Hay hay! Maaf ya update nya lama. Semoga para readers tidak bosan menunggu cerita dari Himeka :'(

Laptop himeka lagi rusak, LCD nya retak.. jadi ini pun dri android..

Maaf y..!

Selamat menikmati!

.

.

MY BOYFRIEND IS A VAMPIRE

.

NarutoMasashi kishimoto

.

Author : Himeka Heartfilia

Genre : Fantasy/Adventure/Romance/Action

Pairing : Gaaino dan etc ...

.

Summary : Ino yang sedang bersedih akibat mantan kekasihnya. Ia malah harus menghadapi kenyataan yang sama sekali tidak ia duga. Akankah ia bisa bertahan saat takdir mempermainkannya. " ... ka-kalian vampire hunter? Dan kalian vampire berdarah murni?"/ "... aku tunanganmu"/ "ba-bagaimana mungkin..?"/ "aku akan melindungimu"/ "kami semua akan melindungimu ino."/ "... aku mencintaimu"/ "aku juga mencintaimu Gaara-kun".

.

.

Warning : abal, terlalu typo, imajinasi tinggi. Silahkan menekan tombol 'back' jika berubah pikiran

.

.

Happy Reading!

.

.

.

Hari ini adalah hari minggu. Pagi ini begitu cerah, langit biru tampak terlihat menghiasi konoha city. Banyak orang-orang yang berlalu lalang menjalankan kegiatan masing-masing. Ahh, benar-benar pagi yang indah untuk memulainya dengan senyuman.

Okay, bagaimana kalau kita lihat apa yang tengah dilakukan oleh gadis berambut pirang panjang, Ino. Tampaknya pagi yang cerah ini tidak mempengaruhinya. Lihat saja sekarang, ia tengah duduk di kursih depan penumpang dalam mobil bersama seorang pemuda yang akhir-akhir ini mengacaukan hidupnya dengan wajahnya yang sedari tadi di tekuknya.

Oh, salah kan takdir yang membuatnya seperti ini. Karena bahan makanan di kulkas yang semakin menipis. Ino berencana mengajak sahabat-sahabatnya untuk menemaninya. Namun apa daya, sahabat nya sehabis sarapan berpamitan pulang dengannya. Dengan alasan harus membersihkan rumah mereka. Dan dengan enteng dan seenak jidat, kakak nya menyuruh Gaara untuk menemaninya.

Demi Kami-sama. Ino harus merutuki kakaknya dalam hati. Serasa dongkol setengah mati, bagaimana mungkin kakaknya itu dengan gampang menyuruh seorang pemuda yang sudah membuatnya serba salah itu. Tapi tentu saja kakaknya tidak mengetahuinya. 'Bagus! Entah bagaimana lagi nasib ku seharian ini' pikir Ino dalam hati masih sambil menekuk wajah nya.

Ino bahkan tidak mengetahui, bahwa sedari tadi dirinya di perhatikan oleh pemuda di sebelahnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Gaara. (Okay. Bagaimana hari-hari Ino ya. Tetap ikuti ceritanya #Plak *dipukul readers*)

.

.

.

Mereka berdua sudah sampai di supermarket yang ada di pusat kota. Mengingat di tempat itu adalah supermarket yang paling lengkap. Semua jenis bahan pangan tersedia disitu. Ino sudah berkeliling untuk mencari bahan apa saja yang ia butuhkan. Dan Gaara, pemuda itu hanya mengikuti Ino.

Setelah mengambil bahan-bahan seperti sayuran, beberapa ikan dan daging segar, dan bahan makanan lainnya. Dirasa sudah cukup, Ino pun mengakhiri belanjanya dengan pergi ke kasir dan membayarnya. Lalu mereka berdua kembali melesat ke jalanan konoha city.

.

.

"Tadaima" Ucap Ino saat memasuki rumahnya. Terdengar bunyi langkah kaki mengahampiri mereka.

"Ahh kalian berdua sudah pulang" Balas seorang wanita berambut kuning yang selalu ia ikat empat, Temari.

"Temari-san, apa dei-nii ada di rumah?" Tanya Ino yang sudah ada di dapur memasukkan bahan-bahan yang tadi ia beli ke dalam kulkas ditemani Temari.

