Kyuhyun membuka sebelah matanya takut saat melihat layar laptopnya, sedangkan satu tangannya lagi masih setia menutupi layar laptopnya. Mulutnya komat-kamit tak jelas, entah apa yang dibacanya.
"Hana_" Ia sedikit menggeser jemarinya "_Dul_" Jantungnya dag dig dug tak menentu iramanya seiring jemari lentiknya bergeser dari layar laptop. "_Set_" pekiknya final dan memfokuskan pandangannya pada layar laptopnya
2 detik..tak ada respon
10 detik...
30 detik..
Kyuhyun menampar dirinya sendiri, dan beralih mencubit lengannya sendiri, "Auu... Yeayyyyyy! Histerisnya. Kyuhyun lansung berdiri dan bergoyang tak jelas dengan ritme ketukan kakinya. Pengumuman kelulusan lamaran pekerjaan telah dipublikasikan, dan Cho Kyuhyun lulus sebagai pegawai disana.
Kyuhyun lansung meraih handphonenya, mencari nomor atasannya dan segera menghubunginya. Senyumnya masih terkembang menunggu sambungan itu terhubung.
'Ne.. ada berita apa Cho?'
"Aku berhasil sajangnim.. Aku berhasil masuk ke perusahaan MessTalk." Adunya dengan Bahagia takkala memberitahukan Lee sajangnim.
'Bagus! Jangan lupa lakukan misimu disana dengan baik'
"Ne sajangnim..." jawab Kyuhyun ceria dan lagi-lagi memutuskan secara sepihak line telpon tersebut.
"Aku akan mengusik hidupmu Kim Kibum sebelum kau benar-benar meminta maaf yang tulus padaku"
.
.
©Sparkyu Amore©
RESET
.
Main Pair : KibumxKyuhyun (KiHyun), Xiumin, Others.
Disclaimer :Typos, Ooc, BL, Hurt, No Plagiat!
Ini FF murni dari otak abal Amoree, Kalau kagak suka bisa kok lansung klik tanda "X" disisi kanan atas layar.._Thx^^
Happy Reading^^
.
Seperti biasa, Kyuhyun selalu menyambut paginya dengan senyum kembangnya. Ia turun dari ranjangnya menuju lantai bawah. Semua bersih! Tak ada lagi aksesoris ritual yang terpajang atau terlihat diruang tersebut, aksesoris yang kerap dipergunakan dalam pekerjaan paginya sebagai paranormal abal-abal..Kyuhyun benar-benar membereskannya dan membuangnya semalam. Sejak diumumkannya kelulusannya, namja chubby itu lansung memutuskan untuk menutup praktek paginya itu. Tak memungkinkan baginya untuk melanjutkan pekerjaan itu, sedangkan ia juga harus bekerja diperusahaan Kibum pada pagi hari juga.
Ia beralih menuju nakas didekat tangga, membuka lacinya sedikit dan mengambil sesuatu dari sana. Sebuah sikat gigi baru! Ya, hanya sebuah sikat gigi dengan harapan kehidupan baru akan bersamanya. Namja chubby nan tampan itu beralih menuju kamar mandinya dan memulai ritual paginya.
.
Kyuhyun tak henti-hentinya menyunggingkan senyum bahagianya. Ia sangat bangga dengan dirinya kini. Mengesampingkan siapa pemilik perusahaan, baru kali ini Kyuhyun bangga dengan pekerjaannya. Hidup dalam bayang-bayang kesakitan yang Kibum berikan dulu, ditambah dengan kesedihannya sebagai lulusan perguruan tinggi lokal yang dipandang sebelah mata, sepanjang itu pula hidup Kyuhyun tak berjalan dengan baik.
Selalu ditolak saat penyerahan CV, karena background pendidikannya. Dan hanya berprofesi sebagai wartawan dari media kecil yang mau menerimanya sebagai bagian dari mereka.
Kyuhyun mengatur nafasnya sejenak sebelum masuk kedalam perusahaan MessTalk. Ia berusaha menyemangati dirinya seorang, "Kau akan baik-baik saja Kyu. Kau telah melakukan yang terbaik" monolognya seorang dan mengusap dirinya sendiri.
"Hei.. Apa yang kau lakukan?" tegur seseorang. Kyuhyun terperanjat melihat siapa yang mengejutkannya, Kim Yesung si namja rese.
"Ka..kau..lulus juga?" tanya Kyuhyun shock dengan sedikit menganga. Yesung mengangguk dengan memajukan bibirnya. Ia lalu tersenyum dan merangkul Kyuhyun cepat, "Tampaknya kita akan menjadi rekan kerja e...Cho..Kyuhyun" ucapnya seraya melihat name tag karyawan yang bertengger didadanya Kyuhyun.
Kyuhyun melepaskan tautan tangan Yesung yang merangkulnya. Ia mendecih, mendelik kesal pada sikap Yesung yang sok akrab dan berlalu mendekati orang-orang didepan lift.
Dilihatnya namja sok kepedean tadi yang juga mengekori langkahnya. Kyuhyun mendengus tak suka padanya, namun Yesung tak jua peduli dan hanya memajang rupa sok polosnya.
