Happy reading

Saat cinta datang, bisakah kau menghindar, cinta seringkali membawa rasa kecewa, sakit, dan semua penderitaan.

Hinata mengalaminya, dihianati dan itu sangat menyakitkan, dan sekarang dia juga merasa kecewa karena dipermainkan.

Kenapa dia kecewa? bukankah dia memang tidak mengharapkan pernikahannya dengan Shisui? berulang kali Hinata menanyakan pada hatinya, tapi tetap saja dia merasa kecewa.

'Jadi kau mulai menyukaiku?'

Ucapan Shisui terus berputar dalam ingatannya.

'Itu tidak mungkin!'

Terus saja Hinata mengabaikan perasaan aneh yang menyelimuti relung hatinya.

Sore hari sudah tiba, seharusnya gadis itu bersiap untuk pergi ke kediaman keluarga Uchiha, tapi tubuhnya ambruk tidak berdaya, gadis itu jatuh sakit dan demam tinggi.

Terjadi lagi, penundaan keputusan untuk menjodohkan Hinata dan Shisui karena Hinata sakit dan Shisui tidak datang dalam pertemuan.

'Bahkan Tuhan pun seperti mengulur waktu pada mereka.'

Another Love

"Ibu tidak mengerti, kau sakit tapi calon suamimu tidak datang kesini, bahkan kemarin dia tidak datang ke pertemuan." Hikari berkata, wanita itu sedang merawat putrinya yang sedang sakit.

'Aku...tidak...ingin...melihat...wajahmu... Shisui Uchiha!!'

Tentu saja sepertinya perkataan Hinata yang satu ini benar-benar didengarkan oleh Shisui.

Hinata menghela napasnya yang terasa panas, suhu tubuhnya masih tinggi, seluruh tubuhnya terasa sakit dan linu.

"Sebenarnya, ibu ingin sekali kau cepat menikah, tapi kenapa selalu saja ada masalah." Hikari kembali berkata.

Hinata memalingkan wajah ke arah yang berlawanan di mana ibunya berada, entah kenapa sejak pertengkarannya dengan Shisui dia merasa hidupnya sangat melelahkan.

"Tapi, ibu punya sesuatu yang bagus untukmu! ibu membeli gaun baru yang sangat cocok untukmu, cepatlah sembuh dan pakai gaun itu, kau pasti sangat cantik saat mengenakannya!" ucap Hikari tanpa menyadari putrinya sedang menangis.

"Ibu akan keluar dulu, mungkin ayahmu membutuhkan sesuatu, istirahatlah." Hikari segera keluar dari kamar Hinata.

Gadis itu tidak merubah posisi tidurnya, kepalanya masih tetap berpaling kearah kanan.

"Hiks..." air matanya semakin deras, dari mata kiri turun ke mata bagian kanan.

Lelah, Hinata merasa lelah, biarkan saat ini dia melepas semua beban yang ada dihatinya.

'Aku benci...'

'Aku sangat membencimu...Shisui...'

Another Love

Shisui berada di kantor pusat kepolisian, seragam polisi dengan atribut lengkap khas negaranya membalut tubuhnya yang memiliki bentuk proforsional.

Pagi ini pemuda itu bertugas untuk melaporkan semua hasil dari tugas dan pekerjaannya.

Semua polisi yang berpangkat di bawahnya memberi salam hormat pada dirinya.

Seperti biasa dia melangkah dengan penuh wibawa dan kebanggaan, penuh percaya diri, keberanian terlihat dari cara dia berjalan.

Namun ada yang berbeda di hari ini, tatapan pemuda itu tidak setajam seperti biasanya.

"Kau baik-baik saja Kap..??" ucap seorang gadis dengan seragam polisi yang rapi, rambutnya terikat kebelakang.

"Ya Koyuki..." ucap Shisui tanpa menatap gadis itu, saat ini adalah jam istirahat dan mereka menggunakan waktu tersebut untuk makan siang.

"Tapi kenapa kau murung, apa ini tentang Hinata?" tanya Koyuki kembali, Shisui tidak menjawab pertanyaan Koyuki dan membuat gadis itu membuang napas.

"Sebagai teman aku sudah mengingatkanmu sejak awal, jangan berbohong padanya, tapi semua kacau karena aku berpura-pura menjadi kekasihmu." Koyuki berkata sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

"Apa sulit untuk berkata jujur padanya?" tanya Koyuki.

