AKHIRNYA BISA APDET !!
GRRRRRRRRR
MAAF NUNGGU LAMA, ACCOUNT SAYA BARU DIPERBAIKI !
KEEP RnR GUYS ! KEJADIAN INI TAKKAN TERULANG LAGI. . m(_ _)m
~Saikyoudai's Side Story~
6th down : I Just Want to Protect You
Disclaimer : Eyeshield 21 © Riichiro Inagaki & Yuusuke Murata
Chapter : 6 of 11
Author : Lady Karin Cecillia D. Lewis
Genre : Romance/Tragedy
Pairing : Youichi Hiruma – Mamori Anezaki
Rated : T
Warning : OC, OOC, Mamori yg manggil Hiruma 'Youichi', nd Hiruma yg manggil Mamori 'Mamori', gaje, aneh, karakter Hiruma yg ngaco 185 derajat, dsb. .
Author Alert! : segala yg tidak mungkin terjadi di komik/animenya, sangat lazim terjadi di ff saya! hati-hati sebelum membaca!
Cerita Sebelumnya. . .
"Hei kalian, kalian perhatikan gadis berambut coklat itu?" tanya pemuda bertubuh kekar itu pada teman-temannya.
"Mamori Anezaki, dia manajer klub amefuto yang sekarang kan? Ada apa dengannya?"
"Kali ini, kita gunakan dia sebagai umpan..."
Pagi itu sangat dingin dan lembab. Hujan yang semalam mengguyur hampir 3/5 wilayah Jepang membuat udara pagi ini begitu menusuk tulang. Membuat orang-orang enggan keluar rumah. Tapi apa boleh buat, mereka harus bekerja, sekolah, dan melakukan aktivitas seperti biasa. Hawa dingin menusuk ini belum apa-apa dibanding salju di bulan Desember.
Seorang gadis berambut coklat panjang melangkah keluar dari stasiun dan berjalan dengan cepat. Gadis itu melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang Universitas Kyoto yang terbuka. Dia terus berjalan menuju lapangan olahraga di belakang bangunan gedung utama. Lalu ia meletakkan tasnya, mengambil peluit dan stopwatch, lalu bergabung di lapangan bersama beberapa pemuda yang memakai seragam football. Gadis berambut coklat itu menantang dinginnya pagi ini dengan melakukan beberapa latihan bersama para pemuda tadi. Ia tersenyum senang. Namun seseorang menyadari, senyumannya itu takkan bertahan lama..
Mamori berada di atap gedung utama Saikyoudai saat Hiruma mencarinya. Hiruma berhasil menemukan Mamori. Ia sedang memeluk erat kedua kakinya dan membenamkan kepalanya di antara kedua lututnya saat Hiruma datang. Hiruma duduk di samping Mamori dan terdiam menunggu Mamori berbicara duluan. Beberapa saat kemudian Hiruma mengeluarkan ponselnya.
Arigatoutte sunao ni ienakute hontou wa kimi ga daisuki de..
Suara Kenji03 –vokalis Back-on- yang membawakan lagu Flower mengalun dari ponsel Mamori. Mamori menatap layar ponselnya yang berkedap-kedip itu.
You've got new mail from Youichi Hiruma
H: jangan menahan tangis begitu, bicara saja
M: aku tidak menahan tangis. . jangan sok tahu .
H: kau takkan bisa membodohiku
Mamori sedikit mengerutkan alis. Rasa kesal tersirat di benaknya. Ia pun angkat bicara.
"Kenapa kau kemari?"
"Aku hanya ingin, tidak boleh?"
"Kau menggangguku.."
"Kau bohong. Matamu tidak bilang begitu."
Mamori dan Hiruma pun terdiam. Angin memaksa mereka untuk tenggelam dalam keheningan di atap gedung utama Saikyoudai tersebut. Namun, bulir air mata yang menetes dari pelupuk mata Mamori mengacaukan keheningan yang telah dibuat sang angin dengan susah payah.
"Kau itu bodoh ya?" tanya Mamori sambil terisak.
"Apa yang membuatmu bisa berpendapat kalau aku ini bodoh?" Hiruma balik bertanya tanpa menatap wajah Mamori.
