The Right Hand of God

This story belongs to Fujimoto Yumi

KyuMin, SiBum, HanChul, and others

Are belongs to God, Themselves, and Their Couple

Genre :

A little bit of Romance, Hurt/Comfort, Fail!Family, Angst

Rating : T

Length : Chaptered

Summary :

Kau percaya Tuhan 'kan?

Kau percaya bahwa Tuhan ada 'kan?

Kalau kau percaya, maukah kau mengatakan apa saja harapanmu pada Tuhan?

Maukah kau jujur padaku apa yang kau rasakan?

Dan apakah kau percaya bahwa Tuhan memiliki tangan kanan?

Seseorang yang menjadi kepercayaannya?

Aku tidak tahu aku ini apa?

Aku bukan malaikat, iblis, jin, peri, dewi atau dewa.

Aku hanyalah seseorang yang di utus Tuhan untuk membuatmu bahagia.

Apakah kau percaya itu?

Warning :

Yaoi, BL, BoyXBoy, Shonen-ai, OOC! AU! Cold!Kyu, Innocent!Min.

A/N :

Don't like? Don't read please.

Want to bashing? Do that to this story. Not to main character^^

Wanna RnR? Just do that.

And I'll give my thanks just for you~

Happy reading^^

.

.

Fujimoto Yumi

~Proudly Present~

A KyuMin Fanfiction

The Right Hand of God

Chapter Six

.

.


Chapter Sebelumnya—

"Nah, kajja, kita makan malam," ujar Heechul ceria lalu meletakkan mangkok besar berisi sup kesukaan kedua anaknya. Ah, Tuhan, benarkah ini yang di sebut awal dari kebahagiaan.

Kyuhyun sibuk diam sambil menerawang apa saja yang baru terjadi hari ini. Lihatlah! Ini pertama kalinya keluarga mereka makan malam bersama lagi. Di tambah adanya Siwon –pacar sang kakak, juga Sungmin yang entah mengapa membawa perubahan.

Kyuhyun tidak mengerti.

Inikah kebahagiaan yang perlahan muncul? Dan itu berasal dari Sungmin?

"Kyu? Kau mau makan apa? Biar hyung ambilkan," suara Kibum menyadarkan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menatap namja yang lebih tua di depannya itu dan menjawab asal. "Apa saja. Asal…"

"Jangan sayuran," sambung Kibum cepat. Setelahnya, Kibum mengambilkan beberapa sendok nasi beserta lauk kesukaan Kyuhyun. Kemudian memberikannya. Detik berikutnya, suasana hening. Hanya ada suara bertemunya sendok juga garpu dengan piring yang menjadi wadah makanan mereka.

Kyuhyun masih merasa bingung. Namun berusaha mengabaikan. Mudah-mudahan saja ini awal yang baik.

'Gomawo, Tuhan.'


2. Aku ingin pergi ke taman bermain bersama umma, appa dan Kibum hyung.


3. Aku ingin makan malam bersama sekeluarga.


.

.

Chapter Six – I Don't Know Why?

.

.


Bias mentari pagi berkilauan. Kicau burung terdengar seperti nyanyian. Sesosok namja tengah bergelut mesra dengan selimutnya. Menyembunyikan keseluruhan wajahnya di bawah bantal ketika indra pendengarannya menangkap suara seseorang yang sudah sangat sering mengganggunya.

Tidak peduli hari apa itu, yang jelas, ia ingin sekali tetap memejamkan matanya sampai matahari berada di puncak. Ah, benarkah boleh begitu? Bukankah hari ini kau harus segera pergi ke sekolah, Tuan?

"Kyunnie~ ppali ireona~ ini sudah sangat siang. Nanti Kyunnie terlambat loh~" lagi. Suara memekikkan telinga itu terdengar. Sosok namja berselimut yang bernama Kyuhyun itu masih betah memejamkan matanya. Sampai –seperti sudah menjadi rutinitas paginya- sebuah kecupan ringan menyapa permukaan bibir tebal miliknya.

Matanya mengerjap lagi agar terbiasa dengan sinar mentari. Di depannya, tampak wajah yang sudah tidak asing lagi untuknya. Sosok itu tersenyum. Menampilkan gigi kelincinya yang membuat Kyuhyun menghela napas lalu bangkit dari posisinya. Duduk bersandar di kepala ranjang. Lagi-lagi yang bisa ia lakukan hanya diam. Memperhatikan namja di depannya melakukan apa yang namja itu mau.

