Chapter 6
The King of Yokai
Naruto ©Masashi Kishimoto
Highschool DxD ©Ichiei Ishibumi
Author : yusufnur321
Summary : Perang DEWA kembali setelah Ribuan Tahun lalu MEREDAM...Dan sekarang Berkobar lebih BESAR dengan Membawa DENDAM...membuat Tiga Fraksi Akherat dan Beberapa DEWA Mitologi sekarang ikut ADIL...
Warning : Godlike, Strong, Typo, OOC,..Dll
•
•
A/N : Chapter ini menceritakan sebagian Perang Dewa...dan chapter ini juga akan...
Langsung saja...kalau penasaran... Ini dia Chapter 6!
•
•
•
Angin Malam berhembus pelan di sekitar kedua Sosok berbeda Rambut itu. Menerbangkan dedaunan kering berukuran kecil di sekitarnya. Hening, mencekam.. tidak ada suara Hewan-Hewan Nokturnal yang bisanya berkeliaran di Hutan pinggir Kyoto itu. Bulan bersinar saat Awan sudah tidak menghalanginya. Memperlihatkan kedua sosok berbeda Rambut itu.
Salah satu sosok itu berambut Hitam jabrik sedikit Merah di kedua sisi nya. Memakai Armor Perang Merah yang di terpa Sinar Bulan. Iris Hitam memandang tenang ke sosok di depannya yang berambut Panjang Hitam yang membalas tatapannya dengan ekspresi tenang sedikit percikan kesal terlihat di wajahnya dengan iris Kuning vertikal itu. "Sudah ku duga, kau pasti tidak akan Mati hanya karena tusuk gigi itu. Orochi~..!" Pimpinan Youkai itu, atau bisa di kenal Naruto bersuara menonton.
Mendengar perkataan itu sosok berambut Panjang itu tiba-tiba menyeringai. "Sebenci itu kah terhadap Dewa Olympus itu. Sampai Senjata yang dapat mengalahkan Dewa-Dewa Olympus kau sebut 'Tusukan Gigi!', menggelikan." Iris Hitam Naruto sedikit menyipit mendengar balasan Orochimaru sang Yamata no Orochi. Walau sudah kebal perkataan seperti itu, apa lagi yang mengatakan sang Yamata no Orochi yang satu-satu nya Dewa Youkai tidak sudi menghormatinya secara terang-terangan di muka Umum. Beruntung dirinya mempunyai hati yaaa...baik. Terhadap sesama Youkai, jadi tidak membunuhnya. Tapi kalau melakukan di luar dugaan jangan harap dia bisa berdiri di hadapannya saat ini.
"Hn. Ku harap kau tidak memancing kemarahan ku, Orochi!" Naruto menatap Orochimaru dengan wajah dingin, berucap memperingati. "Khukhukhukhu..kau berbeda sekali dengan yang dulu...Naruto. Apa kematian Istri mu yang membuat seperti ini." Orochimaru sepertinya tidak mempedulikan kalau sosok di hadapannya sosok yang memimpin Parade Malam Seribu Youkai. Untuk menaklukan, menyatukan seluruh Ras Youkai pada saat masih saling Bermusuhan waktu itu.
Naruto sebenarnya sedikit kaget Orochimaru mengetahui Kematian Istrinya. Padahal yang mengetahui hal itu hanya dirinya dan Ke Sembilan Dewa Youkai lainnya, sekaligus pengawal Istrinya yang mengetahui Pertama hal itu. Menghiraukan itu dirinya berkata. "Ikut aku" Seraya berbalik. Tapi baru beberapa langkah Naruto melirik ke arah Orochimaru yang di belakangnya. Dengan Mata Saktinya yang menyala terang. Membuat siapa pun yang berkemampuan rendah akan bergetar ketakutan. Dan rupanya sang Yamata juga merasakan nya. Terbukti badannya terlihat sedikit tersentak, melihat Mata yang menyala Merah penuh DENDAM itu. "Kalau tidak, aku jamin tubuhmu aku bakar Hidup-Hidup." Tambah Naruto dengan Nada dingin. Tersadar dari lamunan Orochimaru menuruti perintah Naruto dan mendekatinya. Perlahan dirinya terhisap oleh Pusaran Angin lembut diiringi Naruto.
.
.
.
.
.
Terdengar suara ombak Air Laut yang menghantam beberapa Batu yang menjulang tinggi di tengah Laut di Samudra Atlantik. Sesekali hembusan Angin kencang yang membawa Air Laut membentuk ombak kecil. Perlahan di atas salah satu Batu itu, tercipta Pusaran Angin lembut. Lebih tepatnya lubang Vortex. Yang mengeluarkan Sosok Juubi no Ookami atau Naruto dan tidak lama Orochimaru.
Setelah menapak kan Kaki nya di atas Batu yang menjulang tinggi. Naruto memandang ke depan, sejauh Mata memandang hanya Lautan Luas di lihat Mata beriris Sharingan nya. Sesekali percikan Air yang silau terkena Cahaya Bulan ia lihat. Orochimaru hanya diam di samping Kanan Naruto, memandang kedepan.
