MATE

Jaehyun x Taeyong


Taeyong kembali ke kamarnya. Perasaannya tak karuan. Membayangkan Jaehyun akan dijodohkan membuat hatinya terluka. Awalnya ia pikir Tuan dan Nyonya Jung akan merestui hubungannya dengan Jaehyun. Namun ternyata ia salah, Jaehyun sudah dijodohkan. Jaehyun akan jadi milik orang lain. Lalu bagaimana dengan dirinya?


Keesokan harinya, Taeyong berusaha untuk bersikap biasa saja didepan semua orang. Tidak menunjukan raut wajah sedih, ia hanya sedikit pendiam dari biasanya. Tapi walaupun Taeyong berusaha tegar dihadapan semua orang dan bahkan ia sempat tertawa bersama teman-temannya. Jaehyun merasa ada yang berbeda dari Taeyong. Tatapannya seperti kosong dan tawanya terdengar memaksa.

"Hyung, kau tidak apa-apa?" tanya Jaehyun saat mereka sampai dirumah.

"Aku tidak apa-apa, Jaehyun. Emangnya kenapa?" jawab Taeyong pura-pura bingung.

"Aku juga tidak tau, tapi sepertinya kau sedang banyak pikiran, hyung" ucap Jaehyun.

"Aku tidak apa-apa, Jae. Sudah sana ke kamarmu" ucap Taeyong sambil sedikit mendorong Jaehyun agar menaiki tangga. Senyum terpasang diwajahnya.

Jaehyun mau tak mau menaiki tangga dan pergi menuju kamarnya "Sampai ketemu nanti malam, hyung" ucap Jaehyun sambil menaiki tangga. Taeyong menggerakkan tangan seperti sedang mengusir sambil tersenyum. Menatap Jaehyun yang sudah berada dilantai atas.

Dan saat Taeyong sampai dikamarnya, ia tak dapat menahan lagi kesedihannya, air matanya menetes meski ia sudah berusaha menahannya. Hatinya sakit ketika ia berbohong pada Jaehyun. Ketika ia mengatakan ia baik-baik saja padahal kenyataannya tidak. Maafkan aku berbohong padamu, Jaehyun.

.

.

Suasana makan malam tidak seperti biasanya, Tuan dan Nyonya Jung lebih banyak diam. Begitu juga dengan Tuan dan Nyonya Lee. Hanya Jaehyun yang bersuara dan seperti biasa selalu bersikap manis pada Taeyong. Menaruh nasi dan lauk ke piring Taeyong dan bahkan sesekali menyuapi Taeyong. Tuan dan Nyonya Jung yang melihatnya hanya saling memandang.

"Jaehyun, Ayah dan Ibu mau bicara" ucap Tuan Jung pada Jaehyun setelah mereka selesai makan malam. Jaehyun hanya mengangguk dan mengikuti Ayah dan Ibunya menuju ruang keluarga. Taeyong yang melihat itu hanya diam. Tak sadar air matanya kembali menetes. Ia tau apa yang akan dibicarakan Tuan dan Nyonya Jung pada Jaehyun.

.

.

"Ayah dan Ibu pasti sudah tau jawabanku" ucap Jaehyun. Rahangnya mengeras. Wajahnya menunjukan ketidaksukaan. Saat mereka sedang membicarakan tentang perjodohan Jaehyun dengan putri dari sahabat Tuan Jung.

"Pikirkan dulu, Jaehyun. Mereka keluarga baik-baik. Yeri juga sangat cantik dan pintar" ucap Tuan Jung.

"Aku tidak perduli!" ucap Jaehyun lagi.

"Ayah sudah mengenal Tuan Kim sejak lama, Jaehyun. Sahabat Ayah sejak kami masih sekolah dulu. Dan kami berjanji jika kami punya anak laki-laki dan perempuan akan kami jodohkan. Dan sekarang Tuan Kim menagih janji itu. Ayah akan merasa tak enak hati jika Ayah menolaknya, Jaehyun" ucap Tuan Jung panjang lebar.

"Lalu bagaimana dengan perasaanku Ayah? Apakah Ayah memikirkan perasaanku juga?" Jaehyun berkata menahan kekecewaan. Ia lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Ayah dan Ibunya.

"Jaehyun!" panggil Tuan Jung.

"Sudahlah, Ayah. Ibu tidak mau karena masalah perjodohan ini keluarga kita jadi bertengkar. Ibu tau perasaan Ayah. Tapi kita juga harus mementingkan perasaan Jaehyun. Dia putra kita satu-satunya, Ayah" ucap Nyonya Jung. Ia seperti menahan tangis. Tak ingin terjadi sesuatu pada putra kesayangannya.

