Chef Jung!

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Pairing : Yunjae yang pasti

Genre : School Life, Romance, Drama, Friendship, Little bit humor? YAOI, alur pasaran, membosankan dan pasti banyak typos

Rate M-

Enjoy it ^o^

.

.

.

.

.

Yunho mencubit kedua pipi Jejoong membuat Jaejoong meringis dan mencoba melepaskan tangan Yunho dari kedua pipinya namun gagal.

" Awwhh... Appoohhh huuungg! Huuungg!"

" Hahahahaha! Suaramu lucu!"

" Yyaahhh! Appooohh"

" Ne ne ne, mianhae" Ucap Yunho kemudian melepaskan cubitannya dan mengelus pipi Jaejoong yang memerah karena cubitannya

" Appo hyung!" Ucap Jaejoong sekali lagi kemudian mempoutkan bibirnya

" Hahaha... Mian habis kau mengesalkan sih"

" Huh..."

Yunho tersenyum kemudian memperhatikan wajah Jaejoong yang diterpa matahari sore, terlihat sangat cantik. Pandangannya turun ke bibir merah tanpa polesan milik Jaejoong, disana ada sedikit es krim yang menempel pada ujung bibir Jaejoong. Yunho mengusapkan ibu jarinya pada noda ujung bibir Jaejoong.

Blush

Yunho melihat wajah merona Jaejoong, dia makin merasa Jaejoong manis dan cantik dengan wajah merona seperti itu. Dia benar - benar menyukai rona merah yang ditunjukkan oleh Jaejoong saat ini. Perlahan Yunho menjepit dagu Jaejoong dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.

Jaejoong membatu melihat wajah Yunho yang mendekat namun dia tidak bisa melakukan apa - apa karena dia sendiri seolah terhipnotis pada mata Yunho yang terus menatapnya. Jaejoong tidak mengerti bagaimana bisa Yunho memandangnya seperti itu, sebenarnya ada apa dengan Yunho? Dan kenapa dia merasa Yunho sangat amat tampan saat ini?

Deg deg deg

Deg deg deg

Deg deg deg

Jantung Jaejoong berdebar keras dan Jaejoong tidak menyukainya, bukan karena apa - apa tapi dia takut Yunho mendengarkan suara jantungnya yang menurutnya memalukan itu.

Cup

Selagi Jaejoong berpikir dengan pemikirannya, bibir berbentuk hati itu sudah menyentuh bibir cherry yang ada di depannya. Tanpa ada pergerakan. Keduanya saling tatap sampai akhirnya Jaejoong memejamkan matanya karena tidak sanggup lagi menatap mata musang yang ada di depannya.

Deg

Deg

Deg

Deg

Jantung Jaejoong masih berdetak dengan cepat saat bibir itu menempel diatas bibirnya, hey! Ini ciuman pertamanya selain dengan kedua orangtuanya! Dan Jaejoong merasakan kegugupan yang luar biasa saat ini. Jaejoong membuka matanya saat merasa tidak ada lagi yang menempel pada bibirnya. Dia melihat Yunho menatapnya tajam tanpa senyuman.

" Joongie ah..."

" Hy-"

" Aku..."

Srreeettt

" Yunho ah!"

Deg

Seorang yeoja menarik lengan Yunho hingga Yunho berbalik dan menghadap kearah yeoja itu. Tak lama Yunho membulatkan matanya melihat yeoja yang ada dihadapannya itu.

" Ah-ahra..."

.

.

.

.

.

~ Chapter 5 ~

.

.

.

.

.

" Hah..."

Desahan tak bersemangat itu terdengar dari seluruh penjuru kantin. Belum lagi wajah mereka yang murung menambah kadar keanehan mereka.

Terlihat juga dua namja manis dan cantik itu menghela nafasnya. Namja yang terlihat manis itu meminum jus jeruknya sembari membayangkan seseorang. Namja cantik yang ada disampingnya pun sama. Belum lagi posisi mereka yang sama, memanggu wajah menggunakan kedua tangannya.

Ada apa sebenarnya? Oh... Hal itu karena ternyata dua chef tampan kita sudah tiga hari ini belum juga hadir dikantin sekolah dan itu membuat mereka yang datang langsung menelan kekecewaan.

Namja manis bernama Junsu itu menoleh dan menatap sahabatnya yang tengah menutup matanya seperti sedang memikirkan sesuatu dengan posisi sama dengannya, kedua tangannya memangku wajah mereka. Junsu kembali fokus ke depan walaupun hanya memandang pemandangan dengan tatapan kosongnya.

" Hah..."

Helaan itu terdengar kembali dari Junsu dan Jaejoong secara bersamaan. Kali ini Jaejoong menoleh dan melihat Junsu tengah memainkan gantungan ponselnya yang berbentuk bebek.

" Suie waeyo?" Tanya Jaejoong

" Aniya Joongie..."

" Apa ini saatnya sesi curhat kita Suie?"

" Ng?" Junsu menatap Jaejoong " Boleh saja. Kajja ke pohon maple belakang sekolah. Kita masih punya waktu lima belas menit sebelum bel berbunyi"

Jaejoong tersenyum kemudian menyetujui usul Junsu. Keduanya duduk tenang dibawah pohon maple itu dan merasakan angin musim gugur yang berhembus mengenai wajah mereka.

" Jadi siapa duluan?" Tanya Jaejoong

" Kau saja..."

" Aniya Suie saja"

" Ck... Baiklah..."

.

- FLASHBACK ON -

.

" Minnie..."

" K-kyu?"

" Kau kemana saja pabbo!"

Pletak!

Seorang namja berambut ikal menjitak Changmin dan kemudian bertolak pinggang. Sedangkan Junsu? Dia membatu melihat sosok itu, dia jelas mengenal siapa namja itu tapi namja berambut ikal itu pasti tidak mengenalnya.

" Ak-aku..."

" Ikut aku!" Namja berambut ikal itu segera menarik Changmin dari sana dan itu membuat Junsu juga ikut tertarik

" Y-Ya! Lepaskan aku... ya! Cho Kyuhyun!"

Pekikan itu membuat namja yang ternyata bernama Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik memandang Changmin.

" K-kau membentakku?"

" Andwe..." Lirih Changmin yang masih bisa didengar oleh Junsu yang masih mengikuti arah tarikan Kyuhyun

Pletak

Pletak

Bughh!

" Ya! Berani - beraninya kau berteriak padaku yang jelas lebih tua darimu kau pikir kau siapa eoh! Ya!"

Changmin melepas genggamannya pada Junsu dan melindungi wajah dan tubuhnya dari serangan Kyuhyun yang membabi buta. Sampai akhirnya Changmin mundur dan memilih berlindung dibelakang tubuh mungil Junsu.

" Ya! Kemari kau!" Pekik Kyuhyun

" Andwee! Ampun!"

" Kyaaa~~ ya! Tiang aku pusing!" Pekikan Junsu membuat kedua orang itu berhenti, Kyuhyun didepan Junsu sedangkan Changmin dibelakangnya

" Nugu?" Tanya Kyuhyun

Grep

Changmin memeluk erat Junsu dari belakang menghadirkan pekikan tolakan dari Junsu namun Changmin berpura - pura tidak mendengarnya.

" Omo! Ya! Kau mempermainkan namja manis mana lagi eoh! Dia masih anak sekolah bukan? Dasar playboy! Aku akan adukan pada Sungminnie eoh!" Pekik Kyuhyun

" Andwe... Kau tidak akan melakukannya..."

" Kau tahu siapa aku bukan?"

" Aish..."

" Annyeong! Cho Kyuhyun imnida" Ucap Kyuhyun sopan pada Junsu

" An-annyeong... Nde, aku mengenalmu. Kau model dari Jepang bukan? Ak-aku Kim Junsu"

" Ah, Junsu sshi bangapta"

" E-eh? Nd-nde"

Changmin melepaskan pelukannya dan berdiri menghadap ke arah Kyuhyun karena sebal diacuhkan oleh keduanya.

" Ikut aku!" Ucap Kyuhyun datar

" Ck... Sebentar, aku akan mengantarkannya dulu" Tolak Changmin

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya dan menatap tajam Changmin.

" Ya! Kau menggunakan kata - kata itu juga dulu dan kau tetap kabur!"

" Ani Kyu, kali ini aku berjanji"

" Pastikan janjimu tidak kau ingkari lagi" Ucap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya

" Ne, arraseo" Ucap Changmin kemudian membalikkan tubuhnya dan memandang Junsu yang membatu memandang Kyuhyun " Ya! Kau melihat apa?!"

" Eh, aniya..." Ucap Junsu ' Tampan~' Lanjut Junsu dalam hati

" Ck"

Changmin menarik Junsu yang masih terlihat terpesona melihat Kyuhyun dan tidak menyadari dirinya sudah dibawa menjauh dari sana.

" Ya! Apa supirmu sudah menunggu di lobby?" Tanya Changmin

" Eh?" Akhirnya pandangan Junsu beralih ke Changmin " Ne"

" Ya sudah"

Mereka pun berjalan sampai ke lobby utama dan Changmin mengantarkan Junsu sampai ke depan mobil jemputannya.

" Masuklah" Perintah Changmin

" E-eh?"

" Masuklah"

" K-kau bagaimana? Bukankah kau ingin makan bersamaku?"

Changmin tersenyum, ternyata Junsu masih mengingat perjanjiannya.

" Lain kali saja, ada yang harus aku urus" Ucap Changmin lembut

" Bersama namja tadi, Cho Kyuhyun?"

" Ne..."

" Tidak menyangka orang sepertimu mengenalnya juga?"

" Kau akan kaget jika tahu siapa saja yang mengenalku. Jja masuklah"

" Hum"

Junsu menundukkan kepalanya, entah kenapa ada rasa tidak rela membiarkan Changmin bertemu lagi dengan namja bernama Kyuhyun itu.

Puk

" Eh?"

Junsu menatap Changmin yang baru saja menepuk kepalanya dan mengusapnya pelan.

" Aku akan menagih janjimu lain kali"

" Ne"

Akhirnya Junsu berbalik dan beranjak masuk kedalam mobil namun Changmin malah membalikkannya kembali dan mencium puncak kepala Junsu lama. Sedangkan tangannya beranjak menuju tangan Junsu perlahan dan memberikan sesuatu pada Junsu.

