The Shadow Dark of Light
The Shadow Dark of Light
(影の暗闇の光) :Kage no kurayami no hikari
By : Lightning Shun & Vicky Chou
PART : 6 : (Perjanjian)
Rating : 17 +
Perhatian : Untuk mengetahui alur awal cerita ini, Silahkan untuk The Shadow Dark of Light (Aiden Lost Memory)
(Untuk kata-kata dan adengan - adegan yang mungkin menyinggung, mohon pengertianya)
Jangan berpikir sebuah keputusan akan memberikan dampak yang baik begitu saja, karna saat kau memilih maka sebuah konsekuensi akan muncul.
Namun pergerakanya bukanlah bukan tampa alasan cahaya ungu membentuk gambar mantra naga mencengkram bintang berukuran, seukuran telapak tangan, setelah gambar itu sempurna, Shun memandang Sakura dengan isyarat tak terbaca, yang membuat Sakura tak bisa mundur lagi. Kini gambar itu terbang bagai naga mini keudara dengan lembut mendekatinya dan.
Bergerak menembus tubuhnya.
"Uhk..."Matanya membulat bersamaan sebuah perasaan menyiksa menjalar dari Sakura. Rasa panas bagai api yang menjalar ditanganya seolah sangat menyakitkan.
Suara rintihan keluar semakin keras bersamaan cahaya naga yang meredup memasuki tubuh Sakura.
"Pengikatan Selesai,"Desis Shun lalu menyilangkan kakinya, serta memperbaiki posisi duduknya lebih nyaman, lalu kembali berguma. "Bersamaan keberuntunganmu telah kuambil,"Ucap Shun tegas.
"Apa ada sebuah reoni disini seorang Dewi dan dewa tak bertuan saling bertemu,"Sebuah suara terdengar semangat namun sinis dari segi-pembawaan. Sosok Noir muncul dari pintu lalu menuju Sakura memberinya nampan berisi Pil dan air.
"Uhk..ini,"Ucap Sakura dengan wajah gemetar, dan masih menahan rasa sakit dilenganya. "Apakah..ini,"Desisnya lalu menatap Shun yang sama sekali tak terganggu dengan kemunculan Noir.
"Potion Pills racikanku, kau tak mungkin menunjukan wajah kesakitanmun pada sekelilingmu saat kau pulang nanti,"Ucap Noir menyerengai.
Sakura terdiam, lalu melirik Shun yang menangguk, dengan Isyarat mengizinkan dia untuk meminumnya. Sepertinya ada ikatan batin yang kuat antara Shun dan para pengikut setianya dalam pikiran.
Sakura menatap benda itu sebentar, lalu memelan pil yang terasa pait, dan segelas air membantu menetralkanya, dan setelah itu ia mencoba menenangkan diri sebentar lalu menatap api yang menyala di tengah ruangan.
"Beristerahatlah...aku akan mengurus segalanya,"Ucap Shun sembari bangkit dari Kursi dengan gerakan lembut. Baru saja Sakura mau berkata sesuatu matanya memburam dan tertidur di Sofa dengan nyaman.
"Dia sudah tidur.."Ucap Noir menghelah nafas. Lalu membuka jaket jasnya dan menyampirkanya pada Sakura. "Berikutnya semua tak akan berjalan sesuai keinginan Yangmulia Bahamud, bagaimana menurutmu Shun,"Ucap Noir turut mendesah lalu memandang langit-langit.
"Aku sendiri tak masalah, ikut campur dalam masalah ini,"Jelas Shun dengan tatapan datar. "Selama hukum yang kubuat Sesuai dengan keseimbangan,"Ucap Shun lalu meninggalkan ruangan begitu saja meninggalkan ruangan Sakura
"Eh..."Yui mengedipkan matanya, menatap tempat aneh dengan suasana magis yang diciptakaan ia pernah jumpai pertama kali.
[Kita bertemu lagi, Eve] Belum apa-apa Yui dikejutkan oleh suara lembut yang memanggilnya, dan itu muncul dari pohon Sakura besar dihadapanya. [Mendekatlah kemari] Pintanya lembut.
