Kodomo….?

Pairing : MuraAka forevahh- ,disini ada slight!AoAka ohok-

Fandom : Kuroko no Basuke

Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

Kodomo…? Arisa Katsushika a.k.a Sparkling Starry Night

Shinju Misaki a.k.a Hibari Misaki Cavallone

Genre : Humor ,Supernatural dikit-dikit ,Romance seupil

Rate : Kayaknya T-T+ deh ,author masih innocent O3O /booongbanget

Warning : ada OC…tapi gak ngeganggu pairing :v ,judul ama isi tak berkesinambungan(?) ,banyak typo(s) ,OOC ,aneh ,nyinggung M-Preg ,OCAnak!MuraAka ,author baru plus ni ff pertama ,shou-ai pasti nyempil dimana-mana dia bisa(?) ,author banyak bacotnya

Ini ff pertama Riri berkaloborasi dengan Misaki *Hibari Misaki Cavallone*...terus yang OC Misaki ,Riri pinjem dari temen :v

"…" (Bicara biasa)

"…" (Bicara dalam hati)

Summary : Gara-gara kebodohan seorang Kise Ryouta dan sikap asalnya Murasakibara yang asal membaca mantra dari buku yang dibawa Kise ,telah membawa dua anak perempuan kembar dari masa depan yang sangat mirip dengan…


…Di jalan menuju rumah—mansion—Akashi…

Setelah pembagian tugas itu selesai . Misaki dan Arisa pun pulang, tapi bukan pulang ke rumah Momoi atau panti asuhan ya . Mereka pergi kerumah Okaa-san—Ohok—nya , mereka pun tidak pulang sendiri kayak anak ilang kok . Mereka pulangnya bersama Akashi yang daritadi pasang muka datar tapi dibubuhi seringai setan yang terselubung ,dan Aomine yang anehnya akhir-akhir ini kaya punya sixth sense gitu ,tahu bahwa berduaan dengan Akashi akan membuat hidupnya sial . Lah pasti sial lah ,disamping dia pasti akan dihukum Akashi terus-terusan karena masih dendam ama dia ,Aomine juga pasti diincer Murasakibara yang ehemCemburuehem padanya . Walau Murasakibara dan Akashi belum jadian ,entah kenapa Murasakibara bisa cemburu ,Author juga gak tahu *digeplak .

" Ah…fukou da ,diburu setan cebol kalau gini gue . Terus salah apa coba gua ama si Titan ungu ampe dia tiba-tiba natep gua penuh nafsu membunuh gitu ? Perasaan gua gak pernah dah nyuri makanan nya ,pernah sih sekali gua curi makanan dia . Eh tapi itu pas gua laper banget tau ! " Batin Aomine galau . Mana berani-berani curcol juga ,ngabisin kertas tau curhat di ff author ! *Author dibejek Mine .

" Ada apa Daiki ? Muka mu kok kusut gitu ? Apa hukuman ku tadi kurang ? Aku baru tahu kau itu masokis Daiki… " Kata Akashi wartados dengan muka nyebelin(?) . Lah yang buat AoKise maso(?) kan dia . Wait…kapan AoKise suka kalau disiksa gitu ? Au ah gelap—

" Kagak lah ! Badan gua masih sakit tahu ! Ngapa gak sekalian lu kubur gua aja kalo lu mau nyiksa lagi ? Sakit tahu ! Harusnya lu berterima kasih ama gue ,karena berkat gue lu jadi bisa deket(?) ama Murasakibara ! Terus tugas gua jadi beres deh ." Aomine ngomong dengan penuh emosi , liat tuh badan dia masih ancur sebelah(?) masa mau diancurin lagi ? Dan sekali lagi si item numpang curcol harian(?) di FF saya…

Dan sekali lagi Akashi ngeblush karena dengan bego nya si Aomine nyebut-nyebut kejadian tadi siang ,dan nafsu Akashi untuk membunuh pun semakin berkobar lagi . " Daiki…sepertinya kau itu Masokis ya…karena kau Maso ,dengan senang hati aku akan menyiksa mu kok…" Kata Akashi yang sudah mengeluarkan guntingnya . Dan Aomine yang mencoba mengelak dengan mati-matian karena ternyata kecepatan Akashi menusuk gunting itu patut diacungi jempol .

