PART_6
~Flashback on~
"Oppa aku menyukaimu!" Kata Jennie memandang intens namja dihadapannya. Bukannya menjawab Seunghyun malah bengong. Ia tampak kaget dengan pernyataan Jennie yang tidak pernah ia pikirkan sama sekali.
"Kenapa kau diam oppa? Apa kau tak percaya? Aku menyukaimu oppa. Benar-benar menyukaimu. Bahkan kau namja pertama yang membuatku seperti ini."
"Jennie.. Aku.. ini mungkin akan menyakitimu tapi... aku... hanya... hanya menganggapmu seperti adikku sendiri.. Aku minta maaf.. Jennie" Kata Seunghyun gugup.
Entah berapa pisau yang sedang menusuk merobek hati Jennie. Air matanya tak mampu membendung lagi.
"Uljimaraa.. Aku benar-benar minta maaf karena sikap baikku membuatmu menyukaiku tapi sungguh aku tidak pernah berpikiran akan seperti ini. Mianhe Jennie. Kau boleh membenciku." Ucap Seunghyun mengusap air mata yang jatuh perlahan di mata Jennie.
"oppa.. Kenapa aku harus membencimu. Aku yang terlalu bodoh oppa. Aku.. Aku.. sepertinya harus pergi.. Anyeong oppa" Kata Jennie berusaha tersenyum dihadapan lelaki itu. Dia berbalik meninggalkan Seunghyun. Dibalik tubuhnya menyimpan kekacauan hatinya saat itu. Airmatanya terus dibiarkan mengalir membanjiri pipinya. Sampai ia tak sengaja menabrak namja berpenampilan awkward, gaje, seperti preman pasar dengan wajah yang harus diakui memang termasuk kriteria Tampan. ternyata ia adalah anak dari pemilik Kwon High School, yang terkenal dengan kebengisan, pemain wanita, yang merupakan senior yang 2 tingkat diatasnya. Kwon Ji Yong. Siapa yang tidak mengenalnya. Ini lah pertama kali Jiyong berbicara dengan Jennie.
"YAK! KAU..." Teriak Jiyong menatap tajam Yeoja dihadapannya itu.
"Apa kau menangis?" Tiba-tiba suaranya menjadi lembut ketika dia menatap wajah Yoeja itu. Demi apapun orang yang mengenal Jiyong akan mengatakan ini adalah pertama kali ia berbicara lembut pada orang yang belum dikenalnya. Ya memang Jiyong terlihat masa bodoh, cuek, tapi hatinya akan berubah menjadi lembut seperti kapas ketika sedang melihat perempuan menangis.
Jennie tak menghiraukannya. Dia tetap berjalan meninggalkan namja yang dari tadi ngoceh tak jelas. Dia tau namja itu Kwon Ji yong. tapi suasana hatinya begitu kacau sehingga ia mampu menghiraukan ucapan seorang yang paling ditakuti sekaligus dipuja di sekolahnya.
"Siapa dia? Sungguh tidak sopan. Apa dia tidak tau siapa aku hah?"
~Flashback off~
"Apa kau melamun?" Tanya Jiyong mengibaskan telapak tangamnya dihadapan wajah Jennie.
"Aaahh..iyaa.. eummm bagaimana kabar Seunghyun oppa?"
"Dia banyak berubah setelah aku wamil. Bahkan dia menanyakan kabarku. Ini pertama kaliya dia memperhatikanku. Walaupun dia tidak menyukaiku tapi dia hyung yang baik. Aku mempercayainya untuk memegang Empire selama aku tidak ada. Dia melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dia pasti sangat sibuk memegang 2 perusahaan sekaligus."
"Emm. Baguslah.. apa kau sudah menemui appamu?" Tanya Jennie berusaha mengalihkan topik. Akui saja ia masih tidak mampu mendengar nama Seunghyun.
"Belum!" Jawab Jiyong singkat.
"Yaa.. kau harusnya menemui ayahmu dulu. Ia pasti sangat merindukanmu!"
"Ada yang lebih merindukanku daripada dia"
"Siapa?"
"Kau"
"Aahh kau ini. Bagaimanapun juga dia itu ayahmu."
"Iya iya.. kau cerewet sekali. aku akan segera menemuinya.. besok atau minggu depan. haha."