Manusia tidak tahu kalau Laut Samudra Atlantik ini adalah Medan Perang terdasyat yang pernah dan terjadi di Bumi. Dan tempat Kuburan para Prajurit, Mahluk yang berpartisipasi dalam Perang itu.
"Cari dengan Ular-Ular mu, Patung Dewa-Dewa Keparat yang terdapat di dalam Lautan ini." Naruto bersuara. Dengan Mata Sharingannya memandang ke arah Bawah tepatnya ombak-ombak Air Laut yang menghantam Batu di pijakinya dan Orochimaru. "Mah...sudah kuduga kau menyuruhku melakukan hal itu!" Balas Orochimaru melirik Naruto. Tapi tetap melakukan apa yang di perintah Naruto. Mengadahkan kedua Tangannya ke Depan yang berkulit Pucat. Tiba-tiba keluar Ratusan Ular ber-sisik Putih. Yang keluar dari balik Lengan Bajunya yang Panjang. Ular-Ular itu jatuh kedalam Laut dan berenang menyebar seperti apa yang di perintahkan oleh Tuannya.
Naruto hanya diam memandang ke Lautan di depannya. Sesekali Surai Hitamnya bergerak liar mengikuti terpaan Angin. Dirinya teringat Istri tercinta Mati dengan cara membuat ia ingin menyiksa pelaku sepuasnya dan itu lah kenapa terjadinya Perang Ribuan Tahun lalu...
.
.
.
.
Tap! Tap! Tap! Tap!
Lari cepat seorang Prajurit terdengar tergesah gesah di kordiror Istana Dewa Youkai bergelar Juubi no Ookami. Bahkan para Prajurit penjaga yang berpapasan dengannya di buat heran melihat dirinya berlari tergesa-gesa dengan keringat dingin bercucuran jangan lupa Wajah yang Pucat ketakutan, dirinya sudah tau apa yang akan terjadi saat setelah melaporkan yang di saksikannya tadi dalam Hutan.
Mempercepat lari nya. Saat Mata nya melihat Pintu Ruangan Tuannya. Dirinya harus menahan mengumpat dengan keras. Karena Istana ini bisa di bilang Luas. Dan itu membuat dirinya harus berlari lama.
Brakk...
Membuka Pintu berukuran besar di hiasi Ukiran yang di pahat dengan sempurna dengan sedikit keras dan dalam Hatinya berdoa semoga tidak di Hukum karena tidak sopan sedikit mendobrak Pintu Ruangan Pemimpin Youkai Naruto-sama.
Menghiraukan bagusnya Ruangan Tuan nya yang ber domain berwarna Coklat ke Emasan dengan Ukiran-Ukiran tingkat tinggi. Dirinya berlari ke depan lalu berlutut hormat dengan nafas terburu-buru. Menelan ludah. Mempersiapkan laporannya ke pada Tuan nya di depannya yang Heran. "Ada apa? Membuat kau harus mendobrak Pintu Ruangan ku, Prajurit!" Badannya menegang mendengar kata terdengar dingin itu.
"Naruto-sama! Yasaka-hime Y-yasaka-hime!"
Alis Naruto mengkerut mendengar Nama Istri sah nya Tiga Hari lalu. "Apa yang terjadi dan..." Mata Naruto menyipit menatap Prajurit di depannya yang berlutut hormat ke padanya. "Dimana Istri ku!" Lanjut Naruto tajam.
Menelan ludah dengan susah payah. Mendengar pertanyaan bernada tajam itu. Belum di beri tahu saja sudah seperti ini apa lagi sudah di beritahu...yang di pikiran Prajurit itu.
"Y-y-yasaka-hime di B-bunuh!" Prajurit itu berkata memberitahukan yang saksikannya tadi di Hutan dan detik berikutnya setelah berucap...
Deg!
Chakra berkapasitar tak terbatas itu menyebar memenuhi Ruangan dan seluruh Istana. Jatuh tertunduk memegang erat bagian tempat Jantung nya berada. Dengan Mata membulat ketakutan. Bukan hanya itu seluruh penghuni dan sekitar Istana itu merasakan Chakra tak terbatas itu. "Jangan bercanda denganku!" Nada lebih tajam dari yang tadi, Naruto berucap tidak percaya perkataan Prajurit di depannya ini. Tapi entah kenapa Hati nya di serang kecemasan yang luar biasa.
Tapi Mata beriris Hitam itu membulat saat Prajurit di depanya berkata lagi yang membuat dirinya tanpa sadar mengeluarkan Killing Intenst. Dengan tergesah gesah Naruto pergi, menghilang hanya blur Hitam yang di Mata Prajurit itu. Melihat Tuannya pergi ke tempat itu, dirinya berdiri dan menuju tempat tujuan Tuan nya.
.
.
.
.
Iris Hitamnya bergetar. Melihat sosok di depannya yang terbujur kaku tanpa pakaian melekat di Badannya. Dirinya tidak percaya perkataan Prajurit tadi benar. Terbukti Istri tercinta nya terbujur kaku tanpa Nyawa dan pakaian yang melekat di Badan berisinya. Melangkah mendekat Jasad Istrinya. Dengan perasaan bercampur aduk. Sedih Istri tercintanya sudah meninggalkannya di Dunia ini, Marah. Kepada pelaku yang melakukan hal ini, Menyesal. Tidak menjaga Istri tercintanya.
Perasaan itu menyatu menjadi satu KEBENCIAN yang tertanam di Hati sang Youkai terkuat di antara Youkai lainnya. DENDAM yang menginginkan sang pelaku membuatnya MATI bahkan menginginkan lebih...
Tangan nya bergetar hebat saat ter-ulur ke Tubuh Istrinya yang tergeletak di depannya. Air Mata kesedihan, bening mengalir deras di pipi sang Juubi no Ookami.
Tepat saat Naruto mendekap Tubuh Istrinya yang sudah tak berNyawa. Terjadi hempasan Angin ke segala arah membentuk lingkaran, semakin luas yang terlihat dari atas Hutan itu. Dengan Naruto yang sedang mendekap Istri nya sebagai titiknya.
"Akan ku BUNUH kalian ...!"
.
.
Bummm!
Detik berikutnya Pohon-Pohon di sekitar Naruto yang berukuran Besar itu terpental. Akibat Chakra yang berwarna Hitam pekat yang menyebar ke pelosok Hutan. Terlihat Chakra Sang Juubi no Ookami alias Naruto menjulang tinggi menembus Awan yang menciptakan Lubang dan tidak lama terlihat kilatan-kilatan Petir menyambar kemana-mana dari Lubang itu. Chakra Hitam pekat itu masih menyeruak keluar dengan intesitas Gila dari Tubuh Naruto yang menutupi setiap Inci Badannya. Bahkan Tanah di sekitar Naruto yang tadi di Tumbuhi Pohon-Pohon sekarang mencekung sangat dalam, kecuali Tanah pijakannya yang tidak terimbas.
Tidak jauh dari tempat Naruto berada, sang Prajurit yang berniat menyusul Tuan nya. Terlihat terkapar Pingsan dengan Kedua Tangan mencengkram Dada nya.
.
.
.
.
Tidak lama ke Sembilan Youkai terkuat setelah Naruto, datang tidak jauh dari Naruto yang masih mendekap Tubuh Istrinya yang tak berNyawa, dengan Perasaan KeBENCIAN di Hatinya yang membara berkobar-kobar. Terlihat Air Mata yang tadi bening sekarang berwarna Merah Darah mengalir dari kedua Mata terkutuk dari Klan Youkai Otsutsuki yang bernama Sharingan itu.
Aura membunuh yang sangat kental di rasakan oleh ke Sembilan Dewa Youkai itu. Saat tiba di tempat Naruto pimpinan mereka. Apa lagi di balik itu semua terdapat kegelapan yang sangat Pekat melebihi Tiga Dewa Yami (Kegelapan) Youkai Satori, Mouryo, Reibi. Bahkan mereka harus mengeluarkan Chakra berkapasitas besar nya untuk mengurangi radiasi Chakra Naruto.
Perlahan Killing Intens Naruto mereda. Membuat ke adaan sekitar kembali ke semula walau dampaknya Rusak. Dan terlihat penghuni Konoha yang berkemampuan rendah terkapar semua dengan mencengkram Dada mereka masing-masing dan Raut ketakutan.
"Apa yang kau lakukan hah!" Sembur Youkai yang bergelar Sanbi bernama asli Yagura yang membawa Tongkat dengan Bola Kristal di atasnya Tongkatnya. Dirinya tidak habis pikir kepada sosok yang sudah di anggap Kaka nya itu, apa dia ingin membunuh para Youkai berkemampuan rendah dengan Killing Intens mematikan itu.
Tapi tidak lama Iris berdomain Hijau itu membulat saat Naruto meregangkan dekapannya yang memperlihatkan Wajah yang ia kenal bernama Yasaka Istri Nii-san nya Tiga Hari lalu Menikah. Terlihat tak bernyawa. Hal nya pun sama dengan Delapan Dewa Youkai lainnya, dengan Mata membulat kaget menatap Wajah yang mereka kenal. Terutama sang Kyuubi no Yoko, tiba-tiba emosi membeludak merambat ke seluruh saraf Tubuh nya.
Dengan cepat melangkah ke arah Naruto dan Yasaka adik kesayangannya. "Apa yang suda-"
"Kumpulkan Pasukan kalian, kita menyerang Dewa Olympus!" Perkataan Kyuubi no Yoko bernama asli Menma itu terpotong, perkataan bernada Berat dari Naruto yang sudah menggendong Tubuh kaku Istrinya dengan kedua Tangan di depan. Iris Merah vertikal Menma bergetar melihat jelas Wajah Adik kesayangannya yang pucat sedikit membiru. Dan ia tahu saat ini ke adaan Adiknya.
.
.
.
Sudah tak bernyawa.
"Siapa yang melakukannya!" Menma menanyakan dengan penuh Emosi membeludak, siapa pelaku yang berani melakukan seperti itu kepada Adik nya sekaligus Istri Naruto sang Juubi no Ookami yang di takuti siapa pun yang mendengarnya. Tanpa peringatan Chakra penuh hal kebencian itu keluar tapi tidak sebesar Naruto keluarkan tadi. Dari Tubuh Menma yang saat ini di selubungi Chakra berwarna Merah Orange.
"Kau...!" Geraman rendah mematikan itu keluar dari Mulut Kyuubi no Yoko itu. Tidak mempedulikan kalau di hadapan nya Pimpinan Golongan Seluruh Youkai. Cih...! Apa yang pemimpin Youkai, kalau menjaga Istrinya saja tidak bisa. Itu yang di pikiran Menma saat ini. Susana semakin memanas saat Chakra Hitam pekat dari Naruto mencoba menyingkirkan Chakra Merah Orange Menma yang di sekitarnya.
Mata terkutuk Klan Otsutsuki itu beradu pandang dengan tajam Mata iris Merah vertikala Menma. Delapan Dewa Youkai yang melihat itu mengerti apa yang akan terjadi ke depannya kalau tidak di cegah segera. Dengan pemikiran sama Delapan Dewa Youkai itu menghilang dan muncul, mengunci pergerakan Menma dan Naruto. Masing-masing Empat jegalan.
Roshi yang saat ini menjegal pergerakan Menma dengan Tiga Dewa Lainnya. Agar tidak memulai pertarungan yang tidak di inginkan itu. "Beritahu kami siapa yang membunuh Istri mu. Naruto!" Seluruh pasang Mata memandang Intens Naruto yang memasang Wajah gelap nya.
"Olympus. Yang melakukan ini salah satu Dewa Olympus." Naruto masih dengan Nada beratnya. Dan itu membuat raut Ke Kesembilan Youkai di sekitar mengeras. Kecuali Menma...kebencian yang menyeruak lebih pekat dari yang tadi. Tapi masih tetap kalah oleh Chakra Hitam pekat yang Naruto keluarkan. "Lakukan apa yang aku perintah tadi. Dan aku buktikan jangan main-main dengan Pemimpin Youkai." Tepat setelah mengatakan itu, Naruto menghilang hanya blur Hitam mereka lihat. Tentu setelah Empat Dewa Youkai yang menjegalnya melepaskannya.
Hening
"Lepaskan." Han melirik Menma yang menundukan Kepalanya dan perlahan ke Empat Dewa Youkai itu melepaskan kengkangannya.
.
.
.
Terlihat dari Bawah. Gumpalan Awan tebal yang membawa Ribuan Pasukan Perang Olympus yang di Pimpin oleh Dewa Athena dan di sampingnya Zeus sendiri yang bergerak menuju, tidak lain...Konoha.
Seluruh Prajurit dari berbagai Dewa Olympus itu di satukan berkumpul menjadi beberapa baris. Lengkap jirah Perang mereka yang melekat di Badan berwarna Perak. Tidak lupa terlihat berbagai macam Senjata yang di genggam di setiap barisnya. Pedang di barisan Pertama, Kampak barisan Ke Dua, Tombak barisan Ke Tiga, Busur barisan terakhir. Jangan lupakan setiap Prajurit di Barisan ke Tiga, Dua dan Satu, mengengam Perisai Baja berukiran sederhana.
.
.
.
Konoha
Ribuan Pasukan Youkai berkemampuan di atas rata-rata dari berbagai Dewa Youkai itu. Berkumpul menjadi Dua barisan. Lengkap dengan persenjataan mereka gunakan. Dengan Jirah Perang Hitam. Bahkan Tiga Dewa Yami Youkai yang mengetahui permasalahan itu mengirim Satu Ribu Pasukan Masing-Masing ke Konoha untuk berpartisipasi ber-Perang yang sebentar lagi akan terjadi. Tidak lama seluruh Pasukan itu bergerak menuju Gunung Olympus dengan semangat membara di iringi bekal dendam di Hati mereka. Setelah Sang Juubi berkutbah memberitahu di depan Ribuan Pasukan Youkai, tentang masalah yang membunuh Istrinya adalah salah Satu Dewa Olympus. Kecuali tidak memberitahu tentang pemerkosaan itu.
•
•
Berdiri tegap di depan dengan Kesembilan Dewa Youkai lainya di belakangnya Lima langkah. Terlihat juga Ribuan Pasukan ber-Armor perang Hitam di belakang Mereka. Kebencian melebihi Sang Kyuubi no Yoko, Kegelapan melebihi Tiga Dewa Yami itu menyatu dan menyeruak keluar dari Tubuh Naruto sang Pimpinan Youkai tertinggi. Saat melihat Ribuan Pasukan Perang Olympus di hadapannya. Yang di pimpin oleh beberapa Dewa-Dewa Olympus.
"Juubi no Ookami suruh Yamata no Orochi kembalikan Senjata Zeus-sama dan setelah itu dengan hormat Aku Athena akan menarik seluruh Pasukan ku kembali!" Terdengar Suara lantang tak Gentar dari seorang Perempuan masuk pendengaran Naruto yang saat ini sudah di selubungi Pendar Chakra Hitam Pekat. Terlihat juga Tanah-Tanah berukuran kecil mengangkat ke atas di sekitar Naruto yang menatap Tajam Athena dan Zeus dengan Sharingan nya.