"Kau tau.. Jifan sajangnim itu sangat luar biasa. Ia sangat tampan dan juga ramah, ahh.. aku bahkan selalu memimpikannya dan juga berharap menjadi istrinya" cerita seorang yeoja dengan rambut blonde panjangnya tengah bercerita bersama temannya. Kyuhyun mencibir dibalik mereka, mendengar pujian yang sangat manis itu teruntuk namja brengsek seperti Kibum.
"Kau betul sekali Nona Jung. Sajangnim kita itu sangat sempurna... Sudah tampan, baik, ramah, kaya lagi" sambung yeoja yang menjadi lawan bicara si Nona Jung.
Kyuhyun terkikik mendengar pujian tersebut yang telah mengocok perutnya, "Topeng! Topengnya saja itu. Bagaimana bisa es bakal mencair semudah itu. Dia itu namja arrogan dan membosankan.. bahkan orang yang menjadi istrinya itu bakal mati merana melihat wajah mupengnya itu"
Semua orang serentak menoleh kearah Kyuhyun dengan tatapan mengintimidasi. Kyuhyun terdiam sesaat, merasa tak enak hati dilihat demikian. "Kau membicarakan sajangnim kami?" tanya yeoja yang dipanggil Jung tadi dengan raut tidak sukanya.
"Aku?_"tunjuknya pada dirinya sendiri, "Kenapa aku harus membicarakannya, aku hanya berbicara sendiri" jawabnya asal. Mereka masih tak percaya dengan pembelaan sekenanya yang Kyuhyun ajukan itu.
Pling!
Pintu lift terbuka. Semua berbondong-bondong masuk kedalam lift. Kyuhyun kewalahan karenanya. Ia tak bisa menerobos kerumunan tersebut, malah tersingkir keluar. Ditatapnya semua penghuni lift yang menatapnya tak suka, "Orang yang menghina sajangnim, patut dikeluarkan dari komunitas"
Glek!
Kyuhyun tertohok mendengarnya. Ia ditinggalkan seorang diluar lift, bahkan Yesung termasuk dari orang-orang tersebut dengan menggelengkan kepalanya tanda menyayangkan. Pintu lift tertutup, dan Kyuhyun benar-benar ditinggalkan.
Ia merutuk pada dirinya sendiri. Kenapa dihari pertamanya bekerja, mulutnya tak bisa ia ajak untuk berkompromi. Dan dihari pertamanya juga bekerja, namja chubby itu telah memiliki musuh dalam jumlah yang cukup besar.
.
Dilihatnya jam tangannya. Ia akan telat. Nasib buruk tampaknya harus mendatanginya dipagi hari yang cerah ini. Nilai plusnya juga akan berkurang dengan keterlambatannya bekerja. Kyuhyun tak bisa membiarkan itu semua.
Pling!
Lift terbuka kembali dan ia segera masuk kedalam. Ia berjinjit takut akan dimarahi nantinya. Ditekannya tombol lantai yang ingin ia tuju. Pintu lift mulai tertutup, tapi kembali terbuka dengan seseorang yang menghalanginya. Kyuhyun terpaku ditempatnya saat orang yang berusaha memberhentikan liftnya juga ikut masuk.
Kim Kibum. Namja brengsek dan membosankan, seperti yang dikatanya tadi turut ikut dalam lift tersebut.
Glek!
Susah untuknya menelan ludah saat namja itu juga berada disatu kendaraan yang sama sepertinya. Mereka saling diam satu sama lain, tak ada yang ingin memulai percakapan. Namun, satu keajaiban dan anugrah dari Tuhan saat sosok es itu memulai percakapannya.
"Dari sekian banyak perusahaan, kenapa perusahaan ini yang kau minati?"
"Kau tau aku tak mempunyai banyak koneksi, dan juga latar belakang pendidikanku..hanya perusahaan ini yang menyediakan syarat dengan tak memperdulikan latar belakang" jawab Kyuhyun dingin, masih menatap pintu utama lift yang memantulkan sosok mereka berdua.
"Dan sekarang kau hanya pegawai magang?"
"Ya. Jadi kau tak bisa mengusirku!"
"Kau tampaknya sangat membenciku?"
"Itu benar"
"Begitukah? Apa kau benar-benar akan mengabdikan dirimu pada perusahaanku? Bukan menjadikannya sebagai pekerjaan sampinganmu?"
"Benar, aku akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Pemimpin terhormat sepertimu, tak perlu merisaukan aku yang hanya seorang pegawai magang"
Pling!
Pintu lift terbuka, Kibum melangkah keluar.. meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri kaku didalam, "Baiklah kalau begitu..Selamat atas penerimaanmu Cho Kyuhyun. Bersemangatlah!" ucapnya tulus, walau tak menampakkan raut datarnya itu.
Pling!
Lift kembali tertutup. Kibum berbalik melihat pintu lift yang telah tertutup. Namja es itu perlahan mendadak cair dengan senyum kecil yang ia ukir dibibir pulmnya memandang lift dihadapannya. Sedangkan Kyuhyun yang masih berada didalam lift, ia lansung terduduk. Saat pintu lift tertutup, kekuatan kakinya melemah.