" Simpan baik - baik dan rindukan aku setelah ini" Ucap Changmin sebelum berbalik dan pergi meninggalkan Junsu yang mematung sekaligus merona disana

.

- FLASHBACK OFF -

.

" Mwo? Jadi Changmin hyung kenal dengan Kyuhyun model terkenal di Jepang itu?!" Tanya Jaejoong

" Ne, aku tak tahu hubungan mereka apa. Tapi aku rasa cukup dekat, apa mungkin dia itu chef di rumah Kyuhyun?"

" Hmm... Bisa jadi"

" Lalu kau kenapa eoh?"

" Aku..."

.

- FLASHBACK ON -

.

" Yunho ah!"

Deg

Seorang yeoja menarik lengan Yunho hingga Yunho berbalik dan menghadap kearah yeoja itu. Tak lama Yunho membulatkan matanya melihat yeoja yang ada dihadapannya itu.

" Ah-ahra..."

Jaejoong mengerjapkan matanya bingung saat itu juga. Dia pun melihat bagaimana wajah terkejut yang ditunjukkan oleh Yunho.

" Kau kemana saja eoh?"

Greeepppp

Yeoja itu memeluk Yunho yang masih membatu namun kemudian Yunho ingat bahwa Jaejoong tengah bersamanya. Yunho segera mendorong yeoja di depannya dan mencoba menjaga jarak dengannya.

" Yun?" Kening yeoja itu berkerut mendapati Yunho menjauh darinya

" Sedang apa kau disini?" Tanya Yunho dengan datar, sementara Jaejoong yang berdiri dibelakangnya juga ikut mengerutkan keningnya

" A-aku mencarimu"

" Omong kosong"

" Yun"

" Jangan pernah menyentuhku lagi" Ucap Yunho kemudian membalikkan tubuhnya dia meraih tangan Jaejoong dan mengajak Jaejoong pergi dari sana

Tapi sang yeoja yang bernama lengkap Go Ahra itu mengejar dan menahan tangan Yunho.

" Yun kau kenapa?"

" Sudah kubilang jangan menyentuhku! Apa lagi dengan tangan jalangmu itu!"

Yunho menyentak tangan Ahra yang memegangi tangannya membuat Jaejoong membulatkan matanya dan juga ikut terkaget melihat Yunho yang terlihat sangat menyeramkan.

" Jangan pernah mencariku ataupun menemuiku lagi!" Ucap Yunho sembari menatap tajam yeooja di depannya

Srettt

Tanpa sadar dia menarik Jaejoong dengan kasar membuat Jaejoong meringis. Yunho menghentikan taksi dan memasukkan dirinya dan jaejoong ke dalam taksi tersebut.

Tidak ada pembicaraan yang terjadi didalam taksi itu. Baik Yunho maupun Jaejoong tengah berkutat dengan pemikirannya masing - masing.

Tak lama taksi itu berhenti disebuah rumah besar, rumah itu adalah rumah Jaejoong. Yunho dan Jaejoong berdiri berhadapan disamping gerbang rumah Jaejoong. Yunho memperhatikan Jaejoong yang tengah menunduk.

Seketika dia merasa bersalah karena sudah menarik kasar Jaejoong tadi. Perlahan dia mengangkat tangannya dan mengecup pergelangan tangannya. Sontak Jaejoong melihat ke arah wajah Yunho yang tengah menatapnya.

" Mianhae... Aku menarikmu tadi" Ucap Yunho penuh penyesalan

Jaejoong memperhatikannya, Yunho menjadi namja ramah kembali. Ada apa sebenarnya? Ada apa dengan sikap Yunho yang berubah drastis ini?

" Gwaenchana hyung"

Yunho tersenyum namun tetap menggenggam tangan Jaejoong.

" Masuklah..."

" Ne hyung"

Cup

" Mhmmm..."

Mata Jaejoong membulat saat Yunho kembali menyentuhkan bibir hatinya pada bibir cherry-nya walaupun hanya sekilas.

Setelahnya, Yunho menepuk kepala Jaejoong dan mengelusnya. Dia pun memeluk Jaejoong, entah kenapa tiba - tiba dia melakukan ini semua. Ya... Hatinya sudah merasa terpaut dengan seseorang sekarang namun ada yang harus dia kerjakan setelah ini.

" Hy-hyung..." Panggil jaejoong dengan wajah meronanya, dia masih berada di dalam dekapan Yunho

" Hmm? Joongie ah... Ingat ne? Jangan ada yang menyentuhmu selian aku. Tunggu aku sampai kembali"

" Apa maksud hyung? Hyung mau pergi kemana? Dan kenapa hyung mencium Joongie?" Kali ini Jaejoong memberanikan diri untuk menatap namja bermata musang di depannya

" Dengar Joongie, mungkin ini terlalu cepat dan tidak romantis. Tapi... Entahlah, aku merasakan semua dengan cepat padamu. Berjanjilah padaku untuk tidak melirik namja ataupun yeoja lain"

" ..."

" Berjanjilah..."

Jaejoong perlahan menganggukkan kepalanya dan hal itu membuat Yunho tersenyum senang dan melepaskan pelukannya.

" Nah, masuklah..." Perintah Yunho dengan nada lembut

" Ng? Ne"

Jaejoong membungkuk dan berjalan masuk ke rumahnya dengan langkah cepat. Wajahnya sangat merona mengingat apa yang diucapkan oleh Yunho. Sementara itu Yunho menurunkan topi yang dipakainya dan langsung pergi dari sana setelah Jaejoong masuk dan berpapasan dengan sebuah mobil sedan berwarna hitam.

' Aku seperti mengenalnya... Siapa ya?' Batin sang penumpang yang ternyata adalah appa dari Jaejoong

.

- FLASHBACK OFF-

.

" Ommo! Jadi kalian berpacaran?!" Tanya Junsu

" Berpacaran? Ani... Yunho hyung kan hanya memintaku untuk tidak melirik namja atau yeoja lain"

" Ck... Dia nanti pasti muncul dan melamarmu"

" M-mwo?! Melamar?"

" Ne, untuk menikah seperti appa dan eomma. Ani... Mungkin pertunangan dulu"

" M-mwo?!" Jaejoong menepuk - nepuk pipinya yang memerah setelah mendengar ucapan Junsu

" Aigo... Beruntungnya kau Joongie ah"

" Ya! Suie jangan berpikiran macam - macam!"

" Hah... Tapi sepertinya aku pernah mendengar nama yeoja itu hyung. tapi siapa ya?"

" Molla Suie..."

" Hah..."

.

Jaejoong masuk kedalam rumahnya dengan tidak bersemangat. Dia merasakan sesuatu yang sulit digambarkan dan Jaejoong membenci hal itu. Dia merasakan ada yang mengganjal dalam hatinya. Saat melihat eommanya diruang santai, dia datang dan berbaring pada pangkuan eommanya.

" Wae? Kenapa anak eomma tidak bersemangat?" Tanya Mrs. Kim kemudian mengelus pelan rambut Jaejoong

" Aniya eomma... Hanya sedang tidak bersemangat saja"

" Hum? Mau bercerita?"

" Mola eomma... Joongie merasakan sesuatu yang tidak biasa"

" Apa?"

" Eomma... Joongie mohon eomma jangan marah ne?"

" Marah? Karena apa? Cerita saja dan eomma akan mendengarkannya"

" Joongie dicium seseorang eomma" Jelas Jaejoong dengan nada polosnya

" M-mwo?"

" Disini" Ucap Jaejoong menunjuk bibirnya sedangkan pandangannya menatap langit - langit ruang tamu itu

" Mwo?! Oleh siapa? Kekasih Joongie? Yeoja mana?" Tanya Mrs. Kim mulai ingin tahu

" Aniya eomma. Dia namja"

" Namjachingu Joongie?" Tanya Mrs. Kim khawatir

" Namjachingu?" Jaejoong menatap Mrs. Kim " Suie juga bertanya seperti itu, dia hanya berkata jangan melirik nemja atau yeoja lain"

" Oh~" Mrs. Kim mengangguk - anggukkan kepalanya, sedikitnya dia mulai mengerti apa yang dibicarakan oleh anaknya " Siapa dia kalau eomma boleh tahu?"

" Dia... yang membantu Joongie memasak untuk eomma"

Mrs. Kim menaikkan salah satu alisnya, sepertinya dia mengenal siapa namja itu.

" Dia yang kemarin kau ceritakan? Kau pergi bersamanya akhir pekan lalu kan?" Tanya Mrs. Kim

" Ne eomma... Namanya Jung Yunho"

" Lalu? Bagaimana menurutmu kepribadiannya?"

" Dia orang yang sangat baik, ramah memang dia terlihat seperti berandalan karena rambut sebahunya itu. Hanya saja, dia sungguh baik eomma. Sikapnya tidak seperti penampilannya"

" Kau... Menyukainya?"

" Joongie baru menyadarinya beberapa hari yang lalu. Apa eomma tidak marah?"

" Marah? Eomma selalu ingin kau bahagia. Siapapun pilihanmu, eomma akan mendukungmu. Memangnya berapa umur Yunho itu?"

" Dua puluh tujuh tahun"

" Mwo?!"

" Wae?"

" Kenapa beda sepuluh tahun begitu?! Apa kau tidak takut dipermainkan olehnya?!" Tanya Mrs. Kim khawatir karena takut anaknya hanya dipermainkan saja

" Eomma dan appa juga beda delapan tahun" Ucap Jaejoong mengerucutkan bibirnya

" Joongie ah..."

" Joongie merasakan sesuatu karena sudah tiga hari ini dia tidak di sekolah"

" Kau merindukannya?"

" Hum? Joongie tidak tahu tapi Joongie berharap bisa bertemu dengannya secepatnya"

" Joongie ah..."

" Joongie harap eomma bisa mendukung Joongie. Kapan - kapan Joongie akan mengajaknya kesini" Ucap Jaejoong dengan memandang serius eommanya. Mrs. Kim menghela nafas melihat Jaejoong seperti itu. Ini pertama kalinya Jaejoong seperti ini, menunjukkan keseriusannya terhadap sesuatu

" Hah, dengar Joongie... Sampai jelas statusmu dengannya Jangan berikan lebih padanya. kau sudah besar sekarang, eomma harap kepolosanmu tidak berdampak buruk nantinya"

Jaejoong tersenyum memandang eommanya. Kemudian memeluk perut Mrs. Kim erat.