"Itu lebih baik, aku tidak mau dia hidup didunia yang penuh dengan kejahatan, dengan profesiku sebagai seorang polisi dia akan menderita dan aku tidak bisa menjamin keselamatannya." Shisui berkata panjang lebar.

"Lalu apa kau akan pergi begitu saja? Hinata belum mengambil keputusan untuk perjodohan itu, dia jatuh sakit sejak tiga hari yang lalu." ucap Koyuki, Shisui tampak terkejut mendengar berita tentang Hinata.

"Jadi kalian masih terikat dengan perjodohan itu! dan jangan jadi pengecut, sebaiknya kau hadapi saja." Koyuki berkata tegas walaupun pangkat Shisui lebih tinggi darinya.

"Aku tidak sanggup untuk melihat kebencian di matanya." Shisui berkata pelan.

"Bukankah itu yang kau inginkan? apa kau sadar? sifatmu yang dingin berubah karena dia? kau bertingkah seperti bukan Shisui yang kukenal."

"Shisui yang tegas, Shisui yang pendiam seolah menghilang entah kemana." Koyuki masih saja berbicara.

"Ya, kupikir untuk hari ini aku akan datang ke pertemuan, jika Hinata mengubah keputusannya, aku akan terima itu." Koyuki tersenyum saat mendengar ucapan Shisui.

Another Love

Flashback

Arashi melihat putranya masih berada di balkon kamarnya, wanita itu menaruh nampan yang berisi teh hangat dan makanan kecil di meja kamar milik Shisui

'Kau masih memikirkan Hinata?' Shisui mengalihkan tatapan pada sang ibu yang berjalan mendekatinya.

'Maafkan ibu yang selalu bersikap buruk padanya.' Shisui tersenyum mendengar ucapan ibunya.

'Dia sangat cantik, pantas kalau kau begitu menyukainya.'

'Saat dia memilihmu dalam perjodohan itu ibu sangat terkejut, ketakutan yang selalu ibu rasakan kembali muncul.'

'Saat ibu menikah dengan ayahmu, dia juga seorang polisi yang sangat jujur padahal dia orang yang sangat kaya, tapi dia lebih bangga dengan pekerjaannya, hidup kami sangat bahagia dan kau menjadi pelengkap kebahagiaan itu.' Shisui setia mendengarkan semua yang dikatakan ibunya.

' Tapi setiap waktu ayahmu selalu merasa cemas pada keselamatan ibu dan juga kau, banyak penjahat diluar sana yang mengincar dirinya.'

'Dan pada akhirnya kita mengalami sebuah kecelakaan yang di sengaja, kecelakaan yang merenggut nyawa ayahmu.'

'Ibu takut Hinata akan mengalami hal yang sama dengan ibu.'

'Ibu hanya bisa berdoa untuk keselamatanmu.'

Ucapan ibu Shisui selalu menggema dalam ingatan Shisui.

Flasback end

Shisui sedang duduk di kursi kebesarannya, memeriksa semua data kriminal yang masuk dengan komputer, banyak kejahatan yang terjadi dalam satu hari ini, pembunuhan, perampokan, pelecehan, bahkan pencurian kecil oleh anak di bawah umur.

Mengusap wajahnya kasar Shisui hanya bisa mendesah saat mengetahui kenyataan di luar sana, ada begitu banyak tindak kejahatan yang terjadi, kenapa hal itu terjadi? apakah para pelaku tidak merasa takut dengan adanya para penegak hukum, apa yang melatar belakangi mereka melakukan kejahatan tersebut?

Saat seperti ini Shisui membayangkan dirinya bersama Hinata, melihat senyum gadis itu dan membuat lelucon untuk menggodanya, ucapan Koyuki memang benar, Shisui bisa menjadi seorang yang berbeda saat bersama Hinata, tapi sayang semua pemikiran itu harus dihapusnya, Hinata mungkin benar-benar membencinya sekarang.

"Apakah aku bisa menghadapimu di pertemuan nanti?" Shisui bergumam sambil menatap foto itu lagi.

Another Love

Mansion Uchiha, lagi-lagi Hinata menginjakan kaki ditempat tersebut, seperti biasa riasan dan pakaian yang selalu memukau di mata orang lain, namun kali ini tatapannya begitu dingin, bahkan tidak ada senyum palsu yang menghiasi bibirnya.

Hinata duduk menunduk di aula Uchiha seperti saat pembacaan surat wasiat keluarga Uchiha, kali ini gadis itu enggan bercengkrama dengan keluarga Uchiha siapapun itu orangnya.