Kini namja bernama Sungmin itu masih tersenyum. Mulutnya terbuka menggumamkan nama Kyuhyun agar bangun dan bergegas ke kamar mandi. Seolah seperti déjà vu, Kyuhyun hanya mampu terdiam sambil terus memperhatikan. Melihat bagaimana bibir yang sering menciumnya itu melantunkan namanya. Wajah ceria yang selalu tampak sekalipun ia selalu membantak namja polos ini tetap bersinar. Kyuhyun tidak tahu kenapa, sekarang ini ia hanya bisa membeku dengan merasa sebuah lengkungan senyuman hadir di bibirnya.

'Aish!' Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Kemudian menyingkirkan Sungmin dari hadapannya. Sungmin hanya terkekeh melihat Kyuhyun yang tetap saja memasang wajah dingin namun kesal.

Merasa Sungmin tidak beranjak, Kyuhyun berucap lagi. "Minggir, Min," usirnya pada Sungmin. Sungmin bergeser sedikit lalu duduk di ujung ranjang.

"Ne ne, Kyu. Minnie sudah siapkan air hangat di bath up. Ahjuma sudah menyiapkan sarapan. Jangan lama-lama ya Kyunnie mandinya," ujar Sungmin sambil tersenyum memamerkan giginya. Kyuhyun tak berkedip dan hanya mengangguk. Kemudian berjalan memasuki kamar mandi dengan terus menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Aish bodoh." Desisnya pada dirinya sendiri. "Bodoh!"


.

.


Suasana di ruang makan itu tampak tenang. Hanya terdengar suara dentingan sendok dengan piring ketika masing-masing orang di tempat itu mengambil makanan kemudian menyuapkannya ke mulut mereka.

Namun sesekali, Kyuhyun menatap sekeliling. matanya menatap sejenak kedua orang tuanya yang tampak akrab sekarang. Ah, benarkah semua ini. Kemudian Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin. Sosok itu makan dengan begitu tenang tapi raut keceriaan tetap terpancar.

Entah kenapa Kyuhyun merasakan ada yang aneh setiap kali ia melihat Sungmin. Kyuhyun merutuki kebodohannya. Apa sekarang ia benar-benar sudah bisa menerima kehadiran Sungmin di hidupnya? Dengan tinggal hanya menantikan kebahagiaan yang akan Sungmin berikan? Begitu?

"Kyunnie…"

'Hah, pasti itu hanya kiasan. Mana mungkin ada yang namanya tangan kanan…'

"Kyuhyunnie…"

"Hah? Apa?" Kyuhyun refleks menjawab. Matanya mencari siapa yang tengah memanggilnya. Ah, ternyata sang umma. "W-wae u-umma?"

Heechul tersenyum. "Aniya. Kau melamun saat makan. Umma hanya ingin memberitahu kalau Kibummie akan kembali tinggal di sini. Kau senang?"

"Mwo?" terkejut. Tentu saja. Bagaimana bisa?

"Hehe Minnie yang membujuk Kibummie, Kyuhyunnie. Kyunnie senang tidak?" Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin ketika namja itu berucap. Kyuhyun sedikit memiringkan kepalanya menatap Sungmin tidak mengerti. "Wae? Kyunnie tidak senang?"

Kyuhyun menghela napas melihat Sungmin yang sekarang menundukkan kepalanya. Kyuhyun mengelus kepala Sungmin dan berucap. "Aku senang kok. Sudah jangan sedih."

Mendengernya, Sungmin cepat-cepat mengangkat wajahnya dan tersenyum. "Jinjja? Kyunnie senang? Horeee gomawo Kyunnie~" seru Sungmin lalu memeluk Kyuhyun. Kyuhyun sendiri hanya tersenyum sekilas tanpa membalas pelukan namja kelinci itu.

Tersenyum juga pada kedua orang tuanya yang tengah tersenyum memandangnya juga Sungmin.


4. Aku ingin Kibum hyung tinggal lagi bersamaku.


Suara bel istirahat berbunyi nyaring. Semua siswa ataupun siswi tampak keluar dari kelas masing-masing dengan tujuan kantin tentunya. Sungmin yang duduk di samping Kyuhyun mengeluarkan kotak bekal dari ranselnya kemudian membukanya di depan Kyuhyun. Mengambil satu dari beberapa isinya lalu menyuapkannya ke mulut namja berkulit pucat itu.

"Ini," ucap Sungmin menyuapkan sepotong kimbap. Kyuhyun melirik Sungmin dan kimbap itu bergantian. Kemudian menerima suapan itu. Sungmin tersenyum melihatnya. "Makan yang banyak, ne, Kyu :D"

Kyuhyun tidak mengerti. Ia tidak tahu kenapa ia…seperti ini.

"Kau yang membuat?" tanya Kyuhyun setelah menelan satu suapan kimbap itu. Sungmin mengangguk singkat lalu kembali menyuapi Kyuhyun potongan kimbap berikutnya. "Kau tidak makan?"

"Memang Kyunnie mau Minnie makan juga?" balas Sungmin polos. Kyuhyun menghela napas lalu menjatuhkan kepalanya ke atas meja. Melihatnya, Sungmin bertanya lagi dengan inosennya. "Wae Kyunnie?"

Kyuhyun mengangkat kepalanya lalu menggeleng. Mengambil sumpit yang Sungmin pegang kemudian menyuapkan sepotong kimbap ke mulut Sungmin. Sungmin mengerjap, kemudian melahap kimbap itu dan berseru. "Gomawo Kyunnie."

Kyuhyun hanya mengangkat bahu dan waktu istiraharat, mereka habiskan dengan saling menyuapi kimbap di dalam kelas tanpa sadar bahwa Kibum tengah tersenyum memperhatikan mereka.


.

.


Panas terik sang mentari tak menghalau keinginan Sungmin untuk pergi jalan-jalan. Walau Kyuhyun sudah menolak ribuan kali, tetap saja namja bernama Sungmin yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya itu merengek sampai akhirnya Kyuhyun mengiyakan keinginan namja itu.

Kini mereka berada di area mall kota Seoul. Melihat-lihat isi yang ada di mall itu sambil sesekali Sungmin meminta di belikan makanan-makanan di stand-stand di depan toko. Kyuhyun hanya bisa menghela napas menghadapinya.

"Kyunnie~ Minnie mau lollipop, ne?" lagi.

Kyuhyun menghela napas dan menjawab. "Ini yang terakhir, Min. Setelah itu kita pulang. Titik."

"Ne! kajja beli lollipop~!"


.

.


Lagi-lagi Kyuhyun dan Sungmin kembali berdebat, ketika Sungmin kembali meminta yang tidak-tidak pada Kyuhyun. Sungmin yang terus merengek dan Kyuhyun yang terus mengatakan tidak. Sungmin merajuk dengan mempoutkan bibirnya sambil melipat tangannya di dada.

"Ayo pulang, Min."

"Ani. Pokoknya Minnie mau makan es krim yang besaaaar itu baru kita pulang."

"Kan tadi sudah kubilang, lollipop itu yang terakhir, Min."

"Shireo. Minnie mau es krim!"

"Min! Pu-lang!"

"Shireo! Minnie mau es krim, Kyu~"

"Lee Sungmin!"

"Aniyoooo!"

"Min…"

"Kyuhyunnie?" ucapan Kyuhyun terpotong ketika mendengar seseorang memanggilnya. Kyuhyun menoleh dan terlihatlah sang hyung dengan kekasihnya. "Aa, annyeong Kibum hyung, Siwon hyung."

Keduanya tersenyum. Lalu melirik Sungmin yang masih merajuk.

"Kyunnie~" Sungmin menarik bagian tangan jaket Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh dan lagi-lagi menghela napas. "Sudahlah, Min. sekali tidak tetap tidak. Kajja kita pulang."

"Aniii, Minnie mau es krim, Kyu~"

"Min!"

"Aish sudahlah. Kajja kita makan di café itu. Di sana ada es krim dan makanan kesukaan Kyuhyun juga Kibummie. Kebetulan kami ingin makan di situ. Nanti aku yang traktir kok," ucap Siwon melerai keduanya.

Mata Sungmin berbinar-binar mendengarnya. "Jinjjayooo?"

"Ne, Minnie. Kajja," kata Kibum kemudian menarik tangan Sungmin juga adiknya.


"Ittadakimasuuu~~" seru Sungmin senang. Semangkok besar es krim kini tersaji di depannya. Sungguh menggairahkan untuk segera di makan. Kyuhyun hanya bisa menghela napas. Geleng-geleng dengan tingkah namja ini. Kibum dan Siwon hanya tersenyum, kemudian menyuruh Kyuhyun untuk menyantap pesanannya. "Makanlah Kyu," ucap Kibum. Kyuhyun hanya mengangguk sambil lagi-lagi berpikir tentang sesuatu.

'Sudah dua hal yang mirip dengan keinginanku terjadi hari ini. Sebelumnya tiga. Aish, ini apa? Aku tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Dan perasaan bodoh ini? Bagaimana mungkin bisa aku tetap menuruti keinginan manusia polos nan manja itu? Asshhh! Bodoh!'


