jejak remah

Hetalia – Axis Powers © Hidekaz Himaruya. Tidak ada keuntungan material apapun yang didapat dari pembuatan karya ini. Ditulis hanya untuk hiburan dan berbagi kesenangan semata.
Pairing: Spain/Belgium. Genre: General/Romance. Rating: T. Other notes: untuk Spabel Week 2015.

(Jejak-jejak remah kisah-kisah. Dari fantasi hingga melodi sehari-hari.)


day 6: Seasons [ Citrine ]

.

a. kemarau

Satu petak ladang gandum di tepian Spanish Netherlands, yang dibeli Antonio langsung pada tuan tanahnya satu tahun lalu, terkena dampak musim panas yang agak ganjil tahun ini. Ketika mengunjunginya bersama Emma, dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika memandangi batang-batang lemah itu runduk ditaklukkan matahari.

Emma pun menariknya. Sudut lain rumahnya punya hal lain yang akan ia tunjukkan. Dan mereka pun pergi dari sana—dengan konsentrasi Antonio yang hanya separuh dan Emma yang menggenggam tangannya erat-erat.

"Musim panas tidak selalu buruk," dia mengangkat wajah Antonio ke hadapanya(—dan terlihatlah padang tulip merah merekah yang melimpah di balik pundak wanita itu. "Jangan bersedih, ya?" dan wanita itu pun menggosokkan hidungnya di wajah Antonio, menularkan bau musim panas Belgia yang masih punya janji membahagiakan.


b. semi

Mei selalu mengoceh soal sakura-nya Kiku setiap kali musim semi datang. Katanya Kiku biasanya akan membawanya ke rumah ala pedesaan dan mereka hanami di halaman luasnya, dan Emma sebagai sahabatnya selalu kenyang dengan cerita soal itu.

Emma suka saja dengan merah jambu. Ia juga mengagumi sakura namun bukan berarti ia akan menyeret Antonio ke Asia Timur dan menyewa rumah istirahat bergaya klasik.

Musim semi adalah saatnya kabur ke salah satu negara bagian milik Alfred yang terpisah dengan ransel besar di punggung. Bersama Antonio. Karena musim semi bagi mereka adalah mereguk susu hangat di atas puncak berumput dengan binokular di depan mata untuk mengagumi dan mencari makna di balik kisah induk beruang dan anak-anaknya di antara bunga-bunga kekuningan.


c. gugur

Banyak bunga yang mulai hibernasi dari masa jayanya di pekarangan belakang rumah Emma. Setiap akhir minggu Antonio mengunjunginya (dengan memanfaatkan penerbangan tengah malam Madrid-Brussel di malam Sabtu), dan menemukannya sebagai sesuatu yang kurang menyenangkan.

Emma membawanya ke balik susunan bangku panjang dan meja serta patung anak-anak yang menyerupai apa yang menjadi maskot kota. Di sana ada kebun yang mengelilingi sebuah pondok bercat kuning keemasan dengan bangku dan meja yang melingkar. Beberapa bunga masih mekar—daffodil—dan rumpun-rumpun dandelion.

Emma mengambil satu dan meniupkan dandelion itu, "Tidakkah mereka cantik, Antonio? Lihat, betapa bebasnya mereka di udara, menikmati dunia di musim gugur!"


d. salju

Padahal bisa saja mereka menyewa dengan separuh harga sebuah cottage milik Vash di puncak Alpen, tetapi musim dingin tidak juga selamanya harus dinikmati di atas hamparan karpet putih tanpa jelaga dan hanya berpagar horizon tanpa emasnya surya.

Tahun ini Emma menghabiskannya di atas sebuah gedung pencakar langit di Barcelona. Sebuah gedung multiguna dan ada apartemen di lantai sekian. Dia masih belum mau kembali ke apartemen (yang ia sewa secara rahasia selama ini), dan ia berdiri di samping kaca besar ruang rapat yang telah ditinggalkan semuanya kecuali dia dan Antonio. Salju tengah turun di luar sana, dengan intensitas ringan namun lama.

Antonio menarik syal keemasan Emma, memeluk tubuhnya dari belakang pada bahunya—dan membiarkan kain itu jatuh ke lantai. "Kata siapa musim dingin selalu membuat beku? Selalu ada B di balik A," katanya, setengah filosofis setengah merayu.


e. matahari

Ini bukan kali pertama Emma ke Rusia, tapi kali ini hanya khusus berdua dengan Antonio, jadi dia menghitung ini sebagai yang pertama dalam konteks tertentu.

Jauh dari Moskow, di sebuah padang bunga matahari yang mengemas dan berkilau berlimpah cahaya, Antonio mengarahkan kameranya pada Emma yang dengan topi lebarnya sedang tertawa bahagia. Dia mengambil beberapa kali sampai Emma mengeluh dengan wajah lucu betapa matanya sakit karena silau.

"Bukan, bukan karena aku menganggapmu lebih manis dari bunga matahari," alasan Antonio ketika mereka berteduh dan lelaki itu memamerkan foto-foto yang ia ambil, "tapi ini karena, ya, aku ingin mengabadikan spesies bunga matahari yang baru, tinggi dan cantik!" dan humor ini mendapat balasan berupa cubitan di lengan.

.

tbc.


trivia:

1) "patung anak-anak [...] maskot kota" (drabble c) = Manneken Pis di Brussel. itu tuh, patung anak laki-laki lagi uups, pipis www
2) dandelion itu biasanya berkembang di musim semi dan gugur
3) daffodil itu bunga yang tahan cuaca panas dan dingin