Disclaimer : Masashi Kishimoto.
Warning :AU, OOC. (jujur aq kurang ngeh tentang ini).
Maaf bila masih muter-muter ceritanya dan jika masih ada typonya.
Cerita sebelumnya :
Sasuke menghubungi Naruto untuk mengambil mobilnya di Bandara. Sasuke buru-buru memesan tiket dan baerangkat keTokyo.
Hinata duduk bersandar di sofa menemani ayahnya dikamar rawat. Neji masuk membawa pesanan dari Hinata. Sebuah nasi karee kini dilahapnya, dari kemarin dia belum makan.
"Sebaiknya kau pulang kerumah dulu, untuk istirahat. Jagalah kesehatanmu. Biar aku yang disini." Saran Neji.
Hinata tersenyum "Apa tidak apa-apa, Neji-nii?"
"Hmm."
"Baiklah aku akan pulang sebentar dan istirahat." Hinata berjalan keluar kamar rawat.
Sebuah mobil keluarga mengantarnya kerumah. Hinata mulai menuju kamarnya. Semua masih seperti saat ditempatinya tidak ada yang berubah. Dia mulai untuk membersihkan tubuhnya dengan mandi. Setelah itu dihempaskan tubuhnya kekasur dan tidur siang.
Suara pintu kamar diketuk seseorang "Nona, nona, nona."
Hinata membuka mata lavendernya "I-iya, sebentar." Dibuka pintu kamarnya.
"Ada apa, bik?" tanyanya lembut.
"Ada seseorang mencari Hinata-sama." Jawab pelayan keluarga.
"Iya, arigato, bik."
Hinata kaluar dari kamarnya dengan memakai kaos warna biru muda dan celana panjang warna biru gelap. Dia turun dari lanti dua menuju lantai satu. Saat sampai diruang tamu dia melihat pemuda dengan warna mata onxy, kulitnya putih, rambut emo.
"S-sasuke-kun?"
Sasuke melihatnya "Apa kabar? Kenapa kau tidak memberitahuku?"
"B-baik. Maaf, aku tidak sempat memberitahumu." Jawab Hinata mendekatinya.
Hinata memeluknya "Kapan kau datang?"
"Baru saja, aku langsung kesini. menemuimu."
Hinata mempersilahkan Sasuke duduk.
"Apa kau sudah ketemu Sakura-chan. Dia merindukanmu, Sasuke-kun!"
Sasuke mendecah "Tch."
Seorang gadis bermata emerald datang dari pintu depan rumah Hinata.
"Hinata apa-." Sakura tersentak melihat Sasuke dirumah Hinata.
"Kapan kau sampai, kenapa tidak memberitahuku?" tanya Sakura pada Sasuke.
Hinata tersenyum "Sakura-chan, ayo masuk."
Sakura berjalan masuk dan memeluk Sasuke. Rasa kangennya kini terobati.
"Hallo sakura, apa kabar. Lama sudah tidak ketemu ya?" sapa Sasuke balas memeluknya.
"B-baik, gimana kabarmu sendiri? Apa kau merindukanku?" Tanyanya penasaran.
Sasuke tersenyum tipis "Hmm."
Lalu mereka bertiga mulai bercerita tentang keadaan masing masing selama tinggal didaerah yang mereka tempati.
Hari sudah malam, Hinata mengajak Sakura menginap dirumahnya. Seperti biasa Sasuke tinggal dirumah Hinata. Saat Sakura masuk kekamar Hinata, nuansa biru muda menyambutnya. Masih seperti dulu saat mereka masih bersama sebelum Hinata berangkat ke Konoha. Direbahkannya tubuhnya di sofa kamar Hinata, dilihatnya gadis berambut indigo sedang memegang sesuatu. Sakura berdiri dari sofa mendekati Hinata.
"Hayo sedang ngapain?" ledek Sakura.
"A-ano tidak apa-apa Sakura-chan." Hinata tersenyum.
Sakura ber 'o' ria dan berjalan kekasur merebahkan tubuhnya.
"Hinata, Sasuke lebih tampan ya? aku senang dia kemari. parasaanku sungguh bahagia."