"Yang kemarin itu apa? Kenapa kau bisa terlibat dengan para senpai itu? Kau tiba-tiba muncul di depanku dengan berbalut darah! Aku khawatir, dan juga takut..." jawab Mamori dengan nada yang agak tinggi. Air mata masih mengalir dari pelupuk matanya. Memaksa Hiruma untuk menoleh ke arah Mamori.
"Aku melibatkan diriku sendiri, karena aku tidak mau melibatkan kalian. Lagipula sekarang aku di sini dan baik-baik saja kan," jelas Hiruma dengan nada dan ekspresi datar.
PLAAAAKK
Entah sejak kapan Mamori beranjak dari duduknya. Dan kini ia berada di depan Hiruma. Menamparnya.
"Bisa-bisanya... Kau bicara seperti itu.. Kau pulang dalam keadaan terluka! Padahal kau janji kau takkan apa-apa.. Apa kau tidak mengerti perasaanku?" kata Mamori sambil berlutut di depan Hiruma. Air matanya menetes semakin cepat seperti hujan yang semakin menderas. Hiruma terdiam.
"Aku tahu.." balas Hiruma tanpa menatap Mamori. Hiruma tahu benar, ia tidak bisa melihat air mata Mamori yang terus berjatuhan. Aku tidak bisa melihat wajahmu yang seperti itu, batin Hiruma.
"Lalu kenapa kau..." kata-kata Mamori terhenti. Hiruma mendekap Mamori dalam dadanya. Memberi rasa hangat di tengah hawa dingin yang menusuk tulang itu.
"Biarkan saja aku yang terluka.." bisik Hiruma lembut tepat di sebelah telinga Mamori. "Karena aku takkan mungkin membiarkanmu terluka.. Aku melakukan ini untuk melindungimu," lanjut Hiruma. Mamori memejamkan matanya dan terdiam dalam dekapan Hiruma. Ah, kenapa dekapanmu terasa begitu hangat, Youichi?
"Mamori, aku punya permintaan," kata Hiruma lagi.
"A.. Apa?" tanya Mamori yang masih tenggelam dalam dekapan Hiruma.
"Mulai sekarang, kau harus menjaga jarak denganku.."
Malam itu, hujan kembali mengguyur kota ketika orang-orang sudah pulang ke rumah dan beranjak tidur. Hujan membuat mereka tertidur semakin pulas. Namun itu tidak berpengaruh pada seseorang. Gadis berambut coklat itu masih terjaga dan bersandar di jendela kamarnya. Menatap hujan. Memikirkan seseorang yang sejak tadi menghantui pikiran dan hatinya. Ia meraih ponselnya.
M: kau belum tidur ?
_mail sent_
H: kau sendiri belum tidur? ada apa e-mail larut malam begini?
M: apa yg harus kulakukan ?
H: cukup menjaga jarak saja, jangan terlalu dekat dan jangan terlalu banyak bicara..
M: sampai berapa lama aku harus melakukan itu ?
H: sampai aku memastikan mereka takkan berulah lagi. tenanglah, ini takkan lama
M: entahlah, aku tak tahu apakah aku bisa. .
H: kau pasti bisa.. jangan terlalu kau pikirkan. tidurlah, ini sudah larut
M: baiklah, oyasumi Youichi. .
Dan malam itu, sang gadis berambut coklat meninggalkan hujan dan pergi ke alam mimpinya sendiri..
"Anezaki-san, bisa tolong ambilkan gulungan taping yang baru?" kata Banba kepada Mamori.
"Siap! Tunggu sebentar, akan kuambilkan," balas mamori sambil tersenyum dan menirukan posisi hormat. Tak lama kemudian Mamori kembali dengan membawa 2 gulung taping baru.
"Terima kasih, Anezaki-san. Ng, ada apa dengan matamu? Kau kurang tidur?" tanya Banba yang melihat kantung hitam tipis di bawah mata Mamori.
"Eeh, ti..tidak juga," sangkal Mamori. Dia memang sudah menyamarkannya dengan sedikit make-up, namun tidak disangka Banba bisa melihatnya.
"Fu, seorang gadis tidak baik tidur terlalu malam, Anezaki-san," kata Akaba yang duduk di bench, namun kali ini tidak sambil menggenjreng gitarnya.