" Gomawo eomma... gomawo. Joongie menyayangi eomma" Ucap Jaejoong penuh semangat

" Eomma sangat menyayangi Joongie... Eomma jadi penasaran, apa dia sangat tampan?"

" Hum" Jaejoong menganggukkan kepala dalam pelukannya itu " Senyumnya membuat jantung Joongie seperti berpacu eomma"

" Aigo... Anakku sudah dewasa sekali"

Blush

Jaejoong makin mengeratkan pelukannya karena sang eomma malah mengerjainya sehingga wajahnya merona hebat.

.

.

.

.

.

" Hyunggiiieeee~~~ Aaaaaaa" Seorang namja tinggi nan tampan itu membuka mulutnya sembari menggoyangkan lengan namja manis disampingnya dan hal itu membuat namja manis itu terkekeh dan menuruti keinginan namja tinggi itu untuk memasukkan sebuah tempura kedalam mulut namja tinggi itu

" Ya! Jung Changmin! Kenapa kau malah bermanja - manja pada Ming-ku?!"

" Mwo? Sungminnie hyungie~ Lihat, aku hanya memintamu untuk menyuapiku kenapa dia marah - marah..."

" Ya! Kyunie! Kenapa kau malah marah - marah eoh? Minnie hanya memintaku untuk menyuapinya"

" Ish! Kau ya! Kalau sudah ada namja tiang manja ini selalu melupakanku!"

" Kyu... Aku sudah lama tidak bertemu dengannya sudah hampir delapan bulan, wajar saja kan aku seperti ini" Ucap namja bernama Sungmin itu kemudian melihat namja disampingnya yang tengah sibuk mengunyah tanpa mau ikut campur urusan dua namja yang duduk berhadapan itu " Aigo... Makanmu berantakan" Lanjut Sungmin kemudian mengambil tisu dan membersihkan pinggir mulut Changmin

" Aish... Bisa gila aku kalau begini" Ucap namja bernama Kyuhyun kemudian menyilangkan tangannya " Jadi selama delapan bulan ini kau disini eoh?" Lanjutnya

" Aniya, kami sudah beberapa kali pindah dan berakhir disini. Aku pun baru membantu hyung setelah pindah ke sini sebulan yang lalu. Aku sakit dan harus mengurus beberapa berkas baru bisa membantu hyung"

" Oh... Lalu kelanjutannya bagaimana?" Tanya Kyuhyun

" Mola... Aku hanya berharap namja tua yang mengaku appaku itu sadar dan menarik ucapan terakhirnya pada Yunho hyung"

Mereka bertiga menghela nafas. Saat ini Changmin tengah menginap di apartemen Sungmin karena hyungnya harus pergi ke suatu tempat beberapa hari ini. Sungmin merupakan tunangan Cho Kyuhyun yang sangat memanjakan Changmin.

Mereka adalah teman satu angkatan sewaktu kuliah hanya saja, Changmin lebih muda karena dia mengikuti kelas akselerasi dulu.

" Kapan hyungmu kembali?" Tanya Sungmin

" Mola hyung, aku harap secepatnya karena semua urusan kami sudah mulai menemukan titik terang"

" Aku harap semua masalah selesai dengan cepat... Aku tidak mau berlama - lama lagi bersembunyi" Ucap Changmin

" Semoga semua berjalan lancar" Ucap Kyuhyun yang diangguki oleh Sungmin dan Changmin

.

.

.

.

.

" Bagaimana ahjusshi?" Tanya namja bermata musang

" Ne, bukti sudah terkumpul dan saya akan menyerahkannya besok"

" Baguslah, tiga hari membolos tidak sia - sia"

" Apa yang akan anda lakukan sekarang tuan?"

" Aku? Tentu saja kembali menjadi juru masak di kantin minggu besok. Memang apa yang harus aku lakukan?"

" Ayah anda, diam - diam melakukan pencarian pada tuan Changmin"

Yunho, namja bermata musang itu tersenyum miris. Dia berpikir appanya mencari Changmin karena memang appanya sekarang lebih mempercayai Changmin. Atau mungkin appanya sudah melupakannya sebagai anak sulung keluarganya?

" Aku harap Kyuhyun dan Sungmin bisa menyembunyikannya sampai waktu yang tepat" Ucap Yunho

" Tapi bukankah tuan Kyuhyun seorang publik figur? Mudah untuk menemukan tuan Changmin bukan?"

" Ne, aku harap mereka bisa menghalau semuanya"

Pip pip pip

Namja yang biasa dipanggil Kang ahjusshi itu membuka ponselnya dan membaca sesuatu disana. Dia kemudian langsung menatap Yunho.

" Ada apa?" Yunho langsung merasakan sesuatu yang tidak enak saat memandang asisten kepercayaan appanya

" Nyonya dibawa kerumah sakit. Dia pingsan setelah menghadiri acara peresmian sebuah butik di mall Seoul"

" MWO?!" Yunho tersentak kaget dan menatap tajam namja di depannya " Bagaimana bisa terjadi?"

" Nyonya memang mengalami penurunan kesehatan sejak tuan Yunho dan tuan Changmin pergi dari rumah"

" Dimana appa?"

" Tuan besar saat ini berada di Jeju bersama Tuan Lee. Mereka sedang melihat tempat proyek baru"

" Kenapa kau tidak ikut ahjusshi?"

" Saya bertugas untuk mengawasi perusahaan di Seoul yang sedang bermasalah sejak dua minggu yang lalu"

" Mwo? Aku ingin bertemu eomma!"

.

Keduanya segera beranjak dari salah satu hotel kecil dikawasan Seoul menuju rumah sakit yang memang tak jauh dari tempatnya bertemu dengan asisten appanya.

" Apa eomma ada penjaga?" Tanya Yunho

" Aniya, hanya asistennya. Park Shin Hye, yeoja itu bekerja sama dengan kita sehingga dia bukan masalah"

" Baiklah"

Mobil yang dibawa Kang ahjusshi itu berhenti dan keduanya keluar dari tempat parkir itu. Yunho memakai topi dan masker untuk menutupi wajahnya. Dia berjalan dibelakang Kang ahjusshi dan berhenti didepan sebuah ruang rawat yang didepannya berdiri seorang yeoja cantik. Setelah bicara beberapa patah, Kang ahjusshi itu membukakan pintu untuk Yunho.

" Gomawo Kang ahjusshi, Shin Hye sshi"

Kedua orang itu mengangguk dan tersenyum. Perlahan Yunho masuk dan melihat yeoja yang sudah melahirkannya terbaring dengan wajah pucat.

Yunho berjalan perlahan dan berhenti ketika sudah sampai dipinggir ranjang rawatnya. Yunho membekap mulutnya saat melihat yeoja itu. Dia melihat secara dekat bagaimana kurusnya yeoja itu sekarang.

" Eom... Ma..." Lirihnya kemudian menyentuh tangan eommanya dan menggenggam tangan yeoja itu

Yunho duduk disamping ranjang itu dan membuat punggung tangan eommanya menyentuh keningnya.

" An-andwe.. Yun.. Minnie.. Jangan tinggalkan eomma.. Andwe..."

Yunho tersentak dan langsung menoleh kearah sang eomma. Dia melihat bagaimana eommanya masih menutup mata namun bibirnya terus meracau memanggil namanya dan adiknya.

" Aku dan Changmin tidak akan pernah meninggalkan eomma. Ini hanya sementara eomma, tunggulah sebentar lagi" Lirih Yunho

Ceklek

Yunho menoleh dan melihat Kang ahjusshi serta Shin Hye menatapnya.

" Tuan Yunho, tuan besar menuju ke rumah sakit"

Yunho langsung berdiri dan mengangguk mengerti. Dia meminta waktu sebentar untuk berpamitan dengan eommanya.

" Eomma, jangan khawatir ne? Aku dan Changmin yang nakal itu baik - baik saja"

Cup

Yunho mencium kening sang eomma tersayangnya dan memakai kembali topinya. Dia berjalan menuju pintu namun tangannya yang hampir menyentuh handle pintu terhenti saat mendengar sebuah suara.

" Yun... Ho?"

Deg

Yunho berdoa dalam hati, dia berdoa agar sang eomma hany sedang mengigau. Perlahan dia melirik kebelakang.

" Yun..."

Walaupun hanya melirik Yunho bisa melihat yeoja yang telah melahirkannya itu tengah duduk dan menatapnya. Yunho menurunkan topinya dan mencoba mengacuhkan eommanya. Dia menyentuh handle pintu dan menurunkannya.

" Andwe! Yunho yah!"

Sreettt

Burgghh

" Aaakkkhh!"

Mendengar suara itu Yunho membalikkan tubuhnya dan terkaget melihat eommanya terduduk dilantai bahkan selang infus juga terlepas saat Mrs. Jung terkatuh. Mengesampingkan segala egonya, Yunho menghampiri eommanya dan memegangi kedua bahu Mrs. Jung.

" Eomma! Gwaenchana?" Tanya Yunho khawatir

" Yunho yah... Kau Yunho? Anakku?!"

Greeppp

Yeoja yang masih lemah itu segera memeluk Yunho. Dia tidak mau kehilangan anaknya lagi, tidak untuk kedua kalinya.

" Katakan kalau eomma tidak bermimpi bertemu denganmu Yun... Hiks..."

Yunho tersentak namun tak lama bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman. Dia pun mengelus pundak Mrs. Jung.

" Aniya eomma, ini aku Yunho"

Mrs. Jung melepaskan pelukannya dan menangkup pipi anaknya itu kemudian mencoba tersenyum dengan air mata terurai di wajahnya. Yunho menyetuh wajah Mrs. Jung dan menghapus airmata itu.

