" APAAA ? "
Tezuka benar-benar terbelak mendengar pernyataan yang tak terduga dari Atobe. Atobe hanya bisa menelan ludah melihat reaksi Tezuka yang kaget setengah mati. " kamu yakin tidak salah orang ! "
Atobe menggeleng. " dari struktur tubuh yang kamu beritahu itu. Jelas-jelas aku mengenalnya ! Namanya Koyama Suichiro, umurnya 45 tahun dan dia dulunya adalah penjaga Hotel yang dekat dengan gunung yang kamu daki ! " Tezuka benar-benar kaget yang kesekian kalinya karena Atobe dapat menjelaskan profil orang itu secara cepat dan jelas. " Ayahku dan aku pernah berfotoan dengannya ! kalau kamu tidak percaya, akan kutujukkan fotonya ! "
Dengan cepat, Atobe langsung berlari kearah handphonenya yang dilemparnya. " mana sih… Hapenya… " gerutu Atobe, dia cukup menyesal kenapa tadi dia lempar handphonenya. Tezuka hanya bisa memasang wajah pucat dan memandang Atobe yang masih sibuk mencari handphonenya.
Tidak membutuhkan waktu beberapa menit, Atobe langsung menemukan Handphonenya. Tezuka langsung memeluk dirinya. Entah kenapa, dia tidak ingin melihat foto yang akan ditujukan oleh Atobe. Rasanya ingin sekali membanting hp Atobe sekarang juga.
" nah ini dia. Tezuka " Atobe langsung berlari kearah Tezuka dan mencari fotonya difoldernya. Tezuka mulai merasakan hawa-hawa yang kurang enak. Dia berharap Foto yang sedang dicari Atobe sudah terhapus. Tapi, sayang Doa Tezuka sama sekali tidak terkabul. Hanya beberapa detik, Atobe langsung menemukan foto yang tidak diinginkan Tezuka. " Lihatlah Tezuka. "
Sebenarnya, Tezuka tidak ingin melihat foto yang diperlihatkan Atobe. Tapi karena, keingintahuannya lebih besar daripada rasa ketakutannya. Tezuka langsung melirik foto yang dimaksud Atobe. Betapa terkejutnya, karena apa yang dikatakan Atobe itu benar ! difoto itu terlihat seorang pria paruh baya dengan seorang anak kecil ( yang sepertinya itu adalah Atobe ). Dan disebelah kanan mereka ada seorang laki-laki yang ditemui Tezuka ketika Bunta kerasukan.
" sekarang percayakan ? "
Tezuka mengangguk tanda percaya. Dengan tangan gemetar, dia hendak mengambil hape Atobe dan melihat baik-baik pria yang sekarang dikatakan Atobe sudah meninggal 2 tahun yang lalu. " ke.. kenapa… dia meninggal… ? " sebenarnya, Tezuka masih ingin menyangkal. Tapi, dengan semua bukti yang terpampang didepannya, dia makin susah untuk menyangkal. Lagipula, Atobe juga tidak mungkin berbohong padanya. Untuk apa berbohong atau mengerjainya disaat seperti ini.
" katanya dia meninggal karena dibunuh oleh seseorang… Dia mati dalam keadaan yang sangat tragis. Dan kata para saksi mata… Kepalanya benar-benar terputus dari lehernya dan.. dan… " Atobe benar-benar tidak berani untuk melanjutkan ceritanya.
" Dan APA ? " Teriak Tezuka sambil memegang bahu Atobe. Dia sangat penasaran kenapa orang yang telah menyelamatkan nyawanya sekaligus nyawa Bunta harus mati !
