Chapter 5 – Doctor's Naughty Kiss
.
.
.
.
Main Pair
Kris Wu
Park Chanyeol aka Zhang Chanyeol (GS)
.
Other Cast
Huang Zitao (GS)
Zhang Yixing
Zhang Ziyi
.
.
.
.
Happy Reading !
.
.
-oOo—
Rumah Sakit Universitas Yonsei – Bagian Anak
"Zhang Ziyi shi, silahkan." Perawat mempersilahkan Ziyi masuk karena sudah gilirannya untuk diperiksa.
"Ayo Ziyi" ajak Chanyeol sambil menggendongnya.
"Ya eonni."
Chanyeol dan Ziyi berjalan kearah pintu ruangan dokter Kris. Tapi, sebelum Chanyeol sempat membuka pintunya, pintu sudah terlebih dulu dibanting terbuka oleh seorang perawat.
BRAAAKKKK..
"Huaaaahhhh.."
Chanyeol dan Ziyi terkejut saat melihat seorang perawat keluar dari ruangan dokter Kris dengan menangis. Ada apa ya pikir Chanyeol, tapi ya sudahlah nanti tanya langsung saja sama dokter. Dan dengan itu Chanyeol membawa Ziyi memasuki ruangan dokter Kris.
"Dokter.." Panggil Chanyeol.
"Ada apa ?"
"Tadi ada perawat yang keluar sambil menangis."
"Perawat-perawat zaman sekarang sedikit-sedikit menangis. Payah dech." Jawab Kris meremehkan.
"Kelakuannya buruk sekali" ucap Chanyeol dalam hati saat melihat wajah menyebalkan dokter Kris.
"Jadi kelihatannya, seperti aku yang membuat mereka menangis kan" Ucap Kris sok polos.
"Pasti begitu" jawab Chanyeol singkat.
Merasa tidak ada lagi yang mau ditanyakan oleh Chanyeol, Kris beralih melihat kearah Ziyi, "Hari ini aku akan menyuntikkan vaksinasi. Ziyi tahan sakit tidak?" Suara Kris berubah lembut saat bertanya pada Ziyi.
"Ya. Kalau Ziyi tidak menangis, dokter harus menemani Ziyi bermain ya?" Ucap Ziyi dengan mata berbinar-binar.
"Ziyi. Dokter kan sibuk." Chanyeol mencoba mengingatkan adiknya.
"Tidak apa-apa" Jawab Kris.
"HAH" Chanyeol melihat kearah dokter Kris terkejut.
"Sssst." Kris meletakkan satu jarinya didepan mulut, memberi isyarat pada Ziyi untuk tidak memberitahu orang lain, "Hari minggu nanti main kerumah ya." Kata Kris pada Ziyi seperti berbisik.
Ziyi mengikuti apa yang dilakukan Kris yaitu meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, "Ya pasti aku tidak bilang-bilang. Tapi tidak apa-apa ya aku bilang ke eonni? Soalnya kalau aku pergi sendiri tidak bisa jadi harus sama eonni."
Chanyeol hanya menatap malas tingkah adiknya dan dokter Kris, apa sich yang mereka lakukan pikir Chanyeol.
"Ya sudah, kalau kakakmu memaksa ikut. Ya silahkan." Kris menjawab sambil tersenyum kearah Chanyeol.
"Uch,, dokter menyebalkan sekali." Kesal Chanyeol.
"Tapi kamu suka kan.?" Tanya Kris sambil mengangkat sebelah alisnya.
Chanyeol terdiam, "Aku memang menyukainya."
Tapi bukan Chanyeol namanya kalau langsung mengiyakan pertanyaan Kris.
"Kalau Ziyi memaksa-maksa pergi. Ya sudah akan kuantarkan kerumahmu." Jawab Chanyeol mencoba mengubah topic pembicaraan dai pertanyaan Kris tadi.
"Kalau kamu bilang begitu, Ziyi nangis loh." Jawab Kris santai sambil menunjuk kearah Ziyi yang sudah diambang menangis.
Chanyeol yang melihatnya terkejut, "Ah maaf Ziyi, eonni tidak bermaksud.."
-oOo—
Hari Minggu…
GUK GUKGUKGUK…
Chanyeol dan Ziyi menatap kagum pada anjing yang berada di apartemen dokter Kris.
"Kenapa memelihara anjing, dokter ?" Tanya Chanyeol sambil melihat Ziyi bermain dengan anjing dokter Kris.