" Jangan menangis eomma"

" Bagaimana eomma tidak menangis kehilangan dua anak seperti kalian eoh? Mana Minnie?" Tanya Mrs. Jung kemudian menoleh ke arah belakang Yunho

" Dia tidak bersamaku eomma"

" Oh..." Mrs. Jung menundukkan kepalanya " Eomma juga merindukannya"

" Anak itu juga merindukan eomma... Bersabarlah eomma. Kajja aku bantu"

Yunho memapah eommanya hingga Mrs. Jung itu terbaring kembali di atas ranjangnya. Dia kemudian mengelus pergelangan tangan Mrs. Jung yang terlihat ada sedikit darah mengalir dari sana.

" Lihat apa yang eomma perbuat? Infusannya terlepas dan melukai kulit lembut eomma bukan?" Ucap Yunho kemudian tersenyum

" Eomma takut kau meninggalkan eomma lagi"

Yunho terdiam, apa yang harus dikatanya kali ini? Dia memang harus meninggalkan eommanya lagi. Tapi, kali ini tidak akan lama.

" Wae? Kenapa diam? Kau akan meninggalkan eomma lagi?" Tanya Mrs. Jung sedikit panik

" Eomma, mianhae... Aku dan Changmin harus sembunyi sebentar lagi"

" Aniya! Kalau begitu biarkan eomma ikut!"

" Tidak, eomma harus menjaga... Appa agar tidak terlalu terpengaruh orang itu eomma"

" Tapi..."

" Aku dan Changmin bisa menjaga diri kami. Eomma jagalah diri eomma ne?"

Mrs. Jung menatap sendu anaknya, sudah berapa lama dia tidak bertemu dengannya? Astaga, kenapa dia baru sadar kalau Yunho bahkan memanjangkan rambutnya sekarang?

" Kau memanjangkan rambutmu yun?"

" Ini?" Yunho menyentuh rambutnya " Ne... Aku rasa aku membutuhkan penyamaran untuk persembunyianku lagipula aku mengganti style-ku saja eomma, bosan" Ucap Yunho dan itu membuat Mrs. Jung terkekeh

" Jaga dirimu ne? Jaga juga adik nakalmu itu"

" Pasti eomma, pasti"

Ceklek

Keduanya terkaget dan menoleh, Yunho tadi melupakan bahwa Kang ahjusshi sudah memanggilnya untuk pergi tadi.

" Oh? Nyonya, anda sudah sadar?" Tanya Kang ahjusshi namun di kembali fokus pada Yunho "Tuan sudah saatnya, tuan besar sudah menaiki pesawat" Ucap Kang ahjusshi

" Kang Sung Hoon? Kau dan Yunho..."

" Mianhae eomma... Kang ahjusshi selalu ada untuk memantau. Aku pergi, jangan beritahu appa aku kesini. Aku menyayangi eomma" Jelas Yunho singkat

Cup

Yunho mengecup kening eommanya sekilas dan langsung pergi sebelum eommanya memanggil dan menunjukkan wajah memelasnya. Dia tidak akan sanggup menghadapinya kalau sudah begitu nanti.

" Yunho ah..." Lirih yeoja itu saat pintu kamar rawatnya tertutup

Mrs. Jung itu menangis, ingin rasanya dia pergi menyusul tapi dia ingat bahwa dia juga tidak bisa meninggalkan suaminya yang masih dalam pengaruh namja itu. Namja yang sudah menghasutnya dan memfitnah anaknya.

Ya, dia harus tegar sekarang. Dia akan membantu Yunho, dia akan membuka aib namja itu dan membuat nama anaknya bersih kembali. Dia akan membuat Yunho dan Changmin kembali kesisinya secepatnya.

.

- Tiga Jam kemudian -

.

Ceklek

" Bumie ah... Gwaenchana?" Tanya namja berlesung pipit yang langsung memeluk yeoja yang tengah berbaring lemah itu

" Gwaenchana..." Lirih yeoja itu

" Mana yang sakit eoh?" Namja itu memeriksa seluruh tubuh yeoja itu

" Disini" Mrs. Jung menunjuk dada sebelah kirinya

" Mwo? Kau kenapa? Dokter sudah memeriksamu bukan?"

" Kosong..." Lirih sang yeoja menatap pemandangan diluar jendela

" Ne?"

" Hatiku terasa kosong dan hampa"

" Bummie ah..."

" Aku ingin anak - anakku"

" ..."

" Aku tidur saja"

Tak lama terdengar hembusan halus keluar dari mulut Mrs. Jung, kelihatannya dia sudah tertidur. Namja itu beralih ke sofa dan menyadarkan tubuhnya disana.

" Mian..." Lirihnya

.

.

.

.

.

Ceklek

" Kau baru sampai hyung?"

Yunho menoleh dan melihat adiknya dalam pangkuan seorang namja manis bernama Sungmin. Sedangkan disebrangnya kekasih dari Sungmin sedang menatap tajam Changmin.

" Ne" Jawab Yunho singkat kemudian duduk disamping Kyuhyun

" Lama sekali?"

" Ne, aku menengok eomma di rumah sakit"

" MWO?!" Changmin langsung duduk. Tak hanya Changmin, Kyuhyun dan Sungmin yang mendengarnya pun tak kalah kaget

" Ne, dia kelelahan dan wajahnya sangat pucat" Jawab Yunho

" Eomma..."

" Kau ingin bertemu dengannya?" Tanya Yunho dan diangguki langsung oleh Changmin " Mianhae Min, aku tadi hanya ingin menemuinya diam - diam. Tapi saat aku beranjak pergi dia bangun dan terjatuh saat ingin berdiri dan mengejarku"

" Aku juga merindukannya"

Yunho tersenyum melihat Changmin yang memperlihatkan wajah memelas serta mata berkaca - kaca miliknya. Sungmin yang melihatnya langsung tersentuh, dia segera memeluk Changmin.

" Uljima..." Lirih Sungmin

Bukan Changmin namanya jika tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dia balas memeluk Sungmin dan berpura - pura menangis dalam dekapan Sungmin.

" Ya! Aku tahu kau berpura - pura! Lepaskan Sungminnie-ku!" Pekik Kyuhyun menarik lengan Changmin

" Ish... Kajja hyung kita tidur saja" Ucap Changmin setelah terlepas dari dekapan Sungmin dan menarik Yunho karena memang sudah malam

Yunho hanya menurutinya dan masuk ke dalam sebuah kamar. Dia akan menginap di apartemen milik Sungmin saja malam ini.

Yunho meregangkan tubuhnya dan menatap adiknya yang ternyata sudah mendengkur. Dia tersenyum dan merapikan rambut Changmin kemudian menatap langit - langit kamar itu.

" Sebentar lagi Joongie... Sebentar lagi..."

.

.

.

- SATU MINGGU KEMUDIAN -

.

" KYYYAAA~~~"

" OMONA!"

Teriakan itu membuat Jaejoong dan Junsu yang sedang menyantap makan siangnya kaget. Jaejoong bahkan memuncratkan jus jeruknya ke depan, tepat pada seragam Junsu.

" Ya! Kenapa kau menyemburku?!" Ucap Junsu kesal

" Mian Suie... Mian!" Ucap Jaejoong kemudian membantu membersihkan seragam Junsu

" Ck, mereka semua kenapa sih berteriak begitu?!" Ucap Junsu kesal

" Mola" Jaejoong ikut menoleh dan memperhatikan suasana kantin yang menjadi ramai setelah teriakan itu, mereka mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi

" Changmin oppa kau darimana saja eoh?!"

Pertanyaan lantang itu membuat Junsu tersentak dan langsung membeku.

' Ch-changmin?!' Batin Junsu

" Kyaaa~~ Yunho oppa kau kembali?!"

Deg

Kali ini Jaejoong membeku dan mengerjapkan matanya berkali - kali. Dia tidak salah dengarkan? Junsu dan Jaejoong saling tatap. Semua ini benar bukan?

Jaejoong benar - benar ingin bertemu dengan Yunho. Cukup sembilan hari ini Yunho pergi tanpa kabar bahkan pesannya pun tidak dibalas. Oh gosh...

" Annyeong Joongie, Suie!"

Jaejoong dan Junsu perlan menoleh dan melihat sesosok namja yang rambutnya diikat setengah berdiri disamping mereka.

Yunho! Pekik Jaejoong dalam hati. Ada perasaan lega mengalir ditubuhnya. Selama tidak bisa dihubungi, Jaejoong mengira Yunho kenapa - napa. Seketika dia merasa matanya memburam.

" Jo-joongie w-wae?" Panik Yunho melihat Jaejoong yang siap menumpahkan airmatanya

" Hy-hyungie..."

' Andwe...' Batin Junsu dan Yunho bersamaan

" Changmin ah! Tolong bantu Lee ahjumma!"

Greeppp

Yunho menarik Jaejoong keluar dari kantin disertai pekikan dan gerutuan tidak percaya keluar dari para penghuni kantin. Berbeda dengan Junsu yang mengembangkan senyumnya melihat kejadian itu.

" Beeebbbbeeekkkuuuu! Bogoshippooo!"

Greeppp

Namja tinggi itu langsung memeluk Junsu dari samping membuat pekikan nyaring terdengar dari segala penjuru kantin karena melihatnya. Junsu? Masih membatu.

" Apa kabar bebekkuuu?" Ucap Changmin alay dengan hidung digesek - gesekkan pada pipi Junsu

" Eoh? YA!"

Junsu mencoba menghindar dari Changmin dan memukul - mukul lengan Changmin dengan kencang.

" Y-ya! Aish appo! Y-ya!"

" Memangnya aku peduli apa? Kau! Sana tidak usah kembali saja!" Pekik Junsu kemudian pergi dari hadapan Changmin dan berlari menuju pintu kantin

Junsu sebenarnya berlari untuk meredakan detak jantungnya yang menggila. Sedangkan Changmin ingin menyusulnya hanya saja dia ingat harus membantu Lee ahjumma sehingga mengejar - kejar bebeknya nanti saja.

.

Greeppp

Yunho tanpa basa - basi langsung memeluk Jaejoong ketika mereka tiba dibawah pohon maple belakang sekolah. Jaejoong terisak saat dalam perjalanan menuju pohon ini tadi.

" Uljima Joongie ah..." Lirih Yunho mengelus punggung Jaejoong

" Hiks... Aku kira hyung menghilang! huuwwaaa... Dan meninggalkanku! huuuwwaaa..."

" Ani... Ani... aku tidak akan meninggalkanmu... Uljima Joongie"

" Hiks..."

