CHAPTER 6…,
Enjoyed…,
*
*
*
*
*
Previously, on Chapter 5
Disclaimer:
Bleach © Tite Kubo
"Baiklah, aku akan temui kamu besok di taman. Kabari aku ya, Senna." Kata gadis itu tersenyum licik lalu pergi meninggalkan Mansion itu.
"Dengan senang hati, Orihime."
I Love Him, She Love Him Too
Chapter 6
Inoue Dan Senna, Hancurkan Hitsugaya dan Hinamori
Gadis itu berjalan memasuki sebuah universitas bersama seorang wanita. Ada rasa kagum dan rindu pada kota yang sekarang mereka berdua lihat. Mata hazel dan violet itu berkilauan.
"Masih sama seperti yang dulu kan, Rukia-chan?" Tanya Momo pada temannya. Rukia hanya mengangguk setuju.
"Aku sangat merindukan semuanya," kata Rukia pelan diringi senyuman Momo.
"Benar, aku juga sangat merindukan teman-teman semua," kata Momo. Perbincangan mereka tak berlangsung lama karena Nell dan Senna mendekati mereka berdua.
"Hmm, lihat Nell! Ada seorang Kuchiki dan Hinamori datang kemari," kata Senna.
"Ow, seharusnya kau membubuhkan kata "LAGI" setelah kata "DATANG" Senna," tambah Nell. Kini mereka berdua tertawa. Hinamori yang marah langsung maju di depan Rukia.
"Memangnya kenapa kalau kami datang kemari? Apakah ada Undang-undang yang melarang?" kata Momo kesal. Senna menatap Momo from head to toe, lalu tersenyum licik.
"Hinamori Momo.., katanya di Seireitei itu kamu gadis termanis ya? yah, aku bisa terima itu karena mengingat kau bukanlah targetku, kau hanyalah seorang wanita yang beruntung bisa memikat hati Hitsugaya," kata Senna melirik Rukia saat mengatakan 'target'. Momo hanya tersenyum.
"Target? aku rasa kau terlalu memaksakan diri untuk bisa bersama Kurosaki-san lagi, mengingat kalau kau itu sudah membuat hati Kurosaki-san terluka." Kata Momo mencoba menantang ucapan Senna.
"Sudahlah Momo, tidak ada gunanya juga kau melawan radio rusak," kata Rukia yang merentangkan tangannya di depan dada Momo.
"Lagipula," kata Rukia lagi. sejenak Senna mengerutkan keningnya saat melihat Rukia tersenyum penuh arti terhadapnya.
"Aku tidak membutuhkan Ichigo, dan kau tak bisa menerima kenyataan kalau ternyata Ichigo sangat menginginkanku. Seharusnya kau malu pada dirimu sendiri. Ichigo sudah mengatakan kalau di tak mau bersamamu untuk kedua kalinya, tapi kau malah tetap saja memaksakan diri, buang-buang tenaga tau!" kata Rukia membuat Senna kalah telak.
"KAU-" kata Senna tapi Nell langsung menangkap tangan Senna untuk menghindari perang fisik antara mereka.
"Dengar Kuchiki, aku tidak mungkin hanya menghancurkan hidupmu. Tapi aku akan menghancurkan orang yang berada di dekatmu pelan-pelan. Sampai akhirnya kau akan merasakan seperti apa yang kurasakan," kata Senna mengancam. Tapi yang bersangkutan hanya tersenyum.
"Hah? Seperti yang kau rasakan? Emang yang sekarang yang kau rasakan itu rasa apa sih? Coklat atau Strawberry?" kata Momo membuat Rukia tertawa. Bahkan Nell yang ada di belakang Senna cekikikan sendiri.
"Ngomong-ngomong soal coklat, aku baru bawa coklat dari Seireitei, kita makan di kantin yuk, Momo-chan." Kata Rukia pegi meninggalkan Senna yang kalah telak bersama Nell yang cekikikan.
"Kenapa kau tertawa seperti itu sih? Aku akan mencoba membuat Rukia benar-benar menyesal telah membuatku seperti ini. Dan gadis bermana Hinamori itu juga akan menerima akibatnya, mulai sekarang dia adalah target kita nomor dua. Tapi sekarang aku akan bermain-main dengan Hinamori dulu," kata Senna membuat Nell penasaran.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan?" Tanya Nell penasaran. Senna berbisik ke Nell. Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah memasang senyum licik.
