Pregnancy
.
Rated : M
.
KyuMin
.
Romance&Drama
.
GS
.
.
.
Lady prim
.
.
.
.
.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ
IF YOU HATE THIS YOU CAN GO AWAY
THANK YOU :)
.
.
.
.
.
ONE
.
TWO
.
AND THREE
.
.
.
.
.
~PART 6~
(KYUMIN)
WARNING!
SKIP IF YOU DON'T LIKE NC
Dan tepat pada saat itu, bibir keduanya telah kembali bersatu. Desahan tertahan, peluh yang mengalir deras, dan perasaan cinta yang terus mengalir disetiap detik ciuman berlangsung. Sungmin masih tetap dengan erat memeluk leher Kyuhyun sedangkan sang pria duduk bersandar pada sofa dengan jemari yang telah meremas gemas dua gumpalan empuk milik Sungmin dengan napsunya. Jemari Kyuhyun juga merambat masuk kedalam kaos yang Sungmin gunakan. Rasa dingin dan geli mengelimuti puting Sungmin saat tangan nakal itu mulai mengelus, mencubit kecil dan memelintir titik pink kecoklatan itu.
"akkk, Kyu…" desahan Sungmin kembali lolos saat Kyuhyun dengan brutal meremas dadanya dengan napsu yang begitu bergejolak. Sedangkan Sungmin hanya dapat meremas rambut Kyuhyun dengan membalas ciuman ganas Kyuhyun.
Entah kekuatan datang dari mana, tubuh Kyuhyun telah berbaring disofa dengan Sungmin duduk diatas perutnya dengan jemari yang masih intens meremas payudara Sungmin. Kyuhyun tiba-tiba menghentika ciuman mereka lalu menatap wajah memerah Sungmin yang menatapnya dengan mata sayunya.
"bersemangat sekali. Segitu inginnyakah Minnieku ini, eumm?" ucap Kyuhyun dengan wajah seduktifnya. Sungmin tidak membalas perkataan Kyuhyun, tetapi jemarinya langsung membuka satu-persatu kancing piayamanya. "aku tahu, ayo kita lanjutkan dikamarku. Sayang." Tubuh kurus itu seketika mengaitkan lengannya saat tubuhnya tiba-tiba gendong ala koala oleh pria itu. Ciuman itu terus berlanjut hingga tubuh Sungmin telah dijatuhkan keatas ranjang besar milik Kyuhyun.
"bagaimana kalau aku lepas kaos ini dulu." ucap Kyuhyun pada Sungmin untuk memberikan izin padanya. Sungmin hanya menatap baliknya dengan pandangan menantang. "coba saja kalau kau ingin." Sungmin masih menunggu pergerakan dari Kyuhyun yang menatapnya dengan pandangan laparnya.
"Cho Sungmin… Kau yakin dengan perkataanmu itu? Ini akan membuatmu menyesal bila pada akhirnya kau tidak menghentikannya dari sekarang." Ujar Kyuhyun. Lelaki ini hanya ingin Sungmin tidak menyesali perbuatannya bila saja hal ini akan terjadi. Tapi, lelaki mana yang tidak horny sekarang setelah dapat merasakan dada Sungmin yang begitu pas pada jemarinya. "tidak, tidak sama sekali. Jika kau tidak ingin memulainya. Ijinkan wanita yang akan melakukannya terlebih dahulu." Tangan kurus itu mendorong tubuh tegap Kyuhyun hingga berbaring diranjang kemudian wanita itu menempatkan tubunya pada pangkah pahanya.
'sial, kau membuatku semakin tidak tahan naughty Minnie.'
Tatapan itu tidak lepas dari keduanya, manic mereka tetap beradu. Sungmin menaikkan sendiri kaos longgar itu melewati kepalanya. Membuat Kyuhyun menelan ludah dengan sekuat tenaga. Sungmin memulai ciuman penuh gairah itu dan disambut Kyuhyun dengan senang hati. Perlahan-lahan, Sungmin dapat merasakan sesuatu yang mengganjal dan begitu keras, menumbuk-numbuk paha dalamnya. Dan membuatnya mengeluarkan desahan menggairahkan
"aahhh, Kyu jangan menggodaku." Jemari Kyuhyun yang selama ini berada pada payudara Sungmin, kini berpindah menuju bongkahan pantatnya lalu berpindah mencari celah. Dapat tirasakannya kulit sehalus sutera itu menyapa indra perabanya. Beralih kedepan, hingga menemukan lipatan kemaluan Sungmin. Lelaki itu semakin berani saat tidak mendapatkan penolakan dari Sungmin yang masih sibuk mencumbui lehernya hingga dada bidangnya.