"Hmm." Hinata mulai membuka menu dilayar hpnya. namun terbesit dibenaknya 'Maafkan aku Sakura.'
"Kenapa cuma hmm?" seru Sakura.
"Eh, aku mendengarkan ceritamu, kok."
"Kau tahu Hinata aku sangat mencintainya."
Hinata menoleh ke arah Sakura yang masih dolam posisi rebahan "Iya aku tahu, sakura-chan."
Hinata kembali menatap handphonnya. Dibukanya menu sms dan mulai mengetik pesan lalu mengirimya keseseorang.
send
Hinata berjalan ke tempat tidur mengikuti Sakura yang sedang rebahan. kini mereka menatap atap kamar. Sakura yang mulai penasaran tentang kehidupan Hinata selama di Konoha memiringkan tubuhnya menghadap Hinata.
"Hinata bagaima dikampusmu?" tanya Sakura.
"B-baik. aku juga punya t-teman yang perhatian. tapi terkadang aku ingin pergi dari konoha untuk menjauh."
'Jika kau tahu Sakura aku ingin menghindari sasuke.' batin Hinata.
"Tapi kenapa? kaukan punya teman yang perduli. siapa dia? dan lagian kau bisa bertemu dengan Sasuke." seru Sakura.
Hinata menghela nafas "Sudahlah sakura-chan." lalu tersenyum 'Aku tidak mungkin menceritakan kalau Sasuke sering menemuiku karena perasaannya.' batinnya.
"Ayolah Hinata cerita sedikit terutama teman barumu itu?" rengek Sakura.
"Kapan-kapan saja ya? aku sudah ngantuk." hinata menarik selimut dan tidur diikiuti sakura juda tidur.
Pemuda yang masih sibuk menyelesaikan sketsanya belum merasa ngantuk. Dia mendapatkan tugas sketsa dari kampus.
Dreeet
Dreeet
Dreeet
Diambilnya hp yang berada di meja.
From: my lavender.
Hai Sai-kun, maaf baru memberi kabar?
Apa ada tugas dari kampus?
Aku rindu suasana apertementku...
Pemuda itu tersenyum melihat sms dari gadis itu. 'dasar hyuga.' Lalu mulai menulis dan membalasnya.
Suara kicau burung terdengar ditelinga gadis berambut pink. Sakura bangun dari tidurnya, turun degan pelan-pelan agar temannya yang masih tertidur tidak bangun.
'Dia kelihatannya masih lelah. Aku tidak mau membangunkannya. Aku pulang dulu hinata.' Batinnya.
Sakura keluar dari kamar Hinata dan lupa menutup pintunya. Dia menuju lantai bawah dan disana ada Sasuke yang duduk menikmati coffemilk.
"Pagi Sasuke." Sapanya.
Sasuke melihat ke arahnya "Pagi Sakura, apa tidurmu nyenyak."
"Hmm, aku nyenyak sekali. Hinata malah belum bangun."
"Apa nanti mau keluar denganku?" ajak Sasuke.
Sakura merasa senang "Mau, aku mau." Mendekati Sasuke yang sedang duduk.
'Asyik aku akan keluar dengannya.' Batinnya.
Setelah berbicara sebentar dengan Sasuke. Sakura memutuskan pulang.
"Sasuke, aku pulang dulu. Nanti sampaikan pada Hinata kalau aku pulang."
Sasuke mengantarnya ke pintu "Aku antar." tawarnya.
Sakura menggeleng "Tidak usah, terima kasih." Lalu berjalan keluar dari rumah Hinata.
Sasuke berniat kembali kekamarnya. Saat melewati kamar Hinata, dia melihat pintu kamar tidak ditutup. Dia memutuskan masuk kekamar gadis itu. Sosok gadis yang dicintainya berada dikasur dan tidur dengan lelapnya. Dibelai lembut rambut panjang itu, dielusnya pipi mulusnya, terakhir diusapnya bibir lembut dan merah tanpa pewarna.
'Kau tahu Hinata aku tidak bisa seperti ini terus. Aku tidak mampu menutupi perasaanku.'