"Cih! Jangan harap sang Juubi no Ookami menuruti perintah Perempuan lemah seperti mu!" Naruto membalas dengan lantang, kalap. Terlihat jelas Chakra berkapasitas takterbatas itu meningkat seper-detik nya. Mengingat dirinya mengetahui kalau Senjata ber eleman Petir itu di tangan Orochimaru dan mengingat Istri tercintanya Terbunuh setelah di Perkosa...jangan harap melepaskan begitu saja.
Terlihat Mata Athena yang di balik Helm berwarna Emas itu menyipit. Saat Chakra bercampur kebencian sang Youkai bergelar Juubi no Ookami itu semakin meningkat membuat Tanah di sekitar nya retak melebar.
Dengan Kebencian membeludak yang lebih besar dari Menma di belakangnya Naruto, mendelekrasikan PERANG DEWA di mulai...
"Habisi mereka tanpa Sisa!"
Dengan keras suara tiupan Sangsakala Perang itu di kumandangkan di kedua belah pihak yang menandakan Perang Dewa di Mulai.
Teriakan Perajurit Youkai menggelegar mengetarkan udara. Menghiraukan teriknya Matahari yang menyinari Lembah Kematian. Para Dewa Youkai dan Perajurit Youkai yang berbakat...menciptakan YoukaiDama, kecuali Naruto.
"Youkai Dama!" "Juubi Dama!" "Bijuu Dama!"
Shuutt...Shuutt...Shuuut..
Boommm..Booomm..!
Suara ledakan menggelegar yang dapat menulikan Telinga itu menghantam tepat di Para Prajurit Olympus yang rata-rata membawa Pedang dan Perisai Baja itu.
Asap membumbung tinggi tidak menyurutkan serangan Prajurit Youkai kepada Olympus. Tiba-tiba dari balik kepulan Asap itu keluar Ribuan Anak Panah di lapisi pendar Merah yang melesat ke arah Pasukan Youkai.
Syuut..Syuuut..Syuuut...
Trang! Trang! Trang!
Seluruh Anak Panah yang menghujani Prajurit Youkai tidak mempan menembus Armor-Armor Perang berwarna Hitam itu yang terlihat di lapisi Chakra, membuat memblok Anak Panah yang menghujaninya.
Whusss...
Tidak lama Gelombang ke Dua. Ribuan Anak Panah melesat tinggi dan menghujani Pasukan Youkai lagi.
"Mina! Buat Kekkai!" Beberapa Prajurit Youkai bersuara lantang menginstruksi untuk membuat Penghalang. Karena Gelombang Kedua ini serangannya sangat kuat dari Pertama.
Dengan kompak Seluruh Prajurit Youkai berlutut dan mengarahkan Perisai Baja berwarna Merah itu ke atasnya. Seketika tercipta Kekkai berukuran besar berwarna Merah dan detik berikutnya detuman-detuman keras terdengar saat Ribuan Anak Panah itu menghujani Kekkai yang di buat Pasukan Youkai.
Iris Hitam yang melihat itu. Tidak terima, Pasukannya di serang bertubi-tubi. Dengan cepat merentangkan Tangan Kanan nya, seketika itu tercipta Chakra berwarna Hitam pekat berkumpul, memadat membentuk Bulatan Kecil seukuran bola Kasti dan di kelilingi Dua Lingkaran Putih. Angin di sekitarnya bergerak liar, mengakibatkan Rambut Hitamnya bergerak mengikutinya.
Dengan cepat dengan Wajah gelap Sang Juubi no Ookami melempar Bola penghancur Masal itu ke arah Ribuan Pasukan Olympus.
"Mati!"
BUUMM..!
Ledakan Bola Chakra Pemusnah Masal itu. Melibat habis beberapa Pasukan Olympus yang rata-rata membawa Busur dan Anak Panah.
Tanpa takut kalau di depannya terdapat Ribuan Pasukan Lawan. Sang Juubi no Ookami alias Naruto merengsek Maju dengan ke MURKAAN yang sudah di level tertinggi. Hal itu membuat Sembilan Dewa Youkai yang melihatnya sedikit berjengit Ketakutan. Melihat sang Pemimpin Parade Malam Seribu Youkai itu Murka pertama kalinya, padahal saat menaklukkan Para Youkai dulu. Naruto tidak pernah menunjukan kemurkaan luar biasa itu...
Terlihat di belakang. Para Prajurit Youkai berlari mengikuti pemimpin mereka dengan cepat menuju Pasukan Olympus yang sama terlihat merengsek Maju... Mengakibatkan Tanah bergemuruh...
.
.
.
.
"Haaa!" . "Haaat!"
Berbagai teriakan menggelegar memenuhi Udara. Saat kedua Kubu itu bertemu.
Trang! Trang! Trang! Trang!
Percikan kemarahan terlihat jelas di beberapa Pasang Mata Prajurit Youkai. Saat mengayunkan Pedang berniat menyayat Target. Juga terdengar detuman-detuman menulikan Telinga, saat Tombak, Pedang, Kampak dan Perisai ber-adu saling mendominasi siapa yang terkuat.