"Deidara pergi bersama teman-temannya." Jawab Temari. Yang di balas Ino dengan ber'oh ria.

Setelah semua sudah beres. Ino memutuskan untuk ke kamarnya mengambil handphone nya berharap akan ada satu-dua pesan dari sahabatnya.

.

Ino merasa senang karena ada tiga pesan masuk. Dan ketiganya dari sahabat-sahabatnya. Ino memutuskan untuk nembuka pesan yang dikirimkan sakura. Matanya tampak memperhatikan setiap kalimat yang ada.

From: Forehead

To: Pig

Pig! Ayo keluar! Kita ke taman bermain yang baru di buka yang ada di pusat kota. Aku juga akan mengajak hinata dan Tenten. Oh iya pig! Jangan lupa mengajak Gaara. Okay pig ^_

Bibir Ino tampak membentuk garis tipis. Bagaimana mungkin. Ia tadi sempat merasa senang dengan mendapat pesan dari sahabatnya. Namun sedetik kemudian ia merasa sebal. Di pesan itu kata yang di baris akhir yang membuatnya tidak bersemangat. Apa coba yang tengah dipikirkan Sakura itu.

Ino pun menjadi malas untuk membuka pesan berikutnya. Ia sudah dapat menebak apa isi dari pesan itu. Namun karena tidak ingin merusak persahabatan mereka. Ino mengirim balasan sms dengan tidak bertenaga mengiyakan permintaan Sakura.

Ino hanya tinggal bersiap dan mengganti pakaiannya saat ini. Namun masalahnya, bagaimana cara ia untuk mengatakan pada Gaara. 'Oh Kami-sama, apa yang harus ku lakukan.' Pikir Ino dalam hati. Seperti nya Tuhan menjawab doa nya. Karena saat itu handphone Ino berbunyi. Ino melihatnya. Satu pesan baru dari Sakura.

From: Forehead

To:Pig

Baiklah pig! Cepat ya! Oh iya. Kau tidak perlu mengkhawatirkan bagaimana mengatakannya pada Gaara. Karena Sasuke-kun sudah mengirim pesan untuknya agar kalian pergi bersama.. ^_

Dalam hati Ino bersyukur. Namun terkadang ia merasa ada yang aneh dengan emoji yang terdapat pada akhir pesan yang di buat Sakura. Namun Ino menepis jauh-jauh perasaan itu dan melangkah untuk bersiap.

.

.

Ino sudah selesai bersiap. Saat ini ia tengah melihat dirinya dicermin. Meneliti apakah ada yang kurang atau pakaian nya yang tidak cocok. Ino memakai baju bercorak kotak-kotak selutut berwarna merah hati. Terdapat pita di bagian pinggangnya. Rambutnya di biarkannya tergerai, ia menggunakan sepatu hak bertali berwarna senada dengan pakaiannya. Okay, persiapan selesai! Ino kemudian mengambil tas tangannya dan memasukkan handphone nya dan melangkah keluar.

.

.

.

Gaara tengah bersandar di pinggiran mobilnya. Ia tengah menunggu Ino. Dan begitu melihat Ino keluar dari rumah, Gaara berdiri tegak hendak mengatakan sepatah dua kata. Namun niatnya ia urungkan saat melihat Ino berjalan masuk ke dalam mobil bahkan tanpa melihat kearahnya. Seperti nya Gaara harus sedikit bersabar.

Tanpa banyak membuang waktu lagi. Gaara kemudian masuk dan menjalankan mobilnya. Melesat di jalanan Kota Konoha yang indah.

.

.

Ino tengah memperhatikan jalanan kota Konoha. Ia sedang dalam keadaan mood yang buruk. Ino ingin berbicara, ia tidak tahan jika tidak ada yang tidak ia katakan. Namun seseorang yang bersamanya lah yang membuat Ino terpaksa diam.

Bukan karena ia membenci pemuda yang tengah duduk disampingnya yang tengah fokus mengendarai mobilnya. Tapi entah kenapa saat di dekat pemuda itu. Ino merasa seolah-seolah mengenalnya, ada sesuatu yang salah. Seperti ada yang hilang, tapi Ino tidak tahu apa itu. Maka dari itu, Ino menjauh dari Gaara. Ino hanya takut kalau sesuatu itu adalah hal yang buruk.