"Sekarang kita ke taman menemui Orihime mengenai rencana kita," kata Senna lalu pergi ke taman.
Hinamori dan Rukia di kantin Universitas itu masih tertawa melihat kejadian tadi, namun HP Hinamori berbunyi dari Retsu Hinamori. Ibunya.
"Tumben sekali ibuku menelfon jam segini," kata Momo heran. Rukia hanya mengisaratkan Momo untuk menerima panggilan itu. Momo mengangguk lalu pergi meninggalkan Rukia sendiri di kantin.
Hinamori kini berada di taman dekat kantin. Dia kemudian menekan tombol berwarna hijau tanda akan menerima telfon.
"Moshi moshi Okaa-san, APA? Aku tidak mau! Aku bisa mencarinya sendiri tanpa harus Okaa-san Bantu. Lagipula, aku sudah mempunyai orang yang tepat. " kata momo.
"Kaa-san juga sebenarnya tidak mau, kau tau kalau hutang keluarga kita sudah menumpuk," kata Retsu membuat Momo terdiam.
"Jadi, apa aku akan di jual? Dengan menikahkan aku dengan anak teman Kaa-san maka hutang kita bisa lunas? Apa tidak ada jalan lain?" Tanya Momo kini berurai air mata.
"Gomenasai yo, Momo-chan. Tapi kau adalah satu-satunya penyelamat keluarga kita. Apa kau tega kalau kita nanti akan terlempar ke jalanan?" kata Retsu kemudian Momo pasrah.
"Baiklah, aku terima lamaran dia," kata Momo lalu memutuskan koneksinya.
"Momo," panggil seseorang dari belakang langsung memeluk pinggangnya.
"Hitsugaya-kun," kata Momo namun pembicaraannya di potong oleh kecupan manis di leher Momo.
"Kenapa, sayang? Aku lihat kau tidak bersemangat. Ada masalah apa?" kata Hitsugaya kemudian membelai lembut pipi kekasihnya. Momo yang tak rela mulai menarik nafas panjang kemudian memeluk Hitsugaya.
"A-aku tak mau berpisah dari kamu, Shiro-chan," kata Momo. Tangisnya meledak. Hitsugaya hanya heran kemudian tersenyum.
"Aku akan selalu berada disisimu Momo," kata Hitsugaya membelai pipi Momo. Tapi Momo hanya menggeleng.
"Aku- telah di jodohkan dengan orang lain," kata Momo. Hitsugaya kaget.
"APA?" katanya. Momo yang kini melepaskan diri pergi meninggalkan Hitsugaya. Hitsugaya hanya terdiam.
"Kuso," katanya
Di tempat lain, tepatnya di taman Karakura University. Seorang gadis sudah menunggu temannya sambil melamun.
"Kurosaki-kun," kata gadis itu melamun. Tangannya kemudian mengeluarkan sebuah surat yang menyakitkan itu. Ternyata belum dia buang.
"Kuchiki-san," kata Inoue marah ketika mengingat kejadian itu lagi.
Flashback
Inoue memasuki kamar Ichigo. Namun yang di cari sedang berada di kamar mandi. Jadi Inoue duduk di pinggiran tempat tidur Ichigo.
"Ini pertama kalinya aku memasuki kamar Kurosaki-kun," katanya sambil menjelajahi matanya keliling ruangan kamar itu.
"Churu chu chu churu Soba ni iru," kata Ichigo yang sedang menjalankan hobinya. (singing at the bath room). Inoue cekikikan.
"Dasar kurosaki-kun," katanya. Namun matanya kini tertuju pada sepucuk surat yang ada di atas meja. Suratnya sedikit kusut seperti habis di remas. Dengan rasa penasaran yang tinggi Inoue membuka isi surat itu dan membacanya.
"Kuchiki-san, ternyata kau penyebab berubahnya Kurosaki-kun," kata Inoue marah. Kemudian dia meninggalkan ruangan itu dan membawa surat itu sebagai bukti.
