[FINAL CHAPTER]
Di sebuah jalan raya…
Tom sekarang mau membawa Yuki ke suatu tempat… Entah kemana. Tetapi sekarang Tom membawa Yuki dengan mobilnya…
"…" Yuki diam saja
Tom lalu melihatnya… dia lalu berkata…
"Kau tahu di depan sini rumah ayah kau dan Roxas yang tua bukan?" Tanya Tom
"aku tahu" jawab Yuki "yeah, kita sekarang lagi mau menjual tempat itu juga"
"kau akhir-akhir ini ada datang kesana?" Tanya Tom
"tidak" jawab Yuki sambil mengelengkan kepala
Tom lalu mulai berkata lagi…
"Kakakmu tak seperti yang kau bayangkan Yuki" ucap Tom
"maksudmu apa?" Tanya Yuki lagi tak mengerti
"Aku bilang dia yang bertanggung jawab atas semua pembunuhan ini"
"Itu gila Tom" bantah Yuki
Tiba-tiba handphone Yuki berbunyi… Dia lalu mengangkatnya…
"halo" jawab Yuki
Itu Roxas… dia mengejar mobil Tom dengan mobil polisi… walaupun tampaknya tertinggal jauh sekali…
"Kau dimana?" Tanya Roxas "Dia bersamamu bukan?"
"ya" jawab Yuki dengan nada pelan
"Yuki…dengarkan aku… kau harus cepat keluar dari mobil itu sekarang juga…" ucap Roxas
"aku tak yakin dengan maksudmu…" ucap Yuki
"Tom ternyata setelah 6 tahun lalu dia positif mengalami gangguan jiwa selama 3 tahun Yuki" tegas Roxas "Dia tadi hampir membunuh Lumina!"
Yuki menjadi histeris, dia juga bingung. Harus percaya dengan siapa…
"Yuki…" panggil Roxas "Aku tahu aku akhir-akhir bertingkah mengerikan kepadamu Yuki, kau boleh membenciku. Maafkan aku. Tapi tolong segera keluar dan menjauh dari Tom…" ucap Roxas "Keluar, dan menjauh dari Tom…sekarang juga…!"
Yuki lalu menutup telepon… Roxas pun juga… Roxas tampak sangat khawatir saat ini…
Beberapa menit kemudian, Yuki sudah menemukan alasan bagus tuk keluar dari mobil…
"Aku harus pulang Tom, ibuku menyuruhku" tegas Yuki
Tom lalu melihat Yuki…
"itu bukan ibumu" ucap Tom "itu Roxas bukan?"
"Ibuku marah Tom, aku harus pulang" tegas Yuki
"Kau percaya aku tidak?" Tanya Tom
"Bawa pulang aku sekarang" Tegas Yuki
"brengsek!!!" geram Tom sambil memukul setiran mobil "Yuki, kau harus melihatnya Yuki…"
"Tom, kau mulai membuatku takut Tom!" ucap Yuki
"Roxas ingin membuatmu berpikir aku yang melakukannya" tegas Tom "aku ngak akan biarkan hal itu. Tidak akan…ngak akan…"
Yuki terdiam…
"Sial!!!" teriak Tom
Beberapa menit kemudian… Tom dan Yuki sudah mendekati kawasan dekat pertambangan Hanniger dan dimana letak rumah lama ayah Roxas berada…
Yuki lalu terdiam, dia tiba-tiba langsung membabi buta ke Tom dengan ikut memegang Setir. Mencoba dan memaksa agar Tom berputar arah…
"Yuki!!! Apa Yang kau lakukan Yuki!!!???" teriak Tom
Mobil pun berjalan dengan tidak teratur. Sampai mobil itu berjalan ke tepi jalan dan menabrak suatu pohon
"Oh sial!!!" kaget Tom
"TBUAAAKKKK!!!!" suara mobil tertabrak
"TPRANGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!" suara kaca mobil pecah
Beberapa menit kemudian, Yuki sadarkan diri duluan. Tom masih pingsan di dalam mobil. Dia lalu keluar dari mobil secepatnya…
Yuki lalu berlari menuju ke hutan, hutan dimana yang sudah masuk dalam kawasan pertambangan Hanniger…
Tom lalu sadarkan diri, dia lalu mencoba keluar dari mobil lewat pintunya. Tapi tidak bisa, dia lalu keluar lewat pintu Yuki… dia sambil merintih kesakitan karena sebagian tubuhnya mengenai serpihan kaca mobil yang pecah akibat tertabrak…
"arghh…!!!"
Tom akhirnya berhasil keluar dari mobil… dia sambil berteriak kesakitan sambil terbaring ke tanah…
"Arrrrrrrrghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Di hutan
Sekarang Yuki berjalan di dalam hutan, dia menoleh kebelakang. Mendengar suara Tom berteriak dari kejauhan…
"huff…huff…"
Yuki lalu berjalan kembali ke depan, dia lalu mengeluarkan handphonenya. Dan menelpon Roxas…
Roxas sekarang masih dalam perjalanan mengejar Tom dan Yuki…
"halo?" jawab Roxas "kau dimana?"
"Roxas?!" Tanya Yuki "aku menabrakan mobil, sekarang aku dekat kawasan pertambangan"
"kau baik-baik saja?" Tanya Roxas
"mungkin" jawab Yuki
"okey…" keluh Roxas "pergilah ke tempat rumah lama ayah kita" ucap Roxas "kau masih ingat kan dimana?"
"aku tahu" jawab Yuki
"bersembunyilah" jawab Roxas "aku memanggil Karin, Hitomi, Lumina, dan Ashley juga" ucap Roxas "untuk ada apa-apa, aku dalam perjalanan ke sana"
"okey" jawab Yuki
Yuki lalu menutup handphonenya, dia tampak takut dan panic sekali sambil menoleh kesana kemari.
Yuki sekarang sudah di depan rumah lama ayahnya…
Dia lalu berjalan ke teras depan, dia melihat sebuah kunci depan tersembunyi dibalik sofa. Dia mengambilnya, dan dengan cepat membuka pintu depan…
"Krek" suara pintu depan terbuka
Yuki lalu masuk, dia lalu menutupnya kembali. Dia lalu mendorong suatu lemari ke pintu itu. Untuk mengganjalnya…
"srett!!!" suara lemari terdorong
Yuki lalu berbalik, dia mulai sedikit tenang. Tetapi dia memperhatikan sesuatu di meja. Itu adalah sebuah kotak hati dengan sebuah surat…
Yuki lalu perlahan-lahan meraihnya… dan melihat isi surat tersebut…
"BE MINE 4 EVER"
Dia lalu terkejut… dia kemudian melihat surat lainnya…
"HAPPY VALENTINE'S DAY"
Yg pertama, tulisan itu ditemukan juga di balik tong sampah dimana mayat Rika terbungkus.
