Mari kita lestarikan ff yewook coeple ! :D
.
,
.
.
Tittle: The Guardian Devil
Rated: T
Genre: Horor, Romence
Author: Park Sansan
Cast: Kyuhyun, Ryeowook, Yesung and Other Cast
Pair: KyuWook, YeWook
Disclamer: Author udah nyadar kok, semua cast bukan milik Author, tapi ide cerita keseluruhan milik Author seutuhnya. Deal?! :)
Warning : YAOI, OOC, typo(s) berserakan, abal-abal, alur berantakan, ide cerita pasaran!
Summary: "Aku selalu di sampingmu Chagiya, menjagamu dan menjadi matamu. Sampai kapan pun" –Kyuhyun-
Don't like? Don't read!
NO BASH OR FLAME
DON'T COPAS
RnR please.. :)
Happy reading cingudeul (˘.~)
.
.
.
.
"Entahlah Kyunie.. aku hanya tak ingin membuat mereka khawatir, mungkin sampai mereka mengetahuinya secara langsung" ucapnya sambil tersenyum miris.
'Dan saat itu tiba aku harap dia telah menggantikanku Wookie' kata Kyuhyun dalam hati.
Drrrttt dddrrttt
Pembicaraan mereka berhenti ketika ponsel Wookie yang ada di meja makan bergetar. Kyuhyun hendak melirik ingin mengetahui siapa yang menelepon Wookie pagi-pagi begini. Namun belum sempat ia melihatnya Wookie sudah mengambil ponselnya dan menjawab panggilan yang masuk.
"Yoboseyo…"
"…."
"Siwon hyung?"
DEG
Mendengar nama itu lagi buru-buru kyuhyun menghampiri Wookie dan memeluknya posesif dari belakang, bayangan masa lalu terlihat jelas di depan kyuhyun. Saat kecelakaan itu yang dengan jelas ia melihat wajah siwon di belakang kemudi. Kyuhyun mendekatkan telinganya dengan ponsel Wookie barangkali ia bisa mendengar sesuatu.
"Bagaimana keadaanmu Wookie?"
"Ehhmm baik hyung, hyung sendiri? Tumben hyung menghunungiku"
"Aku hanya ingin mengetahui keadaanmu, sudah lama bukan kita tidak bertemu"
"Tenang saja hyung, aku baik baik saja kau tak perlu mengkhwatirkanku"
"Baguslah, jaga kesehatan dan dirimu Wookie jika ada apa-apa jangan segan-segan menghubungiku, arra?"
"Arraseo hyung.."
"Baiklah aku harus menyelesaikan pekerjaanku, bye wookie-ah"
Tutt..tutt.. Belum sempat Wookie menjawab salam Siwon panggilan itu telah terputus.
"Jangan dekat-dekat dengannya sayang" ucap Kyuhyun sambil mengecup pipi Wookie.
"Kau cemburu eoh?"
"Bukan hanya itu.." Kyuhyun membalikkan badan Wookie hingga saling berhadapan dengannya lalu memeluknya mesra "aku tak mau terjadi apa-apa padamu" sambungnya lirih sambil mengeratkan pelukannya dan menikmati kehangatan yang sangat disukainya.
.
.
.
.
Dari pantulan cermin terlihat sesosok namja tampan bersurai hitam tengah merapinkan kemeja abu-abunya, namja itu bererak ke lemari seperti hendak mencari sesuatu.
"Aish aku lupa jaketku semalam ku berikan pada Wookie" dia terdiam saat mengingat nama itu dan kejadian semalam. Ia kembali di depan cermin setelah sebelumnya mengambil jaket hitam yang tidak terlalu tebal.
"YA bodoh!" ia menunjuk bayangannya dalam cermin, bodoh? Mungkin.
"Kenapa kau lancang melakukannya? Dan kenapa kau biarkan dia pulang sendiri semalam? Haishhh" racaunya sambil mengacak ngacak tatanan rambutnya yang tadi telah rapi dan bergerak kesana kemari dan kembali lagi di depan kaca.
"Kau harus menemuinya hari ini Kim jongwoon, fighting!" ia mengepalkan tangan kanannya untuk menyemangati dirinya sendiri dan selanjutnya mengambil kunci mobil dan melenggang pergi.
.
.
.
.
Kling kling
Suara tanda ada yang membuka pintu kafe, Sungmin yang tadi sedang sibuk merapikan meja kasir melihat ke arah sumber suara yang menampakkan seseorang yang sangat di kenalnya.
"Yesung hyung?" ucapnya tak percaya pasalnya ini masih pukul 8 pagi masih satu jam lagi kafe buka dan tidak biasanya dia datang sepagi ini bukan.