End of flashback
"Kuchiki," kata Inoue lagi. aura jahatnya semakin besar. Namun Sena dan Nell datang menghentikan kemarahan Inoue.
"Tak perlu cemas, Orihime. Aku sudah membuat rencana yang bagus. Dan tampaknya berjalan dengan lancer deh," kata Senna
"Tapi kenapa kau menyuruh Momo Hinamori menikahi Kakak lelakimu? Bisa saja dengan orang lain kan?" kata Orihime serius. Sena tersenyum licik.
"Kakakku sudah mengaguminya sejak lama, apa salahnya jika aku buat saja seperti itu,? Asalkan dia tidak dengan Hitsugaya-san saja kan?" kata Sena senyum enteng. Inoue mengangguk.
"Terserah kau sajalah," kata Inoue akhirnya. Musuh yang ingin dia hancurkan itu Kuchiki.
"Rukia akan kebingungan dengan semua ini. Aku mau lihat bagaimana reaksi dia saat aku menyerang semua teman-temannya." Kata Sena.
Hitsugaya berjalan gontai menuju kantin. Terlihat disana Rukia dan Kaien yang sedang minum.
"Hitsugaya-san, ada apa? Momo mana?" Tanya Kaien.
"Momo pergi. Dia telah dijodohkan oleh Ibunya. Dan hari ini dia akan di pinang orang," kata Hitsugaya lesu. Rukia dan Kaien terkejut.
"HAH? Kenapa bisa jadi begini?" Tanya Rukia kaget.
"Hinamori mempunyai hutang pada keluarga Shuuhei. Jadi.., kau tau maksudku." Kata Hitsugaya di iringi anggukan Rukia dan Kaien.
"Jadi, yang melamar Momo itu Hisagi Shuuhei? Dia itu kakak lelaki Sena! Aku masih meragukannya." Kata Rukia. Hitsugaya kaget.
"Ini pasti bagian rencana anak itu," tambah Rukia lagi. Kaien mengangguk. Hitsugaya, tak bisa menahan emosi langsung pergi ke tempat Momo. Hitsugaya terus pergi dengan mobil Lamborghini miliknya tanpa pedulikan suara Kaien dan Rukia yang mengatakan tahan emosi.
"Aku takkan bisa menahan emosi kalau ini menyangkut rasa cintaku. Momo tunggu aku," kata Hitsugaya yang langsung tancap gas.
"Dia sangat emosian," kata Rukia. Mereka kali ini jalan ke parkiran untuk mengambil mobil Kaien. Namun perkataan Rukia terhenti saat dia melihat seseorang di sebrang sana yang sedang memutar arah sepeda motor ninjanya.
"Ichi-go," panggil Rukia pelan. Orang yang bersangkutan juga melihatnya. Sama-sama terkejut, sama-sama mendekat, sama-sama memandang.
"Sashiburida na, Rukia." Kata Ichigo
"Hm," hanya itu yang bisa di katakan oleh Rukia. Namun kejadian itu tak berlangsung lama. Kaien mendekati mereka berdua.
"Rukia, siapa dia?" Tanya Kaien. Ichigo terkejut. Kini dia kecewa ternyata saat di Seireitei dia sudah mencari pengganntinya. Dan orang itu tidak tanggung-tanggung. Langsung orang dari kalangan atas. Sama seperti Rukia.
"Teman SMA, Ichigo kurosaki. Ichigo, dia pacarku, Kaien Shiba." Kata Rukia pelan tak mau menyakiti hati Ichigo. Yang bersangkutan hanya tersenyum.
"Ichigo Kurosaki," kata Ichigo menjabat tangan Kaien.
"Kaien Shiba, Yoroshiku," kata Kaien melakukan hal yang sama.
"Aku rasa kita harus cepat-cepat, Hitsugaya sedang dalam emosi yang tinggi." Kata Rukia memperingatkan. Kaien mengangguk.
"Ada apa?" Tanya Ichigo yang tak mengerti.
"Ichigo, kau Ikut, nanti di jalan kami beritahu," kata Rukia. Ichigo mengangguk.