Yg kedua, tulisan dan surat itu sama percis dengan surat dimana Danielle tewas akibat jatuh dari lantai 6…
Dia sepertinya mulai menyadari sesuatu, dia lalu melihat sebuah kotak berbentuk hati warna merah. Dia lalu membuka kotaknya itu dan isinya…
JANTUNG MANUSIA…
Yuki lalu kepikiran kata-kata Tom yang baru diucapkan di mobil tadi…
~ "Roxas ingin membuatmu berpikir aku yang melakukannya" tegas Tom
Yuki lalu terkejut, dia lalu melempar kotak cokelat isi jantung itu… Dia lalu berlari ke dapur belakang. Mencari sesuatu sebagai pegangan dan senjata…
"kresek kretak!!!" suara bising yang dibuat Yuki
Yuki lalu membuka suatu lemari, muncul 5 biji kotak hati bewarna merah kosong terjatuh…
Yuki akhirnya berpikir… selama ini… Pembunuhnya adalah Roxas…
"oh tuhan…" keluh Yuki
"krek…" suara pintu belakang terbuka
Seseorang membuka pintu belakang…
"grrr…grrr…"
Itu adalah penambang itu… Yuki lalu menoleh kebelakang…
"Roxas…"
Tiba-tiba penambang itu mengeluarkan pickaxe-nya dan mulai menyerang Yuki. Tetapi Yuki menunduk, Pickaxe itu menancap di lemari kayu dapur tersebut…
"BRUKKK!!!"
Penambang itu lalu berusaha menarik pickaxe yang menancap itu, Tetapi Yuki bangkit dan berusaha merebutnya juga. Penambang itu lalu menamparnya
"TPLAKKK!!!"
"arghh!!!" Yuki kesakitan
Yuki terlempar, dia lalu melihat suatu panci. Dia lalu mengambil dan memukulnya ke penambang tersebut…
"TPANNNNGGGG!!!" *tpanggg tuh kayak suara lonceng*
Yuki lalu berlari, dia lalu berusaha keluar lewat pintu depan. Tetapi pintu depan sudah dia ganjal dengan lemari. Dia lalu menoleh ke kanan. Dia lalu melihat jendela. Tetapi jendela itu sudah dilapisi kayu tua dari luar. Dia lalu mengambil lampu meja tua dekat situ. Mencoba menghancurkan kayu yang menghalangnya
"tbuak!!! Tbuak!!!"
Dan akhirnya dia berhasil…
"TPRANGGGG!!!!!!!!!!!!!!!"
Tapi sayang, penambang itu keburu mendengarnya. Dia lalu mengejarnya. Yuki kemudian melempar dia dengan lampu meja tua itu…
"BUKKKK! KRAKKK!!!!"
Yuki lalu berhasil kabur lewat jendela… Penambang itu lalu melihatnya. Yuki lalu berlari ke hutan kembali… dia sekarang ngak tahu harus kemana terkecuali pertambangan Hanniger… karena sudah tak jauh disitu…
Dan… Penambang itu mengejarnya… tetapi… apakah itu benar Roxas? Dia masih misterius…
Pertambangan Hanniger…
Yuki mau tak mau berlari ke dalam pertambangan, dia sekarang mencoba masuk melalui suatu pintu. Tetapi pintu itu terkunci…
"krek krek krek!!!" suara pintu yang mau dibuka Yuki
Terlihat bayangan penambang itu sudah dekat dengan Yuki, Yuki akhirnya mengambil jalan lain dan pergi dari tempat itu…
Di sebuah tempat…
Yuki sekarang memasuki tempat itu… dan jackpot. Dia sepertinya kena sial, itu tempat dimana banyak sekali tergantung kaos seragam penambang yang disertai topi dengan lampu senter diatasnya. Seragam itu tergantung dimana-mana. Yuki lalu menoleh kesana kemari…. Tiba-tiba handphonennya berbunyi
"kringg!!!"
"ASTAGA!!!" Yuki terkejut
Yuki terkejut, dia lalu perlahan-lahan mengangkat telepon itu sambil mencari celah untuk keluar dari tempat mengerikan itu…
"halo…?!" jawab Yuki
"Yuki, ini kita!!!" ucap yang lain
Itu ternyata Hitomi, dia bersama Lumina dan Karin… mereka sekarang dalam perjalanan ke tambang juga…
"Astaga…Hitomi…!!!" kaget Yuki
"Yuki, kami sekarang mau kesana Yuki!" ucap Hitomi "kau bagaimana?!"
"aku entahlah…" jawab Yuki sambil masih mencari celah keluar, tetapi dia bingung sekali dengan banyak baju seragam penambang yang bergelantungan…
"Yuki, kita sepertinya tahu siapa pembunuhnya…" keluh Hitomi "walaupun aku sendiri sebenarnya tak percaya ini…"
"siapa?!!" Tanya Yuki
"dia adalah…"
"grrr…grrrr"
Ketika Hitomi hendak menyebutkan nama pembunuh yang memakai seragam penambang itu. Penambang itu sudah muncul di hadapan Yuki. Dia lalu menjatuhkan handphonenya sebelum sempat Hitomi menyebutkan nama pembunuh tersebut. Dia lalu berlari… Beruntunglah penambang itu juga kebingungan dengan banyak sekali baju penambang yang bergelantungan…
Yuki sekarang berlari ke corridor menuju ke dalam tambang…
Dia lalu mengambil sebuah senter yang terdapat di dinding dekat pintu masuk ke tambang. Senter penerangan khusus pekerja di tempat itu. Dia lalu masuk ke dalam…
Penamabang misterius itu masih saja mengejarnya… ke dalam tambang juga…
"grrr…grrrr"
Yuki sekarang berada di pusat dalam tambang tersebut, dia lalu bersembunyi. Tahu penambang itu masih mengejarnya…
"klek" suara senter yang dimatikan Yuki
Yuki lalu berusaha tenang. Dia lalu meraih sebuah sekop di dekatnya. Ketika penambang itu sudah di dekatnya. Dia baru membabi buta.
"huh….huh…" suara nafas Yuki yang terengah-engah
Seseorang muncul, dia sambil membawa lampu senter dan sorot sepertinya. Terlihat cahaya muncul bergerak kemana-mana…
Orang itu mulai mendekati Yuki, Yuki lalu langsung membabi buta… Dia lalu memukul orang itu dekan sekop…
"Uhhh!!!"
"TBUAAKKK!!!!"