Jaejoong menumpahkan segela kesedihan dan kerinduan yang ditahannya lebih dari seminggu itu. Dia merasa bersyukur dapat bertemu dengan Yunho kembali.

" Hey, kau memegang janjimu selama aku pergi bukan?"

" Hiks? Janji?" Jaejoong mendongakkan kepalanya

" Ne... Kau ingatkan apa yang aku katakan sebelum aku pergi?"

" Hiks... Hyunie mengajak Joongie pergi menonton kemarin, Changsung memberikan coklat untuk Joongie, Seungri sudah beberapa hari ini memberikan bunga lalu... mmhhh!"

Ucapan Jaejoong terhenti karena tina - tiba Yunho membekap mulutnya dengan erat. Tiba - tiba dia merasa gerah mendengar penjelasan Jaejoong!

" Ya! Bukankah kau sudah berjanji?" Tanya Yunho kemudian perlahan menurunkan tangannya yang membekap mulut Jaejoong

" Joongie tidak melirik mereka, mereka saja yang menghampiri Joongie" Ucap Jaejoong polos

" Aish!"

Yunho mengerti maksud dari Jaejoong, yah... walau hanya berdiam diri saja Jaejoong dapat menarik lawan jenisnya dengan mudah. Yunho harus selalu mengingat hal itu.

" Lalu hyung kemana saja?" Tanya Jaejoong setelah dia benar - benat tenang dan mereka saat ini duduk dibawah rindangnya pohon maple

" Hanya pulang kampung?"

" Pesan Joongie tidak dibalas?"

" Mian, sinyal disana sangaaattt buruk. Aku sudah membalasnya namun selalu gagal" Ucap Yunho mencari pembelaan, dia berharap bahwa Jaejoong akan mempercayainya.

" Oh, arraseo" Ucap Jaejoong tanpa pikir panjang

" Lalu apa kau menerima ajakan mereka?"

" Hmm? Aniya, eomma akan marah jika Joongie pulang terlambar" Ucap Jaejoong diikuti sebuah senyuman manis membuat namja bermata musang itu ikut tersenyum melihatnya

" Hah... Aku lega mendengarnya"

" Lega? Wae?" Tanya Jaejoong tidak mengerti

" Karena kau tidak melirik namja ataupun yeoja lain"

" Memangnya kenapa?"

Yunho sungguh gemas dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Jaejoong saat ini. Jaejoong bertanya dengan mencebilkan bibirnya membuat Yunho ingin sekali mencubit bibir itu dengan bibirnya. Eoh?!

' Ide yang bagus' Batin Yunho

Dengan satu sentakan Yunho membuat Jaejoong menatapnya kemudian dia mendekatkan wajahnya dengan cepat sampai...

Sreettt

Jaejoong menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Sedangkan Yunho yang merasa bibirnya menyentuh benda lagi langsung menjauhkan wajahnya dan menatap bingung Jaejoong. Jaejoong melepaskan tangannya dari mulutnya.

" Eomma bilang jangan memberikan lebih jika belum ada kepastian, tapi Joongie tidak tahu kepastian yang seperti apa?"

" Mwo? Eommamu tahu?"

" Ne, Joongie menceritakannya"

" Apa... Apa kau menyebutkan namaku dan perkerjaanku?"

" Hum" Jaejoong mengangguk " Eomma tidak pernah mempermasalahkannya. Hanya saja, eomma bilang kalau hyung bisa saja mempermainkan Joongie?"

" Mwo? Mana mungkin"

Greeppp

Yunho memeluk Jaejoong kembali namun kali ini Jaejoong tidak bisa membalas pelukannya dikarenakan Yunho memeluk tepat di lengannya dengan erat.

" Hy-hyung ah! Ini di sekolah! Bisa gawat kalau ketahuan pihak guru"

" Omo! Mianhae!" Ucap Yunho kemudian langsung melepaskan pelukannya " Lebih baik kita kembali karena sebentar lagi bel berbunyi"

" Ne hyung"

Keduanya berjalan beriringan menuju kantin diiringi desahan kecewa dari para pengintip kejadian barusan, terutama fans dari Jaejoong. Yunho dan Jaejoong berjalan kemudian berpisah kantin. Mereka berjanji akan bertemu lagi nanti pulang sekolah bersama Junsu dan Changmin.

.

Tepat seperti janjinya, Jaejoong membawa Junsu untuk menemui Yunho dengan paksa. Paksa? Ya... Junsu menolak karena pasti akan bertemu dengan dongsaeng Yunho bukan?

Saat mereka bertemu di depan gerbang sekolah, Junsu tampak berlindung dibelakang Jaejoong dan menunduk. Mendatangkan tatapan aneh dari Yunho dan Changmin.

" Bebek ya! Kau kenapa eoh?"

" An... Ani..." Jawab Junsu makin merapat

" Suie waeyo? Kita kan sudah bertemu dengan Yunho hyung dan Changmin hyung. Lalu Suie kenapa? Katanya Suie ingin bertemu denmmfff..."

Ucapan jaejoong terpotong karena Junsu membekap mulut Jaejoong dari belakang.

" Hmmff mmhhh! Hhhffmmm!"

" Ya! Kau mau membunuh Joongie?" Ucap Changmin membuka bekapan tangan junsu dari mulut Jaejoong

Akhirnya Junsu melepaskan bekapannya dan menatap tajam Jaejoong seakan tengah berbicara melalui kontak batin. Jaejoong hanya memandang tak mengerti pada Junsu.

" Sudahlah tidak usah dibahas, kajja... Kita makan" Ucap Yunho

" Eodie hyung?" Tanya Jaejoong

" Ke tempat kita pernah pergi makan"

" Oh, arraseo"

" Eodie?" Tanya Junsu kepo namun Jaejoong hanya menariknya menuju halte bus dekat sekolahnya

Mereka makan dengan lahap diwarung kecil pinggir jalan. Junsu sendiri menghabiskan banyak tteobokki karena dirasa sangat nikmat. Jaejoong memandangi Yunho, sedikitnya sang eomma sudah membekali beberapa nasehat padanya agar tidak terlalu tunduk pada namja seme dan Jaejoong menurutinya walaupun masih sedikit bingung.

Seminggu telah berlalu, kantin sekolah Jaejoong kembali ramai karena duo Jung itu telah kembali dan melayani semua pengunjung dengan baik.

Junsu sendiri seakan melupakan cintanya pada Yoochun karena Changmin terus menyita waktu diotaknya. Dia juga sendiri bingung pada dirinya dan bertanya - tanya kenapa namja tinggi itu bisa begitu menyita waktunya.

Mereka berempat seminggu ini menghabiskan banyak waktunya untuk berjalan - jalan. Walau hanya ditaman atau di warung penjual tteobokki itu sudah lebih dari cukup untuk Jaejoong karena dia bisa berada di dekat Yunho.

Mengingat Yunho membuat pipi Jaejoong memerah kembali. Seminggu ini Yunho bersikap sangat baik dan lembut padanya.

Saat ini Jaejoong tengah membantu Junsu mencari sebuah buku diperpustakaan. Junsu yang mendapat nilai jelek pada pelajaran matematika harus mengulangi ujiannya dan dia membutuhkan buku matematika itu untuk membantunya.

Selesai dari sana, mereka berjalan menuju gerbang sekolah. Ini sudah satu jam setelah bel pulang sekolah berbunyi dan jemputan mereka sudah menunggu.

Sreetttt

" Bukankah itu Yunho hyung?" Bisik Junsu setelah menarik Jaejoong untuk bersembunyi di dekat pohon dihalaman depan sekolahnya

Jaejoong menatap kearah yang ditunjuk oleh Junsu dan melihat Yunho sedang berbicara dengan seorang namja paruh baya berpenampilan resmi.

" Dengan siapa?" Tanya Jaejoong

" Mola..."

Jaejoong dan Junsu terus memperhatikan sampai datanglah Changmin kearah mereka, tak lama Changmin seperti terpekik melihat dua orang namja juga menghampiri mereka.

Deg

Junsu meremas buku yang ada diperlukannya saat melihat Changmin dengan wajah sumringahnya memeluk seorang namja manis dan menggoyangkan pelukannya ke kanan dan ke kiri. Dia merasakan rasa itu lagi, rasa tercubit yang bahkan lebih sakit dari sebelumnya.

" I-itu Cho Kyuhyun bukan?" Tanya Jaejoong tak percaya

" Ne..." Lirih Junsu tidak bersemangat

" Suie ah..." Jaejoong mengelus punggung Junsu, dia tahu apa yang dirasakan Junsu sekarang

" Gwaenchana! Dasar playboy!"

" Kajja kita hampiri!"

" An-"

Jaejoong langsung menarik Junsu untuk mendekat ke arah Yunho dan lainnya. Dia tidak peduli dan dia harus tahu apa yang sedang dibicarakan oleh mereka.

" Yunho hyung" Panggil Jaejoong

" Eoh?" Yunho menoleh dan melihat Jaejoong serta Junsu bergandengan tangan " Joongie wae?"

" An-ani... Joongie baru akan pulang tapi melihat Yunho hyung dan Minnie hyung"

Alis Yunho mengerut tidak suka. Sudah beberapa hari ini Jaejoong memanggil Changmin seperti itu sedangkan padanya tidak. Sungguh, dia juga ingin nama panggilan untuknya! Sedangkan Kyuhyun yang mendengar menahan tawanya saat mendengar panggilan itu, panggilan yang sama saat sang kekasih memanggil Changmin.

" Oh, arasseo. Kau sudah dijemput?" Tanya Yunho

" Ne hyung, jemputan Joongie sudah menunggu"

" Ya sudah hati - hati ne?"

" Hum" Jaejoong mengangguk kemudian melirik Junsu yang sedang menampakkan wajah menyeramkannya pada namja dihadapannya

Changmin seolah - olah tidak peduli bahwa ada Junsu didepannya dan dia terus memeluk namja manis itu dari belakang dengan erat.

Sreettt

Junsu menarik lengan Changmin sampai pelukan itu terlepas dan menatap tajam Changmin.

" Mwo?" Tanya Changmin dengan wajah polosnya

Duughhhh

" Dasar playboy!"