" Ne…Kaa-san ,Aomine-jiisan ,kita kapan sampai ya ? Misaki sudah lapar dan kaki Misaki sudah sakit…bahkan Nee-chan sudah kedunia lain(?) loh ,apakah masih jauh ? " Kata Misaki dengan suara lemah ,mana dia sudah lapar dan kaki nya sangat lelah pula . Misaki sempat ragu ,apakah Kaa-san nya itu benar dari keluarga kaya apa bukan ,kok naek angkot(?) aja gak bisa . Mana kakaknya Arisa jalannya sudah linglung ,biasa..Jika Arisa sudah sangat lelah ,jiwanya seperti terambil ke suatu tempat dan berjalan seperti tidak ada nyawanya .

" Ah iya ,sudah sampai kok dirumah ku . Apa kalian tidak lihat mansion itu ? Itu rumah ku…" Jawab Akashi kembali sok cool ,menunjuk mansion sekitar 5 langkah dari mereka berdiri .Dengan dua penjaga berbadan besar menjaga pintu gerbang yang menjulang tinggi disana . /Author gak tau rumah Akashi kaya gimana

" Seijuuro-sama ,anda sudah pulang . Dan maaf ,anda membawa siapa dibelakang anda ? Apakah itu teman anda ? " Kata Penjaga yang pertama menunjuk pada 1 makhluk item-item tinggi dan dua makhluk-makhluk unyu tapi abnormal yang daritadi pada masang tampang males idup .

" Ah iya ,kedua orang itu adalah sepupu jauh ku dan satu pemuda tinggi disana adalah pesuruh(?) ku ,malam ini mereka akan menginap disini ,Hisuke-san ." Kata Akashi sopan ,ingat kan attitude di keluarga Akashi ? Harus sopan walau ke bawahan sekalipun . Tapi itu kecuali untuk bawahannya di basket sih .

" Sialan Akashi…muka model(?) kayak gua masa disamain ama pesuruh ? Kalau gara-gara dia gak bawa gunting ,dah gua kerjain dah dia dari dulu ." Batin Aomine gak terima dengan perkataan Akashi . Terima aja lah Min(?) ,muka lu sih emang bukan pesuruh . Tapi muka kuli yang tepat . /eh


…Di Mansion…

Setelah sampai di rumah Akashi . Dengan segera Akashi mengganti baju seragam nya dengan kinagashi berwarna merah marun yang biasa dia pakai ,Aomine berganti pakaian dengan pakaian kuli(?) ,bukan karena dia gak dikasih pinjem kinagashi ama Akashi—emang gak bakal dikasih pinjem juga—ato apa ,tapi ya cuman baju kuli yang pante—eh muat buat dia . Dan Arisa dan Misaki yang belum berganti pakaian karena mereka kebetulan gak bawa baju ganti sama sekali ,mereka dari pas kesasar(?) ke masa ini memang gak pernah ganti baju .

" Kalian berdua ,apa kalian belum pernah ganti baju ? Kenapa baju kalian selalu sama setiap harinya ,apa mungkin memang dibuat desain disetiap baju seperti itu ? " Tanya Akashi panjang lebar kepada kedua anaknya(?) . Dia hanya baru sadar bahwa mereka berdua pasti memakai baju yang sama terus setiap hari . Tapi sepertinya bukan dari desain sama ,karena baju yang mereka pakai sudah lecek dan kotor juga .

" Kami memang tidak pernah ganti baju kok . Karena ini adalah satu-satu nya peninggalan dari masa kami . Iya kan Misacchi ? " Kata Arisa menjawab datar dan dengan segera menengok kepada Misaki yang sedang menggigiti baju nya Aomine,Aomine sendiri sudah tidur di sofa ,karena Akashi tidak mau kamar tamu nya kotor oleh Aomine . " Eh…tidak kok ,Nee-san yang maksa Misaki supaya tidak pake pakaian dari Momoi-baasan ,padahal baju ini menyebabkan Misa gatal nee-san…" Kata Misaki polos ,jika bukan karena dia menurut pada Nee-sannya ,sudah dari kemarin dia ganti baju dengan yang Momoi kasih ,tapi melihat Nee-san nya yang menyayangi(?) baju mereka ,akhirnya dia menuruti kemauan Arisa untuk tidak ganti baju dengan baju yang lain .