"Ah, aku semalam mengerjakan tugas kuliahku. Jadi agak kurang tidur," dusta Mamori. Haah, jangan sampai aku berbohong lagi!
"Fu, gadis yang rajin ya, Anezaki-san itu. Bagaimana kalau kita minum kopi dulu?" saran Akaba.
"Ide yang bagus," Banba menyetujui.
"Fu, apa ada yang mau kopi?" tanya Akaba pada anggota klub yang lain, dan semuanya mengiyakan. Kecuali satu orang. Hiruma yang bersandar di lokernya tidak mengatakan apa-apa. Hanya duduk terdiam sambil memejamkan matanya. Terlihat seperti sedang berpikir dengan sangat keras. Dan saat itu, hanya Agon yang menyadarinya.
"Baiklah, tunggu sebentar, aku dan Akaba-kun akan mengambilkan kopi!" kata Mamori dengan semangat seraya pergi bersama Akaba. Melihat itu Ikkyu menjadi panas. Namun ia tak mau bicara, ia memendam perasaan irinya itu sampai mukanya memerah karena panas.
Hiruma membuka matanya. Menatap kepergian sang gadis berambut coklat dengan pemuda bermata merah itu. Ia mengerutkan kening. Tenang, Akaba bersamanya.
Tak lama kemudian Mamori dan Akaba membawa baki penuh dengan cangkir berisi kopi dan satu mangkuk kecil berisi gula.
"Yang mau manis, gulanya ambil sendiri ya," kata mamori sambil memberikan cangkir berisi kopi pada Ikkyu. Ikkyu jadi salah tingkah.
Dan Mamori pun berjalan menghampiri Hiruma yang duduk diam di pojok ruangan. Mamori meletakkan cangkir berisi kopi di sebelah Hiruma tanpa berkata apapun. Mamori berbalik, bersiap untuk pergi. Namun ia berbalik lagi, menatap lembut pemuda berambut pirang di depannya.
"Silakan kopinya, Hiruma-kun," kata gadis itu dengan nada bergetar seraya pergi. Hiruma hanya menatapnya, lalu meminum kopi hitam tersebut.
Mamori mengemasi barangnya. Hari sudah mulai gelap dan ia berniat untuk pulang sebelum matahari benar-benar terbenam. Ia memasukkan barang terakhir ke dalam tasnya, dan saat itu pula ponselnya bergetar.
You've got new mail from Youichi Hiruma
H: Mamori, kau belum pulang kan? baca mailku baik-baik dan lakukan semua yang kuperintahkan
Mamori agak heran membaca mail tersebut. Ia membalas.
M: ya, aku baru mau pulang . ada apa ?
H: pergi ke ruang klub amefuto, ajak seseorang untuk pulang bersamamu atau minta seseorang untuk mengantarmu pulang setidaknya sampai stasiun
M: umm, baiklah, tapi apa yang terjadi ?
Mamori masih bingung dengan perintah yang diterimanya.
H: aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, cepatlah pulang
Mamori menghela napas, membawa tasnya beranjak dari ruang kelas. Ia menuju ruang klub amefuto dan menemukan Banba serta Taka di sana.
"Anezaki-san, kau belum pulang?" tanya Banba pada Mamori yang berdiri di depan pintu.
"I.. Iya, sebenarnya aku butuh seseorang untuk menemaniku, karena biasanya ada Yamato-kun atau Ikkyu-kun yang mau mengantar, namun hari ini mereka ada keperluan lain. Kudengar Banba sedang menginap di rumah nenek di Tokyo? Bisakah kita pulang bersama?" Mamori bertanya balik.
"Itu benar, tapi aku sungguh minta maaf, Anezaki-san, hari ini aku sudah ada janji dengan Harao di Kanagawa, aku tidak mungkin melanggar janjiku, maaf.." kata Banba sangat menyesal. Mamori tersenyum kecut.
"Aah, tidak apa, aku juga bisa sendiri," kata Mamori pasrah.
"Aku bisa mengantarmu, Anezaki-san," Taka tiba-tiba bersuara.
"Eh? Tapi kan kita pulang ke arah yang berbeda?" tanya Mamori bingung.