5. Aku ingin makan bersama Kibum hyung. Mungkin dengan kekasihnya juga…kekasihku –kalaupun aku memiliki kekasih-


Sudah beberapa minggu berlalu. Dan perlahan, harapan-harapan yang Kyuhyun tulis di buku diarynya, yang hanya dirinyalah yang tahu satu persatu terwujud. Kyuhyun benar-benar tidak mengerti.

Sungguh!

Seminggu yang lalu Kibum kembali ke rumah. Dan sekarang, rumah mereka kembali seperti semula. Kedua orangnya sudah berbaikan juga tidak bertengkar lagi.

Kini Heechul dan Hangeng mulai belajar bagaimana menghargai perasaan kedua anak mereka. Di tambah lagi, kehadiran Sungmin yang mereka ketahui sebagai kekasih sang anak bungsu.

Melalui Sungmin, mereka mulai mengerti bagaimana cara berpikir tanpa menyakiti. Menjaga keluarga mereka dan bagaimana menghargai perasaan kedua anak kesayangan mereka. Maka dari itulah, keduanya sangat berterima kasih pada Sungmin.

Kini mereka sekeluarga –di tambah Sungmin- sedang jogging pagi bersama seperti kebiasaan mereka dulu. Tentu saja yang mengajak adalah Sungmin. Entah apa, tiba-tiba saja Sungmin bertanya soal jogging pagi.


~Flashback~


Suasana saat sarapan pagi ini lebih damai. Apalagi hari ini hari minggu. Sungmin yang lebih dulu selesai, terus berceloteh tidak jelas menggambarkan kesenangannya ketika hari sebelumnya Kyuhyun mengajaknya jalan-jalan ke taman kota.

"Ne, di sana Minnie sama Kyunnie makan es krim, lho, ahjuma, ahjushi, Kibummie. Terus di sana kita juga kasih makan burung-burung. Bermain di area bermain sama anak-anak kecil yang lucu-lucu, hihi. Pokoknya menyenangkan deh~" cerita Sungmin dengan ceria. Sedangkan mereka yang mendengar hanya tersenyum melihat betapa cerianya kekasih anak bungsu dan adik mereka.

Kyuhyun sendiri hanya memutar bola mata bosan. Untuk apa bercerita, pikirnya.

Kemudian, Sungmin berucap lagi setelah tadi kelihatan sedang memikirkan sesuatu. "Hari ini 'kan hari minggu. Bagaimana kalau setelah ini kita jogging pagi, ahjuma, ahjushi, Kibummie? Otte?"

Serentak, semua yang ada di ruangan itu melihat ke arah Sungmin. Sedangkan yang di lihat hanya tersenyum memamerkan gigi kelincinya kemudian bertanya lagi. "Otteeee?"

"Ne, kajja!"


~Flashback End~


Kyuhyun berlari pelan di belakang kedua orang tuanya, Kibum juga Sungmin. Pikirannya lagi-lagi melayang ke kejadian sebelumnya. Aish, kenapa ini bisa datang berturut-turut, eoh?

Sungmin yang melihat Kyuhyun lari sendirian di belakangnya pun memelankan larinya dan mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun. Menemani namja itu berlari.

"Kyunnie senang tidak?" tanya Sungmin tiba-tiba. Kyuhyun menoleh sebentar ketika sadar Sungmin di sampingnya. melihat namja itu tersenyum membuat Kyuhyun tersenyum juga, entahlah, ia ingin sekali melakukan itu.

Mengangguk kemudian mempercepat sedikit larinya. "Yah~ aku senang kok."

Giliran Sungmin yang kini tersenyum. Ia mempercepat larinya menyamai Kyuhyun. Melihat namja itu kini sedang tersenyum sambil melihat ke arah depan kemudian menoleh ke arahnya. "Terimakasih yah."

'Deg'

Jantung Sungmin entah kenapa berdetak lebih cepat. Senyum itu…dan ucapan itulah yang pertama kali Kyuhyun tunjukkan juga Kyuhyun ucapkan. Sungmin bersorak dalam hati. Hatinya menghangat seketika. Kemudian mendongak menatap langit. Berterimakasih pada Tuhan. "Terimakasih Tuhan. Aku mencintaimu dan…dia."


10. jogging pagi bersama umma, appa, Kibummie hyung dan mungkin yang lainnya. Sepertinya seru.


To be Continue


Signed,

Fujimoto Yumi