh! Nuuna! Sedang apa kau disini?"

Baekhyun menoleh dramatis kearah suara yang terdengar ceria-polos-bodoh disampingnya. Jung Taehyung berdiri disebelahnya dengan memegang creps ditangannya. Baru saja pulang sekolah dan menemukan pacar hyungnya sedang duduk asyik di cafe tanpa sadar ingin menyapa dan rencananya meminta ditraktir vanilla latte.

"oh Taehyung~ah! Kau ingat hyung?" Himchan menarik lengan Taehyung heboh.

"uwo! Dokter cantik! Aku ingat dong!"

Kemudian dua visual itu mengobrol mengacuhkan Baekhyun yang dalam mode silent itu. Tapi kemudian dia ikut tersenyum dengan joking yang dibuat Taehyung untuk Himchan yang curhat bahwa dia sedang 'berantem' dengan Yongguk. Membuat dokter tampan-cantik itu merengek mengeluarkan semua aegyonya yang luar biasa. Memang benar dia sangat mirip Daehyun, Baekhyun melihat semua sifat Dae ada pada Taehyung.

"Noona-aaah! Aduh aduh sorry jangan di cubit dong!" ringis Taehyung mendapatkan cubitan maut dari Baekhyun yang benci dipanggil Noona olehnya.

"Appa menyuruhku memberitahumu bahwa lusa akan ada pesta syukuran kecil di Mansion kami, kau harus datang"

Baekhyun sedikit ragu mengiyakan ajakan itu, pasalnya tuan besar Jung itu pulang saat dirinya harus menghadiri seminar dan mereka belum sempat bertemu. Daehyun juga selalu mengingatkan untuk mampir ke Jung corp karena ayahnya sering berada di perusahaan akhir-akhir ini. Tapi dengan keberanian Baekhyun yang kacangan itu dia hanya bisa menitipkan salam saja ke meja resepsionis tanpa tahu tuan besar membalasnya.

"eh jinjja? Apa itu pertemuan keluarga ? atau akan ada pengumuman pernikahan mendadak karena kalian sudah berhubungan-umph!" mulut Himchan dibloking kuat oleh telapak Baekhyun yang perkasa. Sudah cukup dia diracuni oleh mulut polos Himchan, dan demi Tuhan dia hampir memerawani telinga Taehyung.

Setelah itu Himchan pergi meninggalkan dua maniak eyeliner itu karena ada panggilan dari rumah sakit. Taehyung sedang meminum bubble tea gratisan dari Baekhyun.

"enak ya? Pelan-pelan dong minumnya, nanti kesedak lho" Baekhyun meraih tissu di meja dan mengelap jejak air dipipi Taehyung. Taehyung cengengesan gaje diperlakukan sayang oleh kakak-iparnya.

"Daehyun hyung beruntung banget punya pacar kaya hyung"

Baekhyun menertawakan ucapan Taehyung yang random. Menganalisis wajah duplikat Daehyun yang didepannya.

"aku harus memiliki anak sepertimu kelak hehe" ucap Baekhyun setengah bercanda.

Taehyung berhenti menyesap bubble teanya. "hyung..."

Baekhyun sedikit khawatir dengan nada bicara bocah ini.

"aku kemarin menguping percakapan ayah dan temannya di telfon" mungkin terdengar cute tapi wajah serius Taehyung membuatnya makin penasaran.

"teman ayah membicarakan pernikahan Daehyun hyung... dan anaknya"

Baekhyun bingung harus bereaksi apa. Yang jelas jantungnya berdegub kencang parah. Mungkin terlalu banyak 'kejutan' dipagi ini. Daehyun yang memulai ini semua...

"tapi aku tidak yakin ayah menerimanya, ah maksudku mungkin saja hanya obrolan ringan dan hyung tau kan ayah sudah merestui kalian? Hyung melihatnya sendiri kan? Aiguu apa yang kukatakan sih?" Taehyun akhirnya menyesali keputusannya memberi tahu Baekhyun.

Bukan karena dia mau memecahkan Daebaek couple justru dia hardshipper Daebaek dan dia yakin Baekhyun adalah sosok yang pantas dikehidupan hyungnya. Tapi karena sifat remaja pubertasnya masih di puncak keemasan dimana rasa penasaran selalu menghantuinya akhirnya dia bicara juga tentang obrolan tak disangka itu.