"Ada orang yang mau memberikan anjing ini. Jadi kuambil saja. Dan juga apartemen ini mengizinkan memelihara binatang, jadi kupelihara saja." Jawab Kris.
Chanyeol duduk di sofa kris sambil melihat Ziyi yang tertidur disebelahnya dengan anjing Kris.
"Ziyi pasti lelah setelah bermain terus dengan anjing dokter." Chanyeol tersenyum sambil mengusap pelan kepala Ziyi.
Kris datang dari dapur sambil membawa dua cangkir kopi dan menyerahkan satu pada Chanyeol.
"Terima kasih." Kata Chanyeol saat menerima kopi dari kris.
Chanyeol kembali melihat kearah Ziyi, "Ziyi kelihatan senang sekali."
"Kalau kamu.?"
DEG
Chanyeol terdiam, kemudian meminum kopinya untuk menutupi kegugupannya.
"Aku kan Cuma mengantar saja. Ziyi memaksa.." alasan Chanyeol, bilang senang aja susah.
GREP
"EH" Chanyeol melebarkan matanya melihat Kris menundukkan badannya dan mendekatkan wajahnya.
"Walau dengan ini, apakah kamu tidak senang?" Kris mengatakan didepan wajah Chanyeol.
Kris mulai membelai pipi Chanyeol dan semakin mendekatkan wajahnya.
Chanyeol yang sudah merona akibat sentuhan lembut tangan Kris dipipinya, mulai menutup mata dan tidak lama Chanyeol dapat merasakan bibir Kris yang dengan lembut mencium bibirnya.
Kris melepaskan ciuman mereka dan terus menatap wajah memerah Chanyeol.
Sedangkan Chanyeol berusaha menutupi wajahnya yang sudah semerah tomat dan berkata. "Dokter licik."
Kris terkekeh mendengar umpatan Chanyeol yang ditunjukkan padanya, kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga Chanyeol, "Bagaimana kamu senang?"
Dan Chanyeol sudah tidak tahu semerah apa wajahnya sekarang, setelah mendengar bisikan Kris.
Tib-tiba…
TING TONG
Chanyeol langsung mendorong tubuh Kris, "A..ada yang datang. Aku akan membuka pintu." Chanyeol langsung berdiri dan berjalan kearah pintu. Chanyeol merasa lega, entah apa jadinya kalau dia masih diposisi tadi, mungkin Chanyeol bisa mati akibat sesak nafas dan kerja jantung yang berlebihan. Ugh, dokter kris benar-benar kematianku.
.
CKLEK
Chanyeol membuka pintu dan melihat seorang gadis yang seusia dengannya berdiri didepan pintu apartemen Kris dan menatap Chanyeol tidak suka.
"Kamu siapa?" tanyanya.
"Kamu yang siapa?" tanya Chanyeol balik.
"Aku tunangannya dokter." Jawab gadis itu.
"EH.. hah?" Chanyeol membulatkan mataya terkejut.
"Dokter" panggil gadis itu dan langsung masuk melewati Chanyeol yang masih terdiam karena terkejut. "Aku beli snacknya Chaki loh." Lanjut gadis itu sambil mengangkat plastik belanjaan yang pasti berisi makanan Chaki.
Anjing dokter yang tadi tidur bersama Ziyi kemudian bangun saat gadis itu menyebut nama Chaki dan anjing tersebut langsung berlari kearahnya.
"Chaki." Panggil gadis itu dan merentangkan tangannya saat melihat Chaki berlari kearahnya kemudian memeluknya.
"Akrab sekali." Pikir Chanyeol saat melihatnya.
"Tao" Panggil Kris yang juga terkejut melihat kehadiran gadis tersebut.
Tao…
"Dokter apa benar dia tunanganmu?" teriak Chanyeol, sampai bisa membangunkan Ziyi.
"Sepertinya begitu.." Jawab Kris tenang sambil melihat Tao yang bersandar pada tubuhnya.
Chanyeol mengepalkan tangannya, yang benar saja dokter sudah punya tunangan, wajah Chanyeol sekarang penuh dengan kekesalan dan emosi melihat dua orang didepannya. Tanpa bicara Chanyeol langsung menggendong Ziyi.
"Ziyi ayo pulang."
.