Dibukannya kedua lipatan itu hingga menemukan klitoris Sungmin yang begitu sensitive. Beberapa kali menyentuhnya, wanita itu mendesah hebat hingga berteriak semangat. "kyuu… kyyuu… Kyuu."
"call my name, if you like this my baby." Setelah Kyuhyun mengatakannya, semakin banyak panggilan-panggilan desahan untuk Kyuhyun yang telah sibuk meng-in-out-kan jemarinya pada lubang vagina Sungmin yang terasa sempit dan sangat basah itu.
Karena merasa sudah cukup, Kyuhyun membalikkan tubuhnya hingga Sungmin sekarang berada dibawahnya dengan kaos yang telah tanggal sejak tadi. "you look so pretty."
"coba kita lihat, apa kau suka melihat tubuhku atau tidak." Saat itu juga lelaki itu menanggalkan satu persatu pakaiannya hingga menampakkan juniornya yang berdiri begitu tegak hingga menampakkan urat-urat tegas. Sungmin hanya memalingkan wajahnya dari tubuh Kyuhyun. Tidak sanggup memandangi terus tubuh indah itu lebih lama lagi. 'sial! Kenapa tubuh itu sangat indah?'
"menyukainya eoh?" ucap Kyuhyun menggoda. Lelaki itu menyentuh dagu Sungmin hingga wanita itu menatap maniknya. "bagaimana jika kau member salam padanya dulu." Sungmin yang tidak mengerti hanya mengikuti perkataan Kyuhyun. "a-annyeong Kyuhyun kecil." ucap Sungmin begitu polos. Rasanya Kyuhyun ingin sekali tertawa keras-keras. "ayo, pegang dia." Kyuhyun menuntun tangan Sungmin untuk menggenggam kebanggaannya itu. Mengocoknya dengan perlahan lalu menjadi begitu cepat. Tapi, ini bukan yang Kyuhyun inginkan. "ahhh ahh ahhh…. Minnie gunakan mulutmu sayang." Perintah Kyuhyun. Sungmin menatap Kyuhyun terlebih dahulu. Lalu dengan perasaan ragu, memasukkan junior Kyuhyun pada mulut hangatnya. "aahhh… Sungmin…"erangan nikmat Kyuhyun selanjutnya terdengar keras diruangan itu.
Mulut Sungmin memaju mundurkan kulumannya, menjilat batang itu dan beberapa kali menggigit-gigitnya kecil. Sungmin melakukannya seperti orang yang professional. Mengulungnya dengan menaik turunkan kepalanya, menjilat batang itu dengan lidahnya. Tidak tinggal diam jemarinya juga ikut mengkocok junior Kyuhyun yang tidak masuk kedalam mulutnya. Dibantu oleh Kyuhyun untuk mempercepat gerakan kepalanya.
"ahhh ahh Sungmin… Minnie ahh ahhh." Pinggul itu juga bergerak sehingga junior Kyuhyun beberapa kali masuk hingga kerongkongannya.
Pendingin ruangan itu seakan tidak berfungsi mengingat tubuh keduanya telah penuh dengan peluh yang meleleh. Dan gairah yang sudah tidak dapat terpadamkan lagi.
.
.
Tubuh mereka telah tidak tertutupi oleh apapun sekarang. Kyuhyun telah menempatkan dirinya pada pertengahan tubuh Sungmin dengan bibir yang tidak hentinya menyedot dan memainkan lidahnya pada putting Sungmin. Rambut Kyuhyun telah ratusan kali menerima jambakan dari wanita itu.
