YOU YOU YOU
Penname: Yeclo Kim
Cast:
Do Kyung Soo
Kim Jongin
Pairing: KaiSoo, HunHan, ChanBaek, KrisHo
GS/Supernatural/Romance/Fluff
Rate: M
SINOPSIS: Jongin pada Kyungsoo dan begitu pula sebaliknya.
-YOU YOU YOU-
Namja seputih porselin, wajahnya yang tampan terbias sinar matahari sore berdiri di balik pohon yang cukup besar agar dapat menyembunyikan tubuh atletisnya.
Ia terlihat begitu fokus mengamati seorang yeoja yang sedang memilih rangkain bunga di depan sebuah toko bunga.
Yeoja itu sangat cantik dengan onepiece berwarna cream dan rambut caramel sebahunya yang dihiasi pita putih dan tas punggung bambinya yang lucu.
Namja yang ternyata seorang Kim Sehun, tetap memperhatikan dengan seksama setiap tingkah yeoja tersebut.
Ditangan kanan namja itu terdapat kamera SLR yang siap membidik dan mengabadikan setiap moment yang dilakukan yeoja tersebut.
Ia mulai meletakkan cameranya tepat di depan mata kanannya siap membidik dan memfoto objeknya.
Klik klik…
Beberapa foto telah masuk dalam memori kameranya.
Yeoja itu memilih rangkaian bunga mawar yang indah dan segera membayarkannya dan berjalan menuju halte bis.
Sehun mengikuti gerak gerik yeoja cantik itu, duduk agak menjauh dan setia menunggu bis bersama dengan diam dan tanpa sepengetahuan yeoja itu.
Sampai sebuang dering handphone mengejutkan keduanya.
"Yeobseyo omma. Ne… Baiklah… Luhan pulang sekarang"
Luhan segera beranjak dari duduknya dan berjalan di pinggir jalan dan menghentikan salah satu taksi yang lewat dan naik kedalamnya kemudian melaju meninggalkan halte bis.
Sehun hanya memandang Luhan yang semakin menjauh.
Hingga sudut pandang matanya melihat rangkaian bunga mawar tergeletak di bangku halte. Milik Luhan yang tak sengaja yeoja itu tinggalkan.
Sehun mengambil rangkaian mawar itu, membalikan badannya dan melangkah pulang.
-YOU YOU YOU-
Sehun memasuki kamarnya yang didominasi warna abu abu, khas warna namja. Berjalan pelan mendekati jendela besar di sudut kamarnya.
Melihat keluar jendela, hutan yang begitu lebat di sekililing rumahnya.
Awalnya keluarga mereka tidak tinggal di hutan seperti ini, mereka adalah keluarga normal yang bergaul dengan keluarga lain dan lebih memilih hidup berdampingan dengan orang lain.
Namun semenjak kejadian Jongin yang mengetahui kebenaran tentang dirinya yang bukan bagian dari keluarga Sehun.
Keluarga mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di tempat terpencil dan tersembunyi guna melindungi Jongin dari keluarga kandungnya.
Keluarga kandungnya yang menginginkan Jongin kembali, itu yang didengar dari ibunya beberapa bulan yang lalu.
Keluarga Bold tak segan segan menggunakan cara yang jahat guna memenuhi hal yang diinginkan.
Karena takut terjadi hal yang buruk, mereka akhirnya tinggal disini, di pinggir kota jauh dari keramaian.
Namun Sehun tak peduli, selama masih bersama keluarganya, orang yang dikasihi dan disayanginya, dan masih tetap bisa memperhatikan wanitanya, ia tak apa.
Membalikan tubuhnya, Sehun dapat melihat seisi ruang pribadinya.
Terdapat dua almari besar berdampingan sejajar, yang satu warna hitam arang dan yang satunya putih marmer. Begitu berbeda warna almari tersebut.
Kenapa seorang Sehun mempunyai dua almari di kamarnya?
Yang hitam arang jelas dimiliki oleh namja stoic ini, dan yang putih adalah milik wanitanya.
Di dalam almari putih itu terdapat gaun berbagai warna dan model. Tak lupa tas dengan berbagai merek dan warna dan tentu saja sepatu yeoja yang manis dengan berbagai model dari yang flat sampai berhak tinggi.