TINGTONG TINGTONG TiNGTONG
Chanyeol menekan bel apartemen Yixing dengan penuh emosi. Bukannya pulang Chanyeol malah datang ke apartemen oppanya.
CKLEK
"Eh kalian berdua, ada apa ?" Tanya Yixing yang terkejut melihat kedatangan dua adiknya.
"Oppa minggir." Chanyeol tidak menjawab pertanyaan yixing dan langsung masuk keapartemen yixing dengan mata marah, kemudian duduk disebelah tembok sambil menempelkan telinganya ke tembok. Ya Chanyeol mencoba mendengarkan pembicaraan Kris dan Tao. Oh, uri Chanyeol mulai cemburu. Hehehe
Yixing melipatkan kedua tangannya didada sambil menatap heran kearah Chanyeol, kemudian beralih melihat kearah Ziyi.
"Ziyi, Chanyeol eonni kenapa? Mendengarkan apa disebelah?" Tanya Yixing.
"Ssssttt, tidak kedengaran." Protes Chanyeol menyuruh Yixing diam.
"Kami datang kerumah dokter Kris dan ada Chanki.." Ziyi mulai bercerita pada Yixing.
"Chaki…" kata Yixing bingung, Siapa Chaki…?
"Terus datang eonni yang tidak dikenal. Katanya tunangan dokter Kris."
"Mati aku" kata Chanyeol yang tidak sempat menghentikan ucapan Ziyi tentang hal tunangan itu.
Pelan-pelan Chanyeol melihat kearah oppanya yang hanya terdiam setelah mendengar penjelasan dari Ziyi. Chanyeol takut kakaknya akan marah dan benar saja tidak lama Yixing raut muka Yixing yang awalnya tenang berubah menjadi marah dan penuh emosi.
"Tunangan? Bukannya kamu pacaran dengan dokter Kris? Kamu dipermainkan oleh Kris? Keparat." Yixing sudah mengepalkan tangannya siap menghajar Kris tapi dihentikan oleh Chanyeol dan Ziyi.
Chanyeol sekarang sedang memegang tangan Yixing, sedangkan Ziyi bergelayut dikaki Yixing.
"Oppa jangan." Mohon Chanyeol.
"Lepaskan." Kata Yixing sambil mencoba melepaskan tangan Chanyeol.
"Bukan begitu. Tidak ada pacaran dan tidak ada dipermainkan. Dari awal memang tidak ada apa-apa." Bentak Chanyeol sambil melepaskan tangannya, kemudian memeluk Yixing dari belakang. "Maaf membuat oppa khawatir."
Yixing akhirnya berhenti bergerak dan hanya diam saja, tapi raut mukanya tidak berubah tetap menampakkan wajah penuh emosi dan kedua tangannya masih mengepal.
Chanyeol juga terdiam memikirkan hubungannya dengan Kris, Kris memang tidak pernah bilang suka pada Chanyeol tapi setiap ciumannya pada Chanyeol terasa lembut. Lalu, apa arti ciuman yang diberikan Kris pada Chanyeol.
-oOo—
Rumah Sakit Universitas Yonsei – Bagian Anak
"Aish menyebalkan, padahal aku sudah tidak mau bertemu." Ucap Chanyeol dalam hati. Kalau bukan demi Ziyi aku tidak akan mau kesini lagi dan melihat orang itu. Sabar Chanyeol sabar, Tarik nafas dan bicara.
"Dari kemarin dia mengeluh kepalanya sakit terus." Akhirnya Chanyeol bicara juga menyampaikan keluhan sakit yang dialami Ziyi.
"Silahkan duduk dulu." Jawab Kris kemudian menegakkan kepalanya yang daritadi menunduk melihat berkas-berkas pasiennya.
Chanyeol dan Ziyi terkejut saat melihat luka lebam dipipi kiri dokter Kris, seperti habis ditonjok.
"Dokter kenapa wajahnya seperti itu?" Tanya Chanyeol.
Kris tersenyum, "Dihajar Doberman apartemen sebelah. Jangan dipedulikan…hehehe" Jawab Kris santai.
Chanyeol langsung melebarkan matanya, Yixing oppa…
"Jadi…" Kris bertanya pada Ziyi, "Katanya sakit kepala, kenapa yang dipegang perutnya?" Ziyi terkejut, "pura-pura sakit ya?" lanjut Kris.
"Hah?" Chanyeol terkejut mendengar pertanyaan Kris, jadi Ziyi berbohong.