"Aouch!!!" kesakitan orang itu sambil menjatuhkan sebuah pistol
Ketika dilihat, orang itu adalah Roxas. Yuki lalu meraih pistol yang dipegang Roxas tadi…
"Yuki… apa yang kau lakukan…?!" Tanya Roxas
"aku menemukan hatimu" ucap Yuki sambil menodongkan pistol ke kakaknya sendiri, Roxas
"hati…apa…?" Tanya Roxas tak mengerti
"aku menemukan hati valentine anjingmu!!!" keras Yuki
"maksudmu… apa?" Roxas tak mengerti
"HATI ITU ROXAS!!! HATI DIMANA ADA TULISAN ITU!!! JUGA HATI DIMANA ADA SURAT YANG PERCIS DENGAN TEWASNYA DANIELLE!!!" Perjelas Yuki sambil teriak "JUGA DENGAN JANTUNG MANUSIA DI DALAM KOTAK HATI ANJING TERSEBUT!!!"
Roxas terdiam… dia lalu mulai menunduk…dan berpikir
"Itu Tom Yuki…" ucap Roxas menuduh Tom "Tom pasti…"
"HENTIKAN ITU ROXAS!!! TULISAN ITU! DAN JANTUNG MANUSIA ITU!!! LALU SELURUH KOTAK HATI ITU!!!" Teriak Yuki sambil menodong pistol ke arah Roxas
"Tom pasti menaruhnya disana Yuki, Aku bekerja 24 jam kapan-kapan sempatnya aku bisa bermain sebagai psikopat?!" Tanya Roxas sedikit keras
Tiba-tiba terdengar suara seseorang…
"kau itu Roxas"
Seseorang itu muncul, itu Tom…
"maksudku kau saja kan yang sering kesana sekarang?" Tanya Tom yang wajahnya sudah luka akibat kaca di mobil tadi
"Whoa Tom, mundur!!!" perintah Yuki sambil menodongkan pistol itu ke arah Tom juga
Tom dan Roxas saling bertatapan, mereka lalu berusaha menjelaskan ke Yuki…
"KALIAN JANGAN BERGERAK BANGSAT!!!!!" Teriak Yuki menodongkan pistol ke arah Tom dan Yuki
Hening… mereka semua sekarang dalam masa menegangkan… mencari tahu siapa pembunuhnya sekarang… Yuki harus pintar dan jeli memilih… apakah itu Tom…atau Roxas…?
"Yuki, lihat aku Yuki" ucap Roxas "tembak dia, dan dia ngak akan bergerak"
"apa?" kaget Tom "Roxas…kita akan memberimu pertolongan Roxas…"
"KAU BENAR-BENAR BANGSAT!!!!" Teriak Roxas membantah Tom "Yuki!!! Kau tidak mungkin kan percaya orang ini?!" tunjuk Roxas ke Tom
"Aku tahu kau membenciku itu tidak apa-apa" perjelas Tom "tapi ini adikmu, berhentilah berbohong kepadanya!!!"
"DIAM!!!" Teriak Roxas "Yuki, dia ini gila Yuki!!! Dia masuk rumah sakit jiwa selama 3 tahun!!!!"
Yuki sekarang semakin bingung, pusing dan gugup…. Dia sekarang tak tahu siapa yang benar-benar pembunuh tersebut…
"Oh kerja bagus ya Roxas" ucap Tom "kerja bagus, sekarang bisa kau buktikan aku gila?!"
Mereka lalu terdiam semua… suasana disitu benar-benar menegangkan. Ditambah itu tempat dimana pembunuhan 6 tahun lalu terjadi… Tepat di pertambangan Hanniger itu…
Roxas sekarang pusing, dia memegang kepalanya. Lalu mengelap wajahnya…
"brengsek…" keluh Roxas "okey, tembak saja kita berdua"
Tom dan Yuki lalu melihatnya
"Apa?!" kaget Yuki
"Tembak saja kita berdua Yuki" ucap Roxas ke Yuki "lakukanlah, itu pilihanmu sekarang Yuki. Jika kau tembak aku Yuki kau masih akan bersama pembunuh itu"
"Kau ngomong apa Roxas?!" geram Tom "Yuki, jangan dengarkan dia Yuki"
"Yuki, lakukan Yuki. Lakukan!!!" perintah Roxas
"Yuki, dia butuh pertolongan Yuki" perjelas Tom
"Yuki! TEMBAK KITA BERDUA, SEKARANG!!!" perintah Roxas
"NGAK ADA YANG NEMBAK SIAPAPUN DISINI!!!" keras Tom
"TEMBAK KITA YUKI!!!!" Teriak Roxas
Tom dan Roxas pun saling beradu mulut… berusaha meyakinkan Yuki satu sama lain…
"DENGARKAN!!!" keras Tom sambil teriak "Kata-kata itu, hati itu, jantung itu, surat itu. Kata-kata BE MINE 4 EVER Di balik tutup tong sampah di mayat Rika! Lalu hati di mayat Danielle dengan surat HAPPY VALENTINE'S DAY tanpa diketahui dari seseorang" Perjelas Tom dengan keras "Benar kan itu Roxas? Kata-kata itu sama percis dengan surat yang ditemukan di rumahmu?!!"
Mereka semua terdiam… Yuki lalu bertanya sesuatu…
"Kapan kau tahu Rika sudah tewas…?" Yuki bertanya ke Tom
"Ashley menceritakannya ke aku" jawab Tom "semuanya tentang itu"
Yuki dan Roxas pun terdiam…
"Ashley…?!" kaget Roxas, dia mau ikut tertawa "Sekarang kawanmu sendiri kamu tuduh?!!"
- FLASHBACK
Ketika di taman kota… KAMIS 11 FEBRUARY Siang hari
Ashley sekarang berada di tempat itu. Dia sekarang sedang duduk di suatu meja makan. Dia sedang melakukan sesuatu di laptopnya… sepertinya sedang mengetik. Dia sambil mendengarkan lagu juga dari headsetnya…
Ashley dan Tom baru saja berjanji sesuatu… Kenyataanya Ashley baru saja muncul di taman itu ketika Tom muncul juga. Dia habis dari suatu tempat…
"Kau dari mana Ashley?" Tanya Tom
"aku dari lokasi polisi dan petugas lainnya mengevakuasi mayat" ucap Ashley "Penambang itu beraksi kembali. Dia kali ini membunuh suami Lumina"
Tom terdiam…
"tapi, kali ini agak sedikit berbeda. Dan ini masih dipertanyakan. Kemungkinan Danielle dibunuh, atau bunuh diri" ucap Ashley "soalnya dia jatuh dari lantai 7"
"lalu apa lagi…?" Tanya Tom
"dia sambil membawa kotak hati merah berisi cokelat biasa. Dengan surat tanpa diketahui siapa pengirimnya… surat itu tertulis… HAPPY VALENTINE'S DAY"
Tom terdiam…
Sekarang, Flashback ketika Tom berada di rumah lama ayah Roxas dan Yuki. Kamis 11 February Malam Hari…
Tom menemukan kotak cokelat berisi jantung tersebut… bersama surat bertuliskan Be Mine 4 Ever dan surat tertulis Happy Valentine's Day yang percis ditemukan bersama mayat Danielle…
"…!!!"
