Memory
[Chapter 6]
Casts :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
And other casts
Rated : T
Disclaimer :
FF ini sepenuhnya milik author yg miskin ide.
All casts belong to God, their family, SMEnt & ELF
BUT,
I hope KyuMin is mine XD
Warning :
Gender Switch, OOC, typos, out of EYD, abal
KyuMin as always ^^
HAPPY READING ^0^
.
.
.
Alat pengukur detak jantung itu berbunyi teratur. Menandakan detak jantung orang yang terbaring disana tetap stabil.
Yeoja itu menatap wajah pucat orang itu. Sudah lama sekali ia tidak menatapnya intens. Yeoja itu mengagumi setiap inci wajah orang itu. Poni ikal yang menutupi dahinya, alisnya yang tebal, hidung mancungnya, serta bibir tebalnya.
Yeoja itu melesakkan tangannya di tangan orang itu. Menggenggamnya lembut. Yeoja itu ikut menutup matanya, merasakan kelembutan dan kehangatan tangan yang digenggamnya. Lama yeoja itu menikmati tangan yang lebih lebar dari tangannya itu sebelum akhirnya ia membuka matanya.
"Kyu, ireona…" katanya.
CKLEK
"Kyuhyun-ah…"
Seorang wanita paruh baya langsung menghambur memeluk tubuh lemah yang sedang terbaring itu– Kyuhyun. Membuat yeoja yang sebelumnya duduk di samping ranjang itu– Sungmin, harus menyingkir. Seorang pria paruh baya menyusul wanita itu.
Setelah beberapa saat pria paruh baya itu menyadari adanya keberadaan Sungmin disana.
"Sungmin-ah?" kata pria paruh baya yang diketahui sebagai ayah Kyuhyun.
"Ne, abeoji… Apa kabar?" balas Sungmin.
"Aku baik-baik saja… Yeobeo, sebaiknya kau menyapa Sungmin terlebih dahulu…" kata ayah Kyuhyun sambil merangkul lembut bahu wanita paruh baya itu.
"Sungmin-ah…" kata ibu Kyuhyun.
"Ne, eomoni… Apa kabar?"
"Baik… Aku baik-baik saja… Apa yang terjadi pada Kyuhyun?" tanya ibu Kyuhyun.
"Ah, itu… Kyuhyun tiba-tiba terjatuh sambil kesakitan sebelum akhirnya pingsan saat berjalan di lorong sekolah…" jawab Sungmin.
"Gomawo, gomawo Sungmin-ah, sudah membawa Kyuhyun kemari dan sudah menjaganya sampai kami datang…"
"Ne, eomoni… Tidak masalah.." balas Sungmin.
.
Sungmin dan ayah Kyuhyun duduk berhadapan di kantin rumah sakit. Ibu Kyuhyun lebih memilih menjaga Kyuhyun-nya.
"Sudah lama aku tidak melihatmu, Sungmin-ah…" kata ayah Kyuhyun setelah menyesap tehnya.
"Ah, iya…" balas Sungmin.
"Sungmin-ah, aku minta maaf padamu sebagai ayah Kyuhyun, karenanya kau menjadi korban kecelakaan.. Aku sangat menyesal dan minta maaf padamu.."
"Abeoji… Abeoji tidak perlu meminta maaf seperti itu. Bukan berarti kecelakaan itu kesalahan Kyuhyun sepenuhnya. Tuhan sudah merencanakan semuanya…"
"Aku ikut merasa bersalah, Sungmin-ah, karena aku tidak bisa membesarkan Kyuhyun dengan baik…"
"Aniya, abeoji.. Abeoji tidak seperti itu. Justru Kyuhyun tumbuh menjadi namja yang baik.."
"Gomawo, Sungmin-ah.. Aku sangat bersyukur Kyuhyun bertemu dengan yeoja sepertimu.."
Sungmin tersenyum. Yeoja itu tersentuh dengan ucapan ayah Kyuhyun. Ia tahu ayah Kyuhyun tulus mengatakannya. Dan ia sempat berpikir, mengapa eomma dan appa-nya tidak bisa bersikap seperti itu pada Kyuhyun?
"Sungmin-ah, apa kau sedang ada masalah dengan Kyuhyun?" tanya ayah Kyuhyun.
"Mwo?"
"Sejak kecelakaan kalian 1 tahun lalu, aku jarang melihatmu. Kau tidak pernah datang ke rumah lagi. Saat kutanya pada Kyuhyun apa yang terjadi dengan kalian, ia hanya menjawab semuanya baik-baik saja… Apakah benar semuanya baik-baik saja?"
