MY BUNNY CHILDISH
CHAPTER 6
Victoria tersenyum licik saat ia melihat Sungmin terjatuh saat mengikuti lomba tadi. "Kau sungguh kejam Vict." Ujar salah satu temannya yang sedang memedi pedi. Victoria melirik dari ekor mata nya tak setuju.
"Biarkan saja. Dia sudah merebut perhatian Kyuhyun dari ku. Wae kau tak setuju Lunna-ssi apa yang aku lakukan ini.?" Yang di tanya menggeleng pelan, ia sudah tak peduli lagi apa yang di lakukan sahabatnya ini, mau di cegah pun akan percuma.
"Itu terserah mu saja Vict, aku hanya mengingat kan saja. Aku takut kalau Kyuhyun tahu apa yang kau lakukan ini dia akan semakin membenci mu." Kata Lunna mengingatkan, Victoria mendengus kesal. Ia tak mungkin berhenti sampai di sini kalau ia tak bisa memisahkan KyuMin. Apa pu akan ia lakukan untuk merebut Kyuhyun dari Sungmin.
Victoria mengambil sebuah foto seorang namja tampan yang sedang merangkul seorang wanita di foto itu mereka sangat bahagia. "Aku akan membuat Kyuhyun kembali padaku seperti dulu. Dan aku akan membuat ia jatuh cinta kepada ku meskipun nantinya ia akan membenci ku." Satu kecupan ia layangkan kepada sosok berwajah tampan itu yang ternyata foto di rinya dan Kyuhyun saat kelulusan Junior High School.
.
.
.
.
.
My Bunny Childish
Presented by :
Reva Kyuminelf
Main cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Summary :
Sungmin dititipkan kepada Heechul. Sifatnya yang childish membuat orang harus sabar menghadapinya. Tapi, bagaimana dengan anak nya Heechul yang terkenal dengan evil nya.? *pantas kah ini di sebut summary? hihiihi
Warning :
YAOI, BL, tidak sesuai EYD, Typo bertebaran, NO BASH NO FLAME, DON'T LIKE DON'T READ
Happy Reading^^
.
.
.
.
.
.
Sungmin berjalan menuju kelasnya dengan di bantu Kyuhyun. Luka yang ada di lututnya membuat ia tidak lelusa berjalan, sesekali terdengar ringisan sakit dari bibir bershap-M itu. Ryeowook kebetulan melihat Sungmin langsung berlari panik menghampiri Sungmin saat , apalagi saat kejadian terjatuh tadi. "Minnie !" panggil Wookie segera saja ia membantu mendudukan Sungmin di kursinya. Bagaimana pun juga Sungmin adalah sahabat terbaiknya menurutnya Sungmin itu seperti seorang dongsaeng, walaupun umur Sungmin lebih tua dari dirinya. Sifat Sungmin yang childish menurutnya sangat tak cocok dengan umurnya.
"Gweanchanayo?" Tanya Ryeowook. Sungmin hanya menggeleng pelan dan tersenyum melihat kepanikan Ryeowook.
"Ne, gweanchana Wookie-ah. Tak perlu se-khawatir itu pada Minnie." Ryeowook balas tersenyum, ia mendudukan dirinya di samping Sungmin. Kyuhyun yang sedari tadi berdiri mengelus kepala Sungmin dan mencium kening namja manis itu. Kejadian itu membuat seisi kelas Sungmin heboh. Mereka baru saja menyaksikan adegan romantis anatara kedua insan itu. Ada beberapa dari mereka menatap iri dan sinis kepada Sungmin. Kyuhyun adalah pangeran sekolah jadi mereka tak menginginkan pangeran mereka mempunyai kekasih dan Kyuhyun tak mau memperdulikan hal-hal yang tak penting seperti itu.
Kyuhyun menyudahi ciumannya, ia menatap lembut Sungmin. "Minnie~ Kyunnie kembali ke kelas dulu ne? Kyunnie ada tugas yang belum terselesaikan." Ujar Kyuhyun selembut mungkin. Ia sangat tahu kalau mood Sungmin hari ini sangat buruk. Sungmin memegang tangan Kyuhyun erat.
"Tidak boleh ! Kyunnie harus tetap di sini. Minnie ingin bersama Kyunnie." Rengek Sungmin seraya megeluarkan jurus aegyo nya. Sesaat mereka menahan nafas melihat ekspresi imut Sungmin termasuk juga Kyuhyun. Kyuhyun merapikan helain rambut Sungmin, sepertinya rambut namja imut ini sudah mulai memanjang.