Dan perjalanan mereka ke Taman Konoha yang ada di pusat kota hanya di liputi oleh keheningan.

.

.

Ino tengah berjalan berdampingan dengan Gaara. Ia tengah mencari sahabat-sahabatnya. Taman yang baru di buka itu tampak sangat ramai di kunjungi banyak orang. Ino tampak menoleh kesana kemari, mencari sahabat-sahabatnya sekalian melihat-lihat stan yang ada di Taman tersebut.

Ino menghentikan tatapan saat orang-orang yang ia cari ada di depannya tidak terlalu jauh dari tempat ia berdiri. Sakura tampak melambaikan tangan kepadanya. Dan Ino membalasnya dengan ceria. Tidak ingin merusak kesenangan sahabat-sahabatnya. Ino pun menghampiri mereka semua.

.

.

.

.

.

.

Ino sangat kesal, ia sudah tahu kalau nanti nya akan ditinggal. Sahabat-sahabatnya itu jika sudah dengan kekasih mereka pasti melupakannya. Atau memang mereka sengaja meninggalkannya dengan Gaara berdua. Oh Kami-sama!

Flashback!

Sakura, Hinata, dan Tenten ikut menghampiri Ino. Terlihat mereka sedikit berbincang-bincang, meminta maaf karena mereka harus segera pulang tadi pagi.

"Ino maafkan kami ya" Ucap Sakura.

"Tidak apa teman-teman" Balas Ino.

"Benarkah Ino! Terima kasih, kau memang baik" Ucap Sakura lagi.

"ehmm, Ino-chan. Ngomong-ngomong aku perhatikan dari tadi seperti nya pakaian kalian sama" Ucap Hinata yang membuat perhatian mereka bertiga berfokus pada apa yang ia kenakan.

"Apa kalian janjian memakai baju yang sama Ino?" Tanya Tenten.

"Kalian tampak cocok kok" Sambung Sakura.

Ucapan ketiga sahabatnya membuat ia bingung. Pakaian nya sama? Dengan siapa? Itu lah yang dipikirkan Ino. Namun suara cempreng Naruto menjawab pertanyaan Ino.

"Gaara! Kau memakai baju yang sama dengan Ino. Kalian janjian ya. Kalian tampak cocok" Ucap Naruto yang membuat Ino melihat ke arah Gaara.

Dan benar saja, saat ini Gaara tengah memakai kemeja bermotif kotak-kotak berwarna merah dengan celana jeans dan sepatu kets. Membuat Ino yang melihatnya sedikit merona. Gaara terlihat tampan. (kyaaaa! #plak)

Ino mengalihkan pandangannya dari Gaara ke sahabatnya. Pikirannya entah kemana, bagaimana mungkin ia sampai tidak menyadari kalau Gaara memakai baju yang sama dengannya. Ini malah membuat Ino tampak tidak tenang.

Untuk menghilangkan ketidak nyamanan Ino yang Hinata ketahui dengan sengaja. Hinata pun lalu meminta untuk sebaiknya mereka mulai bersenang-senang. Dan sedikit kemudian Ino merasa lebih baik.

Namun bagai sudah di lukiskan takdir. Sakura yang sudah sejak pertama kali merencanakan semua ini yang tentu saja tidak di ketahui Ino mulai menjalankan perannya. Ia mencari alasan dan pergi berdua bersama Sasuke. Tidak lama setelah itu giliran Tenten. Dan karena Ino tidak ingin mengganggu Hinata. Ia menyuruh mereka pergi jika ingin berduaan. Tentu saja dengan lembut. Namun di dalam hati Ino sudah kesal setengah mati.

Flashback off!

Dan begitulah ceritanya kenapa Ino saat ini tengah duduk di bangku taman sambil menahan kesal. Lalu Gaara yang sempat pergi sebentar yang katanya untuk membeli minum pun datang. Menyodorkan sekaleng minuman jus jeruk kepada Ino yang di terima dengan sedikit tidak elit nya. Ohh sabar Gaara semua pasti indah pada akhirnya.