"sudahlah Tae,jika kami memang ditakdirkan untuk bersama pasti akan ada akhir bahagia nantinya, tapi jika tidak... siapa yang bisa melawan takdir Tuhan?"

- HYUN -

"Guk gumawo... ah untung saja ada kau tadi, hahh"Daehyun duduk di sofa panjang yang terletak di center ruangan yang dipadati karyawannya. Dia baru saja keluar dari 'neraka' yang dibuat oleh salah satu klien Jung corp yang terkenal menyeramkan, Choi Seunghyun.

"tenang saja, beliau tidak semenyeramkan itu Dae"

Daehyun pout karena Yongguk tidak tau betapa badannya kelelahan setengah mati mengejar meeting barusan. Andai saja ban mobilnya tidak bocor. Andai saja tadi dia meninggalkan dompetnya dan alhasil dia naik bus dengan meminta seorang gadis SMA membayarkan ongkosnya. Andai saja jika Baekhyun...

"Daehyun~ah" suara husky menginterupsi lamunan Daehyun. Ternyata CEO Choi. Daehyun segera memberi bow padanya.

"maaf tadi pertemuan kita menjadi terlalu serius, sebenarnya aku hanya mengetesmu"

Daehyun tersenyum semanis mungkin menanggapi ucapan tuan Choi yang membuatnya uring-uringan sejak tadi.

"kami bekerja professional sajangnim, anda tidak perlu mengkhawatirkan masalah harga saham setelah proyek ini berjalan" sindir Daehyun.

Yongguk menatap heran namja busan yang menjadi sahabatnya itu. Dia itu berani atau nekat sih? Batin Yongguk.

"bukan begitu Dae, kau sudah kuanggap anakku sendiri" ucap Seunghyun alhasil Daehyun melongo bingung.

"kau harusnya lebih lama tinggal di jepang, Moohyun kesepian tanpamu"

Daehyun merasakan ada yang janggal pada debaran jantungnya mendengar nama yang sangat lama ia kenal. Choi Moohyun teman masa kecilnya... yang hampir mati karena Daehyun.

"terima kasih untuk hari ini, semoga kita bisa bertemu lagi Dae... Yunshik~ah ayo ke airport segera" tuan Choi meninggalkan Daehyun yang mematung ditempatnya. Yongguk tidak bisa menahan rasa penasarannya.

"kenapa aku baru tahu kalau kau dan tuan Choi sedekat itu Dae? Siapa Moohyun?"

Daehyun hanya menghela nafas berat lalu menatap Yongguk malas "hentikan Guk, kau jadi cerewet seperti Himchan"

"dia tidak cerewet, hanya saja talkactive sama seperti Baekhyun"

"Baekhyun lebih pendiam dari Himchan hyung"

"apa kau pernah mendengar Baekhyun saat ngobrol dengan temannya? Dia heboh sekali tau"

"memang dasarnya dia memiliki pita suara yang minimal mengeluarkan 3 oktaf saat bicara"

Yongguk tersenyum aneh pada Daehyun, membuat namja busan itu mundur.

"melihatmu jatuh cinta pada Baekhyun membuatmu terlihat normal Dae..."

Daehyun tersenyum dan kemudian kehilangan senyumannya setelah sekelebat bayangan tadi pagi diotaknya. Harusnya dia tidak sedingin itu pada Baekhyun. Dia hanya terlalu baik sehingga tidak membangunkan Daehyun. Salahnya juga karena tidak memasang alarm ataupun mengatakan pada Baekhyun tentang meeting hari ini. Kemudian mengingat senyum Baekhyun yang menghilang karena keegoisannya membuat hatinya sakit. Jahat sekali dirinya.

- HYUN -

"hentikan! Apa kalian sudah gila hah?! Turunkan kursi itu!"

Baekhyun panik. Khawatir. Sangat ketakutan.

Dia tidak menyangka setelah menawarkan diri mengantar Taehyun ke tempat lesnya akan ada keributan luar biasa didalam kelas belajar Taehyung. Mungkin Baekhyun akan mengabaikan perkelahian remaja ini dan menyerahkannya pada orang dewasa yang memang bertanggung jawab, tapi... demi Tuhan dia sangat syok melihat Taehyung yang berdiri tenang dan anak didepannya sedang mengangkat sebuah kursi kayu yang dengan mudahnya diangkat.