"bagaimana kalau kita memulai ini? jangan menyesal setelah kalau memberikannya padaku dengan suka rela." Dengan degup jantung yang seakan ingin melompat, Kyuhyun perlahan mengerahkan juniornya pada vagina Sungmin. Menggesekkannya kedua benda itu terlebih dahulu. Membuat libido Sungmin bertambah naik. Kyuhyun berusaha memasukkannya. Saat berkali-kali melesat, Kyuhyun jadi tidak sabar untuk segera dapat merasakan hangatnya Sungmin.
"aakkhh… Kyuu… appoyo." Ini baru saja masuk setengah, bagaimana jika telah masuk semua? Ucap Kyuhyun dalam hati. Dapat dilihatnya, mata Sungmin berkaca-kaca sekarang. "uljima… aku akan hentikan ini jika kau ingin." Kyuhyun tidak tega melihat wajah Sungmin yang mengeluarkan keringat dingin dan wajah pucatnya yang begitu pasih. "tidak… tidak… tapi… lakukan dengan perlahan." Ucap Sungmin berbisik dengan deru napasnya yang memburu. Dengan perlahan dan takut membuat Sungmin merasakan sakit yang lebih lama lagi. Kyuhyun langsung menghentakkan juniornya hingga membuat Sungmin kaget hingga berterik hebat. "KYUHYUN BODOH! ITU SUNGGUH MENYAKITKAN KAU TAHU!" Sungmin tahu, saat itu adalah dimana selaput beningnya telah pecah.
Beberapa saat isakan Sungmin keluar tetapi langsung dibungkam Kyuhyun dengan ciumannya. "aku akan bergerak. Tahan sedikit, sebentar lagi aku akan membawamu bersamaku ke nikmatnya dunia." Sungmin mengelus pipi Kyuhyun dengan sayang. "lakukan dan buat aku melayang bersamamu Kyu."
Dengan tekat yang bulat, Kyuhyun menggerakkan pinggulkannya perlahan-lahan. Awalnya perih yang dirasakan Sungmin masih membekas. Tetapi, sekalin Kyuhyun menggerakkannya lebih cepat. Desahan nikmat mulai mengalir dari bibirnya tanpa ada hentinya. Suara ranjang bergoncang hebat memenuhi kamar itu.
"kyu.. kyu.. ahh ahh ahh faster please please please. Fuck fuck fuck fuck." Entah mana kata-kata itu keluar begitu saja. "aku tidak…. Tahu sampai kapan ini akan terus berlangsung. Siapkan dirimu Sungmin!"
Untuk membuat Sungmin cepat mencapai klimaks. Kyuhyun ingin mengajak Sungmin dalam 'dirty talk'. "Sungmin, kau menyukainya juniorku, Eoh?" Sungmin hanya menganggukkan kepalanya cepat. "your cock so big and long. That make me can fly to heaven." Sungmin mengajungkan tangannya pada leher Kyuhyun yang masih menggerakkan pinggulnya dengan semangat. Otot perut Sungmin rasanya dipenuhi kupu-kupu berterbangan. Dan tepat saat itu, klimaks kedua telah dicapainya dengan deru napas yang memburu. "kita belum selesai. Aku masih belum mencapainya hingga detik ini."
Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Sungmin melawan arah tumbukan junior Kyuhyun pada vaginanya hingga junior itu menekan titik paling sensitivenya. "aahhh aahhh Kyuhyun Kyuhyun Kyuhyun kau membuatku gila." Tubuh Sungmin sekarang telah berganti posisi menjadi menungging dengan Kyuhyun dibelakangnya menggenjot tubuhnya. Bibirnya tidak lepas dari tengkuk dan punggung indah Sungmin yang penuh lelehan keringat.
Puncak yang dirasakan Kyuhyun semakin tinggi dan pinggul itu semakin cepat digerakkan hingga lengguhan hikmat tiada tara mengalun bersamaan disaat Kyuhyun telah menyemprotkan benih tepat pada mulut rahim dengan cairan cinta Sungmin dan darah merah yang menandakan sekarang ia telah menjadi milik Kyuhyun sepenuhnya. Tubuh keduanya ambruk bersamaan dengan tubuh Sungmin yang jatuh diatas dada bidang Kyuhyun. Napas keduanya sama-sama memburu. Deru napas Sungmin menjadi teratur saat Kyuhyun tahu bahwa wanita itu telah masuk menjelajahi alam mimpinya. Kyuhyun tersenyum bahagia melihat wajah damai itu. Kyuhyun bersyukur bertemu dengan Sungmin.