Tap

Tap

Tap

Tap

Tap

" AAAAKKKHHHH! Aset masa depanku!"

Para penonton hanya bisa membulatkan matanya saat Junsu berlari meninggalkan Changmin yang sebelumnya sudah ditendang selangkangannya. Daebakk! Changmin melompat - lompat kecil sembari memegangi 'aset'nya itu.

" Y-ya Suie tunggu Joongie!" Jaejoong panik saat Junsu pergi meninggalkannya " An-annyeong hy-hyungdeul" Pamit Jaejoong kemudian pergi menyusul Junsu

" Rasakan!" Ucap Kyuhyun

" Apppooohhh! Aaakkhhh..."

" Minnie gwaenchana? Minnie?"

" Biarkan saja Ming! Biar tahu rasa! Hahahahaa"

Yunho menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang adik namun tak lama dia tersenyum, mungkin ini hukuman untuk adiknya yang dulu sering mempermainkan yeoja?

" Bukankah itu anak dari Tuan Kim Hangeng"

Ucapan itu membuat Yunho menoleh dan tidak menghiraukan apa yang terjadi pada Changmin, Kyuhyun dan Sungmin yang masih heboh di depannya. Dia menatap tidak mengerti pada Kang ahjusshi.

" Siapa Kim Hangeng?"

" Dia adalah teman kulian appa tuan yang baru bertemu lagi beberapa bulan yang lalu. Mereka bahkan sedang bekerja sama untuk perusahaan. Kim Hangeng merupakan orang yang jujur dan baik, dia membantu appa anda dalam perusahaan bermasalah akhir - akhir ini"

" Oh... Lalu bagaimana ahjusshi mengenal Jaejoong?"

" Beberapa kali Tuan Kim menceritakannya dan menunjukkan foto anaknya itu"

" Jinjja?" Yunho menaikkan sebelah alisnya sembari memandang ke arah halaman sekolah yang sudah sepi itu

.

" Suie kenapa kau menendang Changmin hyung seperti tadi?!" Tanya Jaejoong

" Aku sebal!" Ujar Junsu mengerucutkan bibirnya

" Aigo... Kasihan Changmin hyung"

" Ya! Berhenti menyebut nama namja tiang menyebalkan itu!"

" Ckckckckck"

.

.

Jaejoong berjalan santai menuju halaman sekolahnya. Dia dan Yunho akan berjalan - jalan pulang sekolah ini. Namun langkah Jaejoong terhenti melihat pemandangan di depannya. Di depan gerbang itu, seorang yeoja tengah berbicara dengan Yunho. Terlihat sekali kalau mereka membicarakan hal serius jika melihat dari raut wajah mereka.

" Joongie kau masih disini?"

Jaejoong menoleh dan melihat Junsu sudah berdiri disampingnya. Dia memang tidak berjalan bersama Junsu saat keluar dari kelasnya tadi.

" Hum! Lihat itu"

Jika kemarin Jaejoong yang melihat kearah yang ditunjuk Junsu kali ini sebaliknya, Junsu melihat arah yang ditunjuk oleh Jaejoong.

" Omo? Yunho hyung?"

" Ne, itu yeoja yang aku ceritakan Su. Dia Go Ahra"

" M-mwo? Aku pernah melihatnya... Dimana ya?" Ucap Junsu sembari mengingat - ingat " Ah! Dia anak pengusaha Go! Appaku beberapa kali menghadiri pesta yang menurutku hanya buang - buang uang saja yang diadakan keluarganya!"

" Bagaimana bisa Yunho hyung kenal dengannya kalau begitu?"

" Hmm... Jangan - jangan benar kalau mereka memang juru masak di tempat Kyuhyun dan yeoja itu Joongie ah"

" Masa sih?"

Greeppp

Keduanya membulatkan mata saat melihat Ahra memeluk Yunho. Jaejoong kemudian menggeram, dia tidak menyukai jika Yunho disentuh bahkan dipeluk oleh yang lain. Posesif eoh?

Tap

Tap

Tap

" Ya! Joongie tunggu aku!" Pekik Junsu merasa ditinggalkan

" Yunho hyung!"

Sreettt

" Jo-joongie"

" Kajja!"

" Ne!" Yunho tersenyum lembut pada Jaejoong kemudian memandang Ahra dengan wajah datarnya " Annyeong Ahra sshi" Lanjutnya kemudian menarik Jaejoong dari hadapan Ahra

" Hyung tunggu! Suie kajja!"

" O-oh ne!"

" Yu-yun!"

Yunho tetap melanjutkan langkahnya dan mereka pun berhenti tepat disebuah halte. Junsu berdiri disamping Jaejoong dan mencoba mengais udara karena dia merasa sesak saat mengejar Jaejoong dan Yunho.

" Oh, Suie mianhae?" Ucap Yunho merasa bersalah

" An-aniya hyung. Aku juga menunggu jemputan kok! Tenang saja"

" Mianhae ne?"

" Gwaenchana, jemputanku sebentar lagi sampai kok"

" Oh, oke!"

" Hyung, Minnie hyung kemana? Kenapa hari ini tidak ada?" Tanya Jaejoong ingin tahu

Hari ini memang Jaejoong tidak melihat Changmin di kantin. Entah pergi kemana namja tinggi itu.

" Hmmm..." Yunho mengerutkan keningnya, mencari satu alasan agar sang adik bisa dia kerjai lagi " Minnie sakit"

" Mwo?!" Junsu menoleh dan menatap khawatir pada Yunho

" Ne, insiden kemarin membuatnya susah berjalan dan dia hanya bisa berbaring"

Junsu yang mendengarnya menggigit bibir bawahnya.

' Ba-bagaimana ini? Ap-apa semua salahku? Omona! Ta-tapi ini bu-bukan salahku! Ne! Bukan salahku!' Batin Junsu menggalau

" Su, itu jemputanmu tiba"

Suara Jaejoong membuyarkan ocehan kebatinan Junsu. Junsu segera menoleh dan melihat mobil sedan milik keluarganya berhenti tepat didepannya.

" Aku pulang dulu. Annyeong hyung, annyeong Joongie" pamit Junsu terburu - buru kemudian masuk kedalam mobil tanpa mendengar jawaban Jaejoong dan Yunho.

Junsu menghela nafasnya berkali - kali. Kalimat terakhir yang Yunho ucapkan sukses membuat dirinya melamun gaje dimobil.

' Bagaimana kalau nanti dia lumpuh seumur hidup? Bagaimana jika dia tidak bisa menikah karenaku? Bagaimana kalau dia tidak bisa memiliki anak karena asetnya aku tendang seperti itu? Bagaimana kalau dia membalas dendam dan melakukan hal sama padaku? Annnddwwweee~~' Batin Junsu kemudian dia menggeleng - gelengkan kepalanya dan memegangi selangkangannya

" Tuan, anda baik - baik saja?" Tanya sang supir yang melihat gelagat aneh anak majikannya, dia bahkan menghentikan mobil hanya untuk memeriksa keadaan majikannya itu

" Eh?" Junsu membenarkan duduknya " Gwaenchana ahjusshi"

Sang supir hanya mengangguk mengerti dan melanjutkan perjalanan mereka. Junsu kembali memandang pemandangan yang ada diluar kaca jendelanya.

' Ap-apa segitu sakitnya sampai tidak bisa berjalan? Bagaimana jika benar terjadi sesuatu?'

Junsu mengepalkan tangannya dan meremas seragamnya. Ugh... Dia benci keadaan ini!

' Ottoke?'

" Ah-ahjushi..." Panggil Junsu pelan

" Nde?"

" Aku..."

.

.

Yunho menghela nafasnya saat melihat mobil sedan itu menjauh, sepertinya rencananya gagal?

" Benar Minnie hyung sakit?"

" Eh? Hanya sedikit. Jja... Kau ingin kemana hari ini?" Tanya Yunho mencoba mengalihkan pembicaraan

" Hm... Joongie ingin jalan - jalan saja hyung"

" Hanya jalan - jalan?"

" Ne, ke taman saja juga boleh kok"

" Ok!"

Yunho mengangguk, dia senang sekali dengan kelakuan Jaejoong yang merendah dan menyukai alam dari pada tempat mahal.

Mereka saat ini sedang beristirahat dengan duduk di bangku taman. Jaejoong sesekali mencuri pandang kearah Yunho karena sebenarnya dia ingin menanyakan sesuatu.

" Ada apa? Kenapa terus mencuri pandang seperti itu?"

Blush

Rasanya Jaejoong malu setengah mati ketahuan seperti itu!

" Wae?" Tanya Yunho

" Ng... Itu..." Jaejoong meremas ujung seragamnya

" Ne?" Yunho menahan senyumnya melihat kelakuan Jaejoong yang terlihat sangat menggemaskan itu

" Bisakah hyung memintakan tanda tangan Kyuhyun sshi? Joongie menyukainya"

" Mwo? Kau menyukainya?"

" Ne! Dia tampan, tinggi, stylish dan manly namun kadang dia bisa terlihat lembut dan baik"

" Lalu... Bagaimana denganku?"

" Eoh?" Jaejoong menolehkan wajahnya dan melihat Yunho menatapnya dalam

" Aku tinggi bukan?"

Jaejoong mengangguk

" Aku manly?"

Jaejoong kembali mengangguk

" Aku baik dan lembut?"

Jaejoong pun mengangguk

" Aku... Bolehkan aku percaya diri menyebutku tampan?"

Jaejoong mengangguk

" Jadi kau... Menyukaiku?"

" Jo-joongie..."

.

.

.

Tok tok tok

Tok tok tok

" Aish! Aku tidak usah kesini saja tadi dan membawakan banyak makanan!"

Tok tok tok

Tok to-

" Chankaman!"

" Eoh? Suara siapa itu?"

Junsu mengernyitkan keningnya mendengar sebuah suara lembut menjawab ketukan pintu flat Yunho. Eoh? Sedang apa dia disana? Junsu sendiri pun bingung kenapa dia bisa disana membawa dua kantung plastik penuh dengan makanan.

Ceklek

Dada Junsu mencelos saat melihat siapa yang membuka pintu, dia adalah namja manis yang kemarin dipeluk dengan riang oleh Changmin.

" Eoh? Kau yang kemarin kan?" Tanya namja manis bernama Sungmin itu

" N-ne..."