Ziyi mulai menangis, "Habis, gara-gara dokter…hiks hiks gara-gara dokter eonni jadi murung."
"Ziyi.." Chanyeol merasa bersalah, demi dirinya ziyi rela berbohong dan pura-pura sakit agar Chanyeol bertemu dengan Kris.
"Zhang shi, rumah sakit bukan tempat main-main." Bentak seorang pearawat di ruangan Kris. "Dokter kan sibuk" lanjutnya.
"Maaf" Kata Chanyeol atas tindakan Ziyi kepada perawat dan dokter Kris.
"Sakit itu bukan hanya tubuh kan. Seperti anak ini, karena hatinya sakit. Jadi datang padaku." Ucap Kris sambil membelai rambut Ziyi. "Jadi, aku punya hak kan untuk memeriksa anak ini, kan?"
Hening
"Jahat, padahal aku bilang begitu kan demi dokter Kris." Teriak perawat yang tadi memarahi Ziyi sambil menangis, lalu keluar dari ruangan Kris.
"Aduh bikin nangis lagi" Ucap Kris pelan.
Chanyeol kemudian memicingkan mata kearah Kris, "Dokter senang membuat perawat menangis, kan?" Tanya Chanyeol menyelidik.
"Ketahuan, ya?" Jawab Kris sambil menjulurkan lidahnya.
"Mwo… Hehehehe…" Chanyeol tertawa mendengar perkataan Kris. Sedangkan Kris tersenyum melihat tawa Chanyeol.
"Jadi ada apa? Ada hal yang ingin kamu katakan? Chanyeol-shi.."
DEG
Chanyeol terdiam, Kris memanggilnya Chanyeol-shi tapi dia memangil wanita itu hanya Tao tanpa embel-embel shi, pikirnya.
"Kenapa dokter menciumku?"
"Tidak tahu.."
"Jawab yang benar.." kesal Chanyeol.
"Tidak ada alasan khusus. Ingin melakukannya saja. Hanya itu." Jawab Kris.
Chanyeol menundukkan kepalanya, "Aku benci sikap dokter yang seperti itu." Kemudian Chanyeol berjalan keluar ruangan Kris dengan Ziyi.
Apa-apaan itu, mengambil ciuman dariku tapi tidak alasan khusus katanya. Tidak bisa dipercaya. Chanyeol benar-benar kesal sekarang. Chanyeol merasa sakit hati selalu dipermainkan oleh Kris.
Ziyi yang melihat eonninya hanya diam saja kemudian bertanya, "Eonni marah, ya?" tanyanya dengan raut muka sedih.
"Marah donk." Jawab Chanyeol, yang membuat mata Ziyi mulai berkaca-kaca.
Chanyeol yang merasa bersalah langsung meminta maaf, "Maaf Ziyi, Eonni marah tapi tidak marah pada Ziyi. Jangan menangis ya."
Ziyi berhenti menangis, kemudian melihat kakaknya yang terdiam lagi. Mata Ziyi tidak sengaja melihat seseorang didepannya.
"Eonni…" panggil Ziyi sambil menggoyang-goyangkan pegangan tangannya pada Chanyeol agar memperhatikannya, "Eonni.." panggil Ziyi lagi dan akhirnya Chanyeol melihat kearahnya.
"Eonni, orang itu kan…." Tunjuk Ziyi pada seseorang didepannya.
DEG
Chanyeol melihat gadis itu lagi, gadis yang kemarin kerumah dokter Kris. Sekarang berdiri tidak jauh darinya dan sedang berbicara dengan dua suster. Sepertinya, suster disinipun mengenalnya, pikir Chanyeol.
"Tao. Selamat ya sudah masuk SMA" Ucap Suster yang berambut pirang yang berbicara pada Tao.
"Terima kasih." Tao tersenyum.
"Tao karena sudah SMA terlihat dewasa ya." Ucap suster yang lain. "Padahal dulu waktu kecil sering menangis karena tidak mau di operasi dan bikin susah dokter Kris yang waktu itu masih mahasiswa penelitian. Kamu bilang mau dioperasi kalau dokter Kris bersedia menikah denganmu. Seperti orang dewasa saja…" Lanjut suster itu, kemudian kedua suster tersebut tertawa mengingat kejadian itu.
Chanyeol yang mendengarkan pembicaraan antara Suster dan Tao terkejut, pantas gadis itu bilang dia tunangan dokter Kris. Ternyata begitu ceritanya.