Dikecupnya pucuk kepala itu lama. Hingga membuat ada sesuatu yang mengganjal dalam tenggorokannya. Tidak tahu apa, tiba-tiba Kyuhyun mengatakan. "aku mencintaimu, Sungmin. Selamat tidur."
.
.
.
.
Saat mentari telah terbit. Cahaya itu menembus masuk dari celah tirai yang masih menutup. Lelaki yang ada diatas ranjang perlahan membuka matanya. Saat dirasakannya kehangatan pada dadanya hilang, barulah ia sadar Sungmin tidak ada disampingnya. Mungkinkah ia pergi karena merasa menyesali perbuatannya kemarin bersamanya? Oh, jika ia maka matilah Kyuhyun sekarang juga. Dengan cepat Kyuhyun memakai celananya seadanya lalu berlari keluar kamar.
Aroma harum masakan menyapa indra penciumannya saat itu juga. Otaknya langsung memerintahkan kedua kakinya untuk berjalan kearah dapur dan menemukan sosok wanita dengan apron melekat pada tubuhnya. Tubuh kurusnya hanya berbalut kemeja kemesaran miliknya. Kyuhyun mendekat lalu memeruk tubuh itu dengan menenggelamkan wajahnya pada celuk leher Sungmin dan memeluk pinggang itu dari belakang.
Yang dipeluk mendapatkan keterkagetan luar biasa. Untung saja ia sedang tidak memegang benda seperti pisau atau apapun yang membahayakan. "astaga, Kyu. Kau ini apa-apaan sih. Jantungku hamir saja lepas karena membuatku kaget."
"kyu… lepaskan pelukanmu." Ucap Sungmin. "tidk, biar begini saja terus. Aku menyukai aroma sabunmu. Persis dengan aroma tubuhku." Hidung Kyuhyun menggesek-gesek kulit tengkuknya hingga membuat Sungmin tidak tahan dengan semua itu. Membuat wajahnya memerah. "bodoh, satu-satunya sabun yang ada dikamar mandimu hanya itu. Biar saja aroma tubuhku sama denganmu. Aku tidak peduli kok." Ucap Sungmin enteng.
Kyuhyun yang masih asyik memeluk Sungmin, sekarang tangannya mulai merambah keperut, lalu semain naik, hingga mendapatkan yang diinginkannya. Diremasnya dada Sungmin dengan perlahan dan cukup keras. Benar-benar orang ini! "hmm…ahh."
Tungkai Sungmin rasanya semakin lama rasanya seperti jelly yang memantul. "aku membuatnya tegang Min, kau merasakannya?" ya! Laki-laki ini sungguh-sungguh ingin mendapatkan bogem dari Sungmin rupanya. "jika keselamatanmu ingin terjaga. Lepaskan tanganmu lalu duduk dengan manis di kursi meja makan." Ucap Sungmin pada akhirnya.
Kyuhyun tahu ini sudah saatnya untuk melepaskan benda kenyal itu dari jamahannya. Dari tempatnya, Kyuhyun tahu Sungmin tidak menggunakan apapun dalam kemeja putih kebesaran itu. "SUNGMIN, jika kita menikah nanti. Sering-seringlah meminjam pakaian milikku. Kau tampak sangat cantik, seksi dan juga membangkitkan gairahku." Teriak Kyuhyun dan kemudian dibalas Sungmin dengan deathglare mematikan. Tapi, itu tidak mempan untuk Kyuhyu. "tutup mulutmu Cho Kyuhyun bodoh!" balas Sungmin dengan kesal. Membuat Kyuhyun terkekeh keras dan membuat wajah Sungmin semakin merah hingga ketelinga.
.
.
.
.