" Mi-Misa…aku tidak memaksamu kok ,jika kau tidak enak dengan baju itu , kau tinggal mengganti nya kok . Tapi walau gatal aku tidak akan mengganti baju ini ,karena baju ini adalah rajutan tangan dari kaa-san di masa depan.." Kata Arisa sambil mengelus rambut adiknya . Dan membuat Akashi sedikit shock . Jika benar mereka adalah anak mereka dimasa depan ,berarti dimasa depan dia hebat dalam menjahit dong ,kan katanya baju itu hasil rajutan dia sendiri . Ternyata…hobi Akashi di TYL—eh masa depan kaya nenek-nenek—aw ,jangan tusuk Author pake gunting dong ! Sakit tahu .

" Misaki dan Arisa ,kalian bisa pakai baju adik(?) ku Akiho kok ,mungkin baju dia masih muat untuk kalian . Karena kebetulan Akiho itu sekolah SMP nya di Itali dan baju nya sudah tidak terpakai juga ,kalian bisa memakai nya kok ." Kata Akashi prihatin pada keadaan Arisa dan Misaki ,dia aja kalo dua hari gak ganti baju pasti dah gatel-gatel ,mereka yang lebih dari 5 hari pasti lebih gatel . Akashi pernah tidak ganti baju ternyata…

" Nee-san ,aku ganti baju ya…gomenne ,bukannya aku tidak sayang dengan baju ini . Hanya saja ,badanku itu tidak tahan dengan baju ini ," Kata Misaki dengan muka menyesal dan segera ke kamar ganti untuk mengganti baju nya . Tapi belum beberapa langkah ,dia sudah kebingungan sendiri dengan rumah ini ,terlalu besar . Ditambah dia juga tidak tahu dimana itu ruang ganti dan kamar tidurnya sendiri .

" Ah Daiki…kau bisa antar Misa untuk ganti baju kan ? Kalau tidak salah kita berenam pernah main kerumahku…kau pasti masih ingat dimana kamar-kamarnya kan ? " Kata Akashi sembari membangunkan Aomine dengan cara diinjek(?) . Membuat Aomine mendecih ria ,lagi enak-enak tidur malah dibangunin ,ditambah bangunin nya caranya gak nyante banget lagi . Dan Aomine dengan ogah-ogahan mengantar Misaki ke kamar Aika untuk ganti baju .

" Dan kau…kenapa masih tidak mau ganti baju ? Baju mu sudah kotor dan kulit mu itu sudah memerah ,tak bisakah kau ganti baju sementara dan membiarkan baju mu dicuci dulu ? " Kata Akashi dengan suara agak lembut kepada Arisa. Karena dia punya firasat ,jika anak ini dikasarin pasti makin melunjak dan melawanlah dia , hampir sama sifat anak itu dengan diri Akashi sendiri .

" A-aku sebenarnya mau pakai baju apa saja dan membiarkan baju ini dicuci…tapi aku akan keliatan aneh jika pakai baju selain ini Kaa-san…" Arisa menjawab dengan suara lemah . Ternyata alasan dia tidak mau pakai baju dari masa ini(?) selain karena dia sayang kepada baju lamanya ,dia juga tidak pede memakai baju selain baju nya selama ini .

" Kau itu…jangan mengada-ada ,ayo cepat ikuti adik mu itu ganti baju ." Kata Akashi dengan nada absolute sembari melirik agak tajam kepada Arisa ,membuat nyali anak itu sedikit ciut .

" Ti-tidak mau ! Sudah kubilang aku tidak pantas pakai baju kayak gitu ! " Arisa membentak dan hendak kabur . Namun dengan cepat Akashi menahan Arisa dan agak menggusur nya untuk ganti baju . Ah…jika dilihat dari sini ,Akashi seperti ibu tiri yang hendak menyiksa anak tiri . /eh


..Skip time..