Tom Cuma bisa terdiam, dia tak melakukan apa-apa terkecuali menaruh kembali kotak cokelat berisi jantung dan surat-surat tersebut…
Dari sinilah, Tom mengira Roxas adalah pembunuhnya… sejak tulisan Happy Valentine's Day tersebut…
Sekarang, Flashback ketika Rika habis dibunuh… Yuki sekarang berada di rumah sakit.
Di suatu tempat di perkotaan Harmony…
Di sebuah gang kumuh… Ada mobil Tom disitu. Tom sekarang berada di mobilnya, dia baru saja menutup teleponnya. Dia baru menjawab panggilan dari seseorang…
Kenyataanya, dia habis memanggil Ashley melalui telepon…
"Ashley, kau dimana?" Tanya Tom
"aku beradi di lokasi kejadian sekarang, masih bersama Roxas…" ucap Ashley di telepon "Sekarang, Rika terbunuh. Assisten kerja Yuki…"
"…astaga…" kaget Tom
"penambang itu membungkus Rika dalam plastic, membuanya ke tong sampah. Dia mengoyak jantung Rika juga. Di balik tong sampah tersebut ada tulisan darah BE MINE 4 EVER"
"Be Mine 4 Ever…" keluh Tom "tulisan yang sama kutemukan di rumah ayah Roxas…"
Begitulah… Tom jadi semakin yakin… pembunuhnya adalah Roxas…
Flashback berakhir, kembali ke sekarang…
Di pertambangan Hanniger, dimana Yuki, Roxas dan Tom sekarang dalam suasana tegang…
Tom habis menjelaskan semuanya…
Roxas mau tertawa mendengar Tom…
"hahahaha…!!!" ketawa Roxas
"apa yang lucu?!" geram Tom
"Kau jadi menuduh teman kita sekarang? Ashley!?" Tanya Roxas "dia sudah lepas dari segala gugatan!!!"
"SEMUANYA!!!" teriak Yuki
Tom dan Roxas pun terdiam, Yuki lalu bertanya
"Roxas, waktu kau mengevakuasi Danielle, apa kau ada melihat Ashley?" Tanya Yuki sambil menodongkan pistol itu
"Tidak, aku tidak melihat Ashley atapun Tom"
"Bagaimana waktu kau mengevakuasi Rika?! Apa kau melihat Ashley?!" Tanya Yuki lagi
"Tidak" jawab Roxas "jelas, pembunuh itu sudah ada di depan kita. Tom"
"ROXAS, AKU NGAK MEMBUNUH ORANG INI ROXAS!!!" tegas Tom
"DIAMLAH!!!" Teriak Yuki sambil menodongkan pistol itu ke Tom dan Roxas "lalu bagaiman Ashley bisa tahu Danielle mati, Rika mati, Surat dan tulisan itu?!" Tanya Yuki
Semuanya hanya bisa terdiam… tak tahu jawabannya… Tiba-tiba muncul suara perempuan…
"yeah benar" ucap seorang perempuan
Mereka lalu menoleh, dibelakang Yuki. Muncul Karin, Hitomi dan Lumina…
"kalian tahu…" ucap Lumina "Kau" Lumina menunjuk Roxas "dan Kau" Lumina juga menunjuk Tom "hanya sebagai bahan permainannya"
"pak Roxas…?" tanya Karin sambil menyiapkan pistol juga. Karin lalu perlahan-lahan mendekati Roxas "Pak Roy mencarimu…"
Karin menyerahkan walkie talkie miliknya ke Roxas, walkie talkie Roxas tertinggal di mobilnya. Roxas lalu meraihnya
"apa…?" Tanya Roxas
"Pak Roxas, maafkan saya. Saya benar-benar minta maaf!!!" mohon Pak Roy di dalam walkie talkie "bukan Tom yang sakit jiwa, melainkan ASHLEY yang positif mengalami gangguan jiwa dan dirawat selama 3 Tahun di RSJ kota luar!!!"
Semuanya terdiam… Roxas lalu mematikan walkie talkie itu dan menyerahkannya kembali ke Karin…
"aku tak percaya ini…" keluh Hitomi "tapi, lihatlah yang kami temukan di mobil Ashley…"
Hitomi dan Lumina lalu melempar suatu ke tanah… itu baju penambang dan topi lampu penambang tersebut…. Bersama plastic penuh di dalamnya terisi kotak hati merah juga beberapa surat bertuliskan BE MINE 4 EVER dan HAPPY VALENTINE'S DAY…
"surat yang sama ketika mayat Danielle ditemukan…" ucap Hitomi "dan kami menemukan jantung-jantung manusia di dalam mobil Ashley… hanya kami tak berani mengeluarkannya…"
Akhirnya… pembunuh itu akhirnya ketahuan juga identitas aslinya… Tom yang melihat ini tak percaya
"tidak…tidak…tak mungkin dia…" keluh Tom tak percaya melihat itu
"inilah kebenaran Tom" ucap Lumina "aku pun tak percaya…"
"semuanya pun tak percaya" jawab Hitomi
Mereka lalu terdiam lagi...
Tiba-tiba muncul suara seseorang di jalan belakang Tom dan Roxas… Tom dan Roxas pun menoleh…
"hai…" sapa orang itu
Itu…Ashley… dia sambil membawa pickaxe berdarah, baju warna putih dia pun penuh cipratan darah dimana-mana…
"aku…aku membunuh Harry Warden lagi…" ucap Ashley sambil membawa pickaxe tersebut dengan bajunya yang penuh darah
Semuanya lalu mundur perlahan-lahan ketika melihat dia…
~ Ashley
FLASHBACK KETIKA DI RUMAH HITOMI, RABU 10 FEB
Ashley sekarang berada di kamar mandi… Dia menatap wajahnya yang terpantul di cermin…
"aku…"
Ashley melihat dirinya di cermin… dia melihat dirinya… sebagai penambang itu…
"yeah… itu aku…" ucap Ashley "bukan Harry Warden…" ucap Ashley "itu diriku…" keluh Ashley "Pembunuh penambang yang baru…"
Ashley lalu menyentuh cermin itu… melihat bayangan penambang itu yang terpantul di cermin…
Dia lalu memukul cermin itu dengan tangannya…
"ARGHHHH!!!!!!!!!!!!!"