"Hari mulai gelap dan kau seorang gadis, aku akan mengantarmu," jawab Taka dengan datar namun meyakinkan. Mereka berdua pun melangkahkan kaki keluar dari ruang klub.
"Taka-kun tak apa? Aku bisa pulang sendiri," tanya Mamori masih tidak yakin.
"Aku bisa meminta ayahku untuk menjemput, tenang saja. Ah, aku melupakan sesuatu Anezaki-san, aku harus mengambilnya dulu sebentar. Tunggu di sini, dan jangan kemana-mana," kata Taka seraya berlalu. Mamori tersenyum. Lalu ia merasakan ponselnya bergetar.
You've got new mail from Youichi Hiruma
H: Mamori, jangan biarkan dirimu sendirian, dalam keadaan APAPUN!
Mamori mengerutkan kening. Sebenarnya ada apa sih? Kenapa hari ini dia begitu sewot? Memangnya kenapa kalau sendirian? Mamori sedikit kesal. Mamori membalikkan badan dan...
"Mmmh.. Ngghh!"
Saat itu seseorang membekap Mamori dengan saputangan yang telah dibubuhi obat bius. Mamori mencoba melawan, namun badannya semakin melemas. Mamori pun kehilangan kesadarannya.
DEGGG
Taka merasakan firasat buruk saat berjalan menuju gerbang. Taka yang tidak tenang pun berlari, menuju gerbang di mana Mamori seharusnya menunggu. Namun, Mamori tak ada di sana. Di sana hanya tergeletak tas biru milik Mamori. Taka terkejut sampai menjatuhkan tas dan bukunya.
"Seharusnya aku tidak meninggalkannya sendirian, bagaimana ini?" gumam Taka kebingungan.
"Umpannya sudah kita dapatkan, sekarang kita tinggal memancing ikannya agar mau memakan umpan ini. Khu khu khu."
-Author's Cuap-cuap :D-
Fanfic kedua saya di ffn ! :D
Alhamdulillahirabbil alamin, akhirnya dipost juga ! :D
udah chapter 6 niih !
GYAH! AKHIRNYA KE-ERROR-an yg melanda account saya bisa sirna!
yg tdinya error sampe mw bikin account baru, akhirnya gajadi deh :D
saya juga memperbaiki acc ini dengan cara yg bener" ga lazim ! =='
maaf menunggu lama, selamat menikmati ! XDD
saya mengucapkan terimakasih yg sedalam-dalamnya untuk :
RisaLoveHiru
YoshiKitty29
Unkgu Maniaaach
zerOcentimeter
Ryuku S. A. J
2586462-Akari chan-
Yg sudah memberikan review-nya di chapt 5 ^^ terimakasih banyak, sensei ^^
Review terus di chapt selanjutnyaa yaa :D
Maklum amatiran, jadi masih ancur penulisannya . Tpi semoga review dri kalian semua bsa membuatku jadi lbih baik ^^
RnR yaa ! Ditunggu loh, jangan segan-segan mengirim kritik, saran atau pesan apapun ^^ [surat cinta juga boleh asal jangan surat tagihan nd ancaman pembunuhan !XD]
-Answer for the review in the 2nd chapt :D-
YoshiKitty29 : maaf telat apdetnyaaaa m(_ _)m
RisaLoveHiru : yap! 100 buat kak risa! X3 Asakura-nya dari Yoh Asakura (ShaKing), Asano-nya dari Keigo Asano (Bleach)
gatau kenapa tapi tiba" pengen nama kayak gitu .. hhe
waduh, karin aja gabisa bayangin wajah bang hiyou nd agon yg kaya gitu loh! muntah paling XDDD
zerOcentimeter : waduh *speechless* alurnya kecepetan yah ? hha, soal deskrip mh. . . . no comment =w=
2586462-Akari chan- : makasiih akari-neechan ^^ maaf apdetnya telat !
Unkgu maniaaach : nii apdeetnyaaa~ gomen telaaat ! _
Ryuku S. A. J : wohoo~ tengso! X3 nii apdeetnyaaa~ maaf kalo jelek! _
Yg punya fb nd twitter bsa mengakrabkan diri denganku di :)
-fb : search: Iron Maiden Bonnie
-twitter : ladyhirurin
Thx all, maaf cerewet ! XD
Devil Bat Ghost !