Namun Sehun bahkan tak yakin wanitanya akan menyukai semua yang telah ia siapkan, memberitaukan perasaan Sehun pada wanita itu pun Sehun tak mampu.
Ia hanya bisa menunggu dan berharap suatu hari nanti aka nada yang meminjamkan keberaniannya untuk Sehun.
Melihat sekeliling lagi terdapat sebuah pintu di dalam kamar abu abunya, ia melangkah dan membuka pintu tersebut.
Ruang yang didominasi warna putih dan cukup luas, hanya terdapat sebuah sofa coklat yang tepat menghadap dinding yang disinari pencahayaan bulan yang terang dari jendela besar yang menjadi satu satunya sirkulasi udara di kamar.
Sehun berjalan ke sisi sofa masih dengan kamera dan rangkaian bunga di tangannya.
Ia kemudian duduk di sofa dan melihat kedepan, tepat ke dinding yang disinari cahaya bulan.
Dinding itu tak polos, terdapat figura besar yang menampilkan sosok yeoja manis dengan senyum childish nya yang membuat Sehun tak bosan melihatnya setiap saat.
Oh… tidak hanya pada bagian dinding itu saja, hampir semua sisi kamar tersebut terdapat foto yeoja tersebut.
Dengan berbagai ekspresi dan tingkah laku, dengan wajah yang sama namun dengan umur yang berbeda, sepertinya diambil dari yeoja cantik itu masih kecil hingga sekarang.
Sehun berdiri dari duduknya, melangkah mendekati figura itu.
Mengangkat tangannya mengelus figura besar yang hampir menutupi setengah dinding itu tepat di foto bagian pipi yeoja itu, senyum tulus ia tampakkan di wajah tampannya.
Sampai tangan nya mengelus sebuah nama yang terukir dengan tinta emas di samping figura tersebut.
"Xi Lu Han"
-YOU YOU YOU-
Malam begitu dingin, tapi yeoja mungil itu merasakan hal lain, berusaha menyampingkan perasaan gelisah yang tiba tiba menyergapnya, yeoja mungil itu melihat tas pakaian yang dibawanya.
"Seragam sekolah ini mahal sekali, untung sekali mendapatkan nya dengan gratis, terimakasih Tuhan, rasanya kau memudahkan aku menjalani hidup"
Tersenyum tulus Kyungsoo panjatkan, karena rasa syukur yang ia rasakan. Tetap berjalan dengan tenang, walau udara begitu dingin, rasanya coat biru gelapnya tak berkerja menghangatkanya sama sekali.
Deg
Tiba tiba dadanya berdegup kencang merasakan keberadaan sesuatu dibelakangnya. Kyungsoo terdiam dan badannya mulai gemetar. Perasaan ini sama seperti kemarin saat ia bertemu Jongin, perasaan takut dan gelisah.
Tap tap sret sret
Bunyi langkah itu semakin mendekat dan terdengar berat dan terseret seret.
Kyungsoo membeku, pikirannya mulai melayang layang, bagaimana jika itu bukan manusia, bagaimana jika itu hal yang takuti seperti hantu, pikiran itu membuat Kyungsoo semakin ketakutan dan ingin menangis.
Gang kecil itu begitu sepi dan sunyi, padahal tinggal persimpangan depan dan yeoja mungil itu akan sampai rumahnya.
Namun saat ini Kyungsoo terlalu kalut dan bingung harus melakukan apa, ingin sekali menoleh kebelakang dan melihat sesuatu itu, tapi ia sungguh lemah dengan keberanian yang dimilikinya.
TAP TAP TAP sret sret sret
Langkah itu tiba tiba berubah cepat, Kyungsoo tersentak kaget dan akhirnya yang ia lakukan adalah berlari sekuat tenaga dengan airmata yang telah bercucuran di kedua pipinya.
Yeoja itu terus berlari, namun bisa ia rasakan sesuatu itu juga mempercepat langkahnya berusaha mengejar Kyungsoo.
"Hosh hosh, Ya Tuhan, selamatkan aku" Kungsoo berkata pelan seraya menghembuskan nafasnya kasar dan tetap berlari.