Orang tua Kyuhyun telah memberitahu keduanya tentang orang tua Sungmin yang menerima lamaran mereka pada beberapa hari setelahnya. Kyuhyun dan Sungmin sudah tidak ada lagi halangan yang akan menghalangi pernikahan itu akan berlangsung. Hubungan Kyuhyun dan Sungmin juga sekarang semakin mesra, mungkin sangat mesra mengingat mereka bukanlah sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah. Mereka berprilaku layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Mereka hingga lupa hubungan ini terjalin karena adanya kontrak yang mengikat mereka. Ingat kan?
Kyuhyun kali ini sedang mengemudikan mobilnya kesuatu tempat lagi. Katanya, ia ingin membawa Sungmin hari itu untuk bersenang-senang penuh. Sungmin tidak tahu akan dibawa kemana dirinya, yang ia tahu bahwa Kyuhyun telah merencanakan ini semua, hingga kedetail terkecil sekalipun.
Untuk kali pertamanya, Sungmin bersedia untuk menunggu Kyuhyun membukakannya pintu. Walaupun sudah diberi tahu Kyuhyun sebelumnya, mungkin untuk kali ini Sungmin mengalah untuknya. "baiklah tuan putri. Mari kita lakukan ini hingga ufuk berada di barat. Jika lelah, katakan. Karena ini tidak akan berakhir secepat yang akan kau bayangkan." Jemari Kyuhyun menggenggam jemari Sungmin dengan menautkannya. Tatapan iri dapat dilihatnya dari wajah wanita-wanita yang mereka lewati. Kyuhyun yang tampan dan seorang yang jelek sepertinya membuat percaya dirinya semakin turun.
Walaupun Sungmin jarang sekali datang ketaman hiburan. Untuk pertama kalinya, ia datang bersama dengan pria yang mungkin ia suka? Entahlah, Sungmin juga masih bigung dengan apa yang dirasakannya pada Kyuhyun sekarang. Perasaan nyaman dan senang saat Kyuhyun bersamanya. Pria itu pandai membuat lelucon yang konyol hingga membuatnya terpingkal-pingkal tertawa. Tapi, ia tidak tahu perasaan apa yang dirasakannya. Apakah ia terlalu bodoh hingga tidak menyadari perasaanya sendiri?
"ayo kita masuk kesana." Kyuhyun menyeret Sungmin yang diam saja saat dipanggil-panggilnya. Masuk kedalam sebuah toko souvenir yang menjual barang-barang lucu seperti bando telinga mikky mouse, topeng wajah kuda, pulpen dan pensil beraneka bentuk, dan masih banyak yang lain.
"coba pake yang ini." Sungmin memakaikan Kyuhyun topi kepala serigala dan dirinya menggukan topi kelinci putih. Saat mereka bercermin bersama, mereka tampak seperti Kyuhyun yang ingin memakan Sungmin. "kau manis sekali Kyuhyunnie…" ucap Sungmin manja sambil mencubit kedua pipi Kyuhyun gemas. "dan aku sangat ingin memakanmu Sungminnie." Tanpa melihat keadaan sekitarnya. Kyuhyun langsung mencium bibir Sungmin. mejilat bibir itu hingga ciuman mereka berlanjut. Beberapa orang yang melihatnya menatap mereka tidak percaya. Sungmin langsung melepas ciumannya kemudian menundukkan kepala menyembunyikan wajah semerah tomatnya.
"kau ini tidak tahu tempat ya! Bagaimana jika orang-orang melihat kita. Dasar Kyunnie bodoh! Ayo bayar ini lalu kita coba semua permainan yang ada disini. Aku sungguh tidak sabar." Ucap Sungmin semangat
"baiklah, kita pergi. Tapi, bagaimana dengan sebuah kecupan untuk pangeran dipipinya?" ucap Kyuhyun sambil menyodorkan pipinya. Sungmin membulatkan mata. "pikiranmu harus cepat dibersihkan." Sungmin melangkah meninggalkan Kyuhyun yang masih tetap kukuh pada pendiriannya. Wanita itu berbalik saat menyadari Kyuhyun tidak ikut mengantri. "ayolah Kyu… jangan kekanakan." Sungmin menatap Kyuhyun dengan bibir yang dipoutkan. Ia menyerah! "baiklah, satu kecupan untuk pangeran evil Kyu."
