SuLay fanfiction Indonesia

The Killers

By

Flying white unicorn

Zhang Yixing * Kim junmyeon

EXO

DLL

Rate M

Don't try this at home/school/'semak-semak'

Wkwk^^

YAOI

Don't plagiat

You'll never fly if you're too scared of the height

You'll never live if you're just too scared to die

..

Dingin mencengkram begitu Yixing melangkah keluar dari istana Kim. Gerakan udara bersama dengan turunnya butiran salju menciptakan pemandangan putih di depannya. Sudah memasuki musim dingin, secara ajaib lemari Yixing dipenuhi oleh baju-baju musim dingin. Dan sampai sekarang dia masih mendapatkan sarapan dan makan dari tidak tahu siapa yang menyajikan untuk mereka.

" Dimana Junmyeon?." Tanya Yixing

" Dia sudah pergi daritadi." Jawab Jongin

" Dia meninggalkanku lagi?." Yixing tidak bertanya melainkan menegaskan kekesalan hatinya.

Sudah berapa hari ini Junmyeon bersikap seperti menjauhi dirinya. Dirinya yang sudah jarang berbicara kini ditambah jarang terlihat olehnya. Sebenarnya Yixing tidak merasa kehilangan Junmyeon. Ia hanya merasa sedikit tidak enak bila salah satu Kim tidak berhubungan sedikit lebih baik dengannya.

" Yixing.."

" Mau apa kau kemari!." Seru Jongin

" Aku hanya mau menjemput Yixing, salah?. Yixing ayo kita pergi." Ucap Sehun

" Er apakah tidak apa-apa kalau aku pergi dengan Sehun?."

" Tidak, pergilah." Ucap Jongdae

" Hyung!."

" Jongin! Jaga suaramu." Tekan Jongdae

" A-Aku pergi dulu." Ucap Yixing

Yixing masuk kedalam mobil Sehun. Dia tahu adanya perang dingin antara Sehun dan triple Kim. Mungkin juga Junmyeon menghindarinya karena tidak ingin terlalu sering berjumpa dengan dirinya bersama Sehun. Sebenci itukah Junmyeon pada Sehun?. Pikir Yixing

" Hyung.. apa-apaan kau ini membiarkan Yixing pergi dengan Sehun." Ucap Jongin marah

" Kita tidak punya hak Jongin untuk melarang Yixing. Kitalah milik Yixing bukan sebaliknya."

" Tapi kita wajib menjauhkan Yixing dari bahaya."

" Bahaya apa menurutmu jika dia dan Sehun telah menjalin hubungan lebih dari pertemanan!."

" Hyung.."

" Cukup Junmyeon yang berbeda setelah hubungan mereka. Kita jangan, aku takut ini salah satu taktik Sehun untuk memecah belah kita."

" Baik Hyung."

.

.

Sepanjang jalan menuju sekolah Yixing banyak bercerita dengan Sehun, tentang makanan kesukaannya atau tentang lagu yang baru saja dia dengar akhir-akhir ini. Yixing baru merasakan kembalinya kehidupan ketika Sehun mulai masuk di hidupnya. Sehun si informan telah berubah menjadi teman laki-lakinya. Menurut Yixing, Sehun merupakan bentuk lain dari Jongin. Bedanya bila Jongin lebih emosional dan ceria. Sehun lebih berhati-hati namun pandai menikmati hidupnya.

" Yixing, pulang dari sekolah nanti, kau mau ku bawa kerumah?."

" Ha? Aku tidak tahu. Apakah aku boleh pulang tidak langsung kerumah." Ucap Yixing

" Kita sudah dewasa, dan kau seorang yang bebas begitu juga aku. Kenapa kau harus cemas?."

" Kau tahu kan mereka tidak terlalu suka denganmu."

" Ya aku tahu, tapi kau adalah pasanganku. Sedangkan mereka bukan siapa-siapa. Mungkin bisa dibilang mereka saudara angkatmu. Tapi mereka tetap tidak mempunyai hak denganmu."

" Hmm baiklah, akan aku usahakan."

Sehun tersenyum senang, Yixing ikut tersenyum melihat senyuman bayi Sehun. Lagipula ia juga penasaran dengan kehidupan Sehun. Apakah sama misteriusnya dengan kamar-kamar triple Kim yang selalu saja membuat bulu kuduknya meremang ketika melewatinya.

Si informan yang kini menambah julukan sebagai si petunjuk jalan. Yixing berkali-kali di ajarkan oleh Sehun tentang jalan kelasnya. Tapi entah mengapa kini ia tidak ingin menghafalnya. Ia lebih tenang bila pergi bersama Sehun.

" Yixing!."

" Minseok.. kau menungguku lagi?."

" Tentu, aku kan suka lupa jalan ke kelas hehe."

Yixing tersenyum maklum ia tahu pasti menghafal jalan menuju kelas sangat susah untuk Minseok murid yang lebih baru darinya.

" Ayo kita bersama-sama ke kelas." Ucap Yixing

Sehun tetap berjalan di sebelah Yixing walau kini tangan Yixing telah di peluk oleh Minseok. Minseok seperti seorang bayi yang takut hilang di keramaian. Itu membuat Yixing sangat menyayanginya. Dipertengahan jalan Yixing berjumpa dengan Junmyeon yang seakan sedang menunggu seseorang.

" Aku heran kenapa murid-murid baru menjadi gampang akrab seakan mereka sudah mengenal lama." Ucap Junmyeon menghentikan tiga pasang langkah kaki.

" Maksudmu?." Tanya Yixing

" Sudahlah Yixing, Junmyeon dan paranoidnya itu sudah satu paket." Ucap Sehun menatap Junmyeon dingin

" Yak. Jadi kau mau aku memeluk tangan mu? Boleh-boleh saja lagipula kau cukup tampan juga." Ucap Minseok

Junmyeon tidak menjawab perkataan Sehun ataupun Minseok. Dia hanya pergi meninggalkan ketiga orang tersebut.

" Kenapa dia?." Tanya Yixing

" Entahlah cemburu mungkin." Ucap Minseok

" Cemburu?." Entah apa yang di pikirkan Yixing seketika pipinya merona mendengar alasan dari Minseok.

" Iya cemburu padaku. Kurasa dia menyukaiku." Ucap Minseok

" Oh."

Wajah Yixing kini bukan lagi merona melainkan merah akibat malu. Entah dasar apa ia pertama mengira Junmyeon cemburu akan hubungannya dengan Sehun. Rupanya yang dimaksud Minseok adalah lain.

" Yixing kau sakit? Wajahmu merah sekali." Ucap Sehun khawtir

" Tidak. Ayo kita kekelas. Aku mulai hafal kalau sudah disini." Yixing mengalihkan pembicaraan.

Selama pelajaran dimulai Yixing dibuat kaku oleh Junmyeon, bagaimana tidak jika sepanjang itu Junmyeon yang duduk di sebelah nya menatap Yixing dengan tatapan tajam. Awalnya Yixing menolak untuk menggubris apa yang dilakukan Junmyeon. Tapi semakin lama badan Yixing dibuat panas oleh tatapannya. Yixing mencoba membalas tatapan Junmyeon.

" Berhenti menatapku Junmyeon." Gertak Yixing

Junmyeon tidak mengindahkan gertakan Yixing, matanya semakin menatap Yixing kuat.

" Junmyeon kubilang sekali lagi, berhenti menatapku! Kau membuatku tidak nyaman."

Bruk

Kursi Junmyeon terjatuh bersamaan dengan berdirinya Junmyeon, seluruh kelas kini menatap Junmyeon. Jongin, Jongdae dan Sehun juga menatap Junmyeon dan Yixing tajam.

Grab!

Junmyeon menarik tangan Yixing untuk membawanya keluar kelas. Guru di depan hanya memandang mereka dengan tatapan aneh. Sedangkan murid-murid yang tampak tidak pernah melihat emosi Junmyeon tampak terkejut. Tidak dengan Sehun yang langsung bangkit berdiri ingin menyusul. Tapi niat nya terhenti begitu tangan Jongin menarik tangannya.

" Cukup kau mengganggu kami. Duduk! Biar Yixing menyelesaikan masalahnya dengan Junmyeon!."

" Tapi masalahnya dia tidak mempunyai masalah apapun dengan Junmyeon!." Ucap Sehun

" Sehun! Kembali duduk atau kurobek kau di depan orang ramai." Ucap Jongdae

" Uuu jantan juga." Guma Minseok pelan yang mendengarkan percakapan ketiga orang itu.

Sehun menatap kedua J yang menatapnya dengan tatapan membunuh, misinya belum berakhir dan ia masih ingin bersama Yixing. Kemungkinan ia bertindak jauh akan memancing triple Kim untuk mengeluarkannya dari sekolah dan semakin mencurigainya. Sehun kembali duduk dengan segala pertimbangan dalam pikirannya.

" Bagus kau masih sayang nyawamu." Ucap Jongdae

.

Tangan Yixing masih di pegang erat oleh Junmyeon yang berlari membawanya. Yixing tidak tahu kemanakah arah tujuan mereka berdua, tapi Yixing menduga masih di kawasan sekolah.

Bruk!

Junmyeon melemparkan Yixing ke tembok, ruangan gelap yang Yixing tidak ketahui apa saja isi di dalamnya karena kurangnya pencahayaan dalam ruangan itu.

" Junmyeon! Apa maumu." Ucap Yixing memegang badannya yang sakit

" Kau! Kau itu mauku!." Seru Junmyeon keras

" Kau! Jangan kau coba-coba menyentuhku lagi!." Ucap Yixing sedikit takut peristiwa kemarin terulang lagi

" Atau kau akan apakan aku ha? Apa yang bisa kau perbuat selain merobek hatiku!."

" J-Junmyeon? Apa yang kau katakan."

" Kau.. Beraninya kau mencairkan hatiku. Kau tahu apa resiko nya?!."

" Junmyeon.. tenanglah.. Junmyeon…"

Junmyeon duduk menangis, Yixing diam bingung dan cemas dengan apa yang dilihat mata kepalanya itu. Junmyeon menangis dan begitu emosional dan itu disebabkan olehnya. Yixing tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Pikirannya seakan mengingatkan hubungannya dengan Sehun. Tapi hatinya mengatakan untuk datang memeluk laki-laki lemah di depannya itu.

Bruk

Tubuh Yixing jatuh memeluk Junmyeon, dia tidak tahu mengapa dia begitu peduli dengan perasaan yang dirasakan laki-laki di depannya itu. Laki-laki yang dengan dingin mengambil harga dirinya dan membayarnya dengan jilatan. Yixing tidak mengerti, mengapa hatinya begitu sakit melihat Junmyeon seperti ini.

" Menangislah, aku disini.. menangislah.."

Fighting just for survive

But you taught me I can

We are the lucky ones

Yes we are

Dalam perjalanan setelah sekolah, Yixing tampak diam memandangi butiran salju yang masih turun hingga menumpuk jalanan. Sehun bertanya kemana Junmyeon membawanya. Yixing hanya mengatakan dia tidak tahu. Yixing tidak berbohong, dia memang tidak tahu dan tidak melihat jelas bagaimana kondisi ruangan tempat Junmyeon membawanya tadi. Tapi Ia yakin bahwa ruangan itu tidak untuk murid biasa. Walau Yixing tidak bisa melihat jelas akan isi ruangan itu. Ia yakin mencium bau aroma yang biasa berasal dari rumah sakit. Aroma apakah itu yang jelas adalah sejenis obat atau cairan dokter. Aroma yang seharusnya tidak berada di sebuah sekolah.

" Yixing ini rumahku, ayo masuk." Ucap Sehun membuyarkan lamunan Yixing

" Oh iya."

Sehun membukakan pintu rumahnya untuk Yixing. Kesan pertama Yixing masuk ke dalam rumah itu adalah aroma anggur merah tercium begitu kuat, keadaan rumah yang rapi dan bersih. Dengan warna putih dan hijau muda mewarnai dalamnya.

" Sehun kau sudah pulang?." Teriak seseorang

" Siapa?." Tanya Yixing

" Hyung ku. Ayo ku kenalkan." Sehun menarik tangan Yixing untuk menuju dapur.

" Hyung aku membawa seseorang."

Seorang namja berbadan kecil dan berwajah cantik sedang memakai celemek berwarna kuning, ia menatap Yixing seakan meminta jawaban siapa dirinya.

" Ni hao, perkenalkan saya Zhang Yixing." Ucap Yixing menjulurkan tangannya

Braak

Bukan menyambut tangan Yixing, ia malah mundur kebelakang hingga menabrak tumpukan baskom jatuh kebawah. Ia menatap Yixing dengan ekspresi takut dan waspada.

" Se-Sehun bisa kau jelaskan."

" Hyung.. aku dan Yixing adalah sepasang kekasih."

Plaak

Reaksi lebih tak terduga, namja yang merupakan hyung dari Sehun menampar keras pipi Sehun.

" Kau.. Apa kau bosan hidup ha?! Kenapa kau bermain-main dengan maut!."

" Maafkan saya, tapi mengapa kalian seperti ini?." Tanya Yixing tidak mengerti

" Yixing, perkenalkan, dia Oh Luhan, hyung ku sekaligus salah satu anggota dari black jack." Ucap Sehun

" Sehun! Berani sekali kau memberitahu rahasia kita kepada dia!." Ucap Luhan murka

" Maaf Luhan Hyung, tapi sungguh Sehun tidak bersalah. Walaupun aku tidak tahu dimana letak kesalahanku. Tapi aku yakin ini semua karena diriku."

" Ya memang dari mu! Dari ujung rambut hingga ujung kuku kakimu, dari darah hingga daging yang mengeras di tubuhmu itu." Ucap Luhan

" Orangtua ku?." Tanya Yixing sendu

" Ya tentu, apalagi ayahmu yang membuat kami berdua menjadi yatim piatu! Dan triple Kim yang sampai sekarang terobesi ingin memanggang dagingku."

" A-Apakah benar Sehun? Sehun bicaralah!."

" Ne Yixing, salah satu cara mematikan perasaanku adalah dengan membunuh orangtuaku dihadapanku dan kakak ku. Tapi aku tidak pernah bisa untuk tidak bersedih atas kematian mereka." Ucap Sehun

" Sehun…"

" Sekarang dengan darah yang mengalir di tubuhmu itu berani sekali kau menginjak rumah kami!."

" Hyung! Aku yang membawanya kesini!. Hyung tolong mengertilah." Ucap Sehun memeluk Luhan

" Sehun.. Sehunnie kesayanganku.. jangan kau juga.." Isak Luhan dalam pelukan Sehun.

.

.

Sambil berbaring di kasur Sehun, Yixing hanya bisa menatap atas kamar Sehun, terlalu banyak dosa yang dibuat orangtuanya sehingga kini ia mendapat banyak balasan yang diterimanya.

" Yixing, kau masih memikirkan perkataan Hyungku?."

Sehun ikut berbaring disebelah Yixing, menatap dan menyibak rambut Yixing yang menutup setengah matanya.

" Tidak Sehun, lagipula apa yang dia katakan semua untuk kebaikanmu. Aku tahu begitu banyak dosa yang dibuat orangtuaku, kepada kalian."

" Yixing, jangan katakan itu lagi. Aku sudah melupakannya." Ucap sehun

Dengan perlahan Sehun mendekatkan bibirnya ke bibir Yixing.

Bruk!

Sehun hampir saja terjatuh akibat Yixing yang tiba-tiba terduduk di atas kasurnya. Sehun yakin bibirnya yang terhantuk kepala Yixing itu pasti akan sariawan besok paginya.

" Yixing kau mengagetkanku." Ucap Sehun

" Sehun! Tak pernah kah kau berpikir bahwa aku bukan rienkernasi ayahku?."

" Ya aku yakin kau reinkernasi ibumu." Ucap Sehun sabar

" Bukan-bukan itu maksudku."

" Jadi?." Ucap Sehun ikut terduduk di kasurnya

" Apa kau tidak pernah berpikir bahwa… Bahwa ternyata Kim Jae Jin masih hidup?."

" Yixing? Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?."

" Entahlah Sehun, tapi sampai detik ini aku tidak tahu wajahnya selain.. selain wajah yang di dalam peti itu. Tapi apa benar dia Kim Jae Jin?." Tanya Yixing

" Ma-maksudmu dia masih hidup? Yixing percayalah, apa yang kau pikirkan ini sangat mengerikan. Bahkan ini lebih buruk dari mimpi buruk manapun." Ucap Sehun

" Bagaimana kalau ternyata apa yang kau katakan adalah betul?." Tanya Yixing lagi masih dengan pikirannya

" Yang mana?."

" Bahwa bukan dia lah misteri yang sebenarnya melainkan aku. Bagaimana kalau isi wasiat untuk triple Kim itu adalah bertujuan untuk mengetahui aku siapa."

" Kau kan anaknya."

" Tidak Sehun, masa kau tidak mengerti juga?."

" Jadi?."

" Maksudku untuk mengetahui apakah aku ini kawan atau lawan untukknya."

" Jadi maksudmu triple Kim menyembunyikan dia?. Tapi untuk apa? Dunia yang bersembunyi dari kekejamannya Yixing."

" Kau tahu Sehun teori Yunani yang mengatakan, musuh terbesar dari dirimu adalah sebagian dari dirimu."

" Yixing, apakah itu artinya… Dia takut akan dirinya sendiri? Dan kini dirinya sendiri membentuk badan lain selain dirinya yaitu…dirimu?."

" Ya Sehun, itulah pemikiranku."

Sehun diam berpikir akan sesuatu hal, apa yang dikatakan Yixing sebenarnya sudah diluar logikanya. Ia tidak mempersiapkan hal sampai seperti ini. Kim Jae Jin masih hidup? Membayangkan nya saja dia tidak sudi. Apalagi kini harus memikirkannya.

" Yixing, kurasa aku memang harus membangunkan iblis di dirimu." Ucap Sehun

" Sehun..."

" Aku tidak mau kehilanganmu, aku tidak mau kalau ternyata apa yang kau pikirkan itu benar."

" Sehun, entah mengapa aku jadi takut."

" Stt… Kau tidak boleh takut. Aku ada disini." Ucap Sehun memeluk Yixing erat.

.

Yixing membaringkan kepalanya di mejanya. Sehun dibelakang mengawasinya seakan-akan sebuah monster akan bangkit dari tubuh Yixing sekali-kali. Junmyeon dan dua Kim nya belum tiba pagi ini. Tadi ia pun sarapan tidak bersama triple Kim. Yixing menduga mereka tengah mendapatkan suatu 'pekerjaan' hingga pagi hari.

" Yixing ah…"

" Ne Minseok." Jawab Yixing

" Kau sakit?." Tanya Minseok memeriksa dahi Yixing

" Tidak, aku hanya mengantuk."

" Apa yang kau lakukan semalaman sampai mengantuk begini?." Omel Minseok

" Membaca dan mencari sesuatu." Ucap Yixing

" Eh Yixing, kau serumah kan dengan kim kim kim itu?."

Yixing membangkitkan kepalanya mendengar suara Minseok yang sangat tertarik dengan triple Kim.

" Ne. Kenapa?."

" Hmm sebenarnya aku malu mau mengatakan ini. Tapiii kan cuma kau yang bisa bantu aku."

" Kenapa?. Kalau bisa ku bantu akan ku bantu." Ucap Yixing

" Boleh tidak aku menginap di rumahmu? Sehariiii saja?." Tanya Minseok

" Ha? Untuk apa?."

" Begini… sebenarnya aku.. aku menyukai Junmyeon, aku hanya ingin lebih dekat saja dengannya." Ucap Minseok malu-malu

" Kau menyukainya?." Hati Yixing sedikit sakit mendengar perkataan Minseok.

" Ne." Jawab Minseok tegas

" Hmm baiklah akan kutanya dulu boleh atau tidak membawa teman ke rumah. Soalnya itu bukan rumahku." Ucap Yixing pelan

" Ne! Aku akan mendoakan supaya boleh. Gomawo Yixing ah muaah." Ucap Minseok sambil mencium pipi Yixing gemas dan pergi.

" Hmm dasar anak itu." Ucap Yixing pelan.

Yixing kembali meletakkan kepalanya di meja, entah apa perasaan nya ini. Dia sedang menjalin hubungan dengan Sehun, tapi semenjak melihat Junmyeon menangis ia merasa Junmyeon masih memiliki hati. Ia masih seorang manusia biasa. Tapi mengapa hatinya tidak rela bila Junmyeon mulai menggunakan hatinya untuk orang lain. Bukankah Irene yang pernah di cium Junmyeon begitu cantik, ataupun Jeonghan yang berwajah keibuan dan disayang Junmyeon walau sebagai adiknya. Atau Minseok namja imut bermata kucing yang sangat ceria. Pasti mereka dapat mengambil hati Junmyeon dengan mudah. Sakithati dirasakan Yixing membayangkan Junmyeon tertawa ataupun bermesraan dengan salah satu dari mereka.

" Yixing kau sakit?." Suara dingin Junmyeon membuat kepala Yixing bangkit melihat.

" Apa pedulimu!." Ucap Yixing sambil keluar kelas

Sampai diluar kelas Yixing baru sadar, untuk apa dia marah kepada Junmyeon. Bahkan Junmyeon tidak ada salah dengannya. Hanya pikirannya saja yang meracuninya untuk membentak Junmyeon. Yixing memukuli kepalanya karena kesal sendiri.

" Yixing! Kau kenapa?." Tanya Junmyeon mengejar Yixing

" J-Junmyeon? Kenapa kau kemari." Ucap Yixing

" Entahlah, kau mau kemana?." Tanya Junmyeon

" Aku tidak tahu." Ucap Yixing

" Kalau begitu kita ke atas saja lihat salju." Ucap Junmyeon menarik tangan Yixing.

Sungguh ini bukan Junmyeon, Yixing tahu Junmyeon yang dia kenal adalah Junmyeon yang jarang berbicara dengannya, menatapnya sedikit dan selalu dingin. Tapi ini, Junmyeon yang mengajaknya berbicara, bahkan peduli dengan apa yang tengah ia rasakan. Bahkan Junmyeon yang menarik tangan Yixing dengan hangat.

.

.

Keadaan diatas ternyata tidak seperti bayangan Yixing. Yixing mengira akan semakin dingin tetapi tidak begitu ia rasakan. Junmyeon tidak tersenyum layaknya orang yang menyukai pemandangan ini. Tetapi ia menikmati jatuhnya salju kebawah.

" Kau dingin?." Tanya Junmyeon

" Ani. Aku baik-baik saja."

" Tapi pipimu merah." Ucap Junmyeon

" Tidak, memang beginilah pipiku." Ucap Yixing malu

" Kau tadi kenapa marah denganku?." Tanya Junmyeon

" A-Aku tidak marah."

" Jangan berbohong." Junmyeon kini menghadapkan posisi berdirinya ke depan Yixing

" Kau tahu Minseok menyukaimu. Bahkan ia meminta izin untuk menginap dirumah agar dia bisa puas memandangimu." Ucap Yixing

" Undang dia kerumah, kurasa kau butuh kawan."

" Aku butuh kawan atau kau senang dapat fans?." Tanya Yixing sewot

" Kau cemburu?." Tanya Junmyeon

" Tidak!." Ucap Yixing

" Pipimu semakin merah." Ucap Junmyeon kemudian meletakkan tangannya di pipi Yixing

" A-Aku baik-baik saja." Ucap Yixing gugup

" Aku yang tidak baik-baik saja." Ucap Junmyeon

Bibir Junmyeon mendarat di bibir Yixing, bibir Junmyeon terasa seperti mint. Mungkin karena permen yang dimakannya atau karena hanya perasaan Yixing saja. Yixing memejamkan matanya menikmati gigitan lembut bibir Junmyeon di bibirnya. Kedua orang itu semakin larut dalam ciuman hangat diantara butiran salju yang turun. Tidak menyadari sepasang mata marah yang menatap keduanya.

" Junmyeon lagi-lagi kau…" Ucap Sehun sambil turun kebawah untuk meredam amarahnya.

Sehun mengambil ponselnya dan mulai menekan mencari nomor seseorang.

" Hallo Hyung.. Aku terima tawaranmu. Asal ingat perjanjian kita." Ucap Sehun kemudian mematikan teleponnya.

TBC

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*

Happy long weekend all

Guest09 Maak sepertinya kau mulai bisa menebak-nebak FF ini hihihi asiiik.. baca n review terus ya mak.. stay healty and love you more xoxo^^

Kimdra chapter 5 memang susah kaka aku mikirnya makanya pas pas body hihihi ^^

Jyuu Makasih kaka udah suka moga awet sampai akhir ya.. haha lagi trend kali pacaran sama brondong hihihi ^^

Guest Masih hidup apa ga ya? Ayoo baca lagi yah next nya sampai END ^^ haha kasihan thehun dibilang amis memang thehun ikan kembung kaka ^^ wkwkkw

YuKillua-Kira jangan-jangan iching pasang pelet hihihihi^^

Yxingbunny wkwkwk fireeee kata papih jumen

Yeojaakoriyah23 hiks hidup ini penuh dengan cubaan hehehe^^

MinieZhang thehun sudah mau jadi sangkuriang kaka^^ hihihi

D'eXcruscius Paripachuka tralaa ternyata buncan adalah kakak sehun wkwk jangan kecewa pemirsa hehehe^^

Pearl Luce tunggu kedatangan team kris hihihi^^

Xiao Yueliang maaf kaka kemarin kosong sehari. Soalnya sibuk beres-beres rumah hiks derita cinderlele wkwkkw^^