Dari kejauhan ia melihat rumahnya, ia begitu bersyukur sekarang, rumahnya sudah terlihat, namun persahaan takut itu masih bersamanya, mempercepat larinya, Kyungsoo terus berlari tanpa melihat kebelakang.
Tepat di depan rumahnya, Kyungsoo terlonjak kaget untuk kesekian kalinya.
Ia melihat seorang namja tengah menyandarkan tubuhnya di pintu masuk rumah Kyungsoo, dengan kaos lengan panjang warna abu abunya yang tipis dipadukan dengan jeans hitam nya tak membuat namja itu risih dengan dinginnya malam.
Kyungsoo rasanya mengenal namja itu, dengan setengah berlari ia mendekati namja tersebut dan segera memeluknya erat setelah mengetahui siapa namja tersebut.
"Jongin… hiks… Jongin" Kyungsoo menangis tertahankan di dada bidang Jongin yang hangat, melingkarkan kedua tangannya erat pada pinggang Jongin.
Tak peduli namja seksi itu akan berkata apa tentang dirinya yang memeluk seenaknya dan secara tiba tiba.
"Ada apa Soo?" Jongin berucap lembut dan memeluk yeoja mungil yang tengah menangis itu, tangan Jongin terulur mengusap kepala Kyungsoo berusaha menenangkannya.
"Hiks… itu… itu… ada itu… hiks… " Tangis Kyungsoo membuat kalimat yang diucapkannya berantakan dan membuat Jongin tidak mengerti maksud Kyungsoo.
Namun tak butuh waktu lama untuk Jongin mengerti apa yang menyebabkan yeoja manis yang sedang dalam pelukannya ini menangis.
Ia melihat seorang kakek kira kira berumur 70 tahun berdir di depan rumah Kyungsoo dan mendekat menghampiri mereka berdua, terlihat bungkusan plastik besar yang sedang dibawanya namun terseret di jalan, mungkin terlalu besar dan berat.
"Selamat malam" Kakek itu member sapaan.
"Malam kakek, ada apa?" Jongin yang membalas sapaan itu.
Sementara Kyungsoo masih menangis sesegukan di pelukan Jongin, namun setelah ia mendengar suara kakek tersebut, ia segera sadar ia masih memeluk Jongin dan terlihat tidak sopan jika ia tetap melakukannya.
Akhirnya ia melepaskan pelukan namja seksi itu, namun berganti memeluk erat lengan namja tampan disebelahnya, tangis Kyungsoo berusaha ia tahan dan ia masih merasa ketakutan.
" Itu, sebelumnya kakek minta maaf, sepetinya kakek menakutkan mu ya? Sebenarnya kakek mau mengembalikan ini, terjatuh saat kau berjalan" Kakek itu menyodorkan sebuah dompet berwarna orange.
Kyungsoo melihat dengan tatapan mata bulatnya menatap dompet tersebut, itu memang dompetnya, jadi yang tadi itu…
Kyungsoo hanya bisa tersenyum menyadari kebodohan sampai menangis seperti itu dan membuat Jongin bingung dengan tingkahnya.
"Ah… huks… Ternyata kakek mau mengembalikan dompet ku, tidak kek, tak perlu minta maaf, aku saja yang bodoh, huks, maafkan aku kek"
Kyungsoo mengambil dompet itu dari tangan sang kakek dan masih menangis, mungkin kerena malu, wajahnya saja sudah memerah seperti tomat.
" Aigoo… Jangan menangis, kau pasti ketakukan, kakek tadi ingin membuang sampah ini, karena terlalu berat makanya kakek seret, hahaha"
Kakek itu tertawa agar Kyungsoo melupakan kejadian tadi.
"Nah Soo, kau sudah tahukan, tidak ada hal menakutkan seperti yang kau pikirkan, jadi tak perlu menangis lagi, lalu kakek, apa perlu aku bantu membuang sampah nya? Seperti nya sangat berat ne"
Jongin mengalihkan pandangannya dari Kyungsoo ke kakek tersebut dan bermaksud menolongnya.
"Ah benarkah? Geure, terimakasih anak muda" Kakek itu menyodorkan sampahnya dan segera Jongin ambil alih untuk membantu membuangnya.
"Kakek pulang dulu ya, tak perlu menangis" Kakek tersebut berpamitan pada Kyungsoo yang masih berusaha meredam tangisnya.