"TPANGGG!!!!!!!!!"
Serpihan cermin itu berserakan kemana-mana, melukai tangan kanan Ashley… Membuat pendarahan…
Tetapi, bayangan penambang itu masih terlihat di cermin…
"Itu aku…" keluh Ashley
FLASHBACK Ketika di rumah sakit… RABU 10 FEB
Ashley, dia menjatuhkan sebuah kotak berisi tablet obat-obatan…Dia habis meminum obat itu…
"Tom…?" heran Ashley "ada apa…?"
Tom hanya memandang tablet obat-obat yang berjatuhan di lantai. Ashley dan Tom lalu memunguti tablet obat-obatan milik Ashley tersebut.
"obat apa ini?" Tanya Tom sambil memunguti tablet yang berjatuhan itu
"…" Ashley diam saja
Tom lalu meraih tempat obat itu, itu tertulis obat penenang…
"Kau sakit kah?" Tanya Tom
"Tom…bisa bicarakan ini nanti saja?" Tanya Ashley sambil memunguti beberapa obat itu dan memandang Tom
"kenapa nanti?" Tanya Tom lagi
Ashley lalu terdiam, dia hanya menghembuskan nafas lemes…
"aku pusing… stress akibat kejadian yang menimpa kita" jawab Ashley "pikiranku jadi kemana-mana…"
"aku mengerti" jawab Tom sambil memunguti tablet yang berjatuhan itu. Dia sambil tersenyum
Tom dan Ashley lalu bangkit, seluruh tablet itu sudah tersimpan kembali dalam tempat obat Ashley…
Kenyataannya…
"(Ini obatku dari rumah sakit luar kota Harmony 3 tahun lalu… rumah sakit jiwa…)" ucap Ashley dalam hati "(Walaupun sekarang aku sudah sembuh… Tetapi… aku masih merasa harus menyelesaikan hal itu…)"
~ Pembunuhan
FLASHBACK…
Ketika di Hotel Cinta, Penambang itu mengejar Tom…
Itu Ashley. Dia datang di hotel itu ketika Tom baru sampai juga… Tetapi dia belum menunjukkan dirinya. Ketika Tom sudah berada di kamarnya. Dia mulai membunuh wanita nakal itu dan supir truk itu. Bersama Jamice dan anjingnya…
Ashley lalu melihat Tom keluar dari kamarnya. Entah alasannya dia ikut mengejar Tom juga sambil membawa pickaxe-nya…
Tom lalu bersembunyi, Ashley sebenarnya tahu dia bersembunyi. Dan ketika Ashley muncul di hadapan Tom, Ashley sudah tidak memakai kostum penambang itu lagi. Berpura-pura dia baru saja datang dan tidak tahu apa-apa…
Ketika di Rumah Hitomi…
Ashley keluar dari rumah, mengkhayal melihat Hitomi dan Tom sudah tewas dibunuh. Dan pas dia dikejar, sebenarnya dia tidak dikejar siapa-siapa. Dia mengkhayal dia dikejar… padahal dia tak dikejar siapa-siapa… itu imajinasinya… Ya sudah jelas, karena dia Gila, Psikopat dan Delusional…
Kenyataannya, setelah dia mengkhayal Hitomi dan Tom tewas. Dia ingin merencanakan sudah tuk membunuh mereka. Dia lalu berjalan ke mobilnya, mengambil peralatan penambangnya. Penjaga malam yang lewat menghampirinya dan menyapanya. Tetapi penjaga malam tak berdosa itu malah ikut tewas dibunuh…
Dan ketika sadar dan kembali masuk rumah. Tom dicegat Ashley baru masuk rumah, Ashley berpura-pura dikejar penambang tersebut. Dan melihat penjaga malam tewas. Fakta menunjukkan padahal dia…
Ketika Tom di dalam tambang bersama Ben…
Ashley sebenarnya sudah berada di dalam tambang itu duluan, menunggu kedatangan Tom… Dia lalu membunuh Ben…
Ashley juga yang memanggil Tom dibalik masker gas yang dia gunakan…
Ashley yang mengunci Tom agar dia tak bisa keluar…
Dan ketika di gedung tempat kerja Danielle
Sebenarnya, Ashley tak memakai baju penambang waktu itu. Dia hanya membawa pickaxe saja bersama kotak hati merah…
Ketika Danielle menoleh, Ashley muncul dari pintu masuk ke lantai bawah… dia sambil memegang pickaxe tersebut… Kenyataannya dia tak memakai kostum penambangnnya…
"sial…"
"kau anjing" tunjuk Ashley
"ternyata…memang kau bukan pembunuhnya?" Tanya Danielle "pembunuh yang memakai seragam penambang itu"
"suami macam apa kau? Menyiksa Lumina" Tanya Ashley "Lumina lebih pantas bersamaku"
"pembunuh dan orang pengecut sepertimu?! Huh!" Danielle mau tertawa mendengarnya
"jika aku pengecut" ucap Ashley "sekarang kenapa aku berada didepanmu sekarang?"
Danielle lalu melangkah mundur… Ashley mendekatinya perlahan-lahan sambil membawa pickaxe tersebut…
"kau mau apa?!" teriak Danielle
"aku kesini tuk mengantar ajalmu" ucap Ashley
"jadi, kau membunuh orang-orang disini karena kau berpikir kau adalah seorang Malaikat pencabut nyawa?!" Tanya Danielle sambil ketawa
"aku bukan pencabut nyawa" ucap Ashley "aku hanya ingin menyelesaikan apa yang kuperbuat"
Ashley itu lalu semakin mendekati Danielle, Danielle udah di ujung sisi gedung… terlihat curamnya dan tingginya lantai 7 ke lantai bawah…
"huh…!"
Danielle lalu menoleh lagi… Ashley sudah berada di depannya…
"tpak…"
Tetapi dia menjatuhkan pickaxe tersebut ke lantai. Sekarang dia tidak bersenjatakan apa-apa…
"Untuk kau aku kasih sedikit bonus" ucap Ashley tersenyum jahat
Danielle tiba-tiba terpeleset, dia lalu mulai terjatuh. Tetapi Ashley memegang tangannya dan menahannya
"sekarang?! Kenapa kau menolongku?!" Tanya Danielle
"siapa bilang aku kan menolongmu?" Tanya Ashley dingin
Ashley lalu memasukan sesuatu ke baju Danielle… itu adalah kotak berbentuk hati merah berisi cokelat dan surat itu…
"Happy Valentine's Day"
Ashley lalu melepas genggaman Danielle… Danielle lalu terjatuh… Ashley lalu berdiri… melihat dan mendengar Danielle yang terjatuh ke tanah dari lantai 7
"GEDEBUAK!!!!"