"Hey ! tidak bisa begitu. Kyunnie harus menyelesaikan tugas yang di berikkan Hong songsaenim. Kalau Kyunnie tak mengerjakannya nanti Kyunnie tidak akan lulus. Apa minnie mau kalau Kyunnie tinggal kelas?" tanya Kyuhyun meminta pengertian. Sungmin menggeleng keras di lepaskannya geenggaman tangan itu. Kyuhyun beralih menatap Ryewook.
"Ryeowook-ssi boleh kah aku titip Sungmin?" tanya Kyuhyun.
"Tidak perlu seformal itu Kyuhyun hyung cukup panggil aku Wookie saja. Eumm Baikalah aku akan menjaga Sungmin hyung tenang saja." Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman ia dapat tersenyum lega.
"Kalau begitu aku pergi. Minnie sepulang sekolah kau jangan pulang duluan ne." Pinta Kyuhyun.
"Ne Kyunnie."
.
.
.
.
My Bunny Childish
.
.
.
.
Setelah kepergian Kyuhyun Wookie lebih mendekat kearah Sungmin. "Eummm Minnie" panggil Ryeowook. Sungmin yang tadi nya sedang mencatat soal menolehkan kepalanya dan memandang Ryeowook dengan penuh tanda tanya.
"Kau tahu saat kejadian terjatuh tadi, itu bukanlah murni kecelakan yang tidak di sengaja." Jelas Ryeowook dengan volume suara yang kecil. Sepertinya Ryeowook menjelaskan sesuatu yang sangat penting namun Sungmin memandang bingung Ryeowook yang menurutnya berujar tak jelas. Ryewook berdecak kesal dengan loading pemikiran sahabatnya ini, ia lebih merapatkan tubuhnya, matanya begerak melihat ke kanan dan ke kiri. Dilihatnya sudah aman. Ia mulai membisikkan sesuatu di telinga Sungmin. sebenarnya Sungmin agak geli dengan nafas Ryeowook yang menerpa lubang telinganya.
"Kau terjatuh tadi itu adalah ulah Victoria. Ia yang merencanakan ini semua ia menyuruh Jung Yong Hwa untuk mendorong mu saat perlombaan tadi. Ia tidak suka melihat mu berdekatan dengan Kyuhyun. Karena Victoria sudah menyukai Kyuhyun sejak Junior High School." Tubuh Sungmin menegang dengan mata melotot tak percaya. Ryeowook memundurkan tubuhnya.
"Ternyata nenek sihir itu pelakunya." Gumam Sungmin. "Wookie aku ingin membalas perbuatan nenek sihir itu."
"Aku akan membantu mu Sungminnie." Seringaian tercetak dari dua namja imut itu. Tak ada kesan menakutkan di sana melainkan kesan imut dan menggemaskan.
.
.
.
My Bunny Childish
.
.
.
Grubuk
Srek
Srek
Prangggg
Sungmin menggeliatkan tubuhnya. Alisnya berkerut saat telingannya mendengar suara berisik dari luar. Sungmin mengucek matanya ia merubah posisinya menjadi duduk. Matanya berpendar mencari sebuah jam weker.
06.00
"Masih pagi. Tapi kenapa berisik sekali sih. Hoaaamm Minnie masih mengantuk." Sungmin menepuk-nepuk mulutnya, Dengan berat hati Sungmin berdiri seraya memasangkan sandal rumah berbentuk kepala kelinci di depannya, dan sebuah boneka kelinci di dekapannya, sungguh sangat menggemaskan apalagi rambut yang terlihat berantakan seperti itu. Ia membuka knop pintu dan mulai melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.
"Kyunnie~" panggilnya saat melihat sesosok namja tinggi tengah kesusahan mengangkat telur di wajan. Dapur sekarang bukan seperti dapur, namun lebih seperti kapal pecah. Bercak minyak dimana-mana, tepung tumpah dan masih banyak kekacauan lain nya. Kyuhyun yang kebetulan membelakangi Sungmin sontak membalikan wajahnya dan matanya tak berkedip saat meliht tampilan Sungmin pagi ini, sampai-sampai makanan yang sedang di masak mengeluarkan asap pun di biarkannya begitu saja. Berbeda dengan Sungmin ia melihat Kyuhyun seperti melihat hantu. Sungmin memundurkan tubuhnya ia mencekram boneka yang di peganngnya dengan sangat erat. Bibirnya bergetar.
