Disclaimer
Gintama (c) Sorachi Hideaki
The World Gintoki Only Knows (c) Yue'ren Shirahane
Warning: Gaje seperti animenya + NO OOC
(Parodi The World God Only Knows)
Cerita sebelumnya:
Yorozuya mendapat permintaan dari Hero san untuk mempraktekan game dating sims, Gin ditunjuk untuk menaklukan hati para wanita sebagai sample game. Jika Gin menolak maka 'Sepukku'! Karena Hero sudah membayar Gin untuk pekerjaan ini sementara uangnya sudah dihabiskan Gin untuk membayar sewa rumah. Setelah menaklukan Sa'chan, kali ini Gin harus menaklukan hati Otae. Ternyata Gin punya saingan! Untuk mendapatkan Otae, Gin dkk harus melewati turnament Tenkaichi budokai (Turnamen beladiri sedunia dari anime Dragon Ball).
Babak pertama Tenkaiichi budokai ternyata adalah pertarungan menyanyi ajang bakat 'Edo-Idol'. Shinpachi maju terlebih dahulu dan membawakan lagu penyanyi favoritnya, siapa lagi kalau bukan Otsu. Shinpachi berhasil! Maksudnya, ia benar-benar berhasil membuat penonton menderita mendengar suaranya. Sebelum Shinpachi menyelesaikan lagunya, panitia memukul palu pertanda waktu Shinpachi untuk menyanyi sudah habis.
Lawan Shinpachi adalah seorang pria kekar bernama Bodyguard A (Sebenarnya ia punya nama tapi Junko tidak menyebutkan siapa namanya maka kita singkat saja menjadi B.A). B.A maju ke panggung, ia siap menyanyikan lagu. Semua penasaran, akan seperti apakah suara B.A?
Dikarenakan ini adalah fanfic yang ARTINYA full teks, percuma saja Author menulis liriknya karena kalian tidak bisa menebak seperti apa suara B.A. MAKA Author menyarankan kalian semua untuk mendengarkan opening song Gintama ke-13 yang berjudul sakura mitsutsuki. Why?
B.A membawakan lagu berjudul SakuraMitsutsuki.
"Su...Suaranya..." Shinpachi terpukau setelah mendengar suara B.A yang begitu amazing. "Jangan-jangan kau..."
B.A melempar senyum liciknya, "Di anime Gintama ini, pengisi suaraku adalah 'Ikei'"
"Ikei!" Gintoki kaget.
"Ikei siapa?" tanya Kagura.
"Ikei..." pandangan Gin tertuju pada B.A "Ikei adalah vocalist dari band spyair yang selama ini membawakan opening song & ending song untuk anime Gintama. Aku tidak menyangka kalau Ikei kebagian jatah untuk menjadi pengisi suara B.A di anime Gintama ini."
"Koq bisa begitu sih!?" Shinpachi menunjuk B.A "Kau licik! pantas saja suaramu bagus!"
Protes pun percuma karena panitia sudah menetapkan pilihannya: Babak pertama dimenangkan oleh B.A dari tim J-Unko.
Shinpachi kembali ke bangku penonton dengan penuh kekecewaan.
"Maafkan aku." Kata Shinpachi pelan.
"Sekarang giliranmu." Gin melirik Kagura.
"Eh!?" Kagura tampak senang, ia lompat dari bangku. "Aku boleh duluan?"
"Semoga berhasil." Gin tersenyum.
Kagura tidak menyangka Gin mempercayakan babak kedua ini padanya, Kagura segera berlari ke arena pertarungan.
"Gin san, tumben kau mengalah." Shinpachi heran.
"Tokoh utama munculnya belakangan." Balas Gin "Itulah alasannya kenapa aku meminta Kagura turun duluan."
TURNAMEN TENKAICHI BUDOKAI BABAK KEDUA
KAGURA VS BB (Bodyguard B).
Hidari sang pembawa acara kembali tampil,
"Di babak kedua ini kalian akan bertarung melawan monster, mengalahkan banyak musuh. Intinya, kalahkan semua lawanmu dan dapatkan point sebanyak-banyaknya!"
"Huo..." Gin terkesima, akhirnya di babak ini mulai serius. Ia yakin Kagura akan dengan mudah menaklukan semua lawannnya karena bagaimanapun juga Kagura itu sangat kuat.
Hidari kemudian meletakan dua benda hitam masing-masing di hadapan Kagura dan BB.