Dan dengan bujukan dan sedikit paksaan dari Akashi ,Arisa pun mau ganti baju . Mereka berdua—Arisa dan Misaki—memakai baju adiknya Akashi yang ternyata baju biasa seperti rok pendek dan kaus ,tidak seperti Akashi yang selalu memakai kinagashi . Mereka berdua terlihat manis dengan kaus kebesaran dan rok yang kepanjangan ,dan jika saja Aomine dan Akashi adalah pedofil ,pastilah mereka habis(?) sekarang juga . *dipites

" Ah…gua mau tidur lagi ,badan gua masih belum pulih." Kata Aomine yang segera minggat(?) dari ibu 2 anak itu—jangan tusuk layar laptop Author dong Shi . " Mana harus tidur di sofa lagi ,makin ancur dong badan gua…sialan emang si cebol ." Kata Aomine bergumam setelah agak jauh dari mereka ,jika dia ngomong didekat Akashi ,yakin dah besok cuma tinggal nama .

" Nah kalian tidur di kamar dekat kaca besar itu ya . Itu adalah kamar tamu disini ,kalian harus segera tidur karena disini tidak boleh ada yang bangun setelah jam 10 ." Akashi kemudian pergi menuju kamarnya yang berada dilantai 2 ,tapi tiba-tiba dia merasakan baju nya ditarik oleh seseorang dari belakang . " Doushite ? " Kata Akashi menoleh dengan muka bingung melihat Misaki yang menarik baju nya .

" Hiks…Kaa-san ,Misa ingin tidur dengan Kaa-san sekali saja hiks…Misa mohon Kaa-san.." Misaki berkata sambil menangis , membuat Akashi sedikit bingung dan kasihan . Dia tidak masalah anak ini tidur dengannya ,tapi masalahnya adalah pride nya . Karena Akashi pernah berkata dia tidak akan membiarkan seorang pun masuk ke kamarnya . Entah karena apa dia bilang begitu ,apa mungkin dia nyimpen semacam yaoi paradise gitu—digunting .

" Tapi kan kau tidak sendirian dikamar itu ,kau kan tidur dengan kakak mu . Jadi cepatlah tidur dan jangan macam-macam disini ." Kata Akashi sedikit ketus . Sialan lah pride yang mengalahkan rasa kasihannya ,dan ternyata akibat berbicara ketus seperti itu ,membuat hati Arisa dan Misaki sakit .

" Hiks…Kaa-san hidoi ,padahal saat dirumah kita kan Kaa-san yang selalu mengajak aku dan Arisa-nee untuk tidur bareng kaa-san…hiks…" Misaki terisak dan memeluk kakaknya , membuat Akashi sedikit bersalah . Seharusnya dia tidak boleh berbicara ketus pada anak kecil ,ditambah anak itu—katanya—adalah anaknya di masa depan .

" Jika Kaa—ah tidak maksudku Akashi-san tidak mau kami tidur dengan anda ,seharusnya berbicara seperti biasa kan ? Walau Akashi-san belum tahu , tapi hati Misaki itu sensitive…karena di masa ibu kami sangat mencintai kami ,makanya Misaki merasa sakit hati karena Akashi-san bilang begitu ." Arisa menjawab dengan nada bijaksana(?) sambil masih memeluk Misaki . Dan membuat hati Akashi sedikit kasihan dan dia merasa bersalah pada anak itu .

" Baiklah…hanya untuk malam ini kalian tidur dengan ku ,tapi hanya untuk malam iini mengerti ? " Akashi berusaha terdengat absolute untuk menutupi sifat tsundere(?) nya ,membuat Misaki tersenyum girang dan Arisa yang tersenyum lembut . " Arigatou ! Kaa-san ! " Misa pun memeluk Akashi dari belakang dan seketika membuat Akashi ngeblush .

" Ka-kau itu ,jangan main peluk-peluk sembarangan ,ayo cepat tidur ! " Akashi kemudian menjauhkan Misaki darinya . Membuat Misaki cemberut dan membuat Arisa tersenyum tipis . Kemudia mereka masuk ke kamar Akashi yang luasnya…ehem(?) banget .