Ino membuka minumannya dan mulai meminumnya. Gaara duduk disamping Ino, ia bingung harus melakukan apa agar Gadis disebelahnya ini tidak seperti ini. Gaara jadi pusing sendiri. Mungkin mengajak nya sedikit mencoba permainan yang ada di situ boleh juga.

"Ehm Ino" Panggil Gaara dan Ino menoleh kearah pemuda tersebut. "Apa kau ingin mencoba bermain?" Lanjutnya lagi.

Gaara sudah mempersiapkan segala balasan terburuk dari Ino yang akan diterima nya. Ino tampak berfikir. Dan kemudian sesuatu yang mengejutkan.

"Terima kasih Gaara" Balas Ino sambil tersenyum tipis namun tulus. Ino pun bangkit dari duduk nya. Membuang minuman nya ke tempat sampah.

"Seperti nya itu tidak buruk juga. Dari pada aku datang kemari tanpa melakukan apapun. Ayo Gaara temani aku." Ucap Ino yang tiba-tiba bersemangat dan menarik Gaara pergi ke salah satu stan permainan.

.

.

.

Matahari sudah tampak mulai bergulir ke arah barat. Langit tampak sedikit berwarna orange. Menandakan hari sudah mulai sore. Ino dan Gaara tengah duduk di salah satu bangku taman. Di taman tersebut sudah mulai terlihat tidak begitu ramai, menandakan orang-orang mulai memilih kembali pulang kerumah. Namun juga masih ada yang betah di taman. Termasuk mereka berdua.

Ino tengah duduk sambil memegang sebuah boneka Panda yang besar. Itu di dapatnya dari salah satu permainan, sebenarnya Gaara lah yang sebenarnya memenangkannya. Lalu boneka itu di berikan untuk Ino.

Flashback!

Ino dan Gaara tengah menyusuri sekitar taman. Ino tampak bersemangat memperhatikan setiap stan yang berjejer di taman tersebut. Gaara yang ada disamping Ino hanya melihat tingkah lakunya itu. Ia bersyukur karena ide nya untuk mengajaknya mencoba bermain tidak sia-sia.

"Ahh lihat Gaara! Disana ada yang menjual es krim. Kita kesana ya, aku ingin membelinya." Ucap Ino yang membuat Gaara menoleh dan melihat kearah salah satu stan. Tanpa tedeng aling-aling Ino langsung menyeret Gaara tanpa meminta persetujuan dari yang bersangkutan.

"Selamat Datang!" Ucap seorang pria yang ada di stan tersebut. "Karena ini adalah pertama kali buka, kami ada potongan harga. Apalagi untuk sepasang kekasih." Sambungnya.

"Ahh benarkah." Balas Ino senang. "Gaara apa kau ingin satu?" Tanya Ino pada Gaara yang berdiri di sampingnya.

"Maaf Ino, tapi aku tidak suka makan manis. Jadi kau saja yang pesan" Jawab Gaara.

"Tapi ini tidak terlalu manis Gaara. Kau harus mencobanya." Tutur Ino. "Ojii-san, tolong es krim rasa chocolate vanilla dan satu lagi rasa peanut" Ucap Ino pada penjaga stan.

"Ini pesananya." Ucap pria tersebut setelah beberapa saat sambil menyerahkan dua buah es krim pada Ino. "Semuanya jadi 20 yen" Sambungnya. Lalu setelah membayarnya mereka pun kembali berjalan.

Ino tengah menikmati es krim nya. Yang satu lagi sudah ia berikan pada Gaara. Namun seperti nya Gaara masih berfikir untuk memakannya.(vampire bisa makan y*entahlah#anggap saja bisa)

Ino yang melihat Gaara hanya heran. Pemuda tersebut masih saja melihat es krim yang ada di tangannya. "Gaara, kalau tidak cepat di makan nanti bisa mencair" Ucap Ino.

"Aku tidak suka makanan manis Ino" Balas Gaara. "Kalau belum di coba tidak akan tahu Gaara" Ucap nya lagi. Benar kata Ino, kalau belum dicoba tidak akan tahu. Lalu Gaara menjilatnya sedikit. Sejenak ia terdiam.