Aku lupa memberitahu tentang keluarga Kwon. Ya, siapa yang tak mengenal keluarga kaya yang sahamnya tersebar dimana-mana, memiliki 2 induk perusahaan yang merupakan terbesar di Korea. Kwon Empire yang berada dibawah Kwon Jiyong dan Kwon Jeguk dibawah pimpinan Kwon Seunghyun. Dengan beberapa anak perusahaan di bawahnya seperti Kwon High School, Hotel Namyun Kwon, KW entertaiment dll (Ini nama sumpah author ngarang). Tuan Kwon dengan istri pertamanya memiliki anak yaitu Seunghyun dan Jiyong merupakan anak kedua Tuan Kwon dengan istri keduanya yang telah meninggal saat umur Jiyong 7 tahun. itulah mengapa Seunghyun tidak menyukai adiknya tersebut karena ia selalu berfikiran bahwa anak itu adalah buah dari wanita yang merusak kebahagian kedua orang tuanya. Walaupun begitu Jiyong selalu menyukainya mengganggap bahwa Seunghyun lah satu-satunya keluarganya karena perlu diketahui Ayah dan Ibu tirinya tidak pernah memperhatikannya semenjak Ibunya meninggal. Mereka hanya memberinya kekayaan harta bukan kasih sayang layaknya orangtua sesungguhnya. Itu membuat seorang G-Dragon membenci orangtuanya.
Sejenak Jennie melirik jarum jam dinding yang menunjuk angka 11.
"Oppa. Sudah larut malam ternyata. Kau tidak berencana pulang ke rumahmu ?"
"Kenapa aku harus pulang kerumah yang isinya hanya ajussi dan ajumma sementara disini ada wanita cantik." Ucap Jiyong. Rumah utamanya di Empire, kedua di appartemen Jennie, dan pilihan terakhir adalah rumah besar itu.
"Aku akan menginap disini." Ucapnya dengan senyum smirk.
"Baiklah. Selesaikan makanmu dan ayo tidur, aku ngantuk sekali."
"Apa kau baru saja mengajakku tidur?" Jiyong selalu saja menggodanya.
"Eh?" Jennie terdiam mendengar kalimat kekasihnya. Mencerna dengan jeli. 'apa aku baru saja mengajak tidur kekasihku sementara aku baru saja tidur dengan namja lain?' Batin Jennie.
Jiyong pov
Aku memiringkan kepalaku menghadap yoeja yang disampingku. Dia terpejam. Aku tahu dia belum beranjak ke alam mimpi. Dia amat begitu manis. Wajahnya terlihat menyimpan beberapa rahasia yang aku tidak tahu selama 2 tahun belakangan ini. Aku memang sering tidur dengannya tapi tidak pernah melakukan 'itu'. Pertama kali aku mengajaknya dia menolak keras, itu pertama kalinya dia memarahiku dengan airmatanya. aku tak tega melihatnya. Sejak itu aku kehilangan keberanian untuk memintanya lagi. Aku berjanji untuk menjaganya sampai dia menjadi istriku. Aku berusaha menjadi pria sejati yang memegang janjinya.
"Jennie..."
"Hmmm..."
"Kau belum tidur ya?"
"Kalau kau terus mengajakku berbicara kita tidak akan tidur sampai pagi."
Dia tetap saja memejamkan mata. Kenapa dia tidak menatapku saat aku menatapnya? Bahkan ini kali pertama kita bertemu setelah 2 tahun kenapa sikapnya begini. Tidak seperti biasanya.
Aku mengalihkan wajahku menatap langit-langit kamar.
"Jennie.. apa kau masih mencintaiku?"
"Hm?" Katanya. Aku melihat dari ekor mataku dia membuka matanya. Dia terlihat kaget atau gugup. Lagi-lagi dia tidak menoleh ke arahku. Seolah dia mengikuti apa yang sedang aku lihat, langit-langit kamar.
"Itu hanya sebuah pertanyaan. kenapa tidak kau jawab saja?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
'kenapa kau malah bertanya, kenapa tidak jawab saja Ya. Ini semakin membuatku semakin ingin bertanya' Batinku.
"Hanya saja aku sering bermimpi kau bersama pria lain. Bahkan kalian tertawa bersama. Seolah-olah kalian sedang menertawaiku"
"Mwo?" Katanya. Kali ini dia benar-benar menatap wajahku.
"Yak Mr. Kwon. haha. Kenapa kau lucu sekali? Kau percaya mimpi?"
Apa dia tertawa? Apa baru saja aku membuat lelucon?
"Itu hanya sebuah mimpi oppa.. Kau ini aneh sekali.."
"kata orang bisa saja mimpi itu sebagai isyarat Tuhan kepada kita?"
"Kau percaya kata orang?"
"Bahkan kau belum menjawab pertanyaanku. Ah sudah lah. Tidurlah aku lelah"
Aku memejamkan mataku. Aku merasakan dia masih menatapku.
TBC