" Ne ! ne ! aku ingin tidur di kasur kaa-san ya ! tolong….kami kan tidur dengan kaa-san hanya sekali…" Kata Misaki smabil menarik-narik baju Akashi lagi ,persis seperti anak yang minta dibelikan permen oleh ibunya . Dan Arisa…sudah tidur di kasur Akashi ternyata ,dia tidak peduli izin ibunya ,karena dimasa depan pun dia akan pindah ke kamar Akashi dan Murasakibara tanpa izin dari Akashi kok .

" Ta-tapi…ah yasudahlah ,lagian disini tidak ada kasur lagi . Dan ditambah kakakmu itu sudah tidur di kasurku…" Kata Akashi pasrah ,ditambah dia sudah lelah tadi menyiksa Aomine ,dia juga sudah sangat mengantuk sekali . " Honto ! ayo kita tidur kaa-san ! " Misaki kegirangan dan mengikuti Akashi yang sudah siap-siap tidur di kasur .

Dan beginilah keadaan mereka . Akashi dihimpit oleh Misaki dan Arisa di kanan-kirinya ,dengan satu selimut yang cukup untuk mereka bertiga ,yah karena badan Arisa dan Misaki kecil juga tubuh Akashi yang pen—eh kurang tinggi . Dengan Arisa dan Misaki memeluk tangan Akashi seperti yang mereka lakukan dimasa depan ,bedanya jika di masa depan tangan yang Arisa peluk itu adalah tangan Murasakibara . Ah…keluarga yang sangat manis .


…Keesokan harinya…

" Oi ! Akashi bangun ,gua disuruh pelayan lu buat bangunin lu ! " Aomine menggebrak pintu kamar Akashi ,sekarang terlihatlah kalo si Aho emang bener-bener Maso ,ngegebrak pintu Akashi kaya gitu sama aja cari mati . Dan pemandangan didepannya membuatnya jantungan(?) ,karena terlihatlah Akashi dipeluk oleh kedua anaknya(?) dan Arisa yang dengan hebatnya(?) menggenggam baju Akashi dan membuat belahan dadanya yang ternyata mulus dan rata(?) terlihat . Hampir aja dia nyerang Akashi kalo gak inget diri ,kalo sampai dia nyerang Akashi ,pasti dia habis ama Murasakibara(?) ama Akashi dah .

" Aomine…bisakah kau membangunkan ku dengan cara biasa ? Kau bisa membuat pintu ku rusak…dan pandangan apa itu ? Kau ingin kuhukum lagi ya…" Jawab Akashi dengan death aura disekitarnya ,membuat Aomine ciut saat itu juga . Akashi dengan segera membenarkan baju nya dan menyuruh Aomine keluar ,dan dia pun segera mandi dan mengganti baju .

" Kalian berdua cepatlah mandi ,sudah siang dan di rumah ini semua harus bangun tepat waktu ." Akashi pun membangunkan Arisa yang Misaki yang tidur kaya kebo(?) ,tapi dengan sedikit paksaan dari Akashi mereka akhirnya bangun juga .

" Masih pagi kaa-san…aku masih sangat mengantuk…" Misaki dan Arisa berbicara berbarengan dan kemudian mereka berdua berjalan berbarengan dengan langkah linglung ,bahkan Arisa kepalanya sempat kejedot tembok gara-gara saking ngantuknya dia ,tapi akhirnya mereka sampai dikamar mandi sampai selamat(?) .Kebetulan dikamar Akashi ada kamar mandinya .

" Tapi tidak dikamar mandiku juga…padahal dikamar tamu pun ada kamar mandi ,ah biarlah…jika kusuruh mereka ke kamar tamu ,aku tidak yakin mereka akan selamat(?) sampai ke kamar tamu melihat cara jalan mereka tadi…" Kata Akashi menggumam dan melihat kearah halaman rumahnya dari kaca jendela nya ,dan dia lihat ada mobil disana yang bukan kepunyaan nya .