"Selamat pagi Sungmin-ah" salam dari Yesung
"Selamat pagi hyung" jawab Sungmin dan berjalan mendekati Yesung "Untuk apa hyung datang sepagi ini? Wookie belum datang hyung"
"Wo.. Wookie?"
"Ya kau tak perlu menutup nutupi dariku hyung, kau kira aku tidak memperhatikanmu selama ini? aku tau kau menyukainya bukan?"
"Ah itu.." Yesung menggaruk-garuk melakang lehernya yang tidak gatal dan menarik tangan Sungmin ke salah satu meja yang ada di sana "Ada yang ingin ku tanyakan padamu"
"Mwo?"
"Hmm begini, tentang Wookie…" kata Yesung pelan pelan saat mereka sudah duduk saling berhadapan.
"Jadi benar dugaanku hyung?" belum sempat Yesung menyelesaikan kalimatnya Sungmin telah menyelanya dengan sedikit menggeprak meja, terlalu bersemangat rupanya.
"YA, dengarkan aku dulu"
"Jawab dulu pertanyaanku hyung, jadi benar kan kau menyukainya?" Sungmin semakin memajukan wajahnya mendekati Yesung.
"Yak" Yesung mundur dan menjauhkan muka Sungmin "Dengarkan aku dulu Sungmin-ah"
"Arra arra.."
"Kau mengenal dia?" tanya Yesung sambil mengeluarkan sebuah foto yang menampakkan Wookie dan seorang namja tengah duduk di sebuah bangku taman dengan sebuah fruit cake ada di antara mereka.
"Kyuhyun.. dari mana hyung mendapatkan foto ini?"
"Itu tidak penting jawab saja pertanyaanku, kau mengenalnya? Siapa tadi? Kyu..kyu..hyun?"
"Ne, aku mengenalnya dia Kyuhyun, Cho kyuhyun tunangannya Wookie"
"Tunangan?"
"Heemb" Sugmin mengangguk "Tapi sekarang dia…"
"Dia?"
"Dia sudah tiada sejak sebulan yang lalu hyung.." jawabnya lirih
"Maksudmu?"
"Satu bulan yang lalu Kyuhyun dan Wookie mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Wookie buta dan Kyuhyun.. meninggal dunia"
"Mwo?!"
"Dan itu yang mengakibatkan Wookie menjadi murung belakangan ini, dia sangat terpukul
Hyung"
"…." Yesung diam, ia membiarkan Sungmin bercerita, tampak kesedihan yang mendalam dan beban berat yang Sungmin tanggung sendiri
"Wookie yang dulu ceria sekarang menjadi pendiam, aku masih ingat saat ia dulu mencoba bunuh diri di atas gedung rumah sakit.."
"Bunuh diri?"
"Ne, dan itu semua gara gara aku hyung, semua salahku" kalimat Sungmin tercekat. Kambali, memori itu terulang lagi saat dengan bodohnya ia memberikan foto itu pada Kyuhyun. Butiran air keluar dari matanya tanpa sanggup ia cegah.
"Hey jangan menyalahkan dirimu seperti itu Sungmin-ah"
"Tidak, ini memang salahku…" Sungmin kembali menceritakan kejadian itu pada Yesung. Yesung mendengar dengan seksama dengan raut wajah yang sulit di artikan sepertinya ia mengetahui rahasia besar.
Yesung beranjak dari kursinya dan menghampiri Sungmin guna memeluknya untuk membuatnya tenang, mungkin ia terlihat tegar di depan Wookie namun sesungguhnya ia begitu rapuh.
"Uljima.."
"Hm ne.. aku sudah tidak apa-apa hyung, gumawo" kata Sungmin sambil melepas pelukan Yesung, Yesung pun kembali pada tempat duduknya tadi.
"Hyung, bisa kah kau berjanji padaku?"
"Janji?"
.
.
.
.
Kling kling
Bunyi itu kembali terdengar yang sekarang menampakkan seorang namja mungil dengan tangan kirinya menenteng sebuah jaket berwarna merah. Sungmin menoleh dan berjalan mendekati Wookie, hendak membantunya berjalan menuju piano namun di tepis oleh Wookie "Sudah ku bilang aku bisa sendiri hyung.." Wookie berjalan menghindari Sungmin dan justru menabrak seseorang yang dari tadi memang ada di belakang Sungmin. Kini Wookie tepat berada dalam pelukan namja itu.
Wookie ingat aroma tubuh ini, namja yang semalam menciumnya, Yesung. Segera saja didorongnya namja yang memeluknya hingga membuat Yesung mundur.
"Ouch" Keluh Yesung saat kakinya bersentuhan dengan kursi di belakangnya.
"Wookie, dia itu.." Sungmin membuka suaranya hendak memberi tahu siapa namja yang di dorongnya tadi.