"Apa ini?" tanya Kagura.
"PS4" jawab Hidari. "Kalian berdua akan memainkan game 'Sword Art Offline' di PS4 ini, kalahkan semua monster dan raihlah level 999!"
"JADI INI PERTARUNGAN VIA GAME!?" Shinpachi berteriak kencang dari baris penonton. "Apa Kagura chan akan baik-baik saja?"
BB tertawa kecil, ia lalu melirik Kagura yang terlihat bingung. "Aku dijuluki king of game karena berhasil menaklukan banyak game. Game kali ini pun aku pasti akan mena—" belum selesai meneruskan kalimat, wajahnya sudah dihantam sandal Kagura.
"Jangan sombong!" bentak Kagura "Akulah yang akan jadi pemenangnya!"
Hidari mengangkat tangannya tinggi-tinggi, "Game dimulai!"
Dengan kecepatan dewa, BB langsung menghantam satu persatu musuhnya dan menaklukan level per level dengan mudah. Kagura masih berkutat dengan karakter seperti apa yang harus ia gunakan dalam game.
Level 999...pasti akan memakan waktu yang sangat lama.
BB sudah mencapai level 8. Kagura baru memulai gamenya. Gin, Shinpachi dan Otae tertidur.
BB mencapai level 24. Kagura mencapai level 280. Gin pulang karena ia harus mandi. Shinpachi dan Otae juga pulang karena banyak pekerjaan di rumah.
BB mencapai level 101. Kagura mencapai level 720. Gin mampir ke toko dulu untuk membeli jump. (Otae: Shinchan, tolong angkat jemuran di luar, aku sedang memasak).
BB mencapai level 200. Kagura mencapai level 900. Gin asyik baca koran sambil BAB di toilet. Shinpachi asyik mendownload lagu Otsu di warnet. Otae lagi-lagi menghajar Kondou san yang menyusup ke rumahnya setelah keluar dari rumah sakit.
Dua hari berlalu, akhirnya Gin, Shinpachi dan Otae kembali ke bangku penonton. Mereka luar biasa panik melihat skor saat ini: BB Level 997, Kagura Level 4 (Kagura turun level karena makan 'poison banana').
"Habislah kita!" jerit Shinpachi.
Hidari yang tampak lelah (Karena tidak istirahat selama 2 hari) akhirnya kembali berbicara.
"Waktunya sebentar lagi habis!" Hidari melirik BB "Sepertinya kita tahu siapa yang akan keluar jadi pemenang."
Kagura tidak bisa kalah begitu saja, ia sudah berjanji pada Gin kalau ia akan menang. Gin juga sudah mempercayakan babak kedua ini pada Kagura. Kagura memegang erat stik PS4'nya. Jika Kagura kalah disini maka latihannya memakan nasi campur telur akan sia-sia. (Shinpachi: itu tidak ada hubungannya).
BB Level 998! Satu level lagi.
Kagura tahu ia sudah tidak punya kesempatan lagi, apa perjuangannya akan selesai sampai sini?
"Waktumu sudah habis." BB tertawa kencang "Sudah aku bilang kan kalau akulah yang akan keluar sebagai pemenang?"
Kagura menunduk, ia tidak mungkin mencapai level 999 dalam waktu singkat. Semua sudah berakhir...
KECUALI!
"Hiah!" Kagura loncat ke arah BB dan menghantam PS4 milik BB sampai hancur berantakan.
"Argh!apa yang kau lakukan!?"
"Dengan begini kau sudah tidak bisa melanjutkan permainanmu." Kagura menunjukan senyum jahatnya yang mirip Kamui alias kakaknya.
"Juri, dia curang!" BB menunjuk Kagura.
"Di game ini tidak ada larangan untuk menyerang pemain kan!?" tanya Kagura.
Hidari sempat bingung sesaat, "Tidak ada larangan bagi pemain untuk menyerang saingannya di game. Dikarenakan PS4 BB rusak maka ia didiskulifikasi. BABAK KEDUA DIMENANGKAN OLEH KAGURA DARI TIM SAKATA!"
"HORAY!" Kagura loncat kegirangan, ia melihat Gin dari bangku penonton yang memberinya 'jempol'.
"Eh?" Shinpachi membetulkan kacamatanya"Aku tidak begitu mengerti tapi syukurlah Kagura keluar sebagai pemenang."