.
.
.
Berbekal Bilah Pedang dan Kampak dari Prajurit Youkai ia bunuh. Naruto melapisis Senjata di pegangnya dengan Chakra dan dengan penuh Kemurkaan membacok, menebas Para Prajurit Olympus yang berada di sekitarnya.
"Mati!" . "Mati!"
Itulah gumana tanpa perasaan Naruto, saat menarik paksa Nyawa Para Prajurit Olympus dengan Kampak dan Pedang nya.
.
.
.
Teriakan kesakitan dimana-mana menggelegar di Udara. Saat Nyawa mereka di cabut paksa oleh Bilang Pedang, Tombak dan Kampak.
Langit mulai mendung, Matahari yang beberapa Menit lalu bersinar terang...sekarang tidak terlihat lagi, seakan takut melihat Perang yang di Bumi itu. Kilatan Halilintar terlihat seperti menjilat-jilat di permukaan Langit yang mendung. Diiringi suara keras saat Youkai Dama dan Bijuu Dama menghantam Para Prajurit Olympus...
.
.
.
BOOM
Iris Sharingan yang Aktif melihat ke arah Timur. Saat ledakan besar mementalkan beberapa Pasukan. Hempasan Udara menerpa Wajah tampan nya..efek ledakan bersekala besar itu. Mengalihkan pandanganya ke atas Langit...
Perlahan tapi pasti. Ribuan Liter berbagai Air itu mengumpul menjadi satu di Udara. Memayungi Rata-rata Prajurit Youkai.
"Cih!" Naruto mendecih kesal melihat Pasukannya terlihat pasrah menatap ke atas. "Bodoh! Bunuh mereka sebelum Mati!" Dan terlihat raut pasrah Para Prajurit nya tersentak saat suara Berat darinya dan raut pasrah itu di gantikan dengan raut beringas Khas Youkai liar...
"Muahahahahahaha!"
Tawa kejam nan Gila itu keluar dari Mulut Naruto Otsutsuki. Entah kenapa Darah Otsutsuki nya mendidih melihat Pasukan nya yang menebas Prajurit Olympus dengan beringas. Sebelum Mati.
"Buktikan pada mereka, jangan Main-main dengan kaum Kita! Muhahahahaha!"
Seraya Naruto menebas Leher Prajurit Olympus di samping Kanan nya hingga Putus. Melompat ke arah Prajurit Olympus di depannya, tanpa ampun Naruto membacok Kepala Prajurit itu. Menyeringai kejam tercipta di Wajah Naruto yang terciprat Darah Prajurit itu.
Menghiraukan Ribuan Liter Air itu tumpah. Menghantam Pasukan nya...
BLAMMMM..
Surai Hitam nya sedikit Merah di kedua sisinya itu bergerak liar. Saat Ribuan Liter Air dari Poseidon itu tumpah menghantam rata-rata dari Pasukannya...menimbulkan hempasan Udara yang menyapu debu-debu di Medan Perang itu. Sehingga menampakan Mayat-Mayat dengan Darah berceceran. Di padukan dengan Langit mendung. Suasana dalam Medan Perang sangat mencekam. Di tambah bau anyir khas Darah sangat menyengat...menyeruak masuk hidung.
Dengan kemampuan nya Naruto melayang ke atas sekitar 6 Meter. Dari atas Mata Sharingan nya dapat melihat Para Prajurit nya. Mengadahkan kedua Tangan nya ke depan. Seketika itu Chakra Negatif Berkumpul membentuk Bulatan bersekala Besar, di kelilingi Jilatan-Jilatan Halilintar. Menyeringai...kejam. Surai Hitamnya berkibar ke belakang saat Bola pemusnah itu sedikit mengecil menimbulkan hempasan kuat. Bahkan beberapa Prajurit di bawahnya ikut terhempas dengan Kuat.
"Juubi Dama!"
Shuuuut..
.
.
.
BOOMMM..!
Bola Chakra Pemusnah itu mengikis apa saja yang di lalui nya dan meledak menggelegar menggetarkan Udara...dengan skala luas diiringi guncangan hebat... Melibat habis yang ada di sekitarnya, bahkan Lima Gunung di sekitarnya terkena dampaknya...
Kepulan debu tebal menjulang tinggi. Dapat di lihat di segala penjuru Medan Perang...itu.
Mata ber-iris Sharingan itu menyipit ke arah Langit mendung mengeluarkan Petir menyambar kemana-mana. Tapi dengan perlahan Petir menyambar kemana-mana itu menyatu dalam satu titik. Mata nya membulat saat Laser Petir ber tegangan tinggi, melesat ke arah nya dengan kecepatan gila..
BLMMMM...
Ledakan bahkan menyamai ledakan Bom Juubi Dama dari Naruto itu..menggelegar..
Terlihat beberapa Prajurit yang di sekitar titik jatuhnya Petir bertegangan tinggi itu..tersambar, tidak bisa menghindar.
"Hahahaha..! Rupanya datang juga kau, brengsek!"