Tuan Jung tak menjawab, ia diam seperti sedang memikirkan sesuatu. "Iya Ibu. Ayah mengerti. Nanti Ayah akan bicarakan lagi dengan Kim" ucap Tuan Jung akhirnya mengalah.

.

.

Jaehyun hendak menuju ke kamarnya dengan menahan amarah. Namun ia teringat sikap Taeyong seharian ini yang ia anggap tidak seperti biasanya. Mungkin Taeyong hyung tau masalah ini, batin Jaehyun. Lalu ia putuskan untuk menemui Taeyong dikamarnya.

"Hyung, kau belum tidurkan?" Jaehyun berkata sambil mengetuk pintu. "Hyung, boleh aku masuk?" ucap Jaehyun lagi.

Taeyong yang mendengar Jaehyun mengetuk pintu langsung bangun dari tempat tidurnya dan menghapus air matanya. Rupanya ia sedang menangis.

"Hyung?" ucap Jaehyun setelah ia masuk dan melihat Taeyong yang sedang duduk dikasur.

"Jae, kenapa kesini? Kau tidak belajar?" tanya Taeyong berusaha bersikap biasa.

Jaehyun tidak menjawab pertanyaan Taeyong. Ia malah duduk dikasur dan langsung memeluk Taeyong.

"Jaehyun, kau kenapa?" tanya Taeyong masih bersikap biasa dan pura-pura tidak tau apa yang terjadi dengan Jaehyun.

"Aku tau jika kau tau masalah ini, hyung. Kau tak perlu berpura-pura tidak terjadi apa-apa denganmu." ucap Jaehyun melepas pelukannya dan menatap Taeyong.

"Kau bicara apa, Jaehyun?" tanya Taeyong masih pura-pura. Namun matanya terasa panas.

"Soal perjodohanku. Kau sudah tau kan, hyung?" ucap Jaehyun lagi.

Taeyong terdiam dan ia mengangguk, tak ingin berpura-pura lagi. "Orang tuamu hanya menginginkan yang terbaik untukmu, Jaehyun" ucap Taeyong menahan tangis.

Jaehyun yang mendengar ucapan Taeyong langsung menatap Taeyong tak percaya. "Apa maksudmu, hyung?" tanya Jaehyun matanya menatap kedalam mata Taeyong.

"Aku tak bisa berbuat apa pun bila itulah yang terjadi, sudah seharusnya kau berjodoh dengan seseorang yang setara denganmu, Jaehyun" ucap Taeyong lagi masih menahan tangis.

"Maksudmu, kau merelakan perjodohanku, hyung? Kau rela jika aku nanti menikah dengan orang lain?" ucap Jaehyun dengan nada kecewa disuaranya.

"Bukan begitu, Jaehyun" ucap Taeyong lirih.

Jaehyun berdiri dari duduknya. Menatap Taeyong dengan tatapan sedih dan kecewa. "Aku tau, hyung. Aku tau kenapa kau merelakan perjodohanku ini. Kau rela karena dari awal kau tidak mencintaiku kan, hyung? Kau terpaksa menerima cintaku karena aku Tuan mudamu. Karena aku putra majikanmu, untuk itu kau tidak bisa menolak. Iya kan, hyung?" ucap Jaehyun suaranya bergetar.

"Jaehyun.." Taeyong tak sanggup bicara karena air matanya sudah menetes.

"Seharusnya aku tau dari awal karena kau tak pernah mengatakan kau mencintaiku, hyung" ucap Jaehyun sangat pelan. Lalu ia membalikkan badan dan membuka pintu hendak keluar dari kamar Taeyong. Namun tiba-tiba Taeyong bangkit dari duduknya dan melangkah memeluk Jaehyun dari belakang.

"Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, Jaehyun" ucap Taeyong. Air matanya deras mengalir membasahi baju belakang Jaehyun. "Kau tidak tau perasaanku saat aku tau kau akan dijodohkan, Jaehyun. Sakit sekali. Hatiku hancur. Aku tak bisa membayangkan kau akan bersama orang lain, Jaehyun. Aku tak bisa" ucap Taeyong sambil menggelengkan kepala. Air matanya masih deras mengalir.

Jaehyun tak tega mendengar Taeyong menangis. Ia lalu membalikan tubuhnya dan memeluk Taeyong. "Aku tak akan bersama orang lain, hyung. Aku akan selalu bersamamu" ucap Jaehyun melepas pelukannya lalu memegang wajah Taeyong dengan kedua tangannya. Menghapus air mata Taeyong dengan ibu jarinya. "Aku akan selalu bersama dengan orang yang sangat aku cintai" ucap Jaehyun lalu membawa wajah Taeyong mendekati wajahnya. Mencium bibir Taeyong dengan lembut, ia tersenyum saat Taeyong membalas ciumannya.

"Hyung, katakan lagi kau mencintaiku. Aku ingin dengar" ucap Jaehyun setelah melepas ciumannya.

"Aku mencintaimu, Tuan muda Jung Jaehyun" ucap Taeyong dengan sangat jelas membuat Jaehyun tersenyum dan mencium bibir Taeyong lagi.

.

.

"Ayah sudah bicara dengan Tuan Kim. Ayah mengatakan jika Ayah tak bisa meneruskan perjodohan ini. Karena Jaehyun sudah menemukan cinta sejatinya" ucap Tuan Jung diruang keluarga ketika keluarga Jung sedang berkumpul.

"Terima kasih, Ayah" ucap Jaehyun senang.

"Ayah dan Ibu hanya ingin kau bahagia, Jaehyun. Siapapun yang kau pilih nanti asalkan kau bahagia, Ayah dan Ibu akan menyetujuinya" ucap Nyonya Jung.

"Aku pasti bahagia bersama Taeyong hyung, Bu" jawab Jaehyun jujur.

"Apa kau yakin?" tanya Nyonya Jung.

"Aku sangat yakin" jawab Jaehyun mantap.

"Jika kau yakin, Ayah dan Ibu pasti akan merestui kalian" tambah Nyonya Jung. Tuan Jung hanya mengangguk.

"Terima kasih banyak Ayah, Ibu" ucap Jaehyun memeluk ayah dan ibunya.

.

.

Jaehyun sedang berada di kamar Taeyong. Ia menceritakan pembicaraan ia dengan ayah ibunya. Tentang orang tuanya yang merestui hubungan mereka.

"Kau yakin mereka merestui hubungan kita, Jaehyun?" tanya Taeyong.

"Iya, hyung. Mereka merestui kita. Asalkan aku bahagia denganmu, hyung" ucap Jaehyun. "Jadi kau harus membahagiakan aku, hyung" ucap Jaehyun lagi.

Taeyong mencium bau-bau modus dalam kalimat Jaehyun barusan. "Ehmm, kau ingin aku lakukan apa agar kau bahagia, Jaehyun?" tanya Taeyong.

"Mmm.. Kau harus menemaniku belajar setiap malam, hyung" jawab Jaehyun senyum-senyum. "Dan yang paling penting, kau harus memberiku ciuman setiap pagi dan malam hari. Seperti 'Morning Kiss' dan 'Good Night Kiss', hyung" tambah Jaehyun masih senyum-senyum.

Taeyong memutar bola matanya. Nah kan. Modus, batin Taeyong.

"Hyung!" tiba-tiba Jaehyun memangilnya. Bangun dari tidurannya dikasur Taeyong. Membuat Taeyong langsung menoleh kearahnya.

"Apa sih, Jaehyun? Kau mengagetkan saja!" tanya Taeyong setelah tak terjadi apa-apa pada Jaehyun.

"Aku punya ide yang sangat bagus sekali, hyung" ucap Jaehyun, sepertinya serius.

"Ide apa?" tanya Taeyong. Mengernyitkan matanya menatap Jaehyun curiga.

"Bagaimana kalau kita menikah saja, hyung?" jawab Jaehyun santai namun serius.

"HAH? MENIKAH?" ucap Taeyong terkejut dengan suara keras. Tak percaya apa yang dikatakan Jaehyun. Jaehyun mengajaknya menikah. Jaehyun pasti bercanda! Bukannya ia tidak mau menikah dengan Jaehyun. Tapi menikah diusia ia yang baru 20 tahun dan Jaehyun 18 tahun. Taeyong rasa itu bukan ide yang bagus. Maksudnya, ia belum menyelesaikan kuliahnya. Dan bahkan Jaehyun baru saja mulai kuliah. Tidak, Taeyong tidak setuju. Untuk kali ini ia akan menolak permintaan Jaehyun.

"Hyung, kau mau kan menikah denganku?" tanya Jaehyun. Matanya menatap mata Taeyong. Dan matanya memancarkan kesungguhan. Iya, Jaehyun benar-benar bersungguh untuk menikahi Taeyong.

Taeyong tak bisa menjawab, ia tak bisa berkata-kata saat Jaehyun menatapnya seperti itu. Ia ingin mengatakan tidak tapi sepertinya lidahnya tiba-tiba jadi beku.

Sial. Bagaimana ini? Taeyong jadi galau..

TBC


Hey.. \^^/ Sudah ketemu lagi.. Aku lagi ga banyak kerjaan jadi bisa update cepet nih.. Hihihi.. ^^

Yang udah review kemaren. Terima kasih banyak. ^_^

See you next chapter~~