" Mobil siapa itu…seperti mobil Midorima ,ah tapi mau ngapain dia kesini ? " Akashi menganalisa mobil siapa itu ,jika mobil saudaranya itu malah tidak mungkin ,karena dia tidak diberitahu saudaranya akan kesini jika itu memang benar mobil saudaranya . " Oi Akashi…Murasakibara ,dkk kesini ,gatau mau ngapain ,lu keluar gih ,lu kan tuan rumahnya ." Aomine mengintip dari sela-sela pintu kamar Akashi ,jaga jarak dari Akashi katanya ,takut dihukum lagi ama Akashi . Setelah mendengar itu Akashi pun membatin ," Mau ngapain coba mereka kesini ? Aku tidak masalah sih bertemu dengan mereka ,tapi bertemu dengan Atsushi rasanya masih…" Akashi pun dengan segera turun dari kamarnya untuk menemui mereka .

Akashi pun turun dari kamarnya dengan perasaan campur aduk ,hanya saja bertemu dengan Murasakibara membuat perasaannya jadi aneh , dan hatinya tak bisa tenang daritadi . Dan setelah sampai ruang tamu , terlihatlah teman-temannya yang sudah duduk tenang dan seenaknya menghabiskan cola-cola dan snack lainnya yang disediakan oleh pembantunya ,terutama Kise dan Aomine—yang tadi turun duluan—memakan snack seperti kelaperan ,kaya gak dikasih makan 3 bulan(?) gitu .

" Ada apa kalian datang kesini ? Apa kalian mau latihan walau libur ? Kalian jadi rajin ya…" Akashi melirik semua dengan muka setan dan segera merencanakan jadwal latihan mereka . Membuat mereka mengeluarkan keringat dingin(?)—kecuali Kuroko yang anteng-anteng saja—dan Murasakibara yang entah daritadi terus menatap Akashi dengan tatapan ,hm..bersalah ? ." Bukan begitu Akashi-kun ! Kita kesini mau nengok Riri-chan sama Misa-chan tahu ! Siapa tahu kalian mengurus mereka dengan asal kan…" Momoi pun menyelamatkan mereka dari latihan neraka tersebut ,memang sih kalo latihan dari Akashi membuat mereka kuat , tapi efeknya itu loh…ganahan .

" Tidak kok Momoi-baasan , Aomine-jiisan dan Kaa-san mengurus kami dengan baik ,bahkan kita tidur dengan kaa-san ." Arisa menjawab pernyataan Momoi dengan cepat . Mereka masih memakai baju adik Akashi karena baju mereka belum kering ,Momoi yang melihat mereka berdua pun tersenyum girang .

" KYAA ! AKHIRNYA KALIAN BERDUA MAU PAKE BAJU YANG LAIN ! KAWAII ! " Momoi dengan segera memeluk mereka berdua dengan erat . Membuat mereka sesak dan mereka pun memukul-mukul bahu Momoi . " Sesak Momoi-baasan ,dadamu menekan kami sangat kuat…sakit tahu ." Misaki pun mewakilkan(?) perasaan orang yang pernah dipeluk Momoi . Sesak .

" Jadi kalian kan sudah tahu keadaan mereka ,ngapain kalian masih disini ? Dan Kise dan Aomine ,seberapa banyak kalian mau memakan persediaan makanan untuk tamu ku ? " Akashi kemudian menatap semua orang disana dengan glare disana-sini ,terutama pada Kise dan Aomine yang daritadi makan terus . Tapi pada saat dia melirik Murasakibara dan juga kebetulan Murasakibara yang sedang melihat kepadanya membuat Akashi salah tingkah dan memalingkan muka . Dan dia pun segera memasang wajah seram(?) dicampur blush dipipinya . Serius aneh .

" Ne…Akachin ,kita perlu bicara ." Murasakibara tiba-tiba menarik tangan Akashi ,Akashi secara reflek memberontak tapi apa daya ,walau mungkin kehebatannya dalam basket masih lebih hebat Akashi ,tetap saja perbedaan tenaga yang dipetaruhkan disini , sudah jelas lah Akashi yang kalah .

" Eh ? Tou-san dan Kaa-san mau kemana ? Misa ikut ! " Misaki dan Arisa pun tadi akan mengejar mereka berdua jika saja tidak dihentikan oleh Momoi . " Ne Riri-chan ,Misa-chan ,jangan ganggu mereka ya…sepertinya hubungan mereka akan semakin jauh ,jadi kalian jangan ganggu dulu ya ." Momoi berkata sambil tersenyum ,membuat Misaki memiringkan kepalanya karena tidak mengerti dan Arisa yang menggangguk . " Nee-san ,maksud Momoi-baasan apa ya ? " Tanya Misaki polos pada kakaknya ,Arisa pun menjawab bahwa hubungan Kaa-san dan Tou-san nya mungkin akan seperti dimasa depan lagi .