"Aku tak tau mengapa aku kembali kemari,"Ucap Yui kembali duduk diatas akar besar pohon besar, dan memandang indah langit indah diatas sana.
[Kau tak tahu mengapa kau disini, bukankah kau sudah pernah mengalami ini] Ucapnya terdengar menyenangkan [Apa kau melupakanya?]Ucap Sang Pohon.
"Ya Kau benar aku harusnya tidak kaget lagi, dulu beberapa bulan yang lalu. Aku ingat beberapa kali kesadaranku ditarik disebuah tempat dengan pohon apel ditengahnya, namun tiba - tiba aku sudah tak pernah melihatnya,"Jelas Yui menundukan wajah. "Saat aku koneksi akan alam itu, aku sedikit merasa kehilangan dihatinya.
[Dia masih hidup, pohon itu masih tumbuh dengan manis] Jawab Pohon Sakura itu dengan suara lembut, Yui terkejut saat sulur akar bergerak, nyaris menjatuhkan ia ketanah sebelum ada akar bergerak melilit pada lenganya. [Hati-Hati, Muka cantikmu akan terluka jika kau terjatuh] Seru Sang Pohon, membuat Yui terkagum, tidak hanya bisa bersuara, pohon itu bisa mengerakan akar-akarnya sesuka hati. [Lihatlah]Pintanya.
"Eh...ini?,"Ucap Yui saat melihat sebuah tanaman kecil disela akar Besar pohon Sakura, ia nampak kecil dan segar seolah terlindungi oleh pohon Sakura. "Mengapa dia ada dibawah akarmu?,"Ucap Yui tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
[Dia tercipta sebelum, aku terbangun dialam ini dan sebelum kau datang, aku menemukan dia telah bersamaku, Aku yakin dia akan berkembang lebih besar dan menjadi pohon yang indah]Ucap Pohon itu.
"Syukurlah,"Ucap Yui tersenyum ada kelegaan diwajahnya dengan tatapan cerah, sebelum ia berbalik memandang sosok seseorang yang bergerak mendekatinya. Lelaki berambut merah dengan mata hijau dibawah matanya menatap tajam.
"Kau ini..."Desis Yui penuh was-was memandang sosok yang baru itu.
"Namaku Gaara, dan aku tinggal didunia ini,"Desis Gaara kalem memandang pohon itu. "Aku seorang Spirit dan aku bukan musuhmu, Kau tak perlu mencemaskan kehadiranku,"Ucapnya datar.
"Kau tinggal didunia ini?,"Ucap Yui bangkit dari posisi duduknya dan bergerak mendekati lelaki bernama Gaara. "Saat aku pertama kali kemari aku memiliki banyak pertanyaan dengan tempat ini, jika memang kau bukan musuh maka. Maukah kau menjelaskan tempat ini padaku,"Ucap Yui.
"..."Gaara terdiam menatap Yui dengan menyiratkan sesuatu, dalam tatapanya. "Apa pentingnya untukmu,"Tanyanya memandang serius.
"Aku merasa ingin mengetahuinya,"Ucap Yui sembari mencengkram baju depanya. "Semua ini selalu membingungkanku, Kumohon,"Desis Yui.
"Tempat ini adalah 'Ruang Hati' tempat tersudut manusia yang disebut isi hati mereka,"Jelas Gaara.
"Ruang hati,"Ucap Yui.
"Setiap manusia memiliki tempat ini didalam hati mereka, bersamaan dengan Jiwa mereka yang menghilang maka tempat ini juga akan lenyap,"Desis Gaara.
"Lalu tempat ini milik siapa?,"Ucap Yui menatap Serius Gaara. "Apa ini miliku,"Ucap Yui.
"Ini memang milikmu tapi ini juga Miliknya,"Desis Gaara dengan cepat.
"Siapa, apa kah dia,"Ucap Yui.