Sedari tadi ia menahan dan melawan ketegangannya berduaan dengan Kibum diruang yang sempit seperti ini. Dan nyatanya, namja chubby itu masih belum bisa mengatasi emosinya terhadap Kibum. Hatinya masih lemah, belum kokoh seperti yang diharapkannya.
.
.
"Annyeonghaseyo, perkenalkan saya pegawai magang.. Kim Yesung imnida" tutur Yesung memperkenalkan dirinya pada rekan sekerjanya, didepartemen pemasaran. Semua orang tampak menyambutnya dengan baik, terlihat dengan riuhnya tepuk tangan untuknya.
Kyuhyun maju selangkah sesuai gilirannya. Hanya mereka berdua yang terpilih disini sebagai pegawai dari sekian banyaknya pelamar yang mengantri kemarin.. beruntunglah kau Cho Kyuhyun.
"Annyeonghaseyo.. Saya pegawai magang, Cho Kyuhyun imnida" Tuturnya dengan senyum tulus saat memperkenalkan dirinya.. namun tak disambut baik oleh mereka. Semua tampak sibuk berbisik satu sama lain, dan Kyuhyun yakini bahwa mereka tengah membicarakannya.
"Diakah namja yang menghina sajangnim kita?" walau samar-samar, Kyuhyun jelas menangkap percakapan itu. Dan secara garis besar, mereka semua mempergunjingkan pembahasan yang sama tentangnya.
Hanya Nyonya Hwang selaku Ketua Tim departemen pemasaran yang memberinya tepuk tangan penyambutan. "Baiklah, cukup sesi perkenalan kita sekarang.. Lalu, siapa yang bersedia membimbing dan mengawasi mereka?" tanyanya.
Seseorang mengacung tangannya keatas dengan senyum manisnya. Kyuhyun mundur sedikit kebelakang, menyembunyikan badannya dibalik Yesung. Orang itu..orang yang mengacung tangannya tak lain tak bukan adalah yeoja yang mendelik padanya tadi saat ia mengumpati sosok Kibum. Yeoja itu sedikit berseringai memandang Kyuhyun, dan namja chubby itu hanya membalasnya dengan senyum kaku.
"Nona Jessica Jung, tolong kau awasi mereka nde"
"Ne Ketua Hwang" jawab Jeesica dengan senyum manisnya.
.
"Kyuhyun ssi" panggil Jessica lembut. Kyuhyun mendongak dan bersahut. Ia segera melesat menemui Jeesica yang memanggilnya dan meninggalkan pekerjaannya. "Ada apa sunbae?"
"Tolong belikan aku secangkir americano dicafe depan perusahaan. Jangan terlalu manis, dan jangan pula terlalu pahit. Kau mengerti?" Kyuhyun mengangguk dan segera melesat pergi saat menerima uang dari Jessica.
"Umurnya bahkan lebih muda dariku..Tetapi aku harus memanggilnya sunbae? CK!"
Kyuhyun mengumpat kecil sepanjang jalan dengan perlakuan yang ia terima. Ia malah menjadi babu dari yeoja picik itu, Jessica Jung. Belum genap sehari ia bekerja disini, namja chubby itu mulai kelelahan. Lelah menjadi pesuruh lebih tepatnya. Ia belum jua duduk manis menghadapi pekerjaan utamanya. Sedari tadi ia hanya melakukan pekerjaan sampingan dari memasang galon, membelikan coffe, mengantar beberapa dokumen ke departemen lain, dan sebagainya.. hingga pekerjaan utamanya terbengkalai.
Namja chubby itu sontak lansung bersembunyi, saat menangkap mangsa buruannya..Kim Kibum. Namja es itu tampak tengah bercengkrama bersama Eunjung disudut lorong yang sepi. Mereka tampak akrab, mengumbar senyum satu sama lain. Kyuhyun lansung merogoh sakunya dan mengambil handphonenya. Satu potret manis patut diabadikan, terlebih lagi sikap Eunjung yang seolah manja padanya.
Klik!
Kyuhyun lansung bersembunyi saat blitz dari kameranya aktif. Ia lansung membeku ditempat mendengar seruan Eunjung yang mengimbau. Namja chubby itu terlalu takut untuk mengaku, ini hari pertamanya bekerja.. ia tak ingin lansung dipecat sebelum hari penerimaan gaji.
Ia kembali mengintip duo sejoli yang sedari tadi diawasinya. Kosong! Mereka tak nampak lagi disana. Kyuhyun melirik ke segala arah mencari keberadaan mereka, dan lagi-lagi Nihil!
Ia hanya tersenyum kecut seraya memandang foto yang ia dapati tadi. Sempurna! Mereka terlihat serasi dalam potretnya. Bahkan senyum kembang mereka, menambah nilai plus kecocokkan mereka. Ia iri? Bahkan lebih dari itu. Namja chubby itu cemburu melihatnya. Hatinya panas melihat mereka berdua. Bahkan dihati kecilnya pun, ia ingin kembali berada disisinya.. Tapi, semua harapan itu tak mungkin terjadi! Namja itu sudah menemukan calon ibu yang layak untuk Xiumin, yang jelas sangat berbeda jauh darinya.
.
.
Malam telah menjemput, semua tampak bahagia.. dengan itu, pekerjaan merekapun harus terhenti dan mulai mengistirahatkan fisik dan rohani mereka. Menyuplainya dengan makanan dan istirahat secukupnya dan kembali berkutit pada pekerjaan esok hari.
"Cha~ Kalian tampaknya kelelahan dengan pekerjaan kita hari ini. Bagaimana untuk menambah energi kalian sebelum pulang, aku akan mentraktir kalian semua minum dan juga merayakan penyambutan pegawai magang baru didepartemen kita?" usul Ketua Hwang mengomandoi. Semua bersorak mengiyakan, senang dengan ajakkan berpesta bukan perayaan penyambutan pegawai magang tersebut.
Namun berbeda dengan Kyuhyun yang masih sibuk dengan komputernya. "Kyuhyun ssi, kau akan ikut kan?" tanya Yesung, rekan sekerjanya.
"Apa laporanmu sudah kau selesaikan Kyuhyun ssi? Aku harap, laporan itu sudah ada dimeja kerjaku esok hari" Ingin rasanya Kyuhyun mengumpat dan menelan kepala sunbae resenya itu mentah-mentah, siapa lagi kalau bukan Jessica Jung.
"Nde sunbae.. Euh, tampaknya saya tak bisa ikut acara kalian Ketua Hwang. Jadi, kalian bisa meninggalkanku" tutur Kyuhyun merendah. Ketua Hwang menyayangkan dengan keputusan sepihak Kyuhyun. Namun biar bagaimanapun, itu adalah pilihannya dan Ketua Hwang menyetujuinya.
"Baiklah kalau begitu.. Kita semua pamit nde, bersemangatlah Kyuhyun ssi" ucap Ketua Hwang lembut seraya memberinya semangat dengan menepuk pelan pundaknya. Yesung tersenyum lembut padanya, dan menepuk pundaknya pelan juga. Kyuhyun mengangguk dan membiarkan mereka pergi untuk bersenang-senang diatas penderitaannya.
"Sial! Mereka semua benar-benar bermuka dua! Terutama si ular Jessica Jung itu! Ingin rasanya kucakar rupanya yang sok manis itu dengan penaku ini. Kenapa pula ia terang-terangan menolak kehadiranku diantara mereka. Bisa saja dia menolakku secara haluskan..?"
Ia kembali berkutit pada komputer kerjanya. Dilihatnya sekelilingnya, memastikan orang-orang kantor yang benar-benar telah pergi. Kyuhyun berseringai. Ia tak melanjutkan pekerjaannya itu.. namja chubby itu justru membuka lembar kerja lain yang kosong dan memulai menulis laporannya teruntuk Lee Sooman, atasannya di Sapphire Magazine.
'Cinta tersembunyi antara Jifan Kim dan anak pemilik perusahaan Koil'
Kyuhyun menghidupkan bluetooth komputernya, mengirim foto yang ia dapat tadi siang.. foto Kim Kibum yang tengah bersama Eunjung.
Ia memperbesar foto tersebut. Hatinya terenyuh melihat gurat kebahagiaan Kibum yang lama tak ia lihat. Sedikit senyum ia lukiskan dari bibirnya.
Kyuhyun mengclose foto tersebut. Ia memulai mengetik beritanya teruntuk Lee Sooman dengan semangat 45 yang dimilikinya. Biarpun rupa tampan itu sempat menggoyahkannya sesaat, Kyuhyun tetap bersikukuh dengan sikap professioanalnya. Biar bagaimanapun, inilah cara baginya membalas dendam akan perlakuannya tempo hari. Tapi bisa saja, itu menjadi bumerangmu sendiri Kyu?
.
Kibum menutup berkas dokumennya dan mengusap wajahnya kasar. Ia sudah lelah menghadapi rutinitasnya seharian ini...
Dilriknya jam ditangannya dan mendesah pelan. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan tinggallah ia seorang ditempat kerjanya kini. Sekretaris Hyun yang selalu membayanginya kemanapun, sudah tak nampak lagi. Ia juga tak tega membuat orang setia seperti Sekretaris Hyun, juga harus melembur sepertinya.
Kibum berdiri dari duduknya dan meregangkan otot-ototnya yang sedikit terasa pegal. Ia beralih menuju saklar lampu kerjanya, dan mematikannya.
Semua sudah gelap, terbukti dengan kesunyian yang hadir dibangunan yang besar itu. Hanya lampu lorong, sepanjang perjalanannya saja yang masih hidup seraya membimbingnya berlalu. Tak takutkah ia? Tidak! Mungkin mereka, para setan yang tak sengaja melaluinya yang merasakan takut.