"Itu... Ah, itu bukan masalah besar, abeoji… Abeoji tidak perlu khawatir…"
"Syukurlah kalau begitu. Kyuhyun sering melamun dan terlihat murung setelah kecelakaan itu. Bahkan hampir setiap malam aku mendengar isakannya. Aku ingin sekali bertanya padanya apa yang terjadi, tapi aku tidak tega karena setiap paginya Kyuhyun akan kembali ceria lagi. Sungmin-ah, apa Kyuhyun menceritakan sesuatu padamu? Karena hatiku sakit melihatnya begitu."
Sungmin tercekat. Buruk, keadaan Kyuhyun benar-benar buruk.
Sungmin menggeleng sebagai jawaban.
"Sepertinya 2 minggu terakhir ini Kyuhyun tidak pergi ke rumahmu, benar?"
"Mwo?"
"Kau pasti merasa kesepian karena biasanya hampir setiap sore sepulang aku bekerja, ia meminjam mobilku untuk pergi ke rumahmu."
Sungmin tidak merespon. Ia kecewa. Sangat kecewa dengan eomma-nya yang berbohong padanya. Eomma-nya pasti yang membukakan pintu untuk Kyuhyun dan mengusir Kyuhyun.
"Abeoji… Apa Kyuhyun mengalami luka yang serius saat kecelakaan itu?"
Alis ayah Kyuhyun mengernyit heran.
"Ah, seperti yang abeoji tahu, aku koma selama 3 bulan, dan sampai saat ini aku tidak tahu keadaan Kyuhyun saat itu. Kyuhyun selalu mengatakan semuanya baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.." tambah Sungmin sebelum ayah Kyuhyun bertanya macam-macam padanya.
"Lukanya memang tidak terlalu parah. Tapi ia sempat koma selama 1 minggu dan karena kecelakaan itu Kyuhyun mengidap pneumotoraks. Penyakit itu menyerang paru-parunya. Aku terus memaksanya untuk melakukan operasi, tapi ia selalu menolak."
"Apakah penyakit itu sangat parah?"
"Aku juga tidak tahu. Tidak lama setelah kau sadarkan diri dari komamu, Kyuhyun sempat kembali masuk ke rumah sakit karena penyakitnya, tapi itu tidak berlangsung lama. Sampai saat ini ia masih rutin menjalani check up untuk memantau penyakitnya.. Apakah kau tidak mengetahui ini?"
Sungmin hanya menggeleng lemah.
.
.
.
Sungmin dan Siwon duduk berhadapan di salah satu café tak jauh dari rumah Sungmin. Rintik-rintik hujan sisa hujan deras sepanjang hari masih setia mengguyur kota Seoul. Kedua orang itu tidak ada yang mau memulai pembicaraan sejak 15 lalu kedatangan mereka.
"Eomma-mu…"
"Sudah menceritakan semuanya?" potong Sungmin. Siwon mengangguk.
"Ada yang ingin kau tanyakan?" tanya Sungmin lagi.
"Kau yakin akan kembali pada Kyuhyun? Kau tahu 'kan eomma-mu tidak merestui kalian?" tanya Siwon.
"Aku tahu… Maka dari itu aku harus meyakinkan eomma-ku.." jawab Sungmin.
"Kau yakin kau bisa?"
"Aku pasti bisa. Aku hanya mencintai Kyuhyun.."
"Semudah itukah kau memaafkannya?"
"Tidak… Perlu banyak waktu dan tenaga untuk memikirkannya, tapi aku sudah yakin dengan keputusanku.."
"Sungmin-ah.. Kenapa kau tidak pernah melihatku?"
"Siwon-ah…"
"Apakah aku tidak terlihat di matamu? Apa yang kurang dariku, Sungmin-ah? Mengapa kau tetap memilih namja yang hampir menghancurkan hidupmu?"
"Siwon-ah… Aku tahu kau juga tulus menyukaiku, tapi aku tidak bisa berpaling dari Kyuhyun.. Aku menghargai segala usahamu, tapi maaf aku tidak bisa membalas semuanya.. Kumohon, mengertilah, Siwon-ah…"
Siwon menghela napas panjang. Ia tahan seluruh air mata yang hampir tumpah dan membuat matanya panas.
"Arasseo, kajja kita pulang…"
.
.
.
Hari kelima sejak Kyuhyun masuk ke rumah sakit. Tidak banyak yang berkunjung untuk menengoknya karena Kyuhyun sendiri tidak ingin ada banyak orang yang menengoknya. Kyuhyun tidak terlalu suka keramaian dan pastinya mereka akan bertanya mengapa ia bisa masuk rumah sakit. Kyuhyun terlalu malas untuk menjawab semua pertanyaan itu.