"Yesung hyung, aku tahu" kata Wookie acuh tak acuh dan hendak melenggang pergi namun langkahnya terhenti saat akan melewati Yesung. "Ini milik hyung, gumawo telah meminjamkanya semalam" Wookie memberikan jaket merah milik Yesung yang diterima ragu-ragu oleh pemiliknya. Melihat Wookie akan pergi menuju piano yang ada di sudut ruangan, Kyuhyun yang dari tadi ada di depan pintu segera mengahimpiri Wookie dan merangkul pinggangnya hendak membantunya agar tidak menabrak sesuatu.
"Kenapa kau begitu dingin padanya chagi?"
'Aku tidak menyukai namja itu kyu' jawab Wookie yang tentunya dalam hati sambil mengingat kejadian semalam saat Yesung dengan lancang menciumnya. Entahlah, dia tidak suka jika ada namja lain yang menciumnya selain Kyuhyun.
Yesung POV
"Ini milik hyung, gumawo telah meminjamkanya semalam" ucapnya dengan begitu dingin padaku, haish sepertinya ia begitu marah padaku karena ulahku semalam. Honey.. kumohon jangan seperti ini, mianhae..
Kutatap nanar punggungnya yang semakin menjauhiku, namja mungil yang selama bertahun tahun telah memberi warna lain dalam hidupku, kini bersikap acuh tak acuh, kau benar benar bodoh Kim Jongwoon.
"Wookie.." Panggilku padanya berharap ada kesempatan untukku paling tidak untuk meminta maaf mungkin. Dia berhenti, ya dia berhenti, aku tersenyum.
"Ada keperluan apa lagi hyung?" Tanyanya tanpa menoleh kearahku.
"Bisakah kita bicara?"
"Memangnya kau anggap sekarang kita sedaang apa jika tidak sedang berbicara?"
"Maksudku, berdua"
"Biarpun kita tidak berdua dalam satu ruang ini tapi kau hanya bicara padaku dan begitu juga sebaliknya"
"Tapi Wookie… ada hal penting yang harus ku sampaikan"
"Memangnya sekarang kau berbicara yang tidak penting?"
"Ahhh, maksudku adakah kau waktu malam ini?"
"Waktuku untukmu hanya sekarang"
"Wookie…" panggilku lagi, namja ni benar benar mengerikan jika sedang marah, haiishh.
"Apa lagi?"
"Kumohon, malam ini setelah kaffe tutup aku tunggu di taman"
"Kalau aku tidak datang?"
"Aku akan tetap menunggumu sampai kau datang"
"Terserah kau" Ucapnya lalu melangkah kan kaki menuju grand piano di pojok ruangan. Ku hela nafasku dalam dalam, namja ini benar benar telah membuatku gila.
"Hyung, gwancana?" tanya sungmin setelah aku berbalik badan hendak keluar kaffe, aku hanya tersenyum dan mengangguk kecil menjawabnya. "Aku pamit dulu ya ming" salamku dan segera meninggalkan tempat itu.
Dengan ragu kuambil barang yang diberikan Sungmin padaku tadi yang kusimpan di kantong celana, kuperhatikan baik-baik. Mungkin ini bisa menjawab semua pertanyaanku selama ini, dan sepertinya aku harus ke suatu tempat terlebih dahulu.
Kujanlankan mobilku memecah jalanan yang sekarang sudah cukup sepi, tak seramai di pusat kota. Kuparkirkan mobil dipinggir jalan saat kurasa telah sampai pada tempat yang aku tuju. Halaman luas yang hijau dan beberapa nama tertulis dibeberapa batu yang berjejer disana, batu nisan, ya ini makam.
.
.
.
.
Nornal POV
"Kau mengerikan sayang?" ucap Kyuhyun memecah keheningan, sedari tadi hanya suara tuts piano yang agak sumbang yang terdengar, Kyuhyun sedikit khawatir pada namja yang ada disebelahnya sekarang.
'Maksudmu?'
"Ekspresi wajahmu sekarang, kata-katamu tadi dan… permainan pianomu, kau terlihat sangat mengerikan"
Jreeeennggg
Ryeowook menggebrak piano dengan kesal, entah apa yang merasukinya, ia hanya sedang sangat kesal sekarang, untung belum ada tamu yang datang pagi ini, beberapa koki kaluar dari dapur dan memperhatikan Ryeowook heran. Sungmin yang berdiri di meja kasir memberikan tanda pada semua pegawainya untuk kembali bekerja dan tidak memperhatika Ryeowook lagi. Ia berjalan kearah bunyi sumbang piano tadi dan memeluk tubuh mungil namja yang memainkannya.
"Aku benci dia hyung.." Ucap Ryeowook dengan tubuh yang bergetar dan isakan, dia menangis!