Namja es itu merasa heran saat melalui departemen pemasaran yang masih terang benderang dengan lampu ruang tersebut. 'Apa mereka masih bekerja? Padahal waktu bekerja sudah lama habis'
Rasa penasarannya semakin tinggi, mengingat siapa sosoknya sekarang. Kibum perlahan mendekati ruang tersebut. Dibukanya sedikit pintu yang memang terbuka dan menelisik isi ruangan. Semua kosong. Tak ada siapapun disana, "Apa mereka lupa mematikan saklar lampu?" tanyanya pada angin.
Kibum meraih saklar lampu yang berada didinding tengah ruang tersebut dan mematikannya. Namun ia kembali bingung, saat sinar lampu kerja samar-samar masih terlihat dimeja sudut. Lagi-lagi rasa penasaran itu datang. Perlahan ia mendekati cahaya lampu dari meja kerja itu dengan hati-hati, dan beralih dengan sedikit senyum disana.
Si namja chubby yang tampak tertidur dengan damai dimeja kerjanya. Kibum baru mengerti kenapa semua lampu masih menyala.. Itu karena, Kyuhyun si pujaan hatinya yang sangat membenci suasana gelap dimalam hari. Namja chubby itu memang tipikal orang yang penakut pada hal-hal yang tak kasat mata, maka dari itu dia selalu menghidupkan semua lampu pada malam hari disekitarnya, bahkan untuk tidur.. ia juga menyalakan lampu.
Kibum beralih melihat layar komputer kerja Kyuhyun. Ia sedikit bergeser berada disamping namja itu dan membacanya. Sebuah laporan yang Jessica tugaskan padanya, akhirnya ia selesaikan dan tertidur dimeja kerjanya.
"Kau tampaknya sangat kelelahan dengan pekerjaanmu ini_" ucapnya seraya mengusap pipi chubby itu yang seolah menggodanya. "_Maaf..Maafkan aku Kyunnie. Aku tau sikapku selama ini selalu membuatmu kesal dan menderita. Terlebih lagi saat hari itu, hari yang membuat hatimu hancur dan membuat hidupmu menderita karenaku. _"
Ia beralih mengusap surai kecolatan Kyuhyun, dan sedikit tersenyum melihat dia yang tidur dengan pulas dan tenang. "_Aku memang tak punya keberanian yang lebih untuk menghadapimu.. Aku takut, aku takut kau akan semakin sakit melihatku dan juga anakku sekarang. Karena itu, karena itu.. yang bisa kulakukan adalah membuatmu membenciku agar kau tak lagi menderita karenaku"
Cup!
Satu ciuman yang manis ia layangkan pada pipi chubby itu. Kyuhyun sedikit melenguh dalam tidurnya, terganggu karena sentuhan dari bibir Kibum tadi. Kibum tersenyum lembut melihat tingkah Kyuhyun yang membuatnya gemas itu, "Maka bencilah aku, dan jalani hidupmu dengan bahagia Kyu. Hukuman itu kurasa pantas untuk kujalani karena kesalahanku"
Kibum kembali tersenyum, mengusap surai kelam itu sejenak sebelum akhirnya berlalu. Dihidupkannya kembali lampu ruangan tersebut, takut bilamana pujaannya itu akan menjerit histeris saat terbangun melihat semua ruangan gelap gulita.
Langkahnya terhenti didepan lift dan menekan tombol lift segera.
Pling!
Pintu lift terbuka dan Kibum segera masuk dan menutup pintu tersebut. Namun, perlahan rautnya meringis seraya jemarinya yang memegang dada kirinya. Ringisan itu semakin menjadi, Kibum tak mampu menopang dirinya seorang. Ia berusaha meggapai dinding lift dan bersanggah disana.
Keringat dingin sudah berhasil membanjiri wajahnya. Ia segera merogoh saku celananya, saat nyanyian nyaring mengusiknya. Maniknya menatap sendu siapa gerangan yang menelpon. Walau jemarinya masih bergetar hebat memegang smartphone tersebut, Kibum tetap mengangkatnya sembari menahan sakit didadanya.
'Papa kapan pulang? Min sudah lama menunggu papa untuk makan bersama'
"Ne..Papa pulang Min"
'Papa? Kenapa? Kenapa suara papa begitu?'
Kibum belum menjawab. Ia tengah sibuk menahan rasa sakitnya yang semakin menjadi-jadi.
PRANGG..
Smartphone itu jatuh dalam genggamannya, namun Kibum masih dalam posisinya bersanggah pada dinding lift.
'Papa..Papa?' Xiumin terus membeo memanggil Kibum di line sebrang.
Kibum sudah tak kuat menahan sakitnya. Ia terduduk dilantai, masih menahan sakitnya.. dan perlahan ia tak sadarkan diri.
.
"Oammm..." Kyuhyun menguap terbangun dari tidurnya. Ia menyenderkan kepalanya pada kepala kursinya dan kembali menguap. Namja chubby itu sedikit menggaruk pipinya yang serasa gatal dan juga tengguknya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya keras, menstabilkan kesadarannya. Diliriknya jam kantor yang sudah larut. Ia kembali mengecek lembar kerjanya yang tadi ia kerjakan.