…Di halaman Belakang…

Murasakibara yang menyeret Akashi sampai ke halaman belakang langsung menyudutkan Akashi disalah satu pohon disana ,dengan kedua tangan yang ada dikanan-kiri Akashi membuat Akashi seperti terpenjara(?) oleh Murasakibara .

" Oi ! Menyingkir Atsushi ! Apa maksudku melakukan ini hei ? " Akashi berontak dengan mendorong dada Murasakibara yang tidak berefek sepertinya . Namun adegan selanjutnya membuat Akashi shock+kaget . Murasakibara memeluknya dan menenggelamkan kepalanya di pundak Akashi .

" Kau tau Akachin ? Setelah kejadian kemarin saat kita berciuman ,pikiranku menjadi aneh ,bahkan snack apapun sudah tidak ada nafsu dimataku . Dan rasanya sangat sakit saat Akachin seperti menghindariku . Aku tak tahu kenapa…tapi aku ingin Akachin bersikap biasa lagi padaku ,menyuruhku pun tak apa-apa . Jadi jangan mengabaikan ku ya Akachin…" Kata Murasakibara dengan nada yang seperti menahan sakit . Membuat Akashi semakin ngeblush dan jantungnya pun berdetak cepat . Akashi pun berpikir ,kenapa hanya kepadanya Murasakibara bersifat begini ? Karena pernah Akashi lihat Murasakibara diabaikan dan dihindari oleh midorima ,tapi Murasakibara tidak seperti ini .

" Kau…memangnya kenapa jika aku mengabaikan mu ? Apa ada dampaknya untuk mu ? Setauku tidak ada ,kau masih bisa makan apapun walau diabaikan olehku kan ? " Akashi memberanikan diri menanyakan alasan kenapa Murasakibara seperti ini jika diabaikan olehnya ,entah kenapa Akashi ingin sekali mendengar jawaban dari Murasakibara .

" Karena sepertinya aku menyukaimu Akachin…aku ingin kau jadi milikku ,karena itu aku tidak ingin diabaikan olehmu seperti ini ." Murasakibara kemudian memegang kedua pipi Akashi dan menatap Akashi dengan pandangan bersungguh-sungguh . Membuat Akashi salah tingkah dan segera memalingkan wajahnya ,tapi sebelum itu terjadi ,tiba-tiba Murasakibara mencium Akashi dengan penuh perasaan dan kesadaran(?) . Akashi butuh beberapa detik untuk menyadari dia dicium ,dan setelah sadar dia langsung berontak dan mendorong Murasakibara .

Akashi menatap Murasakibara dengan kedua pipi memerah dan satu tangan yang menutupi mulutnya . " Aku…"


Bagaimana kah dengan pengakuan cinta Murasakibara ? Akankah diterima ? Dan apakah Akashi juga sudah membuka hatinya untuk Murasakibara ? Tunggu di chp depan yang gak tau kapan apdetnya minna~~ /dibuang

TBC Dengan sangat dipaksakan sekali


*Bersihin sarang laba-laba dimana-mana ,bunuh-bunuhin kecoa yang muncul kesana-kemari(?)* Apdetnya gak tau waktu banget ya saia minna...gila lama banget ,sekalian aja yak apdetnya sebulan sekali :'' /dibunuh reader

Akiho itu OC author ,dan lagi-lagi ngarang banget Akashi punya adek...bodo ah(?) .

Akiho bacain RnR yak~~ *Author boboan dulu

Akiho : *datang dengan muka ganyante* Apaan tu author masuk-masukin gua ke penpik ,mana gak dibayar pula...Author gebleg *Author nangis dipojokan

Apakah ada yang masih nungguin fic abal-abal nan alay ? Kalo ada RnR ya minna~~ *ngeflirt ke reader ala Ren Jinguji