"Ne, terimakasih kakek" Kyungsoo menunduk dalam.
"Soo aku membantu kakek ini dulu, tunggulah sebentar ne" Jongin pergi bersama kakek tersebut dan mulai menjauh dari rumah Kyungsoo.
"Malunya… aku malu pada Jongin" Menutupi wajahnya dengan tangan, tangis Kyungsoo semakin jadi, tidak peduli ia masih di depan rumahnya.
Biarkanlah yeoja manis itu dengan segala tingkah bodoh dan polosnya walau sebenarnya Jongin menganggap semua tingkah nya itu sangatlah menggemaskan.
-YOU YOU YOU-
Kakek itu berjalan santai di depan Jongin, tapi tidak dengan Jongin, perlahan warna matanya berubah menjadi merah keperakkan, warna mata aslinya.
Jongin menghentikan langkahnya dan meletakkan bungkusan besar tersebut di jalan.
"Ace?" Jongin berseru sebuah nama, seperti memanggil, menanyakan sebuah nama yang ntah nama siapa.
Namun sang kakek tua tertegun mendengar nama itu dan menghentikan langkah kakinya, terdiam sebentar dan membalikkan tubuhnya menghadap Jongin yang setia menatapnya lekat.
"Wah… kau hebat Kai, bisa mengenaliku semudah itu" sang kakek berseru dan menampilkan senyum lugunya, tapi di mata Jongin senyum itu sungguh menyeramkan.
Tubuh kakek itu kemudian berubah menjadi pemuda tampan yang seumuran dengan Jongin, bahkan wajah mereka pun terlihat mirip.
Mungkin Jongin yang terlihat sedikit coklat dan namja yang yang didepan Jongin begitu putih.
Bahkan bungkusan besar tersebut hilang tak berbekas.
"Kai… Aku merindukanmu, dongsaeng ku" Namja itu berujar santai masih dengan senyum lugunya. Dan matanya yang semula berwarna coklat kelam berubah menjadi merah, sama dengan warna mata Jongin saat ini.
Jongin hanya memandang namja di depannya ini datar dan terkesan dingin, begitu muak dengan tingkah dan perkataan namja itu.
"Apa yang kau lakukan Ace?"
Jongin berujar marah, mengingat Kyungsoo yang ketakutan, ia yakin Ace benar benar berusaha berbuat jahat pada Kyungsoo, perwujudan seorang kakek hanya ilusi semata.
"Aku? Aku bermain Jongin" Tetap dengan wajah tak berdosa yang namja itu berikan, membuat Jongin geram bukan main.
"Sialan"
TBC
Yeclo's chat:
Doremifaseul: Iya. Disini Jongin sedih makanya ada Kyungsoo #hahaha
NopwililineKaisoo: Sebenarnya Kyungsoo manusia biasa. Kenapa Kyung masuk sekolah itu masih dirahasiakan.
Ruixi1: Di chap ini ada sedikit Hunhan, baru awalnya saja.
Kim YeHyun: Flasbacknya memang sedih. Sudah dilanjut
BlackXX: Makasih juga telah membaca. Kekuatan masih dirahasiakan, Kyung akan membantu Jongin
XD: Karena fict ini hanya KaiSoo, Hunhan, Chanbaek dan Krisho. Mianhae
Mamik: Couple masing masing hanya manusia biasa yang akan selalu disamping pasangannya.
Semang99i: Fighting… Gomawo
RlyCJaekyu : Itu masih dirahasiakan, di chap ini muncul seseorang yang Jongin kenal
Chocohazelnut07: Jongin mungkin sedang senang, makanya ia tersenyum
Shallow lin: Iya, jadi kasian ama Kris #hahaha
Cute: Mungkin bisa dibilang setengah manusia. Sudah dilanjut
MrblackJ: Di chap ini Jongin ketemu lagi sama Kyung
Kim Ryeona19: Kyung Cuma manusia biasa yang selalu ada disamping Jong, begitulah kira kira.
Yeclo's note:
Fict ini terinspirasi dari Film, Drama, Anime, Music Video dan Music's lyric.
Maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan
Terimakasih kepada semua yang telah mereview dan memberi semangat
Salam kenal