" Masuklah" Ucap Sungmin kemudian memberikan jalan untuk Junsu

" Ka-kamsahamnida. Aku hanya ingin menyerahkan i-"

" Siapa?"

Junsu kembali membulatkan matanya melihat sesosok yang datang menghampiri mereka.

" K-ky-kyu-kyuhyun sshi" Ucap Junsu gugup

" Ah, kau namjachingu tiang ne? Masuklah, kau itu hmmm..." Kyuhyun menaruh jari telunjuknya didagu " Junsu, Kim Junsu bukan?"

" Ah, y-ye"

" Masuklah"

" Tap-tapi..."

" Seperti yang dikatakan Kyunie, masuklah..."

Sungmin memegang tangan Junsu dan menariknya masuk. Kyuhyun ikut tersenyum ramah kemudian membantu Junsu membawakan belanjaannya. Sungmin menggiring Junsu menuju ruang tengah disana seorang namja duduk membelakanginya dibawah sofa sembari bermain playstation.

" Siapa sih yang mengganggu? Sungminnie hyung! Suapi aku lagi" Ucap Changmin tanpa menoleh

' Tidak terdengar sakit kok!' Batin Junsu dengan kening berkerut

" Ya! Bagaimana Ming menyuapimu didepan namjachingumu eoh?" Tanya Kyuhyun iritasi

" Namjachingu? Nugu? Yang mana?"

" Memang kau punya berapa?" Tanya Sungmin

" Hanya Sungminnie hyung kok hahahaha" Ucap Changmin dengan nada riangnya

Degh

Perasaan sakit itu datang lagi. Junsu menatap Changmin berkaca - kaca, entah kenapa dia merasa kesal dan sebal mendengar pernyataan Changmin barusan.

" Ng... Ming? Rasanya kita harus pergi dari sini?" Ucap Kyuhyun saat merasa ada hawa gelap disampingnya

" Ne!"

" Mwo? Kalian mau pulang?" Tanya Changmin masih belum mau menoleh

" Ne, kami pulang!" Ucap Kyuhyun kemudian menaruh asal plastik yang dibawanya dan menarik Sungmin dari sana

Puk

" Jangan salah paham ne?" Bisik Sungmin sebelum akhirnya pergi dari sana

Sreettt

Terlihat Changmin menyadarkan tubuhnya pada bawah sofa sembari terus memainkan game-nya itu.

" Sepinya... Kenapa Sungminnie-ku harus ikut dia jugaaaa! aaakkhhh..." Pekik Changmin

" Hiks..."

" Eh? Aku mendengarkan suara isakan? Ti-tidak ada hantu disinikan?" Ucap Changmin kembali duduk tegap

" Hiks.. Hiks.."

" O-omo! Hyung tidak bilang rumah ini berhantu! Jinjja!" Kali ini Changmin memeluk tubuhnya sendiri dan membiarkan game didepannya terbengkalai. Dia mengelus - elus lengannya sendiri

" Huwwwaaa!"

" Omo!"

Changmin langsung bangkit dan menoleh kebelakang dan melihat Junsu menatapnya dengan airmata mengalir deras.

" Be-bebek?" Ucap Changmin memastikan

" Huuuwwwaaaaa!"

" K-kau kenapa?"

Junsu menatap tajam Changmin kemudian berjalan dengan menghentakkan kakinya menuju Changmin, Changmin yang merasa dalam bahaya mundur beberapa langkah namun...

Srrettt

Bruukkk

" A-aaakkhh..." Changmin mengusap kepala belakangnya yang terbentur lantai karena Junsu mendorongnya hingga terjatuh

Ingin rasanya dia berteriak namun dia menahannya karena melihat Junsu yang duduk diatas perutnya mencengkeram erat kaos yang dia gunakan serta airmatanya yang mengalir deras membuat Changmin bungkam.

" Nappuenn! Dasar tiang playboy! Huwaa! Aku membencimu!"

Junsu memukul - mukul dada Changmin dengan brutal sembari memakinya dengan semangat.

" Ya! Bebek appo! Ya!" Changmin berhasil memegangi kedua tangan Junsu dan menaruhnya di atas dadanya

" Hiks... lepas! Aku hiks... mau pulang!"

" Ya?! Kau kenapa eoh? Aku sakit tahu?! Kemarin kau menendang masa depanku, tadi kau membuat kepalaku terbentur! Sekarang kau menangis dan memukuliku, Aish! Apa maumu sih?!"

" Hiks! Kenapa membentakku?!"

Changmin langsung melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Junsu dan menutup telinganya.

" Kau kira kau siapa eoh?! Kau datang dan berteriak bebek bebek bebek! Menggangguku, mengklaimku milikmu, memelukku, menyentuhku sesuka hatimu! Dan kau! Kemarin memeluk namja lain, menyuapimu bahkan menyebutnya milikmu!" Pekik Junsu kesal

" Eoh?"

Changmin menatap tak percaya namja yang sekarang sedang mengusap wajahnya dengan kasar kemudian senyumnya mengembang.

" Wae? Cemburu?"

" Hiks mana mungkin!" Elak Junsu

Sreett

Changmin menarik tangan Junsu dan membuat Junsu berbaring di atasnya, biarlah hyungnya nanti melihat seperti ini. Dia akan mencari alasan nanti, yang penting sekarang adalah menenangkan bebeknya dulu.

" Hey, Sungmin hyung itu sudah aku anggap hyungku. Hanya dia yang bisa memanjakanku" Jelas Changmin lembut

" Bohong..."

" Kenapa aku harus bohong? Dia... adalah tunangan dari Kyuhyun..."

" M-mwo?" Junsu langsung mendongak dan menatap langsung Changmin

" Sepertinya kau salah paham?"

Blush

Wajah Junsu merona dan menyembunyikannya di dada Changmin.

" Kau lucu sekali sih?!" Ucap Changmin mengusap gemas puncak kepala Junsu

" Ha-habis kau terlihat mesra dengannya"

Changmin tersenyum kemudian mencoba sekuat tenaga untuk banun dan duduk dengan Junsu masih menempel padanya.

" Hyungku orang yang sangat manly sehingga aku jarang bisa bermanja padanya. Jika dengan Sungmin hyung aku bisa manja sepuas hatiku" Ucap Changmin mengelus punggung Junsu agar lebih tenang

" Ughh.." Junsu makin menyembunyikan wajahnya pada dada Changmin

" Aigo... Hey..." Changmin mencoba menjauhkan wajah Junsu dan membuatnya menatap wajahnya

" M-mwo?"

" Kau menyukaiku?"

" E-eh?"

" Jawablah dengan jujur, aku lelah dengan semua kebohongan dan kepalsuan dalam hidupku"

Glup

Junsu dengan susah payah dan menatap gugup mata Changmin. Haruskah dia menjawab pertanyaan Changmin?

" Ak-aku..."

" Jawablah"

Junsu terdiam kemudian mengangguk perlahan. Changmin tersenyum puas mendengarnya kemudian mengelus kembali rambut Junsu.

" Hanya saja..." Junsu menggantungkan ucapannya membuat Changmin menghentikan kegiatannya " Aku masih memikirkan... nya..."

" Benarkah?"

Junsu mengangguk.

" Aku tidak memaksa kau untuk melupakannya kok"

" Lalu... Apa kau menyukaiku?"

" Eoh?" Changmin menatap Junsu kemudian tersenyum " Aku tidak bisa mengatakannya dalam keadaan seperti ini"

Junsu mendesah kecewa. Apa rasa sukanya hanya akan bertepuk sebelah tangan lagi?

' Tunggu? Dia bilang apa? Keadaan?'

Junsu menurunkan kepalanya dan menatap bagian bawah tubuh Changmin. Terlihat biasa kok, apa masih sakit?

" Keadaan? Maksudmu ini?" Tanya Junsu ragu menunjuk ke arah selangkangan Changmin

" Mwo? Aigo... Hey... Kau tahu posisi kita ini sangat berbahaya? Atau kau sengaja menggodaku?" Ucap Changmin mengeluarkan seringaiannya

" M-mwo? Ya! Pervert!"

Plakkk

Dengan nistanya Junsu memukul daerah privat Changmin sehingga dia kembali memekik sakit.

" Apoo! Ya! Yang kemarin saja masih sakit! Aw! Awas, awas turun dari pangkuanku! Aww!" Changmin kelabakan dengan rasa sakit yang dideritanya

" E-eh? Mian! Sakit sekali? Mian!" Ucap Junsu dengan nistanya mengelus bagian itu

" Nghh.. Y-ya! Apa yang kau lakukan?!" Ucap Changmin horor

" Mianhae! Aku tidak sengaja! Apa masih sakit?" Tanya Junsu tetap mengelus daerah itu

" Nghh! Aaahh~ Ya! Sudah" Changmin menangkap tangan Junsu yang berkeliaran dan menatapnya tajam

" Tapi, tadi rasanya membengkak! Biar aku obati omona..."

" Hey! Gwaenchana, aku tidak apa - apa. Kalau kau mengelusnya kau akan memperburuk keadaan"

" Jadi? Aku hanya hal buruk untukmu?" Ucap Junsu memandang Changmin dengan berkaca - kaca

" Y-ya!" Changmin menarik Junsu mendekat kearahnya, persetan dengan bagian selatannya yang bangun itu " Baik, kau boleh membantu mengurangi sakitnya!"

" Jinjja?"

" Tentu karena kau yang memaksa"

" Lalu aku harus apa?"

Changmin memunculkan seringaian mengerikan miliknya dan, biarkan hanya Changmin dan Cho yang tahu apa yang dilakukan mereka berdua...

.

.

Yunho memeluk erat namja yang ada di depannya. Dia senang sekali dengan jawaban yang diberikan oleh Jaejoong tadi. Jaejoong menganggukkan kepalanya dan mengakui bahwa dirinya menyukai Yunho. Ah... Tidak ada yang lebih membahagiakan dari itu semua.

Hanya saja, ada satu hal yang memang harus diselesaikan oleh Yunho sebelum dia mengatakan isi hatinya.

" H-hyuung.. Sessaakkhh"

" Mianhae! Aku terlalu senang kau menyukaiku" Ucap Yunho kemudian melepaskan pelukannya

" Tapi, apa hyung juga merasakan hal yang sama dengan Joongie?"