Disini, bisa dibilang…Danielle terjatuh sendiri…
Ketika Di Restoran Hitomi…
Ashley juga yang membunuh Kaya, dia yang hampir membunuh Hitomi. Tetapi untunglah Hitomi masih bisa diselamatkan oleh Karin…
Dan waktu dia dikejar… dia mengkhayal kembali…
Kenyataanya, dia masih memakai baju penambang itu ketika berjalan ke mobilnya. Dan pickaxe yang menancap di kaca depan mobilnya itu adalah perbuatan dia sendiri memacul kaca mobilnya sendiri tanpa alasan yang jelas…
Ashley yang membunuh wanita nakal itu…
Ashley yang membunuh supir truk itu…
Ashley yang membunuh Jamice bersama anjingnya…
Ashley yang membunuh penjaga malam…
Ashley yang membunuh Ben…
Ashley yang membunuh Danielle…
Ashley yang membunuh Kaya…
Ashley yang membunuh ayah Tom…
Ashley yang membunuh Rika…
Ashley yang membunuh Polisi Senior Jim…
Semua orang itu…Ashley yang membunuhnya… dengan memakai kostum penambang terdahulu Harry Warden. Dengan cara membunuh yang sama. Jadi beranggapan bahwa Harry Warden masih hidup…
Tapi, kemanakan mayat Harry Warden jika begitu? Kenapa tidak ada di tempatnya…?
FLASHBACK…
Minggu 7 FEB 2010 pagi hari…
Ashley berada di hutan tempat Harry Warden dikubur… Dia sambil membawa sekop…
"aku membunuhmu" ucap Ashley "tetapi, ada satu kisah baru… yang kembali setelah 6 tahun lalu. Kisah baru yang tak terlanjutkan 6 tahun lalu…"
Ashley lalu menggali kuburan Harry Warden itu, memindahkan mayatnya ke suatu tempat… Dia lalu melihat masker gas penambang itu…
"Sebuah kisah baru yang bersambung 6 tahun lalu…" ucap Ashley sambil tersenyum jahat "Kembali dimulai" Ashley sambil memakai masker gas penambang tersebut
Ashley lalu mengambil pickaxe yang terdapat disitu… Di kepala dia sambil terdengar kata-kata
~ Selesaikan apa yang kau mulai
Kembali ke sekarang…
Di tambang Hanniger…
Semuanya sekarang menatap Ashley… semuanya jelas… Ashley…
"yeah…" ucap Ashley yang bajunya berlumuran darah juga wajahnya. Dia sambil memegang pickaxe berdarah tersebut
"kenapa kau lakukan ini Ashley…?" Tanya Lumina sambil mau menangis…
"aku ingin menyelesaikan…apa yang ku mulai" jawab Ashley sambil memegang erat pickaxe tersebut
"kau habis membunuh pak Jim bukan…?" Tanya Lumina "hanya dengan memakai baju itu…?" Tanya Lumina "dan topeng…"
Semuanya terdiam…
"itu darah Pak Jim bukan…?" Tanya Lumina lagi
"Apa yang kau mulai Ash?" Tanya Roxas siaga sambil menatap Ashley…
"Kisah dari 6 tahun lalu…" jawab Ashley "kisah yang terputus… aku harus menselesaikannya"
Tom lalu teringat sesuatu…
"Yeah, sekarang Harry Warden berada dalam tubuh bocah ini" ucap Roxas sambil mau tertawa
Dugaan Roxas dan Tom pun salah… Roxas yang sedang asik menuduh Tom sebagai pelaku. Sedangkan Ashley memancing Tom dan meyakinkannya Roxas adalah pelakunya. Roxas dan Tom pun saling menuduh. Berubah menjadi mainan Ashley…
"Aku kira tidak" geleng Tom mendengar Roxas
Tom lalu melihat Ashley…
"kau memang… kau memang sengaja membunuh orang Ash" ucap Tom tergagap-gagap "karena… kau terobsesi dengan kisah yang kau buat…" ucap Tom "korban pertamamu adalah Harry…. Lalu kau berlanjut… kau jadi menyukainya… Itulah mengapa…. Sekarang aku mengerti…" keluh Tom "Arti kata-katamu, SELESAIKAN APA YANG KUPERBUAT"
"apa…?!" Tanya Yuki
"kisah…kisah apa?!" Tanya Hitomi
"Dia yang membuat Kisah ini… Dia yang beranggapan… Kisah ini sebagai film… film dan cerita…" ucap Tom "Itulah, dia ingin menyelesaikan kisah ini" ucap Tom "yaitu membunuh habis kita semua yang berada disini…"
Tom teringat sebuah kisah yang dibuat Ashley di laptopnya waktu itu. Kisah yang dari pengalaman Ashley dan yang lain 6 tahun lalu… Dia yang membunuh Harry… Kisah yang percis mirip dengan yang semuanya rasakan…
"Ashley… Kau membunuh orang… karena terobsesi tuk menyelesaikan ceritamu…" ucap Tom
Tiba-tiba Ashley bertepuk tangan…
"plok plok plok"
Ashley sambil tersenyum jahat…
"bagus…bagus…!!!" ucap Ashley sambil mau tertawa "Kalian berhasil!!!" teriak Ashley
Semuanya lalu bersiaga melihat dan mendengar Ashley…
"tapi satu hal" tahan Ashley "Aku serius mencintaimu Tom" ucap Ashley "dan aku serius mencintaimu juga Lumina" ucap Ashley sambil menyiapkan pickaxe-nya
"Aku juga Ash" jawab Tom "tapi tidak seperti ini"
"aku begitu" ikut Lumina "tapi… kau sekarang berubah… menjadi psikopat…"
"kenapa?" Tanya Ashley "inilah diriku" ucap Ashley "tapi…sayang, aku harus menyelesaikan apa yang kumulai"
Ashley tiba-tiba mulai membabi buta ke arah Tom cepat sekali
"ARGHHH!!!!!!!!!!!"
Ashley mengayunkan pickaxe-nya kearah Tom. Tetapi ditahan Roxas…
"Ashley!!!" teriak Roxas
Roxas dan Tom lalu berusaha merebut pickaxe yang dipegang Ashley. Tetapi Ashley adalah lelaki kuat dan cepat. Dia lalu menunduk, dia kemudian melukai bahu Roxas
"TBRETTTT!!!!!!"
"ARGHHH!!!!!!!"