Akhirnya! Kyuhyun melangkah kearah Sungmin dengan semangat. "ayo ayo mana kecupan untuk pangeran tampan ini." bibir Sungmmin akan sampai dipipi Kyuhyun tetapi lelaki itu membalikkan wajahnya hingga menempel pada bibir Kyuhyun. Sungmin langsung mendorong Kyuhyun lalu memulukuli lengan lelaki itu dengan manja. "kau benar-benar menyebalkan Kyu!."
.
.
.
Matahari masih beberapa jam lagi hingga mencapai bagian barat sepenuhnya. Berarti ini saatnya untuk mengajak Sungmin ke suatu tempat yang telah disiapkannya. Saat dimobil, Sungmin terus saja antusia bercerita tentang kehidupannya dulu didesa tempat orang tuanya sekarang tingga. Sewaktu kecil, ternyata Sungmin sangat manis. Wanita itu memperlihatkan Kyuhyun foto-fotonya sewaktu kecil dulu padanya. Ternyata, wajah Sungmin cantik alami. Tidak ada yang berubah sama sekali. Mulai dari hidung yang mancung, mata bulat tanpa lipatan mata, pipi tirus yang lembut, dan juga dagu lancip yang begitu indah.
Saat akan sampai, Sungmin baru menyadari bahwa ia dibawa begitu jauh dari kota. Kyuhyun memarkirkan mobilnya dengan baik setelah itu menjempu Sungmin yang ada disebah kursinya. Saat mendengar deburan ombak memecah karang, Sungmin semakin yakin Kyuhyun membawanya ke pantai. Walaupun saat kecil dulu ia sudah sangat sering melihat pantai tetapi ini untuk pertama kalinya ia datang dengan usia yang sudah akan menginjam beberapa tahun lagi kepala tiga.
"bagimana jika berjalan-jalan sebentar dipinggir pantai? Kau tidak lelahkan?" tanya Kyuhyun. Sungmin memejamkan mata berusaha menikmati hembusan angin pantai yang begitu ia rindukan. "aku ingin jika kau gendong."ucap Sungmin.
"baiklah, karena tuan putri menginginkannya. Aku akan lakukan apapun untuknya." Ucap Kyuhyun. "ayo, cepat naik! Kau mau ketinggalan untuk melihat langsung sunsetnya?" tanpa menunggu mendengar celotehan Kyuhyun, Sungmin langsung memeluk erat leher Kyuhyun dari belakang. Tubuhnya langsung terangkat.
"aku ini berat ya." Goda Kyuhyun. Mendengar itu, telinga Sungmin jadi sensitive, "turunkan aku sekarang!" sepertinya membawa-bawa berat badan Sungmin akan marah rupanya. "ya, Cho Kyuhyun bodoh. Cepat turunkan aku. Kau bilang aku gendut. Sudahlah turunkan aku."
"berhenti bergerak Sungmin. Kau mau kita jatuh? Aku tidak bilang kau gendut, aku hanya mengatakan kalau kau berat. Tidak lihat apa tubuhmu sangat kurus. Lebih banyaklah mulai sekarang makan. Aku tidak ingin kau sering sakit karena tubuhmu seperti tulang berlapis kulit."
.
.
.
Mereka berdua sedang menikmati detik-detik matahari akan tenggelam. Sungmin meletakkan kepalanya pada bahu kokoh Kyuhyun sedangkan Kyuhyun memeluk pinggang wanita itu erat. 'sudah saatnya.' Kyuhyun tiba-tiba berdiri dan membawa tubuh Sungmin juga ikut berdiri. Ia menggenggam jemari wanita itu. Saling menatap manic mata satu sama lain.
Tiba-tiba dirasakannya rasa dingin suatu benda yang melingkari jemari manisnya. Saat matanya melihat benda putih yang sangat cantik. Sungmin langsung menatap Kyuhyun dengan tanda tanya. "aku belum melamarmu secara resmi untuk pernikahan kita nanti. Kuharap kau menyukai pemberianku ini. Jangan pernah dilepaskan. Aku akan selalu berada disisimu dan melindungimu bila kau menggunakannya. Itu sebagai tanda bahwa aku… aku…"
"Sungmin… would you marry me?"