RUMAH HINAMORI
"Kaa-san, aku tidak mau menikahi Hisagi-san. Kumohon kepadamu cari solusi yang lain," kata Momo
"Tidak, Momo-chan, tidak ada jalan lain." Kata Retsu merapikan kimono Momo.
"Tapi aku mencintai Hitsugaya-kun," kata Momo menangis.
"Kaa-san tau, tapi hutang kita sudah menumpuk kepada keluarga mereka," kata Retsu kemudian pergi meninggalkan Momo.
"Ini pasti rencana Sena. Dia mau menghancurkan Rukia-chan lewat aku. Aku ingat kata-katanya kalau dia akan menyerang temannya." Pikir Momo.
"Psst Psst," kata seseorang dari jendela. Momo kaget langsung membuka jendela itu.
"Hitsugaya-kun, apa yang kau lakukan disini?" kata Momo membantu Hitsugaya masuk ke dalam kamar.
"Kau tau, seorang laki-laki tidak boleh menyerah dalam urusan percintaan," kata Hitsugaya tersenyum.
"Semua ini sia-sia, Hitsugaya-kun. Aku sudah di jodohkan oleh Hisagi."
"Dan dia adalah kakak lelaki Sena. Aku tau ini rencana dia. Aku kemari akan membawa,u kabur dari sini," kata Hitsugaya memeluk Momo dari belakang.
"Kedengarannya.., manis." Kata Momo memeluk Hitsugaya. Hitsugaya mulai menempelkan bibirnya dengan milik Momo. Tangannya memeluk erat gadis yang dia cintai. Momo hanya melingkarkan tangannya di belakang kepala Hitsugaya.
"APA-APAAN KALIAN INI?" Tanya suara yang baru masuk
"Kaa-san? Aku…" Momo ketakutan.
"Dengar penjelasan aku, Nona Hinamori. Aku mencintai Momo. Dan kami saling mencintai." Kata Hitsugaya.
"Aku tau, kalau kalian itu saling mencintai. Namun hutang kita tak bisa ditolong lagi." kata Retsu.
"Memangnya hutang kalian pada keluarga mereka berapa?" Tanya Hitsugaya
"Dua juta yen," kata Momo pelan.
"Bagus. Hanya dua juta. Aku punya dua juta di ATM. Jadi aku yang akan melunasi hutang kalian. Aku hanya ingin jangan jodohkan wanita yang kucintai kepada orang lain," kata Hitsugaya.
"Hitsugaya-kun…," kata Momo yang hanya bisa menangis dan memeluk Hitsugaya.
"Aku sudah janji akan menjagamu, Momo." Kata Hitsugaya.
"Sial." Gerutu Sena mengingat semua rencana dia gagal karena Hitsugaya.
"Sudahlah, kita harusnya menghancurkan Kuchiki, bukan Hitsugaya." Kata Nell. Orihime hanya diam.
"Baik. Aku akan memikirkan rencana lain untuk menghancurkan Kuchiki." Kata Sena akhirnya.
"Aku. Yang. Akan. Menghancurkan. Kuchiki-san." Kata Inoue dingin. Sena dan Nell tersenyum licik.
"Aura kebenciannya mulai tinggi. Sepertinya aku harus membuat Kurosaki semakin dekat dengan Rukia. Dengan begitu, Kaien dan Orihime akan membenci Rukia dan Kurosaki." Kata Sena dalam hati.
"Kau ternyata sudah menemukan penggantiku, ya?" kata Ichigo kecewa. Kaien sedang di panggil oleh dosennya.
"Ya, aku tidak mungkin terus terpuruk dalam cinta yang tak mungkin aku dapatkan." Kata Rukia.
"Perlu kau tau, Rukia. Aku masih menunggumu." Kata Ichigo terang-terangan.
"Aku tak butuh semua itu, Ichigo." Kata Rukia
"Tapi aku sangat membutuhkanmu,"
"Kaien yang membutuhkanku. Karena dia adalah pacarku. Sebaiknya kau memperhatikan Inoue," kata Rukia lalu pergi meninggalkan Ichigo.
"Jadi yang dia katakan benar, Ichigo pernah berpacaran dengan Rukia? Tidak akan kubiarkan dia mengambil Rukia dariku." Kata orang itu dari jauh.
TSUZUKU