"ROXAS!!!" Panggil Yuki
"Yuki, Karin! Bawa Roxas! Biar aku yang selesaikan Ashley!!!" ucap Tom sambil menahan Ashley
Yuki dan Karin lalu mengangguk, mereka berdua lau membawa Roxas pergi dari situ. Mengikuti Lumina dan Hitomi yang sudah duluan pergi…
"Tom!!! Ini!!!!" teriak Karin
Karin melemparkan pistol ke Tom. Tom lalu berhasil meraihnya. Dia lalu menyimpannya di kantongnya.
Tom lalu mendorong Ashley ke dinding, Dia lalu berhasil merebut pickaxe Ashley. Tetapi Ashley langsung memukul dia…
"BUAKKK!!!!"
Memukul Tom terus…
"BUAK!!! TBUAKKK!!!!"
Tom lalu menendang perut Ashley…
"TBUAKKk!!!"
Ashley sekarang tercegat, Tom lalu memukul Ashley…
"TBUAKK!!!! BUAKKK!!!!!!!!!!!!!"
Ketika Tom hendak memukul Ashley lagi, dia terdiam…
"…"
Ada perasaan yang menahan Tom tuk memukul Ashley lagi ketika melihat wajahnya….
"Tom…" keluh Ashley ikut melihat Tom
Tiba-tiba Ashley mengambil pickaxe Tom, dan melukainya di pinggulnya
"TBRETTT!!!"
"ARghhh!!!!"
Darah pun bermuncratan, Tom pun terjatuh ke tanah. Dia sambil merangkak mundur menjauhi Ashley yang sekarang berdiri mendekatinya sambil membawa pickaxe…
"Tom…" panggil Ashley
Tom terpojok, dia tak bisa menjauhi Ashley lagi… Tiba-tiba Ashley memegang kerah bajunya dan membuat Tom berdiri…
"kau…" geram Ashley "grrr…grrrrr….!!!"
Ashley lalu mencekik Tom kuat sekali… Tom lalu berusaha meraih pistol yang dia simpan di sakunya. Tetapi Ashley keburu mengetahuinya dan merebutnya. Dia lalu melemparnya…
Pistol itu lalu terlempar ke tanah, tepat berada di kaki seseorang. Itu ternyata Lumina…
"Lu...Lu…mina…!!!" Tom sambil kesakitan dicekik
Lumina lalu meraih pistol tersebut… dia menodongkannya ke Ashley
"kau serius akan menembaku Lumina?" Tanya Ashley sambil mencekik Tom keras sekali
Tom sudah mau kehabisan nafas… Lumina tampak ragu menembak Ashley, tapi dia tak tahan melihat Tom yang sekarang lagi tercegat juga. Dia pun sebentar lagi akan tewas…
"Oh tuhan…Ashley!!!"
"TBANGGG!!!!!!!!!!!!"
Lumina lalu menekan pelatuk… peluru itu melesat… tak mengenai Ashley… tetap mengenai mesin pipa gas di samping Ashley yang tak begitu jauh…
"KRAKKK!!!!"
Mesin pipa gas pun bocor… gas pun keluaran… Ashley yang terkejut menoleh, melepaskan cekikan Tom. Tom lalu langsung berlari menarik Lumina… Gas pun mulai memercikan api… dan meledak…
"TBUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAMMMMMMMMMMMMMM!!!!!!"
"ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Ashley
Ledakan itu membuat tambang itu bergetar, dan terjadi sedikit gempa yang menyebabkan tambang itu runtuh. Ashley terlempar akibat api ledakan gas itu…
Tetapi syukurlah, Tom dan Lumina keburu melarikan diri ke sisi tempat lain, menjauh dari ledakan tersebut…
Keesokan harinya…
SABTU 13 FEB 2010 gerimis
Polisi, Petugas Ambulance, Pemadam kebakaran dan petugas lainnya bermunculan. Mereka semua sekarang sedang mengevakuasi tempat itu…
Roxas sekarang sedang mau dibawa ke ambulance, dia sekarang terbaring di ranjang geser yang biasa untuk membawa orang… Roy sekarang sedang menanyai Tom, Lumina, Hitomi, Yuki dan Karin…
"Ya, ya" ucap Yuki ke polisi Roy
"kami akan mengurusnya, kalian sudah aman" ucap Roy ke Yuki dan yang lain
Polisi Roy pun pergi… Semuanya lalu melihat Roxas… terkecuali Tom…
"Roxas…" keluh Yuki
"Yuki…" Roxas melihat Yuki
Yuki memeluk kakaknya…
"aku menyayangimu…" keluh Yuki terharu sambil memeluk kakaknya yang terbaring lemas
"aku menyayangimu juga" ucap Roxas menepuk punggung Yuki "yang lain bagaimana?"
"kami selamat" tersenyum Hitomi
Lumina, Karin, Hitomi dan Yuki tersenyum… Roxas lalu berkata
"mana Hanniger…?"
Lumina lalu mencari Tom, dia hanya menjauh… Lumina lalu menariknya ke dekat Roxas…
"Hanniger…" panggil Roxas
"yeah?" jawab Tom
"maafkan aku" ucap Roxas sepatah
Tom hanya tersenyum… Roxas lalu dibawa pergi ke mobil ambulance. Tom dan yang lain lalu melihat Ashley sekarang diamankan…
Ashley kedua tangannya sambil diborgol… dia ternyata masih selamat setelah ledakan itu. Dia diamankan oleh polisi Roy dan beberapa polisi lainnya…
"sampai sekarang, aku masih tak percaya" keluh Hitomi
"yang kutahu, dia anak yang baik" ucap Karin "kenapa bisa sampai begitu…?"
Semuanya lalu melihat Tom dan Lumina…
"entahlah" jawab Tom dan Lumina serentak
"tapi yang kutahu" ucap Lumina "dia sekarang menjadi mesin pembunuh…"
Semuanya lalu melihat Ashley masuk ke dalam mobil polisi, Ashley juga melihat mereka dengan tatapan kosong. Ashley sekarang di belakang mobil masih menoleh kebelakang… memandang Tom…
"…Ashley…" panggil Tom pelan
Ashley di dalam mobil hanya tersenyum melihat Tom dan yang lain, mobil polisi itu pun berjalan pergi. Meninggalkan tempat itu…
Tom dan yang lain sekarang kembali dievakuasi… mereka sekaligus diobati juga…
Tom sekarang diobati oleh beberapa pegawai ambulance…
"mas, tidak apa-apa mas?" Tanya pegawai ambulance 01
"terima kasih" jawab Tom "sudah agak baikan"
Well, luka Tom tidak terlalu parah di bagian pinggul dia ketika dibacok Ashley. Tom tiba-tiba melihat seseorang di keramaian dan kesibukan tempat itu…
"huh…?"