Yunho menatap dalam mata Jaejoong yang juga tengah menatapnya. Dia benar - benar menyukai mata besar milik Jaejoong yang terlihat sangat bersih itu. Perlahan dia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam, dia membukanya dan menarik tangan kiri Jaejoong.

Dia pun memakaikan apa yang ada dalam kotak kecil berwarna hitam itu. Sebuah cincin berwarna putih dengan satu permata menghias di tengah cincin.

" Apa ini hyung?" Tanya Jaejoong

" Aku memberikan ini agar kau tidak dimiliki siapapun. Otte?"

" Bagus, sederhana. Aku menyukainya"

" Jagalah dirimu sampai aku kembali untuk menjemputmu"

" Maksud hyung? Hyung akan pergi?"

" Hmmm... Bisa dibilang begitu. Hanya sementara dan aku akan kembali untukmu"

" Akankah lama?"

" Aku tidak tahu berapa lama, hanya saja... Pastikan dirimu tidak macam - macam selama aku tidak disisimu"

" Hyung, wae? Apa hyung ada masalah?"

" Siapa yang tidak memiliki masalah dalam hidupnya? Aku pergi untuk menyelesaikannya agar aku tenang nantinya. Ingat itu ne?" Yunho tersenyum diujung kalimatnya

" Arasseo hyung, Joongie akan menunggu hyung. Lalu, cincin itu apa hyung akan memakainya?" Tanya Jaejoong menunjuk cincin yang masih ada di dalam kotak hitam itu

" Ne"

" Biar Joongie pakaikan" Ucap jaejoong kemudian mengambil cincin itu dan memakaikannya pada jari manis sebelah kiri Yunho

" Nah, cincin kita sama"

" Hum" Jaejoong mengangguk semangat " Joongie suka!"

Yunho terkekeh melihat ekspresi Jaejoong sampai tanpa sadar keduanya saling pandang dan seolah keduanya hanyut dalam tatapan itu. Tangan Yunho perlahan naik dan mengelus pipi Jaejoong. Jaejoong memejamkan matanya dan menikmati bagaimana sentuhan tangan besar Yunho pada wajahnya.

Jantung Yunho bergetar hebat melihat Jaejoong seperti ini, dia sangat menyukai apa yang ada pada namja cantik di depannya ini. Tangannya perlahan turun menuju bibir Jaejoong dan mengelus bibir bagian bawahnya. Dengan pelan ibu jarinya masuk kedalam bibir Jaejoong dan merasakan kehangatan disana.

" Eungghhh..."

Suara itu membuat Yunho menggila, dia tidak bisa tahan jika seperti ini terus.

" Bo-bolehkah aku menciummu?" Lirih Yunho tepat didepan bibir Jaejoong setelah melepaskan tangannya dari wajah Jaejoong

Jaejoong membuka matanya dan dia terpaku saat mendapati mata musang itu menatapnya penuh kelembutan.

" Hyung..."

" Boleh?"

Jaejoong menatap Yunho dengan mata polosnya perlahan di menutup matanya dan mengangguk pelan. Seketika itu Yunho mendekat dan langsung meraup bibir yang lebih mungil darinya itu.

Menyesap, menjilat dan mengulumnya itu adalah yang terus dilakukan Yunho. Dia terus melakukannya sampai tak disangka bibir Jaejoong ikut membalas semua perbuatannya dan hal itu membuat Yunho tersenyum senang dalam ciumannya itu.

" Tunggu aku ne?"

.

.

.

- SATU MINGGU KEMUDIAN -

.

Jaejoong dan Junsu sedang berada di dalam mobil jemputannya. Junsu akan mengunjungi rumah Jaejoong hari ini untuk bermain.

Jaejoong menatap keluar jendela sembari memutar - mutar cincin yang ada di jari manis sebelah kirinya. Satu hari setelahnya Yunho tidak datang ke kantin, pulang sekolahnya Jaejoong dan Junsu pergi ke flat Yunho namun dia mendapati flat itu terkunci dari luar.

Menurut penjaga keamanan disana, Yunho dan Changmin pindah sejak pagi harinya. Junsu mendesah kecewa saat itu, dia tidak tahu kalau Changmin akan pergi bersama Yunho.

Tangan Jaejoong merambat naik menuju bawah tulang selangkanya (dekat leher). Disana, ada sebuah tanda yang diberikan Yunho. Tanda berwarna merah yang jika diingat membuat malu Jaejoong. Tanda itu baru memudar tadi pagi. Gosh... Jaejoong malu jika mengingat hal itu!

Sedangkan Junsu pun memandang keluar jendela hanya saja pemikirannya jauh kemana - mana. Sejak Jaejoong bercerita bahwa Yunho akan pergi sementara waktu ini, dia menggeram kesal.

Kesal? Tentu! Pasalnya dia tahu apa yang dilakukan Changmin padanya. Sampai di rumah dia langsung mengeluarkan sumpah serapahnya mengingat hari itu. Dia langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci mulutnya berulang kali sampai dia merasa bersih.

Jika tahu apa yang disuruh Changmin adalah 'hal' itu! Dia tidak akan mau! Dia tahu hal itu tak sengaja saat sepupunya Eunhyuk menonton sebuah video, video yadong tepatnya. Dan Junsu yang baru saja pulang sekolah itu langsung mual.

' Jerapah sialan! Setelah mengambil keperawanan mulutku kau menghilang eoh? Bagus! Nantikan saja balas dendam dariku nanti!' Batin Junsu mendendam

Tapi kadang ada rasa rindu terselip pada setiap umpatan yang ditujukan Junsu pada Changmin namun namja imut itu mempertahankan egonya.

Jaejoong merasa sepi seminggu ini, dia bahkan tidak bisa menghubungi Yunho karena nomor Yunho tidak aktif. Rasanya ada yang kurang saat menjalani kehidupannya tanpa Yunho yang sudah berhasil masuk ke dalam hatinya itu.

" Hah..." Jaejoong dan Junsu menghela nafasnya bersamaan tanpa saling tatap

' Jerapah sialan'

' Joongie rindu beruang Joongie'

.

" Joongie pulaaaanngg!"

" Ahjummaaa!"

Tap

Tap

Tap

" Kau sudah pulang Joongie? Oh suie annyeong! Masuklah"

Jaejoong dan Junsu mengecup pipi Mrs. Kim kemudian berjalan masuk. Rencananya, mereka akan langsung menuju kamar Jaejoong namun langkah mereka terhenti saat mendengar isakan disofa ruang tengah.

Jaejoong dan Junsu menoleh, Yoochun tengah berbaring dengan menutup wajahnya dengan lengannya dan terdengar isakan dari mulut namja itu.

" Chunnie hyung wae?" Tanya Jaejoong namun Yoochun tetap diam

Tak lama Mrs. Kim datang dan menggiring mereka berdua menuju kamar Jaejoong dan menutup kamar itu.

" Chunnie hyung wae eomma?" Tanya Jaejoong

" Itu..." Ucap Mrs. Kim terdengar sendu

" Ne?" Jaejoong dan Junsu menatap penuh harap pada Mrs. Kim itu

" Eun Hye... Tadi pagi menelepon. Dia... Dia...Membatalkan pesanan gaunnya dan ternyata tadi malam dia membatalkan pernikahannya secara sepihak dengan Yoochun" Ucap Mrs. Kim sendu

" MWO?!"

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Annyeooonngggiiieeee~~

Ada yang kangen Cho? Ga ada? T,T

Pertama, mian karena telat. Karena Cho punya ponakan baru, jd na Cho menelantarkan ff yang ini yang seharusnya di update sehari setelah ff Yunho cupu. Mian #bow

Kedua, hmm... Lagi nge tren si 'penebar kebencian' ya? sorry Cho pake nama itu, setiap ada ff ada aja dia. Dia... orang yang komen tapi ga bs menghargai org lain, alias Bash.

Cho sebagai reader sedikit kecewa sama org yang yang komen tapi kyk gt, cuma bisa jelek"in tanpa ada saran membangun. Omona... ga pegang kaca kali itu org ya?

Hmm... Cho pasti kecewa tapi... mungkin org itu ga ada kerjaan, apa lg cm berani pake nama Guest bwt komen, buat Cho dia terlalu cemen bin pengecut. Kkkk.. Cho dpt tu komen dari dy, rasa na waw bingitss! Pengen ketawa ngakak, dasar bocah lempar batu sembunyi dibelakang tante Ahra. Komenan dy ga ngaruh kok buat ff yang Cho buat. #gomawo ^^

.

Special Thanks :

.

tyas1412, GOMCHI46, Rly. C. JaeKyu, Boo Bear Love Chwang, quinnee, yoon HyunWoon, Anik0405, ditstysandra, kimura. shiba, JonginDO, misschokyulate2, farla23, diahmiftachulningtyas, Yunjae Heart (minsu? Kkkk... blm smw keluar), Lee minji elf, littlecupcake noona (yoosu? Minsu? Siapa yaaa), cindyshim07 (cheonma ^^), Dennis Park, manize83 (sabar ne.. biarkan cho bahagia sama bang mimin #pllaaakkkk), alby, shipper89, miu. sara (sabar ne?),

Jung Jaehyun, akiramia44 (kabar? Huuwweee...kkkk... couple udh di tetapin, nado hwaiting!), xing mae30, birin. rin, joongmax, 909596 (aw.. thanks ^^, nononono u can't hate Yunho, he is so adorable kkkkk. be patient for the next chap ok? Hahahaha), Dewi15, danatebh (menurut Cho? Awalnya sih rasanya menderita tapi, coba pikir ke depan aja. Dia pasti harus nikah dan punya keturunan ga harus terus nurutin qt kan? Mungkin bang Mimin suju itu marah karena Cho selingkuh sama Bang Mimin dongbang kkkkkk), para Guest, follower dan yang udah fav ff Cho. Gomawo #bow

.

Ga ada lagi yang Cho mau sampein, cukup sekian update an Cho. Kalo ada salah dan banyak typos, mianhae #bow

Jja, see u next chap

Chhhhuuuu~~

Karena Cho telat update, Cho update in satuuuu ff lagi, yang mana?