Terdengar sedikit keributan di bagian lain aula tersebut, dan Hinata semakin malas untuk berada ditempat itu karena Shisui dan ibunya sudah datang, tepat di depan Hinata pemuda itu duduk.

Hanya sedikit terkejut, Hinata membulatkan mata saat Shisui tengah menatapnya, tapi bukan hal itu yang membuat Hinata terkejut, hari ini Hinata melihat sesuatu yang berbeda dari pemuda itu.

Seragam kepolisian lengkap yang pas dibadan Shisui, sangat rapi dan terlihat berwibawa, tidak ada penampilan lusuh yang selalu menjadi ciri khas pemuda itu.

Ibu Hinata menatap kagum pada pemuda itu.

"Maaf kami datang terlambat, putraku baru saja kembali dari tugasnya, jadi tidak sempat berganti pakaian." ucap Arashi, tidak biasanya wanita itu menampilkan wajah yang ramah.

"Tidak apa, putra anda sangat berdedikasi pada negara, jadi wajar saja."

'Ibu, apa dia menyembunyikan sesuatu dariku?'

Hinata menautkan alisnya saat melihat sang ibu.

'Oh sepertinya semua orang mempermainkan dan membodohiku!'

Saat sibuk dengan pemikirannya, Hinata tidak tahu bahwa Shisui sedang menatapnya, tatapan sendu dan penuh rasa bersalah, dia tidak bermaksud untuk menipu Hinata.

'Maafkan aku Hinata!'

Sebelum acara di mulai seperti biasa Khizasi Hyuga memberi penyambutan untuk para tamu yang hadir, kali ini hanya keluarga Uchiha dan Hyuga saja yang berada di tempat tersebut, tidak ada tamu lain yang tidak berasal dari dua keluarga tersebut.

Pada akhirnya Hinata bertemu tatap dengan Shisui, begitu menusuk dan dingin, rasa sakit dirasakan Shisui bukan karena tatapan gadis itu, tapi akan lebih sakit lagi jika Hinata terluka karena dirinya.

'Itu lebih baik, bencilah aku sedalam hatimu.'

Another Love

"Aku tidak akan mengubah keputusanku, aku tetap memilih Shisui Uchiha!!" ucap Hinata saat pamannya bertanya tentang keputusan terakhir Hinata.

Shisui terkejut begitupun ibunya, kenapa hal itu bisa terjadi?

Sasuke mendesah kecewa, dan sekarang dia merasa menyesal telah meninggalkan Hinata demi Karin hanya karena keegoisannya, dan Hinata akan menjadi milik Shisui sepupunya sendiri, bagaimana tidak? semua orang tahu, setelah keputusan terakhir Hinata, maka satu minggu kemudian mereka akan segera menikah.

Apa yang harus Sasuke lakukan?

Flashback

Sebelum pertemuan dilakukan Hinata menyempatkan diri untuk menemui nenek dari para pemuda Uchiha, nenek Uruchi sedang sakit mungkin karena usianya yang sudah lanjut.

Nenek Uruchi meminta Hinata untuk tidak membatalkan perjodohan, bagaimanapun juga hal itu adalah keinginan terakhir kakeknya sendiri, sebuah amanat dari seseorang yang sudah tiada.

Sekarang Hinata merasa hidupnya benar-benar seperti boneka, Hinata tidak bisa mengabaikan perkataan nenek Uruchi, karena perjodohan itu juga keinginan terakhirnya.

Flashback end

Hinata berhadapan dengan Shisui, tidak seperti biasanya Shisui terlihat begitu berwibawa karena seragam yang di kenakannya, pemuda itu juga terlihat tinggi, dan jujur saja Hinata sempat terkejut melihat jati diri Shisui yang sebenarnya.

"Apa yang ingin kau katakan Shisu-san? bukankah kau ingin bicara denganku?" tanya Hinata tanpa kegugupan sama sekali.

"Jika kau ingin berbicara tentang pembatalan perjodohan ini, semua sudah terlambat, aku sudah mengambil keputusan, kalian semua para Uchiha harus menerimanya." ucapan Hinata terdengar begitu dingin, Shisui masih terdiam.

"Jika kau tidak punya bahan untuk dibicarakan, aku akan pergi sekarang!!" Hinata memutar tubuhnya dan kemudian berjalan.