"Jangan tertawa" Bentak Tao pada kedua suster didepannya. "Aku sungguh-sungguh. Aku benar-benar suka pada dokter Kris." Kata Tao yang membuat tidak hanya dua orang suster itu terdiam tapi juga orang-orang yang ada di lorong tersebut termasuk Chanyeol.
Chanyeol mempererat genggamannya pada Ziyi saat mendengar pengakuan berani Tao. Chanyeol sudah tidak tahan melihat Tao dan tidak ingin mendengar apapun lagi yang keluar dari mulut Tao apa lagi yang menyangkut Dokter Kris. Akhirnya Chanyeol memutuskan berbalik arah, "Ziyi, Ayo lewat sini saja." Suara Chanyeol mulai bergetar saat bicara.
Ziyi yang merasa aneh dengan suara eonninya, kemudian mendongak kearah Chanyeol. "Eonni…" Ziyi terkejut "Eonni kenapa menangis?" Tanya Ziyi dengan suara gemetar yang siap menangis juga. Meihat eonninya menangis, membuat Ziyi ingin menangis juga.
Chanyeol tidak menjawab pertanyaan Ziyi, dia juga tidak tahu kenapa dia menangis. Isi kepalanya rasanya kacau sekali.
-oOo—
"Ah, perempuan yang kemarin di apartemen dokter Kris kan. Malam-malam begini datang ke apartemennya ada urusan apa?" Tanya Tao saat melihat Chanyeol terduduk didepan bangunan apartemen Kris.
Chanyeol sendiri juga tidak tahu kenapa bisa ada disini, Chanyeol hanya ingin bertemu Kris.
"Tidak tahu, hanya ingin bertemu saja." Jawab Chanyeol seadanya.
"Hah? Penguntit?" Tunjuk Tao pada Chanyeol.
Chanyeol tidak mempedulikan ucapan Tao, Chanyeol lebih memilih bermain dengan pikirannya, karena hanya ingin bertemu, tau-tau sudah sampai disini. Ingin bertemu saja, itulah yang dipirkan Chanyeol daritadi. Tidak ada alasan apa-apa, hanya ingin bertemu.
DEG
Chanyeol melebarkan matanya, sama seperti ucapan Kris tadi siang dirumah sakit "Tidak ada alasan khusus, hanya ingin melakukannya." Itu jawaban Kris saat Chanyeol bertanya kenapa Kris menciumnya dan sekarang Chanyeol menjawab pertanyaan Tao dengan jawaban yang sama "Tidak Tahu, hanya ingin bertemu saja." Jangan-jangan dokter juga punya perasaan yang sama denganku ? pikir Chanyeol.
"Kamu sungguh merepotkan dokter." Bentak Tao membuyarkan lamunan Chanyeol.
Chanyeol berdiri dihadapan Tao, "Dokter tidak akan bilang begitu." Teriaknya tepat diwajah Tao.
Hening
"Aku suka dokter kris, dari dulu sudah suka." Tao mulai bicara memecah keheningan. "Supaya cocok dengan dokter, aku berusaha berdandan seperti orang dewasa. Aku juga giat belajar, agar bisa bekerja sebagai perawat di sebelah dokter."
Dia sungguh-sungguh pikir Chanyeol. Perasaannya benar tersampaikan hingga terasa sakit. Tapi Chanyeol tidak mau kalah, dia juga tidak akan menyerah pada perasaannya.
"Kalau aku sich benci dokter Kris. Sikap dan kelakuannya buruk, suka mempermainkan orang seenaknya." Chanyeol menutup mulutnya untuk menahan tangisnya. "Tapi aku juga tahu sisi lembutnya. Jadi..?" Chanyeol menghentikan ucapannya dan menarik nafas.
"jadi..?" tanya Tao penasaran.
"Jadi…. Aku akan melawanmu." Teriak Chanyeol pada Tao.
"HAH" Teriak tao, kemudian matanya melebar saat melihat seseorang berjalan kearah mereka dibelakang Chanyeol.
"Hmmmm, Kamu bersedia melawannya?" Tanya Kris sambil meletakkan tangannya didagunya, seperti menilai jawaban Chanyeol tadi.
Chanyeol membeku, kemudian menolehkan kepalanya kearah Kris.
Tapi, belum sempat Chanyeol bicara, Kris sudah dulu menciumnya dan meletakkan tangannya di pundak Chanyeol kemudian menariknya agar lebih dekat.