Sungmin pun tidak terlihat kembali menengok setelah hari dimana ia membawa Kyuhyun ke rumah sakit. Ayah Kyuhyun sudah menceritakan bahwa Sungmin lah yang membawa Kyuhyun ke rumah sakit.
CKLEK
Kyuhyun yang sedang duduk santai di ranjangnya sambil membaca buku bacaannya refleks menoleh ke arah pintu yang terbuka. Matanya mengerjap sekali melihat siapa yang berdiri di ambang pintu kamar inapnya.
Yeoja itu tidak langsung menghampiri Kyuhyun. Ia terlebih dahulu mengganti bunga di kamar itu yang sudah terlihat layu. Kemudian yeoja itu mengecek penghangat ruangan kamar Kyuhyun baru akhirnya ia menghampiri namja yang hanya duduk diam di ranjangnya. Memperhatikan setiap aktivitas yang dilakukan yeoja itu sejak ia datang.
"Anyyeong, Kyu…" sapa yeoja itu.
"Ne, annyeong…" jawab Kyuhyun mencoba tenang.
"Bagaimana kabarmu?"
"Sudah lebih baik… Kau sendirian?" tanya Kyuhyun.
"Ne.. Memangnya kau ingin aku datang dengan siapa?"
"Aniya…"
"Kyu…"
"Min…"
"Boleh aku bicara terlebih dahulu?" tanya yeoja itu– Sungmin.
"Ne…"
Sungmin duduk di tepi ranjang Kyuhyun. Ia menunduk lalu menatap wajah Kyuhyun. Ditatapnya lekat-lekat wajah namja itu. Satu tangan Sungmin bergerak membelai pipi tirus Kyuhyun yang terasa semakin tirus.
"Kyu… Aku merindukanmu…" kata Sungmin. Matanya berkaca-kaca, namun senyum tersungging di bibirnya.
Kyuhyun meraih tangan Sungmin yang masih setia membelai pipi Kyuhyun. Namja itu menggenggamnya erat. Satu tangan Kyuhyun ikut membelai pipi Sungmin. Yeoja itu meneteskan air matanya. Bahagia.
Sungmin melepaskan tangannya dan beralih memeluk pinggang Kyuhyun. Yeoja itu terisak di bahu Kyuhyun. Air matanya sudah membasahi pakaian rumah sakit Kyuhyun.
Kyuhyun juga membalasnya. Salah satu tangannya ia gunakan untuk mengelus surai hitam Sungmin yang tergerai. Namja itu memejamkan matanya. Merasakan detik-detik paling membahagiakan dalam hidupnya.
"Mianhae, Kyu…" kata Sungmin masih dalam pelukan Kyuhyun.
"Aniya… Untuk apa kau meminta maaf?"
"Mianhae karena sudah membuatmu seperti ini…"
"Tidak, Min… Kau sama sekali tidak bersalah… Jangan salahkan dirimu seperti itu… Justru aku yang–"
"Tidak, Kyu… Aku sudah salah menganggapmu bersalah selama ini.."
Kyuhyun tersenyum lalu melepas pelukan Sungmin dengan lembut. Kedua tangannya meraih pipi Sungmin lalu menghapus jejak air mata yeoja itu.
"Baiklah, mulai sekarang kita tidak perlu membahasnya… Bagaimana?" tanya Kyuhyun.
"Hmm! Arasseo!" jawab Sungmin.
Keduanya tersenyum lalu kembali berpelukan. Lebih erat dari pelukan sebelumnya.
"Min…"
"Hmm?"
"Kau tahu apa yang paling kutakutkan?"
"Tidak…" jawab Sungmin sambil menggelengkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum.
"Aku takut kau akan benar-benar meninggalkanku…"
Sungmin tersenyum.
"Kau tahu kenapa aku datang kemari?" tanya Sungmin.
"Ani.. Wae?"
"Karena aku tidak ingin kehilanganmu…" jawab Sungmin. Kyuhyun tersenyum sumringah.
"Nado.. Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku…" balas Kyuhyun. Namja itu kembali melepaskan pelukannya lalu mengecup lembut bibir Sungmin. Sedikit lumatan untuk menyalurkan seluruh perasaan mereka. Cinta, rasa bahagia, bahkan rasa saling bersalah semua ingin mereka salurkan lewat ciuman itu.
.
.
.
5 years later
Sungmin menghampiri dua orang yeoja yang menjadi sahabatnya sejak ia masuk perguruan tinggi. Ia menghempaskan tubuhnya ke bangku yang melingkari sebuah meja bundar.
"Ada apa, Sungmin-ah?" tanya seorang yeoja tanpa berhenti mengunyah burger-nya.