"Aku ingin pernikahan ini dirahasiakan!" ucap Shisui membuat Hinata menghentikan langkahnya, gadis itu berhenti berjalan kemudian kembali berbalik.

"Aku sudah mendiskusikan ini dengan anggota keluarga Uchiha, dan mereka semua sudah setuju." lanjut Shisui.

"As you wish Mr Uchiha!!" ucap Hinata, gadis itu kemudian pergi meninggalkan Shisui.

Shisui membuang napas lelah, kenapa semua menjadi rumit? Hinata bersikap begitu dingin, bukan itu yang dia harapkan, rencana yang sudah dibuatnya gagal, Hinata memang membencinya tapi seharusnya mereka tidak jadi menikah.

Another Love

Hinata sedikit kesulitan membawa Sasuke yang sedang mabuk, pemuda itu meminta dirinya untuk bertemu, dengan terpaksa Hinata menuruti kemauan Sasuke, pemuda itu memohon padanya untuk kembali.

Sasuke tidak ingin Hinata menikah dengan Shisui, tapi semua terlambat Hinata bahkan sudah lupa bagaimana dia pernah begitu mencintai pemuda itu.

Penghianatan yang Sasuke lakukan begitu melukai hatinya, sehingga rasa cintanya berubah menjadi kebencian, dan sekarang apakah perasaannya pada Shisui juga sama?

Hinata memarkirkan mobilnya di halaman Uchiha Mansion, membopong Sasuke yang sedang mabuk berat, untung saja beberapa pelayan membantunya.

"Apa dia membuatmu kesulitan?" Hinata terkejut saat mendengar suara Shisui, sedang apa pemuda itu di kediaman keluarga Uchiha, mungkin Hinata lupa Shisui juga seorang Uchiha.

"Nenekku sedang sakit, dia memintaku untuk tetap tinggal." ucap Shisui, Hinata hanya terdiam, begitukah sikap calon pengantin yang akan menikah?

"Aku akan menemuinya nanti, sudah malam, aku harus segera pulang!" ucap Hinata.

"Sampai jumpa tiga hari lagi Uchiha-san!!" apakah Hinata lupa bahwa dirinya juga akan menjadi seorang Uchiha.

Shisui tersenyum kecut, namun tidak memungkiri dalam hatinya begitu bergejolak, sakit sekali saat orang yang kau cintai mengacuhkanmu.

Shisui tidak bisa mengungkapkan semua isi hatinya, sudah terlambat, tapi memang lebih baik seperti itu, demi melindungi Hinata.

Another Love

Di suatu tempat...

"Tuan, kita sudah tahu siapa anggota keluarga Uchiha yang kita cari selama ini!!" ucap seorang pria dengan rambutnya yang berwarna jingga.

"Benarkah??" pria yang di panggil tuan merasa tidak percaya.

"Benar, identitas dan latar belakangnya sudah kita ketahui! dia bukan salah satu dari saingan anda, melainkan seorang petugas abdi negara, selama ini dia menyamar menjadi pekerja di salah satu departement store milik anda." pria itu berkata panjang lebar, kemudian menunjukkan satu lembar foto bergambar seseorang dengan seragam polisinya.

"Ch, kau pasti salah, aku tidak pernah melihat orang ini, aku mengenal seluruh anggota keluarga Uchiha!!" pria itu melempar foto tersebut, tapi pria bawahannya hanya tersenyum.

"Aku punya informasi baru untuk anda tuan." ucap pria itu lagi.

Another Love

Mungkin bagi pasangan lain, hari ini adalah hari yang sangat ditunggu, karena kita akan menikah, tapi tidak bagi Hinata, hari ini terasa begitu berat baginya, menjadi pengantin boneka yang sudah diatur.

Gaun putih panjang dan sederhana, bukan gaun pengantin pada umumnya yang punya desain rumit, hanya gaun polos tanpa lengan, riasan yang sederhana pula, pernikahan yang tidak dihadiri banyak orang, hanya kedua pihak keluarga saja kecuali Sasuke, pemuda itu tidak hadir di acara pernikahan.

Setelah acara selesai semua kembali begitu saja, hanya nenek Uruchi dan ibu Hinata yang tampak bahagia, Hinata dan Shisui juga pindah ke rumah milik mereka yang sudah disiapkan.

"Nenek sangat senang hari ini, akhirnya keinginan suamiku sudah terwujud, sekarang dia pasti merasa tenang disana." ucap nenek Uruchi pada Hinata dan Shisui, mereka hanya tersenyum saat mendengar ucapan nenek Uruchi.