"Ssstttt, uljima wookie.. tenanglah dan ceritakan pada hyung" Sungmin mencoba menenangkan Ryeowook dan mengelus punggungnya guna memberi rasa nyaman dalam pelukannya.
"Aku benci dia" hanya itu yang Ryeowook ucapkan dan tangisnya mulai lebih keras, Sungmin memberikan tanda pada salah satu pelayan kaffe untuk membalik tanda 'open' menjadi 'close' sepertinya ia memilih libur sehari.
"Waeyo? Hm? Yesung hyung berbuat jahat padamu?"
Kyuhyun hanya mematung melihat Ryeowook dipeluk orang lain meski ia sakit karena bukan dia yang menenangkannya sekarang namun itulah yang seharusnya, seharusnya memang dia tiidak ada disini dan memeluk tunangannya sendiri, begitulah.
"Dia…"
"Dia?"
"Aku benci dia karena saat aku bersamanya aku melupakan Kyuhyun, hiks hyuung~" kini Ryeowook memeluk erat tubuh yang tidak jauh lebih besar darinya itu, tangisnya semakin pecah menyadari itu, bukankah ini berarti seorang Yesung dapat menggantikan posisi Kyuhyun baginya?
Kyuhyun mundur perlahan, ada yang nyeri disekitar dadanya, meski ia tahu ini akan terjadi namun tetap saja menyakitkan dan ia memilih untuk menghilang.
"Memang seharusnya begitu Wookie.." ucapnya dengan hati hati dengan masih memeluk tubuh ringkih wookie
"Maksud hyung?"
"Memangnya sampai kapan kau akan terus menganggap Kyu masih ada?"
"Tapi dia memang masih ada hyung, aku bersumpah aku masih bicara dengannya tadi pagi"
"Tadi pagi? Wookie, kau harus menerima kalau Kyu telah pergi. Apa kau kira Kyu akan senang melihatmu seperti ini? hyung yakin jika masih arwahnya Kyu ada disini ia akan bilang bahwa kau harus dijaga oleh orang lain yang lebih mampu darinya"
"Hyuung…"
"Mungkin berat, tapi ini harus, hyung tidak menyuruhmu untuk melupakan Kyu, tidak sama sekali. Tapi kenanglah dia, simpan dia di tempat khusus yang ada di hatimu dan biarkan Yesung hyung menempati ruang lain yang ada di hatimu, adil kan? Hyung yakin Kyu akan setuju dengan apa yang hyung katakan"
Sungmin melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata yang tercetak di wajah Ryeowook. "Kau percaya pada hyung kan?" tanyanya sampil memegang pundak Ryeowook, ia hanya menangguk kecil dan segera memeluk Sungmin kembali.
.
.
.
.
"Cho Kyuhyun, hey tuan Cho sebenarnya apa yang ada dalam dirimu hingga honey begitu mencintaimu? Ck, kau telah mencurinya dariku" kini Yesung telah ada disamping sebuah pusara, ya ini makam Kyuhyun.
"Apa yang bisa kulakukan hingga dia dapat melupakanmu hm?" tanyanya lagi sedang asik bermonolog ria, tanpa bisa ia rasa jika yang sedang ia ajak bicara telah berdiri persis dibelakangnya.
Kyuhyun POV
Percakapan antara Ryeowook dan Sungmin hyung tadi benar0benar membuatku gila, entahlah tiba-tiba saja sekarang aku ingin kemabali ke tempatku(?) seharusnya. Aish namja ini lagi, tunggu dulu kenapa ia biisa sampai kesini? Sungmin hyung? Mungkin saja.
"Ah tidak tidak, honey tidak boleh melupakanmu. Tapi bisakah ia juga mencitaiku seperti dia mencintaimu tuan muda Cho?"
"Mungkin bisa, aahh tidak tidak! Pasti Wookie jauh mencintaiku dari pada mencintaimu" jawabku kesal karena namja ini bertanya terus sedari tadi.
"Aku berjanji padamu agar dapat menjaganya dengan baik, dan…. Akan menjauhkannya dari namja yang bernama Choi Siwon"
"Dari mana kau? Ah iya sungmin hyung pasti juga sudah menceritakannya, haahh~ mungkin kau satu-satunya yang bisa kupercaya untuk Wookie-ku"
"Dan sepertinya aku punya sesuatu yang bisa mengungkap segalanya tuan Cho"
"Mengungkap? Segalanya? Mungkinkah…?"
TBC
Oke oke, saya tau ini sudah hampir satu tahun dari terakhir saya update cerita ini, adakah yang masih menunggu? Sesuai jadi saya, saya akan kembali menulis dan tinggal 1 judul lagi yang belum saya update, masih ada yang ingat My little sonsaengnim? ._. maaf dan terima kasih untuk semua readersdeul~ I love u all^^