Suara menggelegar dari balik kepulan Debu tebal. Membuat seluruh pasang Mata yang di balik Helm masing-masing menyipit. Kecuali Ke Sembilan Dewa Youkai. Gaara, Roshi, Han, Fuu, Killer Be, Menma, Yugito, Utakata dan Yagura membulatkan Matanya. Berbeda dengan yang lain seluruh Pasukan Youkai bergetar ketakutan.
.
.
.
Deg!
Killing Intenst gila-gilan itu menyebar melalui Udara. Menghempaskan debu-debu di Medan Perang.
Dan saat itu seluruh Youkai di Medan Perang di ingatkan kembali kenapa Pimpinan mereka di takuti oleh bangsa Youkai.
Goorrrrr...
Raungan Hewan buas itu terdengar dari seluruh penjuru Medan Perang. Diiringi rintikan Hujan, semakin lebat mengguyur Medan Perang. Keheningan massal terjadi di Medan Perang itu.
Air Hujan yang jatuh itu membersihkan debu-debu. Dan terlihat perwujudan Youkai dari sang DEWA Youkai Juubi no Ookami. Berukuran besar.
Sepuluh Ekor di belakangnya melambai pelan. Berdiri dengan Empat Kaki berbulu Hitam legam sedikit loreng Merah. Sepasang Mata Sharingan itu menyala terang. Membuktikan keberingasan dan kekuatan. Yang memandang sosok Zeus di tidak jauh di depannya..di kelilingi Halilintar yang menjilat di Badan di balut Armor Perang itu.
Mengacungkan Ujung Tombak Petir nya ke arah Naruto di depan nya yang perlahan ke bentuk Manusia nya.
"Apa kau takut, sehingga kebentuk Manusia mu!" Suara berat dari Zeus yang menandakan dia dalam Mode serius nya. "Hahahahaha! " Tawa berat itu terdengar meremehkan, Zeus mendengar itu hanaya diam. Seketika tawa meremehkan itu terhenti. " Sepertinya kau sudah mendapatkan 'tusukan Gigi itu' dan Kau tidak pantas melihat sosok Youkai Agung ku!"
Perkataan meremehkan itu keluar dari Mulut Naruto dan sekaligus Menandakan Pertarungan Dua DEWA Terkuat itu di mula.
Naruto bergerak cepat atau bisa di bilang sangat cepat. Bahkan satu kedipan Mata Sosok Naruto sudah di samping Kanan Zeus. Terlihat juga Tanah yang di lalui Naruto terangkat ke atas.
Buummm..
Hantaman Kepalan Tinju berisi Chakra itu di tahan oleh Zeus. Dan seketika itu Tanah di pijaki Zeus yang basah akibat Air Hujan itu. Ambles sangat dalam dengan Air bercampur Tanah itu terangkat ke atas dan menimbulkan hempasan Kuat Udara.
Deb!
Dugh!
Dmm!
Pukulan bertenaga gila itu beradu. Saling serang, tidak lupa Aura membunuh dengan Gila keluar dari Tubuh Mereka berdua yang saling mendominasi.
Dengan cepat Zeus pimpinan Dewa Olympus itu memiringkan kepalanya Ke Kanan. Menghindari sebuah Kepalan Tinju. Terlihat Tanah di belakang Zeus yang sejalur dengan Tinjuan itu dekok sangat dalam. Menandakan Kepalan tinju itu berisi tenaga Dasyat.
Langit mendung, sesekali Petir menyambar-nyambar diiringi suara menggelegar. Bau anyir dimana-mana. Lembah yang tadinya padang Rumput Luas, dengan bagian Barat tebing menjulang tinggi. Terlihat Pemandangan yang menabjubkan. Tapi sekarang semua sepekulasi itu. Hilang. Yang hanya saat ini terdapat beberapa Jasad terkapar dimana-mana. Genangan Air Hujan yang bercampur darah itu mengalir ke tempat ter-rendah. Menambah kesan Hororr dan mencekam...
Apa lagi beberapa Energi Intesitast itu menyeruak di mana-mana. Yang paling menonjol adalah Dua Energi berbeda jenis itu menyeruak dengan Intesitas gila, saling mendominasi dengan niat saling Menjatuhkan. Gunung-Gunung yang tadi berdiri kokoh mengelilingi Lembah Kematian itu. Sudah hancur membuat Lahar-Lahar Panas keluar.
Sleb!
Tombak Petir itu menusuk Bahu Naruto.
"Aarrggghh he! itu sangat sakit loh!"
Teriakan kesakitan Naruto. Tapi tidak lama di gantikan ucapan meremehkan. Dengan cepat Naruto mengumpulkan Chakra Negatif nya di telapak Tangan Kanan. Hanya membutuhkan Lima Detik Bola Penghancur itu tercipta yang di kelilingi Dua buah Cincin Putih.
"Dai...!"
Gerakan lambat terlihat Naruto menghantamkan Bola penghancur itu ke arah Zeus yang terlihat kaget...
"Rasenringu!"
BUUMM..