"Kakek Hiromi juga pasti sangat senang!!" ucap Hinata disertai senyum manisnya.

"Kalian harus hidup bahagia, saling menghargai dan saling mencintai!" ucap nenek Uruchi.

Pesan orang tua terkadang menjadi sebuah doa untuk anak-anaknya, dan seorang nenek biasanya jauh lebih menyayangi cucu mereka dari pada anaknya.

Another Love.

Hinata dan Shisui sudah berada di rumah baru milik mereka berdua, sebenarnya itu adalah rumah warisan dari kakek Teyaki dan Hiromi, rumah yang sudah di renovasi dengan gaya modern.

"Wah, nyaman sekali!!" Hinata merentangkan kedua tangan dan menghirup udara segar, kamarnya berhadapan dengan taman belakang yang ditata sedemikian rupa, ditumbuhi bunga cantik dan tanaman lain yang membuatnya tampak lebih indah.

Shisui tersenyum melihat tingkah Hinata, tapi memang benar rumah tersebut memang sangat nyaman, di dominasi warna putih seperti sofa juga karpet, dua taman didepan dan dibelakang membuat udara di dalam rumah tetap segar.

"Mau makan siang denganku nyonya Uchiha?" Hinata terkejut saat mendengar suara Shisui atau suaminya.

"Ap-Apa, aku bisa memasaknya sendiri!" jawab Hinata gugup, wajahnya merona sangat mengingat Shisui adalah suaminya.

"Jadi kau bisa memasak?" tanya Shisui, Hinata terdiam.

"Tentu saja, kau pikir aku hanya bisa bersolek saja begitu?" Hinata berkata kesal, gadis itu hendak pergi kedapur untuk menyiapkan makanan.

Grebb...

Hinata terkejut saat Shisui menggenggam tangannya, gadis itu berhenti berjalan dan menatap Shisui.

"Itu lebih baik, bersikap ketus padaku dari pada bersikap dingin." Hinata mengerjap, gadis itu menepuk kepalanya, bukankah dia sedang marah pada Shisui?

"Hm, tapi kau berhutang penjelasan padaku?" Hinata menyilangkan tangan didada.

"Kenapa kau menyembunyikan kebenaran tentang dirimu sejak awal?"

"Jujur saja, aku benci dan kecewa, aku tidak suka dibohongi!!" ucap Hinata, Shisui menghela napas.

"Ada alasan untuk itu, kau tidak perlu tahu, tidak untuk saat ini." jawab Shisui, Hinata mengerucutkan bibirnya karena kecewa dengan jawaban Shisui.

"Lalu mana seragam polisimu itu? jadi profesimu sebagai kuli panggul itu palsu? Oh, Shisui-san hubungan yang di landasi dengan kebohongan itu tidak akan bertahan lama." ucap Hinata.

"Sudahlah kita bicarakan ini nanti, untuk sementara kita seperti ini saja, dan kuharap tidak ada yang tahu tentang pernikahan kita!" Hinata mengedikan bahunya seolah tidak peduli.

"Dan malam ini adalah malam pertama kita, ayo kita lewati bersama!!" Hinata membulatkan matanya, Shisui sudah mulai menggodanya lagi.

"Dan kita hanya berdua sayang." Shisui berjalan mendekati Hinata, gadis itu mundur karena Shisui terus menghimpitnya sampai ke dinding yang ada di belakangnya.

Kedua tangan Shisui mengurung Hinata, dan sekarang terlihat jelas tubuh Shisui sangat tinggi, Hinata menelan ludah, apakah Shisui akan menyerangnya, tapi kalau hal itu memang terjadi Shisui punya hak untuk melakukannya, seorang pria bisa melakukan hubungan intim tanpa perasaan cinta.

Dan yang paling Hinata tidak suka adalah, tekadnya untuk membenci Shisui menghilang begitu saja, gadis itu terpaku dengan kungkungan tangan Shisui, mengamati setiap lekuk wajah pemuda itu, dan entah bagaimana kelanjutannya, Hinata memejamkan mata dengan degup jantungnya yang berdebar kencang.

'Perasaan apa ini?'

To be continue...

Fiuhhh chap berapa ini...

Benar-benar lelet Gomenasai Minna..

Semoga kalian suka chap ini..

I love you all

see you next chapter

salam aisyaeva