'Sempurna! Tinggal ku print dan meletakkannya diatas mejanya, dan aku harus segera menemui Jiyeon ah.' Fikirnya. Kyuhyun lansung memulai pekerjaan akhirnya, masih dengan menguap kantuk. Setelah itu, ia membereskan semua barangnya lalu meletakkan dokumen itu diatas meja Jessica dan berlalu pulang.
Kyuhyun bersiul tak jelas saat melewati lorong perusahaan, menghibur dirinya sendiri yang mendadak takut dengan suasana kantor. Matanya bergerak liar memandang semua penjuru kantor, takut-takut ada yang berlalu melintasinya. Masih untung bila yang melintasinya orang, ia bisa saja menghajarnya..tapi kalau maklhuk yang tak kasat mata yang muncul? Tidak! Ia tak ingin harapan menakutkannya itu terkabul!
Ia berdiri didepan lift masih dengan keresahannya yang takut dengan keadaan malam. Ditekannya tombol lift segera, dan..
"AKKKHHHH" Kyuhyun ketakutan setengah mati dan menutup kedua maniknya menggunakan jemarinya, saat didapati seseorang yang duduk menyender didalam lift.
"Apa itu hantu? Apa itu orang?" tanyanya masih dengan menutup maniknya takut.
Tak ada yang menyahut akan pertanyaannya itu. Ia meneguk ludahnya sendiri, saat keputusan final yang ia fikir bila apa yang dilihatnya memang dugaan yang pertama. Kyuhyun perlahan membuka maniknya itu bersama rasa takutnya, dan...
"KIM KIBUM?" Kagetnya dan lansung berhambur masuk kedalam lift. Kyuhyun panik bukan main melihat si namja es yang sudah bermandikan keringat dingin. Ia sedikit menepuk-nepuk pipi Kibum pelan dan memanggil namanya, namun tak ada respon.
Ia berdiri, menekan tombol panggilan darurat pada pihak keamanan, "APA ADA ORANG? APA KALIAN MENDENGARKANKU? TOLONG AKU! JIFAN KIM TAK SADARKAN DIRI SAAT INI!"
Namun tak ada respon. Kyuhyun lagi-lagi panik mendengar Kibum melenguh dalam ketidaksadarannya. Namja chubby itu berjongkok dan kembali membangunkan Kibum. Berkali-kali ia memanggil namja es itu, tapi Kibum tak merespon.
'Papa? Papa?'
Saat samar-samar suara seseorang mengusiknya, manik Kyuhyun tertuju pada smartphone milik Kibum. Ia meraihnya dan melihat sambungan telpon tersebut.. Xiumin Anakku, 'ia sedang bertelpon rupanya' dan segera mematikannya sepihak tanpa berkata dan memasukkan handphone tersebut kedalam tasnya.
"TUAN! TUANN! APA ANDA MENDENGAR KAMI?" Kyuhyun mendongak dan segera mendekati panggilan itu pada tombol lift.
"NE.. AKU MENDENGARNYA! CEPAT PANGGILKAN AMBULANCE! JIFAN KIM KINI TAK SADARKAN DIRI! CEPATTT!" Panik Kyuhyun, terdengar sahutan mengiyakan dari sana. Kyuhyun lega mendengarnya.
Ia kembali pada Kibum, mengusap surai kelam itu pelan dan memapahnya keluar lift. "Kuatlah Kim Kibum! Kau jangan mati disini! Ingatlah Xiumin yang tengah menunggumu kini! Dan bila kau mati sekarang, dengan siapa aku akan membalas dendamku ini bila bukan denganmu?" Ungkapnya seraya memapah Kibum.
.
.
"Dosis obat yang diminumnya sudah melebihi batas yang seharusnya, hingga ia mengalami collapse seperti sekarang ini. Bahkan jantungnya berdetak lebih cepat bekerja dari batas normal.., bila terlambat sedikit lagi... ia bisa mengalami gagal jantung dan berakhir dengan kematian"
"Kematian? Obat apa yang diminumnya?" Kyuhyun lansung panik setelah mendengar penjelasan dari dokter yang menangani Kibum.
"Obat tidur dalam dosis tinggi.. Tapi anda tenang saja, Tuan Kim kini tak mengalami hal yang buruk apapun. Kondisinya sudah stabil, sekarang yang dibutuhkannya hanya istirahat yang cukup dan jangan memporsirkan pekerjaannya secara berlebihan. Sangat diharapkan bagi pihak keluarga juga ikut memperhatikan pola hidup dan istirahatnya."
Setelah memberi arahan pada Kyuhyun, dokter yang menangani Kibum mohon undur diri padanya. Kyuhyun mengangguk dan memberi hormat.
Ditatapnya Kibum yang masih tak sadarkan diri dengan tatapan sedihnya. Ia duduk di kursi jaga dan memandangi wajah es itu lekat. Tanpa ia sadari, tangannya sudah bergerak mengusap punggung tangan Kibum dengan lembut. "Seberat itukah hingga kau tak lagi memperdulikan kesehatanmu? Kalau kau seperti ini terus, bagaimana aku bisa tega untuk tetap melanjutkan semuanya?_"
Kyuhyun beralih mengusap surai kelam Kibum dengan lembut, "Saat dulu aku sakit, kau selalu mengatakan ini padaku..'Dunia tidak akan ramai kalau kau terus tidur disini' dan sekarang, kata-kata itu kukembalikan padamu.. cepatlah bangun dan buat keramaian pada dunia, Bum" ucapnya lembut.