"Ming waeyo?" tanya Kyuhyun ia berjalan mendekati Sungmin, namun lagi-lagi Sungmin memundurkan tubunya. Kyuhyun yang tak mengerti hanya mengerjap polos.
"Ja..jangan mendekat !" suara Sungmin nampak tergugu.
"Wae Ming?" Kyuhyun sangat khawatir melihat wajah Sungmin nampak pucat pasi.
"Huaaaaaaaa ! Eommmaaaa ada hantuuu... kyunnieeee eodigaaaaa Minnie takuttt ada hantuuuu di siniii.. hikkssss.." tiba-tiba saja Sungmin berteriak histeris air matanya meluncur deras. Kyuhyun tak tahu apa-apa berusaha memeluk Sungmin, Sungmin berontak ia memukul-mukul tubuh Kyuhyun.
"Minnie kau kenapa sayang? Ini Kyunnie. Di mana ada hantu? Tak ada hantu di sini." Sungmin menggeleng keras ia mendorong keras tubuh Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun terdorong kebelakang, Sungmin berdiri ketakutan. Sungguh ia tak pernah bermimpi bertemu hantu sepagi ini.
"Kau bukan Kyuhyun. Kau hantu !pergiii jeballl~ Minnie tidak nakal jadi pergiii hiksss.." Kyuhyun tambah bingung, ada apa sebenarnya. Apa yang dimaksud Hantu oleh Sungmin adalah dirinya? Kyuhyun tak sengaja melihat pantulan tubuhnya di kaca, ia menepuk jidatnya sendiri saat ia tak menyadari kebodohannya sendiri. Oke saya akan jelaskan kenapa Sungmin bisa setakut itu melihat Kyuhyun
Saat ini tampilan Kyuhyun tidak bisa dikatakan rapi atau tampan. Tampilannya sangat menakutkan seperti Zombie. Wajah nya putih di lumuri tepung, bajunya terlihat kotor dengan noda saus di sana seperti menyerupai darah, dan di tangnnya memegang sebuah wajan hitam. Pantas saja Sungmin takut melihanya. Memang di akuinya tampilannya saat ini seperti monster. Dia saja hampir tak percaya kalau itu dirinya. Hah~
Akihrnya Kyuhyun meninggalkan Sungmin yang masih berdiri kembali keketakutan dengan kepala yang di tunduk sedalam mungkin. Ia kembali kedapur membereskan kekacauan yang ia buat dan juga tubuhnya mungkin.
Sungmin menegakkan kepalanya, mata nya sembab akibat menangis, tubuhnya masih gemetar. Sungmin tak berani beranjak dari sana lebih dari 10 menit ia berdiri di situ tanpa bergerak sedikitpun.
"Minnie !" mendengar namanya di panggil Sungmin menatap seseorang tersebut. Seketika itu juga ia tersenyum lebar.
"Kyunnieeeee~" Sungmin segera berlari menghampiri Kyuhyun tak kuat memang mengingat lututnya masih terluka. Kyuhun menyambut Sungmin dalam hati ia tertawa melihat wajah Sungmin ketakutan tadi.
"Kyunnie kemana saja? Tadi ada hantu di sini." Ujar Sungmin kepalanya kepalanya semakin melesak ke dalam dekapan Kyuhyun berangsur-angsur rasa takutnya sudah mulai hilang. Kyuhyun terkekeh pelan, ia menangkupkan pipi bulat itu dengan kedua tangannya, mengecup lama hidung Sungmin dan beralih ke bibir pinkis itu.
"Tak ada hantu di sini sayang lebih baik kita sarapan. Aku tahu kau sangat lapar."
"Tapi tadi itu_"
"Kajja, setelah itu kita mandi." Kyuhyun dengan cepat memotong ucapan Sungmin, dengan lembut ia menarik lengan Sungmin menuju meja makan. Sungmin mempoutkan bibirnya karena namja ini tak mempercayainya.
"Minnie tidak mau mandi." Tolak Sungmin. Kyuhyun mendudukan Sungmin dan ia pun mendudukan dirinya tepat di samping Sungmin.
"Eh!? Kenapa tidak mau?"
"Kyunnie.. Minnie lagi sakit, apa tidak lihat kalau lutut Minnie terluka. Kalau terkena air maka akan membuat luka ini semakin perih. Heuh" Sungmin menyilangkan tangannya di depan dada. Aigooo.. pagi-pagi sudah cemberut begini.
Kyuhyun mencubit gemas pipi Sungmin. " Ya sudah kalau tidak mau mandi. Jangan cemberut begitu sayang." Kyuhyun menarik sudut bibir Sungmin dengan kedua jari telunjuk nya.
"Ishh Kyunnie hentikannn Minnie ingin makannnnn..." Kyuhyun meledakkan tawanya saat ia berhasil membuat mood Sungmin buruk. Kyuhyun berdiri dan menyiapakan sarapan. Menaruh masakan yang ia buat tadi di atas meja. Sungmin langsung berbinar-binar melihat makanan yang tersaji. Ia mentap Kyuhyun dan mentap makanan itu bergantian.
"Waaahhhhh sepertinya enakkkkk !" Sungmin sudah memegang garpu dan sendok siap menyantap makanan itu. Kyuhyun menahannya dan mengambil serbet meletakannya di depan baju Sungmin. "Kyunnie~ Minnie bukan anak kecil lagi !"
"Minnie kan suka makan berantakkan jadi Minnie harus memakai ini. Sekarang makanlah." Bibir Sungmin terpout lucu dengan gerakan cepat ia mengambil pancake dan telur gulung, melumuri pancake dengan saus strowbery dan segera melahapnya dengan satu suapan sekaligus, membuat mulut kecilnya penuh dengan pancake. Kyuhyun hanya diam memperhatikan Sungmin makan. Sesekali ia menyeka saus yang ada di bibir Sungmin.
"Enak?" tanya Kyuhyun.
"Sangatt enakkk..."
"Kalau begitu habiskan. Aku senang saat melihat tubuh mu semakin gendut." Sungmin mentapa tajam Kyuhyun, ia sangat tidak suka mendengar kata gendut.
"Baiklah-baiklahhh... tak usah di fikirkan. Lanjutkan makan mu."
.
.
.
.
My Bunny Childis
.
.
.
.
.
Sungmin mengoyang-goyangkan kakinya ia duduk di atas kasur Kyuhyun, sedari tadi ia hanya diam memperhatikan Kyuhyun mengganti baju sekolah, wajahnya kadang bersemu merah saat matanya dengan sengaja melihat abs samar milik Kyuhyun apalagi saat Kyuhyun memakai sebuah boxer bergambar angry bird, ia tersenyum malu. Kyuhyun mengancingkan kancingan terakhir di bajunya. Kyuhyun melirik sekilas Sungmin ia tersenyum dalam hati, wajah Sungmin bersemu merah melihat tubuhnya dan itu membuat ia berniat menggoda namja manis ini.
"Apa yang kau lihat sayang?" Tanya Kyuhyun, Sungmin terkesiap buru-buru ia menghilangkan senyum malu-malunya dan menatap Kyuhyun takut-takut karena sudah tertangkap basah mencuri-curi pandang.
"Eih? Aniyo, tidak apa-apa Kyunnie" sangkalnya. Sungmin tampak salah tingkah ia menundukkan wajahnya guna menutupi wajahnya yang merah merona itu. Kyuhyun mendekat dan meraih dagu Sungmin untuk menatapnya.
"Kau sakit?" Tanya Kyuhyun dan Sungmin menggeleng. "Tapi... kenapa wajah mu memerah chagie?" tanya Kyuhyun menggoda seraya mengusap wajah Sungmin menggunakan jempolnya. Sungmin menepis tangan Kyuhyun ia tahu Kyuhyun saat ini tengah menggodanya.
"Ish ~ Kyunnie berhenti menggoda ku." Sugmin mempoutkan bibirnya dan itu membuat Kyuhyun gemas di buatnya. Ia menjauh dari Sungmin, hari ini ia harus cepat datang ke sekolah, cukup sudah untuk menggoda namja manis ini.
"Min, hari ini kau tidak usah kesekolah dulu." Kyuhyun melangkah kelemari dan mengambil kaos kaki di sana dan memakainya. Sungmin memiringkan kepalanya.
"Ah wae Kyunie? Minnie tidak mau di rumah sendirian." Protes Sungmin. Kyuhyun tersenyum ia kembali menghampiri Sungmin dan berjongkok di depan namja manis itu.
"Minnie ku... kau lagi sakit sayang~ luka mu belum sembuh. Kyunnie janji akan cepat pulang." Tangannya yang besar itu mengusap pipi Sungmin dengan lembut dan mengecup kedua kelopak mata Sungmin. Sungmin tadinya ingin protes kembali, mengurungkan niatnya.
"Ne.. tapi Kyunnie harus membawa ice cream dengan ukuran jumbo saat pulang nanti." Pinta Sungmin dengan wajah cemberut yang kelewat lucu. Kyuhyun mengacak rambut Sungmin, dan mencium dahi itu berkali-kali ck ! pintar sekali dia memberikan penawaran seperti itu.
"Ne baiklah."Sungmin tersenyum senang. Kyuhyun berdiri dan mengambil tasnya mulai melangkah keluar kamar, ia menghentikan langkahnya dan membalikan badanya.
"Ming ingat kau jangan kemana-mana sebelum aku pulang. Arraseo!?" Sungmin mengangguk patuh.
"Arraseo Kyunnie." Dengan nada aegyo nya. Kalau saja Kyuhyun tak terlambat menuju ke sekolah, mungkin wajah dengan pipi bulat itu habis olehnya. Setiap hari Bunny cute nya ini makin terlihat manis dan menggemaskan.
.
.
.
Kyuhyun meletakkan tasnya dengan malas. Kebetulan Donghae saat itu tengah asik ber-sms ria dengan sang namjachingu tercinta, ia berhenti mengetikkan sms menoleh saat suara dentuman tas menganggunya, ia menatap aneh Kyuhyun saat ini. Yang di tatap hanya menatap jengah sahabat ikannya ini. "Yaak ! kenapa kau tak bersemangat sekali pagi ini?" Tanya Donghae. Kyuhyun menarik nafas pelan dan menghembuskannya. Ia menyenderkan punggungnya di kursi.
"Aku meninggalkannya sendirian di rumah" jawab Kyuhyun sambil menerawang. Alis Donghae bertaut tak mengerti. Kyuhyun sama sekali belum menceritakan perihal hubungannya dengan Sungmin dan Sungmin yang kini tinggal serumah dengannya, jadi pantas saja kalau Donghae tak mengerti. Donghae menghentikan aktivitasnya ber-SMS dan lebih berpusat pada sahabat di sampingnya ini. Mata Donghae memicing seolah mencari tahu apa yang di sembunyikan Kyuhyun darinya.
"Apa maksud mu kau meninggalkannya sendirian dirumah? Apa kau menculik anak orang?" pertanyaan yang di ajukkan Donghae tadi sukses mendapatkan pukulan telak di belakang kepalanya membuat Donghae berteriak kesakitan.
"Yak kau ! beraninya memukul ku. Aku lebih tua dari mu, dasar dongsaeng kurang ajar." Maki Donghae seraya mengusap belakang kepalanya. Raut wajah Kyuhyun tak ada penyesalannya sama sekali, malah terlihat datar-datar saja. Yah, Donghae lebih tua dari Kyuhyun setahun, sebenarnya Donghae sudah lulus saat ini. Namun, setahun yang lalu ia mengalami kecelakan yang menyebabkan patah tulang pada kakinya, demi memulihkan tubuhnya Donghae di anjurkan untuk beristirahat selama 3 bulan dan saat itu lah ia harus tinggal kelas.
"Kau yang salah sembarangan menuduh menculik anak orang. Emang tak ada kerjaan lain selain menculik." Balas Kyuhyun tak terima, Kyuhyun mengeluarkan PSP dari dalam tasnya. Donghae mendesis
"Jadi, siapa yang kau maksud meninggalkan nya sendirian? Aku jadi penasaran, cepat kau kasih tahu pada ku." Desak Donghae tak sabaran.
"Belum saatnya. Nanti kau akan tahu Hyung." Donghae tak bertanya lagi dan kembali menatap ponselnya yang ada dalam genggamanya.
"Ah ya... aku mau menanyakan satu hal kepadamu." Kyuhyun menghentikan gerak tangannya pada tombol PSP itu dan mentap Donghae penuh tanya. "Eummm,, yang kemarin siapa? Maksud ku waktu kau mendengar nama Sungmin kau begitu panik dan aku tak asing lagi dengan anak itu."
"Kau tak perlu tahu. Belum saatnya." Donghae memanyunkan bibirnya,jawabanya tak ada yang berbeda 'belum saatnya ck !', merasa bosan Donghae mulai beranjak dari tempat duduknya. "Hari ini aku bolos. Berikan alasan yang tepat kepada Hong songsaenim, aku harus menemui my cute Monkey. Bye~" Donghae melambaikan tangannya sebelum menghilang di balik pintu. Kyuhyun berdecak dan kembali memainkan psp nya.
"Selalu saja begitu. Ck"
.
.
.
Sungmin sedari tadi hanya berguling-guling di kasur milik Kyuhyun ia pun mulai duduk dan melihat setiap sudut kamar dengan nuansa biru langit ini. Dan satu hal yang Sungmin lihat di kamar ini_membosankan ! ia beranjak dan mengamati sebuah frame foto di meja nakas. Itu adalah foto Kyuhyun, sangat tampan pikir Sungmin, di letakannya kembali foto itu. Ia beralih pada rak buku. Selama ia tinggal disini belum pernah membongkar kamar Kyuhyun dan ini kesempatannya. Mungkin saja nanti ada sesutu yang menarik.
Mata Sungmin terfokus pada sebuah album tebal yang tergeletak paling atas di rak buku tersebut. Agak susah mengingat ukuran tubuhnya yang pendek. "Ughhh susah sekali sih." Keluh Sungmin, kemudian ia menyeret sebuh kursi dan menaikinya. Hup ! album it sudah di dapatnya. Banyak debu dalam album itu sepertinya tak pernah di buka sama sekali. Di tiupnya album itu guna menghilangkan debu pada album tersebut.
"Uhkkk..uhhuukkk.." Sungmin terbatuk akibat menghirup debu. "Aku benci debu."gerutunya, Tangan mungilnya membuka lembaran pertama. Terdapat sebuah tulisan di sana.
Seoul, 14 februari 1989
Lahir anak kami berjenis kelamin laki-laki. Kami sangat bersyukur mendapatkannya ini adalah anugerah Tuhan, kami memberikan namanya Cho Kyuhyun.
Sungmin tersenyum melihat foto bayi mungil itu. "Kyunnie sangat lucu. Minnie ingin cubit pipinya." Tangannya mencubit-cubit pipi bayi mungil dalam foto itu karena gemas melihat pipi Kyuhyun tampak chubby pada saat itu. Kemudian Sungmin beralih pada lembaran kedua. Pada lembaran kedua Sungmin melihat bayi yang sedang tengkurap tanpa busana, sepertinya umur bayi itu menginjak 6 bulan.
Sungmin menutup kedua matanya melihat Kyuhyun telanjang sewaktu bayi. "Ishhh Kyunnie tidak malu apa, telanjang seperti itu. Ternyata Kyunnie sangat gemuk waktu bayi. Tapi, kenapa sekarang sangat kurus ya." Tanyanya pada diri sendiri.
Sungmin berkali-kali terkikik geli saat melihat lembaran demi lembaran album yang berisikan Kuhyun sewaktu kecil dan anak-anak.
"Hahahahah Kyunnie gigi nya ompong. Uhhh jelek sekaliii.." Ejek Sungmin. Disana ia melihat foto Kyuhyun yang sedang tersenyum dengan sebatang coklat di tangannya, disana jelas sekali terlihat kalau gigi Kyuhyun hilang dua di tambah coklat yang melumuri seluruh mulutnya.
Lembaran terakhir senyum Sungmin memudar. Di sana ia melihat dua orang namja dan yeoja berpakain sekolah Junior High Scool. Ia tahu namja itu adalah Kyuhyun yang jadi pertanyaan nya Yeoja yang di rangkul Kyuhyun itu siapa. "Ini siapa?" Sungmin beralih pada tulisan di bawah album tersebut.
Foto bersama sahabat ku sekaligus sang pujaan hati Victoria Song.
Jantung Sungmin berdetak. Ia sungguh tak percaya dengan foto itu. Dengan tak sabaran di robeknya foto itu, foto yeoja itu terpisah dari Kyuhyun. "Kau nenek sihir tak bisa merebut Kyunnie dari ku. " Tunjuknya pada foto itu, belum puas ia merobek sekarang di injak-injaknya foto yeoja itu. "Rasa kan Minnie sangat benci dengan mu. Uguuu..ughhhhh..ughhh" foto itu tak terbentuk lagi. Biarlah kalau nanti Kyuhyun marah yang terpenting emosinya sudah terlampiaskan. Merasa lelah dan lapar Sungmin keluar dari kamar itu. Menuruni tangga menuju dapur. "Bunnya kau lapar tidak ?" tanya nya pada boneka kelinci itu. Boneka itu hanya diam tak merespon. "eumm baiklah kita akan memasak sesuatu. "Sungmin membuka klemari es dan mendapati kulkas tak berisi kan apa-apa hanya sebuah toples dengan ukuran tak terlalu besar.#Kaya tapi isi lemari es tak ada -_- Di ambil dan di letakannya ke meja makan.