"Bagaimana? Enakkan Gaara" Tanya Ino yang melihat Gaara terdiam setelah menjilat sekali es krim nya. "Tidak buruk, rasanya enak" Balas Gaara.

"Ahaha, tentu saja" Ucap Ino senang. "Ahh, sudah habis" Ucap Gaara yang membuat Ino terbengong. "Aku ingin lagi, bagaimana dengan punya mu Ino" Ucap Gaara yang menjilat es krim Ino. Wajah Ino tampak merona, Gaara sangat dekat.

"Punya mu rasanya enak Ino. Boleh kah untuk ku?" Tanya Gaara. "Eh Ah! Tidak boleh." Balas Ino yang cepat-cepat memakan es krim nya.

Mereka tidak mengetahui, kalau sejak tadi mereka tengah di perhatikan oleh dua kelompok yang berbeda tempat persembunyian.

"Benarkan kata ku, mereka memang cocok." Ucap seorang gadis diantara mereka.

"Bukan kau saja, Aku juga berpendapat seperti itu." Balas seoeang gadis yang lain.

"Sudah diam, nanti kira malah akan ketahuan" Timpal seoeang pemuda.

Ditempat yang lain.

"Cih! Bagaimana ini. Gadis itu tengah bersama bocah vampire itu." Ucap salah seorang diantara mereka.

"Diam bodoh! Kita akan membuat rencana terlebih dahulu. Jangan gegabah!" Balas yang lain.

.

.

Ino dan Gaara masih asyik menyusuri berbagai stan. Dan Ino masih tampak bersemanagat. Mata aquamarine nya tampak memperhatikan, dan berhenti disalah satu stan permainan. Senyum langsung merekah di bibirnya.

"Gaara-kun! Ayo kita kesana" Ucap Ino yang menarik lengan Gaara dan enrah sejak kapan ia sudah memanggil Gaara dengan suffix –kun.

"Selamat datang" Ujar seoeang wanita. "Silahkan, 50 yen untuk sekali menembak" Sambung wanita itu.

"Baiklah, Ino kau ingin sesuatu?" Tanya Gaara yang sudah memegang senapan permainan. "Ehm, terserah mu saja Gaara-kun" Jawab Ino.

"Maaf Obaa-san, apa yang harus ku kenai?" Tanya Gaara pada wanita tersebut. "Jika kau berhasil mengenai papan warna yang berjejer di tingkat teratas. Kau bisa memilih hadiah apa yang kau inginkan." Balas wanita itu.

"Gaara apa kau bisa? Lihat lah papan warna itu sangat kecil" Tanya Ino ragu saat melihat target yang harus dikenai Gaara. "Tenang saja" Ucap Gaara enteng.

Gaara tampak memfokuskan targetnya. Doorr! Traak! Gaara berhasil mengenai targetnya dengan sangat mudah. Ino terdiam melihat kemampuan Gaara.

"Selamat anak muda, kau hebat. Jadi hadiah apa yang kau pilih?" Tanya wanita itu pada Gaara. "Aku ingin boneka panda itu Obaa-san" Jawab Gaara. Lalu wanita itu mengambilkan apa yang diminta Gaara dan memberikannya.

"Ino ini untuk mu" Ucap Gaara sambil menyerahkan boneka panda besar kepada Ino. "Untuk ku Gaara-kun?" Tanya Ino lagi bagai orang idiot. Gaara hanya mengangguk dan Ino mengambil boneka itu dari Gaara.

"Kau hebat sekali Gaara-kun" Puji Ino pada Gaara. "Itu hal biasa Ino, kau tidak perlu memuji ku seperti itu" Balas Gaara.

"Tapi benar loh Gaara. Apa nanti kau bisa mengajari ku Gaara-kun?" Tanya Ino. "Aku tidak bisa janji Ino. Kau harus ijin dulu dengan deidara" Jawab Gaara. "Aku akaan meminta pada Dei-nii agar aku di ajarkan oleh mu." Ucap Ino. Lalu mereka kembali melanjutkan jalan-jalan.