Gadis itu menggeliat, seketika itu tangannya ditarik seperti semula. Mata lavender mengerjapkan matanya. Samar-samar melihat sosok yang berdiri disamping tempat tidurnya.
"Kyaaaaaa." Wajahnya langsung merah.
"S-sasuke, sejak kapan kau ada disitu?" tanyanya pada Sasuke.
'Aduh, mimpi apa semalam. Belum pernah ada orang masuk saat aku tidur kecuali Neji-nii.'
"Belum lama. Sudah mulai siang apa kau masih mau tidur lagi?"jawabnya.
Hinata turun dari ranjang merenggangkan tubuhnya.
"Sakura-chan keman-"
Sebuah pelukan dari Sasuke menghentikan kata-katanya.
Deg
'kenapa perasaan ini muncul lagi. Tidak, tidak, tidak boleh.'
Hinata mencoba melepaskan pelukan dari Sasuke. Tapi dia tidak kuasa karena Sasuke malah mempererat pelukannya. Dia hanya pasrah dipelukan Sasuke. Dia merasakan kehangatan orang yang masih dicintainya.
"Hinata, apa kau masih mampu meneruskan keinginanmu ini?" tanya Sasuke.
Hinata mendongak, memberanikan diri untuk memegang pipi Sasuke. Ditatapnya mata onxy degan lekat. Sasuke memegang tangan Hinata menikmati saat disentuh gadis itu dengan lembut.
Sasuke melepaskan tangan Hinata dari pipinya. Kini tangannya membingkai wajah Hinata, melihat bibir mungil itu. Bibirnya mendekati bibir Hinata.
Suara hp berdering menghentikan gerakan Sasuke. Hinata yang merasa pipinya memerah menjauh darinya dan mencari hpnya yang berbunyi. Hinata mengambil hpnya di meja.
Moshi-moshi
Suara seorang pemuda terputus diujung sana.
Hinata melihat nama pemanggilnya.
"Sai-kun."
Dilihatnya sms yang belum dibukanya semalam karena sudah tertidur. Mulailah dia membuka sms dan membacanya. Sasuke keluar dari kamar Hinata menuju kamarnya tanpa ada sepatah kata.
From: Sai-kun
baik, bagaimana keadaanmu dan ayahmu?
ada tugas dari sensei. seperti biasa.
kau kangen dengan apertementmu apa diriku...
Hinata tersenyum sendiri membaca balasan dari Sai lalu berbalik.
"Maaf Sasu-." Hinata mencari keberadaan Sasuke. "Kemana dia? biarlah aku mau mandi dan pergi kerumah sakit."
Hinata masuk kekamar mandi menjalani ritualnya (alias mandi). setelah selesai dan berpakaian dia menuruni tangga menuju lantai bawah.
Sasuke yang baru mandi dan sudah berpakaian berjalan keluar kamar berjalan menuju tangga. Sasuke melihat Hinata yang menuruni tangga, lalu bergegas menghampirinya.
"Hinata, tunggu."
Hinata menoleh dan tersenyum "Sasuke mau kemana? sudah rapi, apa ada janji dengan Sakura?
Yang sudah reviuw aq senang dan terima kasih.
Zangetsuichigo13 : Makasih sarannya dan reviewnya. Senpai pasti penggemar bleach ya... *gomen*
Youichi Hikari : Gomen aku bikin Hinata gak punya hp. Tapi itu terlintas begitu saja. Makasih banget infonya tentang mata Sasuke. he~he~he~ *Kepalaq gak gatel kenapa aq menggaruknya*
Upe Jun : Salah ketik nama Senpai, gomen. Tapi kali ini tidak salah ketikkan Senpai?*peach* Arigato' dukungannya Senpai. Akan aq usahakan.
Sabaku no ligaara : Iya... nanti Sai aku kasih. he~he~he~. Makasih repiunya ya...
Masahiro 'Night' Seiran : Gomen Senpai, itu terlintas gitu aja. Kenapa aq gak punya pikiran kesitu ya! Makasih repiunya and sarannya.
Tolong repiunya *****