"Ini adalah kekuatan dari PS4," kata Gin "Jika kau serius memainkan sebuah game sampai akhir maka kemenanganlah yang kau dapat."
"Bukankah yang Kagura lakukan hanya merusak PS4 milik BB?"
Gin tidak menjawab. Hmm...yasudahlah, yang penting Kagura menang. Shinpachi jadi kepikiran, seandainya cara licik itu bisa dipakai Kagura, kenapa Kagura tidak melakukannya sejak game dimulai? Shinpachi teringat sesuatu... Kagura adalah 'Quen of Gamer' karena di episode MonHun dan episode Owee, ia menaklukan banyak level dengan mudah.
Di karenakan para juri kelelahan menunggu di babak kedua ini, maka babak ketiga diundur sampai besok.
Para penonton bubar, termasuk Junko yang dengan arogannya pergi meninggalkan arena dengan helikopter. Shinpachi dan Kagura juga keluar ruangan, meninggalkan Gin dan Otae berdua.
"Terima kasih sudah berjuang sejauh ini untukku." Kata Otae pelan.
"Santai saja." Gin menjawab dengan nada datar. "Aku hanya tidak suka melihat Unko berambut lurus itu. Disaat aku hampir keracunan gara-gara sampo, dia justru mendapatkan rambut lurus alami."
"Eh?"
"Ah,tidak. Lupakan yang barusan aku katakan."
"Semangat ya untuk pertandingan besok." Otae tersenyum "Walaupun aku kesal karena di chapter ini hanya kebagian sedikit jatah, tapi aku senang dengan usaha kalian."
"Baiklah, sampai jumpa besok."
"Tunggu," Otae menarik lengan Gin. "Kenapa kau mau membantuku sampai sejauh ini?"
"Bukankah kau sudah membayar yorozuya untuk menyelesaikan masalahmu? Duduk saja dengan tenang, di akhir nanti Unko akan berhenti mengganggumu."
"A...ah, benar juga ya." Otae merasa sedikit kecewa. Jadi... Gin membantunya semata-mata karena uang? Padahal Otae berharap lebih.
Tanpa berbasa-basi dan memperpanjang waktu, mari kita skip ke babak final!
J-UNKO VS GINTOKI. Junko sudah mempersiapkan semuanya matang-matang dengan mengikuti kursus beladiri di samurai school. Lalu Gintoki? Gin sibuk mencicipi setiap makanan untuk mengembalikan indera perasanya yang hilang.
Arena pertarungan selanjutnya adalah...
Sebuah rumah angker dengan pohon besar di depannya yang konon ditempati oleh korban pembunuhan.
Hidari berdeham, "Otae san ada di salah satu ruangan di rumah berhantu ini. Kalian cukup menemukannya dan mengalahkan musuh yang ada di rumah ini."
"KENAPA RUMAH BERHANTU!?" Jerit Gin.
Yorozuya sedang sial karena babak demi babak selalu saja pertarungan tidak terduga. Gin memang seorang samurai yang sangat hebat dan dijuluki Shiroyasha (White demon) yang mengalahkan banyak amanto dalam peperangan, tapi bukan berarti Gin tidak punya kelemahan! Hal yang paling ditakuti Gin adalah hantu! Dokter gigi dan diabetes juga adalah ancaman bagi Gin.
Tidak ada waktu untuk lama-lama berfikir, Gin dan Junko bergegas masuk ke dalam rumah hantu itu.
Ekspresi Gin berubah jadi pucat, pertama-tama ia memasuki ruangan depan. Di ruangan depan hanya ada tumpukan barang-barang usang.
"Oi! Otae! Kalau ada disini cepat jawab!" Gin mengintip kolong meja. Tiba-tiba sosok putih melintas cepat di hadapannya. "Ah!"
Mungkin hanya perasaan Gin saja...
Dalam hitungan detik muncul sosok wanita berambut hitam tepat di hadapan Gin.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
Gin membuka matanya, kepalanya masih berat karena ia terjatuh cukup keras di lantai.
"Kau baik-baik saja?" tanya hantu wanita itu.
"Ha..hantu!?"
"Tidak perlu takut." Gadis itu tersenyum "Namaku Rena. Aku hantu yang baik." Rena berbalik, punggungnya bolong.
"Justru punggungmu yang membuatku takut!"
"Bertahun-tahun aku terjebak di rumah ini... aku ingin lepas dari kutukan ini."
"Kutukan?" tanya Gin.
(Author: hoi Gin, cepat selesaikan pertandingan ini. Tidak usah mendengarkan curhatan hantu. chapter ini sudah kepanjangan, cepat cari Otae!).
Rena menatap tangannya yang pucat, "Tiga puluh tahun lalu..." Rena mulai serius.
Tiga puluh tahun lalu, Lokasi: rumah berhantu tempat Gin berada sekarang.
Namaku Rena, aku adalah seorang gadis yatim piatu, aku diadopsi oleh keluarga 'Serizawa' dan tinggal di rumah besar ala barat yang di depannya dihiasi pohon besar. Keluarga baruku ini termasuk keluarga bahagia, aku sangat bersyukur bisa diadopsi oleh mereka. Di ulang tahunku yang ke enam belas, kami merayakan pesta kecil-kecilan. Tetapi... di hari bahagia itu justru sekumpulan perampok datang.
Mereka menghancurkan kue yang susah payah dibuatkan spesial oleh ibu...
Mereka menghancurkan kado yang dibelikan oleh ayah...
Mereka membunuh Abo (anjing peliharaan) tepat di hadapanku...
Aku takut!
Ayah: Rena, sembunyilah disini. (Ayah menyembunyikanku dalam lemari).
Aku: Tidak! Jangan pergi!
Ibu: Semua akan baik-baik saja. Setelah ini, mari rayakan ulang tahun bersama lagi.
Aku mencoba untuk mempercayai ucapan ayah dan ibu, aku yakin mereka akan baik-baik saja dan kami bertiga akan merayakan ulang tahun yang tertunda ini.
Tapi semua itu hanyalah angan-angan... aku mengintip dari celah lemari, aku melihat jelas perampok itu menebas dada ayah dengan kampak, mereka juga menembak ibu tepat di dada kanan. Aku hanyalah gadis lemah... tidak ada yang bisa aku lakukan saat itu selain menangis dan terus bersembunyi di dalam lemari. Ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupku. Ketika aku mencoba untuk keluar, meja besar justru menghalangi dan membuatku terkunci dalam lemari. Aku tahu... ini adalah hukuman untukku.
Hari demi hari aku lewati di dalam lemari bercelah kecil, dari balik celah itu aku terus menatap mayat ayah, ibu dan Abo di lantai. Aku ingin keluar dari sini dan menguburkan mereka secara layak, tapi aku tidak bisa! Aku terus mencakar lemari sampai kuku jariku dipenuhi darah.
Ayah... ibu... aku lapar. Aku ingin keluar dari sini.
Aku seperti orang bodoh yang hanya bisa menangis dan meratapi nasib.
Abo... aku ingin bermain lagi bersamamu, mengajakmu jalan-jalan.
Seandainya ada cermin, aku yakin saat ini wajahku sudah sangat kurus karena entah selama beberapa hari ini yang aku lakukan hanya duduk dan menangis.
Sebelum aku diadopsi, aku sama sekali tidak tahu rasanya memiliki orangtua. Tapi kalian datang... kalian memberi warna dalam hidupku yang abu-abu.
Kenapa? Padahal aku hanya ingin menjalani kehidupan normal, merasakan indahnya memiliki keluarga, tapi yang aku dapatkan justru kejadian tragis.
Ayah... ibu... Abo... aku akan menyusul kalian.
Dua puluh hari berlari sejak aku terkurung di lemari sempit tanpa melakukan apapun selain berkedip dan bernafas, akhirnya aku ikut tewas menyusul mereka. Hanya saja... berapa lama waktu yang sudah aku habiskan? Kemana jasad mereka? Kenapa rumah ceria ini berubah total menjadi angker? Apa selama ini... aku menghabiskan waktu puluhan tahun dari tidur panjang? Aku terus bergentayangan, tidak bisa tenang sebelum menemukan jasad kedua orangtuaku dan Abo.
Setelah mendengarkan cerita Rena, Gin mencoba tenang."Jadi kau mau aku menemukan jasad orangtuamu?"
Rena mengangguk.
"Yorozuya akan melakukan apapun asal dibayar."
"Aku tidak punya uang." Jawab Rena.
"Bukan itu." Gin tersenyum "Bantu aku kalahkan semua pengganggu di rumah berhantu ini, bantu aku temukan Otae, maka aku pastikan kau bisa pergi ke surga dengan tenang."