BRAKK..
"Papa.." panggil Xiumin. Kyuhyun lansung melepas pegangannya pada Kibum saat pintu dan suara nyaring itu menggelegar. Ia lansung berdiri, menatap Xiumin yang sudah mendekati ranjang ayahnya itu dengan panik. Ditatapnya Eunjung yang juga hadir disini.
"M..Min?" gugup Kyuhyun. Xiumi mendongak dan lansung memeluk paha Kyuhyun, mengingat postur tubuhnya yang jauh dibawah Kyuhyun, "Papa..apa baik-baik saja Kyunnie?"
Kyuhyun mengangguk. Ia mensejajarkan letak berdirinya dengan Xiumin dan mengusap sayang surai coklat itu, "Papa hanya sedang tertidur Min. Ia hanya kelelahan bekerja..."
"Apa kau yang membawanya kemari, Kyuhyun ssi?" tanya Eunjung. Kyuhyun mengangguk, "Menurut dokter, Jifan sajangnim terlalu banyak meminum obat tidur dalam dosis tinggi hingga terjadi seperti ini. Tapi keadaannya baik-baik saja sekarang. Dokter menganjurkan pada keluarganya untuk tetap memperhatikan kesehatannya dan juga mengurangi dosis obatnya itu_"
Eunjung mengangguk mengerti, "_Tapi, kenapa Xiumin juga ikut bersama anda sajangnim?"
"Saat aku mendapat telfon dari kantor, aku tengah berada dirumahnya. Xiumin mendengarnya dan mendesakku untuk ikut kemari" Kali ini giliran Kyuhyun yang mengangguk mengerti.
"Baiklah kalau begitu. Saya bisa meninggalkan Jifan sajangnim bersama anda Eunjung sajangnim. Saya mohon undur diri dahulu" ucap Kyuhyun seraya menunduk hormat.
"Kyunnie mau kemana? Min ikut!"
"Kyunnie hyung mau pulang, seharusnya Min juga pulang eoh.. besokkan harus sekolah."
"Tapi Papa?"
"Kan sudah ada Noona yang cantik menemani papa disini?"
Xiumin mendongak, menatapi Eunjung yang tersenyum lembut padanya "Ne..Min pulang nde. Min sudah melihat papa kan? Dan papa sekarang sedang tidur dan tak ada lagi yang perlu Min takutkan. Eunjung Noona akan menjaga papa disini"
Xiumin mengangguk lemah, "Tapi Min ingin pulang bersama Kyunnie. Min tak mau pulang kerumah kalau Papa tak ada" jawabnya nanar menatap Eunjung
Kyuhyun melongo mendengarnya. Ragu akan keakuratan dari perkataan anak ini. Benar-benar tak ingin, apa memang sengaja? "Kyunnie sudah tau rumah ku dimana.. Tapi aku belum tau Kyunnie tinggal dimana.. Itu tidak adil! Jadi, biarkan aku ikut menginap dirumah Kyunnie nde"
Kyuhyun tampak ragu untuk menjawab. Diliriknya Eunjung yang mengizinkan membawanya, "Ajaklah ia pulang bersamamu Kyuhyun ssi. Lagian, rumah sakit juga tak bagus untuk anak seumurannya.. Bisa-bisa sebelum Jifan bangun, Xiumin keburu jatuh sakit disini"
Mendengar permintaan yang tulus dan lembut dari Eunjung, hati Kyuhyun luluh dan mengiyakan dengan permintaan si kecil Kim. "Dibawah, Supir Ok akan mengantar kalian" tambahnya lagi.
Kyuhyun mengerti. Ia kembali memohon undur diri bersama Xiumin dalam genggamannya. Hatinya seolah berat untuk melangkah dari ruang rawat tersebut. Ditatapnya sendu Kibum yang masih belum sadar dan juga Eunjung yang beralih duduk dikursi tempatnya tadi.
Hatinya kembali sakit melihat itu semua. Mereka benar-benar terlihat serasi. Terlebih lagi dengan Eunjung yang baik dan lemah-lembut dalam tutur katanya. Sejenak, ia merasa cemburu dan menginginkan namja itu kembali padanya, namun melihat sikap Eunjung yang baik tadi.. hatinya tak tega untuk melakukan itu. Tampaknya kau sudah mulai lupa dengan misi balas dendammu itu, Cho?
.
.
"Woww.. Kyunnie tinggal disini?" Xuimin tampak antusias melihat tempat kediaman Kyuhyun. Maniknya tak lepas menatap takjub gedung sederhana bertingkat tersebut. Kyuhyun hanya tersenyum kecil menanggapi celoteh kecil Xiumin dan segera mengajaknya masuk kedalam.