Air mata Sungmin tiba-tiba jatuh melintasi pipinya. Tidak tahu kenapa saat ini ia ingin sekali mengeluarkan yang selama ini tertahan. Ia tahu, perlakuan Kyuhyun ini sangat-sangat manis. Bahkan ia menyadari bahwa ia tidak pantas mendapatkan ini semua. Kebaikan, kasih sayang, lindungan, kecupan, hingga keperjakaan Kyuhyun untuknya. Kesadarannya baru kembali saat ini semua sudah hampir diujung pintu pernikahan mereka. Sungmin masih diam saja. Tapi, ia tahu. Ia dan Kyuhyun terikat kontrak yang harus Sungmin penuhi. Walaupun Sungmin telah terjatuh lebih dalam pada Kyuhyun. Ia tahu, pada akhirnya nanti Sungmin akan meninggalkan Kyuhyun saat tahu lelaki itu telah mendapatkan pilihan sesunggunya Kyuhyun pilih. Bukan dirinya yang seenak saja masuk kedalam kehidupan Kyuhyun….
"y-yes… I… do."
"sstt… jangan menangis. Aku tahu ini akan sulit untukmu. Tapi, cobalah untuk menerimaku. Karena ini adalah kontrak tanpa batas….."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
10 April 2013
.
.
Mudah-mudahan kalian puas dengan nc yang biasa aja itu. jika kurang hot nanti aku akan coba bikin selanjutnya yang lebih lagi. bagimana ffnya? Semakin gj atau aneh kah? Atau garing krik krik krik
Maaf, jika part ini mengecewakan kalian semua yang udah repot-repot memberikan review itu. Dan terima kasih atas sambutan yang kalian berikan begitu positive.
Ingatkan, aku baru bergabung disini satu minggu lalu. Huu, nggak terasa bener ya.
Jika puas dengan ff ini, silahkan REVIEW REVIEW REVIEW
Ff ini aku ketik sembunyi-sembunyi. Takut ketahuan mom nggak belajar -_-
Dan aku ingin member tahu, 9 hari aku nggak update yaa… mau belajar baik-baik soalnya. Hasil tryout kemarin-kemarin ternyata hanya peringkat 26 dari 366 siswa -_- mom kecewa
Dan aku juga kecewa. Jadi, sebagai author yang berbakti pada mom, aku mau ijin dulu yaa… tolong dimengerti
Dan terima kasih banyak untuk review chapter kemarin, sempat speechless
.
LANJUT = 20
Jika lebih aku bersyukur banget:)
.
.
.
.
KISSUE
.
.
.
BIG THANKS FOR
(reviewer part 5)
JoBel13ve, Iam E.L.F and JOYer, ibchoco, Guest, uricholee, Chlie hanariunnse, lia, rinyeol, .1, babyyming, ChoLee, Chikyumin, aidafuwafuwa, Baby Kim, Chotaehyun, adindapranatha, lisnaangr, Neliel Minoru, wuhan, nahanakyu, Drabble Wookie, Drabble Wookie, lee minlia, Sooae, Liaa kyuminelf, , JewelsStar, , 137137137, Nha KyuMin, dea, Lilin Sarang Kyumin, ChoKyunnie, , guest, Leeeunjae13, DraconiSparkyu, ake, Cho Minyu, KYUMINTS, Cho Minyu, kyumin forever, won2, JewelsStar, kyu99, Cho Minyu, parkhyun, yeuri, Cho Minyu, ming0101, kim kinan, JewelsStar, nonikyu, WineKyuMin137, Cho Minyu, Cho Kyuri Mappanyukki, Rianacloulds, KyoKMS26, , easter shin, LKZ, BarbeKyu, yesung wife momo, yesung wife momo, wonnie, Maximumelf, Park Ha Mi, lenie kyumin, hae-yha, , .9, .9, .9, .9, .9, guest, guest, alint2709, kyumin29, TALK MORE, sneezesMING, Sung Hye Ah, Myself, sunnyunysunghyun, sunnyunysunghyun,
.
.
JIKA ADA YANG TERLEWAT, KALIAN BOLEH PROTES
.
.
~See next part~