Ledakan besar di depan Naruto. Saat dirinya menghantamkan Bola Penghancur nya ke arah Tubuh Zeus. Surai Hitamnya bergerak liar kebelakang saat ledakan itu kian dekat dengan dirinya. Seringai kejam Naruto di telan Ledakan Bola penghancurnya. Tapi anehnya Tubuh Naruto seperti terte
•
•
•
•
•
Lamunan Naruto buyar saat suara di samping Kanan nya. Menengok ke Samping Kanan terlihat Sosok Orochimaru yang sedang berjongkok, mengorek Informasi Ular di pegangnya.
"Bagaimana?" Naruto menanyakan hasil pencarian yang di lakukan Ular Orochimaru di dalam Laut Samudra Atlantik, dulu Lembah Kematian sekaligus Medan Perang Perang Dewa Ribuan Tahun lalu terjadi.
"Dalam Laut ini. Tidak ada apa-apa!" Tenang Orochimaru menjawab Perkataan Naruto seraya berdiri. "Cih! Mungkin oleh Kami-sama di sebarkan di penjuru Dunia." Padahal dirinya berniat menghancurkan Patung Dewa itu sebelum Bangkit. Dan pikiran itu yang tertanam di Otak nya tadi. Harus di buang...
"Tapi...di bagian Utara, Ular ku mencium bau darah Anak Poseidon yang di kutuk itu." Naruto memandang Orochimaru dengan alis mengkerut tapi tidak lama raut Naruto kembali semula." Dari Informasi Ular ku. Dia di Bunuh."
"Kita kesana!"
.
.
.
.
Tidak lama Naruto dan Orochimaru tiba di tempat Ular Orochimaru tahu kan."Kau benar, ini Kharibdis..!" Naruto bersuara setelah mencicipi Air Laut yang bercampur dengan Darah Anak Dewa Poseidon itu.
'Aku merasakan Katana ku di sini' Batin Orochimaru seraya mengedarkan pandangannya ke segala arah. Dirinya yakin Katana kesayangan nya tadi berada di sini. 'Cih! Akan ku rebut kembali Katana ku.'
"Apa kau tid " Perkataan Orochimaru tersangkut di tenggorokannya. Terlambat Naruto sudah pergi dengan Pusan Angin lembut yang tercipta di bagian Kanan Mata Sharingan nya.
Seringaian tercipta di Wajah berkulit Pucatnya. Padahal dirinya berniat memberitahukan tentang Renkarnasi Yasaka. Tapi...ya sudalah...
~0-0-0-0-0~
Muncul kembali dengan Pusaran Vortex di atas Tembok pembatas kediaman pemimpin Youkai Kyoto. Naruto memandang datar ke depan, tepatnya Bangunan besar di depan nya. Dirinya ingin memastikan Chakra persis seperti Yasaka Istrinya. Yang berada di dalam Bangunan itu.
Menghela nafas sejenak. Lalu melompat turun, membuat Rambut Hitam nya di terpa cahaya Bulan itu bergerak.
Tap!
Mendarat mulus. Lalu melangkah menuju titik Chakra yang persis seperti Chakra Istrinya.
.
.
.
.
.
Mata ber-iris Hitam kelam itu bergetar. Memandang ke depan tepatnya sosok yang tertidur Puas di Ranjang bernuansa Putri Kerajaan yang domain berwarna Putih bersih. Di kelilingi beberapa Kain Sutra.
Semua emosi terkumpul menjadi satu. Melihat sosok di pandangnya identik dengan Sosok Istrinya. Entah harus menggambarkan bagaiman. Dirinya hanya mematung menatap Sosok di hadapannya, sedang tidur dengan puas itu.
Entah. Dirinya bingung berbuat apa. Tiba-tiba pertanyaan mutlak masuk ke pikirannya. Apa dia mengingat dirinya. Mungkin sama Wajah identik dengan Istrinya Yasaka. Tapi
Menutupkan kedua Kelopak Mata nya. Menenangkan Emosi dalam dirinya. Melangkah mundur, perlahan seluruh Badan dirinya terhisap ke dalam Lubang Vortex, meninggalkan Ruangan Kamar khas Putri Kerajaan itu dengan, penyesalan.
•
•
•
•
•
~_To. Be. Continued_~
A/N : Inilah Chapter 6!
Ow..sifat Naru pisko.
Hahaha!, author minta maaf soal Nama Ayah Sona.
Tentang kekuatan Naruto.
Kenapa tidak di beri Genjutsu atau Ilusi. Hmmm...kemampuan Naru saja sudah Power Full, apa lagi Genjutsu. Semua Lawan Naruto mungkin mati langkah. Jadi author tidak mencamtumkan Genjutsu di kemampuan Naru.
Sifat Naru author buat 'persis' seperti Madara(kalau Mode tenang).
Hehehe! Author ngaku memang buruk dalam Main Perkataan. Jadi maaf kalau ada Kata yang hmmm membosankan.
Sekian dari author. Maaf kalau membosankan! Tapi inilah hasilnya, author usahakan semaksimal mungkin dan terimakasih Saran Kritik nya.
Info : The Black True Longinus akan Update beberapa hari setelah, Update Chapter Enam ini!
Saran dan Kritiknya di kolom Review
©yusufnur321