"Eoh? Ini apa?" merasa penasaran Sungmin membukannya dan seketika itu juga matanya berbinar-binar. "HUAAAAA COKLATTTTTTTT ..Yeayyyy ada ICE CREAMMM JUGAAAA"
.
.
.
My Bunny Childish
.
.
.
Kyuhyun sedang duduk sendiri di Kantin dengan kentang goreng dan orange jus di depannya. Hari ini ia tampak tak bernafsu untuk makan, ia masih memikirkan keadaan Sungmin yang tinggal dirumahnya sendirian. Lagi-lagi Kyuhyun menghela nafas, ia mengambil orange jus dan menyesapnya. "Bodoh ! kenapa aku bisa lupa membawa ponsel ku. Jadi nya aku tak bisa menghubungi kelinci manis ku. " ujar Kyuhyun.
"Oppa~" Kyuhyun melihat Victoria menuju ke tempatnya. Kyuhyun balas tersenyum sampai yeoja itu duduk di sampingnya.
"Oppa kau kenapa sendiri?" tanya Victoria basa-basi.
"Ah tidak apa-apa. Hanya ingin sendirian saja." Jawab Kyuhyun sekenannya.
"Ah begitu. Tapi boleh kah aku menemani oppa di sini?"
"Ne tentu saja." Victoria tersenyum manis ia pun memesan makanan dan minuman kepada sang penjual.
"Aku jadi ingat waktu kita masih Junior High School ya Oppa." Victoria memulai percakapan. Ia menyendokkan mie ramen ke dalam mulutnya. Kyuhyun diam tak merespon.
"Ohya Oppa bolehkah aku meminta tolong kepada oppa?"
"Apa?"
"Aku minta tolong kepada oppa untuk menemani ku ketoko buku."Pinta Victoria memelas.
"Aku ti_" Kyuhyun hendak memenolak namun buru-buru yeoja itu memotongnya.
"Ayolah oppa aku tidak ada teman untuk aku ajak ke toko buku. Lunna dan Ammber tidak mau menemniku dengan alasan mereka ada janji." Kyuhyun tampak menimang dan akhirnya ia tak dapat menolak permintaan Victoria.
"Baiklah~" dan dengan itu juga Victoria berhambur memeluk Kyuhyun.
"Gomawo Oppa." Kyuhyun tak menolak saat yeoja itu memeluknya. Entah mengapa ia seperti tak dapat melupakan sang pujaan hati semasa Junior high schoolnya dulu perasaan itu tak hilang sepenuhnya. Saat ini ia juga benci terhadap yeoja itu namun tak di pungkiri ia masih ada perasaan sedikit pada yeoja itu. Walaupun ia sudah memliliki Sungmin di hatinya.
.
.
.
.
Sungmin berkali-kali memasukan potongan demi potongan cokelat kedalam mulutnya. Ia sangat menyukai cokelat karena cokelat rasanya manis. Serpihan cokelat itu mengotori tangan dan piyama pink yang di kenakannya. "Ini sungguh enak. Hari ini Minnie makan cokelat sepuasnya. Yeayyyy !" teriaknya girang. Ia tak memperdulikan kalau-kalau nanti giginya akan berdenyut nyeri.
Kring kring kring
Deringan telpon rumah itu menganggu aktivitas Sungmin, dengan wajah cemberut dan kaki yang pincang Sungmin mengambil telepon rumah itu.
"Yeoboseo" suara Sungmin tampak malas.
'Minnie anak ku' suara di seberang sana membuat air muka Sungmin berubah.
"Eommmaaa..."
'Ne cahgiie ini Eomma. Apa kabar dirimu sayang?' tanya Leeteuk. Sungmin mengambil gagang telepon itu dan membawanya ke dapur mendudukan dirinya di sana dan melanjutkan aktivitanya memakan coklat. Ia tak mau menunda-nunda pekerjaan, itulah kata yang sering ia dengar dari sang appa_Kangin
"Minnie sedang tak baik-baik eomma." Jawabnya. Leeteuk tampak terdiam, ia sangat tahu eommanya ini sangat terkejut.