"Tentu saja, Sakura Haruno,"Ucap Gaara menjentikan jarinya, menunjukan sebuah cahaya muncul diatas pohon yang memunculkan sosok tubuh Sakura yang tertidur, dalam Kristal. "Mulai sekarang apa yang ingin kau ketahui, akan muncul satu - persatu,"Ucap Gaara sembari tersenyum kecil.
"Sakura kenapa dia tak sadarkan diri, kenapa dia tertidur,"Ucap Yui.
"Ini adalah pantulan dari dirinya, sudah kubilang kalian adalah pemilik tempat ini, yang berarti kalian terikat dalam ruang hati yang sama,"Ucap Gaara.
"K-Kuso,"Ucap Yui dengan pandangan kaget.
Kou berjalan melewati Koridor yang tersambung dengan ruang makan kediaman Mukami, dengan perasaan tak mentu, entah perasaan aneh menderanya berapa menit yang lalu, seperti akan terjadi sesuatu. "Sakura,"Dia menyebutkan nama gadis musim semi itu dengan pelan, tidak seperti yang lain Kou memiliki kemampuan dalam berfirasat 1000% lebih akurat dibanding sudaranya.
Yuuma yang memiliki tenaga yang kuat, Azusa yang tahan terhadap rasa sakit dan melihat masa depan, serta Ruki yang bisa membaca masa ingatan serta membaca pikiran. Dan Ia merasakan perasaan buruk membayang Gadis musim semi itu, entah kenapa perasaan yang dirasakanya semakin tumbuh bersamaan firasatnya yang semakin kuat pada Sakura, sejak dari kemarin membuatnya tak tenang, ia ingin menemui Sakura namun bagaimana agar Sakamaki tak menahanya menemui gadis musim seminya.
"K-Kou-ada-apa-dengan-mu?,"Ucap Azusa yang muncul dari kegelapan dan menatap Kou dengan raut kecemasaan. "Ma-Matamu-berdarah-K-kou,"Ucap Azusa memberikan Sapu tangan, membuat Kou terkaget pasalnya pria itu tak menyadarinya.
"Terimakasi Azusa,"Ucap Kou tersenyum samar menerima sapu-tangan menutupi salah satu matanya yang berdarah, ia lalu berpikir untuk menghubungi Sakura malam ini, agar punya waktu bertemu dengan Sakura disekolah, pokoknya ia harus bicara dengan gadis itu, meski Sakamaki tak menyukainya. Ia lalu meraih kantung celananya dan mencoba menelpon ponsel milik Sakura segera.
...
Dilain tempat sosok Reiji berjalan-pelan melewati lorong-lorong panjang mansion Sakamaki mengecek semua tetap aman ditempatnya, meski mansion megah ini memiliki banyak pelayan, penjaga dan Roh tetap saja ia tetap turun tangan mengecek semua sebagai bentuk perfectionis dalam jabatanya bukan hanya sebagai anak dari keluarga Sakamaki namun sebagai, Kepala rumah mengantikan Ayahnya.
Treeeet...Treeeet!
Suara ponsel nampak terdengar samar-samar dilorong membuat Reiji menyengit, telinga tajamnya tentu saja menyadari suara itu. Dan mencarinya disudut lorong ini.
GOCHA!
Reiji menyengit tajam pasca menemukan sebuah ponsel-lipat berwarna ungu, dan gantungan berbandul bunga Sakura, tampa berpikir dua-kali dua tahu ini milik Sakura, dan mengenggamnya. Mengapa ponselnya terjatuh disini, apa Sakura tak sadar jika ponselnya terjatuh, tapi kenapa berada dilantai ini Reiji menyegit saat itu juga dan segera mencari Sakura dilantai itu.
[5 Jam kemudian]
[Dialam Dimensi Shun]
"Uhk.."Sakura menyengit lemah saat ia menyadari tertidur diatas Sofa panjang empuk, dengan sebuah jacket milik seseorang dan ia sadar jika ia masih berada dialam dimana Naoto membawanya pada Shun.
"Kau sudah bangun,"Ucap Seseorang, dan Sakura menghela nafas menatap Naoto lah yang duduk dikursi lainya sembari meminum moca hangat dengan santainya.