Rena langsung merasa puas, ia ingin memeluk Gin tapi percuma saja karena ia akan tembus, "Terima kasih tuan..."
"Panggil aku Gin."
Gin dan Rena pun berkeliling mencari Otae. Dikarenakan chapter ini sudah cukup panjang, mari kita persingkat sedikit dengan tidak menambahkan basa-basi. Setelah melewati satu persatu ruangan dan benda-benda misterius melayang, Gin dan Rena akhirnya sampai ke ruangan dalam, disana ada lemari besar yang terhimpit meja. Disana juga ada Junko.
"Kalian pikir aku tidak tahu asal usul rumah hantu ini?" Junko bersiap membuka lemarinya. "Jika aku berhasil menemukan jasad Rena, maka semua hantu akan lenyap, Otae yang terkurung disini pun akan aku temukan."
"Jangan dibuka!" pinta Rena. Jelas saja ia tidak mau melihat jasadnya sendiri yang hancur berantakan di dalam lemari.
"Ku peringatkan kau!" suara Gin tampak berat "Kalau kau berani membuka lemari itu, kau tahu akibatnya."
Rena kembali menangis, dalam hati ia bergumam 'Apa aku hanya akan terus menangis?'. Junko mengabaikan perintah Gin, ia nekat membuka isi lemari itu dan dalam waktu singkat Gin menghantam Junko ke dinding sampai Junko mimisan. Junko tidak mau kalah, ia membalas Gin dengan tongkat besi yang bisa mengeluarkan listrik.
"Gin san!" Rena menjerit.
"Inilah akibatnya jika kau melawanku." Junko menekan besinya sekuat tenaga ke perut Gin.
Gin tidaklah lemah, ia menahan besi itu dengan tangannya. "Kau tahu alasan kenapa aku sangat membencimu? Pertama, kau sudah mempermainkan perasaan Otae (Silahkan bayangkan adegan saat Junko melempar makanan buatan Otae). Kedua, kau sangat sombong! Ketiga, kau berbuat seenaknya di rumah ini." Gin merebut besi itu kemudian mengepal lengannya kuat-kuat. "Keempat, aku benci laki-laki berambut silver yang memiliki rambut lurus!" ia menghajar Junko tanpa ragu.
Hebat, Sasuga Gin, ia berhasil merobohkan Junko dengan sangat mudah.
"Setiap orang yang meninggal juga punya privasi." Kata Gin pelan. "Rena, aku akan temukan jasad orangtuamu dan memastikan kau akan pergi ke surga dengan tenang."
Rena menggelengkan kepalanya, diikuti dengan senyuman. "Sudah cukup Gin san, sudah cukup." Rena kemudian membuka wajahnya. (MEMBUKA WAJAH!?)
Lebih tepatnya topeng... Ternyata, gadis menyeramkan yang ada di hadapan Gin saat ini adalah Otae yang sedang menyamar.
"Otae!" Gin tidak menyangka.
"Lewat pertarungan ini, semua orang bisa menilai bahwa kau adalah orang yang jauh lebih baik daripada Junko. Kau menghargai wanita meskipun wanita itu adalah hantu."
"Lalu cerita pembunuhan yang kau ceritakan barusan?"
Otae tidak menjawab, ia melirik lemari besar yang diduga tempat 'jasad Rena'. Gin yang penasaran akhirnya membuka lemari itu. Di lemari itu tidak ada jasad ataupun tengkorak... Di dalam lemari itu ada selembar kertas bertuliskan:
'Selamat, kaulah pemenangnya'.
"Maaf." Kata Otae pelan "Aku sudah mengetesmu seperti ini. Tapi entah dimana pasti di dunia ini ada seseorang yang mengalami nasib seperti Rena."
Gin menarik Otae ke dalam pelukannya.
"Gin san?"
"Aku tidak tahu harus marah karena sudah dibohongi atau senang karena kau masih hidup, entah kenapa aku membayangkan seandainya kau ada di posisi Rena."
Ternyata semua yang terjadi di rumah hantu ditayangkan di layar lebar di arena tenkaichi budokai sehingga para penonton bisa melihat apa yang terjadi.
Dengan ini Junko tidak lagi muncul di hadapan Gin. Untuk merayakan kemenangan Gin, Otae mengundang Kagura dan Gin ke rumahnya untuk makan-makan. Shinpachi membeli banyak kue karena ia tidak mau makan makanan buatan Otae.