'Kau kenapa sayang? Apa kau sakit?' Sungmin mengangguk sebgai jawabannya. Walaupun ia tahu Leeteuk tak dapat melihatnya.
"Minnie terjatuh sewaktu lomba kemarin, dan lutut Minnie terluka." Adu Sungmin dengan wajah yang di buat sesedih dan se menderita mungkin.
'Apa? Aigooo.. tapi, kau baik-baik saja kan sayang?' terdengar nada khawatir di sana.
"Gweanvhana eomma. Tak perlu khawatir kan ada Kyunnie di sini." Ujar Sungmin menenangkan kekalutan Leeteuk.
'Syukurlah~ kau sudah makan? Kau tidak sekolah hari ini?' pertanyann terus dilayangkan kepada Sungmin. sungmin tersenyum dan menyuapkan kembali sepotong coklat.
"Nde eomma~ Minnie sudah makan, kata Kyunnie Minnie tak usah sekolah dulu karena lutut Minnie masih sakit." Jelas Sungmin. "Eomma appa kemana? Minnie ingin mendengar suara appa." Ujar Sungmin manja. Leeteuk tampak terkekeh pelan, ia menyodorkan ponselnya ke Kangin.
'Wae Minnie chagi~' tanya Kangin dan di sambut teriakkan girang.
"Appa~ bogoshipoyoooooo.."
"Nado chagi~'
"Appa pilang nanti jangan lupa pesenan Minnie nde.?"
'Ne appa tak akan lupa sayang.'
"Sudah dulu ne appa, Minnie ada urusan. Bye Appa, Eomma muuuaccchhhhhh"
"Ne hati-hati ya nak. Kami menyayangi mu'
"Aku juga menyayangi kalian, dahhh~"
Plipp
Sungmin kembali meletakan telepon rumah itu. Ia menatap telepon itu dengan haru. "Aku merindukkan kaliann...hiksss" .
.
.
.
"Yeobo aku merindukkan Sungmin." leeteuk menyandarkan kepannya di dada bidang sang suami.
"Aku juga. Tunggu beberapa bulan lagi dan kita akan bertemu kembali dengan malaikat kita." Kangin mengecup dahi Leeteuk dan mengelus rambut itu dengan sayang. Leeteuk mengangguk dan menyamankan posisinya.
.
.
.
.
.
.
TBC or END
Jeongmal mianhae Chinguduellllllll~
Aku ngupdate nya selalu telat. Sekarang aku menggunakan akun yang lama kembali. Alasan aku lama ngupdate nya karena Aku ga ada ide untuk ngelanjutinnya di tambah pekerjaan yang menumpuk bayangkan aja pulang kerja udah jam 9 malam, sisanya untuk istirahat jadi ga sempet buat FF # jadi curhat aku nya ^^.
Bagaimana d chap ini Mingnya masih ngegemesin ga? Yang minta d beberapa scene Ming bersikap kayak umurnya mian ne aku ga bisa buat - /.\-.
Typonya masih ada ga? Tolong kasih tau ya kalau ada.. ^^...
Aku kan udah ngelanjutin nih, Saatnya para reader untuk review bagi yang baca atau Cuma mampir doang tolong tinggalin jejak nya ya. Ga juga apa-apa, aku hanya meminta kesediann reader untuk menilai karya ku. Aku ga maksa atau menuntut. ^.^
Big Thank's :
Sitapumpkinelf, minnie kyumin, 137Line, KobayashiAde, zi'Pumpkins, abilhikmah, ammyikmubmik, MalaJaeWook, chu, minoru, winecouple, Ria, lee minji elf, Guest, ButtCouple137, sissy, diyas, Guest, kyuminsaranghae, ming101iigaElf, Adekyumin joyer, keykyu, , Yc K.S.H, danactebh, deviyanti137, cottoncandyme.
Buat yang ngereview Chap 5 terimakasih banyak. Adakah yang terlewat? Dan saya sangat berterimakasih buat yang udah ngereview ulang ff yang aku repost ini. Ku harap kalian ga bosen ma ceritany ya #heheheheh
. Apa jadinya FF ku tanpa review dari para readers semua #gyahahahah lebayyy XD...
Aku sayang kaliannnnnn emmuaaaacchhhhhh :* hihihihihi ^^
.
.
.
.
.
.
Mind to Review?