"Naoto,"Desis Sakura lemah, ia bergerak pelan, untuk menganti posisinya agar bisa bangun dari sofa. "Berapa lama aku tertidur, aku merasa sangat ringan sekali,"Ucap Sakura memijit pelipisnya, disela uapan kecil dari mulutnya.
"Kau tidur sampai lima jam,"Ucap Naoto datar dan masih meminum moca dengan santainya,"Ucapan santai Naoto justru membuat Sakura mempelototinya dengan raut cemas, sementara Naoto justru memberi tatapan tak bersalah.
"Obat Potion buatan Noir-nii memang cukup kuat, tapi liat hasilnya tubuh manusiamu sudah tak sakit lagi bukan,"Ucap Naoto santai. "Sebelum Noir ni pergi dia memintaku memberi ini,"Ucap Naoto menyerahkan sekotak kaca berisi pil. "Katanya kau harus meminumnya,"Ucap Naoto.
"Tunggu jika saat ini kita disini lima-jam, maka keluarga Sakamaki pasti akan mencari kita,"Ucap Sakura Reflex membuat Naoto mendengkus.
"Jangan hawatir, keberadaan kita disini dan disini tak banyak mempengaruhi dunia manusia,"Ucap Naoto tersenyum, saat Sakura mengambil kotak pil itu di atas meja lalu kembali menjelaskan. "Keberadaan kita didunia ini, hanya sesisih dunia manusia, yang artinya satu-jam kita didimensi ini maka didunia manusia hanya satu-menit,"Ucap Naoto menjelaskan lalu, bangkit bergerak menuju ujung ruangan terdapat meja bersamaan sebuah teko minuman tergeletak disana.
"Shun..,"Tanya Sakura, melirik Naoto yang mengisi cairan cangkir, dari Teko yang berisi moka panas, lalu setelah itu ia berbalik dan menyerahkan minuman pada Sakura.
"Shun-nii sedang mengurus sesuatu diruanganya, katanya jika kau bangun kau bisa kembali keduniamu kapan-pun kau sudah siapa,"Ucap Naoto menghelah nafas.
"Jika begitu, sebaiknya ayo kita kembali,"Ucap Sakura meminum cepat moca panas dicangkirnya, sementara Naoto hanya mengeleng datar, menatap sosok Sakura yang terburu-buru.
"Baiklah jika itu mau-mu,"Ucap Naoto.
[5 Menit kemudian]
[Dialam Dimensi Manusia]
Sebuah sinar biru-keunguan bermunculan dikamar Naoto, yang semula kecil, berubah menjadi pusaran besar bagai, pusaran air namun ini terjadi diudara, bersamaan Sosok Sakura dan Naoto muncul disana dengan hening seolah mereka baru saja meninggalkan ruangan ini lima-menit yang lalu, Sakura menghelah nafas menatap sekeliling saat sinar portal menghilang dibelakang mereka. "Naoto aku-,"
BRAK
Belum saja Sakura menyelesaikan ucapanya, pintu kamar Naoto terbuka dengan kemunculan sosok Reiji dengan tatapan intens menatap keduanya.
[Bersambung]
[Selasa-3-October-2017]
.
Hai
Halo all Lightning Shun disini, sesuai Quest saya udah membuat part ini dan kelanjutaanya, namun mohon dimaklumi jika ada kesalahan karna saya belum merevisi ceritanya, karna kesibukan yang gak pernah berhenti menerjang, kesibukan itu manusiawi jadi mohon pengertianya, untuk ini.
Hasil yang tak begitu baik dan Slow ubdate, belum direvisi, gerakanya up kayak Siput bisa anda bayangkan sesusah apa kami didunia nyata saat ini...😅😅😅 jadi terimakasi yang dah minta banget kelanjutanya bahkan di pm jauh lebih banyak yang tanya 😆😆 Terimakasi doakan aja kedepanya saya dan rekan saya bisa menyelesaikan cerita Seaseon 2 ini.🐥🐥🐥
Salam sayang
Lightning Shun.
🙇🙇🙇🙇🙏🙏🙏🙏