Xiumin lagi-lagi memandang takjub interior kediaman si namja chubby. Kyuhyun tak habis fikir, ada apa dengannya ini? Kenapa ia tampak senang dengan semua yang dimilikinya yang jauh dari kata mewah ini? Bukankah ia sudah mempunyai segalanya dan melebihi dari punyanya?
Kyuhyun beralih mengajaknya untuk naik ke lantai atas, tempat ia beristirahat.. dan lagi-lagi Xiumin takjub melihatnya. Gerah juga bagi Kyuhyun melihat sikap Xiumin kali ini. Tengah mengejekkah ia atau benar-benar takjub dengan kediaman sederhananya?
"Kenapa dari tadi Min hanya berkata Woow.. Uwooh..? Apa rumah Kyunnie hyung membuat Min tak nyaman?" Xiumin menggeleng. Ia beralih menuju ranjang Kyuhyun, duduk manis dengan senyum manisnya pula.
"Bahkan Min sangat suka disini! Rumah Kyunnie hangat! Bau Kyunnie juga ada dimana-mana. Tidak seperti rumahku yang dingin dan juga sunyi. Aku suka..Aku akan meminta pada Papa untuk tinggal dirumah seperti ini saja"
Glek!
Susah baginya kini untuk menelan ludahnya setelah mendengar penuturan akhir Xiumin. Bocah itu benar-benar sudah diluar kendali. Apanya yang istimewa dari rumah yang sempit ini?
Xiumin lansung merebahkan badannya, "Bau Kyunnie yang aku suka" ucapnya riang.
Kyuhyun tertawa mendengarnya. Bocah ini memang benar-benar berada diluar kendali, bahkan kedewasaannya pun datang sebelum waktunya. Kyuhyun beranjak mendekati Xiumin. Membangunkan bocah itu untuk segera duduk. "Memangnya, ada apa dengan aroma Kyunnie hyung?"
Xiumin tampak berfikir dengan raut sok dewasanya dan menjawab, "Aku tak tau. Tetapi aku suka.. bau itu membuatku merasa nyaman saja. Karena itulah setelah aku besar nanti, aku akan menikahi Kyunnie. Kyunnie tak punya kekasih kan?"
Kyuhyun tertawa dan sedikit menjitak Xiumin dengan gemas. Xiumin terkikik dengan perlakuan hangat itu, "Anniyo.. kekasih Kyunnie hyung jahat, meninggalkan hyung dulu. Eh setelah ia kembali, ia tak meminta maaf pada hyung malah bersikap dingin pada hyung"
"Siapa sih orang itu Kyunnie? Kalau aku sudah menjadi kuat nanti, aku akan menghajarnya karena membuat Kyunnie sedih" Kyuhyun terkikik mendengar celoteh Xiumin. Apa ia akan begitu semangat dengan ambisi tersebut saat mengetahui siapa orang brengsek itu?
Kyuhyun makin menjadi dengan menggelitik perut Xiumin dengan senangnya, Xiumin tertawa kecil dan menggeliat-liat diatas ranjang Kyuhyun dengan riangnya.
"Ne..ne..kita hentikan saja ya Min. Sudah malam, ayo kita tidur. Tapi sebelum itu, kita harus mencuci tangan, kaki, wajah, dan tak lupa gosok gigi ne.." tutur Kyuhyun menggurui. Ia merogoh kantong plastik putih dari minimarket dan mengambil sebuah sikat gigi baru dan pasta gigi anak disana.
Dituntunnya Xiumin menuju kamar mandi nya dan memulai ritual malam mereka dengan gurat kebahagiaan satu sama lain. Kyuhyun senang dengan keberadaan Xiumin untuk malam ini. Setidaknya, dengan adanya bocah itu disampingnya.. bisa membuatnya terhibur akan kejadian seharian ini, terutama.. hatinya yang mulai goyah pada Kim Kibum.
.
.
TBC
Bolehkah amoree berkhayal bila sosok yang dicium BumBum adalah Amore? Pengennn... Ahhhaa.
Oh ya, maaf beribu maaf dichap kemaren.. typo bertebaran dimana-mana. Nama yang seharusnya ditulis 'Kibum' eh jadi 'Kyuhyun'.
Trus masalah penyakit Jiyeon, XP dan Porphyria emang saudaraan.. bingung pula bedainnya. Penyakit ntu muncul habis nonton Japan Movie 'Taiyou No Uta' yang maennya Yui.. suaranya kece badai pula, dengerin dech lagunya yang 'goodbye days'. #Promo. Jadi setelah nontonnya, kefikiran aja 'Gimana kalo Jiyeon juga sama kayak Yui? Pasti seru deh..' ehhhe
BTW, kayaknya banyak yang susah nerima Yesungie ikut andil, pengen Won atau Changmin gitu? Oh tidak! Amoree bakal galau kedepannya buat nerusin nih ff. Bisa-bisa pairnya jadi ChangKyu atau WonKyu dech wakakakkakz.
Ok, tolong 'RNR' ne.. yang jelas bukan bashing asal-asalan, tetapi membangun Kekkkeekkke :v