Atobe menelan ludah untuk memberanikan diri. " sebagian tubuhnya seperti mati membeku dan ketika darahnya dilihat. Seharusnya warna merah darah yang mengalir dari tubuhnya. Tapi, ini malah berwarna putih yang mengalir. " Tezuka langsung terbelak mendengar kondisi tubuh sang penyelamatnya. " dan… Kata saksi mata… Koyama-san pulang kekamarnya dengan seorang wanita. "
" wanita ? "
" i.. iya.. dan anehnya, wanita itu tidak ada dikamarnya. Lebih anehnya lagi, Tidak ada jejak kalau dia kabur lewat jendela. "
Tezuka benar-benar kaget dengan semua perkataan Atobe. Dia mengenal wanita itu ! " i.. itu Yukki Onna.. " ujarnya gemetar.
" sepertinya begitu… Makanya, cerita yang kamu ceritakan tadi aku sepertinya tidak asing… Tapi, aku tidak mengira kalau kamu dan tensai rikkai itu yang akan mengalaminya. " ujar Atobe sambil mengambil handphonenya yang masih digenggamnya dan melihat foto kenangan dengan orang itu untuk kesekian kalinya. Tiba-tiba, Atobe mendapatkan sesuatu yang sangat mengejutkan.
Ada bayangan wanita. Wanita yang memakai kimono putih dengan wajah yang mengerikan persis yang dibilang Tezuka, sedang berdiri dibelakang mereka. Tapi, anehnya wanita itu berdiri bukan seperti orang pada normalnya melainkan berdiri layaknya zombie dan seperti ingin meraih mereka.
" UWAAAAA! " Teriakan Atobe langsung menggelegar diseluruh gudang. Hampir Tezuka mendapat serang jantung lagi untuk kesekian kalinya. Tanpa tanggung-tanggung, Atobe langsung melempar hapenya kearah Tezuka.
" Apa yang kamu lakukan ? Kalau rusak bagaimana ! " teriak Tezuka kesal, bagaimana tidak kesal. Sudah dikagetkan karena teriakan Atobe yang sangat menggelegar tiba-tiba langsung dilempari Hape. " memangnya ada apa ? "
Dengan gemetaran, Atobe langsung menunjuk dengan telunjuknya kearah hanphone yang sekarang ada ditangan Tezuka. Seolah-olah, dia benar-benar jijik dengan harta bendanya sendiri. " le… lebih… baik… kamu lihat saja sendiri… " karena penasaran apa yang telah dilihat Atobe sampai dia ketakutan dengan handphonenya sendiri.
" i.. itu ! " kali ini Tezuka yang terbelak dan ketakutan setengah mati. Dia mengenalnya ! Itu adalah wanita yang hampir membuat Bunta diujung ! dia sudah muak dengan semua ketakutan ini ! mereka yang tiba-tiba terkunci digudang, Atobe yang kesurupan, darah , dan sekarang penampakan wanita yang ingin membunuhnya dan Bunta ! Mungkin, dalam hitungan detik dia bisa gila !
PRAAAAKKK !
" Tezuka ! Apa yang kamu lakukan ! " Bentak Atobe marah dikarenakan Tezuka membanting handphone-nya tiba-tiba dan sudah hancur berkeping-keping. " bagus… sekarang handphoneku tinggal 3. "
Setelah, Atobe merapikan jasad-jasad hapenya yang sudah hancur berantakan dan dimasukan kekantong celananya, tiba-tiba Tezuka langsung mencengkram kerah Atobe. " Te.. Tezuka ? a. apa yang… "
" Atobe… " Raut muka Tezuka mulai pucat dan sangat terlihat ketakutannya. " Kumohon, segera mulai ceritamu.. Sekarang, giliranmu untuk bercerita… Kumohon… Aku ingin mengakhiri mimpi buruk ini… "
" Apa ? " Atobe benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud Tezuka. Bukannya kalau mau menghentikan mimpi buruk ini, kita harus berhenti bercerita. Tapi ini malah harus melanjutkan cerita. Tapi, karena muka Tezuka makin menjadi-jadi… Atobe langsung memulai cerita. Dia tidak mau sesuatu terjadi pada Tezuka.
TBC
Btw, gomen ya ceritanya kupisahin ama cerita yang bakal diceritain Atobe. Soalnya, Kalo diliat-liat lagi kok, ceritanya kepanjangan ya -.-"