Flashback off!

Dan begitulah ceritanya kenapa Ino saat ini tengah duduk d bangku taman sambil memeluk sebuah boneka Panda yang besar. Tampaknya hari ini sangat membuat Ino bahagia. Lihat saja sekarang, ia bahkan tidak sadar kalau dari tadi ia tersenyum sendiri dan tidak tahu kalau sejak tadi juga Gaara memperhatikannya.

"Terima kasih" Ucap Ino. "Terima kasih untuk seharian ini Gaara-kun" Lanjutnya sambil melihat kearah Gaara dan tersenyum. Gaara hanya bisa diam melihat pemandangan indah dihadapannya. Sudah sejak lama, lama sekali ia merindukan senyuman itu.

Matahari semakin bergerak ke ufuk barat. Sebentar lagi malam akan menyambut tanah konoha. Keduanya masih bertahan dalam posisi saling berhadapan. Entah siapa yang memulai, keduanya saling mendekatkan diri. Tidak peduli dengan keadaan disekitar. Mereka semakin mendekat, wajah Ino memerah. Gaara semakin mendekatkan wajahnya dengan Ino. Keduanya dapat merasakan hembusan nafas masing-masing. 5 centi... 3 centi... 2 centi...

Buuukk!

Keduanya sontak menjauhkan diri masing-masing. Wajah Ino tampak merah padam, sedangkan Gaara mencoba untuk memasang wajah datarnya. Mereka berdua menoleh keasal suara yang seperti 'karung jatuh'.

Dan benar saja, tidak jauh dari mereka tampak beberapa tumpukan(?) manusia. Mereka semua adalah sahabat mereka berdua. Sedang berusaha membetulkan posisi mereka. Tampak mereka semua sedang asik sendiri. Tidak sadar kalau mereka sudah ketahuan.

Ino merutuki kebodohannya dalam hati. Mengapa ia sama sekali tidak ingat kalau ia datang kemari tidak berdua saja dengan Gaara. Menyadari kata 'berdua saja' membuatnya merona lagi. Tetapi ia datang kemari bersama ketiga sahabatnya. Ugh! Bodohnya kau Ino.

Ino berusaha menetralkan wajahnya. Membuat tatapan tanpa ekspresi melihat kearah beberapa orang yang tengah berdebat dengan berbisik. Tidak menyadari jika mereka lah yang saat ini di perhatikan.

"Ehm. Seperti nya kita sudah ketahuan" Ucap Hinata yang memutuskan perdebatan mereka yang tidak bermutu(?). Mereka semua sontak diam. Lalu perlahan melihat kearah tempat target mereka tadi.

Mereka semua merinding saat melihat kedua orang yang sejak tadi mereka ikuti tengah menatap mereka dengan tatapan tanpa ekspresi. Dalam hati mereka, Sakura, Hinata dan Tenten tatapan Ino yang seperti itu adalah bencana.

.

.

.

Langit malam yang dihiasi taburan bintang tampak menghiasi tanah konoha. Dua orang yang berbeda gender tengah duduk didalam sebuah mobil yang tengah melaju menyusuri jalanan konoha city. Tampak seorang wanita yang ada didalamnya tengah kesal, melihat dari ekspresi yang ia perlihatkan. Sedangkan pria yang tengah mengemudi di sebelahnya sesekali memperhatikan wanita disebelahnya.

Sesekali wanita itu akan menggerutu, mengumpat kecil, dan hal-hal lainnya yang dapat meringankan kekesalannya.

.

.

.

Bersambung!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Huuee.. :'(

Gk pandai buat uang yen..

Tahu nya itu 1 yen = 1000 rupiah

Jadi 25 yen = 25000 rupiah, tapi kayaknya itu harganya terlalu murah.

Maaf kalau salah ..

Yosh! Tolong riview, kritikan, komentar, dan masukan diterima.

Untuk membuat Sebuah cerita yang bagus..

Dan kalau masih ada ketikan kata yang salah tolong dimaafkan..

Iklan!

"temukan himeka di fb, instagram, dan line..

Fb: Himeka Heartfilia

Ig: Himeka heartfilia (silvi pratiwi)

Line: