Disclaimer : Semua yang ada di fict ini bukan punya Rae tapi ceritanya punya Rae dong..

Summery : Ketika Donghae dan Siwon mengejar cinta mereka#isang(aneh). Tapi walau aneh terapkan RnR yah

Warning : Shonen-Ai, BxB, YAOI, Namja lope namja.

A/N : Cerita ini abal, gaje, garing, typo(s), update sesuai mood, idenya pasaran. Rae ngaku sendiri kan?jadi bagi kalian yang ngeflame berarti setuju juga hahaha.

Pair : (Haehyuk, Wonkyu)

Rate : T *cari aman aja dah..*

Genre : apakah fict ini bisa di katagorikan Romance n Friendship?aku sendiri bingung ini fict apaan (-_-")

Don't Like Don't Read

Kalo dengan keterangan di atas sana udah ngerasa gak senang, silahkan tekan tombol back dantinggalkan fict ini, gampangkan. Terima kasih.. ^_^

Rae Present

My Target Is In You

Pagi itu, seharusnya pagi itu menjadi hari yang penuh senyuman bagi semua orang, tapi kali ini tidak. Tidak dengan Siwon. Ia hanya lewat begitu saja di hadapan Kyuhyun saat namja itu menyapanya, Kyuhyun memanggilnya berkali-kali namun reaksi Siwon tetap sama.

"Hyung!kau kenapa sih?!"Kyuhyun mencegat Siwon dari depan, membuat Siwon mau tidak mau harus berhenti. Ia tak memandang wajah Kyuhyun sama sekali, ia hanya bersikap dingin.

"Aku tidak kenapa-napa. Kembalilah ke kelas mu"suruh Siwon cuek.

"Kenapa kau jadi sombong pada ku, apa aku membuat kesalahan pada mu?"rasanya mata Kyuhyun memerah dan akan menangis saat itu juga, tapi air mata itu tak kunjung jatuh juga.

"Anio"jawab Siwon singkat dan masih tetap cuek.

Siwon langsung mempercepat langkahnya menuju kelas, meninggalkan Kyuhyun yang terus memanggilnya.

"Hyung!"

'Kadang aku lelah membiarkan cinta ini tak terbalaskan. Aku lelah menjadi seorang hyung untuk mu Kyu. Cinta telah membutakan ku'batin Siwon.

Eunhyuk duduk di kursinya sambil memikirkan sesuatu. Wajahnya terlihat bingung saat melihat Kyuhyun masuk dengan wajah yang sangat sedih.

"Kyu, kau kenapa?"tanya Ryeowook khawatir.

"Gwenchana Wooki. Hae hyung, aku ingin duduk sendiri. Bisakah kau duduk dengan Hyuki saja"pinta Kyuhyun pelan.

'Kyu, ada masalah apalagi dia?pasti ada sesuatu. Dia bahkan memanggil ku hyung dengan sangat memohon tadi, pasti ada apa-apanya'batin Donghae.

Donghae melirik Eunhyuk, dia perlu minta izin pada Eunhyuk mengingat dia dan Eunhyuk punya masalah.

"Aku rasa ti-"

"Tidak apa, duduklah di sini. Selama kau tidak macam-macam aku tidak akan marah pada mu"potong Eunhyuk, ia mengambil tasnya yang ia letakkan di samping kursi kosong, mempersilahkan Donghae untuk duduk di sana.

"Baiklah"

Setelah duduk di sebelah Eunhyuk, Donghae langsung bungkam, tidak mau berbicara. Karena yang ia tau Eunhyuk marah padanya kan?

"Apa sikapnya begitu karena Siwon?"tanya Eunhyuk yang memulai pembicaraan.

"Mungkn saja. Kau tau?cemburu.."merasa Eunhyuk mau bicara padanya ia pun menjawab.

"Ya Siwon cemburu karena kau dengan Kyuhyun selalu dekat"kata Eunhyuk sedikit ketus.

Donghae menatap Eunhyuk tidak suka, "Kau sebaiknya tau alasannya apa".

Eunhyuk mengangguk, "Aku dan Siwon tau karena apa, tapi Siwon sudah tidak tahan melihat mu dan Kyu selalu bersama, kalau aku menyukai mu mungkin saja aku akan marah sama seperti apa yang Siwon lakukan"

Donghae sedikit terkejut dengan kata-kata Eunhyuk tadi. Apa itu artinya Siwon menghindari Kyuhyun?

"Benarkah?apa kau pernah cemburu dengan ku?"tanya Donghae iseng.

"Eh?kau bicara ngelantur, kalau ngantuk tidur saja sana. Bila perlu keluar kelas biar hidup ku ini tenang dan aman!"

"Tidak, aku janji selama pelajaran berlangsung tidak akan mengganggu mu"ucap Donghae dan mulai mencatat pelajaran.

"Aku akan menijak kepala mu seandainya janji mu itu kau langgar"ucap Eunhyuk ketus.

"Kau bisa pegang janji ku, sekarang yang jadi permasalahannya. Apa kau bisa melihat ku tidak menjahili mu, atau mengoda mu, berpura-pura seolah-olah aku ini anak baik yang tidak menyimpan perhatian pada mu. Apa kau bisa tidak melirik ku, tidak merasakan kekhawatiran yang berlebih, tidak terlalu memikirkan keberadaan ku di dekat mu?can you?"

Eunhyuk menyernyit heran. Bicara apa Donghae ini?Terserahlah..

'Aku jadi heran. Kenapa saat Siwon dan Kyuhyun dekat, aku dan Eunhyuk susah sekali dekat. Dan saat mereka berjauhan, aku dan Eunhyuk justru dengan mudahnya dekat, ia bahkan seakan mengerti keadaan Kyuhyun dan dengan senang hati menerima ku duduk di dekatnya. Masalah Kyuhyun dan Siwon seakan jadi cara agar Eunhyuk dekat dengan ku. Ini..benar-benar membingungkan'batin Donghae yang bergelut dengan pikirannya sembari ia tetap menulis apa yang di jelaskan di depan.

-Ruang latihan Basket-

"Hyung, mian. Mulai sekarang kau tidak usah membantu ku mendapatkan Kyuhyun lagi"ucap Siwon.

Donghae mendelik kesal ke arah Siwon, "Wae?hanya karena cemburu kau melepasnya begitu saja?"

Awalnya Siwon terkejut karena Donghae mengetahui alasannya untuk berhenti, tapi akhirnya ia mengerti.

"Kau tidak mengerti hyung. Ini terlalu menyakitkan, setiap hari aku selalu mendengar Kyu berbicara tentang mu, melihatnya berbicara dengan mu. Dia bahkan tertawa bebas di hadapan mu, dengan ku?tidak, dia tidak pernah tertawa karena omongan ku, aku sudah memperlihatkannya pada Eunhyuk-ssi dia tertawa, kenapa Kyu tidak?"jelas Siwon, terdapat nada frustasi di ucapannya. Donghae menjadi sedih karena hal ini.

"Tidak bisakah kau menunggu bersama ku?aku juga sempat merasa cemburu saat melihat mu tertawa dengan Eunhyuk kemarin di taman belakang. Tapi sekarang aku tau ternyata kau punya maksud lain, kau minta solusi padanya. Aku berpikir positif, kalau kalian tidak ada apa-apanya, kalian hanya berbicara, aku menghilangkan rasa cemburu itu dengan rasa kepercayaan. Cobalah kau berpikir kalau dia akan membalas cinta mu!kuatkan diri mu, tidak!kuatkan cinta mu. Kau pasti akan mendapatkannya. Percayalah padaku Kyuhyun tidaklah seperti yang kau kira"

Siwon menatap tajam Donghae, "Cih!terserah!".

Siwon langsung pergi meninggalkan Donghae.

"Kenapa dia jadi keras kepala saat ada masalah. Mereka berdua sama-sama bodoh!"ucap Donghae.

-Atap Sekolah-

"Kenapa akhir-akhir ini Siwon hyung tampak menjauhi ku ya?apa dia marah pada ku, tapi ku rasa aku tidak pernah berbuat salah padanya"

"Dia hanya cemburu"

"Hah?Siwon hyung cemburu pada ku?kalau iya aku pasti sedang bermimpi"

"Kadang mimpi itu adalah kenyataan yang kita pungkiri keberadaannya"

"Hyung, kalau memang benar Siwon hyung suka pada ku apa yang harus aku lakukan?"

"Kasus kalian ini akan terselesaikan asal ada salah satu dari kalian yang menyatakan cinta"

"Tapi itu tidak mungkin hyung-"

"Gara-gara kau, Siwon bingung dengan segala sikap manis mu padanya. Ia bingung selama ini kau dekat dengannya apa karna kau mempermainkan perasaannya atau kau hanya menganggapnya teman, tidak lebih. Kau baik padanya, kau hanya memberinya banyak harapan, tapi sekarang Siwon malah menyadarinya dan mulai mempertanyakan hal itu. Apakah kau mencintainya atau tidak?5 kata itu saja yang kau jawab dan semuanya akan selesai"

"Hyung, kau benar. Selama ini aku telah menyakiti perasaannya, aku memang menunjukkan sisi manis ku hanya padanya, dia pasti akan berpikiran kalau aku mulai menyukainya, dalam kenyataan aku memang menyukainya, hanya menyukai, tapi itu dulu hyung. Aku semakin hari semakin yakin kalau perasaan ini adalah cinta, dan aku tidak mau kehilangannya."

"Akankah Eunhyuk juga merasakan hal yang sama saat dimana aku memperlakukannya dengan baik, sama halnya Siwon yang bersikap sangat baik pada mu yang pada akhirnya kau juga suka padanya"

"Berharap boleh, tapi jangan sampai ketinggian Hae"

"Ya!kenapa evil mu kembali lagi"

"Hahaha"

"Cobalah tertawa lepas seperti itu di hadapan Siwon, dia pasti senang. Tapi jangan karena aku bilang begitu kau dengan sangat terpaksa melakukannya ya"

"Tidak akan hyung. Aku tidak akan menyakitinya lagi"

Di perpustakaan

"Hyung, kau sedang apa?"

"Sedang menulis"jawab Siwon singkat tanpa melirik sama sekali.

Walaupun merasakan kesal, ia mencoba menunjukkan senyumnya pada Siwon.

"Um..hyung ada yang ingin ku katakan pada mu"

"Cepatlah sedikit, aku sedang sibuk. Tugas ku harus ku kumpulkan hari ni, jika kau lama otomatis aku mengumpulkannya juga lama dan itu membuat nilai ku turun dan jelek"kata Siwon ketus. Ia bahkan benar-benar tak tertarik untuk melirik lawan bicaranya.

"Okey!fine!seharusnya aku tidak menemui mu hyung. Kau membuat ku kesal!"Kyuhyun yang kesal langsung memilih keluar.

Dia mencoba menjauh agar perasaannya tak terus mengembang, ia ingin meyudahinya karena akan terasa sakit jika di teruskan. Tapi ia salah, ia salah mengambil jalan, dan ia membuat semuanya berantakan. Ia sadar, sampai kapan pun ia tidak bisa membenci Cho Kyuhyun.

Sepulang sekolah Eunhyuk diam-diam mengikuti Donghae. Ia pikir jika ia mengikuti setiap langkah Donghae, mungkin saja ia bisa tau kelemahan Donghae. Dia berharap kalian tidak berpikir bahwa dia menjadi stalker Donghae. Hell No!dia tidak berpikir sampai ke bahkan tidak berniat untuk menjadi stalker Donghae, ia hanya ingin tau, itu saja.

"Aku yakin dengan cara ini, aku bisa menemukan kelemahan ikan mesum itu!"gumamnya sembari terus mengikuti Donghae. Di ikutinya terus sampai Donghae berhenti, ia menoleh kearah kiri. Apa Donghae tau Eunhyuk mengikutinya?Eunhyuk harap tidak.

Donghae tersenyum dan mengobrak abrik tasnya, ia mencari sesuatu. Eunhyuk sendiri lega karna Donghae ternyata tidak mengetahuinya. Eunhyuk melihat ke sekitar, tempat apa ini?ia bahkan tidak pernah melewati daerah ini. Ia kembali fokus pada targetnya, Donghae mengeluarkan sebuah kunci dan membuka sebuah rumah, Eunhyuk rasa itu adalah rumah Donghae. Ia menunggu selama 15 menit, Donghae tak kunjung keluar, merasa bosan ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumahnya karena bosan menunggu, tapi baru ia berniat melangkah Donghae sudah keluar lagi. Hal itu membuatnya mengurungkan niatnya tersebut dan melanjutkan rencananya. Donghae keluar dengan baju santai, ia mengunci pintu rumahnya dan pergi.

...

"Apa yang dikerjakan namja itu di sini?"gumam Eunhyuk bingung. Ia tengah berada di pintu sebuah cafe kecil, ia tidak berniat memasuki tempat itu, ia cukup sadar bahwa dia di sini untuk mengikuti Donghae.

Namun Eunhyuk melihat sesuatu, mata Eunhyuk membulat tidak percaya, "Donghae..kerja..di sini?"ucapnya tak percaya. Ia melihat Donghae memasuki pintu masuk karyawan dan mengganti pakaiannya dengan seragam pelayan. Ini sungguh tidak bisa di percaya.

Eunhyuk mundur perlahan, ia rasa ia telah mengetahui apa yang tidak harus ia ketahui. Namun naas, Eunhyuk mengijak sebuah kaleng minuman yang ada di belakangnya dan menimbulkan suara bising.

'Mati aku!'rutuk Eunhyuk dalam hati.

Ya, benar saja. Ia ketahuan dan tidak bisa mengelak lagi. Donghae menoleh ke arah sumber suara, dan menemukan Eunhyuk berdiri membeku. Ia menghampirinya dan menatap tajam Eunhyuk.

"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Donghae penuh penekanan, Eunhyuk menatap takut-takut wajah Donghae.

"A-aku.."

Donghae menarik pelan tangan Eunhyuk dan membawanya di balkon cafe. Dan disinilah mereka, diam untuk beberapa detik sebelum akhirnya Donghae mulai berbicara.

"Appa ku meninggal 2 tahun yang lalu, Eomma ku sakit . Jadi sebagai anak lelaki yang tersisa aku mencoba untuk mencari kerja. Aku di tolak pada beberapa tempat kerja, tapi di sini..mereka dengan senang hati menerima ku.."jeda sejenak. Eunhyuk tak meminta Donghae untuk menceritakan hal ini, tapi Donghae yang senang hati menceritakan hal itu, lagipula Eunhyuk sedikit ingin tau alasan Donghae.

"-aku masuk sekolah itu dengan dibiayai oleh uri sajangnim. Dia menganggap ku sebagai anaknya, bukan hanya aku sih tapi para karyawan yang lain juga. Sajangnim bilang, aku harus tetap sekolah dan merasakan indahnya Masa SMA. Dan saat aku memasuki kelas, aku benar-benar berterima kasih pada Sajangnim dan Tuhan yang sudah membantu disetiap langkah ku, aku merasakan kesenangan itu. Dan aku sungguh senang bahwa eomma ku tidak perlu lagi memikirkan sekolah ku, dan Appa pasti juga tenang di sana karena aku baik-baik saja di sini"Donghae menunduk. Bahkan jika ia membicarakan tentang Appanya, ia bisa menjadi namja yang cengeng. Tapi kali ini ia menahannya, ia menahannya karena ada Eunhyuk di sampingnya, ia tidak ingin terlihat lemah.

"Mianhae"ucap Eunhyuk lirih, ia ikut menundukkan kepalanya menyesal.

Kali ini Donghae yang heran dengan sikap Eunhyuk, ia menatap bingung Eunhyuk.

"Aku mengetahui apa yang seharusnya kau rahasiakan"lanjutnya.

"Geokjeongmarayo. Tidak perlu merasa menyesal, selama yang mengetahuinya itu kau, aku akan tenang"kata Donghae sambil menatap langit dengan senyuman.

"Tapi aku-"

"Hah, apa kau ingin mampir sebentar. Minum the mungkin?"ajak Donghae.

"Anio, gamsahamnida. A-aku mungkin harus pulang, Hyungku pasti khawatir karena aku belum pulang. Donghae, sekali lagi..mianhaeyo"ucap Eunhyuk sambil membungkuk.

Perasaan ini aneh. Perasaan dimana seharusnya ia membenci Donghae, perasaan dimana dengan antusiasnya dia mencari cara agar menjatuhkan Donghae, perasaan senangnya saat ia merencanakan hal yang jahat pada Donghae. Semua perasaannya seakan-akan menghilang dan menguap dan terbang di bawa angin. Ia merasa, ia terlihat sedikit manusiawi dengan Donghae.

Eunhyuk melihat ke arah belakang, melihat café itu sejenak sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya.

"Annyeong.."ucap Kyuhyun yang masuk ke rumah dengan wajahnya yang lesu.

"Kyu..kau kenapa nak?"tanya Eommanya yang sedang berada di ruang tamu.

"Anio Eomma, Gwenchanayo..Aku ke kamar dulu, aku capek"Kyuhyun langsung pergi ke kamarnya di lantai 2.

Ia langsung menghempaskan badannya di tempat tidur. Menutup mukanya dengan bantal dan menangis sejadi-jadinya.

"Kenapa Siwon hyung membenci ku?apa aku terlalu banyak menyakitinya?"sambil menangis ia bertanya pada dirinya sendiri.

"Aku..tidak bisa seperti ini. Aku tidak terbiasa tanpa ada Siwon hyung yang mengganggu ku. Tanpa Siwon hyung yang selalu ingin menjaga ku..Aku tak biasa"

"Hyung..aku sayang pada mu.."

Karena lelah ia pun terlelap dalam tidurnya setelah menangis dalam 15 menit.

Siwon tengah termenung di tempat tidurnya, merenungi sikapnya pada Kyuhyun.

"Aku hanya cemburu, dan hal itu trus memperumit kedekatan ku dengan Kyuhyun"gumam Siwon.

Siwon menghela nafas berat, rasanya dengan menyebut nama Kyuhyun saja dadanya terasa begitu aneh, seperti ada getaran-getaran kecil. Siwon bukan hanya sekali merasakan hal ini, getaran itu muncul juga saat pertama kali dia melihat senyuman Kyuhyun.

"Seharusnya aku tidak usah meminta lebih darinya. Seharusnya aku cukup bersyukur dapat melihat senyuman manis dan tulus darinya, belum tentu semua orang mendapatkannya, iya kan?Aku harus minta maaf padanya besok.."

~WK~

Dan saat ini semua mulai menyadari, ada hal yang berubah dengan kisah mereka masing-masing. Dan masihkah mereka berpikir untuk melanjutkannya lagi?Rasanya ada hati yang tersakiti dan juga penyesalan yang datang pada mereka. Ini masih berlanjut..

TBC

Rae gak bisa banyak omong lagi selain kata terima kasih dan maaf untuk para readers dan reviewers yang sudah dengan baik hati mereview bahkan memfollow cerita ini.

Maaf chapter ini dikit soalnya Rae mau fokus dulu, ada msalah soalnya. Maaf sekali lagi ya..

Dan untuk yang terakhir ini..Rae mohon minta reviewnya.

I'm so glad if you leave some review for this chapter..

Review, ne?