Chap 6 ini ada adegan rate m akhirya sudah siap lahir batin buat bikin, setelah membaca banyak fic rate m yg ada author sudah siap untuk mencoba menulis adegan ini. Maafkan kalau jelek yg pertama kali sih jadi gak pengalaman.
Silent Sky 6
"my home tutor is a hit man" 1
Dikediaman keluarga yamamoto, saat masil tengah malam Takeshi yang saat itu sedang tertidur tiba-tiba saja dibangunkan oleh suara seseorang yang sepertinya dia kenal, tapi siapa ya?, suara yang sangat merdu dan indah. (hm jangan-jangan suara si "mbak kunti" lagi).
Saat itu Takesih ragu untuk membuka mata takut pas buka mata bakal melihat surprise yang luar biasa). Tapi dia juga penasaran maka dibukalah pelan-pelan kedua matanya itu. Dengan harapan tidak melihat cewek berambut panjang hitam "indah". Dan doanya terkabul karena saat dia membuka mata ternyata yang dia lihat adalah sepasang mata coklat yang besar dan indah, wajah imut, dan tubuh munggil, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Tsuna.
"eh Tsuna, kau bisa bicara?" Tanya Takesih kaget dan segera bangun dan duduk di atas tempat tidurnya yang berantakan itu.
"iya Take-kun aku juga bingung."katanya sambil tersenyum dan perlahan mulai mendekat ke tubuh Takesih.
"eh anao Tsuna, kau sepertinya agak aneh."katanya panik saat melihat tingkah Tsuna yang semakin lama semakin mendekat ke tubuh nya seakan mau memeluknya.
Dan tak lama ternyata Tsuna sudah berada di pangkuannya sambil memeluk dan melingkarkan kedua legannya di leher Takeshi, lalu Tsuna membenamkan kepalanya di bahu kiri Takeshi.
"take-kun, ano aku sepertinya sakit, tubuhku rasanya ada yang aneh. Tolong aku Take-kun."katanya di teliga kiri takeshi dengan suara mendesah dan terkesan seksi.
"eh kau sakit?" katanya sambil sedikit melongarkan pelukan Tsuna dan menempelkan tangannya di jidat Tsuna.
"eh kau gak demam kok."katanya sambil bernafas legah.
"tapi aku merasa aneh Take-kun, disini loh coba kau lihat." Katanya sambil membuka kancing piyamanya, dan menunjuk ke 2 tonjolan kecil pink yang ada di dadanya itu.
Melihat keadaan Tsuna yang seperti itu Takesih wajahnya semakin merah bahkan sepertinya darah akan mengalir keluar dari hidungnya.
"ano Take-kun tolong bantu aku hilangkan rasa sakitnya ya."katanya Tsuna sambil memelas.
"eh,ta…pi…?gii..ma…na… ca..ra..nya..Tsu….chan…?"Tanya Takesih sambil gagap kaya ikan lagi nafas.
"eh itu gimana ya?hm gimana kalau dijilat saja Take-kun?"kata Tsuna yang semakin mendesah.
"EEEEEHHHHHHH…!...JILAT…..!teriak Takeshi yang wajahnya semakin merah padam dan darah sedikit keluar dari hidungnya.
"shusss….Take-kun berisik nih. Nanti otosan terbangun lagi, Take-kun bantu Tsu-chan mau kan?"dengan mata moenya itu.
Takeshi terdiam seribu bahasa dengan kedua tanganya yang berusaha menutupi kedua lubang hidungnya itu. Ia sebenarnya bingung harus bagai mana, tapi saat melihat wajah Tsuna apalagi tubuhnya itu dengan kulit putih mulus dan ke 2 tonjolan pink di dadanya. akhirnya Takeshi tidak sanggup lagi menahan diri .
Dengan perlahan dia dekatkan kedua bibirnya ke nipple kiri tsuna, lalu pelan-pelan dia mengeluarkan lidahnya, setelah itu dia mulai menjilat. Saat itu Tsuna pun mengeluarkan suara yang terdengar sangat merdu. Indah dan seksi sekali.
"ahhh…take-kun ayo terus jangan berhenti. Ah….rasanya nyaman sekali."katanya sambil memeluk kepala Takesih dan semakin mendorongnya ke dadanya.
Mendengar perkataan Tsuna maka Takeshi pun semakin membara dan semakin semangat menjilat. Tidak hanya menjilat tapi dia juga menghisap nipple Tsuna bagaikan anak bayi yang sedang menyusu.
Setelah Takesih menjilat kedua nipple Tsuna. Dia pun berhenti sejenak melihat wajah Tsuna yang saat itu baginya merupakan pemandangan teridah seumur hidupnya. Wajah Tsuna memerah, matanya berkaca-kaca, dari mulutnya keluar sedikit liur, dan yang paling penting kedua nipples nya yang tadi berwarna pink itu sekarang berubah menjadi merah dan agak membesar.
"ah Tsuna maaf, sepertinya aku terlalu berlebihan."katanya merasa bersalah.
"ngak apa-apa Take-kun, aku merasa enak kok. Tapi Take-kun sepertinya sakitnya berpindah, bantu aku lagi ya?"katanya sambil menurunkan celana piyamanya.
Melihat milik tsuna yang menegang itu milik Takeshi juga rasanya sudah mau meledak.
"tolong jilat disini juga ya Take-kun?" kata Tsuna sambil mebuka lebar kedua kakinya itu.
Takeshi menelan ludahnya sejenak lalu segerah saja dia menyodorkan mulutya ke milik Tsuna."
"ah…take-kun, lagi…hisap lebih kuat lagi …ah nyaman sekali."desahnya sambil lebih menyodorkan kepala Takesih ke miliknya itu.
"ah Take-kun, aku….sebentar lagi….mau..ah…."teriak Tsuna sambil menembakan spermanya ke mulut Takeshi yang dengan senang hati menelannya.
Setelah itu Takeshi segerah mencium bibir Tsuna dengan penuh hasrat dan berkata " I love you tsu-chan."
" aku …."jawab tsuna yang terpotong.
KRING…..KRING…KRING..
Bunyi alaram mimpi indah takeshi-pun berakhir. Saat sadar kalau semua itu mimpi dia pun segera berteriak dengan nyaringnya. "TIDAK!" (kenapa selalu saja berhenti disaat penting begitu)
Sementara itu Tsuna yang sedang memasak sarapan hanya bisa bingung Karena mendengar teriakan Takeshi.
"hmmm sepertinya Take-kun mimpi buruk lagi."pikirnya sambil terus melanjutkan memasak.
Sampai tiba-tiba saja dia mendengar suara bel pintu. Segerah saja dia mengambil notenya dan berlari menujuh ke pintu tapi saat membuka pintu dia kaget karena melihat sesosok orang yang sangat tinggi.(kamu aja yang kependekan Tsu-chan)
"halo, aku Reborn, apa Yamamoto Tsuyoshi da di rumah?"katanya sambil tersenyum.
Tsuna megangguk lalu menulis di memo dan menunjukannya ke Reborn. "ada dia sedang di dojo, tunggu sebentar ya, akan ku panggil. Silakan masuk."
"baiklah akan ku tunggu."
Setelah mempersilakan Rebor duduk dan menyuguhakan kopi, tsuna segerah berlari menujuh dojo.
"hm ternyata aslinya lebih imut."pikir Reborn sambil meminum kopi yang di suguhkan Tsuna.
Tbc
Tunggu chap selanjutnya ya… thank u