"Ya! Selesaikan dulu makanmu, Hyukkie!" timpal yeoja lainnya sambil memukul lengan yeoja bernama Hyukkie atau Lee Hyukjae itu.
"Sudahlah, dimana makananku?" tanya Sungmin.
"Ini… Aku sudah membelikan pesananmu, burger dengan sedikit mayonnaise…" kata Wookie atau Ryeowook sambil menyodorkan burger pesanan Sungmin. Sungmin pun menerima dengan senang hati dan langsung memakannya.
"Kau baru saja menemui Park seonsaengnim?" tanya Ryeowook. Sungmin hanya mengangguk.
"Ya, kau ada masalah lagi dengan professor satu itu?" tanya Hyukjae. Sungmin hanya menggeleng.
"Lalu?" tanya Ryeowook dan Hyukjae bersamaan.
Sungmin menelan burgernya lalu terkekeh kecil.
"Waeyo?" tanya Ryewook ngeri.
"Aku meminta cuti padanya…" kata Sungmin.
"Cuti?"
"Ne… Aku akan mengambil cuti selama 1 tahun…" lanjut Sungmin.
"Wae?" tanya Hyukjae.
"Kalian ingin tahu?" tanya Sungmin. Kedua yeoja itu mengangguk antusias lalu Sungmin menyuruh mereka mendekat ke arahnya.
"Karena aku ingin fokus pada bayi yang sudah Kyuhyun berikan padaku…" kata Sungmin lirih.
"MWO?" teriak kedua yeoja itu.
"Kau serius, Sungmin-ah?" tanya Ryeowook.
"Ya! Kalian baru menikah 3 bulan yang lalu, sekarang kau sudah hamil?" tanya Hyukjae.
"Memangnya kenapa? Aku tidak hamil di luar nikah, Hyukkie…" balas Sungmin.
"Arasseo… Tapi–"
"Chukhae, Sungmin-ah…" potong Ryeowook lalu memeluk Sungmin.
"Gomawo, Wookie… Lagipula Kyuhyun sudah lulus dan memiliki penghasilan sendiri, jadi aku tidak perlu takut…" kata Sungmin.
"Aiishhh…"
"Oh, itu Kyuhyun… Aku pergi dulu… Annyeong!" kata Sungmin lalu berlari menghampiri namja yang sudah resmi menjadi suaminya.
.
.
.
Sepasang suami istri itu sedang duduk-duduk di balkon apartment mereka. Malam yang tidak terlalu dingin di tengah musim semi seperti ini. Sang istri mengapit lengan suaminya lalu bersandar di dada bidang namja itu.
"Kyu…"
"Hmm?"
"Aku sangat bahagia saat ini…"
"Wae?"
"Hidupku sepertinya mendekati sempurna dengan adanya baby di perutku…"
Namja itu– Kyuhyun, tersenyum.
"Aku lebih bahagia…" kata Kyuhyun.
"Wae?"
"Karena Tuhan mengijinkanku menanam benihku di rahimmu.."
Yeoja itu– Sungmin, tersenyum senang.
"Kau lihat bintang yang paling terang itu?" tanya Kyuhyun. Sungmin menengadah lalu mengangguk.
"Nantinya anak kita akan menjadi seperti bintang itu. Anak kita akan menjadi anak yang paling hebat dan paling bersinar di antara anak-anak lainnya…" lanjut Kyuhyun. Sungmin tersenyum lalu mengangguk.
"Ne… Karena dia anak kita…" lanjut Sungmin.
Kyuhyun mengangguk lalu satu tangannya merengkuh lengan Sungmin. Membawa Sungmin semakin mendekat padanya. Kyuhyun menghirup wangi rambut Sungmin lalu mengecup lama pucuk kepala yeoja itu. Sungmin menutup matanya. Merasakan saluran cinta Kyuhyun padanya dan juga anaknya.
.
.
.
END
.
.
.
taraaaaaaa *tebar convety*
akhirnya selesai juga satu cerita ini. dengan banyak perjuangan, keringat, dan air mata, akhirnya ff ini selesai juga *edisi alay*
saya mau ngucapin TERIMA KASIH yang sebanyak-banyaknya buat para readers sekaligus reviewers, kalian lLUAR BIASA! :D
ah, saya bingung mau ngomong apa lagi hahaha
yasudah, semoga berakhirnya ff ini tidak menandakan berakhirnya ff kyumin di ffn, mengingat semakin langkanya ff kyumin di ffn ini huhu T_T
okelah, terima kasih sudah mengikuti dan mendukung ff ini
sampai jumpa di lain kesempatan! :D
annyeong~~~