Kris melepas ciumannya kemudian tersenyum menatap Chanyeol. Sedangkan Chanyeol mematung setelah mendapat serangan dadakan dari Kris terlebih Kris menciumnya didepan Tao.
"Jadi…" Kata Kris melihat kearah Tao. "kan aku juga sudah, Tao menyerahlah."
"Tidak" Tolak Tao sambil menangis, "Aku tidak akan menyerah." Katanya, kemudian pergi meninggalkan Kris dan Chanyeol.
"Aduhh, nangis.." Kata Kris menghela nafas, dia membuat orang menangis lagi.
"Emh, dokter… maksudnya tunangan itu…" Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalapanya, "Maksudnya kalau dokter tidak suka padaku tidak perlu berdalih ini itu."
Kris menghela nafas lagi, kemudian melihat kearah Chanyeol "Dia itu pasienku dulu. Aku bilang mau menikah dengannya agar dia mau dioperasi. Puas sekarang ?" Tanya Kris.
"Aish menyebalkan." Chanyeol mengatakan kemudian memeluk Kris. "Tapi aku sayang dokter" bisik Chanyeol ditelinga Kris.
"Dokter, hanya boleh cium aku, mengerti." Kemudian Chanyeol mencium bagian bawah rahang Kris dan menggigitnya sehingga meninggalkan Kissmark disana.
Chanyeol menundukkan kepalanya dan melepas pelukannya, "Selamat malam" dengan itu Chanyeol pergi dengan pipi yang sangat merah karena malu.
Selama perjalanan Chanyeol terus memegang pipinya yang masih terasa panas. Kemudian dia tersenyum mengingat kissmark yang dibuatnya tadi, karena aku sebal jadi aku tinggalkan satu jejak yang bahkan tidak bisa ditutupi oleh kemeja. Sepertinya malam ini, Chanyeol akan bermimpi indah. Setelah itu dia berlari agar cepat sampai rumahnya dan tidur.
Sedangkan Kris masih terdiam di tempat, dia terkejut dengan tindakan Chanyeol. Tapi kemudian Kris mulai tertawa. "hehehehe… Gawat nich." Katanya sambil memegang Kissmark yang diberikan oleh Chanyeol. Dan sepertinya Kris juga akan mendapatkan mimpi indah malam ini. Hehehehe….
.
Epilog…
"Dokter.." Panggil Ziyi yang sekarang tiduran diatas perut Kris dengan kepalanya diletakkan didada Kris, sedangkan Kris sedang berbaring diatas sofa dan Chanyeol duduk dilantai dan bersandar pada sofa sambil membaca buku. Semenjak kejadian malam itu, Chanyeol sering membawa Ziyi bermain ke apartemen Kris. Dan akhirnya membuat Ziyi melekat pada Kris, padahal dulu saat pertama kali bertemu Ziyi takut sekali pada Kris.
"Ziyi nanti jadi istri dokter ya ?" Tanya Ziyi dengan polosnya.
"Emh, kalau itu Ziyi harus bertanya pada Chanyeol eonni dulu." Jawab Kris.
"Tdak boleh" Jawab Chanyeol cepat. Sepertinya, chanyeol juga tidak akan mengalah pada adiknya..hehehe
Kris kemudian mengangkat Ziyi, dan mendudukkannya dibelakang punggungnya agar gadis kecil itu tidak melihat apa yang akan dilakukannya pada eonni kesayangannya ini.
Kris memanggil kekasihnya, "Chanyeol.."
"Hmmm" Chanyeol menjawab dengan bergumam, kemudian melihat keatas. Dan..
CUP
Kris menciumnya, sejak malam itu dokter Kris tidak pernah berubah tetap berkelakuan buruk, seperti sekarang ini. Chanyeol merasa sepertinya aku akan menderita….
.
.
.
.
.
END
.
.
.
An: Yuhuuu,, disini Krisyeol lagi lanjutan dari Chapter sebelumnya. Bagaimana suka ? atau masih kurang memuaskan. Maaf ya hanya segini yang bisa aku buat. Minggu depan Chapter terakhir, bagi yang suka pasangan Lubaek lihat mereka di sana, oke. Sekali lagi aku ucapin terima kasih buat yang udah review, follow, dan favorit. BOW BOW ^^
.
.
.
.
.
Review and Comment, Please?!