"Lidahmu masih bermasalah?" Kagura berbisik pada Gin, Gin hanya mengangguk pasrah.
Pesta kemenangan dimulai! Semua begitu bergembira, Otae bahkan menyuapi Gin dengan inisiatif sendiri.
"Terima kasih selalu ada disaat aku butuh." Kata Otae.
"Jangan sungkan." Gin menghabiskan sisa sake di cangkir.
"Seandainya saat itu aku sedang tidak punya uang, apa kau masih akan tetap membantuku?"
"Pertanyaan bodoh," Gin terdiam sesaat "Tentu saja aku akan membantumu, terutama saat ada pria menyebalkan yang mengganggumu."
Wajah Otae memerah... tanpa disadari mungkin Gin sudah berhasil menaklukan hati Otae. Otae tidak bisa mengungkapkannya dengan memeluk ataupun mencium Gin seperti halnya Sa'chan. Tapi Otae tahu caranya berterima kasih, ia menyiapkan masakan spesial untuk Gin.
Seperti biasa~ selalu ada penyusup muncul di rumah Otae. 'You-know-who' lah. Kondou bersembunyi di dalam lemari kosong, Gin yang menyadari hal itu langsung meletakan meja di depan lemari agar Kondou tidak keluar dan tidak mengacaukan acara.
Kondou san menjerit, "Aku tidak mau bernasib seperti Rena yang terkurung di lemari!"
Esoknya, indera perasa Gin kembali normal! Lidahnya sudah tidak eror. Gara-gara insiden kemarin, Otae terus mengirimi hadiah bekal makanan untuk Gin.
Menaklukan hati Otae itu ternyata cukup sulit dijalani ya?
Gin X Otae TamaT.
OSHIETE GINPACHI SENSEI!
Ginpachi duduk di bangku, di meja dipenuhi banyak surat. Kali ini ia tidak sendiri, ia ditemani Shinpachi dan Kagura.
Surat pertama dari review fanfic chapter 5 'Shena BlitzRyuseiran'
"Apakah Gin, Takasugi dan Katsura masih virgin?"
Shinpachi: pertanyaan macam apa ini!?
Kagura: yasudah sih jawab saja.
Ginpachi sensei: Mungkin karakter laki-laki yang super virgin disini hanya Shinpachi. Kalian tahu? Ia mungkin sering paffing.
Shinpachi: WOI! GINPACHI SENSEI, TOLONG SENSOR KALIMATMU BARUSAN!
Surat kedua dari review fanfic chapter 5 'UseMyImagination'
'Bagaimana perasaan Gin san saat mengetahui rambut Unko san itu silver lurus?'
Gin: Rasanya aku ingin menghancurkan semua karakter berambut silver lurus. Mereka tidak mengerti perasaan seseorang yang harus kehilangan indera pengecap hanya karena ingin berambut lurus!
Surat ketiga dari review fanfic chapter 5 'Dhy'
'Kenapa Hijikata tidak dijadikan rute terakhir?'
Ginpachi sensei: Hmmm... rute Tsukuyo, Kyubei dan Tama saja belum.
Shinpachi: Oh ya untuk para pembaca, Author membuat fic baru 'Tsundere seme X Tsundere Uke VS Sadist X Aru, di khususkan untuk fans GinHiji/HijiGin dan OkiKagu.
Kagura: malah promosi, ckckck...
Surat kelima, pengirimnya Kondou san.
Shinpachi: Eh? Kondou san?
Kagura: berikut isi suratnya:
Perasaan ini biarlah aku sendiri yang memendamnya walaupun tanpa kau sadari bahwa aku begitu memperhatikanmu. Waktu demi waktu aku mengingat wajahmu, tak jarang aku berharap suatu hari nanti bisa menggenggam tanganmu dan tidur denganmu.
Ginpachi sensei langsung merobek kertasnya.
Shinpachi: INI KAN SURAT KONDOU SAN YANG ADA DI CHAPTER 5!? TERNYATA SURATNYA NYASAR KE GINPACHI SENSEI!?
SPOILER FOR NEXT CHAPTER: Gintoki X Tama / Gin X Tama.
Para karakter ribut memperebutkan posisi tokoh utama. Lho memangnya Gin kemana?
Zuratama, Guratama, Pachitama, Mayotama, Anpantama, DLL!?
GINHIJI HIJIGIN VOTE STARTING NOW