Orang itu hanya tersenyum, dia sambil memakai masker gas. Sambil membawa pickaxe… Tom menjadi semakin penasaran dan bingung… Ashley tadi kan sudah dibawa oleh polisi Roy dan beberapa polisi lainnya. Siapakah orang dibalik masker gas itu…?
"…"
Orang itu membuka masker gasnya… betapa terkejutnya Tom. Dia cowok berambut blonde. Bermata biru. Dia benar-benar mirip sekali dengan Ashley. Hanya dia berambut blonde. Dia sambil tersenyum dengan memegang pickaxenya. Sosok orang itu benar-benar mirip sekali dengan Ashley. Dia sambil melambaikan tangan ke Tom…
"…"
Tom terdiam… melihat sosok lelaki itu…
Minggu 14 FEB. Valentine's Day Pagi Hari
Di rumah sakit jiwa diluar kota Harmony. Rumah sakit jiwa dimana Ashley dulu dirawat
Ashley sekarang berada di kamar sakit jiwa-nya dulu. Dia sedang mengetik sesuatu di laptopnya yang tergeletak di meja…
Seorang dokter pun menghampirinya…
"hai nak" sapa seorang dokter psikiater muncul di pintu kamarnya"bagaimana keadaanmu?"
Ashley diam saja, terus mengetik…. Dia lalu berkata
"akhirnya kau bertanya" jawab Ashley
Dia tiba-tiba berhenti mengetik… Dia sepertinya sudah menyelesaikan ketikannya
"dokter…" panggil Ashley "aku sudah menyelesaikan apa yang kuperbuat" jawab Ashley
Dokter itu terdiam. Dia lalu pergi meninggalkan Ashley
Jadi… Sepertinya kisah Ashley sudah selesai… Ashley lalu bangkit dari kursinya. Dia kemudian berjalan mendekati jendela. Melihat keluar…
"huh…" keluh Ashley sambil melihat keluar jendela "akhirnya…"
Kota Harmony… Siang hari…
Tom sekarang berada di taman… Dia bersama Roxas, Lumina, Yuki dan Hitomi. Mereka sekarang sedang asik menikmati hari valentine sambil bersenang-senang dan mengobrol…
Mereka sepertinya sudah lupa dengan kejadian kemarin…
"hahahahaha!!!" ketawa Tom
"capek ngurusin kamu!" bete Yuki, dia dikerjai Tom melulu
"Ayolah, senyum" Tom berusaha membuat Yuki tertawa
"snrk…!!!" Tetapi Hitomi yang mau ketawa panjang lebar
"awas, ada hyenas gila" tunjuk Roxas "haha!"
Tiba-tiba polisi Karin datang…
"maafkan aku mengganggu" keluh Karin
"oh Karin, ada apa?" Tanya Roxas
"seseorang memberikanku ini" ucap Karin sambil menunjukkan sesuatu
Itu adalah kotak cokelat bentuk hati merah tersebut. Kotak cokelat yang persis mirip dengan milik Ashley terdahulu. Semuanya terdiam…
"huh…?"
Tom lalu meraih kotak cokelat itu, dan dia membuka suratnya
~ Dear Tom and everyone
Even I was a pyscopath or brutal killer, I still need love too. Especially for Tom and Lumina. No Me Without You.
And of course, BE MINE 4 EVER please…? Happy Valentines's Day
From Ashley
Semuanya lalu terdiam. Pandangan sekarang menuju ke kotak cokelat berbentuk hati warna merah tersebut. Semuanya penasaran dan gugup apa isi dalamnya…
"…"
Tom lalu membuka kotak isi cokelat tersebut… isinya…
"cokelat" ucap Tom
Cokelat biasa… yang sepertinya buatan Ashley sendiri di rumah sakit jiwa…
Sore hari…
Di rumah sakit tempat Ashley dirawat…
Hari ini jam beristirahat, Ashley sekarang berada di taman rumah sakit itu. Dia duduk di suatu kursi. Tepat di sampingnya ada buku sketsa dengan pensil dan penghapus. Dia sepertinya habis menggambar…
Di sekitar taman itu, terdapat bunga mawar biru dan merah mekar… Seseorang lalu memetik mawar biru dan merah tersebut…
Dia lalu menghampiri Ashley…
"Kau pilih yang mana diantara mawar ini?" Tanya orang itu
Ashley lalu menoleh, itu Tom. Di tangan kirinya terdapat mawar merah. Lalu di tangan kanannya terdapat mawar biru
"aku pilih warna biru" ucap Ashley melihat Tom
Tom lalu memberikan mawar biru itu ke Ashley…
"dengan begitu, mawar merah ini tidak dimiliki siapa-siapa" ucap Tom
Ashley lalu terdiam… dia memandang mawar biru itu… Dia tiba-tiba berkata
"ku pikir tidak…" keluh Ashley
Tom lalu histeris…
"maksudmu?" Tanya Tom
"Mawar merah itu ada yang memiliknya" ucap Ashley "pasti ada"
Tom terdiam mendengar Ashley, Ashley hanya menatap tajam dirinya sambil memegang mawar biru itu keras sekali. Membuat tangan dia berdarah…
Di buku sketsa gambar yang Ashley gambar…
Ada gambar lelaki berambut hitam… dia membawa pickaxe… tetapi…dia tak sendiri, dia bersama lelaki berambut blonde… yang ikut membawa pickaxe…
"kalau kubilang, aku memang sudah menyelesaikan apa yang kuperbuat" ucap Ashley "tapi bagaimana jika ada yang memulainya kembali?"
Tanya Ashley ke Tom sambil melihatnya. Ashley hanya tersenyum… Tom tak mengerti arti senyuman Ashley… Tapi yang jelas dia tahu, dan mengerti. Apa maksud Ashley…
Apa… Ashley tak sendirian…?
Namun, pada akhirnya, misteri pembunuhan valentine di kota Harmony terkuak sudah. Sang pembunuh terobsesi dengan kisah yang dia buat sejak dia pertama kali membunuh pembunuh si Harry Warden dahulu…
Dan sekarang, dia tertangkap. Kisah ini selesai dengan satu kata…
TAMAT
CREDITS
-AARP Characters-
Tom HannigerPhobos_Jensen
Ashley NicholasAragi Yamato (Ash)
Lumina SilvermanLumina Silverman
Yuki PalmerYurrei Shouji
Roxas PalmerRoxas_Zero_Knightler (Reis)
Hitomi FuyukoriYukiko_Tatsumi
KarinKarin Itako
RoyAlex Regaliano
-Based From The Original Story-
MY BLOODY VALENTINE 3D
-Some Scene taken from-
THE UNINVITED
I KNOW WHO KILLED ME
-Special Thanks-
To Everyone who reviews my fanfic^^