"tolong seseorang panggilkan guru kalian!" bentak Baekhyun pada anak perempuan yang berkumpul jadi satu dipojokan.

"kenapa kau masih sok keren begitu ALIEN? Aku bilang jangan dekati JIMIN!"

"Jimin tidak menyukai namja kasar sepertimu bodoh! Makanya dia mencampakanmu"

Sepertinya Baekhyun mulai menangkap isi perkelahian bodoh ini. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun. Hanya berharap seseorang datang ditengah kekacauan ini.

"kenapa kau tidak jadi pria manis dan menurunkan kursimu Hoseok~aa?"

Suara merdu terdengar memasuki kelas. Seorang wanita dewasa dan anggun mendekati anak yang dipanggil Hoseok itu dengan tenang. Baekhyun sempat terperangah karena wanita itu tidak membawa alat perlawanan atau apapun sedangkan Hoseok memegang kursi yang kuat dan keras itu.

"saem aku..."

"jimin akan semakin membencimu, hentikan saja sebelum kau duduk makin jauh dari Jimin"

Ajaibnya Hoseok menurut seketika. Dia menunduk dalam saat jemari lentik saem itu mengelus puncak kepalanya dan bergumam 'good boy'.

"dan kau Taehyung... minta maaflah pada Hoseok"

"AKU TIDAK SALAH SAEM!"

Taehyung membentak guru elegan dan cantik itu. Sifat keras kepala Jung family terlalu ditanam banyak diotaknya.

"apa yang membuatmu yakin tidak salah Tae? Kau membuat amarah Hoseok menjadi-jadi karena kau memancingnya bukan? Sikapmu sangat tidak jantan"

"bagaimana saem ...tahu..."

"berhenti bersikap kekanakan, aku memang baru mengenal kalian 3 hari lalu tapi kuharap kalian bisa menciptakan suasana hangat selama aku mengajar disini, katakan padaku apa yang kalian keluhkan, saem akan membantu kalian kapanpun" ucapnya dengan senyuman yang dihiasi dimple lucu dipipinya.

Baekhyun ber'woah' ria. Pertama kalinya seorang wanita membuatnya sangat berdebar. Dia anggun, cantik, dan berbicara lembut. Mungkin jika dia lupa bahwa dirinya gay dia akan memilih wanita ini untuk dikejar.

Guru cantik (sebutan yang Baekhyun buat) itu menyelesaikan masalah dengan sukses. Tidak ada yang terluka. Kemudian Baekhyun menjadi salah tingkah saat mata kucing guru cantik itu mengarah padanya dengan tatapan ingin tahu sedang apa dia disana.

"annyeonghaseyo, aku teman hyungnya Taehyung, Baekhyun imnida maaf jika Taehyung sedikit tidak sopan" Baekhyun memperkenalkan diri dengan alasan tidak jelas. Sebuah tangan terulur kearahnya, mengajak Baekhyun bersalaman dan Baekhyun meraihnya suka cita/?. Wanita itu tersenyum lebar.

"annyeonghaseyo, Choi Moohyun imnida, aku guru private disini, senang berkenalan dengan anda Baekhyun~ssi"

Baekhyun tersenyum sumringah. Wanita ini lebih ramah dari dugaannya. Hingga tanpa Baekhyun sadari...

"apa kau bersedia makan siang denganku nanti?"

- HYUN -

TBC

Hahahaha gimana-gimana? Bagus ga? Aku mau ngasih masalah baru biar hubungan daebaek penuh warna kekekekeke ohya choi moohyun itu nama korea saya wkwkwk bingung abisnya mau nyomot artis cewek buat jadi orang ketiganya daebaek. Oya thanks buat review lovesick-nya seneng banget banyak yang suka cerita itu, meski saya terus-terusan delay postingnya xD semoga aja respon sekuelnya se-cetar sebelumnya ya? Silahkan utarakan apa yang dibenak anda dikotak reviuuuu :*

Eh mian EGOnya telat post. Inspirasi lagi ke blok :D /alesan